cover
Contact Name
Makhyatul Fikriya
Contact Email
mahyafi@yahoo.co.id
Phone
+6285736448018
Journal Mail Official
jurnalhq@gmail.com
Editorial Address
Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang Jl. Raya Jogoroto, Sumberbendo, Jogoroto, Kec. Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61485
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an
ISSN : 27228991     EISSN : 27228983     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Hamalatul Quran : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Quran is Journal the publishes scientific articles on research in fields related to the Quran sciences
Articles 208 Documents
Integrasi Ilmu dan Amal “Kajian Tafsir Tarbawi atas Q.S Al-Mujadilah Ayat 11 Tentang Adab dan Keutamaan Menuntut Ilmu” Rafilah, Nabila Hasna; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.347

Abstract

This verse emphasizes the importance of faith and knowledge as elements that elevate a person's status in the sight of Allah. In Islam, knowledge is not only understood as theoretical insight but must also be actualized through practices aligned with Sharia guidelines. This study employs a qualitative approach with a thematic exegesis method to analyze the relationship between knowledge, action, and etiquette in Islam, highlighting etiquette as a crucial element in the learning process. While previous studies have largely discussed Q.S. Al-Mujadilah verse 11 in the context of the virtue of seeking knowledge, this article places special emphasis on the importance of applying knowledge in daily life. The application of knowledge is deemed essential in shaping noble character, aligned with the goals of national education. Through a review of classical and contemporary exegesis literature, this article concludes that an ideal learning process must be accompanied by etiquette and righteous deeds. This aims to ensure that knowledge does not remain mere theoretical understanding but also provides tangible benefits to individuals and society. Thus, the learning process becomes more holistic, encompassing intellectual, spiritual, and moral aspects. This conclusion supports the view that the integration of knowledge, action, and etiquette is a fundamental pillar in realizing the goals of Islamic education. Such an education is expected to produce individuals who are faithful, knowledgeable, and morally upright, in accordance with Islamic teachings and the nation's noble values.
Pembaharuan Hukum Keluarga Islam Indonesia Syafaat, Muhammad; Akbarizan, Akbarizan; Al Bajuri, Azzuhri
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.348

Abstract

Pembaruan hukum Islam disebabkan karena adanya perubahan kondisi, situasi, tempat, dan waktu, Pembaruan hukum Islam terdapat tipologi refomistik, tujuan pembaruan ini adalah reformasi dengan penafsiran-penasiran baru yang lebih hidup dan lebih cocok dengan tuntutan zaman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Pustaka dengan metode analisis deskriptif-preskriptif dengan pendekatan normatif/yuridis empiris. Penelitian ini menyatakan bahwa Perubahan hukum keluarga Islam akan senantiasa mengikuti perubahan tempat dan waktu, bentuk-bentuk perubahan hukum tersebut bisa saja dengan dua model, yakni rekonstruksi ataupun dekonstruksi hukum, perubahan hukum keluarga Islam di Indonesia dapat dilihat dari zaman ke zaman, sejak awal Islam masuk, yang kemudian para ulama hanya menjadikan kitab-kitab fikih sebagai rujukan untuk menyelesaikan masalah, hingga terbentuknya kodifikasi hukum keluarga, terbitnya KHI, dan seterusnya dengan perubahan pasal-pasal baik berupa judicial review di Mahkamah Konstitusi ataupun perubahan yang diusulkan oleh pemerintah.
Kupas Tuntas : Rahasia Dibalik Konsep Penghapusan Hukum Ayat dalam Al-Qur’an Hasbullah, Irma Juliana; Husna, Zulfaniyatul; Sohrah, Sohrah; Miswar, Andi
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.360

Abstract

The Qur'an is the primary guidance for Muslims and holds a crucial role, especially among scholars. However, within the field of Islamic studies, there are views suggesting that certain verses in the Qur'an seem textually contradictory. This phenomenon has led to the study of nasikh-mansukh, a theory aimed at understanding verses perceived as conflicting by explaining the concept of abrogation or replacement of rulings in divine revelation. Nonetheless, the concept of nasikh-mansukh is not universally accepted by all scholars or Qur'anic experts. Most agree that the Qur'an is a perfect holy scripture without revisions. These differing views reflect the diversity of perspectives within the Islamic scholarly tradition. This study employs a qualitative method using library research. It analyzes the concept and types of naskh, evidence for its establishment, differing opinions about naskh, its scope, controversies among scholars, and the wisdom that can be drawn from studying this theory. The findings indicate that differences of opinion among scholars are often rooted in foundational issues, such as perspectives or interpretative methods applied. By understanding the theory of nasikh-mansukh, Muslims can gain deeper insight into how seemingly contradictory verses can be reconciled. Moreover, this study underscores the importance of knowledge in interpreting sacred texts, thereby strengthening faith in the Qur'an's perfection as the final revelation of Allah SWT.
Dilalah Ta’rif dan Tankir : Suatu Kajian dalam Ilmu Tafsir Pertiwi, Yusdiah; Delima, Desi Asmara; Rizkiyah, Azdiva Miftahur; Asri, Nurul; Agustiar, Agustiar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.361

Abstract

Dilalah Ta’rif dan Tankir merupakan dua konsep penting yang digunakan untuk memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an. Dilalah Ta’rif merupakan penunjukan makna yang jelas dan eksplisit dari teks Al-Qur'an, di mana tafsir dilakukan berdasarkan makna langsung yang terkandung dalam kata-kata ayat tersebut. Sebaliknya, Tankir mencakup penunjukan makna yang tersirat, yang memerlukan pemahaman yang lebih mendalam dan kontekstual, baik dari segi bahasa, sejarah, atau situasi sosial yang melingkupi wahyu tersebut. Tujuan penulisan asrikel ini adalah untuk mengkaji Dilalah Ta’rif dan Tankir dalam kajian Ilmu Tafsir. Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan yang menggunakan sumber data yang menjadi koleksi perpustakaan dengan pensekatan kualitatif deskriptif. Kemudian dilakukan content analisis terhadap data yang diperoleh. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa kedua konsep ini saling melengkapi dalam proses penafsiran Al-Qur'an. Dilalah Ta’rif memberikan pemahaman dasar yang kuat, sementara Tankir membuka ruang untuk eksplorasi makna yang lebih dalam dan aplikatif. Dengan demikian, Dilalah Ta’rif dan Tankir bukan hanya memperkaya pemahaman terhadap wahyu Ilahi, tetapi juga membantu penafsiran yang lebih dinamis dan adaptif terhadap perubahan konteks kehidupan umat Islam.
Analisis Manthuq dan Mafhum Dalam Makna Tersurat dan Tersirat An Nury, Ahmad Husein; Bukhari, Bukhari; Nasution, Salman Paris; Hasibuan, Jefri; Agustiar, Agustiar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.362

Abstract

Penelitian ini membahas konsep manthuq dan mafhum dalam Al-Qur'an, yang mencakup makna tersurat (manthuq) dan makna tersirat (mafhum). Manthuq merujuk pada makna eksplisit dari lafaz ayat, sedangkan mafhum adalah makna implisit yang membutuhkan analisis lebih lanjut. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengacu pada sumber primer seperti kitab-kitab tafsir dan sumber sekunder berupa artikel jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manthuq terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu manthuq sarih dan manthuq ghair al-sarih, sementara mafhum terdiri dari mafhum muwafaqah dan mafhum mukhalafah. Kedua konsep ini memiliki peran signifikan dalam memperluas pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya dalam konteks ijtihad hukum Islam. Dengan memahami manthuq dan mafhum, pengambilan hukum menjadi lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan kontemporer, sehingga memperkokoh posisi Al-Qur'an sebagai pedoman utama umat Islam.
Bermedia Sosial Prespektif Al-Qur’an: Aplikasi Hermeneutika Hassan Hanafi atas Q.S Al-Hujurat: 6-8 Dan 11-12 As-Tsauri, Sofyan; Sulfa, Nafilah
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.367

Abstract

This article is entitled "Using Social Media from an Al-Qur'an Perspective (Application of Hassan Hanafi's Hermeneutics to Q.S. Al-Hujurat: 6-8 and 11-12)", with the aim of exploring the meaning and ethical implications of the verses of the Al-Qur'an. Dealing with social media issues. The main focus of this article is on the interpretation of the verses Al-Hujurat: 6-8 and 11-12 by Hassan Hanafi, a prominent Muslim scholar. By carrying out Hassan Hanafi's hermeneutical approach to analyze how the concept of social media can be understood and applied in a contemporary context. This research identifies the ethical principles of communication and social interaction outlined by Hassan Hanafi in interpreting these verses. Through the library research research methodology, data was collected through analysis of the text of the Al-Qur'an, Hassan Hanafi's interpretation, and related literature. The results of this research show that using social media, according to Hassan Hanafi's perspective, involves a deep understanding of Islamic values, justice and tolerance in disseminating information.
Kaedah 'Am Dan Takhsis Muti'ah, Ummi; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.368

Abstract

Kajian ini membahas dua konsep penting dalam ilmu ushul fiqih, yaitu ‘Am (umum) dan Takhsis (pengkhususan). Kedua prinsip ini memainkan peran kunci dalam memahami dan menafsirkan teks-teks hukum Islam, seperti Al-Qur'an dan Hadis. ‘Am merujuk pada lafadz yang cakupannya luas dan meliputi semua yang dimaksud, sementara Takhsis membatasi atau mengecualikan cakupan tersebut pada kasus tertentu. Kajian ini menjelaskan pengertian, ciri-ciri, serta jenis-jenis lafadz ‘Am dan Takhsis, termasuk takhsis muttasil dan munfasil. Dengan pemahaman ini, para ulama dapat menginterpretasikan hukum syariah secara konsisten, mengatasi potensi kontradiksi dalam teks, dan menghasilkan keputusan hukum yang lebih adil dan relevan. Studi ini juga menunjukkan bahwa interaksi antara ‘Am dan Takhsis mencerminkan fleksibilitas hukum Islam dalam menyesuaikan diri dengan beragam situasi dan kebutuhan.
Prinsip Pendidikan Menurut Al-Qur’an Aflah, Fadli Ramadhanul; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.369

Abstract

Penelitian ini mengulas konsep pendidikan dalam Al-Qur'an, yang mencakup pengertian tarbiyah, ta'lim, dan tazkiyah sebagai proses pembentukan karakter dan spiritual individu. Al-Qur'an menjadi pedoman pendidikan yang menyeluruh, melibatkan aspek intelektual, moral, serta spiritual. Makalah ini menyoroti prinsip-prinsip utama, yaitu tauhid, pengembangan ilmu, universalitas, keseimbangan, dan kesederhanaan, yang menunjukkan bahwa pendidikan bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan ketakwaan, dan membentuk akhlak mulia. Konsep ini menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya mengarah pada pencapaian duniawi, tetapi juga kesejahteraan ukhrawi.
Tantangan dan Peluang dalam Menjembatani Sains dan Agama di dalam Konteks Pendidikan: Sebuah Perspektif Tambahan Zakiyah, Sarah; Nugraha, Mulyawan Safwandy
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.372

Abstract

Artikel ini mengkaji tantangan dan peluang yang dihadapi pendidikan Islam dalam konteks modern. Pendidikan Islam saat ini berada di persimpangan antara tradisi dan modernitas, yang mengharuskan adanya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, globalisasi, dan dinamika sosial yang semakin kompleks. Tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai inti agama dalam lingkungan yang semakin sekuler, serba cepat, dan dipengaruhi oleh arus informasi global yang tak terbendung. Selain itu, terdapat pula tantangan dalam memastikan kurikulum pendidikan Islam tetap relevan, inklusif, dan mampu merespons kebutuhan peserta didik di era digital. Namun, di balik tantangan tersebut, terbuka peluang yang signifikan untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat dalam penyebaran ajaran Islam serta meningkatkan pemahaman dan praktik keagamaan. Platform digital, media sosial, dan aplikasi pembelajaran daring dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan Islam ke berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, pendidikan Islam memiliki kesempatan untuk mengembangkan pendekatan yang lebih holistik dan integratif dengan memasukkan konsep sains dan teknologi ke dalam kurikulum tanpa mengurangi esensi nilai-nilai agama. Artikel ini juga mengeksplorasi berbagai upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam agar lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Melalui pendekatan yang tepat, pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi yang kokoh dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berpikiran terbuka, dan mampu berkontribusi secara positif dalam masyarakat global yang terus berubah.
I’jazul Qur’an (Mukjizat Al-Qur’an) Rahmani, Diah Ayu; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.373

Abstract

Kajian ini mengulas tentang I’jazul Qur’an, yang merupakan mukjizat Al-Qur’an yang menegaskan keunggulan dan kebenarannya sebagai wahyu Allah. I’jazul Qur’an menunjukkan bahwa manusia tidak mampu menciptakan sesuatu yang sebanding dengan Al-Qur’an, baik dari segi gaya bahasa, isi, maupun struktur. Kemukjizatan Al-Qur’an mencakup keajaiban dalam sastra, akurasi sejarah, ramalan masa depan, dan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan. Hal ini menegaskan peran Al-Qur’an sebagai bukti kerasulan Nabi Muhammad SAW, penguat keimanan, dan pembela kebenaran. Keistimewaan Al-Qur’an dibandingkan kitab suci lainnya mencakup otentisitasnya yang terjaga, cakupannya yang universal, serta ajaran yang sempurna dan relevan sepanjang masa. Dengan I’jazul Qur’an, umat Islam mendapatkan inspirasi untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman etika serta kehidupan.