cover
Contact Name
Ervina Indrayani
Contact Email
acroporapapua@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
acroporapapua@yahoo.com
Editorial Address
Sekretariat Acropora, Gd. Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Uncen Waena. Jl. Kamp Wolker WAENA, Jayapura, Papua
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
ISSN : 26225476     EISSN : 26851865     DOI : https://doi.org/10.31957/
Core Subject : Agriculture,
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Cenderawasih. Ruang lingkup jurnal fokus pada kajian ilmu kelautan dan perikanan.
Articles 163 Documents
Potensi Rhodophyta dari Perairan Tropis Indonesia sebagai Antioksidan Alami fatmawati, fatmawati; Larasati, Stefanie Jessica Henny; Aryanti, Chairun Annisa; Amir, Fitriah
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 1 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i1.4686

Abstract

Rumput laut merah (Rhodophyta) termasuk dalam kelompok sumber daya laut yang melimpah di perairan tropis Indonesia dan memiliki potensi yang tinggi sebagai agen antioksidan alami. Beragam kandungan senyawa bioktif seperti fenolik, flavonoid, karotenoid dan alkaloid telah banyak dilaporkan mampu menangkal radikal bebas dan menghambat proses stres oksidatif yang menjadi pemicu berbagai penyakit degeneratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengulas potensi kandungan senyawa antioksidan yang dimiliki oleh berbagai spesies rumput laut merah yang tumbuh di wilayah pesisir Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang dilakukan secara sistematis untuk mengidentifikasi, menelaah, dan menganalisis hasil-hasil penelitian yang sudah ada yang diperoleh secara daring melalui database ilmiah seperti Scopus, Google Scholar, SpringerLink, dan Science Direct. Hasil studi menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan sangat bervariasi antar spesies dan dipengaruhi oleh metode ekstraksi, jenis pelarut, dan lokasi pengambilan sampel. Gelidium sp. menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 3,9154 (DPPH) dan 9,1178 ppm (ABTS) yang dikategorikan sangat kuat, diikuti oleh Gracilaria sp. asal Serang Banten dengan nilai IC50 22,15 ppm dan Eucheuma spinosum dengan nilai IC50 42,010 ppm dengan kategori sangat kuat. Halymenia durvillei dan Hypnea sp. menunjukkan potensi antioksidan kategori sedang dengan nilai IC50 secara berturut-turut 101,22 ppm dan 138,42 ppm. Sementara itu,Acanthophora muscoides memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah dengan nilai IC50 325,47 ppm (ekstrak metanol) dan 351,27 ppm (ekstrak n-heksan). Acanthophora sp., Kappaphycus alvarezii, Eucheuma cottonii dan Gracilaria sp. asal Pantai Santolo Garut juga memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong sangat lemah dengan nilai IC50 masing-masing adalah 367,473 ppm, 961,83 ppm, dan 2.521,2 ppm. Temuan ini mengindikasikan bahwa beberapa spesies rumput laut merah berpotensi menjadi sumber antioksidan alami  yang signifikan.
Jenis-jenis Ikan Padang Lamun di Perairan Misool Selatan Raja Ampat Santus, Caprio Dos; Ayhuan, Hendrik V.; Sala, Ridwan; Kolibongso, Duaitd; Suhaemi, Suhaemi; Loinenak, Frida A.
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 1 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i1.4688

Abstract

Padang lamun merupakan habitat beberapa komunitas ikan pada masa juvenil dan atau dewasa, secara tetap, musiman dan tidak tetap. Potensi dan kondisi komunitas ikan lamun dapat mengalami gangguan dan ancaman seperti predator asing, kerusakan habitat, dan perubahan kualitas perairan maupun akibat aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis ikan padang lamun dengan kaitan aspek ekologinya di perairan Misool Selatan Raja Ampat khususnya perairan Pulau Calpop, Pulau Kabalanbatan, dan Pulau Yefba. Metode pengambilan sampel ikan menggunakan jaring puri yang diseret pada lintasan pengambilan sampel sejauh 90 m dan dibagi menjadi tiga kali pengambilan, serta arah tarikan sejajar garis pantai dan berlawanan dengan arah arus. Pengukuran kualitas perairan dilakukan pada setiap titik lokasi pengambilan sampel ikan, meliputi suhu, salinitas, pH dan DO. Data dianalisis untuk menentukan komposisi dan kelimpahan jenis, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi jenis. Untuk melihat hubungan antara paramater kualitas perairan dengan kelimpahan ikan digunakan uji korelasi Pearson. Hasil menunjukan sebanyak 2.759 ekor ikan yang tertangkap yang terdiri dari 18 genus dan 21 jenis, dengan kelimpahan tertinggi adalah jenis P. lineatus sebesar 40.802 ind/ha. Perairan Pulau Calpop, Pulau Kabalanbatan dan Pulau Yefba memiliki indeks keanekaragaman jenis berada pada kategori rendah. Perairan Pulau Calpop dan Pulau Kabalanbatan masuk dalam kategori kondisi tertekan, sedangkan perairan Pulau Yefba berada dalam kondisi labil. Terdapat spesies yang mendominansi di perairan Pulau Calpop dan Pulau Kabalanbatan, sedangkan Pulau Yefba tidak terdapat spesies yang mendominansi. Hasil korelasi pearson salinitas memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap kelimpahan ikan, sedangkan suhu, pH dan DO tidak memberikan pengaruh yang kuat terhadap kelimpahan ikan.
Jens-Jenis Mangrove di Kawasan Wisata Alam Teluk Youtefa Kota Jayapura, Papua Rejauw, Korinus; Paiki, Kalvin; Wanimbo, Efray; Tanjung, Rosye H. R.; Agamawan, Lalu Panji I.; Manalu, Khristhoper Aris A.
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 1 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i1.4692

Abstract

Hutan mangrove di Teluk Youtefa merupakan salah potensi sumber daya perairan di pesisir Kota Jayapura yang memiliki peranan sangat penting bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Data dan informasi tentang vegetasi mangrove di lokasi ini sangat penting untuk diketahui sebagai dasar pengelolaan yang berkelanjutan, Penelitian ini bertujuan untuk menetahui kompoisis jenis dan struktur vegetasi mangrove di sekitar kawasan wisata alam Teluk Youtefa Kota, Jayapura. Metode penelitian yang digunakan metode purposive sampling, pengambilan data dilakukan menggunakan petak ber sarang. Analisis data yang digunakan untuk mencari kerapatan, kerapatan relative, frekuensi, frekuensi relative, dominansi, dominansi relative dan indeks nilai penting. Hasil penelitian ditemukan ada 8 spesies mangrove pada kedua stasiun penelitian, kerapatan tertinggi terdapat pada spesies Bruguera haynessi, Rhizophora apiculata dan Rhizophora stylosa, terendah terdapat pada Lumnitzera racmosa, Xylocarpus granatum dan Xylocarpus moluccensis. Frekuensi tertinggi terdapat pada spesies Rhizophora apiculata dan terendah terdapat pad spesies Lumnitzera racmosa dan Xylocarpus granatum. Dominansi tertinggi terdapat pada spesies Bruguera haynessi, Lumnitzera racmosa, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata dan terendah terdapat pada spesies Rhizophora stylosa dan Xylocarpus granatum. INP tertinggi terdapat pada spesies Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa dan Rhizophora mucronata.
Kelimpahan Mikroplastik Pada Sedimen Pantai Wisata di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara Haeruddin, Haeruddin; Aryanti, Chairun Annisa; Simbolon, Maria Yosephine
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.4892

Abstract

Laut Indonesia diperkirakan menerima pengiriman limbah plastik yang telah digunakan oleh manusia dalam jumlah antara 100.000 - 400.000ton setiap tahun. Kejadian ini dapat menjadi masalah global karena seluruh dunia memproduksi dan menggunakan plastik. Masalah yang disebabkan oleh limbah mikroplastik yaitu bahan dari mikroplastik yang mengandung senyawa kimia berbahaya bagi lingkungan dan dapat mengganggu ekosistem laut bahkan pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kandungan mikroplastik dalam sedimen pada beberapa pantai wisata di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Studi ini mengidentifikasi tiga kategori mikroplastik, yaitu fiber, fragmen, dan film, dengan rata – rata kelimpahan mikroplastik seluruhnya adalah 2.693 mp/kg. Kelimpahan fiber dan fragmen tertinggi terdapat di Pantai Arunika. Mikroplastik jenis film tertinggi ditemukan di Pantai Toronipa. Kelimpahan tertinggi total mikroplastik terdapat di Pantai Toronipa.
Tingkat Kesejahteraan Pelaku Usaha di Kawasan Pariwisata Danau Perintis Desa Boludawa Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Djalil, Mukhlisnah; Mamuki, Emiliyan; Djamil, Iis Nandita; Antu, Yulinda R.
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.4929

Abstract

Kemiskinan merupakan bentuk nyata dari ketidaksejahteraan yang tercermin dari ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi secara memadai. Oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan menjadi hal yang krusial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dalam konteks ini, objek wisata Danau Perintis memiliki peran strategis sebagai sarana pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha lokal, sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan pelaku usaha di kawasan Pariwisata Danau Perintis Desa Boludawa Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik purposive sampling terhadap 14 responden pelaku usaha di kawasan wisata tersebut. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis tabel hasil penyebaran kuesioner dengan persentase tingkat kesejahteraan yang mengacu pada kriteria Badan Pusat Statistik (BPS, 2015). Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pelaku usaha kesejahteraan di kawasan Pariwisata Danau Perintis tergolong tinggi, dengan 64% responden berada pada kategori kesejahteraan tinggi (skor 17–21), 36% pada kategori sedang (skor 12–16), dan tidak terdapat pelaku usaha dengan tingkat kesejahteraan rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi berbasis pariwisata di Danau Perintis telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada pendekatannya yang menekankan peran objek wisata sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan ekonomi di wilayah masyarakat perdesaan dengan mengintegrasikan indikator kesejahteraan BPS ke dalam konteks ekonomi pariwisata lokal. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperkuat bukti bahwa sektor pariwisata dapat menjadi salah satu pilar penting dalam strategi pembangunan ekonomi daerah berbasis pemberdayaan masyarakat.
Prospek dan Potensi Budidaya Rumput Laut di Bali:Suatu Kajian Pratama, Gede Agus Surya; Darmadi, Ni Made; Suryani, Sang Ayu Made Putri
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.4738

Abstract

Rumput laut sebagai salah satu komoditas ekonomis penting dan merupakan salah satu sumber pangan dunia merupakan salah satu produk primadona di sector budidaya perikanan. Budidaya rumput laut relative mudah dibudidayakan, tidak memerlukan modal yang besar, tidak ada petisida, tidak ada residu dan tanpa pemberian pakan. Berdasarkan segi kualitas air yang berada di wilayah Bali yang mendukung pertumbuhan rumput laut dan juga sinar cahaya matahari yang cukup sehingga potensi dalam budidaya rumput laut sangat besar dan juga menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi luasan wilayah yang dapat digunakan untuk budidaya rumput laut. Metode dalam penelitian ini yang digunakan ialah literatur review. Hasil analisis kesesuaian lahan di bali mendapatkan lahan potensial untuk budidaya rumput laut adalah perairan Pulau Nusa Lembongan sebesar 3.375,65 Ha. Luas lahan efektif sebesar 2.025,39 Ha yaitu 60% dari luas, serta total produksi pada satu musim panen sebesar 89.117,16 ton/siklus panen. Hasil pengukuran kualitas perairan menunjukkan parameter optimal yang meliputi suhu perairan 26 s.d 31 oC, salinitas 28 s.d 35 ppt, dan kedalaman 30 cm s.d 1 meter.
Respon Ekologis dan Potensi Rekrutmen Komunitas Ikan Pada Fish Shelter Berbahan Fly Ash dan Bottom Ash (Faba) Arizona, Mohammad Oka; Syari , Indra Ambalika; Supandji, Rama; Apriyanto , Haris; Utama , Zandi; Paradise , Martin Yuda; Sulistyawan , Yuangga Aji; Akbar , Muhammad Sulthon
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.4988

Abstract

Degradasi ekosistem pesisir dan terumbu karang di Pulau Bangka akibat kegiatan antopogenis telah mendorong pengembangan inovasi restorasi habitat laut berbasis material alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons ekologis dan potensi rekrutmen komunitas ikan pada fish shelter berbahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) di Perairan Tuing, Kabupaten Bangka, yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan (KKP) pada Tahun 2023. Monitoring dilakukan untuk menganalisis keanekaragaman, kelimpahan, biomassa ikan, serta kolonisasi organisme bentik pada media berbasis FABA. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah spesies ikan dari 29 jenis pada periode Monitoring II menjadi 33 jenis pada pengamatan terkini, dengan total kelimpahan mencapai 538 ekor. Nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 2,75 tergolong kategori sedang, indeks dominasi (D) sebesar 0,10 kategori rendah, dan indeks keseragaman (E) sebesar 0,44 kategori rendah. Biomassa ikan meningkat sebesar 231,40 kg, menjadi 1.499,67 kg/ha. Proses rekrutmen alami organisme bentik juga menunjukkan perkembangan positif, dari 18 jenis (Monitoring II) menjadi 23 jenis dengan total 129 individu. Temuan ini menegaskan bahwa fish shelter berbahan FABA berpotensi tinggi sebagai habitat buatan yang efektif dalam mendukung keanekaragaman dan kelimpahan ikan, sekaligus memperkuat upaya restorasi ekosistem laut secara berkelanjutan.
Keanekaragaman Jenis Ikan pada Musim Penghujan dan Kemarau di Danau Liut Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat Soetignya, Widadi Padmarsari; Utami, Pratita Budi; Wahyudi, Dede
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.5039

Abstract

Danau Liut merupakan salah satu danau lindung yang termasuk jenis danau oxbow dan menjadi sumber perikanan tawar di Kabupaten Sintang. Sebagai danau berjenis oxbow, ketika pada musim penghujan terdapat konektivitas antara Danau Liut dan Sungai Ketungau, dan ketika musim kemarau konektivitas tersebut akan terputus. Penelitian tentang perbandingan komunitas ikan pada musim penghujan dan musim kemarau belum pernah dilakukan di Danau Liut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman ikan pada musim penghujan dan musim kemarau di Danau Liut Kabupaten Sintang. Pengambilan sampel ikan dan faktor lingkungan dilakukan pada 2 tahap yaitu musim penghujan pada Januari-Februari 2024 dan musim kemarau pada Agustus-September 2024. Alat tangkap yang digunakan adalah jaring insang, jala tebar dan pancing. Faktor lingkungan yang diamati terdiri dari suhu perairan, kandungan oksigen terlarut, pH perairan, kedalaman, TSS, kadar nitrat, kadar fosfat dan Biochemical Oxyogen Demand (BOD). Data yang dianalisis meliputi komposisi jenis, kelimpahan relatif, indeks keragaman Shannon Wiener, Indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks similaritas Sorensen. Hasil penelitian menunjukkan jumlah species yang tertangkap selama penelitian di Danau Liut adalah sebanyak 22 spesies yang termasuk dalam 9 famili. Pada musim penghujan tertangkap ikan lebih sedikit yaitu 17 species yang termasuk dalam 8 familia sedangkan pada musim kemarau tertangkap sebanyak 21 spesies yang termasuk dalam 9 familia. Analisis keanekeragaman pada musim penghujan, musim kemarau dan sepanjang musim menunjukkan komunitas berada pada kategori sedang, indeks keseragaman berada pada tingkat tinggi dan indeks dominansi berada pada level rendah.  Pengukuran indeks similaritas antara musim hujan dan musim kemarau menunjukkan similaritas rendah yaitu 0,44 atau 44%.
Kepadatan dan Kelimpahan Siput Ena montana sebagai Bioindikator Pencemaran Pada Air Sungai Arbes Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon Gea, Liyatin; Muhamad Hariono2; Imam Misbach; Lolita Tuhumena; Paprian, Nada Pertiwi
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.4783

Abstract

Penurunan kualitas air dapat berdampak pada menurunnya daya guna, hasil guna, produktivitas, daya dukung, serta daya tampung suatu sumber daya air. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan dan berkurangnya kekayaan sumber daya alam. Salah satu pendekatan untuk menilai tingkat pencemaran adalah melalui penggunaan organisme hidup sebagai bioindikator, yaitu makhluk hidup yang mampu memberikan respons terhadap perubahan kondisi lingkungan. Siput Ena montana merupakan salah satu hewan akuatik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bioindikator pencemaran perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan kelimpahan siput E. montana sebagai bioindikator pencemaran pada perairan Sungai Arbes, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepadatan tertinggi terdapat pada bagian hilir sungai dengan 81 ind/m² dan kelimpahan sebesar 4.843 individu, sedangkan nilai terendah terdapat pada bagian hulu dengan 4 ind/m² dan kelimpahan 214 individu. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin ke arah hilir Sungai Arbes, nilai kepadatan dan kelimpahan E. montana semakin meningkat. Tingginya jumlah individu dan kelimpahan E. montana pada kondisi perairan yang tercemar menunjukkan bahwa spesies ini memiliki kemampuan adaptasi fisiologis yang baik untuk bertahan hidup pada lingkungan dengan kualitas air rendah. Oleh karena itu, keberadaan E. montana dapat diidentifikasi sebagai indikator biologis yang efektif dalam menentukan tingkat pencemaran air.
Analisis Kualitas Air Umbul Brintik, Kabupaten Klaten, Berdasarkan Parameter Fisika, Kimia dan Biologi dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Ruswandari, Rheno; Budiharjo, Mochamad Arief
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.5019

Abstract

Kualitas air merupakan faktor utama dalam mendukung keberlanjutan destinasi wisata berbasis sumber daya perairan. Kualitas air menentukan kenyamanan, keamanan, dan kesehatan wisatawan sekaligus menjaga fungsi ekologis destinasi. Umbul Brintik yang berada di Kabupaten Klaten, merupakan salah satu mata air alami yang dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi dan terapi air, sehingga perubahan kualitas air dapat berdampak pada daya tarik dan keberlanjutan fungsi wisatanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Umbul Brintik berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, serta menilai kesesuaiannya dengan baku mutu air untuk keperluan higiene dan sanitasi menurut Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Pengambilan sampel dilakukan pada 21 dan 22 Juni 2025 di titik outflow kolam utama pada tiga periode waktu (05.00, 09.00, dan 17.00) menggunakan metode grab sampling untuk mempresentasikan variasi aktivitas wisata. Berdasarkan hasil pengujian secara langsung dan laboratorium nilai parameter fisika seperti suhu, TDS, kekeruhan, dan warna serta parameter kimia seperti pH, nitrat, nitrat dan logam berat (Cr6+ , Fe, dan Mn) tidak mengalami perubahan yang signifikan dan menunjukkan bahwa seluruh parameter masih berada jauh di bawah ambang batas baku mutu. Selain itu berdasarkan parameter biologi, tidak ditemukannya E.coli dan Coliform. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Umbul Brintik memiliki kualitas air yang sangat baik, stabil, dan bebas kontaminasi, didukung oleh debit air yang konstan serta sirkulasi alami yang efektif. Temuan ini menjadi pembatuan penting karena menunjukan hubungan langsung antara aktivitas wisata dan ketahanan kualitas air pada mata air alami yang dikelola berbasis masyarakat. Dengan demikian, Umbul Brintik layak dikategorikan sebagai mata air alami yang aman untuk aktivitas rekreasi dan terapi air, serta memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai pariwisata berkelanjutan.