cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 489 Documents
Mengembangkan Cara Berpikir Kritis Siswa Melalui Penerapan Kurikulum Cambridge Dengan Metode Project-Based Learning Prayogo, Didi; Zulfitria, Zulfitria
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v4i1.731

Abstract

Collaboration between the Cambridge curriculum and national curriculum in developing student’s scientific thinking which is applied in project based learning for the program of Student Project in order as the assessment for the mid-semester in Insan Cendekia Madani Middle School Program. The project based learning programed to develop student scientific thinking and improve communication in presentation skill. The parameters limited to the student’s process marks and presentation skill.AbstrakPenerapan kurikulum asing dan kolaborasi dengan kurikulum nasional dalam pengembangan berpikir ilmiah siswa yang diterapkan dalam project based learning yang dilakukan dalam kegiatan student project yang dilakukan di SMP Insan Cendekia Madani. Kegiatan Project Based Learning meningkatkan berpikir ilmiah siswa dan meningkatkan komunikasi dalam presentasi. Analisis diambil dari nilai project dan nilai presentasi. Dengan parameter yang dibatasi pada nilai proses dan kemampuan presentasi siswa.
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK (Studi Kasus Dan Implikasinya Pada Peningkatan Guru di UPT SD NEGERI 331 Tempe Kabupaten Wajo) Afiah, Andi Ulfah; Ismail, Imran; Abbas, Hasbih; Darwis, Darwis; Yusran, Yusran
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v4i3.813

Abstract

This study aims to evaluate the role of the driving teacher in improving pedagogical competence at UPT SD Negeri 331 Tempe, Wajo Regency. Using a descriptive qualitative approach, this study focuses on observations and interviews with driving teachers and members of the learning community at the research location. The novelty of this study lies in the exploration of how collaboration in a learning community can strengthen teachers' pedagogical abilities and improve teaching effectiveness. The results of the study indicate that driving teachers not only act as facilitators, but also as motivators who influence other teachers to improve their pedagogical skills. Driving teachers are also able to create a more enjoyable and contextual learning atmosphere, according to students' needs. In conclusion, the presence of driving teachers and learning communities contributes significantly to improving pedagogical competence, which in turn improves the quality of learning in schools.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran guru penggerak dalam meningkatkan kompetensi pedagogik di UPT SD Negeri 331 Tempe, Kabupaten Wajo. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini memfokuskan pada observasi dan wawancara dengan guru penggerak dan anggota komunitas belajar di lokasi penelitian. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada eksplorasi bagaimana kolaborasi dalam komunitas belajar dapat memperkuat kemampuan pedagogik guru dan meningkatkan efektivitas pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai motivator yang mempengaruhi guru lain untuk meningkatkan keterampilan pedagogik mereka. Guru penggerak juga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan kontekstual, sesuai dengan kebutuhan siswa. Kesimpulannya, kehadiran guru penggerak dan komunitas belajar berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi pedagogik, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
TEORI BELAJAR SEBAGAI LANDASAN BAGI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN Sinaga, Marsaulina Nirmaisi; Ringo, Samuel Siringo; Netrallia, Mei Ceria
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v4i2.646

Abstract

In the development of educational technology, learning theories play a crucial role as a foundation for designing effective learning experiences. This article examines the significance of learning theories as a basis for the development of educational technology. The research aims to analyze the role of learning theories in the development of educational technology and to identify the relationship between learning  theories and educational technology. The study employs a literature analysis method by gathering and analyzing various relevant scholarly references on learning theories and the development of educational technology. The results of the research demonstrate that learning theories have a highly important role in designing effective educational technology. Learning theories, such as behaviorism, constructivism, and social constructivism, provide a useful framework for creating learning experiences tailored to the needs of individuals and groups. This article concludes that a strong understanding of learning theories is crucial in the development of successful educational technology. By leveraging the principles of learning theories, we can design more effective and relevant educational solutions for the future. ABSTRAKDalam pengembangan teknologi pendidikan, teori belajar memainkan peran kunci sebagai dasar untuk merancang pengalaman belajar yang efektif. Artikel ini mengkaji pentingnya teori belajar sebagai landasan bagi pengembangan teknologi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teori belajar dalam pengembangan teknologi pendidikan dan untuk mengidentifikasi hubungan antara teori belajar dan teknologi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode analisis literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai referensi ilmiah yang relevan tentang teori belajar dan pengembangan teknologi Pendidikan 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori belajar memiliki peran yang sangat penting dalam merancang teknologi pendidikan yang efektif. Teori-teori belajar, seperti behaviorisme, konstruktivisme, dan konstruktivisme sosial, memberikan kerangka kerja yang berguna untuk merancang pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan individu dan kelompok. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang kuat tentang teori belajar sangat penting dalam pengembangan teknologi pendidikan yang berhasil. 
PENGARUH PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SD NEGERI 106162 KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v4i3.706

Abstract

The use of smartphones in the current era of globalization has become a necessity in the community, because of the availability of feature features that facilitate daily human work, one of which is used by students because it can be a source of lessons for students and can make it easier for students to do assignments from school. From this, the problem discussed in this article is how the use of smartphones and the proper use of smartphones affect the learning outcomes of students in grade V of SD Negeri 106162 Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. This research aims to determine the effect of smartphone use on the learning outcomes of fifth grade students at SD NEGERI 106162, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. This research is quantitative research with inferential statistical analysis of product moment correlation coefficients. The population in this study were all students of SD NEGERI 106162, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, the sample was taken using a purposive sampling technique of 24 people. Data was collected through questionnaire and documentation techniques. Based on the results of data analysis, the author found that the "r" value of product moment df 22 at the 5% significance level was 0.423, while at the 1% significance level the "r" value obtained was 0.537. It turns out that the calculated r (which is 0.771) is much bigger than the "r" table (which is 0.423 and 0.537). Because the calculated r is greater than the "r" table, the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. Because there is a significant positive relationship between smartphone use and student learning outcomes.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan smartphone terhadap hasil belajar siswa kelas V SD NEGERI 106162 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analisis statistik inferensial koefisien korelasi produk moment. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SD NEGERI 106162 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 24 orang. Data dikumpulkan melalui teknik angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data penulis menemukan bahwa nilai nilai “r” product moment df 22 pada taraf signifikan 5% sebesar 0,423, sedangkan pada taraf signifikan 1% diperoleh nilai “r” tebel sebesar 0,537. Ternyata r hitung (yang besarnya = 0,771) adalah jauh lebih besar dari pada “r” tabel (yang besarnya 0,423 dan 0,537). Karena r hitung lebih besar dari pada “r” tabel, dengan demikian hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Karena terdapat hubungan positif yang signifikan antara penggunaan smartphone terhadap hasil belajar murid.
Pengaruh Pendidikan Agama Kristen Dalam Keluarga Kristen Terhadap Kepribadian Anak Di GMIT Jemaat Sublele Klasis Fatuleu Barat Yohanis Pandie, Remegises Danial
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v3i5.689

Abstract

This study aims to determine the effect of Christian Religious Education in Christian families on children's personality in GMIT Jemaat Sublele. Where, the lack of time and attention from parents who are busy working reduces the time to interact, pray together, or discuss Christian values in the family. As a result, children lack attention and support in their spiritual and moral development, so that children are easily influenced by the environment, which leads to negative actions such as fighting, saying dirty words, fighting parents, skipping school, alcohol, smoking and other delinquent acts. This study, using a quantitative approach with a population and sample of 74 children. The results illustrate that there is a positive and significant influence between the variables of Christian Religious education in Christian families on children's personality in GMIT Congregation Sublele West Fatuleu Klasis. The results of the simple linear regression test with a constant of 10.748 show that if the PAK variable in the family is zero or fixed, it will increase the child's personality by 10.75%. The PAK variable in the family of 10.75% shows that if variable X increases by one unit, the child's personality will be 0.644 or 64.4% while 35.6% is influenced by other factors. It is known that the tcount value of variable X is 12.573 ttable 1.666. So, it can be concluded that, the value of the first hypothesis (H0) is rejected.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga Kristen terhadap kepribadian anak di GMIT Jemaat Sublele. Di mana, kurangnya waktu dan perhatian dari orang tua yang sibuk bekerja mengurangi waktu untuk berinteraksi, berdoa bersama, atau membahas nilai-nilai Agama Kristen dalam keluarga. Akibatnya, anak-anak kurang mendapatkan perhatian dan dukungan dalam pengembangan spiritual dan moral mereka, sehingga anak mudah terpengaruh dengan lingkungan, yang berujung pada tindakan negatif seperti berkelahi, mengeluarkan kata-kata kotor, melawan orang tua, bolos sekolah, alkohol, merokok dan tindakan kenakalan lainnya. Penelitian ini, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi dan sampel sebanyak 74 orang anak. Hasil penelitian menggambarkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan anatara variabel pendidikan Agama Kristen dalam keluarga Kristen terhadap kepribadian anak di GMIT Jemaat Sublele Klasis Fatuleu Barat. Hasil Uji regresi linear sederhana dengan konstanta sebesar 10,748 menunjukan bahwa jika variabel PAK dalam keluarga bernilai nol atau tetap, maka akan meningkatkan kepribadian anak sebesar 10,75%. Variabel PAK dalam keluarga 10,75% menunjukan bahwa jika variabel X meningkat satu satuan maka kepribadian anak sebesar 0,644 atau sebesar 64,4% sedangkan 35,6% dipengaruhi oleh factor lain. Diketahui nilai thitung dari variabel X adalah 12,573 ttabel 1,666. Jadi, dapat disimpulkan bahwa, nilai hipotesis pertama (H0) diterima artinya terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y atau ada pengaruh variabel PAK dalam keluarga terhadap variabel kepribadian anak.
Kompetensi Sumber Daya Manusia dalam Pengelolaan dan Pengembangan Learning Management System (LMS) di Sebuah Institusi Pendidikan Saputra, Suryo Danar; Zulfitria, Zulfitria
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v4i3.746

Abstract

This research aims to analyze HR competencies in the management and development of Learning Management Systems (LMS) in educational institutions, as well as identify factors that influence the effectiveness of LMS use. The primary research problem is that the success of LMS implementation is often hampered by the lack of competence of the human resources who manage and develop it, with the focus often being solely on the LMS platform. The novelty of this research lies in its emphasis on the importance of HR competency in LMS management, including the roles of administrators, teachers, and students in achieving effective and efficient learning through the LMS. The research uses qualitative methods with a case study approach at several higher education institutions in Indonesia, collecting data through interviews, observations, and document analysis related to the use of LMS. The research results indicate that HR competency greatly influences the effectiveness of LMS use. Institutions with competent human resources show higher success in achieving learning goals. Solutions to improve HR competency include external training, comparative studies, and updating internal knowledge through independent learning.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk Menganalisis kompetensi SDM dalam pengelolaan dan pengembangan Learning Management System (LMS) di institusi pendidikan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan LMS. Persoalan Penelitian yang menjadi perhatian utama yaitu keberhasilan implementasi LMS sering terhambat oleh kurangnya kompetensi SDM yang mengelola dan mengembangkannya, dengan fokus yang sering hanya pada platform LMS. Selanjutnya yang menjadi Kebaruan Penelitian antara lain penelitian ini menekankan pentingnya kompetensi SDM dalam pengelolaan LMS, mencakup peran admin, pengajar, dan peserta didik untuk mencapai pembelajaran yang efektif dan efisien melalui LMS. Metode Penelitian Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa institusi pendidikan tinggi di Indonesia, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait penggunaan LMS. Hasil Penelitian antara lain Kompetensi SDM sangat mempengaruhi efektivitas penggunaan LMS. Institusi dengan SDM berkompeten menunjukkan keberhasilan lebih tinggi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Solusi untuk meningkatkan kompetensi SDM meliputi pelatihan eksternal, studi banding, dan pembaruan pengetahuan internal melalui pembelajaran mandiri.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH CARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA SMP KELAS VIII Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v3i6.620

Abstract

The purpose of this study was to find out how much the use of flash card learning media to improve students' English speaking skills. The population in the study was grade VIII (eight) students of SMP Prima Medan consisting of 5 classes with a distribution of 175 students. The sample of this study was determined by one class as a sample, namely class VIII A with a total of 33 students. This research focuses on speaking skills, especially to improve English vocabulary so that students are able and confident to speak English well. There are difficulties for eighth grade students in speaking using English, so efforts are made to improve English speaking skills using flash card media. This type of research is a Classroom Action Research (PTK) which consists of four stages, namely, planning, implementation, observation, and reflection. The research instruments used are observation sheets and test sheets. The results of quantitative data show that the use of flash card learning media can improve students' speaking skills. This can be seen from the results of students' speaking skills increased from cycle I to cycle II by 15%, from cycle II to cycle III by 23%. With flash card learning media makes students more active and confident in speaking English. Flash card learning media is effectively used in the learning processABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar penggunaan media pembelajaran flash card untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VIII (delapan) SMP Prima Medan terdiri dari 5 kelas dengan jumlah siswa berjumlah 175 orang. Sampel penelitian ini ditetapkan satu kelas sebagai sampel yaitu kelas VIII A sejumlah 33 siswa. Penelitian ini berfokus pada keterampilan berbicara khususnya untuk meningkatkan kosa kata Bahasa Inggris sehingga siswa mampu dan percaya diri berbicara dengan Bahasa Inggris dengan baik. Terdapat kesulitan bagi siswa kelas delapan dalam berbicara menggunakan Bahasa Inggris, sehingga dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris dengan menggunakan media flash card. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan lembar tes. Hasil dari data kuantitatif menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran flash card dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Hal ini terlihat dari hasil kemampuan berbicara siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 15 %, dari siklus II ke siklus III sebesar 23 %. Dengan media pembelajaran flash card membuat siswa lebih aktif dan percaya diri dalam berbicara Bahasa Inggris. Media pembelajaran flash card efektif digunakan dalam proses pembelajaran.
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATA KULIAH KOMUNIKASI DALAM PRAKTEK KEBIDANAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA mah, rokhamah; Adelia, Donna Dwinita
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v4i3.708

Abstract

Cooperative learning has several models including, JIGSAW, TGT and simulation. Communication courses in midwifery practice are courses that discuss more material so that if the lecture model is used, it can quickly cause boredom in students, resulting in decreased performance. To improve this achievement, researchers tried to use the STAD and Jigsaw learning methods. The aim of this research is to determine the differences between the STAD and Jigsaw Cooperative learning models on student achievement in communication courses in midwifery practice. The population in this study were students at the Wira Husada Nusantara Malang Health Polytechnic, midwifery study program, semester 4. The sample in this study was students from classes A and B. Data were analyzed using an unpaired t-test. The results of this research show that there is an influence of the application of the STAD learning model on student achievement, this is shown by the value of t = 19.01 t table 2.02 and seen from the jigsaw cooperative learning, there is an influence of the jigsaw learning model on student achievement, this is shown by the value tcount = 21.19 t table 2.02. From these two learning models, it can be seen that both of them can increase students' knowledge as seen from the post-test scores which are getting better compared to the pre-test scores and if seen from the calculated t value which is greater than the t table value. Based on this, it can be concluded that the calculated t value of the Jigsaw type learning model is higher compared to the STAD type learning model in communication courses in midwifery practice on student learning achievement
KURIKULUM MERDEKA DAN INTERNALISASI NILAI AKHLAKUL KARIMAH MELALUI P5 Hasibuan, Lukman; Zulhammi, Zulhammi; Hasibuan, Zainal Efendi; Yuda, Fatti Miarni; Endayana, Bestari
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v4i5.1170

Abstract

This research is motivated by the project to strengthen the Pancasila student profile (P5) implemented at SMP Negeri 3 Pandan has been running and has been implemented by completing several themes contained in the school agreement, however, researchers still find several things that must be refined and adjusted and it is necessary to strengthen akhlakul karimah education for students. The purpose of this study is to see the development of an independent curriculum at SMP Negeri 3 Pandan that will prioritize the concept of the first Pancasila profile, namely Believing, fearing God Almighty, and having noble character at SMP Negeri 3 Pandan. ADDIE model research methodology, namely: Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The results showed that communication between school community members in policy development has been carried out very well, SMP Negeri 3 Pandan has human resources (educators and education personnel) who have good qualifications and learning facility resources are very good, attitudes or dispositions to respond to policies have been accepted and carried out very well, and a bureaucratic structure that is good at carrying out its duties, and has an SOP for the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) according to the independent curriculum applied in class VII. Support for the development of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) comes from cooperation between school members who support project-based learning, as well as support from external parties to realize national-level projects. The obstacles encountered only lie in the lack of references related to the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) from the government, so that educators must be more creative and innovative in creating meaningful learning projects. SMP Negeri 3 Pandan in developing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) makes teaching modules that are in accordance with the learning objectives of the project. Then, this Pancasila Student project has 6 aspects where each aspect is realized in school co-curricular learning.ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Pandan telah berjalan dan telah dilaksanakan dengan menyelesaikan beberapa tema yang tertuang dalam kesepakatan sekolah akan tetapi, peneliti masih mendapati beberapa hal yang harus disempurnakan dan disesuaikan dan dibutuhkan penguatan pendidikan akhlakul karimah bagi peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengembangan kurikulum merdeka di SMP Negeri 3 Pandan akan mengedepankan konsep profil pancasila yang pertama yakni Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia di SMP Negeri 3 Pandan. Metodologi penelitian model ADDIE, yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar warga sekolah dalam Pengembangan kebijakan sudah dilaksanakan dengan sangat baik, SMP Negeri 3 Pandan memiliki sumber daya manusia (pendidik dan tenaga kependidikan) yang memiliki kualifikasi bagus dan sumber daya fasilitas pembelajaran sudah sangat baik, sikap atau disposisi untuk menyikapi kebijakan-kebijakan sudah diterima dan dijalankan dengan sangat baik, dan struktur birokrasi yang sudah baik dalam menjalankan tugasnya, serta memiliki SOP Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sesuai kurikulum  merdeka yang diterapkan di kelas VII. Dukungan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berasal dari kerjasama antar warga sekolah yang mendukung adanya pembelajaran berbasis projek, serta dukungan pihak eksternal untuk mewujudkan projek berbasis taraf Nasional. Hambatan yang ditemui hanya terletak pada kurangnya referensi terkait Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dari pemerintah, sehingga pendidik harus lebih kreatif dan inovatif menciptakan  projek pembelajaran yang bermakna. SMP Negeri 3 Pandan dalam mengembangkan ojek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) membuat modul ajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran projek. Kemudian, projek Pelajar Pancasila ini memiliki 6 aspek dimana setiap aspek tersebut diwujudkan dalam pembelajaran kokurikuler sekolah.
Penerapan Metode Brain Gym Dalam Meningkatkan Konsentrasi Pada Anak Dengan Hambatan Intelektual Kelas VII SMPKH-C1 di SKH Samantha Kota Serang Balqisty, Restu Haura; Abadi, Reza Febri; Sidik, Sistriadini Alamsyah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i1.1190

Abstract

The research is motivated by students with intellectual disabilities who are still unable to concentrate during learning. One method assumed to help improve students' concentration is Brain Gym. Brain Gym is a series of simple movements designed to stimulate optimal brain function. This study aims to examine the application of the Brain Gym method in improving concentration among grade VII students with intellectual disabilities at SMPKH-C1 in SKh Samantha, Kota Serang. The study employs a single-subject experimental method (Single Subject Research) with an A-B-A research design. The target behavior in this study is improving learning concentration. Data collected from Subject 1 and Subject 2 show that the mean level in the Baseline-1 phase (A1) was 5.33 and 4.84, respectively. In this phase, both subjects were observed under natural conditions without intervention. During the Intervention phase (B), the average mean level increased to 8.5 and 7.95, as subjects received interventions using the Brain Gym method. Meanwhile, in the Baseline-2 phase (A2), the average mean level decreased slightly to 6.66 and 6 but remained higher than in Baseline-1. Based on these findings, it can be concluded that the application of the Brain Gym method has a positive impact on improving the learning concentration of students with intellectual disabilities in grade VII SMPKH-C1 at SKh Samantha, Serang.ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik dengan hambatan intelektual yang masih belum mampu berkonsentrasi ketika belajar. Salah satu metode peningkatan konsentrasi, yang diasumsikan dapat membantu dalam meningkatkan konsentrasi peserta didik, yaitu metode Brain Gym. Brain Gym atau senam otak merupakan suatu rangkaian gerakan sederhana yang didesain merangsang optimalisasi otak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode Brain Gym dalam meningkatkan konsentrasi pada peserta didik kelas VII SMPKH-C1 di SKh Samantha Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan subjek tunggal (Single Subject Research) dan desain penelitian A-B-A. Target Behavior dalam penelitian ini adalah meningkatkan konsentrasi belajar. Perolehan data terhadap  subjek 1 dan subjek 2 yang didapat dari nilai mean level fase Baseline-1 (A1) adalah 5,33 dan 4,84 pada fase ini kedua subjek diteliti berada dalam kondisi alamiah tanpa adanya perlakuan atau Intervensi. Pada fase Intervensi (B) rata-rata persentase atau mean level subjek sebesar 8,5 dan 7,95 pada fase ini subjek sudah mulai diberikan perlakuan atau Intervensi berupa metode Brain Gym. Sementara pada fase Baseline-2 (A2) rata-rata presentase atau mean level subjek 6,66 dan 6 atau meningkat dari Baseline-1. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan penerapan metode Brain Gym memberikan dampak positif dibuktikan dengan meningkatnya konsentrasi belajar anak dengan hambatan intelektual kelas VII SMPKH-C1 di SKh Samantha kota Serang.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue