cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 489 Documents
Menghadapi Darurat Sosial: Solusi Kepemimpinan Pesantren Untuk Persatuan Dan Kesejahteraan Khusna, Atina Novia; Aimah, Siti
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v4i6.1146

Abstract

This study aims to identify an effective model of pesantren leadership in strengthening unity and creating social welfare through the integration of traditional pesantren values, such as ukhuwah Islamiyah and mutual cooperation, with a modern approach based on technology and crisis management. This study uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques used include in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies, with informants consisting of pesantren caretakers, administrators, senior students, and local community leaders. Data analysis was carried out using Miles and Huberman's interactive TIGA model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that leadership at the Darussalam Blokagung Islamic Boarding School plays a strategic role in maintaining religious, moral, and social values amidst increasingly complex social challenges. Leadership based on the values of togetherness, mutual cooperation, and inclusiveness has proven effective in building solidarity and social resilience in the pesantren community. The pesantren has also succeeded in integrating traditional values with modern strategies, including the use of technology and economic empowerment programs, to create sustainable welfare. Thus, the leadership in this Islamic boarding school can be a relevant model in overcoming social emergencies and building harmony in the contemporary era.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model kepemimpinan pesantren yang efektif dalam memperkuat persatuan dan menciptakan kesejahteraan sosial melalui integrasi nilai-nilai tradisional pesantren, seperti ukhuwah Islamiyah dan gotong-royong, dengan pendekatan modern berbasis teknologi dan manajemen krisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari pengasuh pesantren, pengurus, santri senior, dan tokoh masyarakat sekitar. Analisis data dilakukan menggunakan interaktif TIGA model miliknya Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan di Pesantren Darussalam Blokagung memainkan peran strategis dalam menjaga nilai-nilai agama, moral, dan sosial di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Kepemimpinan berbasis nilai kebersamaan, gotong-royong, dan inklusivitas terbukti efektif dalam membangun solidaritas dan resiliensi sosial di komunitas pesantren. Pesantren juga berhasil mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan strategi modern, termasuk pemanfaatan teknologi dan program pemberdayaan ekonomi, untuk menciptakan kesejahteraan berkelanjutan. Dengan demikian, kepemimpinan di pesantren ini dapat menjadi model yang relevan dalam mengatasi darurat sosial dan membangun harmoni di era kontemporer.
Pembelajaran Berbasis Studi Kasus: Analisis Pengaruh Kemasan, Merek, dan Kualitas Produk pada Keputusan Pembelian Teh Pucuk Jember 2024 Fauziah, Anisatul
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i1.1095

Abstract

This study aims to educate students through phenomena in the marketing field, incorporating market case studies into economic learning strategies in formal education. The focus of the research is to analyze the impact of packaging, brand, and product quality on purchasing decisions of Teh Pucuk in Jember Regency. The research method used is descriptive quantitative with a survey approach involving 150 respondents. The results show that only one independent variable has a significant effect on purchasing decisions. This study recommends using similar case studies to enrich the process of economics learning based on real market realities. The findings are expected to serve as a foundation for the development of more applied teaching materials at the senior high school level.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengedukasi siswa melalui fenomena yang pada bidang pemasaran. Studi kasus pasar ke dalam strategi pembelajaran ekonomi pada tingkat pendidikan formal. Fokus penelitian adalah menganalisis pengaruh kemasan, merek, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian Teh Pucuk di Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei pada 150 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya satu variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Studi ini merekomendasikan penggunaan studi kasus serupa untuk memperkaya proses pembelajaran ekonomi berbasis realitas pasar. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam pengembangan materi ajar yang lebih aplikatif ditingkat sekolah menengah atas.
Madrasah dan Pranata Sosial: Tinjauan Sosiologi Pendidikan Islam Hidayatullah, Hidayatullah; Idi, Abdullah; Karoma, Karoma; Andre, Andre; Afryansyah, Afryansyah; Ikbal, Muhammad
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v4i6.991

Abstract

This study examines the role of madrasas as educational and social institutions within the framework of Islamic education sociology. The research adopts a literature review method to analyze the challenges and opportunities faced by madrasas in fulfilling their dual roles in modern society. Data were collected from relevant journals, books, and studies and analyzed using a four-step process: data collection, reduction, presentation, and conclusion. The findings highlight the significant contribution of madrasas in shaping students' character, promoting Islamic values, and addressing social issues. Despite challenges such as adapting to technological advancements and societal modernization, madrasas remain pivotal in fostering moderation, tolerance, and cultural preservation. This study underscores the importance of madrasas in creating a harmonious and ethically guided community aligned with Islamic principles.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji peran madrasah sebagai lembaga pendidikan dan sosial dalam kerangka sosiologi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka untuk menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi madrasah dalam memenuhi peran gandanya dalam masyarakat modern. Data dikumpulkan dari jurnal, buku, dan penelitian yang relevan dan dianalisis menggunakan proses empat langkah: pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Temuan ini menyoroti kontribusi signifikan madrasah dalam membentuk karakter siswa, mempromosikan nilai-nilai Islam, dan mengatasi masalah sosial. Meskipun terdapat tantangan seperti adaptasi terhadap kemajuan teknologi dan modernisasi masyarakat, sekolah tetap berperan penting dalam menumbuhkan sikap moderat, toleransi, dan pelestarian budaya. Studi ini menggarisbawahi pentingnya madrasah dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan beretika serta selaras dengan prinsip-prinsip Islam.
Proses dan Tahapan Akreditasi Untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan di Sekolah Dasar dan Menengah (PDM) Hardianti, Tuti
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i1.1161

Abstract

The accreditation process aims to assess and improve the quality of education in schools, both public and private. The accreditation process begins with preparation, such as forming a team, socialization, training, gathering data and documents, and preparing a self-assessment report that reflects the school's condition and achievements. Next, the accreditation instrument is filled out, covering three main components: management, the educational and learning process, and facilities and infrastructure. Each component is assessed based on the quality of human resource management, curriculum, teaching methods, facilities, and other aspects that support achieving educational standards. This process not only provides recognition of the school's quality but also encourages improvement and innovation for the enhancement of educational quality. The methodology used in writing this journal combines descriptive-analytical approaches and literature studies. Accreditation results in a thorough evaluation of management, learning, and school facilities, as well as helping to identify strengths and areas needing improvement. After the field visitation, the assessment involves data verification, observations, interviews, and documentation of facilities. The assessor then analyzes the school's performance according to national education standards and produces a report containing findings, recommendations, and conclusions about the accreditation status. Finally, a meeting is held to determine the accreditation status (A, B, C, or non-accredited) and provide recommendations for improvement for schools that need to enhance their educational quality. The accreditation assessment of Basic and Secondary Education (PDM) after the visitation is that accreditation aims to evaluate and improve the quality of schools. This process includes data verification, performance analysis, and the determination of accreditation status, which serves as the basis for improvement and reaccreditation. The accreditation results provide transparency and ensure the enhancement of education quality at the primary and secondary levels.ABSTRAKProses akreditasi bertujuan untuk menilai dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, baik negeri maupun swasta. Tahapan akreditasi dimulai dengan persiapan, seperti pembentukan tim, sosialisasi, pelatihan, pengumpulan data dan dokumen, serta penyusunan laporan diri yang menggambarkan kondisi dan pencapaian sekolah. Selanjutnya, dilakukan pengisian instrumen akreditasi yang mencakup tiga komponen utama: manajemen, proses pendidikan dan pembelajaran, serta sarana dan prasarana. Setiap komponen dinilai berdasarkan kualitas pengelolaan SDM, kurikulum, metode pembelajaran, fasilitas, dan aspek lain yang mendukung pencapaian standar pendidikan. Proses ini tidak hanya memberikan pengakuan terhadap kualitas sekolah, tetapi juga mendorong perbaikan dan inovasi untuk peningkatan kualitas pendidikan. Metode penulisan jurnal ini menggabungkan pendekatan deskriptif-analitis dan studi literatur. Akreditasi menghasilkan evaluasi mendalam terhadap manajemen, pembelajaran, dan fasilitas di sekolah, serta membantu mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu diperbaiki. Setelah visitasi lapangan, asesmen melibatkan verifikasi data, hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi fasilitas. Asesor kemudian menganalisis kinerja sekolah sesuai standar pendidikan nasional dan menghasilkan laporan yang berisi temuan, rekomendasi, serta kesimpulan status akreditasi. Akhirnya, rapat penetapan hasil akreditasi menentukan status (A, B, C, atau tidak terakreditasi) dan memberikan rekomendasi perbaikan bagi sekolah yang perlu meningkatkan kualitas pendidikan. Penilaian akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah (PDM) setelah visitasi adalah bahwa akreditasi bertujuan untuk menilai dan meningkatkan kualitas sekolah. Proses ini meliputi verifikasi data, analisis kinerja, dan penetapan status akreditasi, yang menjadi dasar perbaikan dan reakreditasi. Hasil akreditasi memberikan transparansi dan memastikan peningkatan kualitas pendidikan di tingkat dasar dan menengah.
Penerapan Teknik Modelling Dalam Meningkatkan Keterampilan Personal Hygine Menggunakan Pembalut Pada Siswa Tunagrahita Sedang di SKh Negeri 03 Lebak Munggaran, Sevia Asih; Utami, Yuni Tanjung; Mulia, Dedi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i1.1194

Abstract

Low intellectual abilities in mentally retarded children also cause children to be unable to carry out personal hygiene skills. The modeling technique is used as one of the learning methods used to teach children with disabilities in personal hygiene skills using sanitary napkins. The purpose of this study is to determine the effect of the application of modeling techniques on improving the ability of personal hygiene using sanitary napkins in medium school students in SKh 03 Lebak. Junior High School and SMALB students in grades VIII, X and XI became the subjects of the study, with a total of 4 subjects, who had the ability to have personal hygiene skills that were still lacking which was characterized by (not being able to use, wash and dispose of sanitary napkins independently and correctly according to menstrual health management rules). An experimental method with one group pretest-posttest design was used for this study. Data collection was carried out through tests and then analyzed using the Wilcoxon Test. Based on the calculations carried out with the Wilcoxon test for the application of modeling  techniques to the ability to use personal hygiene pads in students with disabilities, the results were obtained that Tcount = 0 and the critical value of the Wilcoxon test at the significance level of 0.05 with the number N = 4, then Thicount = Ttable because 0 = 0, then the application of modeling  techniques can have an impact on improving the ability  of personal hygiene skills  using sanitary napkins in students with special needs.ABSTRAKKemampuan intelektual yang rendah pada anak tungrahita juga menyebabkan anak tidak mampu melakukan keterampilan personal hygiene. Teknik modelling dijadikan sebagai salah satu metode pembelajaran yang digunakan untuk mengajar anak tunagrahita dalam keterampilan personal hygiene memakai pembalut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik modelling terhadap peningkatan kemampuan personal hygiene menggunakan pembalut pada siswa tungrahita sedang di SKh 03 Lebak. Siswa SMPLB dan SMALB kelas VIII, X dan XI menjadi subyek penelitian, dengan jumlah subyek keseluruhan 4 orang, yang memiliki kemampuan keterampilan personal hygiene masih kurang yang ditandai dengan (tidak mampu menggunakan, mencuci dan membuang pembalut secara mandiri dan benar sesuai aturan manajemen kesehatan menstruasi). Metode eksperimen dengan one group pretest-posttest design digunakan untuk penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemudian dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan uji Wilcoxon untuk penerapan teknik modelling terhadap kemampuan personal hygiene memakai pembalut pada siswa tunagrahita didapatkan hasil bahwa Thitung = 0 dan nilai kritis uji Wilcoxon pada taraf signifikansi 0,05 dengan angka N = 4, maka Thitung = Ttabel karena 0 = 0, maka penerapan teknik modelling dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan keterampilan personal hygiene menggunakan pembalut pada siswa berkebutuhan khusus.
Pengembangan E-Modul Kalkulus Berbasis SETS Terintegrasi Nilai Keislaman Untuk Mahasiswa Program Studi Tadris Matematika wahyuni, fina tri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v2i6.1224

Abstract

The aim of this research is to develop a SETS-based Calculus e-module integrated with Islamic values for students of the Tadris Mathematics study program and to assess its validity and practicality. The research method employed is Research and Development (RD) using a 4-stage development model: defining (Define), planning (Design), developing (Develop), and disseminating (Disseminate). Data for the study was collected using a questionnaire instrument, with the test subjects being second-semester students from the Tadris Mathematics program at the Faculty of Tarbiyah, IAIN Kudus. Data analysis involved testing the validity of expert questionnaires and evaluating the practicality of the product. The results indicated: (1) Define—problem identification revealed that students still struggle to understand the teaching materials, which are in the form of printed books, and the methods applied in online lectures. Additionally, Islamic values are not integrated into the teaching materials. (2) Design—product designs were prepared, resulting in SETS-based Calculus e-modules integrated with Islamic values using the Flip Builder application. (3) Develop—product validation by material experts resulted in a score of 3.52, classified as "Valid." Media expert evaluation scored 3.63, also classified as "Valid." The product was validated by religious experts, achieving a "Valid" rating with a score of 3.43. The limited trial scored 2.97, meeting the "Practical" criteria. (4) Disseminate—at this stage, the product is shared through the Tadris Mathematics IAIN Kudus website.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul Kalkulus berbasis SETS yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman untuk mahasiswa program studi Tadris Matematika serta menilai validitas dan kepraktisannya. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan menggunakan model pengembangan 4 tahap yaitu pendefinisian (Define), perancangan (Design), pengembangan (Develop), dan penyebaran (Disseminate). Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner, dengan subjek uji coba adalah mahasiswa semester dua dari program Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah IAIN Kudus. Analisis data dilakukan dengan menguji validitas kuesioner ahli dan mengevaluasi kepraktisan produk. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Identifikasi masalah menunjukkan bahwa mahasiswa masih kesulitan dalam memahami bahan ajar, yang berupa buku cetak, dan metode yang diterapkan dalam perkuliahan online. Selain itu, nilai-nilai Islam tidak diintegrasikan ke dalam bahan ajar. (2) Desain produk disusun, menghasilkan e-modul Kalkulus berbasis SETS yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman menggunakan aplikasi Flip Builder. (3) Validasi produk oleh ahli materi menghasilkan skor 3,52, tergolong “Valid”. Penilaian ahli media menghasilkan skor 3,63, juga tergolong “Valid”. Produk divalidasi oleh ahli agama, mendapatkan penilaian “Valid” dengan skor 3,43. Uji coba terbatas memperoleh skor 2,97, memenuhi kriteria “Praktis”. (4) Penyebaran (Disseminate) - pada tahap ini, produk disebarluaskan melalui website Tadris Matematika IAIN Kudus.
Pendidikan Multikultural Untuk Mencegah Bullying Etnosentrisme di Pondok Pesantren Daulay, Irmasani; Hidayat, Rahmat; Harahap, Sumper Mulia
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i1.1065

Abstract

Ethnocentrism-based bullying is one of the social problems that can occur in Islamic boarding school environments. As a religious-based educational institution, Islamic boarding schools have an important role in integrating the values of multiculturalism to create an environment of harmony and mutual understanding and respect. This article aims to analyze the implementation of multicultural education in preventing ethnocentrism bullying in Islamic boarding schools. Through literature research, this article identifies multicultural education strategies based on the values of tolerance, justice and respect for diversity. The results of the discussion show that multicultural education can be carried out through the development of an inclusive curriculum, teacher training, and strengthening the value of togetherness in the daily lives of students.ABSTRAKBullying berbasis etnosentrisme merupakan salah satu permasalahan sosial yang dapat terjadi di lingkungan pondok pesantren. Sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan, pesantren memiliki peran penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai multikulturalisme untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling menghormati. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan multikultural dalam mencegah bullying etnosentrisme di pondok pesantren. Melalui penelitian pustaka, artikel ini mengidentifikasi strategi pendidikan multikultural berbasis nilai-nilai toleransi, keadilan, dan penghormatan terhadap keragaman. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum inklusif, pelatihan guru, dan penguatan nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari santri.
Pengembangan Konten Pembelajaran Digital Strategi Konten Pembelajaran Digital di Era Masyarakat 5.0 Hendrawati, Titi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i1.1156

Abstract

This article discusses the importance of developing digital learning content in the context of Society 5.0, where technology and human collaboration are key to creating an inclusive and sustainable society. The student highlights the challenges educational institutions face in adapting traditional learning methods to digital formats and the need to design content that engages students and responds to their needs. Based on the Islamic perspective, education is considered a task that must be carried out with spiritual awareness, so the development of digital content must include moral and ethical values. This article suggests strategies such as student needs analysis, use of interactive technologies such as augmented reality and gamification, and project-based approaches to increase student engagement. This article also highlights the importance of educator training and collaboration between stakeholders to overcome resistance to change and improve technology infrastructure. By implementing these strategies, educational institutions have the potential to create more effective and engaging learning experiences in the digital era.ABSTRAKArtikel ini membahas pentingnya mengembangkan konten pembelajaran digital dalam konteks Masyarakat 5.0, di mana kolaborasi teknologi dan manusia merupakan kunci untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. Para siswa menyoroti tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan dalam mengadaptasi metode pembelajaran tradisional ke format digital dan kebutuhan untuk merancang konten yang melibatkan siswa dan menanggapi kebutuhan mereka. Berdasarkan perspektif Islam, pendidikan dianggap sebagai tugas yang harus dilakukan dengan kesadaran spiritual, sehingga pengembangan konten digital harus menyertakan nilai-nilai moral dan etika. Artikel ini menyarankan strategi seperti analisis kebutuhan siswa, penggunaan teknologi interaktif seperti augmented reality dan gamifikasi, dan pendekatan berbasis proyek untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Artikel ini juga menyoroti pentingnya pelatihan pendidik dan kolaborasi antara pemangku kepentingan untuk mengatasi resistensi terhadap perubahan dan meningkatkan infrastruktur teknologi. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, institusi pendidikan memiliki potensi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan menarik di era digital.
Manajemen Kepengawasan dalam Meningkatkan Kompetensi Guru di Lingkungan Kementerian Agama Tanjungbalai Shopiana, Shopiana
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i1.1075

Abstract

As an implementer of educational supervision, a supervisor must be truly mature in terms of knowledge, information, and methods. Equally important is how a supervisor delivers or provides greetings and even criticism to teachers. Efforts must be made to ensure that the supervised teachers do not feel offended by the supervisor's words. If a supervisor is arrogant in guiding and mentoring teachers, it is certain that they will distance themselves and disregard all directions and guidance provided by the supervisor. As a result, the supervisory functions within the institution will not be achieved. The presence of management in an organization is to carry out activities so that a goal can be achieved effectively and efficiently. Strictly speaking, there is no single, universally applicable formula for management functions, especially in the Ministry of Religious Affairs in Tanjungbalai City. Planning in management functions is very important. A successful activity is usually an indication of careful planning. In fact, for certain activities, we need to prepare several layers of planning so that the activity can achieve maximum success.ABSTRAKSupervisor sebagai pelaksana pengawasan bidang pendidikan harus benar-benar matang, baik dari segi keilmuan, informasi, metode dan tidak kalah penting adalah cara seorang supervisor dalam penyampaian atau berupa sapaan bahkan kritik kepada para guru dengan baik diusahakan agar guru yang dibina tersebut tidak tersinggung dengan perkataan seorang supervisor. Seandainya seorang supervisor arogan dalam membimbing dan membina guru, sudah tentu mereka menjauh dan tidak mengabaikan seluruh arahan dan bimbingan yang disampaikan seorang supervisor tersebut dan tidak tercapailah fungsi-fungsi supervisi dalam lembaga tersebut. Kehadiran manajemen dalam organisasi adalah untuk melaksanakan kegiatan agar suatu tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Secara tegas, tidak ada rumusan yang sama dan berlaku umum untuk fungsi manajemen khususnya di kementerian agama kota Tanjungbalai. Perencanaan dalam fungsi manajemen amatlah penting. Suatu kegiatan yang sukses biasanya merupakan indikasi dari perencanaan yang matang. Bahkan dalam kegiatan-kegiatan tertentu kita perlu menyiapkan beberapa lapis perencanaan agar kegiatan tersebut dapat mencapai sukses maksimal.
PERWUJUDAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM PEMEBELAJARAN PPKn ATAS PUTUSAN (MK. NO 65/PUU – XXI / 2023) TERHADAP KAMPANYE DI LEMBAGA PENDIDIKAN Feka, Yanuarius Sani; Keraf, Fransiskus M. P.; Taena, Emanuel Tati; Kolo, Adriana
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i1.1071

Abstract

Participation in the implementation of general elections for democratic countries as a manifestation of the application of popular sovereignty that has the highest power. Participation for the category of novice voter groups in exercising their right to vote must be fortified with knowledge about the implementation of general elections, because Pancasila and Civic Education (PPKn) can provide a wealth of knowledge of Pancasila democratic education, especially in the implementation of general elections. Another goal is that the values and principles of democracy can be practiced directly by novice voters such as students or SMA / MK Class XII students. To find out how the form of Pancasila democracy in Civics learning on the decision of the Constitutional Court. No. 65/PUU-XXI/2023 requires analysis and impact on the form of implementation of Civics Learning on Campaigns in Educational Institutions. The method used is qualitative research in analyzing the manifestation of Pancasila democracy through Civics learning on the Constitutional Court's decision No.65 / PUU-XXI / 2023 from the results of the study it was found that the discussion of material submitted to SMA / MK students about democracy has started from class X to class XII. Knowledge of the democratic implementation system that is carried out, especially the implementation of regional elections, on the Constitutional Court decision No.65 / PUU-XXI / 2023 which provides space for campaigns in educational institutions is still a confusion of educators in schools due to the lack of socialization and regulations governing the follow-up to the Constitutional Court's decision. The main purpose of general elections is to provide opportunities for Indonesian citizens to express their aspirations and elect leaders who represent the rights of the people in the government. The Constitutional Court's decision No.65/PUU-XXI/2023 is in line with the role of high school students as agents of control who are responsible for overseeing Pancasila democracy. The importance of socialization and regulation from the government for SMA / MK schools as an implementation of the Constitutional Court's decision.ABSTRAKPartisipasi dalam pelaksanaan pemilihan umum bagi negara demokrasi sebagai wujud dari penerapan kedaulatan rakyat yang memiliki kekuasaan tertinggi. Partisipasi bagi kategori kelompok pemilih pemula dalam menggunakan hak pilih harus dibentengi dengan pengetahuan tentang pelaksanaan pemilihan umum, sebab Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dapat memberikan khasanah pengetahuan pendidikan demokrasi Pancasila terutama dalam pelaksanaan pemilihan umum. Tujuan lain agar nilai dan prinsip demokrasi dapat dipraktikkan secara langsung oleh pemilih pemula seperti siswa atau pelajar SMA/MK Kelas XII. Untuk mengetahui bagaimana wujud demokrasi Pancasila dalam pembelajaran PPKn atas putusan MK. No. 65/PUU-XXI/2023 diperlukan analisis dan dampak terhadap bentuk implementasi Pembelajaran PPKn Terhadap Kampanye di Lembaga Pendidikan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dalam menganalisis perwujudan demokrasi Pancasila lewat pembelajaran PPKn atas putusan MK No.65/PUU-XXI/2023 dari hasil penelitian ditemukan bahwa pembahasan materi yang disampaikan kepada siswa SMA/MK tentang demokrasi sudah dimulai dari kelas X sampai kelas XII. Pengetahuan terhadap sistem pelaksanaan demokrasi yang dijalankan terutama pelaksanaan pemilihan kepala daerah, atas putusan MK No.65/PUU-XXI/2023  yang memberikan ruang terhadap kampanye di Lembaga Pendidikan  masih menjadi kebingungan dari para pendidik di sekolah karena kurangnya sosialisasi dan regulasi yang mengatur atas tindak lanjut dari putusan MK. Tujuan utama dari pemilihan umum adalah memberikan kesempatan kepada warga negara Indonesia untuk menyampaikan aspirasi dan memilih para pemimpin yang mewakili hak- hak masyarakat dalam pemerintah. Keputusan MK No.65/PUU-XXI/2023   sejalan dengan peran siswa SMA/MK sebagai agent of control yang bertanggung jawab mengawasi jalanya demokrasi Pancasila. Pentingnya sosialisasi dan regulasi dari pemerintah bagi sekolah-sekolah SMA/MK sebagai pelaksanaan atas putusan MK.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue