cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 482 Documents
Manajemen Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran di Homeschooling Sauri, R. Supyan; Rohimah, Dewi; Handayani, Neng Kiki; Maesaroh, Nimas; Utami, Puji Ratna Dwi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2577

Abstract

The integration of digital technology in homeschooling learning requires systematic management to ensure effectiveness and sustainability. The gap between technology availability and effective management capabilities, particularly in nonformal education contexts, creates an urgent need for a comprehensive management model. This study aims to analyze the management of digital technology utilization in learning at Homeschooling Focus, Arcamanik District, Bandung City, focusing on planning, implementation, and evaluation. The research employed a descriptive qualitative approach with in-depth interviews, participatory observation, and documentation as data collection techniques, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The findings indicate that planning is conducted contextually through initial assessment, implementation utilizes various digital platforms with facilitative strategies emphasizing rewards and appreciation, and evaluation is performed in layers involving self-reflection, peer collaboration, and managerial supervision. This study concludes that systematic digital technology management through integrated planning, implementation, and evaluation functions contributes significantly to improving learning quality, learning motivation, creativity, and development of students' interests and talents in the homeschooling context;ABSTRAKIntegrasi teknologi digital dalam pembelajaran homeschooling memerlukan manajemen yang sistematis untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan. Kesenjangan antara ketersediaan teknologi dan kemampuan pengelolaan yang efektif, terutama dalam konteks pendidikan nonformal, menimbulkan kebutuhan mendesak akan model manajemen yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran di Homeschooling Focus, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan secara kontekstual melalui asesmen awal, pelaksanaan memanfaatkan beragam platform digital dengan strategi fasilitatif yang mengedepankan reward dan apresiasi, serta evaluasi dilakukan secara berlapis melibatkan refleksi mandiri, kolaborasi sejawat, dan pengawasan manajerial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen teknologi digital yang sistematis melalui fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, motivasi belajar, kreativitas, dan pengembangan minat bakat peserta didik dalam konteks homeschooling.
Implementasi TPACK dalam Pembelajaran PAI dan Tantangan Guru pada Abad 21 di SD Muhammadiyah Bodon Kotagede Wulan, Aulia; Putra, Lovandri Dwanda; Robbi, Syifa' Inda; Ilmi, Dinnia Hafiza; Fatikhah, Wahyu Anisa
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2630

Abstract

Twenty-first-century education demands innovative technological integration; however, Islamic Education (PAI) teachers often encounter specific challenges in aligning digital tools with religious values at the elementary school level. This study aims to provide an empirical overview of how PAI teachers implement the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework and to identify the challenges faced during this process at SD Muhammadiyah Bodon Kotagede. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation of teaching instruments from purposively selected PAI teachers. The results indicate that TPACK implementation has been adequately internalized through the use of Power Point media for visualizing Tajwid material, combined with direct practice using the Al-Qur'an Mushaf. Despite facing technical constraints such as internet stability and student dependence on visual displays, the school has successfully mitigated these obstacles through infrastructural support and routine technology training for educators. This study concludes that the success of TPACK in PAI learning depends not only on technological sophistication but also on the teacher's ability to maintain the "sanctity" and spiritual value of religious material through the harmonization of digital and conventional methods.ABSTRAKPendidikan Abad 21 menuntut integrasi teknologi yang inovatif, namun guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sering kali menghadapi tantangan spesifik dalam memadukan perangkat digital dengan nilai-nilai religius di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran empiris mengenai cara guru PAI mengimplementasikan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut di SD Muhammadiyah Bodon Kotagede. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi perangkat ajar terhadap guru PAI yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TPACK telah terinternalisasi secara memadai melalui penggunaan media Power Point untuk visualisasi materi Tajwid yang dipadukan dengan praktik langsung menggunakan Mushaf Al-Qur’an. Meskipun menghadapi kendala teknis seperti stabilitas jaringan internet dan ketergantungan siswa pada tampilan visual, pihak sekolah berhasil memitigasi hambatan tersebut melalui dukungan infrastruktur dan pelatihan teknologi rutin bagi tenaga pendidik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan TPACK dalam pembelajaran PAI tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi pada kemampuan guru dalam menjaga ”marwah” dan nilai spiritual materi agama melalui harmonisasi metode digital dan konvensional.
Problematika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah: Studi Kualitatif di Mathla’ul Anwar Pandeglang Humaeroh, Eneng
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2582

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has significantly influenced contemporary education, including Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) in Madrasah Ibtidaiyah (MI). The implementation of AI has the potential to facilitate teaching and learning processes; however, it also requires teachers to adapt swiftly to technological advancements. Empirical evidence indicates that teachers continue to face various challenges in effectively integrating AI into PAI instruction. This study aims to identify the key challenges of AI utilization in PAI learning at Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar, Pandeglang Regency, and to propose strategic solutions. A qualitative approach was employed through literature review, field observation, and interviews with school administrators, teachers, and students. The findings reveal that AI integration remains limited and is constrained by three major issues: inadequate technological infrastructure, low AI literacy among PAI teachers, and pedagogical as well as ethical challenges in aligning AI with Islamic educational values; consequently, this article contributes by proposing a value-based pedagogical framework to guide ethical, contextual, and effective AI integration in Islamic religious education at the primary level.ABSTRAKPerkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah memberikan pengaruh signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penerapan AI berpotensi mempermudah proses belajar mengajar, namun pada praktiknya menuntut kemampuan adaptasi guru yang cepat terhadap perkembangan teknologi. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa guru masih menghadapi berbagai problematika dalam implementasi AI pada pembelajaran PAI. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika penggunaan AI dalam pembelajaran PAI di Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar Kabupaten Pandeglang serta merumuskan solusi strategis yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pengelola madrasah, guru, serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI belum terintegrasi secara optimal dan masih dihadapkan pada tiga problematika utama, yaitu keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi AI guru PAI, serta tantangan pedagogis dan etis dalam menjaga keselarasan AI dengan nilai-nilai pendidikan Islam; oleh karena itu, artikel ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka solusi berbasis pedagogi bernilai sebagai landasan integrasi AI yang kontekstual dan beretika dalam pembelajaran PAI di madrasah.
PEMBELAJARAN BERBASIS EDUKASI GIZI SEIMBANG UNTUK MENINGKATKAN LITERASI GIZI DAN POLA MAKAN SEHAT PADA ANAK SD: PENELITIAN TINDAKAN KELAS Syafiyah, Salma Nadia; Wulansari, Ekawati Rini
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2452

Abstract

The low level of health literacy among elementary school students in selecting healthy foods and snacks may hinder optimal growth and development. This study explicitly aims to improve students’ nutrition literacy, examine the effect of balanced nutrition education on healthy food selection skills, and describe the role of schools in fostering healthy eating behaviors among sixth-grade students at SDN 1 Tanjung Kesuma. This study employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection. In Cycle I, learning activities relied on lectures and simple discussions, resulting in low student participation and only 50% classical mastery. Based on reflection, improvements were implemented in Cycle II through interactive balanced nutrition education and hands-on practice in designing healthy menus. The results of Cycle II demonstrated a significant improvement, with all students achieving individual and classical mastery (100%) and showing positive changes in understanding and healthy eating behavior. This study contributes to elementary education by providing empirical evidence that interactive and contextual nutrition education effectively enhances children’s health literacy and supports sustainable healthy lifestyles.ABSTRAKRendahnya literasi kesehatan anak sekolah dasar dalam memilih makanan dan jajanan sehat merupakan permasalahan yang berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan optimal. Penelitian ini bertujuan secara eksplisit untuk meningkatkan literasi gizi siswa, menganalisis pengaruh edukasi gizi seimbang terhadap kemampuan memilih makanan sehat, serta menggambarkan peran sekolah dalam menanamkan perilaku makan sehat pada siswa kelas 6 SDN 1 Tanjung Kesuma. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada Siklus I, pembelajaran dilakukan melalui ceramah dan diskusi sederhana, namun hasil menunjukkan partisipasi siswa masih rendah dan ketuntasan klasikal baru mencapai 50%. Berdasarkan refleksi, dilakukan perbaikan pada Siklus II melalui penerapan edukasi gizi seimbang berbasis media interaktif dan praktik langsung penyusunan menu sehat. Hasil Siklus II menunjukkan peningkatan signifikan, dengan seluruh siswa mencapai ketuntasan individu dan klasikal sebesar 100%, serta menunjukkan perubahan positif dalam pemahaman dan perilaku memilih makanan sehat. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat praktik pembelajaran kontekstual di sekolah dasar sebagai strategi efektif pengembangan literasi kesehatan sejak dini.
Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Nilai Islam dalam Pengembangan Profesionalisme Guru Abdussyukur, Abdussyukur; Fikri, Aiman; Nuraini, Nuraini; Karimah, Fakarotul; Patsun, Patsun; Gazali, Safril
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2625

Abstract

Human resource management (HRM) in education plays a strategic role in improving teacher professionalism as the main actor in the learning process. However, technocratic HRM practices often fail to deeply address ethical and value-based dimensions. This article aims to examine the role of Islamic values-based HRM in enhancing teacher professionalism through a literature review approach. The discussion focuses on integrating Islamic values such as trustworthiness (amanah), justice, responsibility, honesty, and sincerity into all stages of educational HRM, including planning, recruitment, competency development, performance appraisal, and career development systems. The findings indicate that Islamic values-based HRM contributes to the holistic development of teacher professionalism, encompassing not only pedagogical and professional competencies but also character building and professional ethics. Teachers are positioned not merely as professional workers, but as educators entrusted with moral and spiritual responsibilities. This approach also supports the creation of an educational work culture oriented toward quality, role modeling, and sustainability. Therefore, Islamic values-based HRM can serve as a relevant and contextual conceptual framework for strengthening teacher professionalism and improving the quality of Islamic educational institutions in response to contemporary educational challenges.ABSTRAKManajemen sumber daya manusia (SDM) dalam pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran. Namun, praktik manajemen SDM yang bersifat teknokratis sering kali belum menyentuh dimensi nilai dan etika secara mendalam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen SDM berbasis nilai Islam dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui pendekatan kajian pustaka. Fokus pembahasan diarahkan pada integrasi nilai-nilai Islam seperti amanah, keadilan, tanggung jawab, kejujuran, dan keikhlasan dalam seluruh proses manajemen SDM pendidikan, mulai dari perencanaan, rekrutmen, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, hingga sistem penghargaan dan pembinaan karier guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan manajemen SDM berbasis nilai Islam mampu membentuk profesionalisme guru secara holistik, tidak hanya pada aspek kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika profesi. Guru diposisikan tidak sekadar sebagai tenaga kerja profesional, melainkan sebagai pendidik yang mengemban amanah moral dan spiritual. Pendekatan ini juga berkontribusi dalam menciptakan budaya kerja pendidikan yang berorientasi pada kualitas, keteladanan, dan keberlanjutan. Dengan demikian, manajemen SDM berbasis nilai Islam dapat dijadikan sebagai kerangka konseptual yang relevan dan kontekstual dalam upaya peningkatan profesionalisme guru serta penguatan mutu lembaga pendidikan Islam di tengah tantangan perubahan zaman.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Untuk Mengatasi Bias Kognitif Dalam Pembelajaran Humaeroh, Eneng
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2581

Abstract

Cognitive bias refers to systematic tendencies in thinking that can interfere with learners’ understanding of instructional content and lead to irrational decision-making. In the context of Islamic Religious Education (IRE), cognitive bias has the potential to generate misconceptions that affect not only academic achievement but also religious attitudes and behaviors. This study aims to analyze the role of IRE curriculum development in minimizing cognitive bias within the learning process. The research employs a literature review method using a descriptive-narrative approach by examining books, nationally and internationally indexed journal articles, and relevant educational policy documents. The findings indicate that common forms of cognitive bias in IRE learning include confirmation bias, overconfidence, availability bias, and the Dunning-Kruger effect. An integrative, contextual, and adaptive curriculum supported by information literacy, concept clarification, value-based inquiry learning, and the strengthening of critical thinking skills has been shown to be effective in reducing the potential impact of cognitive bias. This study concludes that a systematically designed IRE curriculum grounded in students’ needs, along with teachers’ readiness to apply debiasing strategies, can foster learners who are critical, reflective, and capable of objectively evaluating and verifying religious information.ABSTRAKBias kognitif merupakan kecenderungan sistematis dalam berpikir yang dapat mengganggu pemahaman peserta didik terhadap materi ajar dan berdampak pada pengambilan keputusan yang tidak rasional. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), bias kognitif berpotensi menimbulkan kesalahan pemahaman keagamaan yang tidak hanya memengaruhi capaian akademik, tetapi juga sikap dan perilaku beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengembangan kurikulum PAI dalam meminimalkan potensi bias kognitif dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif-naratif melalui penelaahan buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk bias kognitif yang sering muncul dalam pembelajaran PAI meliputi confirmation bias, overconfidence, availability bias, dan Dunning–Kruger effect. Pengembangan kurikulum yang integratif, kontekstual, dan adaptif, melalui penguatan literasi informasi, klarifikasi konsep, pembelajaran berbasis inkuiri nilai, serta penguatan keterampilan berpikir kritis, terbukti efektif dalam mengurangi potensi bias kognitif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kurikulum PAI yang dirancang secara sistematis dan berbasis kebutuhan peserta didik, disertai kesiapan guru dalam menerapkan strategi debiasing, mampu membentuk peserta didik yang kritis, reflektif, dan objektif dalam memahami serta memverifikasi informasi keagamaan.
Pengaruh Self-Management Terhadap Pembentukan Disiplin Diri Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Ubung Sutyaningsih, Anak Agung Ayu Dewi; Agetania, Ni Luh Putu; Tantrini, Ni Luh Gde Tian; Mahayu, Putu Parahita Niken; Widana, Ni Made Diantari; Prashanti, Ni Komang Triani; Widhiastuti, Ni Nyoman; Sari, Ni Putu Ayu Nirmala
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2460

Abstract

Self-discipline is a fundamental aspect of character development in elementary school students, as it relates to the formation of learning habits and behavioral patterns. One factor that contributes to self-discipline is self-management ability. This study aims to analyze the effect of self-management on the formation of self-discipline among fourth-grade students at SD Negeri 4 Ubung. This research employed a descriptive quantitative method using a questionnaire administered to 27 fourth-grade students as respondents. The data were analyzed using simple linear regression to examine the effect of self-management as the independent variable on self-discipline as the dependent variable. The results indicate that self-management has a significant effect on students’ self-discipline, with a significance value of 0.000 0.05 and a regression coefficient of 0.254. The coefficient of determination (R²) of 0.638 indicates that 63.8% of the variation in students’ self-discipline can be explained by self-management ability. These findings highlight the importance of strengthening self-management skills to foster disciplined behavior in elementary school students.ABSTRAKDisiplin diri merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar karena berkaitan dengan pembiasaan sikap dan perilaku belajar. Salah satu faktor yang berperan dalam pembentukan disiplin diri adalah kemampuan self-management. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-management terhadap pembentukan disiplin diri siswa kelas IV di SD Negeri 4 Ubung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen angket yang diberikan kepada 27 siswa kelas IV sebagai responden. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel self-management sebagai variabel independen terhadap disiplin diri sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-management berpengaruh signifikan terhadap disiplin diri siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05 dan koefisien regresi sebesar 0,254. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,638 menunjukkan bahwa 63,8% variasi disiplin diri siswa dapat dijelaskan oleh kemampuan self-management. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kemampuan mengelola diri memiliki peran besar dalam membentuk perilaku disiplin siswa sekolah dasar.
KOMITMEN ORGANISASI BAGI GURU HONORER DI SEKOLAH SWASTA (Studi Kasus pada Guru di SMP Islam Terpadu Anugrah Hidayah Makassar) Yani, Wilda Dewi; Nur, Haerani; Mansyur, Ahmad Yasser
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2593

Abstract

This study aims to explore in depth the forms of organizational commitment possessed by honorary teachers at SMP Islam Terpadu Anugrah Hidayah Makassar, identify factors that influence organizational commitment, and analyze the impact experienced by honorary teachers on organizational commitment. Honorary teachers in private social-based schools face various limitations, such as low welfare, job insecurity, and high workloads, but they still show strong loyalty and dedication to educational institutions. This study uses a qualitative approach with a case study method. The research subjects consisted of five honorary teachers who are still actively teaching at SMP Islam Terpadu Anugrah Hidayah Makassar. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews and observations, then analyzed using thematic analysis. The results of the study indicate that the commitment of honorary teachers is reflected in three dimensions, namely affective commitment in the form of emotional attachment to students and the school environment, normative commitment driven by a sense of moral responsibility and religious values, and continuous commitment related to rational considerations of limited job alternatives. Factors that influence commitment include internal factors such as intrinsic motivation, calling, and the religious meaning of work, as well as external factors such as leadership support, family atmosphere, and foundation policies. The impact of organizational commitment shows positive aspects such as loyalty, discipline, and active involvement in school activities, as well as negative aspects such as work fatigue, psychological pressure, and limited welfare.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam bentuk komitmen organisasi yang dimiliki oleh guru honorer di SMP Islam Terpadu Anugrah Hidayah Makassar, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi komitmen organisasi, serta menganalisis dampak yang dialami guru honorer terhadap komitmen organisasi tersebut. Guru honorer di sekolah swasta berbasis sosial menghadapi berbagai keterbatasan, seperti rendahnya kesejahteraan, ketidakpastian status kerja, serta beban kerja yang tinggi, namun tetap menunjukkan loyalitas dan dedikasi yang kuat terhadap lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari lima orang guru honorer yang masih aktif mengajar di SMP Islam Terpadu Anugrah Hidayah Makassar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi guru honorer tercermin dalam tiga dimensi, yaitu komitmen afektif berupa keterikatan emosional dengan peserta didik dan lingkungan sekolah, komitmen normatif yang didorong oleh rasa tanggung jawab moral dan nilai religius, serta komitmen kontinuan yang berkaitan dengan pertimbangan rasional terhadap keterbatasan alternatif pekerjaan. Faktor yang memengaruhi komitmen meliputi faktor internal seperti motivasi intrinsik, panggilan hati, dan makna religius pekerjaan, serta faktor eksternal seperti dukungan pimpinan, suasana kekeluargaan, dan kebijakan yayasan. Dampak komitmen organisasi menunjukkan sisi positif berupa loyalitas, kedisiplinan, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sekolah, serta sisi negatif berupa kelelahan kerja, tekanan psikologis, dan keterbatasan kesejahteraan.
PEMANFAATAN PLATFORM DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK Kurniawan, Budi; Letasado, Muhamad Rusadi; Nuriyah, Nuriyah; hasyda, Suryadin; Amri, Nurzil
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2719

Abstract

This study aims to analyze the improvement of students’ learning activity through the implementation of gamification-based digital platforms Blooket, Wordwall, and Puzzle.org in two elementary schools: UPTD SD Inpres RSS Oesapa (n = 22) and SD Muhammadiyah 1 Kota Kupang (n = 24). The research employed a quasi-experimental method with a one-group pretest–posttest design. Data were collected through activity observations, pretest–posttest assessments, and documentation of classroom learning processes. The effectiveness of the intervention was measured using the N-Gain Score, which evaluates cognitive improvement and learning activity enhancement. The findings indicate a significant increase in students’ learning activity in both schools. The average activity score increased by 48.18% at UPTD SD Inpres RSS Oesapa and 44.44% at SD Muhammadiyah 1. Cognitive improvement measured through the N-Gain analysis showed a moderate category, with 0.62 for UPTD SD Inpres RSS Oesapa and 0.66 for SD Muhammadiyah 1 Kota Kupang. These results confirm that gamification-based digital platforms positively impact student engagement and conceptual understanding. These findings align with Fauziyah et al. (2025), who reported that challenge-based gamification enhances enthusiasm and active participation among elementary students, as well as Amelia et al. (2025), who found that gamification significantly boosts learning motivation at the vocational school level. The mechanisms contributing to the improvements include: (1) motivational effects of gamification elements such as points, challenges, leaderboards, and instant feedback; (2) interactive visual features in Wordwall, Blooket, and Puzzle.org that support deeper conceptual understanding; and (3) the novelty effect observed in classrooms with limited prior exposure to digital learning tools. The study concludes that integrating gamification-based digital platforms is effective in enhancing learning activity, motivation, and academic performance among elementary school students. Practical implications highlight the need for teacher training, adequate digital infrastructure, and the development of continuous interactive learning designs to maximize the benefits of gamification.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan aktivitas belajar peserta didik melalui pemanfaatan platform digital berbasis gamifikasi, yaitu Blooket, Wordwall, dan Puzzle.org, pada dua sekolah dasar: UPTD SD Inpres RSS Oesapa (n = 22) dan SD Muhammadiyah 1 Kota Kupang (n = 24). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain one-group pretest–posttest. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas, tes awal–tes akhir, serta dokumentasi proses pembelajaran. Analisis efektivitas intervensi dilakukan menggunakan N-Gain Score untuk melihat peningkatan hasil belajar dan aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aktivitas belajar siswa di kedua sekolah. Rata-rata aktivitas siswa pada UPTD SD Inpres RSS Oesapa meningkat sebesar 48,18%, sedangkan pada SD Muhammadiyah 1 meningkat 44,44%. Analisis kognitif menggunakan N-Gain menunjukkan peningkatan kategori sedang: 0,62 untuk UPTD SD Inpres RSS Oesapa dan 0,66 untuk SD Muhammadiyah 1 Kota Kupang. Peningkatan ini menunjukkan bahwa gamifikasi digital memberikan dampak nyata terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa. Temuan ini selaras dengan penelitian Fauziyah et al. (2025) yang membuktikan bahwa gamifikasi berbasis tantangan meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa MI, serta studi Amelia et al. (2025) yang melaporkan bahwa gamifikasi meningkatkan motivasi belajar siswa SMK secara signifikan. Mekanisme peningkatan yang teridentifikasi mencakup: (1) efek motivasional dari elemen gamifikasi seperti poin, kompetisi, tantangan, dan umpan balik instan; (2) visual interaktif Wordwall, Blooket, dan Puzzle.org yang mempermudah pemahaman konsep; dan (3) efek kebaruan (novelty effect) pada sekolah dengan paparan teknologi rendah sebelumnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi platform digital berbasis gamifikasi efektif meningkatkan aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan guru, penyediaan infrastruktur digital, serta pengembangan pembelajaran interaktif berkelanjutan untuk memastikan manfaat gamifikasi dapat dimaksimalkan.
PENGARUH GROWTH MINDSET TERHADAP RESILIENSI MELALUI PEER SUPPORT PADA SISWA SMK TELEKOMUNIKASI DARUL ULUM JOMBANG Himmah, Faiqotul; Hidayah, Rifa; Solichatun, Yulia
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2516

Abstract

Vocational High School (SMK) students face more complex academic demands, vocational skill requirements, and social pressures compared to students in general senior high schools. This situation necessitates resilience to enable students to adapt, persist, and recover from various educational challenges and the transition to the workforce. This article aims to analyze the influence of a growth mindset on the resilience of SMK students, with peer support as a mediating variable. The study employs a quantitative approach with a descriptive-correlational design. The research subjects consisted of 181 students from SMK Telekomunikasi Darul Ulum Jombang, selected through stratified random sampling. The research instruments included the Brief Resilience Scale, a Growth Mindset Scale, and a Peer Support Scale. Data analysis was conducted using path analysis. The results indicate that growth mindset does not have a significant effect on resilience (p = 0.858). Peer support also does not have a significant effect on resilience (p = 0.344). However, growth mindset has a positive and significant effect on peer support (p 0.001). The mediation of peer support in the relationship between growth mindset and resilience was not proven to be significant. Although a growth mindset contributes to increased peer support, neither variable directly influences student resilience within the context of this study. These findings suggest that strengthening student resilience requires a more comprehensive approach, considering factors beyond growth mindset and peer support.ABSTRAKSiswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi tuntutan akademik, keterampilan vokasional, serta tekanan sosial yang lebih kompleks dibandingkan siswa sekolah menengah umum. Kondisi ini menuntut kemampuan resiliensi agar siswa mampu beradaptasi, bertahan, dan bangkit dari berbagai tantangan pendidikan maupun transisi menuju dunia kerja. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh growth mindset terhadap resiliensi siswa SMK dengan peer support sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 181 siswa SMK Telekomunikasi Darul Ulum Jombang yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi Brief Resilience Scale, Skala Growth Mindset, dan skala Peer Support. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa growth mindset tidak berpengaruh signifikan terhadap resiliensi (p = 0,858). Peer support juga tidak berpengaruh signifikan terhadap resiliensi (p = 0,344). Namun, growth mindset berpengaruh positif dan signifikan terhadap peer support (p 0,001). Mediasi peer support dalam hubungan antara growth mindset dan resiliensi tidak terbukti signifikan. Meskipun growth mindset berkontribusi terhadap peningkatan peer support, kedua variabel tersebut tidak secara langsung memengaruhi resiliensi siswa dalam konteks penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan resiliensi siswa memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain di luar growth mindset dan peer support.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue