cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 655 Documents
PENINGKATAN PENDAPATAN DAN KEMANDIRIAN EKONOMI IBU RUMAH TANGGA MELALUI BISNIS YOGHURT Ayu Sitanini; Afif Hendri Putranto; Victor Bintang Panunggul; Niken Arimurti; Siska Irma Budianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3132

Abstract

Processing milk into yogurt provides an opportunity for food diversification that can be developed into a value-added home-based microenterprise. However, the development of this opportunity is often constrained by limited production skills and inadequate understanding of basic business feasibility among community members. This community service program aimed to strengthen the technical skills of women in yogurt production while introducing basic economic literacy to support household-based entrepreneurship. The program involved 15 women from RT 03 RW 10, Bancarkembar Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency, Indonesia, and was implemented using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach through community engagement, hands-on training (learning by doing), and participatory evaluation. Participants practiced yogurt processing based on food hygiene principles and conducted a simple business feasibility simulation covering initial investment, production costs, selling price, projected profit, and Break Even Point (BEP). The program was characterized by active participant involvement and improved understanding of yogurt fermentation techniques and its potential as a household-based business opportunity. Based on the simulation conducted during the training, yogurt production was estimated to generate a monthly net profit of IDR 6,918,337 with an investment payback period of approximately 25 days. The integration of food processing training and business feasibility analysis represents the main contribution of this program by combining technical competency development with economic literacy to support the growth of sustainable home-based food microenterprises. ABSTRAKPengolahan susu menjadi yoghurt menawarkan peluang diversifikasi pangan yang dapat dikembangkan sebagai usaha rumah tangga bernilai tambah. Namun, pemanfaatan peluang tersebut masih menghadapi kendala berupa keterbatasan keterampilan produksi dan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai aspek kelayakan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga dalam memproduksi yoghurt sekaligus memperkenalkan analisis ekonomi sederhana sebagai dasar pengembangan usaha pangan olahan. Program dilaksanakan dengan melibatkan 15 ibu rumah tangga di RT 03 RW 10 Kelurahan Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang mencakup sosialisasi, praktik langsung (learning by doing), dan evaluasi partisipatif. Peserta mempraktikkan proses pembuatan yoghurt berdasarkan prinsip higiene pangan serta mengikuti simulasi kelayakan usaha yang meliputi investasi awal, biaya produksi, harga jual, laba, dan Break Even Point (BEP). Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif peserta selama pelatihan serta peningkatan pemahaman mengenai teknik fermentasi dan peluang pengembangan yoghurt sebagai usaha rumah tangga. Berdasarkan simulasi kelayakan usaha, produksi yoghurt diperkirakan menghasilkan laba bersih sebesar Rp6.918.337 per bulan dengan periode pengembalian investasi sekitar 25 hari. Integrasi pelatihan teknologi pengolahan pangan dan literasi ekonomi menjadi kontribusi utama kegiatan ini dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan olahan di tingkat rumah tangga.
PENERAPAN STRATEGI PENJUALAN TERHADAP FLUKTUASI PERMINTAAN KONSUMEN, PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN PEMASARAN PADA UMKM JAJANAN PASAR RN PASTEL KADISOKA, PURWOMARTANI, KALASAN Nova Ariyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3059

Abstract

Traditional snack micro, small, and medium enterprises (MSMEs) frequently encounter challenges related to fluctuating consumer demand, limited marketing practices, and inadequate financial management, affecting business sustainability. This community service program aimed to strengthen the managerial capacity of RN Pastel Kadisoka MSME through assistance in sales strategies, digital marketing, and simple financial record-keeping. A participatory assistance approach with a qualitative descriptive method was employed using observation, interviews, documentation, socialization, and learning-by-doing activities. The results showed that the business owner improved production planning based on demand patterns, understood the use of WhatsApp Business and social media for marketing, and began implementing simple bookkeeping by separating business and personal finances. The program enhanced the participant's knowledge and practical skills in business management. Overall, the assistance effectively strengthened MSME capacity and promoted more structured, efficient, and sustainable business management. ABSTRAKUMKM jajanan pasar sering menghadapi kendala berupa fluktuasi permintaan konsumen, pemasaran yang belum optimal, dan pengelolaan keuangan yang kurang terstruktur sehingga memengaruhi keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha pada UMKM RN Pastel Kadisoka melalui pendampingan strategi penjualan, pemasaran digital, dan pencatatan keuangan sederhana. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, sosialisasi, dan learning by doing. Hasil menunjukkan bahwa mitra mampu menyesuaikan produksi berdasarkan pola permintaan, memahami pemanfaatan WhatsApp Business dan media sosial sebagai sarana pemasaran, serta mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana dengan memisahkan keuangan usaha dan pribadi. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola usaha secara lebih terencana. Pendampingan terbukti mendukung penguatan kapasitas UMKM serta mendorong pengelolaan usaha yang lebih efektif, sistematis, dan berkelanjutan.
EDUKASI PENGGUNAAN SMARTPHONE AMAN DAN PENCEGAHAN PENIPUAN DIGITAL DI DESA PASIR MUNCANG Januari Yanto; Deswina Sari; Sugianto Sugianto; Muhammad Fauzi; Heru Lestadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.2493

Abstract

The development of digital technology has increased smartphone usage among rural communities, including Pasir Muncang Village, Jayanti District. However, this increase has not been fully accompanied by a good understanding of digital security. This condition causes some community members to remain vulnerable to online fraud and the misuse of personal data. This community service activity aims to improve digital literacy through educational seminars on how to use smartphones safely and by introducing various types of digital fraud that commonly occur. The method used in this activity is an educational and participatory approach, carried out through seminars, interactive discussions, and direct assistance to the community. The results of the activity show an improvement in community understanding of the importance of protecting personal data, the ability to recognize signs of digital fraud, and the application of basic security settings on smartphones. This activity also has a positive impact by increasing community awareness and vigilance in using digital technology more wisely. Therefore, this program is expected to serve as a preventive effort to reduce the risk of digital fraud in rural communities. ABSTRAKPerkembangan teknologi digital membuat penggunaan smartphone semakin meningkat di kalangan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya dibarengi dengan pemahaman yang baik mengenai keamanan digital. Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat masih rentan terhadap penipuan online dan penyalahgunaan data pribadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital melalui seminar edukasi tentang cara menggunakan smartphone secara aman serta pengenalan berbagai jenis penipuan digital yang sering terjadi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukatif dan partisipatif, yaitu melalui seminar, diskusi interaktif, serta pendampingan langsung kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga data pribadi, kemampuan mengenali ciri-ciri penipuan digital, serta penerapan pengaturan keamanan dasar pada smartphone. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara lebih bijak. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan dalam mengurangi risiko penipuan digital di lingkungan masyarakat desa
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI CANVA DI DESA BATUKARUT, KECAMATAN ARJASARI, KABUPATEN BANDUNG Riska Aprilina; Astri Wulandari; Bethani Suryawardani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.2347

Abstract

The advancement of the digital era can drive improved business performance, such as through the use of digital tools and also platforms. Batukarut Village, located in Bandung Regency, boasts a wealth of potential. Community service activities were conducted to optimize the potential of existing MSMEs. Observations and interviews were conducted to identify training and mentoring needs in Batukarut Village. The materials and training covered Canva implementation, from creating account and use of various design features to uploading content to social media to optimize content and promotion. ABSTRAKPerkembangan era digital dapat mendorong peningkatan performansi usaha seperti pemanfaatan tools dan platform digital. Desa Batukarut merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Bandung, dengan berbagai potensi yang dimiliki. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan guna mengoptimalkan potensi UMKM yang ada. Tahapan observasi hingga wawancara dilakukan guna mengetahui kebutuhan kegiatan pelatihan dan pendampingan di Desa Batukarut. Penyampaian materi dan pelatihan terkait dengan implementasi Canva mulai dari pembuatan akun, penggunaan berbagai fitur desain di Canva, hingga tahapan upload konten di sosial media guna optimalisasi konten dan strategi promosi.
STRATEGI PERSIAPAN REKRUTMEN SDM UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN UMKM DESA KERTAWANGI Puspita Wulansari; Willy Sri Yuliandhari; Ardan Gani Asalam; Harrys Sudarmaji
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3086

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting Indonesia’s national economic growth. However, they continue to face various challenges in human resource management, particularly in workforce recruitment planning. Most MSME owners still rely on informal recruitment practices without conducting workforce needs analysis, defining competency requirements, or establishing clear job responsibilities. This community service program aimed to enhance the capacity of MSME owners in Kertawangi Village to develop a more systematic human resource recruitment process. The program employed a participatory approach consisting of needs assessment, training sessions, interactive discussions, and program evaluation. The training covered workforce planning, preparation of simple job descriptions, determination of employee competency criteria, and recruitment and selection techniques tailored to the characteristics of MSMEs. The results indicated an improvement in participants’ understanding of the importance of human resource recruitment planning in supporting business growth. The evaluation also revealed a participant satisfaction rate of 94.19%, indicating that both the training materials and delivery methods were highly relevant to the needs of MSME owners. This program contributed to strengthening the managerial capacity of MSME owners, enabling them to manage human resource recruitment more professionally and systematically to support sustainable business growth. ABSTRAKUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan sumber daya manusia, khususnya pada aspek perencanaan rekrutmen tenaga kerja. Sebagian besar pelaku UMKM masih melakukan perekrutan secara informal tanpa mempertimbangkan kebutuhan kompetensi maupun pembagian tugas yang jelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM Desa Kertawangi dalam mempersiapkan proses rekrutmen sumber daya manusia secara lebih sistematis. Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan evaluasi kegiatan. Materi pelatihan mencakup perencanaan kebutuhan tenaga kerja, penyusunan deskripsi pekerjaan sederhana, penentuan kriteria calon tenaga kerja, serta teknik rekrutmen dan seleksi yang sesuai dengan karakteristik UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan rekrutmen SDM dalam mendukung pertumbuhan usaha. Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 94,19%, yang mengindikasikan bahwa materi dan metode pelatihan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kapasitas manajerial pelaku UMKM sehingga lebih siap mengelola tenaga kerja secara profesional dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Anak Binaan LPKA Palembang Melalui Budidaya Kecambah Untuk Membangun Jiwa Kewirausahaan Elsa Yuliani; Dwi Aulia; Umi Nistira; Nurlailah Nurlailah; Gita Wulandari; Deany Afriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i3.2937

Abstract

ABSTRACTEmpowerment programs for juvenile inmates in correctional institutions play an important role in developing life skills, particularly entrepreneurship as a foundation for future independence. This study aims to enhance the knowledge, skills, and entrepreneurial interest of juvenile inmates through mung bean sprout cultivation as a simple and practical business activity. The study employed a qualitative approach using a participatory method based on experiential learning, in which participants were directly involved in the cultivation process, including preparation of tools and materials, planting, maintenance, and harvesting. Data were collected through observation and documentation and analyzed using descriptive qualitative techniques. The results showed that participants were able to follow all stages of the cultivation process effectively, successfully produce sprouts within three days, and demonstrate high enthusiasm and interest in entrepreneurial activities. Furthermore, the activity provided hands-on experience in initiating small-scale businesses using simple and accessible resources. In conclusion, mung bean sprout cultivation is an effective medium for entrepreneurship learning among juvenile inmates. This activity implies the importance of developing practice-based empowerment programs to support the economic independence of vulnerable groups. ABSTRAKKegiatan pemberdayaan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) memiliki peran penting dalam membangun keterampilan hidup, khususnya dalam bidang kewirausahaan sebagai bekal kemandirian di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat kewirausahaan anak binaan melalui kegiatan budidaya kecambah sebagai usaha sederhana yang mudah diterapkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model partisipatif berbasis experiential learning, di mana peserta terlibat langsung dalam proses budidaya mulai dari persiapan alat dan bahan, proses penanaman, perawatan, hingga panen. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti seluruh tahapan budidaya dengan baik, menghasilkan kecambah dalam waktu tiga hari, serta menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi terhadap kegiatan kewirausahaan. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman nyata dalam memulai usaha skala kecil dengan memanfaatkan sumber daya sederhana di lingkungan sekitar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa budidaya kecambah efektif sebagai media pembelajaran kewirausahaan bagi anak binaan. Kegiatan ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan program pemberdayaan berbasis praktik sederhana yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok rentan.
Optimalisasi Media Sosial dalam Psikoedukasi Kesehatan Mental di Klinik Audentia Mind Medcare Zahra Qurrota Ayun; Pundani Eki Pratiwi; Wagiarini Widya Mardani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3187

Abstract

ABSTRACTSocial media has become one of the most widely accessed sources of mental health information; however, not all information circulating on these platforms is based on credible scientific sources. To address this issue, Audentia Mind Medcare Clinic implemented a social media-based mental health psychoeducation program through collaboration among student interns, psychologists, and psychiatrists. The program was conducted from March to May 2026 through the development of educational materials, production, and publication of educational videos. The evaluation was conducted descriptively using social media engagement indicators, including views, likes, shares,  repost and audience comments. The results showed that content developed through professional collaboration received positive responses and reached a broad audience, indicating its potential as a means of expanding public access to credible mental health information. ABSTRAKMedia sosial menjadi salah satu sumber informasi kesehatan mental yang banyak diakses masyarakat, namun tidak semua informasi yang beredar didasarkan pada sumber ilmiah yang kredibel. Untuk mengatasi hal tersebut, Klinik Audentia Mind Medcare melaksanakan program psikoedukasi kesehatan mental berbasis media sosial melalui kolaborasi mahasiswa magang, psikolog, dan psikiater. Kegiatan dilakukan pada Maret–Mei 2026 melalui penyusunan materi, produksi, dan publikasi video edukatif. Evaluasi dilakukan secara deskriptif menggunakan indikator engagement media sosial, meliputi jumlah tayangan (views), suka (likes), dibagikan (share), dibagikan ulag (repost) dan komentar audiens. Hasil menunjukkan bahwa konten kolaborasi profesional memperoleh respons positif dan menjangkau audiens secara luas, sehingga berpotensi menjadi sarana yang mampu memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan mental yang kredibel. 
Efektivitas Edukasi Tujuh Langkah Cuci Tangan pada Anak Usia Dini Fitri Nuroini; Ajeng Riyanti; Chika Nuroini, Meliana; Febri Dwi Antika
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.2740

Abstract

ABSTRACTProper handwashing practice is a primary preventive measure in breaking the chain of infectious disease transmission among early childhood populations. Although hand hygiene education has been widely implemented, children’s understanding of the systematic seven-step handwashing technique still requires improvement. In addition, age and habitual behavior are assumed to play a role in determining children’s level of understanding of the technique. This study aimed to analyze the effectiveness of seven-step handwashing education among children aged 4–10 years in improving their understanding of proper handwashing techniques. The study employed a quantitative approach using a pretest–posttest design. Data were collected through structured observations of children’s practice of the seven-step handwashing technique before and after the educational intervention, which was delivered through presentation media and direct demonstration with a scoring system. The results showed an increase in the mean practice score after the educational intervention, the scores before and after the intervention were 1 and 2, respectively. This increase in scores indicates that the seven-step handwashing education effectively improved the children’s understanding. The findings confirm that demonstration-based education is effective in enhancing early childhood understanding of proper handwashing techniques, and that the establishment of hygienic habits is a key factor in maintaining correct practice. Future studies are recommended to involve larger sample sizes and longitudinal designs to evaluate the sustainability of behavioral changes. ABSTRAKPraktik cuci tangan yang benar merupakan langkah preventif utama dalam memutus rantai penularan penyakit infeksi pada anak usia dini. Meskipun edukasi kebersihan tangan telah banyak dilakukan, pemahaman anak terhadap teknik tujuh langkah cuci tangan yang sistematis masih perlu ditingkatkan. Selain itu, faktor usia dan kebiasaan diduga berperan dalam menentukan tingkat pemahaman anak terhadap teknik tersebut. Pengabdian bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi tujuh langkah cuci tangan pada anak usia 4–10 tahun terhadap pemahaman teknik mencuci tangan yang benar. Pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain pretest–posttest. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur terhadap praktik tujuh langkah cuci tangan sebelum dan sesudah intervensi edukasi yang diberikan melalui media presentasi dan demonstrasi langsung dengan pemberian skor. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan rerata skor praktik setelah intervensi edukasi, yaitu skor sebelum dan sesudah edikasi secara berturut-turut sebesar 1 dan 2. Peningkatan skor menandakan bahwa edukasi tujuh langkah cuci tangan efektif meningkatkan pemahaman anak. Simpulan pengabdian ini menegaskan bahwa edukasi berbasis demonstrasi efektif meningkatkan pemahaman teknik cuci tangan pada anak usia dini, dan pembiasaan perilaku higienis merupakan faktor kunci dalam mempertahankan praktik yang benar. Pengabdian lanjutan disarankan menggunakan sampel lebih besar dan desain longitudinal untuk mengevaluasi keberlanjutan perubahan perilaku.
ESTETIKA VISUAL WISATA PAYUNG LUKIS SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI DESA TANJUNG, KLATEN Shifa Fauziyah; Rahma Faizatinnisa; Luthfi Maimunah; Putri Permadani; Hanif Arif Setyawan; Ridlo Syamiluddin Nur Kholiq; Nur Asiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3230

Abstract

ABSTRACTThe Ngudi Rahayu Painted Umbrellas of Tanjung Village, Juwiring Subdistrict, Klaten Regency, are a traditional craft that possesses aesthetic value and represents local cultural identity. This study aims to describe the visual aesthetics of the Painted Umbrellas and their connection to culture-based tourism appeal. The study employed a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation, focusing on form, color, motifs, ornamentation, composition, and cultural value. The results show that the combination of flora, fauna, batik, and lurik motifs with diverse colors creates a distinctive visual character and reinforces local cultural identity. This aesthetic enhances the artistic value, tourist appeal, and image of Tanjung Village as the center of painted umbrellas in Klaten Regency. ABSTRAKPayung Lukis Ngudi Rahayu di Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten merupakan kerajinan tradisional yang memiliki nilai estetika dan merepresentasikan identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan estetika visual Payung Lukis serta keterkaitannya dengan daya tarik pariwisata berbasis budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan fokus pada bentuk, warna, motif, ornamen, komposisi, dan nilai budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpaduan motif flora, fauna, batik, dan lurik dengan warna yang beragam membentuk karakter visual yang khas dan memperkuat identitas budaya lokal. Estetika tersebut memperkuat nilai artistik, daya tarik wisata, dan citra Desa Tanjung sebagai sentra Payung Lukis di Kabupaten Klaten.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN MELALUI WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEJARAH SMA DAN SMK DI KOTA PEKANBARU Teguh Sujana; Efni Agustiarini; Rita Novita
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i3.3202

Abstract

Pembelajaran sejarah di SMA dan SMK masih cenderung didominasi oleh metode ceramah konvensional sehingga menyebabkan rendahnya keterlibatan siswa dan menyulitkan guru dalam mengikuti tuntutan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru sejarah dalam memanfaatkan teknologi informasi, khususnya kecerdasan buatan (AI), media pembelajaran interaktif, dan aplikasi kuis online, guna mendukung pembelajaran sejarah yang lebih inovatif dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang mengombinasikan ceramah, diskusi, praktik, dan pendampingan, dengan melibatkan 20 orang guru sejarah SMA dan SMK se-Kota Pekanbaru. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi digital peserta, di mana sebelum kegiatan sebagian besar peserta belum pernah menggunakan perangkat AI maupun aplikasi kuis online dalam pembelajaran, sedangkan setelah kegiatan sebanyak 80% peserta mampu membuat bahan ajar berbantuan AI secara mandiri dan 75% berhasil merancang kuis interaktif menggunakan Quizizz dan Kahoot!. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa workshop berbasis praktik yang disertai pendampingan efektif dalam memperkuat kompetensi digital guru sejarah, meskipun pendampingan berkelanjutan tetap diperlukan untuk menjamin implementasi yang konsisten di kelas.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 5 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue