cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 4 (2025)" : 10 Documents clear
Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk akhlakul karimah peserta didik Manjalani, Masasi; Alfaein, Noor Isna
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.19903

Abstract

This study discusses the role of Islamic religious education teachers in forming good morals for their students. The author's observations at SMKS Ibnu Sobri Jonggol, there is still a lack of teacher roles in carrying out their duties, so that they become bad examples for students, such as being late and often absent from teaching. The purpose of this study is to determine the role of Islamic religious education teachers in forming good morals for students and the supporting and inhibiting factors for the development of the school. This study uses a qualitative approach using the case study method. The results of this study are that the role of Islamic religious education teachers has not been able to create good morals for students without assistance from other teachers. This study emphasizes that the role of Islamic religious education teachers is indeed important, but their role has not been able to form good morals for students due to the lack of collaboration and assistance from other teachers. So that students lack attention, guidance and supervision. The lack of teaching staff and facilities is part of the inhibiting factors for school development. Abstrak Penelitian ini membahas peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk akhlakul karimah bagi peserta didiknya. Observasi penulis pada SMKS Ibnu Sobri Jonggol, masih terlihat kurangnya peran guru dalam menjalankan tugasnya, sehingga menjadi contoh tidak baik bagi peserta didik, seperti keterlambatan dan sering tidak masuk mengajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk akhlakul karimah peserta didik dan adanya faktor pendukung serta penghambat perkembangan sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian ini adalah bahwa peran guru PAI belum mampu membuat akhlak baik terhadap peserta didik tanpa adanya bantuan dari guru-guru lain. Dalam penelitian ini menegaskan bahwa peran guru PAI memang penting, namun peranannya belum mampu membentuk akhlak peserta didik karena kurangnya kolaborasi dan bantuan dari guru-guru lainnya. Sehingga membuat peserta didik kurang dalam perhatian, bimbingan dan pengawasan. Kekurangan tenaga pendidik dan fasilitas menjadi bagian dari faktor penghambat perkembangan sekolah.
Model komunikasi dua arah terhadap peningkatan daya saing pondok pesantren Alawi, Kusoy; Anggrayni, Dewi; Siregar, Nur Choiro; Ibdalsyah
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.21224

Abstract

A two-way communication model is a process of information exchange that involves reciprocal interaction between the sender and receiver of a message, in which both parties actively provide feedback to ensure clarity, understanding, and effectiveness of communication. This study aims to develop a relevant and applicable two-way communication model to enhance the competitiveness of Islamic boarding schools, particularly in the context of accepting new students and strengthening public trust. The research method uses a Research and Development (R&D) approach with the 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate), combined with James E. Grunig's theory of two-way symmetrical communication. The study was conducted at two Islamic boarding schools in Sukabumi, West Java: Darussyifa YASPIDA, representing the Salafiyah typology, and Pondok Pesantren Assalam, representing the Khalafiyah typology. The model development process involved stages of needs identification, concept design, prototype testing, and dissemination of results. The model was validated by communication experts and boarding school practitioners, who indicated a very high level of feasibility based on criteria of effectiveness, relevance, and sustainability.  The final model emphasizes the principles of equality, participatory dialogue, and the strengthening of Islamic values as its main foundation. The implications of developing this model show significant potential in improving transparency, participation, and building public trust, which in turn can strengthen the competitiveness of Islamic boarding schools in accepting new students. Further research is recommended to test the application of this model in various Islamic educational institutions with more diverse regional, cultural, and typological characteristics to assess its consistency and effectiveness in a broader context.  Abstrak Model komunikasi dua arah merupakan suatu proses pertukaran informasi yang melibatkan interaksi timbal balik antara pengirim dan penerima pesan, di mana kedua belah pihak secara aktif memberikan umpan balik untuk memastikan kejelasan, pemahaman, dan efektivitas komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model komunikasi dua arah yang relevan dan aplikatif guna meningkatkan daya saing pondok pesantren, khususnya dalam konteks penerimaan peserta didik baru serta penguatan kepercayaan publik. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate), yang dikombinasikan dengan teori komunikasi dua arah simetris (Two-Way Symmetrical Communication) dari James E. Grunig. Studi dilaksanakan pada dua pondok pesantren di Sukabumi, Jawa Barat, yaitu Darussyifa YASPIDA yang merepresentasikan tipologi salafiyah dan Pondok Pesantren Assalam yang merepresentasikan tipologi khalafiyah. Proses pengembangan model melibatkan tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan konsep, pengujian prototipe, serta diseminasi hasil. Validasi model dilakukan oleh pakar komunikasi dan praktisi pesantren, yang menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi berdasarkan kriteria efektivitas, relevansi, dan keberlanjutan. Model akhir yang dihasilkan menekankan prinsip kesetaraan, dialog partisipatif, dan penguatan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama. Implikasi dari pengembangan model ini menunjukkan potensi signifikan dalam meningkatkan transparansi, partisipasi, serta membangun kepercayaan publik, yang pada gilirannya dapat memperkuat daya saing pondok pesantren dalam penerimaan peserta didik baru. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji penerapan model ini pada berbagai lembaga pendidikan Islam dengan karakteristik wilayah, budaya, dan tipologi yang lebih beragam guna menilai konsistensi efektivitasnya dalam konteks yang lebih luas.
Strategi Guru Pai Dalam Meningkatkan Adab Belajar Siswa Kelas Xi Di Man 2 Kota Bogor Agazi, Rafly; Supriyadi, Dedi; Basri, Samsul
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.19862

Abstract

This study is motivated by the phenomenon of low student awareness in applying morals and learning manners, where understanding of Islamic religious education is often only limited to the cognitive aspect. Therefore, a special strategy is needed from Islamic Religious Education (PAI) teachers to foster awareness and form civilized learning behavior. This study aims to analyze the strategies of PAI teachers in improving the learning manners of grade XI students at MAN 2 Bogor City. The research method used is qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that PAI teachers implemented various strategies, including instilling Islamic moral values, habituation of manners, strengthening exemplary behavior, and integration of manners in the learning process. The strategy proved to be able to increase students' awareness in respecting teachers, parents, and peers, as well as forming a way of getting along in accordance with Islamic values. Thus, PAI teachers' strategies play an important role in creating a more conducive learning atmosphere, shaping students' noble character, and helping them internalize adab values in their daily lives. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya kesadaran siswa dalam menerapkan akhlak dan adab belajar, di mana pemahaman terhadap pendidikan agama Islam seringkali hanya sebatas aspek kognitif. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menumbuhkan kesadaran dan membentuk perilaku belajar yang beradab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru PAI dalam meningkatkan adab belajar siswa kelas XI di MAN 2 Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan berbagai strategi, antara lain penanaman nilai akhlak Islami, pembiasaan sikap sopan santun, penguatan keteladanan, serta integrasi adab dalam proses pembelajaran. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam menghormati guru, orang tua, dan teman sebaya, serta membentuk tata cara bergaul yang sesuai dengan nilai Islami. Dengan demikian, strategi guru PAI memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, dan membantu mereka menginternalisasi nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari.
Pemanfaatan AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk mendukung SDGS Ramadon, Gilang; Subagiya, Bahrum; Hidayat, Muhammad Faishal
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.19876

Abstract

This study discusses the use of Artificial Intelligence (AI) in Islamic Religious Education learning to improve the quality and effectiveness of learning. The focus of the study includes opportunities, challenges, and strategies for optimizing the use of AI, especially in supporting adaptive, interesting, and relevant learning to the needs of students in the digital era. This study discusses students' understanding of the use of AI in Islamic Religious Education learning, identifies the obstacles faced, and formulates strategies for effective use of AI so that the teaching and learning process becomes more optimal and relevant. This study uses a descriptive qualitative approach to understand the phenomenon in depth. Data were collected through observation and interviews, then analyzed to find patterns and meanings. The results are presented in narrative form to describe the real conditions of the research object. This study aims to describe students' perceptions of the use of AI in Islamic Religious Education learning. Data were obtained through questionnaires and interviews. The results show how students view the use of AI in supporting a more effective and relevant learning process with the times. Abstrak Penelitian ini membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Fokus penelitian mencakup peluang, tantangan, dan strategi optimalisasi pemanfaatan AI, khususnya dalam mendukung pembelajaran yang adaptif, menarik, serta relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital. Penelitian ini membahas pemahaman mahasiswa terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan strategi pemanfaatan AI secara efektif agar proses belajar mengajar menjadi lebih optimal dan relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis untuk menemukan pola dan makna. Hasilnya disajikan dalam bentuk narasi untuk menggambarkan kondisi nyata objek penelitian. Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi mahasiswa terhadap pemanfaatan AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bagaimana pandangan mahasiswa terhadap penggunaan AI dalam mendukung proses belajar yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
The Articel Strategi pembinaan anggota LDK Al-Intisyar dalam meningkatkan nilai-nilai keislaman di Universitas Ibn Khaldun Bogor Salsabila, Inas Yamina; Irfani, Fahmi; Hambari
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.19887

Abstract

The dynamic nature of dakwah varies across eras, differing from the times of the Prophets and their companions. Ali bin Abi Talib once advised, “Educate your children according to their era,” highlighting the need for relevant approaches in each period. As times progress, dakwah activists are increasingly aware of the importance of strategic methods in preaching. This study aims to serve as a reference for the UIKA academic community, dakwah activists, students, and the general public.Using a qualitative ethnographic approach, the research reveals deep insights through interviews, observations, and document analysis. Ethnography emphasizes confidentiality, personal experience, and participation rather than mere observation. Arikunto (2013) describes data collection as a systematic, standardized process to measure variables and answer research questions (Fadilla, 2023: 36).The study identified three main strategies: cadre development, value instillation, and role modeling. Supporting factors include active communication and the benefits members gain in social, cognitive, and affective areas. Inhibiting factors include lack of effective guidance and limited facilities.The findings underline that Islamic dakwah employs diverse strategies and methods, each adapted to its time and challenges. In conclusion: (1) Development strategies help members stay on a righteous path. (2) Members’ adherence to Islamic values is influenced by the effectiveness of guidance.This reflects the enduring importance of evolving dakwah strategies. Abstrak Fenomena dakwah yang dinamis berbeda dari satu zaman ke zaman lainnya, tidak sama dengan masa para Nabi dan para sahabat. Ali bin Abi Thalib pernah berpesan, “Didiklah anakmu sesuai zamannya,” yang menegaskan pentingnya pendekatan yang relevan di setiap era. Seiring perkembangan zaman, para aktivis dakwah semakin menyadari urgensi strategi dalam berdakwah. Penelitian ini bertujuan menjadi referensi bagi civitas akademika UIKA, para aktivis dakwah, mahasiswa, dan masyarakat umum. Dengan pendekatan kualitatif etnografi, penelitian ini menggali data secara mendalam melalui wawancara, observasi, dan kajian dokumen. Metode etnografi menekankan kerahasiaan, pengalaman pribadi, dan partisipasi aktif, bukan sekadar pengamatan. Arikunto (2013) menjelaskan bahwa pengumpulan data adalah proses sistematis dengan prosedur baku untuk mengukur variabel dan menjawab pertanyaan penelitian (Fadilla, 2023: 36).Penelitian menemukan tiga strategi utama: metode pengaderan, penanaman nilai, dan keteladanan. Faktor pendukung yang ditemukan adalah keaktifan komunikasi serta manfaat yang dirasakan anggota dalam aspek sosial, kognitif, dan afektif. Faktor penghambatnya meliputi kurangnya efektivitas pembinaan dan keterbatasan fasilitas. Hasil penelitian menegaskan bahwa strategi dan metode dakwah Islam sangat beragam, disesuaikan dengan tantangan dan kondisi zaman. Kesimpulan yang diperoleh: (1) Strategi pembinaan dilakukan untuk menjaga anggota tetap berada di jalan kebaikan. (2) Nilai-nilai keislaman anggota dipengaruhi oleh keberlangsungan dan efektivitas pembinaan. Hal ini menunjukkan pentingnya strategi dakwah yang terus berkembang dari masa ke masa.
Hubungan peran guru Pendidikan Agama Islam dengan karakter beragama siswa di SMA Salam, Dimas Ibrahim; Muhyani
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.19947

Abstract

This study aims to analyse the relationship between the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers and students religious character at Dwiwarna High School in Bogor Regency. The role of Islamic Education Teacher is not only as a teacher, but also includes functions as a guide, role model, and motivator in the formation of students religious character. A quantitative approach was used in this study with a correlational method. The research sample was 45 students from classes X and XI who were selected throught purposive sampling technique. The instrument used was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The results showed a significant positive relationship between the role of PAI teachers and students religious character (r = 0,561, p < 0,05). This finding reinforces the importance of optimising the role of PAI teachers in fostering students spiritual character. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan karakter beragama siswa di SMA Dwiwarna Kabupaten Bogor. Peran Guru PAI tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga mencakup fungsi sebagai pembimbing, teladan, dan motivator dalam pembentukan karakter religius siswa. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode korelasional. Sampel penelitian sebanyak 45 siswa dari kelas X dan XI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara peran guru PAI dengan karakter beragama siswa (r = 0,561, p < 0,05). Temuan ini memperkuat pentingnya optimalisasi peran guru PAI dalam membina karakter spiritual peserta didik.
Analisis nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam buku The Art Of Life karya Abu Bassam Oemar Mita Alfadhilah, Azzahra; Ikhtiono, Gunawan; Gunawan, Asep
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.19953

Abstract

This study aims to analyse the values of Islamic education contained in the book The Art of Life by Abu Bassam Oemar Mita. This book is a non-fiction literary work that is full of moral and spiritual messages that are packaged in reflective and easy-to-understand language. This study uses a qualitative method using a library research approach and content analysis techniques to identify and examine the meanings contained in the text. The results show that this book contains Islamic educational values which include Aqidah values (faith in Allah Ta'ala and patience in facing life tests) and Akhlak values (sincerity, empathy, morals towards oneself, family, and in studying). The book does not explicitly discuss sharia or worship, but conveys these values implicitly through life narratives that guide readers to strengthen their spiritual relationship with Allah Ta'ala and improve themselves morally. This finding shows that da'wah literature such as The Art of Life book can be an effective educational medium in shaping Islamic character amidst the challenges of the modern era. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam buku The Art of Life karya Abu Bassam Oemar Mita. Buku ini merupakan sebuah karya sastra non fiksi yang sarat dengan pesan-pesan moral dan spiritual yang dikemas dalam bahasa reflektif dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan library research (studi kepustakaan) serta teknik analisis isi untuk mengidentifikasi serta mengkaji makna-makna yang terkandung dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang meliputi nilai Aqidah (iman kepada Allah Ta’ala dan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup) serta nilai Akhlak (ikhlas, empati, akhlak terhadap diri sendiri, keluarga, dan dalam menuntut ilmu). Buku ini tidak secara eksplisit membahas syariat atau ibadah, tetapi menyampaikan nilai-nilai tersebut secara tersirat melalui narasi kehidupan yang membimbing pembaca untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah Ta’ala dan memperbaiki diri secara moral. Temuan ini menunjukkan bahwa sastra dakwah seperti buku The Art of Life dapat menjadi media pendidikan yang efektif dalam membentuk karakter Islami di tengah tantangan era modern.
Implementasi pembelajaran kitab Hidayatush Shibyan pada santri tahfizh di pesantren Raihan, Mohammad
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.19961

Abstract

This research is motivated by the importance of mastering tajweed in improving the quality of Qur'anic recitation, while there are still many students who have not been able to read according to the rules of tajweed so that it affects the understanding of the meaning of the verse. This study aims to determine the implementation of Hidayatush Shibyan classical book learning in improving the quality of tahfizh students' Qur'an reading at Assafinah Islamic Boarding School in Bogor, analyze the quality of students' reading, and identify supporting and inhibiting factors in the learning process. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews and documentation, while data analysis is done by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that book learning is carried out regularly once a week with sorogan and bandongan methods. Of the 15 tahfizh students, 12 experienced a significant improvement in understanding the laws of tajweed, were more aware of reading errors, and actively corrected them, while 3 students still needed guidance in the aspects of makhraj, mad reading laws, and ghunnah. The success of learning is supported by learning motivation, teacher quality, easy-to-understand material, and a conducive boarding school environment. The main obstacles lie in the differences in the initial abilities of the students and the limited learning time. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan ilmu tajwid dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, sementara masih banyak santri yang belum mampu membaca sesuai kaidah tajwid sehingga berpengaruh pada pemahaman makna ayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran kitab klasik Hidayatush Shibyan dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an santri tahfizh di Pondok Pesantren Assafinah Bogor, menganalisis kualitas bacaan santri, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kitab dilaksanakan rutin seminggu sekali dengan metode sorogan dan bandongan. Dari 15 santri tahfizh, sebanyak 12 orang mengalami peningkatan signifikan dalam memahami hukum tajwid, lebih sadar terhadap kesalahan bacaan, serta aktif memperbaikinya, sementara 3 santri masih membutuhkan bimbingan dalam aspek makhraj, hukum bacaan mad, dan ghunnah. Keberhasilan pembelajaran ditunjang oleh motivasi belajar, kualitas guru, materi yang mudah dipahami, dan lingkungan pondok yang kondusif. Adapun hambatan utama terletak pada perbedaan kemampuan awal santri dan keterbatasan waktu pembelajaran.
Penerapan sanksi dan reward dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di Madrasah Tsanawiyah Ghrinsky, Riffkha Hizafia; Syarif, M. Zainul Hasani; Alfaien, Noor Isna
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.19988

Abstract

The application of sanctions and rewards is a strategy used by educational institutions in fostering and strengthening student discipline. At MTs Al-Ahsan Bogor, this strategy is applied as part of the effort to build orderly and responsible student characters. The background of this study is that there are still students who lack discipline, both in compliance with rules, arrival, and learning attitudes. This study aims to determine the application of sanctions and rewards in improving student discipline and identifying supporting and inhibiting factors. The research method used is qualitative with a case study approach, through observation, interview, and documentation techniques. TThe results show that sanctions are given gradually and educationally according to the type of offense, such as memorization, cleaning, to giving violation points, which is proven to have a deterrent effect and attitude change. Rewards are given in the form of praise, additional grades, simple gifts, and good behavior letters to motivate students to be consistently disciplined. Supporting factors include the cooperation of teachers, school parties, and parents, while obstacles arise from the lack of parental attention, students' low understanding of the value of discipline, and the influence of the friendship environment. This study concludes that sanctions and rewards play an important role in fostering student discipline, but it is necessary to strengthen the socialization of the value of discipline and a more structured reward system. Abstrak Penerapan sanksi dan reward merupakan strategi yang digunakan lembaga pendidikan dalam menumbuhkan dan memperkuat kedisiplinan peserta didik. Di MTs Al-Ahsan Bogor, strategi ini diterapkan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter siswa yang tertib dan bertanggung jawab. Latar belakang penelitian ini adalah masih ditemukannya siswa yang kurang disiplin, baik dalam kepatuhan terhadap aturan, kedatangan, maupun sikap belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sanksi dan reward dalam meningkatkan kedisiplinan siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi diberikan secara bertahap dan edukatif sesuai jenis pelanggaran, seperti hafalan, bersih-bersih, hingga pemberian poin pelanggaran, yang terbukti menimbulkan efek jera dan perubahan sikap. Reward diberikan dalam bentuk pujian, nilai tambahan, hadiah sederhana, dan surat berkelakuan baik untuk memotivasi siswa agar konsisten disiplin. Faktor pendukung meliputi kerja sama guru, pihak sekolah, dan orang tua, sedangkan hambatan muncul dari kurangnya perhatian orang tua, rendahnya pemahaman siswa tentang nilai kedisiplinan, serta pengaruh lingkungan pertemanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sanksi dan reward berperan penting dalam pembinaan disiplin siswa, namun diperlukan penguatan sosialisasi nilai disiplin dan sistem reward yang lebih terstruktur.
Penggunaan Kahoot sebagai media evaluasi untuk meningkatkan minat belajar Ar Ramadhan, Dzakwan Haidar; Milla, Sri Nurul; Hakim, Nurman
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.20006

Abstract

The low level of students' learning interest in Al-Qur’an Hadith subjects has become one of the challenges that must be addressed, particularly in grade XI at MAN 1 Kota Bogor. This study aims to determine the effect of using the Kahoot application as an interactive evaluation medium on increasing students' learning interest. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design of the Nonequivalent Control Group Design type. The sample consisted of two classes: the experimental class used Kahoot, while the control class used conventional evaluation methods. The data collection instrument was a learning interest questionnaire that had been tested for validity and reliability. The results showed a significant difference between the two classes, where students using Kahoot experienced a greater increase in learning interest compared to those evaluated using conventional methods. The use of Kahoot proved to be effective in creating a more enjoyable, interactive learning atmosphere and in motivating students to participate more actively in the learning process. Abstrak Rendahnya minat belajar siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis menjadi salah satu tantangan yang perlu segera diatasi, khususnya di kelas XI MAN 1 Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Kahoot sebagai media evaluasi interaktif terhadap peningkatan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan Kahoot dan kelas kontrol yang menggunakan metode evaluasi konvensional. Instrumen pengumpulan data berupa angket minat belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas, di mana siswa yang menggunakan Kahoot mengalami peningkatan minat belajar lebih tinggi dibandingkan siswa dengan evaluasi konvensional. Penggunaan Kahoot terbukti efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan, interaktif, dan memotivasi siswa untuk lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 10