cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
bahasaseni.journal@um.ac.id
Phone
+628123319233
Journal Mail Official
bayu.koen@um.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Kota Malang, Jawa Timur, 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
ISSN : 08548277     EISSN : 25500635     DOI : https://doi.org/10.17977/2550-0635
Core Subject : Education,
The Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya is an international, peer-reviewed, open-access journal that reports on all aspects language, literature, arts, and their relation to teaching, the aim of this journal is to highlight research and development leading to an advancement in the field of language, literature, arts, and teaching methods. It publishes scientific articles on language, literature, and art, as well as their relation to teaching, including empirical and theoretical studies, original research, case studies, research or book reviews, and innovation in teaching and learning with various perspectives. Specific topics covered in the journal include: Art and Design Education Music Education Bilingual, Multilingual, and Multicultural Education Educational Assessment, Evaluation, and Research Educational Methods Educational Technology Higher Education Language and Literacy Education Online and Distance Education Special Education and Teaching Teacher Education and Professional Development
Articles 298 Documents
The conceptualization of political metaphors on Medan-Indonesia mass media M. Surip; Syaiful Rohim; M. Oki Fardian Gafari
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v51i22023p270

Abstract

he purpose of this study seeks to analyze the conceptualization of political metaphors contained in political discourse in mass media in Medan-Indonesia. The problem analyzed is how to conceptualize political metaphors in national mass media (waspada.go.id, medan.tribunnews.com, sumut.antaranews.com, and hariansib.com). The main theory used to discuss this research problem uses the conceptual metaphorical theory/CMT of Lakoff, Johnson, and Kövecses. This research uses qualitative descriptive methods, with methods using basic referential techniques. The total data is 15, sorted according to CMT theory. The results of the study found that the conceptualization of political metaphors in the mass media in Indonesia is divided into 4 mapping domains, namely: war domain mapping, religious, mystical/occult, and animal. The conceptualization of political metaphors in the mass media explains the manifestation of political reality in society. Politics is conceptualized into warfare, the religious reality of society, the unseen and the reality of the bad picture of politicians.Konseptualisasi metafora politik pada media massa di Medan-IndonesiaTujuan penelitian ini berupaya menganalisis konseptualisasi metafora politik yang terdapat pada wacana politik di media massa  di kota Medan-Indonesia. Permasalahan yang dianalisis adalah bagaimana konseptualisasi metafora politik di media massa kota Medan (waspada.go.id, medan.tribunnews.com, sumut.antaranews.com, and hariansib.com). Teori utama yang digunakan untuk membahas permasalahan penelitian ini menggunakan teori metafora konseptual/CMT Lakoff, Johnson, dan Kövecses. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan metode padan teknik dasar referensial. Jumlah data ada 15, dipilah berdasarkan teori CMT. Diperoleh hasil penelitian bahwa konseptualisasi metafora politik di media massa di Indonesia terbagi kedalam 4 ranah pemetaan, yaitu: pemetaan ranah perang, pemetaan ranah agama, pemetaan ranah mistis/gaib, dan pemetaan ranah binatang. Konseptualisasi metafora politik di media massa menerangkan wujud dari realitas politik di masyarakat. Politik dikonsepkan kedalam peperangan, realitas beragama masyarakat, sesuatu yang gaib dan realitas gambaran buruk sifat para politisi.
Gouw Peng Liang's Lo Fen Koei text (1903) as a cultural practice of the Chinese peranakan community: A new historicism study Dwi Susanto
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 51, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v51i12023p133

Abstract

Lo Fen Koei text (1903) by Gouw Peng Liang has been neglected in the history of Indonesian literature due to the numerous discourses on power and social, political, and ideological issues that flourished at the time. The objective of this study is to discover about the text's active response to social, political, and other discourses that exist outside of its existence. The issues addressed in this study are (1) the historical context and author's stance, (2) the meaning of Lo Fen Koei's (1903) text, and (3) the texts and discourse around Lo Fen Koei's (1903) text. The study uses a New Historicism persfective. The Loe Fen Koei text (1903) as a material object and the text's cultural practices as a formal object are the objects of this study. The study data include contents and ideas of Lo Fen Koei text (1903), the social setting in which the text is situated, non-literary texts that are present at the same time, and diverse information related to the topic. Data interpretation techniques were used to prove the paratext corresponding to the Lo Fen Koei text (1903) by following procedures presented in New Historicism studies such as reading the meaning of the text, linking the meaning of the text or the presence of the text with the social situation and discourse that developed at the time. The results of this paper reveal that Lo Fen Koei text (1903) by Gouw Peng Liang has relevance to cultural practices within Chinese society in responding to diverse prevalent discourses. Meanwhile, the vision and objective of the Tiong Hua Hwee Kuan (THHK) cultural organization, the recinanization movement or Khong Hucu, and opposing to colonial policies exist as evidence of cultural practice. This text was a proponent of cultural nationalism and the restoration of noble teachings. Through the concepts of liberalism and westernization, the work also addressed on the practice of colonialism in the colonial time.Keywords: Lo Fen Koei, New Historicism, Indonesian Chinese community.Teks Lo Fen Koei (1903) karya Gouw Peng Liang sebagai praktik kebudayaan masyarakat peranakan Tionghoa: Kajian New HistoricismTeks Lo Fen Koei (1903) karya Gouw Peng Liang merupakan teks yang tersingkirkan dalam sejarah kesastraan Indonesia karena berbagai wacana kuasa dan kekuatan sosial, politik, dan ideologi pada masanya. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui respon aktif teks tersebut terhadap kekuatan sosial, politik, dan berbagai wacana di luar keberadaannya. Masalah yang dibahas dalam tulisan ini adalah  (1) latar historis dan posisi pengarang, (2) makna teks Lo Fen Koei (1903) karya Lo Fen Koei, dan  (3)  para teks dan wacana yang melingkupi teks Lo Fen Koei (1903). Kajian ini mengunakan prespektif New Historicism. Objek kajiannya adalah teks Loe Fen Koei (1903) sebagai objek material dan praktik kebudayaan dari teks tersebut sebagai objek formal. Data penelitian ini adalah isi dan gagasan karya teks Lo Fen Koei (1903), situasi sosial ketika teks hadir, teks nonsastra yang hadir sezaman, dan berbagai informasi yang sesuai dengan topik. Teknik interpretasi data dilakukan dengan mengikuti prosedur yang dikenalkan dalam kajian New Historicism seperti pembacaan makna teks, merelasikan makna teks atau kehadiran teks dengan situasi sosial dan wacana yang berkembang pada masa itu hingga membukti parateks dengan teks Lo Fen Koei (1903). Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa teks Lo Fen Koei (1903) karya Gouw Peng Liang memiliki relevansi dengan praktik kebudayaan di dalam msayarakat Tionghoa dalam merespon berbagai wacana  yang hadir. Sementara itu, parateks yang hadir sebagai bukti praktik kebudayaaan adalah visi misi organisasi kultural  Tiong Hua Hwee Kuan (THHK), gerakan recinanisasi atau Khong Hucu, dan resistensi atas kebijakan kolonial. Teks ini hadir sebagai komentator yang mendukung gagasan nasionalisme kebudayaan dan gerakan kembali pada ajaran luluhur. Teks ini juga menjadi komentator yang melawan praktik kolonialisme melalui wacana liberalisme dan pembaratan era kolonial.Kata kunci: Lo Fen Koei, New Historicism, masyarakat Tionghoa Indonesia. 
Identifying the proficiency level of primary English language teachers’ productive skills from Kurikulum Merdeka and CEFR Dimas Pujianto; Ika Lestari Damayanti; Fuad Abdul Hamied; Della Nuridah Kartika Sari
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v51i22023p210

Abstract

This study aims to identify the language proficiency level of primary English language teachers’ (PELTs) productive skills (speaking and writing) analyzed using the Common European Framework of References (CEFR) and Kurikulum Merdeka. As a foreign language in Indonesia, English language proficiency among PELTs is crucial to determine the success of the learning process in a classroom. Furthermore, PELTs should also possess adequate language proficiency to communicate effectively with students in any situation. However, several local context studies show the low language proficiency level possessed by PELTs. The low proficiency level was mostly gained through general English tests, for example TOEFL, which focuses on teachers’ receptive skills (listening and reading) and structure. A qualitative approach and case study research design were employed in this study. It was identified that the majority of teachers’ productive skills proficiency level is categorized into the B1/B2 level of CEFR. Additionally, the mixed level of proficiency among PELTs is still apparent which can create issues regarding primary-students’ language development and the standard of proficiency level that PELTs should be. Therefore, by involving subject teachers' communities and the government, a standard of language proficiency for PELTs should be developed.Mengidentifikasi tingkat kemahiran keterampilan produktif guru Bahasa Inggris tingkat dasar dari Kurikulum Merdeka dan CEFRPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kemahiran berbahasa guru Bahasa Inggris tingkat dasar di bidang keterampilan produktif (berbicara dan menulis) yang dianalisis menggunakan Common European Framework of References (CEFR) dan Kurikulum Merdeka. Sebagai bahasa asing di Indonesia, kemahiran berbahasa Inggris di antara guru Bahasa Inggris tingkat dasar sangat penting untuk menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Selain itu, guru Bahasa Inggris tingkat dasar juga harus memiliki kemahiran berbahasa yang cukup untuk berkomunikasi secara efektif dengan siswa di berbagai situasi. Namun, beberapa studi berkonteks lokal menunjukkan rendahnya tingkat kemahiran berbahasa oleh guru bahasa Inggris tingkat dasar. Tingkat kemahiran yang rendah mayoritas diketahui dari uji bahasa Inggris umum seperti TOEFL yang fokus pada kemampuan reseptif guru (menyimak dan membaca) dan struktur. Pendekatan kualitatif dan desain penelitian studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Ditemukan bahwa mayoritas tingkat ke­mahiran keterampilan produktif berbahasa Inggris guru Bahasa Inggris tingkat dasar dikategorikan ke dalam tingkat B1/B2 menurut CEFR. Selain itu, beragamnya tingkat kemahiran berbahasa Inggris guru tingkat dasar masih kentara sehingga dapat mengakibatkan masalah pada perkembangan berbahasa siswa tingkat dasar dan pengukuran standar tingkat kemahiran berbahasa guru Bahasa Inggris tingkat dasar. Oleh karena itu, dengan melibatkan komunitas guru dan pemerintah, sebuah standar untuk tingkat kemahiran guru bahasa Inggris tingkat dasar harus dikembangkan.
Improving reading skills by using Tyler model with the help of Quizizz Wafa Nurul Husna; Sofyan Sauri; Mohamad Zaka Al Farisi
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v51i22023p286

Abstract

Based on the results of the documentary research, the average score of the fifth-graders at Madrasah Diniyah Al-Fadlilah on Arabic subject is still low (below the Minimum Criteria of Mastery Learning). The purpose of this research is to determine the impact of the implementation of MTBMQ (Tyler-Model-Based Quizziz Learning Media) or Tyler model along with Quizizz on students' reading skills in Arabic subject, as well as to find the issues and solutions in the implementation of MTBMQ. This research utilizes a one group pre-test post-test design. The data are collected through multiple choice tests, along with semi-open Likert Scale questionnaires. Due to the fact that the research data are normally distributed, the researchers decide to use parametric statistical tests. The results show that this implementation has a significant effect on the students' reading skills in Arabic subject. Furthermore, the test results of the paired sample t-test show a sig (2-tailed) value of 0.000 less than 0.025. It means that after implementing MTBMQ, students' score has increased. The result of the N-Gain test, namely 0.65, also shows that MTBMQ is efficient to be implemented to improve students’ reading skills, especially when the material is in the moderate category.  The results of the Likert Scale questionnaire show that the main hindrances in implementing the MTBMQ are that students experience problems when logging into the Quizizz web and submitting answers, having difficulty finding the meaning of a word in the dictionary, and a lack of interest in learning to read.Meningkatkan keterampilan membaca dengan model Tyler berbantuan media QuizizzBerdasarkan hasil studi dokumen, rerata hasil belajar siswa kelas V Madrasah Diniyah Al-Fadlilah pada mata pelajaran bahasa Arab masih di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan Model Tyler berbantuan media Quizizz (MTBMQ) terhadap hasil belajar siswa pada keterampilan membaca bahasa Arab serta untuk mengetahui kendala dan solusi penerapan MTBMQ. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest posttest design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes pilihan ganda sebanyak sepuluh butir soal dan angket Skala Likert semi terbuka. Karena data pada penelitian ini berdistribusi normal, peneliti menggunakan uji statistik parametrik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada keterampilan membaca bahasa Arab. Hasil uji paired sample t-test memliki nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,025 yang berarti hasil belajar siswa sesudah diberi perlakuan dengan penerapan MTBMQ mengalami peningkatan. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 0,65 menunjukkan bahwa penerapan MTBMQ cukup efektif dalam pembelajaran membaca dengan kategori sedang. Hasil angket Skala Likert menunjukkan bahwa kendala utama dalam penerapan MTBMQ ini ialah siswa mengalami kendala ketika log in ke dalam web Quizizz serta submit jawaban, mengalami kesulitan mencari makna sebuah kata dalam kamus, dan kurangnya minat belajar membaca.
Augmented Reality (AR) media-aided literature learning tool for elementary school students Seni Apriliya; Weni Nuraeni; Yeyen Nurjanah; Muhammad Feri
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 51, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v51i12023p148

Abstract

Learning devices need to be designed according to the characteristics of the material and be innovative. The results of the field study show that learning the subject of Indonesian fairy tale messages in elementary schools has not been fully implemented using such media, teaching materials, and assessment tools. Referring to this, this study aims to develop a literary learning device assisted by Augmented Reality (AR) media. This development research refers to the design-based research (DBR) development model from Amiel and Reeves (2008). The subjects of this development research trial were twenty students and a third-grade elementary school teacher. Data collection techniques used are semi-structured interviews, observation, and documentation. Data analysis is done by reducing, and presenting, until finding the interpretation of the data. The results of the study in the form of learning device products consisting of learning media, teaching materials, and assessment instruments showed that the Augmented Reality media-assisted literary learning device was validated as very feasible (85percent) with a high level of practicality category (93percent). The implication is that this product can be used in learning literature in elementary schools as an innovative alternative learning tool.Keywords: learning tools; teaching materials media; assessment; Augmented Reality (AR)Perangkat pembelajaran sastra berbantu media Augmented Reality (AR) untuk peserta didik SDPerangkat pembelajaran perlu dirancang sesuai karakteristik materi dan inovatif. Hasil studi lapangan menunjukkan pembelajaran dengan pokok bahasan pesan dongeng bahasa Indonesia di SD belum sepenuhnya dilaksanakan menggunakan media, bahan ajar, dan alat penilaian. Mengacu pada hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran sastra berbantu media Augmented Reality (AR). Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan design-based research (DBR) dari Amiel dan Reeves (2008). Subjek uji coba penelitian pengembangan ini adalah dua puluh orang siswa dan seorang guru kelas tiga SD. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi, menyajikan, sampai menemukan interpretasi data. Hasil penelitian berupa produk perangkat pembelajaran terdiri atas media pembelajaran, bahan ajar, dan instrumen penilaian yang menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sastra berbantu media Augmented Reality tersebut tervalidasi sangat layak (85persen) dengan kategori tingkat kepraktisan tinggi (93persen). Implikasinya, produk ini dapat digunakan pada pembelajaran sastra di SD sebagai perangkat pembelajaran alternatif yang inovatif.Kata kunci: perangkat pembelajaran; bahan ajar; media; penilaian; Augmented Reality (AR)
Alleged case of blasphemy on podcast: Forensic linguistic analysis Novi Eka Susilowati; Sailal Arimi; Surahmat Surahmat; Fardan Mahmudatul Imamah
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v51i22023p225

Abstract

This study aimed to analyze the linguistic features that allegedly contained elements of blasphemy in Jenderal Dudung Abdurrachman's (JDA) speech. The analysis was carried out using a forensic linguistic perspective. This research data is in the form of JDA utterances delivered in a broadcast conducted with Deddy Corbuzier (DC). Based on a forensic linguistic analysis of the text of JDA's conversation with DC on Deddy Corbuzier's podcast, it can be concluded that JDA's linguistic evidence does not support blasphemy but a lack of knowledge in religion, especially in matters of faith. Due to the lack of knowledge of religion, JDA interprets religion and personifies God according to his understanding. In JDA's speech, there is also no intention to tarnish religion because the controversial JDA's speech cannot be interpreted partially but can be interpreted with other speeches. If it is related to other utterances, it can be concluded that there is no intention of JDA to tarnish religion. However, there are efforts by JDA to invite audiences to follow JDA's understanding and interpretation of religion.Dugaan kasus penodaan agama di podcast: Analisis linguistik forensikTujuan penelitian ini adalah menganalisis fitur kebahasaan yang diduga memuat unsur penodaan agama dalam tuturan Jenderal Dudung Abdurrachman (JDA). Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif linguistik forensik. Data penelitian ini berupa tuturan JDA yang disampaikan dalam siniar yang dilakukan bersama Deddy Corbuzier. Berdasarkan analisis linguistik forensik atas teks perbincangan JDA dengan DC di siniar DC, dapat disimpulkan bahwa tuturan JDA bukti-bukti kebahasaan tidak mendukung adanya penodaan agama, melainkan kurangnya pengetahuan dalam beragama, terutama dalam hal akidah. Akibat kurangnya pengetahuan dalam beragama tersebut, JDA menafsirkan agama dan mempersonifikasi Tuhan sesuai dengan pemahamannya. Dalam tuturan JDA juga tidak terdapat niat untuk menodai agama karena tuturan JDA yang kontroversial tersebut tidak dapat dimaknai secara parsial, melainkan dimaknai secara menyeluruh dengan tuturan-tuturan lain. Jika dikaitkan dengan tuturan yang lain, dapat disimpulkan bahwa tidak ada niat JDA untuk menodai agama. Meski demikian, terdapat upaya JDA untuk mengajak audiens agar mengikuti pemahaman dan penafsiran JDA tentang agama.
The construction and meaning of EasyJet airline 2016 advertisements Laurensius Nikolas Wibowo; Myrna Laksman-Huntley
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v51i22023p300

Abstract

EasyJet, a UK low-cost airline service provider launched several attractive advertisements to attract consumers' interest, one of which is a series of posters issued in 2016. These posters are interesting because the words show complex morphological processes and implied meanings that can be extracted. Previous studies have mostly examined morphological formation or have conducted semiotic studies, but none have linked morphological processes and images on posters with a semiotic approach. Therefore, this study analyzes the word formation process in the 2016 EasyJet advertisement, which has undergone a derivation process, and finds out the meaning contained in the advertisement using a semiotic approach. This qualitative study examines the posters based on Lehmann and Berthet’s (2018) theory of word formation and Barthes' (2013) semiotics theory. The result of this study indicates that in this advertising poster, EasyJet attracts people to use its services in several market segments or consumer groups according to their respective characteristics. The stratagem revealed through these posters is that EasyJet is an airline that wants to invite its prospective passengers to explore new activities.Konstruksi dan makna iklan maskapai EasyJet tahun 2016EasyJet, salah satu perusahaan penyedia jasa penerbangan berbiaya rendah (LCC) asal Inggris yang menyediakan layanan penerbangan berbiaya rendah, meluncurkan beberapa iklan menarik untuk menarik minat konsumen, salah satunya adalah serangkaian poster yang diterbitkan pada tahun 2016. Poster-poster tersebut menarik karena kata-kata di dalamnya menunjukkan proses morfologi yang kompleks dan makna tersirat yang dapat digali. Penelitian-penelitian terdahulu sebagian besar mengkaji tentang pembentukan morfologi atau telah melakukan kajian semiotika, namun belum ada yang mengaitkan proses morfologi dan gambar pada poster dengan pendekatan semiotik. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis proses pembentukan kata pada iklan EasyJet 2016 yang telah mengalami proses derivasi, dan mengetahui makna yang terkandung dalam iklan tersebut dengan menggunakan pendekatan semiotik. Penelitian kualitatif ini mengkaji poster-poster tersebut berdasarkan teori pembentukan kata Lehmann dan Berthet dan teori semiotika Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam poster iklan ini EasyJet menarik masyarakat untuk menggunakan layanannya di beberapa segmen pasar atau kelompok konsumen sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Gimik yang muncul berdasarkan poster-poster ini adalah EasyJet merupakan maskapai yang ingin mengajak calon penumpangnya menjelajahi aktivitas baru.
Developing digital literacy application for Extensive Listening materials Khotim Maslikah; Utami Widiati; Anik Nunuk Wulyani; Tengku Intan Suzila Tengku Sharif
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v51i22023p163

Abstract

Learning resource transformation is essential in this digital era, and English teaching and learning is no exception, especially in Madrasah context. That is why providing digital Extensive Listening (EL) materials to promote comprehensible input and character values is needed. This study outlines how Muslim English Literacy (MEL) application was developed to support the digital transformation as an alternative for EL materials. Research and Development (R & D) design was executed comprising seven phases of needs assessment, product design and development, product validation, first round of product revision, field testing, second round of product revision, and final product dissemination. The results of the field testing and moderation suggest that the developed product, MEL, is practical and applicable in helping EFL students to get more language exposure so that their English language acquisition can be facilitated. In addition, the product integrating character values may also strengthen their identity of being Muslims. Further studies on similar material development with more various topics utilizing technology apps are worth conducting.Pengembangan aplikasi literasi digital untuk bahan ajar Extensive ListeningTransformasi bahan ajar sedang menjadi kebutuhan di era digital saat ini, termasuk dalam pembelajaran bahasa Inggris di Madrasah. Oleh sebab itu, ketersediaan bahan ajar Extensive Listening (EL) yang mengintegrasikan comprehensible input (i+1) atau ilmu pengetahuan dan nilai moral sangat dibutuhkan.  Artikel ini membahas bagaimana aplikasi Muslim English Literacy (MEL) dikembangkan untuk mendukung transformasi digital tersebut sebagai alternatif bahan ajar EL. Penelitian dan Pengembangan (R & D) ini diselesaikan melalui 7 tahap: analisa kebutuhan, desain dan pengembangan bahan ajar, validasi produk, revisi pertama produk, uji coba, revisi kedua produk, dan diseminasi produk akhir.  Hasil uji coba dan hasil akhir ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan, MEL, bersifat praktikal dan diterapkan oleh para siswa dalam memperoleh lebih banyak pajanan bahasa Inggris sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya. Selain itu, produk ini juga bisa meningkatkan identitas mereka sebagai muslim dengan cara menerapkan nilai-nilai karakter yang diintegrasikan dalam produk ini. Selanjutnya, penelitian dan pengembangan semacam ini perlu dilakukan lagi dengan topik yang lebih beragam.
The impact of women’s roles in the preservation of nature: Analysis of ecofeminism on Ronggeng Dukuh Paruk Qomariyah, U'um; Sumartini, Sumartini; Neina, Qurrota Ayu; Prabaningrum, Dyah
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 52, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v52i12024p1

Abstract

The roots of the catastrophe, environmental pollution, and the decline in culture are the empirical assumptions of positivistic humans. A strategy of deconstructing and reconstructing the epistemological framework of knowledge is needed through the creation (counter) of a positivistic view that can determine the attitudes and roles of a person, both men and women, towards the environment. On this basis, this article aimed to explain women's role in preserving nature as a critical analysis of the ecological perspectives of literary texts. This research utilized qualitative descriptive and ecofeminist methods in the eco-criticism discourse. The ecofeminist method refers to methods related to environmental science, especially methods related to the preservation (conservation) of nature and culture, which are associated with the role of women in literary works related to research. The primary data was the excerpts of Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Thohari. Based on the analysis, it can be explained that the role of women impacts him. The impact of women's roles in conservation consists of two things, namely, positive impacts and negative impacts. This article contributes to the humanities and the foundation for applied research, such as using literature from an environmental perspective.Dampak peran perempuan dalam pelestarian lingkungan: Analisa ekofeminisme dalam karya sastra Ronggeng Dukuh ParukAkar dari krisis dan pencemaran lingkungan serta menurunnya kultur budaya adalah asumsi-asumsi empiris positivistik manusianya. Diperlukan strategi dekonstruksi terhadap kerangka epistimologis pengetahuan, dan kemudian merekonstruksinya, salah satunya melalui penciptaan (counter) pandangan positivistik yang dapat menentukan sikap dan peran seseorang, baik laki-laki maupun perempuan terhadap lingkungan. Berdasar hal tersebut, artikel ini bertujuan untuk mengeksplanasi dampak peran perempuan dalam pelestarian lingkungan sebagai telaah kritis wacana teks sastra berperspektif lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekofeminisme dalam wacana ekokritik, yaitu pendekatan yang berkaitan dengan ilmu lingkungan khususnya pelestarian (konservasi) alam maupun budaya yang dihubungkan dengan peran dan studi perempuan dalam teks karya sastra. Data dari penelitian ini adalah potongan-potongan cerita yang diambil dari novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari. Berdasar analisis, dapat dijelaskan bahwa peran perempuan membawa dampak atas dirinya. Dampak peran perempuan terhadap pelestarian terdiri atas dua hal yakni dampak positif dan dampak negatif. Tulisan ini memberikan berkontribusi untuk ilmu humaniora sekaligus sebagai pondasi dan landasan penelitian terapan seperti pemanfaatan karya sastra berperspektif lingkungan.
Elements of German culture: An analysis of German language textbooks in Indonesian universities Mulyani, Retna Endah Sri; Santoso, Iman; Sudarmaji, Sudarmaji
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 52, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/10.17977/um015v52i12024p72

Abstract

German textbooks encompass various facets of German culture. However, teachers in Indonesia often overlook the significance of German culture. The primary objective of this study is to provide a comprehensive account of the German cultural components found within German language textbooks used in Indonesian universities. To achieve this goal, a descriptive qualitative methodology was employed, where the textbooks were analyzed according to Byram's theory of eight cultural dimensions.  The utilised textbooks include Netzwerk A1, Netzwerk A2, and Netzwerk B1, which align with language skill levels A1, A2, and B1 according to the Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). Each textbook set consists of a coursebook and a workbook. The findings of the analysis revealed that the most prevalent cultural elements encompassed social interaction, stereotypes and national identity, and socialization and life cycle. The implications of these findings indicate that social interaction, as the most prominent cultural aspect, reinforces the educational objectives of German language courses, specifically in terms of fostering the development of communicative competence.Aspek budaya Jerman: Analisis buku ajar bahasa Jerman di perguruan tinggi IndonesiaBuku ajar bahasa Jerman mengandung berbagai aspek budaya Jerman. Namun demikian, keberadaan budaya Jerman tersebut sering kali diabaikan oleh para pengajar di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai komponen-komponen budaya Jerman yang terdapat dalam buku-buku ajar bahasa Jerman yang digunakan di perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari buku ajar bahasa Jerman yang mencakup tiga level penguasaan bahasa berdasarkan acuan kerangka kerja pembelajaran bahasa di Eropa (CEFR), yaitu Netzwerk A1, Netzwerk A2, dan Netzwerk B1. Ketiga buku tersebut dianalisis menggunakan teori Byram tentang delapan dimensi budaya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa elemen budaya yang paling banyak ditemukan adalah interaksi sosial, stereotip dan identitas nasional, serta sosialisasi dan siklus hidup. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa interaksi sosial, sebagai aspek budaya yang paling menonjol, memperkuat tujuan pendidikan mata kuliah bahasa Jerman, khususnya dalam hal mendorong pengembangan kompetensi komunikatif.