cover
Contact Name
Gesnita Nugraheni
Contact Email
gesnita@gmail.com
Phone
+6281357351183
Journal Mail Official
editorjfk@ff.unair.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Komunitas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23555912     EISSN : 23555912     DOI : https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24085
Core Subject : Health,
The aim of Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in pharmacy practice. JFK publishes articles in pharmacy practice area including: 1. Clinical and Community Pharmacy 2. Public Health 3. Psychology 4. Medicine, and other health related topics.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS" : 15 Documents clear
Analisis Efektivitas dan Rasionalitas Penggunaan Digoxin pada Pasien Gagal Jantung Kongestif di Instalasi ICCU RSUD DR.Soedarso Pontianak Ajeng, Melia; Rizkifani, Shoma; Wijianto, Bambang
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.48438

Abstract

Terapi glikosida jantung yaitu obat digoksin dapat digunakan untuk mengatasi gagal jantung kongestif. Namun, digoksin merupakan obat dengan indeks terapeutik sempit yang memungkinkan terjadinya keracunan digitalis. Sehubungan dengan penggunaan digoksin, perhatian harus diberikan untuk memastikan bahwa golongan obat ini digunakan secara rasional dan efektif.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan rasionalitas penggunaan digoksin pada pasien gagal jantung. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis ketepatan obat, indikasi, dosis, dan frekuensi serta efektivitas digoksin terhadap pasien gagal jantung kongestif. Hasil penelitian ini terdapat 19 pasien yang menerima digoksin, 19 (100%) pasien tepat obat, 7 (36,8%) pasien menerima digoksin sesuai indikasi, 19 (100%) pasien mendapatkan dosis yang sesuai dan 19 (100%) pasien diberikan frekuensi pemberian yang tepat. Efektivitas digoksin ditunjukan berdasarkan tanda vital pasien dengan rata-rata HR normal 88,2x/menit, RR normal 20x/menit, SPO2 normal 97,5% dan TD pasien 105/66 mmHg. Kesimpulan penelitian ini bahwa evaluasi ketepatan obat pasien rata-rata sesuai dan tanda-tanda vital pada pasien gagal jantung kongestif berada dalam rentang normal.
Profil Pengetahuan dan Sikap Remaja terhadap Penggunaan Krim Pemutih Wajah Mariyana, Tyssa; Ayu Fajariyani; Neni Rahmani; Rizqi Mir’atil Hayaati
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.50522

Abstract

Krim pemutih merupakan kosmetik yang berkhasiat memucatkan noda hitam pada kulit. Maraknya krim pemutih wajah tidak sedikit remaja wanita menggunakan krim pemutih yang belum tentu krim tersebut mempunyai izin edar resmi BPOM. Penggunaan krim pemutih dengan bahan berbahaya seperti hidrokuinon akan menimbulkan pigmentasi dan efek permanen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang produk krim pemutih dan sikap remaja putri tentang penggunaan krim pemutih yang belum memiliki izin edar BPOM. Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan melalui survei kepada 150 siswi di SMAN 1 Rancah, Ciamis, Jawa Barat.  Survei dilakukan dengan instrumen berupa kuesioner  yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan dengan masing masing variabel menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 17% responden mempunyai pengetahuan baik, 38% cukup baik, 22% kurang baik, dan 21 % tidak baik,  mengenai definisi dan pengetahuan tentang krim pemutih. Untuk variabel sikap, 77% responden memiliki sikap baik dan cukup baik dalam memilih krim pemutih. Kesimpulan penelitian ini adalah mayoritas responden masih memiliki pengetahuan kurang baik tentang produk krim pemutih tetapi memiliki sikap positif dalam pemilihan krim pemutih.
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Program Studi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda tentang Beyond Use Date (BUD) Obat Kharisma Duratul Hikmah; Wijaya, Heri; Helmidanora, Rusdiati
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.58520

Abstract

Beyond Use Date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan sediaan obat setelah obat diracik, dicampur, atau kemasan primernya dibuka, yang ditetapkan berdasarkan stabilitas fisik-kimia dan risiko kontaminasi mikroba. Pengetahuan tentang BUD penting bagi mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kefarmasian untuk menjamin keamanan dan efektivitas obat yang digunakan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Program Studi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda tentang BUD obat, serta menganalisis perbedaan pengetahuan antara mahasiswa Sarjana Farmasi dan Diploma III Farmasi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan metode total sampling, melibatkan 656 mahasiswa sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan pada Januari–Maret 2024 menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil menunjukkan bahwa 21,03% mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik, 61,74% cukup, dan 17,23% kurang. Secara umum, tingkat pengetahuan mahasiswa berada dalam kategori cukup. Hasil uji statistik (Mann-Whitney) menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan antara mahasiswa Sarjana Farmasi dan Diploma III Farmasi (p > 0,05). Pengetahuan mahasiswa tentang BUD obat masih perlu ditingkatkan, terutama melalui integrasi materi BUD dalam kurikulum, kegiatan praktikum, serta penyuluhan dalam praktik kefarmasian untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan mereka dalam pelayanan obat yang aman.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Ketepatan Pemilihan Produk Kosmetik Pemutih Kulit pada Mahasiswi Universitas Brawijaya Malang Lukitasari, Widya; Danimayostu, Adeltrudis Adelsa; Hariadini, Ayuk Lawuningtyas
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.61386

Abstract

Dewasa ini, masyarakat menggunakan kosmetik untuk meningkatkan kepercayaan diri dan memelihara tubuh. Selain itu, kulit yang putih dan halus merupakan salah satu standar kecantikan wanita Indonesia. Hal ini menyebabkan banyaknya produk kosmetik pemutih kulit yang beredar di pasaran. Tingkat pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi ketepatan pemilihan produk kosmetik pemutih kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan ketepatan pemilihan produk kosmetik pemutih kulit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden berdasarkan kriteria inklusi yaitu mahasiswi Universitas Brawijaya berusia 18-30 tahun, pernah/sedang menggunakan produk kosmetik pemutih kulit, dan bersedia menjadi responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling di kawasan kampus Universitas Brawijaya Malang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang berisi data demografi, tingkat pengetahuan, dan ketepatan pemilihan kosmetik pemutih kulit. Uji korelasi Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,003 dan nilai signifikansi sebesar 0,975. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan ketepatan pemilihan produk kosmetik pemutih kulit pada responden penelitian ini.
Analisis Hubungan Pendidikan Orang tua dengan Penggunaan Antibiotika pada Batuk Anak di Bulak Banteng Surabaya Nasywa Ekgi Cahyani; Adinda Siti Almirah Fatima; Alfiana Istighfarin; Ananda Indzar Kholilah; Dihan Asnafin Fadhila; Kevin Hermawan Hutahaean; Marensa Faradilla; Muhammad Rizky; Nadilah Sobrina Zakiroh; Nafi' Nur Hidayah; Putri Anggi Aprilia Marcelina; Silalahi, Zavirah; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73775

Abstract

Batuk merupakan salah satu keluhan kesehatan yang dialami oleh anak dan menjadi alasan pemberian antibiotika, meskipun sebagian besar kasus batuk disebabkan oleh infeksi virus yang tidak memerlukan terapi antibiotika. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat pada batuk anak dapat menyebabkan resistensi bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan orang tua terhadap penggunaan antibiotika pada batuk anak. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua/wali yang memiliki anak berusia 5-13 tahun dan pernah atau sedang menggunakan antibiotika untuk batuk pada anak di Kelurahan Bulak Banteng, Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sejumlah 120 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi digunakan dalam penelitian ini. Data tingkat pendidikan dan penggunaan dianalisis menggunakan Uji Korelasi Spearman. Mayoritas responden berusia 31-40 tahun, berpendidikan terakhir SD, dan tidak bekerja. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh antibiotika dari jalur medis resmi namun masih ditemukan praktik penggunaan yang tidak tepat, yaitu sebanyak 53 (44,17%) tidak menghabiskan antibiotika; 14 (11,7%) pernah menggandakan dosis saat gejala tidak membaik; 36 (30%) mengurangi dosis; dan 37 (30,8%) pernah berbagi antibiotika dengan orang lain. Hasil Uji Spearman antara tingkat pendidikan dengan penggunaan antibiotika diperoleh nilai p = 0,395 (p > 0,05). Disimpulkan bahwa tingkat pendidikan orang tua tidak berpengaruh terhadap perilaku penggunaan antibiotika pada batuk anak di Kelurahan Bulak Banteng Surabaya sehingga diperlukan peningkatan edukasi rasionalitas penggunaan antibiotika di masyarakat.
Pengaruh Pengetahuan terhadap Rasionalitas Penggunaan Obat Swamedikasi dalam Pengobatan Common Cold Khansa, Weriyantika Bintang; Mia Oktavia; Stephanie Yohana; Muhammad Azfarreza Ilham; Zulfa Ulin Ni’mah; Revo Juan Nashir Khairi; Gladys Emeralda Ndoloe; Fahma Hilda Nur Imami; Hasan Munawir Sadzali; Khilma Tsania Izzatul Muna; Nailiy Salsabila; Gusti Noorrizka Veronika Achmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73785

Abstract

Common cold merupakan infeksi ringan saluran pernapasan atas yang sering ditangani melalui swamedikasi. Swamedikasi merupakan tindakan perawatan mandiri tanpa resep dokter. Common cold bisa diatasi dengan swamedikasi namun perilaku swamedikasi seringkali tidak didasari pengetahuan yang memadai, sehingga menyebabkan penggunaan obat yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan terhadap rasionalitas swamedikasi dan mengidentifikasi dasar pengetahuan yang digunakan masyarakat dalam memilih obat untuk swamedikasi common cold di Kelurahan Sukolilo Baru. Penelitian menggunakan desain survei cross sectional dengan metode kuantitatif analitik. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan secara langsung dan dianalisis dengan uji Spearman. Survei diikuti oleh 110 responden berusia 17-65 tahun yang pernah melakukan swamedikasi common cold. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki profil pengetahuan tinggi, namun pemahaman terhadap terapi farmakologi tergolong sedang, terutama dalam penggunaan antibiotik (72,73%) dan vitamin C (48,18%). Rasionalitas penggunaan obat swamedikasi common cold menunjukkan rasionalitas yang tinggi. Namun, indikator tepat tindak lanjut dalam kesadaran berkonsultasi dokter (48,18%) dan waspada efek samping (50%) tergolong rendah. Uji spearman menunjukkan nilai p>0.05 antara profil pengetahuan dan rasionalitas swamedikasi common cold. Hal ini mengindikasikan bahwa profil pengetahuan masyarakat tidak berpengaruh signifikan terhadap rasionalitas mereka dalam menggunakan obat untuk swamedikasi common cold di Kelurahan Sukolilo Baru.
Pengaruh Program Studi Kesehatan dan Nonkesehatan Mahasiswi terhadap Pengetahuan dan Penggunaan Jamu sebagai Pereda Dismenorea Ridzhan Mawasa; Marita Belia Putri; Virly Natalia; Anatasya Andini Setiawan; Dina Syauqina Hamid; Fauziyyah Labibah; Ihda Nuril Fitriani; Najmi MY. Tunggeng; Rosinta Dewi Anggraeni; Sapna Rizka Salsabila; Tyrzaurra Amalya Maharani; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73794

Abstract

Jamu kunyit asam mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada saat dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program studi kesehatan dan nonkesehatan terhadap pengetahuan dan penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea pada mahasiswi Universitas Airlangga. Metode penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden 200 (100 kesehatan dan 100 nonkesehatan) mahasiswi S1 dari program studi kesehatan dan nonkesehatan. Survei dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai pengetahuan tentang jamu dan  penggunaannya saat mengalami dismenorea. Dari penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna mengenai pengetahuan jamu sebagai pereda dismenorea pada mahasiswi program studi kesehatan dan nonkesehatan dengan p value 0,002. Namun, data dari penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea menunjukkan mahasiswi program studi kesehatan dan nonkesehatan tidak memiliki perbedaan yang bermakna (p value 0,101). Kesimpulannya, mahasiswi dari bidang studi kesehatan memiliki tingkat pengetahuan tentang jamu yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswi dari bidang nonkesehatan. Namun, tidak ada pengaruh signifikan perbedaan bidang studi kesehatan dan nonkesehatan terhadap penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea.
Profil Pengetahuan dan Pengelolaan Obat dalam Rumah Tangga Fania, Fania Aulia Rahma; Eisya Carnetha Novali; Diba Sudian Satta; Farah Ni'matuddini; Nanda Ayu Sari Wibowo; Lili Oktaviani Purba; Nabila Umaimah Shabira Putri; Amira Najda Maurilla Wiguna; Emya Arizka Karina Ginting; Erika Yuni Setiyo Putri; Muhammad Fakhri Arvianto; Gusti Noorrizka Veronika Achmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73796

Abstract

Pengetahuan dan pengelolaan obat-obatan di rumah tangga merupakan salah satu aspek dalam upaya menjaga kesehatan keluarga mengingat permasalahan yang timbul akibat dari kurangnya pemahaman pengelolaan obat (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang = DAGUSIBU). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pengelolaan obat dalam rumah tangga pada masyarakat Kelurahan Keputih, Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif cross-sectional dan melibatkan 188 responden yang dipilih dengan metode accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Google Form. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami konsep dasar pengelolaan obat seperti cara mendapatkan (65,7%), menggunakan (73,6%), menyimpan (74,8%), dan membuang obat (74,8%). Meskipun demikian, masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan praktik, seperti membuang obat tanpa prosedur yang benar dan menyimpan obat pada tempat yang tidak sesuai. Responden juga cenderung berhenti mengkonsumsi antibiotik sebelum waktunya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan walaupun mayoritas responden telah memahami pengelolaan obat tetapi, edukasi berkelanjutan tentang pengelolaan obat dalam rumah tangga untuk meningkatkan keamanan penggunaan obat serta mencegah dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan.
Profil Kejadian Dispepsia dan Pengetahuan terkait Dispepsia pada Siswa SMA di Surabaya Nadlira, Annisa Ummi; Hidayati, Dina; Fitriah, Aulia Rahmah; Zafira Rosyidi, Iriena Feyza; Delinda, Azalia; Liulinnuha, Syakila; Dewi, Mardiana Shinta; Berliana, Dinda Rika; Annisa, Rahadyan Nuraini; Rihadatul’aisy, Sabrina Ni’mah; Nurania, Nashwa Azizah; Yuda, Ana
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73797

Abstract

Dispepsia merupakan sekumpulan gejala klinis yang berakibat pada penurunan prestasi akademik siswa kelas XII SMA yang umumnya disebabkan oleh stres akademik serta gaya hidup yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian dispepsia pada siswa kelas XII pada beberapa SMA di Surabaya serta menggambarkan pengetahuan siswa mengenai definisi, gejala klinis, faktor risiko, dangerous symptoms, dan penanganan dispepsia. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Maret 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 159 siswa kelas XII SMA yang berusia 17 tahun atau lebih. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan melalui kode QR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa pernah mengalami kejadian dispepsia (79,9%) dan umumnya melakukan penanganan secara mandiri. Sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong kurang hingga cukup (79,2%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden tentang dispepsia dan penanganannya masih belum optimal padahal kejadian dispepsia cukup besar sehingga perlu dilakukan promosi kesehatan tentang hal-hal tersebut. Program tersebut diharapkan dapat mencegah keparahan dan perkembangan dispepsia.
Pengetahuan dan Perilaku Ibu Rumah Tangga terhadap Penggunaan Obat Bahan Alam sebagai Terapi Konstipasi Putri, Sukma Isna Rahma; Rarasati, Putri; Siregar, Miranda Yosephine Saulina; Fitriyah, Arina Wilda; Zahra, Fathimatuz; Wulandari, Melly; Aqilah, Nida Faizatul; Agustia, Syafa Habiba; Munawaroh, Putri Dinatul; Ardiana, Alma Dita; Santosa, Nadya Rachmania; Amalia, Diagram Fuzzy; Nugraheni, Gesnita; Zairina, Elida
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.74014

Abstract

Konstipasi dapat ditangani dengan penggunaan obat bahan alam seperti herbal atau jamu. Obat bahan alam dapat dipilih karena kemudahan untuk mendapatkannya, harganya terjangkau, dan jarang menimbulkan efek yang merugikan. Pengetahuan masyarakat tentang obat bahan alam berperan penting dalam menentukan tingkat penggunaannya terutama pada ibu rumah tangga karena perannya dalam menentukan terapi untuk keluarganya. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku ibu rumah tangga terhadap penggunaan obat bahan alam sebagai terapi konstipasi. Penelitian dilakukan dengan studi observasional menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan teknik accidental sampling pada ibu rumah tangga di Surabaya. Pengumpulan data dilakukan secara luring. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik dengan membuat tabel distribusi frekuensi, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji korelasi Spearman. Penelitian ini diikuti oleh 132 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Dari hasil penelitian mengenai tingkat pengetahuan dan perilaku, 57% ibu rumah tangga termasuk kategori pengetahuan sedang dan 74% memiliki perilaku positif. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku terhadap penggunaan obat bahan alam (p=0,015; r=0,211). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan program promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu rumah tangga mengenai obat bahan alam agar penggunaannya sebagai terapi konstipasi meningkat.

Page 1 of 2 | Total Record : 15