cover
Contact Name
Fahrul Basir
Contact Email
fahrulb@uncp.ac.id
Phone
+6285399753612
Journal Mail Official
pedagogy@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Latammacelling No.9 Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25023802     EISSN : 25023799     DOI : https://doi.org/10.30605/pedagogy
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitiannya. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik yang terkait dengan pembelajaran matematika.
Articles 438 Documents
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI MATEMATIKA Tagan, Nurhidayah Putri Madina; Karmila, Karmila; Basir, Fahrul; Pawenang, Sri
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i2.6907

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Lamasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lamasi. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Penentuan satuan eksperimen dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian adalah tes kemampuan literasi dan numerasi matematika siswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas siswa, dan respon siswa. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan One sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Kemampuan literasi dan numerasi matematika siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Lamasi sebelum diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi sebagian besar berada pada level PIK (Perlu Intervensi Khusus), sedangkan kemampuan literasi dan numerasi matematika siswa sesudah diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi berada pada level Cakap. 2) Keterlaksanaan pembelajaran siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Lamasi selama diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi berada pada kriteria sangat baik. 3) Aktivitas belajar matematika siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Lamasi selama diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi berada pada kategori aktif. 4) Respon siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Lamasi setelah diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi berada pada kategori sangat baik. 5) Terdapat peningkatan kemampuan literasi dan numerasi matematika siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Lamasi setelah diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi dan berada pada kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi matematika siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Lamasi.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS XI TEKNIK PENGELASAN DAN FABRIKASI LOGAM DI SMK NEGERI 1 RANAH BATAHAN Oktaviani, Tri; Rismen, Sefna; Delyana, Hafizah
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i3.6913

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik yang masih rendah menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas XI Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam di SMK negeri 1 Ranah Batahan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Postest pada satu kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes dengan 2 soal yang diberikan sebelum dan sesudah menerapkan Problem Based Learning (PBL). Pengambilan subjek Penelitian menggunakan total sampling di kelas XI Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Tes yang digunakan berbentuk essay dengan reliabilitasnya adalah 0,89. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t. Hasil uji hipotesis dengan berbantuan aplikasi minitab diperoleh P-value = 0,033 lebih kecil dari , maka hipotesis pada penelitian ini diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas XI Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam di SMK Negeri 1 Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat.
PENGGUNAAN AI BERBASIS CHATGPT DAN PAPERPAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PENYUSUNAN MODUL DAN MATERI AJAR Nurtaqiya, Nurtaqiya; Naim, M.; Ridwan Prasetya, Muhammad; Dian Anugrah; Pajriani; Nurmila
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i3.6926

Abstract

Perkembangan teknologi dibidang pendidikan semakin berkembang pesat. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau yang biasa dikenal dengan AI (Artificial Intelligence) dalam dunia pendidikan menciptakan banyak inovasi dalam pembelajaran termasuk dalam penyusunan modul dan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan AI berbasis ChatGPT dan Paperpal untuk menambah wawasan guru dalam menyusun modul dan materi ajar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review dengan menelaah berbagai artikel, jurnal, dan sumber akademik yang relevan dengan penelitian. Adapun tahap penelitian dimulai dengan pengumpulan data, kemudian klasifikasi data, lalu analisis data, dan terakhir sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ChatGPT dan Paperpal dapat mempercepat proses penulisan modul, meningkatkan kualitas bahasa, serta menyajikan materi yang lebih mudah dipahami siswa. ChatGPT diposisikan sebagai asisten kreatif yang mampu menghasilkan ide, kerangka modul, penjelasan materi, hingga variasi soal latihan, sedangkan Paperpal berperan sebagai penyunting profesional yang memastikan hasil penulisan memiliki tata bahasa yang baik, konsistensi istilah, serta sesuai dengan kaidah akademik. Penggunaan ChatGPT dan Paperpal berpotensi besar dalam mendukung guru menyusun modul dan materi ajar yang lebih berkualitas, tetapi masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji efektivitas dan dampaknya secara nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran.
REPRESENTASI METODE DAN MODEL KOMUNIKASI MATEMATIS DALAM PROSES PEMBELAJARAN PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Yongki, Suci; Hidayah, Luthfi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i3.6934

Abstract

Komunikasi matematis merupakan kemampuan untuk memahami dan mengekspresikan ide-ide matematika menggunakan simbol, notasi, dan bahasa yang tidak terikat pada objek fisik atau situasi konkret. Pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan hambatan pendengaran, penglihatan, dan intelektual, tantangan dalam menguasai abstrak komunikasi matematis sangat beragam dan memerlukan pendekatan yang disesuaikan. Penelitian ini dilakukan di SLBN Randublatung Blora. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, Metode komunikasi matematis pada ABK hambatan intelektual (Tuna Grahita) yaitu berkonsep pada prasyarat yang mendasar. Dalam metode ini harus sangat mengedepankan perihal konkrit, sensori dan berulang. Kedua, Metode komunikasi matemtis pada ABK hambatan penglihatan (Tuna Netra) yaitu menggunakan komunikasi berbasis alat bantu adaptif. Penggunaan alat bantu khusus sangat penting untuk memfasilitasi pemahaman matematis. berpusat pada pendekatan multisensori dan konsep kongkrit. Pembelajaran ini didasarkan pada sentuhan, pendengaran dan pemahaman spasial. Ketiga, Metode komunikasi matematis pada ABK hambatan Pendengaran (Tuna Rungu) harus didasarkan pada visual, bahasa isyarat dan pengalaman praktis. Pertama, Model komunikasi matematinya pada ABK hambatan intelektual (Tuna Grahita) yaitu menggunakan konsep prasyarat yang paling mendasar yaitu: pengenalan kuantitas, sensori dan kuantitas serta rutinitas dan urutan. Kedua, Model komunikasi matematis pada ABK hambatan penglihatan (Tuna Netra) yaitu metode berfokus dari pengalaman langsung dan adaptasi alat bantu. Kemudian menggunakan 3 model fase, yaitu fase Taktil (Kongkret), fase Auditori (Lisan) dan fase Simbolis (Abstrak). Ketiga, Model komunikasi matematis pada ABK hambatan pendengaran (Tuna Rungu) Peneliti menggunakan model komunikasi visual kongkrit simbolis yang diadopsi dari pengajaran matematika bagi anak dengar dan dimodifikasi dalam bentuk visual dan pengalaman langsung.Terdapat 3 model fase yaitu, fase konkrit praktis, fase semi konkrit visual dan fase simbolis abstak.
KAJIAN ETNOMATEMATIKA PADA RITUAL ADAT KEMATIAN NEBO MASYARAKAT LEWOLERE Marta Towe, Mariana; Kelen, Wilminche M.D.E.L.
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i3.6936

Abstract

Budaya adalah tradisi yang diwariskan yang bersifat turun temurun. Ritual adat merupakan tradisi yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat tertentu dan diwariskan dari generasi ke generasi. Etnomatematika dapat diartikan sebagai matematika yang dipraktikkan oleh kelompok budaya. Masyarakat sering kali tidak menyadari bahwa mereka telah menerapkan berbagai konsep matematika dalam pelaksanaan adat istiadat dan budaya mereka. Ritual adat kematian “Nebo” merupakan sebuah ritual adat dalam kebudayaan Lamaholot secara umum, namun dalam pelaksanaannya setiap daerah memiliki kekhasannya masing-masing, begitu juga dengan masyarakat Lewolere. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan aspek-aspek matematika dan aktivitas matematis yang terkandung dalam ritual adat kematian “Nebo” masyarakat Lewolere, Larantuka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskrptif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah 4 orang tokoh adat dan 3 orang masyarakat yang pernah mengikuti ritual adat kematian tersebut. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ritual adat kematian “Nebo” masyarakat Lewolere mengandung unsur-unsur matematika seperti logika, peluang, geometri, barisan dan deret. Selain itu, aktivitas tersebut juga berkaitan dengan aktivitas fundamental matematis yaitu caunting, locating, measuring, explaining.
PROSES BERFIKIR ANALITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ILMU WARIS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Dewi, Septia; Mulhamah, Mulhamah; Mahfudy, Sofyan
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i3.6942

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peneliti melihat terdapat beberapa kendala yang dihadapi siswa dalam mempelajari ilmu waris, salah satunya adalah penggunaan konsep matematika. Kemampuan berfikir analitis siswa dalam menyelesaikan masalah dapat dipengaruhi oleh gaya kognitif yang dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses berfikir analitis siswa dalam menyelesaikan masalah ilmu waris berdasarkan gaya kognitif Field Dependent dan gaya kognitif Field Independent. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan design penelitian studi kasus yang fokus pada pemahaman mendalam dan komprehensif tentang suatu kasus atau masalah dalam konteks nyata. Studi kasus ini menggunakan berbagai teknik pengumpulan data seperti tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam kemampuan berpikir analitis antara siswa dengan gaya kognitif FI (Field Independent) dan FD (Field Dependent). Siswa yang memiliki gaya kognitif FI menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah, sementara siswa dengan gaya kognitif FD belum mampu menyelesaikan masalah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING ORGANIZING REFLECTING EXTENDING (CORE) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP N 1 RAO Jumira, Fitrah; Rahmi, Rahmi; Suryani, Mulia
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i3.6950

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematis peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang menggunkaan Model Pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending lebih baik dari pada pemahaman konsep matematis peserta didik yang menerapkan pembelajaran konvensional di kelas VIII di SMP N 1 Rao. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain posttest only Control-Group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII di SMP N 1 Rao semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling), sehingga terpilih kelas VIII. 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik berbentuk uraian berdasarkan indikator dengan reliabilitas 0,374. Selanjutnya pengujian hipotesis menggunakan uji t satu pihak dengan taraf signifikansi 95%. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung = 1,479 dan ttabel = 1,681 maka thitung > ttabel dengan demikian hipotesis ditolak. Jadi dapat di simpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) tidak lebih baik dari pemahaman konsep matematis peserta didik dengan pembelajaran konvensional (Discovery Learning) di kelas VIII SMP N 1 Rao.
PENERAPAN PENDEKATAN DEEP LEARNING MENGGUNAKAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK Rizqi, Fiqri; Melisa, Melisa; Haryono, Yulia
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i3.6957

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematis peserta didik masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematis peserta didik dengan menerapkan pendekatan deep learning menggunakan TGT (Teams Games Tournament) lebih baik dari pada pemahaman konsep matematis peserta didik dengan model pembelajaran konvensional pada kelas VIII SMP Negeri 29 Sijunjung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu True Experimental Design dengan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 29 Sijunjung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah random sampling. Terpilih sebagai sampel penelitian ini adalah kelas VIII. 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes pemahaman konsep, berbentuk essay dengan reliabilitas 0,629. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan adalah uji t. Hasil uji hipotesis diperoleh P-Value = 0,008 pada taraf   =0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematis peserta didik dengan menerapkan pendekatan Deep Learning menggunakan TGT (Teams Games Tournament) lebih baik dari pada pemahaman konsep matematis peserta didik menggunakan model pembelajaran konvensional pada kelas VIII SMP Negeri 29 Sijunjung.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA BERDASARKAN KRITERIA WHATSON Suhendra, Suhendra; Nindiasari, Hepsi; Yuhana, Yuyu; Mutaqin, Anwar
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i3.6961

Abstract

Soal matematika adalah pertanyaan atau masalah yang menguji pemahaman konsep matematika dan kemampuan siswa dalam menerapkan rumus, prosedur, dan logika untuk menemukan solusi. Soal-soal ini bisa berkaitan dengan berbagai topik matematika, mulai dari aritmetika dasar hingga topik yang lebih kompleks seperti aljabar, geometri, trigonometri, kalkulus, dan lainnya. Namun, masih terdapat kesalahan yang sering terjadi dalam menyelesaikan masalah terkait geometri, khususnya pada topik bangun ruang sisi datar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur terkait kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pada topik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dengan mendokumentasikan dan mereview 20 artikel yang terindeks secara nasional,internasional, dan scopus. Kemudian artikel-artikel tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa kategori. Dari hasil penelitian, terdapat 11 artikel yang membahas mengenai kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan kriteria Watson. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa masih terdapat kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan kriteria watson. Jenis kesalahan yang paling umum adalah kesalahan prosedural, konseptual, dan Kesimpulan akhir. Kesalahan tersebut disebabkan siswa tidak memahami konsep dasar yang mendasari langkah-langkah prosedural, seperti salah menerapkan rumus atau prinsip dasar matematika dan kesalahan dalam interpretasi hasil perhitungan, di mana siswa mungkin tidak memeriksa kembali hasilnya atau salah dalam menghubungkan hasil dengan konteks soal.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR MELALUI DESAIN KESEMPATAN BELAJAR MAHASISWA JURUSAN MATEMATIKA Nasrullah, Nasrullah; Khadijah, Khadijah; Liani, Ahyani Mirah; T., Mar Athul Wazithah
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i3.6962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir aljabar mahasiswa jurusan matematika melalui desain kesempatan belajar pada mata kuliah Aljabar Linear Elementer. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek tiga orang mahasiswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui analisis hasil tugas dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan indikator kemampuan berpikir aljabar menurut Kieran (2004), yaitu generalisasi aritmetika, representasi simbolik, dan penalaran struktur matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pertama dan kedua memiliki kemampuan berpikir aljabar pada kategori sedang, sedangkan subjek ketiga menunjukkan kemampuan tinggi dengan eksplorasi konseptual yang lebih mendalam. Secara umum, mahasiswa lebih menguasai aspek generalisasi aritmetika dan representasi simbolik dibanding penalaran struktur matematis yang masih menjadi tantangan utama. Implementasi desain pembelajaran berbasis kesempatan belajar terbukti memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan kemampuan berpikir aljabar mahasiswa melalui penciptaan lintasan konseptual yang bermakna, fleksibilitas pembelajaran, integrasi teknologi spreadsheet, serta pengembangan refleksi dan metakognisi. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran yang responsif dan adaptif untuk mengoptimalkan perkembangan kemampuan berpikir aljabar mahasiswa di perguruan tinggi.