cover
Contact Name
Fahrul Basir
Contact Email
fahrulb@uncp.ac.id
Phone
+6285399753612
Journal Mail Official
pedagogy@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Latammacelling No.9 Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25023802     EISSN : 25023799     DOI : https://doi.org/10.30605/pedagogy
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitiannya. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik yang terkait dengan pembelajaran matematika.
Articles 467 Documents
PENGARUH PENERAPAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) BERBANTUAN TIKTOK PADA MATERI PELUANG TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMPN 17 KOTA JAMBI Agustina, Tria; Simatupang, Gugun Manosor; Falani, Ilham
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7475

Abstract

Kemampuan Berpikir Kreatif pada hasil belajar matematika siswa masih tergolong rendah pada tingkatan SMP. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Creative Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa di SMP Negeri 17 kota jambi. Metode penelitian ini menggunakan peneliti ekperimen menggunakan desain nonequaivalen. Populasi ini pada penelitian ini yaitu semua kelas VIII SMP Negeri 17 Kota Jambi, sampelnya ada dua kelas yaitu kelas VIII B dan Kelas VIII E. Instrumen yang digunakan untuk mengumpukan data yaitu tes kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian berdasarkan analisis uji indenpendent sample t tes  dengan signifkansi 0,00. Serta dilanjutkan menggunakan uji lanjut effect size yaitu denagn tingkat efek sangat besar yaitu 1,98
PERAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL DALAM MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SISWA Husain, Husriani; Rusli, Rusli; Yasriuddin, Yasriuddin; Musa, Hastuty
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7551

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peran pembelajaran matematika kontekstual dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan ke dalam pembelajaran matematika serta perlunya pendekatan yang menghubungkan konsep akademik dengan situasi dunia nyata. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur terhadap 180 artikel terbitan tahun 2020–2025, dengan 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) efektif meningkatkan sikap dan keterampilan kewirausahaan siswa seperti kreativitas, inisiatif, komunikasi, pengambilan keputusan, dan toleransi risiko. Strategi yang paling berhasil meliputi penerapan Project-Based Learning (PjBL) kontekstual, penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada materi aritmetika sosial, serta penggunaan bahan ajar berbasis kewirausahaan. Dampak afektif pembelajaran kontekstual lebih konsisten dibandingkan dampak kognitif terhadap nilai matematika. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu, kompetensi guru, dan sumber daya pendukung. Temuan ini merekomendasikan pentingnya pelatihan guru dan pengembangan bahan ajar kontekstual untuk memperkuat integrasi matematika dan kewirausahaan di sekolah.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ETNOMATEMATIKA ANYAMAN DAUN KOLI MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG Taihuttu, Sisilia Marcelina; Dahoklory, Andy S. K.; Sugiarto, Sigit; Rupilele, Karolina; Dadiara, Yuliyanti; Koupon, Edeleta
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7552

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis etnomatematika anyaman daun koli menggunakan aplikasi canva pada materi bangun ruang sisi lengkung. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model 4D, meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas IXF (9 siswa) sebagai uji keterbacaan, IXA (29 siswa) sebagai uji coba lapangan, serta dua guru matematika dan satu dosen pendidikan matematika sebagai validator. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, lembar keterbacaan, angket respons siswa, dan tes hasil belajar. Hasil validasi ahli menunjukkan media berada pada kategori sangat valid dengan rata-rata 96%. Uji keterbacaan dan respon siswa memperoleh rata-rata 95,10% sehingga media dinyatakan praktis. Efektivitas media ditinjau dari peningkatan hasil belajar melalui perhitungan N-gain dengan nilai 0,76 (76,27%), termasuk kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa media berbasis etnomatematika anyaman daun koli yang dikembangkan melalui canva efektif meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang sisi lengkung sekaligus mendukung pembelajaran kontekstual sesuai Kurikulum Merdeka. Media ini layak digunakan dan berpotensi dikembangkan pada materi matematika lainnya berbasis budaya lokal.
EFEKTIVITAS PENERAPAN E-MODUL DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Zufa, Ifta Khamidatu; Purnomo, Eko Andy; Mawarsari, Venissa Dian
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7563

Abstract

Pendidikan matematika di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam memfasilitasi pembelajar menyelesaikan isu-isu numerik yang terintegrasi dalam aktivitas keseharian, sehingga diperlukan solusi yang logis serta berdaya guna dalam mengoptimalkan keterampilan resolusi masalah. Penerapan E-Modul dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) menjadi solusi inovatif guna mengoptimalkan potensi analitis pelajar dalam menghadapi persoalan. Studi ini memiliki tujuan melakukan penelaahan sistematis terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang membahas efektivitas media tersebut dalam memperkuat kapasitas penyelesaian persoalan matematis. Metode yang dipergunakan merupakan Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA. Artikel dikumpulkan melalui Google Scholar dan ERIC dengan kriteria inklusi tertentu, sehingga diperoleh 30 artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa E-Modul pendekatan CRT mampu mengintegrasikan teknologi pembelajaran digital dengan nilai-nilai budaya lokal sehingga materi matematika disajikan secara kontekstual, interaktif, dan relevan dengan pengalaman nyata peserta didik. Kesimpulannya penerapan dan pengembangan E-Modul melalui pendekatan CRT efektif dalam meningkatkan skill pemecahan masalah siswa pada berbagai jenjang pendidikan.
ANALISIS STATISTIK HUBUNGAN KECEMASAN MATEMATIKA DAN SELF-EFFICACY TERHADAP PRESTASI BELAJAR KALKULUS MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA Samaray, Silvana
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7569

Abstract

Kecemasan matematika dan self-efficacy merupakan faktor afektif yang dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam memahami materi Kalkulus. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecemasan matematika dan self-efficacy dengan prestasi belajar Kalkulus pada mahasiswa Program Studi Teknik Informatika. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif yang memanfaatkan rancangan ex post facto. Penelitian melibatkan 53 mahasiswa semester tiga yang tengah menjalani perkuliahan Kalkulus serta telah melalui proses Ujian Tengah Semester. Data dikumpulkan melalui kuesioner kecemasan matematika dan kuesioner Self-efficacy berbasis skala Likert, serta nilai Ujian Tengah Semester sebagai indikator prestasi belajar. Analisis yang digunakan meliputi uji statistik deskriptif, uji korelasi Pearson dan uji regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa kecemasan matematika berhubungan negatif signifikan dengan prestasi belajar (r = –0.781, p = 0.000), sedangkan self-efficacy berhubungan positif signifikan dengan hasil belajar (r=0.762, p=0.000). Secara simultan, kedua variabel terbukti memiliki dampak signifikan terhadap prestasi belajar Kalkulus (F = 48.112; p = 0.000, R² = 0.658). Temuan ini menunjukkan bahwa aspek afektif perlu diperhatikan dalam pembelajaran Kalkulus khususnya pada mahasiswa Teknik Informatika, sehingga strategi pengajaran yang mampu mengurangi rasa cemas serta memperkuat self-efficacy perlu diintegrasikan dalam proses perkuliahan.
PENGARUH MODEL BRAIN-BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI SELF-EFFICACY Suhendra, Suhendra; Novaliyosi, Novaliyosi; Yuhana, Yuyu
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7576

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji hipotesis mengenai pengaruh model Brain-Based Learning (BBL) dan model ekspositori terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari self-efficacy siswa. Secara khusus, penelitian ini menguji: (1) apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang dibelajarkan dengan model BBL dan ekspositori, (2) apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah, serta (3) apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2×3. Subjek penelitian terdiri atas satu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan model BBL dan satu kelas kontrol dengan model ekspositori, yang selanjutnya dikelompokkan berdasarkan kategori self-efficacy. Data dikumpulkan melalui tes uraian kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket self-efficacy. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, uji-t independen, dan ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan model BBL secara signifikan lebih tinggi dibandingkan model ekspositori. Self-efficacy juga berpengaruh signifikan, di mana siswa dengan self-efficacy tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah lebih baik daripada siswa dengan self-efficacy sedang dan rendah. Namun, tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.
EFEKTIVITAS MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA Ipat, Ipat; Novaliyosi, Novaliyosi; Nindiasari, Hepsi; Syamsuri, Syamsuri
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7589

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas model Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa melalui metode Systematic Literature Review (SLR) pada 15 artikel terbitan tahun 2020-2025 yang memenuhi kriteria relevansi dan kualitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa Discovery Learning, khususnya model Guided Discovery Learning, secara konsisten meningkatkan kemampuan refleksi siswa melalui proses penemuan yang mencakup pengamatan, pengajuan hipotesis, eksplorasi konsep, dan evaluasi strategi penyelesaian masalah. Berbagai media pembelajaran seperti Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis penemuan, modul digital, aplikasi GeoGebra, dan platform Learning Management System (LMS) turut memperkuat proses refleksi dengan memberikan peluang bagi siswa untuk meninjau dan memvalidasi pemahaman. Namun, implementasi model ini masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kesiapan siswa, serta kemampuan guru dalam memberikan scaffolding yang efektif. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan pembelajaran yang sistematis dan dukungan profesional bagi guru agar penerapan Discovery Learning dapat optimal. Kajian ini diharapkan menjadi referensi bagi pendidik dan peneliti dalam mengembangkan strategi pembelajaran matematika yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis secara efektif.
STUDI DESKRIPTIF KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMK PADA MATERI FUNGSI KELAS XI Fadilah, Choirunisa Fitri; Novaliyosi, Novaliyosi; Mutaqin, Anwar
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7594

Abstract

Kemampuan koneksi matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika karena memungkinkan siswa mengaitkan konsep-konsep matematika se cara bermakna, baik antar topik dalam matematika maupun dengan konteks bidang studi lain dan kehidupan sehari-hari. Namun, kemampuan ini sering kali masih rendah, khususnya di lingkungan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang menuntut keterkaitan antara matematika dan aplikasi kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa SMK pada materi fungsi kelas XI berdasarkan tiga indikator utama, yaitu: (1) memahami hubungan antar topik matematika, (2) menerapkan matematika dalam bidang studi lain atau kehidupan sehari-hari, dan (3) menerapkan hubungan antar topik matematika dan disiplin ilmu lain. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik tes sebagai instrumen utama, diberikan kepada 30 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata dan kategori kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa secara keseluruhan berada pada kategori rendah dengan skor rata-rata 6,1 dari 12 (≈51%). Indikator pertama merupakan aspek yang paling baik dikuasai dengan rata-rata 3,2, sedangkan indikator kedua dan ketiga berada pada kategori rendah dengan masing-masing skor rata-rata 2,1 dan 1,8. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun siswa mampu mengidentifikasi hubungan dasar antar konsep fungsi, siswa masih kesulitan dalam mengaplikasikannya pada konteks kehidupan nyata dan bidang kejuruan. Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang dapat menunjang indikator kemampuan koneksi matematis bagi siswa.
PERAN AUGMENTED REALITY (AR) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SPASIAL SISWA PADA PEMBELAJARAN GEOMETRI: KAJIAN LITERATUR Najamuddin, Najamuddin; Makmur, Makmur; Sukmawati, Sukmawati; Nirfayanti, Nirfayanti
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan pemahaman spasial siswa pada pembelajaran geometri. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan metode Systematic Literature Review (SLR) yang melibatkan proses identifikasi, seleksi, dan evaluasi literatur secara sistematis. Pencarian literatur dilakukan melalui database akademik seperti Google Scholar, ScienceDirect, SpringerLink, dan Garuda dengan rentang publikasi 2020–2025. Dari 42 publikasi yang ditemukan pada tahap awal, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi, yakni penelitian yang membahas penggunaan AR dalam pembelajaran matematika atau geometri, mengukur kemampuan spasial, serta dipublikasikan dalam jurnal atau prosiding bereputasi dan tersedia dalam bentuk teks lengkap. Analisis dilakukan secara kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi pola temuan dan tema utama dari penelitian terdahulu. Hasil sintesis menunjukkan bahwa AR berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan visualisasi spasial, rotasi mental, dan representasi geometri siswa melalui visualisasi interaktif tiga dimensi dan pengalaman belajar imersif. Selain itu, keberhasilan implementasi AR dipengaruhi oleh desain pedagogis berbasis konstruktivisme, kompetensi teknologi guru, serta kesiapan infrastruktur. Penelitian ini menegaskan bahwa AR merupakan media pembelajaran transformatif yang mampu memperkuat pembelajaran geometri secara lebih kontekstual dan bermakna. Temuan ini memberikan dasar teoretis dan praktis bagi pengembangan inovasi pembelajaran digital yang adaptif dan berkelanjutan di era teknologi pendidikan modern
ANALISIS KESALAHAN MATEMATIS SISWA SMA BERDASARKAN PENDEKATAN NEWMAN’S ERROR ANALYSIS (NEA) PADA MATERI PELUANG Salam, Mutiara; Sundayana, Rostina
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan matematis siswa SMA dalam menyelesaikan soal materi peluang berdasarkan pendekatan Newman's Error Analysis (NEA). NEA membagi proses penyelesaian soal menjadi lima tahap: membaca soal (reading), memahami makna (comprehension), mentransformasikan ke model matematika (transformation), melakukan perhitungan (process skill), dan menuliskan hasil akhir (encoding). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 28 siswa kelas XII SMAN 16 Garut yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes tertulis berupa lima soal uraian pada materi peluang, wawancara, dan dokumentasi lembar jawaban. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan paling dominan terjadi pada tahap transformation (39%) yang menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami hambatan dalam mengubah soal cerita menjadi model matematika, termasuk menentukan ruang sampel dan jenis peristiwa. Pada tahap process skill (35%) siswa masih salah dalam melakukan proses perhitungan seperti kombinasi dan permutasi. Pada tahap comprehension (15%) sebagian siswa masih mengalami kesulitan memahami konteks dan informasi penting yang diminta dalam soal. Pada tahap encoding (10%) siswa masih menulis penyajian jawaban akhir yang tidak lengkap atau kurang tepat. Pada tahap reading (1%) menunjukkan bahwa hampir semua siswa mampu membaca dan mengenali informasi dasar pada soal. Temuan ini menyimpulkan bahwa kesulitan utama siswa dalam materi Peluang bukan pada pemahaman informasi dasar, melainkan pada kemampuan mentransformasikan soal ke model matematika dan proses perhitungan. Dengan begitu, rekomendasi untuk pembelajaran ditekankan pada penguatan konsep istilah peluang, visualisasi model matematis, dan pemberian scaffolding untuk meningkatkan akurasi proses perhitungan.