cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 970 Documents
Tatalaksana Platelet Rich Plasma Pada Pasien Chronic Venous Leg Ulcer Adjie, Sugih Primas; Kariosentono, Harijono; Mulianto, Nurrachmat; Dharmawan, Nugrohoaji; Primisawitri, Pratiwi Prasetya
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.4872

Abstract

Latar belakang: Ulkus kronis pada ekstremitas bawah salah satunya yaitu ulkus venosum. Ulkus venosum didefinisikan sebagai lesi terbuka antara sendi lutut dan pergelangan kaki yang terjadi karena penyakit vena. Tantangan dalam mengobati VLU adalah kekambuhan yang sering terjadi maka terapi luka tingkat lanjut harus dipertimbangkan. Platelet rich plasma (PRP) sebagai terapi adjuvan pengobatan ulkus venosum dan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Kasus: Seorang laki-laki berusia 55 tahun dengan keluhan luka yang sulit sembuh sejak dua tahun yang lalu. Pemeriksaan status dermatovenereologi pada regio ekstremitas inferior desktra nampak ulkus multipel dengan ukuran terbesar 9 cm x 5 cm x 0.5 cm, dengan dasar eritem dan serum tanpa disertai pus, nekrosis, nekrotik dan darah. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan obesitas derajat II dengan Indeks Masa Tubuh (IMT) 44,29. Pasien diberikan terapi Platelet Rich Plasma (PRP) setiap tujuh hari, Kompres luka dengan cairan NaCl 0,9% selama 10 menit dilanjutkan dengan mupirosin 2% salep dan ditutup dengan menggunakan plester hidrokoloid yang dilakukan per 24 jam. Evaluasi pada minggu ke-6 terapi PRP, pasien menunjukkan adanya perbaikan klinis pada luka. Diskusi: Kandungan PRP terdiri dari banyak faktor pertumbuhan untuk mempercepat penyembuhan luka dan angiogenesis. Trombosit mengandung faktor pertumbuhan yang memicu efek biologis yang merupakan kunci dalam proses perbaikan dan regenerasi jaringan.
A Hybrid Fuzzy-AHP and Combined Compromise Solution (CoCoSo) Approach for The Solution of Greenhouse Gas Reduction Project Selection : Study Case in Nickel Mining Company Muttaqi, Muhamad Firdaus; Singgih, Moses Laksono
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.4874

Abstract

This study introduces a novel decision-making approach for the nickel mining industry by integrating the hybrid fuzzy-Analytical Hierarchy Process (fuzzy-AHP) and the Combined Compromise Solution (CoCoSo) method to simultaneously evaluate and prioritize decarbonization project alternatives. This hybrid approach effectively addresses uncertainty in multi-criteria assessments while enabling balanced and rational trade-offs between competing alternatives. The research is motivated by increasing global pressure on Indonesia's nickel mining sector to adopt sustainable green mining practices, particularly by reducing greenhouse gas (GHG) emissions (CO?-eq) by approximately 29% in 2030. A leading integrated nickel mining and processing company in Indonesia is currently assessing various strategic projects to meet this decarbonization target. To support this evaluation, the fuzzy-AHP method is employed to handle the inherent uncertainty in weighting multiple criteria, while the CoCoSo method is used to rank the proposed projects based on those criteria. The evaluation covers environmental, technical, financial, and supply-related aspects. A sensitivity analysis is also conducted to test the robustness of the results against changes in the weightings of the decision criteria. The results indicate that the most influential criteria are GHG emission reduction (30.4%), system impact (26.8%), and technology feasibility (16.1%), while OPEX (9.9%), CAPEX (8.5%), and raw material supply (8.4%) are less influential. The project titled "Biomass for Kiln" is identified as the top-priority alternative, although it is highly sensitive to a decrease in the emission reduction weight and an increase in CAPEX weight. Conversely, the "Hydrotreated Vegetable Oil (HVO)" project consistently ranks the lowest in priority. These findings provide comprehensive data-driven insights to support company decision-makers in selecting the most strategic project for achieving sustainability goals.
Reformulasi Garis Besar Haluan Negara dalam Kerangka Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan Bahri, Samsul; Abustan, Abustan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.4882

Abstract

Tujuan penelitian; untuk mengetahui, menjelaskan, dan memahami tentang aturan dasar mereformulasi Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) didalam kesisteman tatanegara Indonesia serta konsep rekonstruksi GBHN setelah terjadi perubahan konstitusi. Teori yang dipergunakan terdiri atas negara-hukum, kekuasaan-presiden dan arah kebijakan negara. Penelitian digunakan adalah penelitian hukum normatif. Simpulan; bahwa terjadinya dinamisasi dalam ketatanegaraan di Indonesia dijewantahkan dan dilakukan penyesuaian terhadap haluan negara yaitu GBHN. Untuk masa mendatang, GBHN materinya semestinya memuat penormaan yang mendasar terhadap arah dan apa yang dicita-citakan dalam mencapai tujuan secara nasional. Muatan penormaan tersebut sebagai pijakan bagi kelembagaan pemerintahan. Dengan adanya era baru yaitu reformasi tidak lagi kenal ”GBHN” yang sebelumnya dijadikan acuan kedalam pembangunan terencana berjangka panjang disebut RPJP. Diamandemennya konstitusi di era reformasi, presiden yang telah terpilih diberikan wewenang untuk membuat perumusan pembangunan berjangka panjang secara nasional disebut RPJPN. Hal ini menimbulkan terkesan bahwa sebagai visi dan misi RPJPN sebagai visi misi presiden dan partainya. Konsep reformulasi GBHN diperlukan setelah Amandemen kelima UUD disebabkan tidak dinyatakan bahwa Pancasila menjadi landasan yang mendasari didalam menyelenggarakan kepemerintahan berimplikasi terhadap semangat kekeluargaannya, gotong-royongnya, persaudarannya, toleransinya dan etika ketimurannya sebagai norma dan nilai keluhuran atas budaya yang dimiliki oleh bangsa menjadi terkikis. Reformulasi GBHN dilihat dari segi filosofis, di dalam merencanakan pembangunan bangsa terdapat landasan idiil yaitu Pancasila serta konstitusi.
“Peran Modal Sosial dalam Transformasi Pesantren Menuju Komunitas Ekologis Berkelanjutan”: Studi Kasus Pesantren Ath Thaariq Br Siregar, Steffi Tamaiko; Kibas, Rianti Jihan Mawarni
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.4911

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran modal sosial dalam mendukung keberlanjutan komunitas di Pesantren Ekologi Ath-Thaariq. Pesantren yang dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan praktik ekologi melalui konsep Green Islam, agroekologi, dan ekofeminisme. Dalam kerangka teori modal sosial oleh Putnam (2000), penelitian ini mengidentifikasi aspek jaringan sosial, norma, dan kepercayaan, serta bagaimana ketiganya bersinergi dalam konteks pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren membangun jaringan sosial yang luas melalui kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas lintas agama. Norma sosial yang diterapkan mencerminkan kombinasi nilai-nilai lokal (budaya Sunda), nilai agama (rahmatan lil alamin), serta prinsip-prinsip ekologis dan kesetaraan gender. Kepercayaan yang tinggi terhadap pemimpin pesantren yaitu Nissa Wargadipura menjadi dasar yang kuat dalam membangun kohesi sosial dan partisipasi kolektif. Studi ini menyimpulkan bahwa modal sosial menjadi pilar penting dalam membentuk komunitas pesantren yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan secara ekologis dan sosial. Penelitian ini merekomendasikan penguatan struktur kelembagaan, sistem dokumentasi, serta optimalisasi teknologi digital sebagai langkah strategis untuk memperkuat modal sosial dan keberlanjutan pesantren.
Effect of Tutesin Media Utilization on Learning Outcomes Reviewed from Learning Motivation of Second Grade Students at SDN Sidoklumpuk Sidoarjo Desiningrum, Noviana; Suryandari, Savitri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i1.4916

Abstract

This study aims to find out (1) the difference in learning outcomes between students who participate in learning using tutoring media and students who follow conventional learning, (2) the effect of interaction between learning strategies and student learning motivation on learning outcomes, (3) differences in learning outcomes between students who participate in learning using tutoring media and students who follow conventional learning in students who have high learning motivation, and (4) differences in learning outcomes between students who participate in learning using tutoring media compared to students who follow conventional learning in students who have low learning motivation. The data obtained were analyzed by two-path variance analysis with the F-test. The results showed that: (1) There was a difference in learning outcomes between students who participated in learning using tutoring media and students who participated in conventional learning (FA = 5.008 with p < 0.05), (2) There was an effect of interaction between learning strategies and learning motivation on learning outcomes (FAB = 36.762 with p<0.05); (3) In students who have high learning motivation, there is a difference in learning outcomes between students who follow learning using tutesin media and students who follow conventional learning (t-count = 5,870 > t-table = 1,960), and (4) In students who have low learning motivation, there is a difference in learning achievement between students who follow learning using tutesin media and students who follow conventional learning (t-count = 2,705 > t-table = 1,960). It can be concluded that the implementation of learning using tutoring media has an effect on learning outcomes in grade II students of SDN Sidoklumpuk Sidoarjo.
Toward Sustainable Food Crop Agriculture In Rural Area By Employing Social Entrepreneur And Penta Helix Approaches: Systematic Literature Review Sukarli, Sukarli; Syahni, Rahmat; Elfindri, Elfindri; Tanjung, Hery Bachrizal
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i1.4950

Abstract

Ideally, tropical countries have great potential in agricultural resources, but the fact is that the agricultural world in most tropical countries, especially in rural areas, is often hampered in development due to many factors, including an understanding of various problems and governance systems that still do not work optimally. Basically, sustainable agriculture (SA) can be realized optimally if the dimensions, especially socio-economic-environment, are able to run synergistically. Socio-economic functions supported by a conducive environment are key in efforts to realize SA. In this study, we have conducted a Systematic Literature Review which aims to analyze various problems in an effort to improve SA performance based on the synergy of these dimensions, especially for the case of food crop agriculture. We emphasize attention to the phenomenon of social entrepreneurship (SE) which of course demands the synergy of existing key dimensions. In addition, we also conducted a literature review that discusses the phenomenon of multi-helix implementation to improve the performance of a managerial system involving multi-stakeholders. We find that the literature describing multi-helix models (e.g. penta-helix) to support the performance of SA systems is still very rare. Even throughout the search that we have done, there have been no reports that specifically discuss the penta-helix (PH) model, especially in the case of food crop agriculture. The results of this study are expected to be a guide for academics and all interested parties in understanding the SE phenomenon more deeply and the potential for PH implementation, especially for the case of food crop agriculture.
Kearifan Lokal dan Kebijakan Publik: Harmonisasi Kebijakan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah Hikmah, Nurul; Pratama, Rio; Dyah Pangestu, Pambajeng Luluh
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.4958

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah merupakan isu ekologis, sosial, budaya, dan kebijakan publik yang kompleks. Kebijakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dalam penerapannya cenderung bersifat top-down dengan menekankan pada larangan total pembakaran lahan serta penegakkan hukum. Pendekatan kebijakan ini dalam penerapannya sering menimbulkan konflik ditingkat lokal karena dianggap mengabaikan praktik kearifan lokal masyarakat adat yang selama berabad-abad telah menggunakan metode pembakaran lahan terkendalai dalam sistem pertanian ladang berpindah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa secara mendalam terkait kebijakan pengendalian karhutla, peran kearifan lokal, serta peluang keduanya dalam harmonisasi kebijakan di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review, data diperoleh dari dokumen kebijakan, artikel ilmiah, dan laporan dari lembaga-lembaga terkait. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya ketidak cocokan antara regulasi formal dengan praktik kearifan lokal yang kemudian memicu konflik hukum dan sosial. Meskipun demikian, praktik pembukaan lahan dengan metode pembakaran terkendali berbasis pengetahuan lokal terbukti mampu meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan jika dilakukan sesuai dengan norma lokal. Hasil analisa mengungkapkan pentingnya harmonisasi kebijakan dengan memberikan pengakuan hukum terhadap kearifan lokal, pengelolaan bersama, dan integrasi pengetahuan tradisional dengan ilmiah. Temuan dalam penelitian ini menunjukan bahwa pendekatan kebijakan yang kolaboratif dan inklusif dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan pengendalian karhutla sekaligus menjaga kelestarian ekologis dan keberlanjutan kearifan lokal masyarakat adat di Kalimantan Tengah.
Perancangan Model Bisnis dengan Triple Layered Business Model Canvas Untuk Pengembangan Event Festival Budaya Desa Wisata Meat Toba Samosir Pasaribu, Asmara Wildani; Rangkuti, Maryam Monika
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i1.4960

Abstract

Pengembangan desa wisata berbasis budaya memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian lokal dan pelestarian kearifan lokal. Festival budaya sebagai salah satu daya tarik utama memerlukan model bisnis yang terstruktur agar berkelanjutan dan berdampak luas. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk merancang model bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model bisnis festival budaya di Desa Wisata Meat, Kabupaten Toba Samosir, dengan menggunakan pendekatan Triple Layered Business Model Canvas (TLBMC), yang mencakup dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial secara holistik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan festival budayatersebut. Hasil SWOT kemudian digunakan sebagai dasar dalam merancang TLBMC. Luaran yang ditargetkan dari penelitian ini adalah tersusunnya model bisnis terintegrasi berbasis TLBMC yang dapat digunakan sebagai panduan strategis oleh pengelola desa wisata dan pemangku kepentingan lainnya. Model ini diharapkan mampu meningkatkannilai ekonomi lokal, mendukung pelestarian budaya, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
National Digital Transformation as an Instrument in Accelerating the Leadership Transformation of Indonesia's Young Generation Sutiono, Pribadi; Roedyati, Joevi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i1.4978

Abstract

The rapid evolution of technology and the ongoing digital transformation are fundamentally reshaping the nature of leadership, particularly for the younger generation in emerging economies like Indonesia. This creates an urgent need to understand the competencies required for future leaders to navigate this new landscape effectively. This study investigates the leadership styles of Indonesia's future young generation, focusing on identifying the defining characteristics of effective leadership in a digitally accelerated era. Using a qualitative research approach, the study employed semi-structured interviews with emerging leaders from diverse sectors such as business, education, technology, and social activism. Thematic analysis of the data revealed key leadership traits, including adaptability, digital fluency, collaborative orientation, and a strong sense of ethical and inclusive practice. The findings highlight that effective future leadership is not only about individual skills but is also deeply intertwined with the broader national digital ecosystem, including infrastructure and supportive policies. The study concludes that fostering these competencies through integrated educational, training, and policy initiatives is essential for developing a generation of leaders capable of driving sustainable innovation and inclusive growth in Indonesia's digital future.
How Substantial is the Effect of Polyhexamethylene Biguanide (PHMB) Irrigation Solution on a Wound's Biofilm? Tanaka, Ferdian; Sandakh, Shaza Nathasya; Hananto, Geovan; Pamuji, Maurin A.; Arviansyah, Arviansyah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.4982

Abstract

Background: Biofilm as a key component that contributes to the development of chronic wounds can increase the resistance of bacteria to antiseptic solutions. The current standard procedure for wound care involves the use of wound cleansing solutions such as povidone-iodine, chlorhexidine, and normal saline. Each of these solutions has limitations. One of the newer wound cleansing solutions is Polyhexamethylene Biguanide (PHMB). PHMB is known to inhibit the formation and disrupt the structure of biofilm. This study aims to conduct a systematic review and meta-analysis to evaluate the effectiveness of using PHMB as a wound irrigation solution in reducing biofilm in wounds. Methods: PubMed, Mendeley, ScienceDirect, and Cochrane were used as a database using the keywords for the analysis . Further exclusion using PICO criteria left us with  5 studies that met the inclusion criteria. Results: Our findings demonstrated a significant improvement in irrigation with PHMB group compared to the control group (MD= -5.09, 95% CI -8.40 to -1.78, p= 00001, I2= 99%,), there was significant biofilm reduction with the PHMB group compared to the control group (RD= 0.74, 95% CI 0.56 to 0.91, p= 00001, I2= 0%). Conclusion: Compared to standard wound irrigation solutions, PHMB presents several advantages. It acts as a potent bactericidal agent against biofilm-forming microbes, including both Gram-positive (Staphylococcus aureus and MRSA) and Gram-negative bacteria (Pseudomonas aeruginosa). Additionally, PHMB is effective against fungi (Candida albicans), does not induce pain, and is non-toxic to healthy cells and granulation tissue.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue