cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 271 Documents
Perancangan Tourism Display Board untuk Objek Wisata Pasar Terapung Lok Baintan Karunia Puji Hastuti; Nevy Farista Aristin; Aswin Nur Saputra; Faisal Arif Setiawan
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.6110

Abstract

AbstractLok Baintan Floating Market is a leading tourist attraction on a national scale. Completeness of facilities is the main requirement as a support for tourist attractions. The existence of a tourism display that contains information on tourist destinations is very important for tourists. The purpose of the service activity is to provide knowledge about the management of tourism places through the design of information boards Tourism displays provide the information tourists need in tourist attractions. Tourism displays can be information about tourist attractions, such as geographical conditions, history, prices, prohibitions, and warnings in tourist attractions. The limited availability of tourism displays in tourist attractions is caused by several things such as immature planning of tourist attraction, the results of needs analysis that have not listed them, and minimal knowledge of making information boards. The design of tourist information boards is a solution to introduce the culture of tourism promotion. The results of the service showed that 96% of the community felt very satisfied. The design of information boards can be a mobilizer for local people to increase knowledge related to tourism promotion. Keywords: tourism, tourist attractions, tourism display board AbstrakPasar Terapung Lok Baintan merupakan atraksi wisata unggulan berskala nasional. Kelengkapan fasilitas merupakan syarat utama sebagai pendukung atraksi wisata. Keberadaan tourism display yang berisi informasi destinasi wisata sangatlah penting bagi para wisatawan. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan tempat pariwisata melalui perancangan papan informasi.  Tourism display menyediakan informasi yang dibutuhkan wisatawan di tempat wisata. Tourism display dapat berupa informasi tentang tempat wisata, seperti kondisi geografi, sejarah, harga, larangan, dan peringatan di tempat wisata. Terbatasnya ketersediaan tourism display di tempat wisata disebabkan oleh beberapa hal seperti belum matangnya perencanaan ruang tata kelola tempat wisata, hasil analisis kebutuhan yang belum mencantumkannya, dan pengetahuan teknis pembuatan papan informasi yang minim. Perancangan papan informasi wisata merupakan solusi untuk mengenalkan budaya promosi wisata. Hasil pengabdian menunjukkan 96% masyarakat merasa sangat puas. Perancangan papan informasi dapat menjadi penggerak masyarakat lokal untuk menambah pengetahuan terkait promosi wisata. Kata kunci: pariwisata, atraksi wisata, papan informasi wisata 
Pelatihan Perencanaan dan Pengendalian Mutu Beton dengan Optimalisasi Potensi Material Lokal/Limbah Industri di SMK Negeri 2 Banjarbaru Kalimantan Selatan Ratni Nurwidayati; Nursiah Chairunnisa; Ade Yuniati Pratiwi; Mariamah Mariamah; Anita Oktavia
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.5790

Abstract

SMK Negeri 2 Banjarbaru has two competencies from their expertise packages, the Construction and Property Business and Modeling Design and Building Information. However, the academic community lacks knowledge about the procedures for mixing normal concrete and concrete using local waste and the procedures for testing destructive and non-destructive concrete. One of the wastes used is fly ash. Tests for concrete quality control can be carried out by two methods: destructive and non-destructive tests. The destructive test is carried out with a compressive strength test and a tensile strength test of concrete/concrete splitting strength, while a non-destructive test is a hammer test. So that the solution offered is to provide training on planning and quality control of concrete by optimizing the potential of local materials/industrial waste. After the event, the academic community of SMKN 2 Banjarbaru has increased concerning normal concrete mixing and the use of local waste according to SNI standards and quality control of concrete testing in the field using destructive and non-destructive testing methods.
Pelatihan Dasar Kader Posyandu Fakultas Kedokteran Gigi Dalam Upaya Penanggulangan Gigi Berlubang Renie Kumala Dewi; Maharani Laillyza Apriasari; I Wayan Arya Krisnawan Firdaus
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.6170

Abstract

Kesehatan mulut dan gigi merupakan suatu hal yang penting, maka usaha perawatan kesehatan mulut dan gigi perlu dibina sejak dini. Masyarakat Desa Pulau Sugara sebagian besar masih menggunakan air sungai dalam kehidupan sehari-hari sehingga perlu dilakukan penyuluhan terhadap penggunan air sungai terhadap Kesehatan mulut dan gigi anak. Kader posyandu adalah anggota masyarakat yang dipilih untuk menangani masalah-masalah kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut. Metode pelatihan dilakukan bersama KAPORAGI (Kader Posyandu Fakultas Kedokteran Gigi) dipilih dan dilatih oleh Tim/peserta kegiatan PKM FKG ULM untuk dapat memberikan penyuluhan kesehatan mulut dan gigi pada saat melakukan posyandu serta memeriksa rongga mulut anak apakah terdapat lubang pada giginya kemudian dicatat dalam odontogram kedokteran gigi seperti pada acuan buku pedoman kesehatan mulut dan gigi bagi KAPORAGI yang telah dibuat oleh Tim/peserta kegiatan PKM FKG ULM, sehingga segera dapat dijadwalkan untuk dirujuk ke Puskesmas terdekat untuk melakukan perawatan gigi dan mulut pada anak tersebut. Kegiatan pelatihan ini secara keseluruhan dapat dikatakan baik dilihat dari ketercapaian tujuan pelatihan, antusiasme peserta pelatihan, dan pengetahuan para orang tua yang masih sedang (64,7%) mengenai Kesehatan mulut dan gigi yang didapatkan melalui pengisian kuesioner pada waktu pelaksanaan kegiatan sehingga perlu peran KAPORAGI memberikan pengetahuan kesehatan mulut dan gigi anak yang tinggal di pinggiran sungai dan menjaring karies gigi pada anak usia dini sehingga segera tertangani dan tidak terjadi kerusakan yang lebih parah pada gigi anak.
Pemanfaatan Arang Batok Kelapa Sebagai Media Filter Air Untuk Media Pembelajaran di Jombang Linda Silvia; Fahmi Astuti; Sri Yani Purwaningsih; Yoyok Cahyono; Agus Purwanto; Darminto Darminto; Mochamad Zainuri
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.5871

Abstract

Pada umumnya pelajaran fisika dianggap sebagai pelajaran yang tidak mudah oleh kebanyakan siswa. Walaupun sebagaimana kita ketahui pemanfaatan ilmu fisika sangat banyak dalam kehidupan nyata. Salah satunya penggunaan arang batok kelapa sebagai media filter air. Salah satu tujuan kegiatan abdimas ini agar siswa mampu dan memahami pengaplikasian pelajaran fisika dalam kehidupan sehari-hari dan guru juga memiliki strategi pembelajaran berbasis aplikasi untuk membuat siswanya tertarik terhadap mata pelajaran fisika dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di alam cukup melimpah dan harga murah. seperti arang batok kelapa. SMA A Wahid Hasyim Tebuireng Jombang mempunyai jumlah siswa yang cukup banyak yang berasal dari berbagai macam daerah di Jombang sebagai sasaran diharapkan dapat memberikan manfaat untuk mengaplikasikan teknologi filter air di daerahnya dan membagi pengetahuan kepada teman atau masyarakat disekitarnya terutama daerah yang rawan air bersih. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa siswa dan guru sangat antusias mengikuti kegiatan dan hasil filter air berbasis arang batok kelapa mampu meningkatkan kualitas air sekitar 50% yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran.
Tantangan Perguruan Tinggi Negeri dalam Kesiapan untuk Berubah Neka Erlyani; Fendy Suhariadi; Rakhman Ardi; Ahmad Alim Bachri
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.4746

Abstract

Era global menuntut segala sektor bersiap menghadapi era VUCA tak kecuali Perguruan Tinggi Negeri (PTN). PTN tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tetapi juga suatu entitas korporasi penghasil ilmu yang perlu bersaing untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Banyak PTN sudah melakukan reformasi tata Kelola Pendidikan untuk menjadi PTN yang berdaya saing. Tiga jenis statuta tata Kelola PT yaitu Satker, PTN BLU, dan PTN BH. Kesiapan untuk berubah menjadi kunci dalam rangka PTN untuk menanggapi dengan cepat dan berhasil berubah. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan terkait kesiapan untuk berubah PTN. Metode kegiatan berupa seminar online melalui aplikasi Zoom Meetings dengan tema “Tantangan Perguruan Tinggi Negeri dalam Kesiapan untuk Berubah” terbagi menjadi 3 sesi penyampaian materi. Peserta berasal dari pegawai PTN di Indonesia yang berjumlah 105 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta memahami konsep kesiapan untuk berubah dan aplikasinya dalam rangka menuju perubahan status PTN. Kegiatan ini penting dilaksanakan karena untuk melakukan perubahan status PTN salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada Sumber Daya Manusia akan pentingnya perubahan karena SDM merupakan faktor penentu dalam kesuksesan perubahan organisasi.
Pelatihan Pembukuan Usaha Bagi Kelompok Pembudidaya Ikan Papuyu di Kampung Papuyu Kabupaten Banjar Leila Ariyani Sofia; Muhammad Adnan Zain; Elmiwia Rani Baturante; Ulya Israilah Nor; Nurul Huda; Dewi Ratna Sari; Muhammad Syawal Adeputra
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.6571

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan penyusunan pembukuan usaha kepada kelompok pembudidaya ikan papuyu. Metode yang diterapkan terdiri dari penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi.  Pelaksanaan pengabdian telah memberikan perubahan pengetahuan anggota pokdakan terhadap pembukuan usaha dari 19,15 (47,88%)  meningkat menjadi 32,69 (81,73%).  Kegiatan pengabdian juga meningkatkan kemampuan anggota pokdakan dalam menyusun pembukuan sederhana yang mudah mereka pahami sehingga pengoperasiannya dapat diseragamkan.  Pembukuan yang diajarkan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan produksi serta profitabilitas usaha yang dijalankan pokdakan di Desa Karang Intan Kabupaten Banjar.Kata kunci: bisnis, ikan papuyu, manajemen, pembukuan, pokdakan
Pelatihan Produksi Sabun Cair dari Crude Palm Oil (CPO) di Desa Jilatan Kabupaten Tanah Laut Dalam Rangka Pencegahan Covid 19 Susi Susi; Arief Rahmad Maulana Akbar; Rini Hustiany; Tanwirul Millati; Alan Dwi Wibowo; Dessy Maulidya Maharani; Agung Cahyo Legowo
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.6109

Abstract

Prevention of the COVID-19 virus can be done by regularly washing hands or using hand sanitizer. This step can prevent the COVID-19 virus from sticking to the surface of the skin.. Therefore, the availability of hand washing soap is urgent as an initial step for corona prevention. The availability of hand soap can be provided independently in the community because the liquid laundry soap can be processed with palm oil. It can be an opportunity for the palm oil community to produce and fulfill the needs community. Handling problems by the community in the era of the covid 19 pandemic are related to understanding and insight for preventing Covid 19 from the family environment, one of which is the awareness of washing hands as often as possible using soap. Therefore, knowledge of producing crude palm oil-based liquid soap in communities around oil palm plantations as well as knowledge of the role of palm-based liquid soap for sanitation and entrepreneurial opportunities are good. This community service activity was conducted through counseling and training related to the manufacture of crude palm oil-based liquid soap for the community of oil palm farmers around the Cipta Prima Sejahtera Professional Services Cooperative in Jilatan Village, Tanah Laut Regency. The activity was to provide knowledge about palm oil and liquid soap-based palm oil that are easy to prepare. During the Covid 19 period, hand washing activities are important as a preventive measure, so the availability of liquid soap independently needs to be produced. The evaluation showed that the training participants were very satisfied with this training, gave a very good response regarding the usefulness and sustainability of this community service activity, and hoped that it could be followed up regarding business sustainability.
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Sagu Menjadi Pupuk Organik (Bokashi) dan Pakan Ternak di Kecamatan Sungai Tabuk Kalimantan Selatan Dindin H Mursyidin
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.5791

Abstract

Limbah sagu merupakan sumber berharga untuk berbagai produk yang bermanfaat, seperti pupuk organik (bokashi) dan pakan ternak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mentransfer pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik (bokashi) dan teknologi pakan ternak dari limbah sagu kepada masyarakat sekitar (petani)di Kecamatan Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan. Metode kegiatan ini adalah sosialisasi langsung dan pelatihan intensif. EM4 (Effective Microorganism) diaplikasikan sebagai prekursor pada teknologi pembuatan pupuk organik (bokashi) dan pakan ternak. Dua belas orang petani sagu mengikuti kegiatan secara intensif. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa petani lokal memiliki pemahaman yang baik untuk mentransformasikan dan menerapkan teknologi ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pada masa mendatang, kegiatan seperti ini diharapkan menjadi pembuka jalan atau pionir bagi masyarakat dalam pembuatan pupuk organik (bokashi) dan pakan ternak skala rumah tangga.
Penyimpan Gas Cair Khusus Tanto Budi Susilo; Grace Indah Debora; Shofi Ainur Mufidhah; Ainun Jariyah Jariyah; Nadila Agustina Agustina; Tazkia Tazkia Safarina; Rizki Rizki Fitria
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.6185

Abstract

Prototype penyimpan gas cair khusus (PEGASUS) telah dibuat (https://youtube.com/shorts/g5XJp40kJ7U?feature=share). Ini alat perannya strategis untuk menyimpan dan mengawetkan (crygenic protectant) berbagai barang dengan menjaga kondisi suhu tertentu, misal dingin (00C), seperti pada penghantar obat (drug delivery), penghantar sample penelitian (delivery of research sample). Beberapa gas cair yang dapat disimpan pada alat cryogenic protectant dengan titik cair-nya (liquid point) antara lain Helium (He) cair (-2690C), Hidrogen (H2) cair (-2530C), oksigen (O2) cair (-860C), nitrogen (N2) cair (-1970C), dan carbon dioksida (CO2) cair (-890C). PEGASUS bagian dari alat crygenic protectant terkonstruksi atas; Penampung Cairan cryogenic N2, diameter 5-15 cm, Ruang vakuum, kapal bagian dalam (inner vessel), diamater 20,5-25 cm, cincin kulit luar (Outer shell ring), diameter 30-35cm, Jalur ventilasi (vent line) diamater 5 cm; Handle; termometer dan barometer. Metode structural equation modelling (SEM) digunakan dalam pengabdian ini, dengan melibatkan 41 responden milineal. Hasilnya menunjukan peran strategis PEGASUS di bidang  industri (54,8 %), penelitian (66,7%), lingkugan ((35,7%), dan kesehatan (47,15). Para responden menyatakan bahwa karya PEGASUS, produk OWMOB teknologi (Omtech) adalah sebagian besar positif. Diharapkan PEGASUS mampu berperan dalam berbagai kegiatan penelitian , seperti drug and sample delivery, dan sistem pendukung pengolahan produk makanan dingin.Kata kunci: PEGASUS, liquid point, delivery
Fuzzy Logic (Bagian 2): Bersenandung Dari Lukisan Cadas ke Taman Perguruan Tinggi Kalimantan Tanto Budi Susilo; azidi azidi irwan; Rahmat Rahmat Yunus; Paola Anna Elena Bianchi; Bambang Sugiyanto Sugiyanto; oni oni soesanto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.6081

Abstract

Tujuan tulisan ini (bagian ke dua) mendeskripsi simbol fitur lukisan cadas “Burung Enggang” (kisaran 5.000 tahun lalu) dari situs Bukit Bangakai, desa Dukuhrejo, Mantewe,Tanah Bumbu. Ini tempat adalah sebagai pengabdian masyarakat 2017-2022. Fitur burung ini mirip burung Enggang. Suku Dayak Kanayatan telah melestarikan simbol Enggang melalui kehidupannya sehari-hari, diantaranya melalui bersenandung atau kreatifitas seni musik sampai saat ini. Dalam kosmologi masyarakat Dayak Kanayatan, burung Enggang dipercayai sebagai hewan yang diciptakan pertama (“Jubata nange, Ne’ pantanpa – Ne’ pajaji”). Selanjutnya, penciptaan mahkluk lain sebagai penghuni alam semesta. Sebagai mahkluk hidup yang diciptakan pertama oleh Tuhan (Jubata), maka burung Enggang bertanggung jawab untuk merawat kehidupan hutan“. Di sisi lain, perguruan tinggi Kalimantan berdiri kisaran tahun 1960an (60an tahun lalu). Sebagai contoh perguruan tinggi (Universitas Lambung Mangkurat-ULM, Universitas Palangka Raya–UNPAR, Universitas Tanjungpura-UNTAN) mengunakan simbol burung Enggang sebagai logo atau cap aministratifnya. Dengan uraian makna logo yang yang sedikit berbeda antara perguruan tinggi satu dengan lainnya. Untuk mendeskripsikan “Dari Lukisan Cadas ke Taman Perguruan Tinggi”digunakan berbagai metode pedekatan antara lain; structural equation modelling (SEM) dengan melibatkan 56 responden milinial, dan kreatifitas seni/bersenandung. www.youtube.com/watch?v=YvDOS83GPkQ dan https://www.youtube.com/watch?v=PXp1cqMyGTY. Hasil SEM menunjukan respon terhadap pengenalan lukisan cadas; 54,4% (belum pernah tahu), 23,6% (diberi tahu oleh orang lain), 16,4% (informasi dari sosial media) dan 12,7% (berkunjung). Respon responden terhadap makna simbol logo sebagai berikut; 58,2% (ulet, sabar atau pantang menyerah), 34,5% (peka dan tanggung jawab terhadap lingkungan alam), dan 63,% (pengabdian dan komitmen). Hasil ini menunjukan bahwa informasi lukisan cadas belum banyak diketahui meski mampu dimengerti makna simbol logo perguruan tinggi.Kata Kunci: Simbol perguruan tinggi, artifak, lukisan cadas

Page 10 of 28 | Total Record : 271