cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 271 Documents
Perakitan Mandiri PCR Sederhana Untuk Pembelajaran Amplifikasi DNA In Vitro Tanto Budi Susilo; Oni soesanto; Dewi Sri Susanti; Arfan Eko Fahrudin; Tiara Elma; Yuyun Hidayat; Sutomo Sutomo; Badruzsaufari Badruzsaufari; Lalu Rudyat Telly Savalas
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.12011

Abstract

Pada dua dekade terakhir, Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan suatu metode yang digunakan dalam kurikulum pendidikan sains terutama terkait erat dengan matakuliah bioinformatika pada sains biologi, kimia, farmasi, fisika, statistika, dan matematika. Metode ini berupa alat yang mampu mengamplifikasi DNA secara luar sel (in vitro). Prinsip metode PCR adalah mengukur aktivitas enzim DNA polymerase dengan indikator amplifikasi DNA secara in vitro. Sedangkan, perakitan mengunakan elemen pemanas, regulator arus listrik dan chamber. Alat ini dirangkai di Laboratorium Organik dan Biokimia, Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Untuk validasi metode PCR rakitan mengunakan fragmen cox mtDNA ikan kihung (Channa lucius) dan telah dipraktekkan oleh mahasiswa semester 5 Program Studi kimia dan matematika. Elaborasi dengan metode Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap alat PCR sederhana ini. Selanjutnya, sebanyak 48 mahasiswa memberikan respon terhadap perakitan alat PCR sederhana. Hasilnya adalah responden sangat mengerti (9,70%), mengerti (75,72%), kurang mengerti (14,58%) dan tidak mengerti (0%). Sehingga perakitan alat PCR sederhana ini diharapkan menjadi alternatif untuk penguatan kurikulum pendidikan sains.Kata kunci: PCR, DNA polymerase
Workshop Penciptaan Seni Tutur Baru Basanandung Kesah Guru Seni Budaya SMA Se-Kabupaten Barito Kuala Dwi Wahyu Candra Dewi; Sulisno Sulisno
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11350

Abstract

Pengabdian ini dilaksanakan dengan melihat konteks sesuai dengan lingkungan lahan basah sekitar kampus. Pengabdian ini melibatkan guru MGMP Seni Budaya untuk memberikan pelatihan mencipta seni tutur baru. Banyak hal yang mendasari penciptaan seni tutur baru, diantaranya mulai hilangnya seni tutur lama, mulai tidak dikenalnya seni tutur lama, dan mulai bermunculan seni tutur kebarat-baratan yang mengancam identitas kelokalan. Berdasarkan observasi awal, tim pengabdian masyarakat menemukan permasalahan pada guru Seni Budaya SMA Kab. Barito Kuala mengalami kendala dalam pembelajaran berbasis konteks. Guru-guru yang ada di sana sebagaian besar berlatar belakang budaya Jawa. Padahal, dalam pembelajaran Seni Budaya di Kalimantan Selatan perlu diajarkan budaya Banjar. Oleh karena itu, tim pengabdian berusaha melatih guru-guru tersebut untuk dapat menciptakan seni tutur baru Basanandung Kesah yang diadopsi dari seni tutur lama yaitu Andi andi. Peserta pelatihan menjadi sadar bahwa menjaga dan melestarikan salah satu budaya lokal menjadi tugas bersama. Pelatihan mencipta basanandung kesah inilah yang menjadi salah satu caranya.
Penguatan Pengetahuan Kader Posbindu – PTM (Penyakit Tidak Menular) Dalam Memanfaatkan Terapi Herbal Dan Massage Di Puskesmas Martapura Barat Endang Pertiwiwati; Hery Wibowo; Yusyifa Salsabila; Nur Syifa Laila
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10988

Abstract

Peningkatan prevelensi penyakit tidak menular (PTM) menjadi ancaman serius dalam pembangunan, karena mengancam pertumbuhan ekonomi nasional.salah satu permasalahan yang dihadapi saat ini dalam pembangunan kesehatan adalah beban ganti penyakit., Dalam menghadapi masalah tersebut perlu adanya Kader Posbindu. karena keberadaan kader kesehatan menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan masyarakat sehat. Kader Posbindu merupakan garda terdepan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Kegiatan kader lebih mengutamakan upaya preventif dan promotif.  Agar bisa menjalankan itu, kader kesehatan perlu mendapatkan penguataan pengetahuan, pelatihan dan pendampingan dalam peningkatan kesehatan masyarakat terutama lansia yang berkunjung ke posbindu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posbindu melalui pelatihan dan pendampingan memanfaatkan tanaman sirih merah, dan terapi massage untuk  Meningkatkan status kesehatan para lansia yang berkunjung di Posbindu. Keberhasilan ini berupa munculnya kesadaran pentingnya meningkatkan Kesehatan dimasyarakat salah satunya peran kader posbindu selaku garda terdepan dalam penggerak Posbindu PTM yang tersebar di 16 posbindu di wilayah Martapura Barat. Setelah dilakukan kegiataan kepada kader posbindu didapatkan peningkatan pengetahuan dari 21 orang kader posbindu. Hasil akhir dari  nilai pengetahuan kader posbindu mdidapatkan  89,00 sudah lebih 80% pengetahuan yang ditargetkan tercapai
PKM Pengembangan Kerajinan Berbahan Limbah Pertanian di Kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru Wiwin Tyas Istikowati; Budi Sutiya; Sunardi Sunardi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11030

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pemanfatan limbah pertanian berupa kulit jagung yang banyak terdapat di lingkungan mitra. Kulit jagung jika tidak dikelola dengan baik bisa berdampak pada pencemaran tanah dan air di lingkungan mitra. Mitra adalah kelompok masyarakat di Kelurahan Guntung Manggis yang membuat beberapa kerajinan dengan bahan kain dan plastik. Pelatihan dilakukan oleh tim pengabdi dengan memanfaatkan limbah pertanian berupa kulit jagung. Kulit jagung dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas dan juga bisa dioleh menjadi bahan kerajinan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kegiatan dilakukan dengan membuat kerajinan berupa bunga hias, tempat tissue dan kotak minuman dengan hiasan berbahan limbah kulit jagung. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh mitra dan dari kegiatan ini mitra memperoleh peningkatan dalam pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan libah pertanian.
Sosialisasi Pencegahan Perundungan Dan Kekerasan Seksual Bawah Sadar Di Pondok Pesantren Putra Darul Istiqamah Barabai Ifrani Ifrani; Suci Utami; Lena Hanifah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11296

Abstract

Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan kesadaran hukum kepada generasi muda Pondok Pesantren Putra Darul Istiqamah Barabai untuk mengembangkan karakter yang sesuai dengan norma hukum dan agama. Isu perundungan dan kekerasan seksual bawah sadar menjadi permasalahan dalam penyelenggaraan pendidikan yang aman  sehingga diperlukan intervensi untuk mitigasi dan pencegahan perundungan dan kekerasan seksual bawah sadar di lingkungan pondok pesantren, keluarga, dan lingkungan sosial lainnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan hukum dengan pendekatan yuridis sosio-legal melalui ilmu kriminologi dan viktimologi  yang termuat dalam perilaku keseharian para santri dilanjutkan dengan materi peran hukum terkait terhadap perundungan dan kekerasan seksual yang tidak disadari tersebut terjadi di masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah kesadaran hukum santri Pondok Pesantren Putra Darul Istiqamah mengalami peningkatan setelah menerima penyampaian sosialisasi yang bermuatan hukum dan pencegahan perundungan dan kekerasan seksual. Pada dasarnya memiliki kesadaran hukum yang baik terhadap pencegahan perundungan dan kekerasan seksual. Hal ini terlihat dari antusiasme yang tinggi dan banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan oleh peserta penyuluhan. Meskipun demikian, masih banyak yang belum tersampaikan dan beberapa masih kesulitan memahami mengapa kekerasan seksual adalah bagian dari kekerasan berbasis gender. Penting untuk selanjutnya diberi sosialisasi lanjutan khususnya yang berkaitan tentang perlindungan data pribadi di ruang digital agar para santri tidak impulsif  dalam berbagi informasi dalam pemanfaatan gawai dan beraktivitas di ruang digital, khususnya terkait konten-konten yang dapat melampaui batas-batas norma hukum maupun norma asusila di dunia nyata.
Pengembangan Produksi dan Pemasaran Roti Tawar Kukus Beku Berbasiskan Labu Kuning Varitas Juai di Kota Banjarbaru Rini Hustiany; Dessy Maulidya Maharani; Suci Latifah Noor Fahmi; Fhadila Salsabila; Tiara Florinda Amandita Amandita; Ahmad Maulana
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10472

Abstract

Roti tawar kukus adalah sejenis roti yang terbuat dari bahan dasar tepung dan ragi, tidak memiliki isi dan memiliki tekstur yang padat. Subtitusi tepung terigu dengan puree labu kuning juai dapat menjadi inovasi dari segi rasa dan kandungan gizi pada roti tawar kukus. Selain itu, produk roti tawar kukus juga mendukung terjadinya diversifikasi pangan lokal Kalimantan Selatan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melatih mitra untuk dapat mengolah roti kukus tawar berbasiskan puree labu kuning juai dan memotivasi ketertarikan mitra menjadi pemasok roti kukus tawar berbasiskan puree labu kuning juai untuk jangka panjangnya. Pengembangan produk roti tawar kukus ini dilaksanakan di KWT Beruntung Barokah, Desa Beruntung Jaya, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Ibu-ibu yang ada di KWT tersebut sangat antusias mengikuti pelatihan dan demo pembuatan roti kukus tawar berbasiskan puree labu kuning juai. Ibu-ibu berpendapat bahwa mudah memahami materi, sesuai dengan kebutuhan, produk mempunyai daya tarik, dan berkualitas. Akan tetapi ibu-ibu masih ragu terhadap nilai jual produk ini dan pembuatan roti kukus tawar agak sedikit sulit. Selain itu pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan memberikan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat. Berdasarkan hal ini, ibu-ibu puas terhadap pelatihan ini dan menjadi pemicu kegiatan usaha masyarakat.
Upaya Peningkatan Pendapatan Ibu-Ibu Di Wilayah Sungai Andai Melalui Pembuatan Kerajinan Tas Purun Hias Fifi Swandari; Laila Refiana Said; Gusti Rina Fariany; Listi Armea; Ditta Rahmatika
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11706

Abstract

Ibu rumah tangga terkadang menjadi tokoh sentral dalam mengatasi kurangnya pendapatan keluarga. Sebagian ibu di Sungai Andai Banjarmasin menambah penghasilan dengan menjadi pengrajin tas purun hias dan membentuk perkumpulan. Perkumpulan tersebut dinamai “Purun Cantiq”. Perkumpulan tersebut terbentuk dari hasil kegiatan pengabdian tahun 2022. Tas purun hias yang diproduksi Purun Cantiq telah mencapai ratusan unit. Namun demikian, produknya masih dianggap tidak mampu memenuhi selera segmen pasar kelas menengah atas. Permasalahan yang ditemukan adalah kurangnya daya saing terkait desain, motif, bahan baku dan kurangnya SDM.  Tujuan pengabdian tahun 2023 ini  adalah meningkatkan pendapatan ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Usaha Purun Cantiq. Solusi atas masalah tersebut ada beberapa hal: (1) ceramah tentang keinginan segmen pasar kelas menengah dalam hal ini Business Model Canvas (BMC), (2) pelatihan membuat tas purun yang lebih berkualitas dengan sulam pita dan benang rajut dan (3) mencari sumber bahan setengah jadi baru dan (4) merekrut anggota baru. Narasumber yang dihadirkan adalah narasumber yang kompeten. Berbagai kegiatan yang direncanakan telah dilaksanakan dengan baik. Tujuan utama kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan pendapatan ibu-ibu anggota Purun Cantiq relatih telah tercapai. Hal penting lainnya, kegiatan ini juga mampu meningkatkan daya saing seperti yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini terlihat dari semakin bagusnya produk yang dibuat dan semakin banyak diminati pelanggan.
Pelatihan Pengolahan Jamu Instan Bubuk Kunyit Asem Rempah bagi Anggota Wedang Sewu Omah Sasi Gendro Sari; Susi Susi; Wan Nisriani Luthfy; Ahya Nabila
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11423

Abstract

Industri obat tradisional berupa jamu didominasi oleh usaha kecil dan menengah khususnya di wilayah Kota Banjarbaru dan sekitarnya. Jamu yang sering dikonsumsi adalah jamu cair “ready to drink”, akan tetapi jamu jenis ini memiliki kelemahan segera diminum dan tidak dapat bertahan lama. Oleh karena itu, diperlukan cara untuk meningkatkan lama penyimpanan dan dapat dijual bebas dalam bentuk kemasan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mitra pengabdian yaitu “Wedang Sewu Omah” dalam membuat jamu instan kunyit asem rempah. Kegiatan ini berlangsung di rumah ketua mitra Wedang Sewu Omah dan dihadiri oleh anggota yang semuanya bermata pencaharian sebagai pembuat jamu gendong. Hasil didapat bahwa dalam satu kali pembuatan dengan menggunakan 1 kg gula pasir dan kunyit sebanyak 2 kg didapatkan hasil sebanyak 500 g. Setiap peserta sangat senang karena mendapatkan keterampilan baru dalam mengolah jamu bubuk instan sehingga dapat dijual bebas tanpa khawatir cepat bau. Harga jual per botol dengan berat bersih 60 g adalah Rp. 25.000,-. Keuntungan yang diperoleh adalah 2 modal. Jumlah keuntungan tersebut mampu meningkatkan omset pedagang jamu gendong.
Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Limbah Organik Rumah Tangga Di Desa Kiram Kabupaten Banjar Suyanto Suyanto; Yusanto Nugroho; Mochamad Arief Soendjoto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11139

Abstract

Lahan di Desa Kiram merupakan  tanah kering kurang subur, sehingga pertumbuhan tanamannya lambat. Masalah yang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan pupuk kimia, karena harganya relatif mahal. Banyaknya limbah organik dari rumah tangga yang belum dimanfaatkan. Sebenarnya limbah tersebut dapat dikonversi menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai pengganti pupuk kimia. Pengabdian ini adalah melibatkan kelompok tani Harapan Maju, mata pencaharian mereka sebagai petani Karet, buah – buahan dan tanaman semusim. Hasil pertanian umumnya  untuk konsumsi sendiri, selebihnya dijual. Tujuan pengabdian adalah memperoleh pupuk POC dari limbah rumah tangga seperti: bahan sayuran, buah – buahan dan organik lainnya. Metode yang digunakan adalah praktek langsung. Prinsip pembuatan POC adalah berbasis fermentasi,  yaitu prosesnya berlangsung pada kondisi sedikit atau tanpa oksigen, dengan memanfaatkan mikro organisme. Kelebihan jenis pupuk ini adalah tidak merusak tanah dan tanaman, meskipun digunakan sesering  mungkin. Unsur hara yang terdapat dalam POC lebih mudah diserap oleh akar  tanaman. Hasil pengabdian menunjukkan pupuk POC dapat dipanen pada hari ke-21 proses fermentai. Ember anaerob berkapasitas 20 liter dihasilkan ampas 5,5 liter dan pupuk POC 14,5 liter. Pupuk VOC dapat disimpan untuk digunakan sewaktu – waktu. POC perlu diencerkan dengan perbandingan 1 POC dengan 5-10 air pengencer. Simpulannya adalah peserta antusias  dan mereka merasa  terinspiratif, bahwasanya pengganti pupuk kimia sebenarnya mudah diperoleh dari bahan organik di sekitar tempat tinggalnya.
Penyuluhan Asal Usul Prasejarah Bahasa Indonesia Bagi Generasi Z Di Minggu Raya(Bagian 1) Susilo, Tanto Budi; Soesanto, oni; yunus, Rahmat; Akbar, Arief Rahmad Maulana; Hidayat, Yuyun; Rasjava, Achmad Ramadhanna'il; Krisdianto, Krisdianto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i1.13296

Abstract

Abstrak Di muka bumi ini, prasejarah Sapiens merupakan jejak rekam aktifitas manusia dimulai kisaran 250-300 ribu tahun lalu dan sampai saat ini di berbagai kawasan masih berlangsung prasejarah itu, seperti suku-suku terasing di pedalaman hutan Afrika dan hutan Papua. Prsejarah Sapiens dapat dikategorikan berdasarkan prasejarah genetika, prasejarah bahasa dan prasejarah artifak. Khusus bahasa Sapiens di Nusantara (Indonesia) atau prasejarah bahasa Indonesia dimulai sejak diketemukan simbol bahasa (rock art) di Sumatra, di Kalimantan dan di Sulawesi kisaran 60-40 ribu tahun lalu dan diakhiri sejak temuan simbol bahasa (huruf) caraka dan/pallawa kisaran 7-8 M. Program kreatifitas masyarakat (PKM) ini melibatkan generasi Z. Metode structural equation modelling (SEM) digunakan untuk koleksi dan evaluasi data. Hasil uji pretest dan post test ditujukan kepada responden berumur kisaran tahun, berturut-turut sebagai berikut; sangat mengerti (0%), mengerti (77,25%), kurang mengerti (22,75%) dan tidak mengerti (0,%)  Secara umum, responden yang merumur tahun lebih mengerti, terhadap urgensi, walaupun perbedaannya tidak nyata.