cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Narasi Kebencian di Era Digital: Studi Kasus Hujatan Netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari dalam Kontroversi Remake K-Drama Business Proposal Ade Yustina; Devi Apyunita; Aritiastary Aritiastary; Sri Mei Maharani Putri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ujaran kebencian, faktor penyebab kemunculannya, serta dampak sosial yang ditimbulkan pada kasus hujatan netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari dalam kontroversi remake Business Proposal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa komentar netizen pada akun Instagram Abidzar yang diperoleh melalui teknik dokumentasi. Data dianalisis melalui klasifikasi bentuk ujaran, pengelompokan tema, serta interpretasi konteks sosial-budaya yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk utama ujaran kebencian, yaitu sarkasme, kritik kasar, dan ujaran provokatif, dengan sarkasme sebagai bentuk yang paling dominan. Munculnya hujatan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pernyataan kontroversial aktor terkait proses adaptasi drama, sensitivitas penggemar K-Drama terhadap karya asli, nilai budaya kolektif yang menjunjung kesopanan, anonimitas pengguna media sosial, serta framing negatif oleh media daring. Ujaran kebencian tersebut berdampak pada munculnya cancel culture, pembentukan stigma negatif terhadap Abidzar, dan potensi kerugian bagi industri hiburan. Penelitian ini menegaskan bahwa dinamika komunikasi digital memiliki peran signifikan dalam membentuk opini publik dan menentukan konstruksi citra figur publik di era media sosial.
Analisis Alih Kode dan Campur Kode dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 2 Bua Ponrang Kabupaten Luwu Harsia Harsia; Besse Herdiana; Hapsa
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.2549

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan bentuk alih kode dan campur kode di SMP Negeri 2 Bua Ponrang yang termasuk dalam penelitian kualitatif. Sumber data pada penelitian ini bersumber dari tuturan lisan guru dan siswa di SMP Negeri 2 Bua Ponrang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskripsi kualitatif. Pengumpulan data yaitu teknik sadap, catat, rekam, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi alih kode dan campur kode di SMP Negeri 2 Bua Ponrang. Alih kode berupa peralihan bahasa Tae’ ke bahasa Indonesia ataupun sebaliknya yang terdapat pada data (1) sampai dengan data (6). Sedangkan campur kode berupa penyisipan unsur kata bahasa Tae’ dan juga terdapat penyisipan unsur kata bahasa asing (inggris) ke dalam bahasa Indonesia yang terdapat pada data (7) sampai dengan (15).
Penerapan Strategi Membaca 4S (Skimming, Scanning, Selecting, Skipping) dalam Meningkatkan pemahaman Kemampuan Membaca Siswa Kelas XI SMA Silmi Aulia Nurul Qolbi; Rifa Nurfaizah; Febri Fauzan Wirasasmita; Ai Siti Nurjamilah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi membaca 4S (Skimming, Scanning, Selecting, dan Skipping) dalam meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan siswa. Penelitian dilaksanakan pada 12 siswa kelas XI yang mengikuti rangkaian kegiatan membaca berdasarkan tahapan strategi 4S. Tahapan tersebut meliputi skimming untuk memperoleh gambaran umum teks, scanning untuk menemukan informasi khusus, selecting untuk menandai bagian penting yang relevan, serta skipping untuk melewati informasi yang dianggap tidak diperlukan. Setelah semua tahap selesai, siswa diberikan tes pemahaman bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11 siswa memperoleh nilai 10 dan satu siswa memperoleh nilai 8, dengan nilai rata-rata 9,8. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi membaca 4S efektif membantu siswa memahami isi bacaan secara lebih cepat, tepat, dan terarah. Dengan demikian, strategi 4S dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran membaca guna meningkatkan pemahaman bacaan siswa.
Deiksis dalam Cerpen “Harum” Karya Raditya Dika: Kajian Pragmatik Salsabila Azahra; Annisa Putri Ramadhini; Elsa Agustina Manurung; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2556

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana lima kategori deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial dapat digunakan untuk mengembangkan plot, memperjelas referensi, serta menciptakan hubungan antar karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan peran dari kelima kategori deiksis tersebut serta menjelaskan kontribusinya terhadap pemahaman pragmatik dalam teks sastra. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan data yang berupa unsur kebahasaan yang memiliki tanda deiksis. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan sesuai dengan teori deiksis yang dikemukakan oleh Levinson. Temuan penelitian menunjukkan bahwa deiksis persona menjadi tipe yang paling menonjol, terutama melalui penggunaan kata aku, kamu, dan dia yang merefleksikan sudut pandang pencerita, kedekatan antar karakter, serta penggambaran tokoh perempuan misterius dalam cerita tersebut. Deiksis tempat digunakan untuk menunjuk lokasi-lokasi signifikan seperti kuburan, perpustakaan, dan berbagai ruang naratif lain yang muncul melalui ingatan karakter. Deiksis waktu berfungsi untuk menjelaskan urutan kejadian dengan menggunakan penanda seperti hari itu, sore itu, dan dua tahun kemudian. Deiksis wacana muncul melalui penggunaan kata ini dan itu yang memperkuat kesinambungan naratif, sedangkan deiksis sosial terlihat dari sapaan seperti Pak, mas-mas, dan anak magang yang mencerminkan struktur sosial dan etika berbahasa. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa deiksis memiliki peranan krusial dalam membentuk konteks, hubungan, serta makna pragmatis dalam cerpen “Harum”, dan memberikan kontribusi untuk kajian pragmatik dalam sastra Indonesia modern.
Orang Patut: Konstruksi Identitas dan Kekuasaan dalam Kepemimpinan Melayu Tradisional Elmustian Elmustian; El Firdausia Yahfis; Nazhifa Fadila
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep orang patut dalam masyarakat Melayu yang berfokus pada pembentukan hierarki sosial dan kepemimpinan. Data dalam penelitian ini berupa teks klasik Tunjuk Ajar Melayu tentang konsep kepemimpinan, moralitas, dan legitimasi kekuasaan. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kajian memaparkan bahwa norma adat “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah” yang mengarah standar kepatuhan dan otoritas pemimpin sebagai teladan, penengah, dan penjaga marwah. Hasil menunjukkan bahwa Orang Patut berfungsi sebagai modal simbolik yang meneguhkan marwah, akal, dan budi sebagai syarat kepemimpinan, sekaligus menjadi mekanisme sosial untuk menilai teladan, penengah, dan penjaga tata nilai. Pada era modernisasi, makna kepatutan bergeser menuju integritas, kompetensi, dan tanggung jawab sosial tanpa menanggalkan landasan etis adat. Temuan ini menegaskan relevansi Orang Patut sebagai kerangka etika kepemimpinan Melayu kontemporer.
Analisis Implementasi Serta Efektivitas Penerapan Membaca Teknik Pada Teks Berita Dengan Strategi Membaca Nyaring Dede Rianty; Astria Ananda; Ai Siti Nurjamilah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas membaca teknis dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa membaca teks berita nyaring. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, peneliti mengamati 10 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Siliwangi yang berlatih membaca teks berita menggunakan langkah-langkah membaca teknis. Performa mahasiswa dinilai melalui lima aspek: pelafalan, intonasi, kelancaran, tekanan, dan ekspresi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mencapai kategori “Baik” (64%), diikuti oleh “Sangat Baik” (25%), dan sebagian kecil dalam kategori “Buruk” (11%). Temuan ini menunjukkan bahwa membaca teknis efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca nyaring mahasiswa, meskipun beberapa mahasiswa masih berjuang terutama dengan tekanan dan ekspresi. Secara keseluruhan, membaca teknis dapat berfungsi sebagai strategi yang berguna dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk membaca teks berita dengan jelas, akurat, dan komunikatif.
Representasi Perempuan dalam Cerpen Perempuan dan Sebilah Pisau Karya Tati Y Adiwinata Devi Apyunita; Ade Yustina; Ilham Ilham; Soedarsono M
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2561

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi perempuan dalam cerpen “Perempuan dan Sebilah Pisau” karya Tati Y. Adiwinata dengan memusatkan perhatian pada pengaruh budaya tradisional dan modern serta isu-isu sosial yang berkaitan dengan marginalisasi, subordinasi, stereotipe gender, dan kekerasan. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dan metode pembacaan dekat (close reading), penelitian ini menganalisis unsur intrinsik cerita, meliputi penokohan, alur, konflik, dan simbolisme, untuk mengungkap bagaimana konstruksi perempuan dibentuk dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan direpresentasikan sebagai subjek yang berada dalam tekanan ganda. Tekanan pertama berasal dari budaya tradisional yang menempatkannya pada posisi domestik, patuh, dan bergantung pada laki-laki. Tekanan kedua muncul dari budaya modern yang meskipun menawarkan perubahan, tetap belum mampu menghapus struktur patriarki yang mengekang perempuan. Cerpen ini menampilkan bentuk-bentuk ketidakadilan gender melalui marginalisasi terhadap ruang gerak perempuan, subordinasi dalam hubungan kekuasaan, serta stereotipe yang menggambarkan perempuan sebagai makhluk lemah, emosional, dan tidak berdaya. Selain itu, kekerasan fisik dan psikologis yang dialami tokoh perempuan memperlihatkan bagaimana dominasi patriarki beroperasi dalam kehidupan sehari-hari. Simbol pisau berperan penting sebagai representasi ambivalen yang mencerminkan ancaman sekaligus kemungkinan resistensi perempuan terhadap penindasan. Pisau tidak hanya menandai kekuatan kontrol laki-laki, tetapi juga membuka ruang interpretasi mengenai keberanian dan potensi agensi perempuan dalam menghadapi tekanan sosial. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa cerpen tersebut menghadirkan gambaran kompleks mengenai posisi perempuan dalam pertemuan antara budaya tradisional dan modern, serta menunjukkan adanya peluang bagi perempuan untuk menegaskan diri dan melakukan perlawanan terhadap struktur sosial yang menindas genre
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Lirik Lagu “Tiga Titik Hitam” Karya Burgerkill Uzma Amalia; Ainisa Liana Putri; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2563

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan tindak tutur ilokusi dalam lirik lagu "Tiga Titik Hitam" karya Burgerkill dan bertujuan untuk mengetahui bentuk dan realisasi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam lirik lagu berdasarkan teori Searle. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Data diperoleh dari lirik lagu dan dianalisis dengan teori tindak tutur ilokusi Searle yang terdiri dari tidak tutur afektif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam lirik lagu “Tiga Titik Hitam” karya Burgerkill yaitu kategori asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Kategori-kategori tersebut tersebar ke dalam beberapa jenis yang memiliki fungsinya masing-masing.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Cerita Rakyat Jambi Dwibahasa Karya Ricky Aptifive Manik Devi Crisnawati Simamora; Akhyaruddin Akhyaruddin; Ade Bayu Saputra
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2569

Abstract

Latar belakang ini didasarkan karena hingga pada saat ini pendidikan karakter masih terus di perbincangan. Ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter sangat penting untuk menciptakan sikap dan perilaku yang lebih baik bagi generasi berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat jambi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam cerita rakyat daerah jambi.Metode penelitian ini menggunakan didaktis deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter dalam dua belas cerita rakyat jambi dan sumber datanya adalah buku Cerita Rakyat Dwibahasa dengan dua belas judul cerita yaitu 1) Air Hitam dan Air Jernih, 2) Batu Bersumpah, 3) Batu Kerbau, 4) Danau Lingkat, 5) Datuk Darah Putih, 6) Datuk Kerungkung Bebulu, 7) Dideng Dang Ayu, 8) Gadis Berambut Panjang, 9) Lubuk Bujang Gadis, 10) Orang Halus, 11) Padi Sebesar Kelapa, 12) Tama Tujeuh. Hasil penelitian ini adalah ditemukan dua belas nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat ini. Dua belas nilai pendidikan karakter itu adalah (1) religius, (2) jujur, (3) toleransi, (4) kerja keras, (5) kreatif, (6) mandiri, (7) demokrasi, (8) semangat kebangsaan, (9) cinta tanah air, (10) komunikatif, (11) cinta damai, dan(12) tanggung Jawab. Sementara untuk nilai pendidikan karakter displin, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, gemar membaca, peduli lingkungan, dan peduli sosial tidak muncul dalam cerita rakyat tersebut.
Alih Kode dan Campur Kode Dalam Film Pendek Arutala Gontor: Perfektif Sosiolinguistik Ihda Azkya; Husnul KHotimah; Fadly Husni Abdillah; Maman Abdul Djaliel
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2574

Abstract

Kebebasan linguistik dalam masyarakat multikultural mendorong praktik bilingualisme dan multilingualisme, yang secara nyata terefleksi melalui fenomena alih kode dan campur kode dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan bentuk serta fungsi alih kode dan campur kode yang terjadi dalam film pendek “Arutala” Gontor. Film ini dipilih karena merepresentasikan interaksi kehidupan santri di lingkungan pesantren yang dikenal multilingul. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, studi ini mengidentifikasi dan mendokumentasikan variasi penggunaan bahasa dalam dialog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode dalam film “Arutala” Gontor adalah cerminan praktik bilingualisme di pesantren, yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi fungsional, tetapi juga berkontribusi pada ekspresi budaya dan pembentukan identitas keislaman para santri.