cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2025): September 2025" : 12 Documents clear
Respons Kemoterapi Terhadap Kanker Payudara Triple Negative di RSUP Dr. M. Djamil Padang Jati, Fajri Hidayat; Khambri , Daan; Mulyani , Henny
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i3.1260

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara mengalami peningkatan angka kejadian dan kematian yang signifikan setiap tahunnya. Salah satu subtipe molekuler adalah Triple Negative Breast Cancer (TNBC). Kurang efektifnya terapi hormonal atau terapi target menjadikan kemoterapi sebagai pilihan utama, namun tidak semua pasien memiliki respons yang baik terhadap kemoterapi. Respons ini dipengaruhi keadaan klinikopatologi pasien. Data ini menilai capaian Pathological Complete Response (pCR) yang diharapkan dapat meningkatkan prognosis TNBC.Belum  terdapat  data respons kemoterapi berserta klinikopatologi pasien kanker payudara di RSUP Dr. M. Djamil. Objektif: Penelitian ini bertujuan mengetahui respons kemoterapi terhadap Triple Negative Breast Cancer di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif retrospektif dilakukan di bangsal RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2022 - Juli 2023 menggunakan data sekunder sebanyak 76 sampel dengan metode pengambilan data total sampling. Hasil: Penelitian ini mendapatkan 76 kasus TNBC. Kelompok usia terbanyak pada usia 41 - 50 tahun. Derajat diferensiasi terbanyak pada derajat III (60,5%) dan stadium berdasarkan TNM terbanyak pada stadium III (60,5%). Pasien paling banyak mendapat regimen kemoterapi Anthracyclines - Cyclophosphamide (AC) (46,1%) dengan respon kemoterapi berdasarkan skor Miller-Payne terbanyak pada derajat 3 (55,3%). Kesimpulan: Pada penelitian ini disimpulkan bahwa terapi kemoterapi mendapatkan hasil respon pada derajat 2 dan derajat 3 sebagai Partial Pathological Response.
Risiko Mual Muntah Pasca Operasi pada Pasien Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal di RSIA Permata Bunda Solok Mashoed, Meyfiana Aisyah; Rustini , Rini; Vitresia , Havriza; Syahrul , Muhammad Zulfadli; Almurdi, Almurdi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i3.1305

Abstract

Latar Belakang: Mual dan muntah pasca operasi (PONV) merupakan salah satu efek samping pada anestesi spinal pada pasien seksio sesarea. Faktor risiko dari kejadian mual muntah pasca operasi adalah usia, IMT, motion sickness, mual muntah pasca operasi sebelumnya, dan merokok. Tujuan: Mengetahui angka kejadian dan faktor risiko mual muntah pasca operasi pada pasien seksio sesarea di RSIA Permata Bunda Solok. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif observasional yang dilakukan pada bulan November 2023 di Recovery Room RSIA Permata Bunda Solok. Sampel sebanyak 46 pasien yang menjalani operasi seksio sesarea dengan anestesi spinal diambil menggunakan teknik accidental sampling. Hasil: Didapatkan sebanyak 7 dari 46 pasien (15,22%) mengalami mual muntah pasca operasi. Berdasarkan usia, kejadian mual muntah pasca operasi terbanyak pada kelompok usia 26-35 tahun (10,87%). Berdasarkan kelompok IMT, kejadian mual muntah terbanyak pada IMT >27 (20%). Motion sickness dengan yang tidak ada Motion sickness tidak jauh berbeda angka kejadian mual muntah pasca operasi (22,22% dan 10,71%). Dari 7 pasien yang mengalami mual muntah pasca operasi semuanya memiliki riwayat tidak merokok dan riwayat tidak PONV sebelumnya (100%). Kesimpulan: Angka kejadian mual muntah pasca operasi yang tidak jauh berbeda dengan studi yang pernah dilakukan sebelumnya dan hal ini dipengaruhi oleh faktor risiko usia, IMT, Motion sickness, PONV sebelumnya dan riwayat merokok.
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan gizi yang banyak ditemukan di dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data dari WHO pada tahun 2020 terdapat 149,2 juta anak dibawah usia 5 tahun yang mengalami stunting. Stunting disebabkan oleh akumulasi berbagai macam faktor. Objektif: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan pene Prameswary, Canticha Aulia; Masnadi, Nice Rachmawati; Adrial, Adrial; Yulistini, Yulistini; Nofita, Eka
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i3.1316

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan gizi yang banyak ditemukan di dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data dari WHO pada tahun 2020 terdapat 149,2 juta anak dibawah usia 5 tahun yang mengalami stunting. Stunting disebabkan oleh akumulasi berbagai macam faktor. Objektif: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sebanyak 67 sampel dipilih secara purposive sampling yaitu anak usia 24-59 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil uji Chi-Square dan uji Fisher’s exact antara faktor berat badan lahir, riwayat penyakit infeksi, status imunisasi dasar, pemberian ASI Eksklusif, MPASI tepat waktu, tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan keluarga dengan kejadian stunting yaitu p < 0,05 sedangkan antara faktor pemberian IMD serta sanitasi dan air bersih didapatkan p > 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara faktor berat badan lahir, riwayat penyakit infeksi, status imunisasi dasar, pemberian ASI Eksklusif, MPASI tepat waktu, tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan keluarga dengan stunting dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor pemberian IMD serta sanitasi dan air bersih dengan stunting
Peranan Skor SOFA dan Prokalsitonin dalam Memprediksi Luaran Mortalitas Sepsis di ICU: Sebuah Tinjauan Naratif Catherina, Felicia; Syahrul, Muhammad Zulfadli; Rustam, Erlina
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i3.1326

Abstract

Background: Sepsis is a dysregulated host response to infection that leads to life-threatening organ dysfunction. SOFA score is used to assess the degree of organ dysfunction and is currently used in the latest sepsis definition. PCT is a biomarker which increases in inflammation and sepsis. Objective: to analyze the role of SOFA score and procalcitonin in predicting sepsis mortality outcome in ICU. Methods: Literature review discusses primary literature searched through PubMed and ScienceDirect databases, selected based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Results: A total of 15 articles were included in this review. In studies evaluated a single SOFA score were found that the mean/median SOFA score in non-survivors were significantly higher than in survivors. In studies evaluated SOFA score data serially also showed the ability of SOFA score to predict mortality outcomes. One-time PCT measurements were performed in 93% studies in this review. The results obtained were that the mean/median initial PCT levels measured at admission or after sepsis diagnosis in non-survivors were higher than in survivors in 13 studies, but statistically significant differences were only found in 5 studies. Serial PCT measurements were only measured in 1 study, it found changes in PCT values on ICU admission and fifth day are significantly related to mortality. Conclusion: SOFA score is a good parameter for predicting sepsis mortality outcome in ICU, and in general, one-time PCT measurements do not play a significant role in predicting sepsis mortality outcome in ICU.
Hubungan Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) dengan Kolesterol Darah Pasien Kolesistolitiasis Dilaparoskopi Kolesistektomi F, Annisa Maida; Yerizel, Eti; Saputra, Deddy; Miro, Saptino; Irwan; Alioes, Yustini
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i3.1347

Abstract

Latar Belakang: Kolelitiasis atau batu empedu menjadi salah satu masalah bagian gastrointestinal paling umum yang memengaruhi sekitar 10-20% populasi dunia. Kejadian kolelitiasis dikaitkan dengan Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) dan kadar profil lipid. Objektif: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan NAFLD dengan kadar profil lipid pada pasien kolelitiasis yang dilakukan laparoskopi kolesistektomi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional dengan data sekunder dari rekam medis pasien kolelitiasis yang dilaparoskopi kolesistektomi di ruang operasi IBS RSUP Dr. M. Djamil Padang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling yaitu jumlah sampel yang memenuhi kriteria inkulsi dan ekslusi sebanyak 40 pasien. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan pasien kolelitiasis yang dilakukan laparoskopi kolesistektomi terbanyak adalah pasien dewasa yaitu 19-59 tahun (72,5%). Sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan (67,5%) dan indeks massa tubuh terbanyak adalah obesitas tipe 1 (35%). Kebanyakan pasien mengalami NAFLD (77,5%) dengan terbanyak adalah grade 2 (37,5%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara NAFLD dengan kolestserol total (p>0,05), kolestserol HDL (p>0,05), kolesterol LDL (p>0,05), maupun trigliserida (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara NAFLD dengan kadar profil lipid pada pasien kolelitiasis yang dilakukan laparoskopi kolesistektomi.
Hubungan Karakteristik Ibu dan Dukungan Suami dengan Penggunaan MKJP di Puskesmas Lubuk Kilangan Efandra, Rizky; Masrul, Masrul; Aprilia, Dinda; Aladin, Aladin; Elmatris, Elmatris; Silvia, Nelmi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i3.1367

Abstract

Latar Belakang: Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) merupakan metode untuk mencegah kehamilan lebih dari tiga tahun. Prevalensi MKJP nasional tahun 2022 sebesar 22,41 % dari target RPJMN 28,39% pada tahun 2024. Penggunaan kontrasepsi masih didominasi oleh non-MKJP.  Penggunaan MKJP di Kecamatan Lubuk Kilangan tahun 2022 sebesar 15,3%. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dan dukungan suami dengan penggunaan MKJP pada akseptor KB di Puskesmas Lubuk Kilangan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Lubuk Kilangan dengan jumlah sampel 200 akseptor KB. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square dan multivariat regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh ibu dengan usia tidak berisiko (51,0%) dan paritas tinggi (55,5%); sebagian besar ibu memiliki tingkat pendidikan tinggi (71,0%), pengetahuan baik (80,0%), dan mendapatkan dukungan suami (73,0%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara karakteristik ibu (usia, paritas, dan pengetahuan) dan dukungan suami dengan penggunaan MKJP di Puskesmas Lubuk Kilangan. Faktor paling dominan mempengaruhi penggunaan MKJP adalah dukungan suami.
Hubungan antara Jumlah Trombosit dan Manifestasi Perdarahan pada Pasien DBD di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang pada Tahun 2022 Ihsan, Rafiq; Reza , Mohamad; Husni; Efrida; Wahid , Irza; Rahmah Burhan , Ida
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i3.1477

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, khususnya Aedes aegypti. Trombositopenia adalah salah satu tanda yang diamati pada DBD. Trombositopenia terjadi ketika jumlah trombosit <100.000 sel/mm³ sehingga fungsi trombosit dalam hemostasis terganggu sehingga mengurangi integritas pembuluh darah, menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan pada akhirnya mengarah pada manifestasi perdarahan. Penyebaran DBD yang cepat dan berpotensi fatal tetap menjadi masalah  kesehatan masyarakat yang signifikan dengan dasar lingkungan. Data dari Dinas Kesehatan Kota Padang menunjukkan adanya peningkatan kasus DBD, dengan 441 kasus yang dilaporkan pada tahun 2022 dibandingkan dengan 366 kasus pada tahun 2021. Kelompok usia 15 hingga 44 tahun adalah yang paling terdampak oleh penyakit ini. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah trombosit dan manifestasi perdarahan pada pasien DBD di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang pada tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Data didapatkan dari rekam medis di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang, dari Januari 2022 hingga Desember 2022, dengan jumlah sampel 100 pasien berusia di atas 18 tahun. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus DBD mengalami trombositopenia berat (49%). Proporsi pasien DBD yang juga mengalami manifestasi perdarahan lebih tinggi (51%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menghasilkan nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara jumlah trombosit dan manifestasi perdarahan pada pasien DBD di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang pada tahun 2022
Pengaruh Pemberian Human Wharton’s jelly mesenchymal stem cells Terhadap Gambaran Histopatologi Sel Hepatosit yang Diinduksi Aluminium Klorida Putri Amran, Fajriana Anggun; Nita Afriani; Dolly Irfandy; Eryati Darwin; Eka Nofita; Tofrizal
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i3.1508

Abstract

Latar Belakang:   Aluminium klorida (AlCl3) adalah zat hepatotoksik yang dapat ditemukan dalam air, udara, serta berbagai bahan makanan , sehingga manusia berpotensi terpapar setiap hari. Paparan kronis AlCl3 diketahui menimbulkan akumulasi pada hepar yang berujung pada kerusakan hepatosit. Gambaran histopatologi khas akibat paparan toksik ini meliputi degenerasi hidrofik, piknosis, karioreksis, kariolisis, dan nekrosis.  Dengan. Human Wharton’s jelly mesenchymal stem cells (HWJ-MSCs), yang berasal dari jaringan mucoid plasenta, memiliki sifat multipotent, regenerative dan imunomodulator, sehingga berpotensi memperbaiki kerusakan hepatosit. Objektif:    Penelitian ini bertujuan unutuk mengetahui pengaruh pemberian HWJ-MSCs terhadap gambaran histopatologi sel hepatosit tikus yang diinduksi aluminium klorida Metode:    Penelitian eksperimental laboratorik dengan desain Post Test Only Control Group dilakukan pada 18 ekor tikus wistar jantan. Hewan dibagi menjadi tiga kelompok : kontrol negative, kontrol positif dengan induksi AlCl3 dan perlakuan dengan induksi AlCl3 ditambah pemberian HWJ-MSCs. Hepar difiksasi, diproses histologis, dan diwarnai menggunakan H&E. Presentase kerusakan hepatosit dinilai pada tiga lapangan pandang dengan pembesaran 400x Hasil:      Rerata kerusakan hepatosit adalah 1,7% pada kontrol negative, 68,7% pada kontrol positif, dan 35,8% pada kelompok perlakukan. Tampak perbaikan gambaran histopatologi pada kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol kontrol positif. Kesimpulan:  Pemberian HWJ-MSCs berpotensi menurunkan kerusakan hepatosit akibat induksi AlCl3 meskipun dosis yang diberikan belum cukup untuk mengembalikan kondisi sel hepatosit normal.
Efektivitas Penyuluhan dengan Media Audiovisual terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Personal Hygiene Menstruasi pada Remaja Putri di SMP Negeri 6 Putussibau Dian, Flaviana; Irsan, Abror; Mardhia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i3.1516

Abstract

Latar belakang: Personal Hygiene merupakan tindakan merawat diri untuk menjaga kesehatan diri. Personal Hygiene saat menstruasi seringkali tidak dihiraukan dan dilakukan oleh remaja putri sehingga menjadi rentan untuk terkena masalah kesehatan organ reproduksi. Kurangnya informasi dan pandangan masyarakat yang masih menganggap tabu perihal membahas kesehatan reproduksi menjadi penyebab kurangnya personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri. Tujuan:  Mengetahui efektivitas penyuluhan dengan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap personal hygiene saat menstruasi pada siswi SMP Negeri 6 Putussibau. Metode: Penelitian kuantitatif quasi eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalah one grup pretest-posttest design. Sebanyak 37 siswi SMP Negeri 6 Putussibau menjadi subjek penelitian yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil:  Nilai signifikasi yang diperoleh dari uji wilxocon pada tingkat pengetahuan dan sikap adalah <0,001 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap subjek penelitian sebelum dan sesudah penyuluhan. Kesimpulan:  Penyuluhan dengan media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 6 Putussibau, ditunjukkan dengan meningkatnya skor yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan dengan media audiovisual.
Peran Angiotensin 1-7 pada Penyakit Ginjal Kronik Sofiani, Dinda Putri; Harun, Harnavi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i3.1521

Abstract

Latar Belakang:  Penyakit ginjal kronik (PGK) ditandai penurunan progresif fungsi ginjal. Pada patogenesisnya, sistem renin–angiotensin–aldosteron (RAAS) berperan sentral. Angiotensin-(1–7) [Ang(1–7)], metabolit angiotensin II yang berikatan dengan reseptor Mas, memiliki efek vasodilatasi, anti-inflamasi, dan anti-fibrosis yang berpotensi protektif. Objektif:  Mengevaluasi bukti preklinik dan klinik terkait peran Ang(1–7) terhadap tekanan darah, inflamasi/fibrosis, dan luaran ginjal pada PGK. Metode:  Tinjauan naratif atas studi 2010–2025 yang ditelusuri di PubMed/Scopus dengan kata kunci “chronic kidney disease”, “angiotensin-(1–7)”, “Mas receptor”. Inklusi: model hewan atau uji klinik yang melaporkan tekanan darah, albuminuria, eGFR, atau penanda inflamasi/fibrosis. Ekstraksi berfokus pada arah efek dan keselamatan. Hasil:  Studi preklinik konsisten menunjukkan penurunan tekanan darah, hambatan aktivasi TGF-β/SMAD dan NF-κB, serta penurunan kolagen interstisial. Pada manusia, uji awal bersampel kecil melaporkan penurunan albuminuria dan tekanan darah, perbaikan biomarker inflamasi, serta perlambatan penurunan eGFR pada sebagian kohort; profil keamanan umumnya baik. Namun, heterogenitas populasi, variasi dosis/route (peptida vs analog), dan durasi intervensi yang singkat membatasi kepastian efek kausal. Kesimpulan:  Ang(1–7) menjanjikan sebagai adjuvan penatalaksanaan PGK melalui modulasi RAAS non-klasik dengan efek anti-inflamasi dan anti-fibrotik. Meski sinyal manfaat awal ada, bukti klinik masih terbatas. Uji acak terkontrol berskala besar dengan penetapan dosis, durasi, dan luaran keras (penurunan eGFR jangka panjang, dialisis, kematian) diperlukan sebelum implementasi rutin

Page 1 of 2 | Total Record : 12