cover
Contact Name
Heri Setiyo Bekti
Contact Email
ejournalskalahusada@gmail.com
Phone
+6281703709024
Journal Mail Official
ejournalskalahusada@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sanitasi No.1 Sidakarya 80224 Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL SKALA HUSADA: THE JOURNAL OF HEALTH
ISSN : 1693931X     EISSN : 25803700     DOI : https://doi.org/10.33992/jsh:tjoh
Core Subject : Health,
Jurnal Skala Husada merupakan media publikasi karya ilmiah para dosen di lingkungan Politeknik Kesehatan yang ada di Indonesia, khususnya karya ilmiah di bidang teknologi kesehatan. Jurnal Skala Husada terbit setiap 6 bulan, atau terbit 2 kali dalam setahun.
Articles 94 Documents
Tinjauan Hubungan antara Kadar Vitamin D dan Fungsi Paru pada Pasien PPOK Putri, Putu Melista; Suastini, Ni Made; Gunawan, I Made Rian Putra
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH): Volume 21, No 2, Tahun 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i2.3821

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah gangguan pernapasan progresif dengan gejala persisten dan keterbatasan aliran udara, yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Defisiensi vitamin D, yang banyak ditemukan pada pasien PPOK, diduga berkontribusi terhadap progresi penyakit dan eksaserbasi akut. Tinjauan ini bertujuan menganalisis hubungan antara kadar vitamin D dan hasil klinis paru pada pasien PPOK melalui sintesis data dari sepuluh penelitian. Data mencakup kadar vitamin D yang diukur melalui 25-hidroksivitamin D (25-OHD) dan fungsi paru yang diukur dengan Forced Expiratory Volume in one second (FEV1) dan Forced Vital Capacity (FVC). Hasil menunjukkan bahwa kadar vitamin D rendah berkorelasi dengan penurunan fungsi paru, peningkatan eksaserbasi, dan peningkatan peradangan, yang dapat mempersulit pengelolaan PPOK. Beberapa penelitian menunjukkan suplementasi vitamin D dapat meningkatkan FEV1 dan menurunkan frekuensi eksaserbasi, namun hasil penelitian masih beragam. Tinjauan ini menekankan pentingnya pemantauan kadar vitamin D pada pasien PPOK untuk memperlambat progresi penyakit dan meningkatkan kualitas hidup, meskipun diperlukan penelitian lanjutan untuk rekomendasi yang lebih kuat.
Tingkat Kepuasan Pelayanan Terhadap Kesesuaian Resep Dengan Formularium RS Di Poliklinik Obgyn Rumah Sakit Umum di Gianyar Deviana Gayatri, Ni Putu Ayu; Oviani, Gusti Ayu; Widarma Putra, I Dewa Gede
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 20, No 2 (2023): JSH: Jurnal Skala Husada-The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v20i2.3614

Abstract

Salah satu pelayanan kefarmasian adalah pelayanan resep, dimana ketersediaan obat untuk resep dipengaruhi oleh kesesuaian dengan formularium rumah sakit. Ketidaksesuaian resep dengan formularium rumah sakit berdampak pada pelayanan resep sehingga mempengaruhi kualitas pelayanan kefarmasian yang diterima oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap kesesuaian penulisan resep dengan formularium RS di poliklinik obgyn Rumah Sakit Umum di Gianyar. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 50 pasien dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dan analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden terbanyak pada usia 26-35 tahun (40%), jenis kelamin perempuan (78%), tingkat pendidikan SMA (68%), penghasilan Rp. 1.000.000,00–Rp. 5.000.000,00 (74%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (34%) dan telah berkunjung 2-5 kali ke RS (58%). Kesesuaian resep pasien rawat jalan di poliklinik obgyn Rumah Sakit Umum di Gianyar berdasarkan lembar resep adalah 88,00 %. Tingkat kepuasan pelayanan terhadap kesesuaian resep dengan formularium RS di poliklinik obgyn Rumah Sakit Umum di Gianyar menunjukkan kategori cukup puas sebanyak 9 responden (18%), kategori puas sebanyak 35 responden (70%), dan kategori sangat puas sebanyak 6 responden (12 %). Terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian resep dengan formularium rumah sakit terhadap tingkat kepuasan pasien (sig 0,004).
Uji Kualitatif Jagung Pulut (Zea mays certaina) sebagai Media Alternatif pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis (TB) Yudhaswara, Novian Agni; Djami, Supriati W; Susilawati, Ni Made; Bria, Meliance
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 20, No 2 (2023): JSH: Jurnal Skala Husada-The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v20i2.3091

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Diagnosis laboratorium merupakan tahapan yang penting agar penderita segera mendapatkan pengobatan. Pewarnaan BTA masih menjadi pemeriksaan yang paling banyak dilakukan dikarenakan mudah cepat dan efektif. Gold standard untuk menegakkan diagnosis dengan pemeriksaan kultur. Kultur Mycobacterium tuberculosis relatif mahal dan membutuhkan waktu yang lama, maka diupayakan tersedia media kultur yang relatif lebih murah dan mudah didapat. Media jagung pulut merupakan media yang memungkinkan pertumbuhan sebagian besar organisme. Dengan penambahan telur pada Media jagung pulut mendukung pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pertumbuhan koloni Mycobacterium tuberculosis pada media jagung pulut yang ditambahkan telur dan gula dibandingkan dengan Lowenstein Jensen. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan koloni Mycobacterium tuberculosis pada Media jagung pulut dan media Lowenstein Jensen dapat digunakan sebagai media pertumbuhan. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, hasil uji menunjukan terdapat perbedaan jumlah koloni Mycobacterium tuberculosis pada jagung pulut  dan Lowenstein Jensen, dengan nilai probabilitas sig (2-tailed) yaitu 0,0001 0.05 dimana nilai rata-rata media stein Jensen lebih besar (2,73) di dibandingkan media uji (0,8-1,2)
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN RASIONALITAS PENGOBATAN GOUT SECARA SWAMEDIKASI DI APOTEX X Suastini, Ni Made; Artika, Made Prita; Kumara Dewi, Ni Wayan Rika
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH): Volume 21, No 2, Tahun 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i2.3816

Abstract

ABSTRACT Gout is a condition where there is an accumulation of monosodium urate crystals and leading to inflammation. Self-medication for gout therapy is commonly practiced by patients who have prior experience with gout treatment. Self-medication in gout therapy is highly influenced by the patient’s knowledge, which impacts the rationality of using the therapy. This study aims to assess the impact of providing education on the level of knowledge and gout therapy rationality at Apotek X. Method: Cross-sectional method, with a questionnaire to assess the respondents' knowledge and rationality in using gout therapy. Education will be provided using a brochure that the researcher will explain, and to assess the outcome of the education, the same questionnaire will be given to respondents. Results: A total of 30 respondents participated in this study, all of whom completed both the pre-test and post-test and received education about gout. The results showed that the provision of education significantly improved the respondents' knowledge about gout (p=0.000) and significantly improved the rationality of respondents in self-medication for gout therapy (p=0.000). Conclusion: Providing education can improve the knowledge and rationality of using self-medication for gout therapy at Apotek X. Keyword: gout; education; knowledge; rationality; self-medication ABSTRAKGout merupakan suatu kondisi dimana terjadi penumpukan kristal monosodium urat di sendi dan mengakibatkan terjadinya inflamasi. Swamedikasi terapi gout banyak dilakukan oleh pasien yang memiliki pengalaman menggunakan terapi gout sebelumnya. Swamedikasi terapi gout sangat dipengaruhi oleh pengetahuan pasien terhadap gout sehingga akan berdampak pada rasionalitas penggunaan terapi gout itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan rasionalitas menggunaan terapi gout di apotek X. Metode: penelitian ini menggunakan metode cross-sectional, dengan menggunakan kuesioner untuk melihat pengetahuan dan rasionalitas responden dalam menggunakan terapi gout, kemudian akan dilakukan edukasi dengan menggunakan brosur yang akan dijelaskan oleh peneliti dan untuk menilai hasil edukasi, responden akan diberikan kuesioner yang sama kembali. Hasil: total responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 30 responden yang telah mengikuti proses pre-test dan post-test dan sudah diberikan edukasi terkait gout. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa pemberian edukasi secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan responden terhadap penyakit gout (p=0,000) serta pemberian edukasi secara signifikan dapat meningkatkan rasionalitas responden terhadap penggunaan terapi gout secara swamedikasi (p=0,000). Kesimpulan: Pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan dan rasionalitas penggunaan terapi gout secara swamedikasi di apotek X. Kata Kunci: gout; edukasi; pengetahuan; rasionalitas; swamedikasi
PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK BUNGA PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) SEBAGAI ANTISEPTIK TERHADAP ANGKA KUMAN PADA TELAPAK TANGAN MAHASISWA POLTEKKES DENPASAR Pradnyani Putri, Dewa Ayu; Suyasa, I Nyoman Gede; Widhya HS, Cok Dewi; Suyasa, Ida Bagus Oka
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH)-The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i1.3314

Abstract

Pacar air flowers (Impatiens balsamina L.) hold potential as natural antibacterial agents, rich in compounds like flavonoids, alkaloids, steroidal saponins, tannins, quinones, and phenols. Pacar air flowers are utilized in traditional medicine for various medical conditions, including antibacterial properties. The purpose of this study is to determine the effect of using balsam flower extract (Impatiens balsamina L.) as a natural antiseptic in reducing total plate count on the hands of Poltekkes Denpasar students. Sterile hand swab samples were collected using a Pretest-Posttest Control Group Design to assess differences before and after the application of various concentrations. Statistical analysis was performed using One-way ANOVA. The study revealed differences in total plate count before and after the application of pacar air flower extract (Impatiens balsamina L.) on the hands of Poltekkes Denpasar students. The mean total plate count before treatment was 29,98 CFU/cm2, while after treatment, it was 4,70 CFU/cm2. Total plate count significantly decreased (p0.05) after applying the pacar air extract compared to before (Impatiens balsamina L.). There was a significant reduction in total plate count with the application of extract concentrations of 5%, 10%, and 15%
Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Wiradani, Ni Luh Kade; Roni Marsini, Ni Kadek; Diwyami, Ni Putu
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH): Volume 21, No 2, Tahun 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i2.3819

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah sistolik lebih atau sama dengan 150 mmHg - 180 mmHg, yang biasanya juga tekanan diastolic akan meningat dan tekanan diastoliknya lebih tinggi atau sama dengan 90 mmHg – 120 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan motivasi terhadap kepatuhan minum obat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Denpasar Barat II tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel di pilih dengan cara purposive sampling pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa pertimbangan tertentu sesuai. dengan kriteria yang telah ditentukan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Chi-Square (analisis bivariat) dan uji Regresi Logistic (analisis multivariate). Hasil penelitian menunjukan bahwa pada variabel pengetahuan di dapatkan nilai p-value 0.009 (0.05) dan nilai p-value 0.000 (0.05) pada variabel motivasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan motivasi terhadap kepatuhan minum obat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Denpasar Barat II tahun 2024.
Pengaruh Pemberian Layanan Pesan Pengingat Whatsapp Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas X Artika, Made Prita; Suastini, Ni Made; Kumara, Ni Wayan Rika
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Skala Husada: The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v20i1.3610

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi kronis yang menyebabkan peningkatan tekanan darah 140/90 mmHg.Angka kejadian terjadinya hipertensi di Indonesia, berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 mencapai 34,11% berdasarkan pengukuran secara nasional. Hal ini menyebabkan salah satu tantangan dalam pelayanan kesehatan terutama untuk terapi hipertensi. Ketidakpatuhan terapi ini menyebabkan tidak tercapainya target terapi pasien hipertensi, sekitar 59% pasien yang menerima pengobatan antihipertensi yang tepat, hanya sekitar 34% yang memiliki tekanan darah terkontrol (140/90 mmHg), dan lebih dari 30% pasien tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi. Upaya dalam meningkatkan kepatuhan terapi hipertensi dapat dilakukan pemberian informasi serta edukasi. Salah satu cara pemberian informasi yaitu dengan sistem text-messaging reminder melalui whatsapp. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pesan pengingat whatsapp terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di salah satu puskesmas di daerah bali. Penelitian ini bersifat kuantittatif dengan desain kuasi eksperimental. Menggunakan model nonequivalent control group design terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kontrol yang dipilih secara random. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi yang berisikan data pill count dan tekanan darah. Analisis uji menggunakan mann whitney. Hasil penelitian terdapat peningkatan pill count menunjukkan bahwa pasien hipertensi yang diberi pengingat whatsapp lebih patuh dalam meminum obat dibandingkan pasien hipertensi yang tidak diberi pengingat whatsapp, dimana uji mann whitney menunjukkan hasil signifikansi dengan nilai p = 0,028 (p 0,05). Tekanan darah pada hasil uji menunjukkan bahwa kelompok intervensi yaitu pasien yang diberi pesan pengingat whatsapp memiliki penurunan tekanan darah yang tidak signifikan atau sama dengan tekanan darah kelompok kontrol. Tidak adanya penurunan signifikan pada tekanan darah menunjukkan bahwa pasien hipertensi yang diberi pengingat whatsapp meski lebih patuh dalam meminum obat, namun tidak mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan, dimana uji mann whitney menunjukkan hasil nilai p = 0,491 (p 0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifkan pada tekanan darah. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penggunaan pengingat pesan singkat whatsapp dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas X.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus BERDASARKAN PERBEDAAN JENIS PELARUT EKSTRAK BIJI BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) Lisa Anjani, Ni Putu; Suyasa, I Nyoman Gede; Habibah, Nur; Purna, I Nyoman
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 22, No 1 (2025): Jurnal Skala Husada (JSH): The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v22i1.3946

Abstract

Staphylococcus aureus is an opportunistic pathogenic bacteria on the surface of the skin that causes impetigo. Treatment therapy for impetigo can be done by administering natural medication from papaya seeds (Carica papaya L). This study aims to determine the antibacterial activity of Staphylococcus aureus papaya seed extract based on the different types of extract solvents used. This research is true experimental research with a posttest only control design research form. The research method used was the disk diffusion method with three treatments of papaya seed extract, namely 96% ethanol extract, ethyl acetate and n-hexane, positive control using chloramphenicol and negative control using 96% ethanol, ethyl acetate and n-hexane. The research results showed that each papaya seed extract treatment was able to inhibit Staphylococcus aureus with an inhibition zone of 96% ethanol extract of 18.09 mm, ethyl acetate extract of 7.93 mm, n-hexane extract of 0.36 mm. The One Way Anova test showed a value of ρα(0.05) so that there was a significant difference in the diameter of the inhibition zone in each extract treatment. The Tukey test showed that there were significant differences in the inhibition zone of Staphylococcus aureus bacteria (ρα(0.05)) in almost all treatments. The conclusion of this research is that there is a difference in the antibacterial activity of 96% ethanol extract, ethyl acetate extract and n-hexane extract of papaya seeds on the growth of Sthaphylococcus aureus bacteria.
ASPEK KLINIS DAN LABORATORIS PENYAKIT HEPATOMA Dewi, Pande Putu Ayu Patria; Anniwati, Leonita; Bekti, Heri Setiyo
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 22, No 1 (2025): Jurnal Skala Husada (JSH): The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v22i1.3811

Abstract

Hepatoma (karsinoma hepatoseluler) adalah kanker hati yang berasal dari hepatosit. Insiden hepatoma adalah 5,6 dari semua kanker yang menyerang manusia. Angka kematian dan kejadian hepatoma adalah 500.000 sampai 1 juta kasus setiap tahunnya. Faktor risiko hepatoma adalah virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), sirosis hati, aflatoksin, obesitas, diabetes melitus, dan alkohol. Patogenesis hepatoma berasal dari faktor risiko dan berkembang menjadi fase kronis, infeksi yang disebabkan oleh HBV dan HCV akan menyebabkan inflamasi dan menghasilkan radikal bebas, sitokin, dan kemokin yang mengakibatkan kerusakan DNA sel, proliferasi sel, fibrosis, dan angiogenesis. Manifestasi klinis hepatoma adalah ikterus, ensefalopati hepatik, oedema anasarca, asites, dan varises. Diagnosis hepatoma ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, penanda tumor  seperti Alpha-1 Fetoprotein (AFP ) Lens Culinaris Agglutinin-Reactive AFP (AFP-L3) Des-g-carboxy prothrombin, Alpha-l-fucosidase (AFU), Glypican-3 (GPC3), Squamous cell carcinoma antigen (SCCA), Golgi protein 73, Hepatocyte growth factor (HGF), Transforming growth factor-beta 1 (TGF-b1), Vascular endothelial growth factor (VEGF), dan Proteomik serum serta biopsi.
Edukasi Rumah Sehat “Door To Door System” Meningkatkan Pengetahuan Sikap dan Perilaku Keluarga Penderita Tb Paru Sudiadnyana, I Wayan; Yulianti, Anysiah Elly
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 22, No 1 (2025): Jurnal Skala Husada (JSH): The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v22i1.3870

Abstract

Background: Pulmonary TB disease is still a global health problem. Various prevention efforts have been made, but until now pulmonary TB disease has not been completely treated. Transmission of pulmonary TB disease is influenced by two dominant factors, namely the environment and behavior. The proposed study aims to measure the effectiveness of healthy home education "door to door system" in improving knowledge, attitudes and behavior of pulmonary TB prevention.Method: Pre-experimental research with pre and post-test design. The sample was a total population of 32 respondents of families with pulmonary TB.Result: Healthy home education can increase average knowledge before 7.8 and 14.0. Attitude before 5.5 and after 6.5. Behavior before 5.2 and after 5.8. The increase in knowledge reached 72.9%, attitude 18.3% and behavior 11.4%. Statistical tests showed that there was a difference in the average value of knowledge, attitude and behavior of preventing pulmonary TB before and after providing healthy home education, with a ρ value for knowledge: 0.000, attitude: 0.002 and behavior: 0.006.Conclusion: Healthy home education “door to door system” is quite effective to improve knowledge, attitude and behavior of families of patients in preventing pulmonary TB. The health center is advised that direct education “door to door system” be one of the alternative counseling activities to involve family participation in preventing pulmonary TB.

Page 9 of 10 | Total Record : 94