cover
Contact Name
Khaerul Saleh
Contact Email
khaerulsaleh63@yahoo.co.id
Phone
+628129742414
Journal Mail Official
jppm@erapublikasi.id
Editorial Address
Taman Balaraja blok G 2 no.1 RT 03 RW 08 Desa Parahu Kec. Sukamulya Kab. Tangerang - Banten 15610
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Penyuuhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM)
ISSN : 28305965     EISSN : 28279557     DOI : 10.59066/jppm
Penyuluhan Pertanian, Komunikasi Pembangunan, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, Sosiologi dan Antropologi Pertanian, Manajemen Sumberdaya Manusia, Kepemimpinan dan Kelembagaan Pertanian, Kewirausahaan dan Sistem Inovasi Pertanian, Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Pendidikan dan Media Pembelajaran, Modal Sosial dan Pertanian Berkelanjutan Ketahanan Pertanian dan Pedesaan, Ekologi Manusia Teknologi Komunikasi dan Digital Pertanian
Articles 154 Documents
Pelestarian Warisan Budaya Lokal: Studi Tentang Proses Pembuatan dan Makna Tenun Ikat Tradisional di Dusun Gere, Desa Koting A, Kecamatan Koting Kabupaten Sikka Meo Beka, Marianus Lodofikus; Da Lopez, Mario Valentino Remi; Cermelius, Mario; Meo, Marselinus; Deta, Yosef Freinandemts
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembuatan serta makna simbolik tenun ikat tradisional di Dusun Gere, Desa Koting A, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka. Tenun ikat di wilayah ini tidak hanya berfungsi sebagai sandang, tetapi juga memiliki nilai sosial, ekonomi, dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan tenun ikat melibatkan tahapan tradisional, seperti pemintalan benang, pencelupan dengan pewarna alami, pengikatan motif, dan penenunan menggunakan alat sederhana. Setiap motif mengandung makna filosofis yang mencerminkan hubungan masyarakat dengan alam, leluhur, serta struktur sosial. Namun, tradisi ini menghadapi tantangan dari modernisasi, menurunnya minat generasi muda, dan persaingan dengan produk tekstil modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian tenun ikat memerlukan strategi yang komprehensif, meliputi pendidikan generasi muda, promosi digital, dukungan kebijakan pemerintah, serta kolaborasi dengan industri kreatif agar warisan budaya ini tetap berkelanjutan dan relevan di era modern.
Peran Mahasiswa Kukerta UIN SMH Banten dalam Mengedukasi Siswa SMK terkait Pergaulan Bebas: Studi Implementatif di SMK An-Nur Bunar Alwaan, Alfathir Zahy; Hidayah, Wardatul; Mulyadi, Budi; Barqy M, Agil; Ibni Fauzan, Muhammad; kusuma, Adhi
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1538

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam mengedukasi siswa SMK An-Nur Bunar tentang bahaya pergaulan bebas. Fenomena pergaulan bebas, yang mencakup seks bebas, narkoba, dan penyalahgunaan media sosial, menjadi isu sosial yang serius, diperburuk oleh lemahnya pendidikan karakter dan pengaruh lingkungan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi implementatif, penelitian ini mendeskripsikan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan edukasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di SMK An-Nur Bunar, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa KKN berhasil berperan sebagai agen perubahan dengan menggunakan strategi partisipatoris seperti diskusi, simulasi kasus, dan media kreatif untuk menumbuhkan kesadaran moral siswa. [cite_start]Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya pergaulan bebas dan mendorong perubahan sikap positif. [cite_start]Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu, kolaborasi dengan pihak sekolah dan guru BK menjadi faktor pendukung utama keberhasilan program. [cite_start]Penelitian ini menyimpulkan bahwa program KKN dapat menjadi model intervensi sosial yang efektif untuk pembinaan karakter remaja jika dirancang secara kontekstual dan komunikatif.  
Penerapan Teknologi Produksi Pelet Ikan Berbasis Maggot di Kampoeng Oase Songo Simomulyo Surabaya sebagai Upaya Pengembangan Ekonomi Sirkular Solfaine, Rondius; Haryanta, Dwi; Revitriani, Marina; Sadarman, Sadarman
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1542

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Kampoeng Oase Songo di Kelurahan Simomulyo, Surabaya, dalam mengelola limbah organik melalui budidaya maggot (Hermetia illucens) dan memproduksi pelet ikan sebagai pakan alternatif bernutrisi tinggi. Program ini menerapkan pendekatan teknologi tepat guna yang mencakup pelatihan budidaya maggot, formulasi pelet berbasis maggot, digitalisasi pencatatan usaha, dan pelatihan pemasaran digital. Hasil formulasi pelet menunjukkan kandungan protein kasar sebesar 30–32% dan energi metabolisme sekitar 2900–3100 kkal/kg, sesuai standar pakan ikan konsumsi dan unggas. Pelatihan digital marketing meningkatkan keterampilan peserta dalam branding dan pemanfaatan platform e-commerce. Program ini berhasil memperkuat praktik ekonomi sirkular lokal, meningkatkan keterampilan teknis warga, dan memberikan kontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya dalam ketahanan pangan dan pengelolaan limbah berkelanjutan.
Membangun Identitas dan Potensi Melalui Media Sosial: Branding Desa Kedungbokor, Kabupaten Brebes Rohida, Leni; Praesti, Prian; Wulan Guritno, Ajeng Putri; Mutaqqin, Muhammad Zainal; Markhumah, Urfah; Wismajaya, Tegar Apriansyah; Devi, Devi; Amalia, Putri; Anjelina, Dewi; Nurohman, Abi; Ashifuddin, Muhammad Naufal; Priyanti, Nita; Saputra, Imam Andika; Arfian, Erry; Hazizah, Eva Retno Nur
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1573

Abstract

Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menciptakan identitas dan meningkatkan potensi Desa Kedungbokor, Kabupaten Brebes, melalui penggunaan media sosial sebagai sarana branding. Latar belakang kegiatan ini berasal dari kurangnya promosi potensi desa seperti wisata alam, kuliner khas, dan produk manufaktur kecil dan menengah (UMKM), yang menyebabkan akses ekonomi masyarakat terbatas. Untuk mencapai hal ini, dibutuhkan pendekatan branding digital yang efektif dan sesuai dengan budaya desa. Survei awal melibatkan 50 orang yang terdiri dari perangkat desa, pelaku UMKM, dan pemuda lokal. Hal-hal yang dibahas termasuk mengelola akun media sosial resmi desa, memberikan pelatihan literasi digital, dan memberikan bantuan dalam membuat konten kreatif. Selama tiga bulan setelah pelaksanaan, partisipasi masyarakat dan keterjangkauan konten (reach) dinilai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi digital sebesar 75% dan peningkatan jumlah pengunjung akun media sosial desa dari nol menjadi 1.500 pengikut aktif dalam waktu dua bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa branding di media sosial dapat meningkatkan identitas desa dan membuka peluang ekonomi yang bergantung pada potensi lokal. Aktivitas ini penting karena memberikan model pemberdayaan masyarakat yang dapat digunakan di era digital dan dapat digunakan di tempat lain dalam situasi yang sama.
Pelatihan Pembuatan Kemasan Serta Label Produk Bagi Pelaku Usaha Kue Basah UMKM BULAK Kelurahan Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan Husainah, Nazifah; Hasanah, Hasanah; Darto, Darto; Muksin, Nani Nuraini
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1587

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BULAK yang berlokasi di sepanjang jalan Bulak Raya/ Ja;an Abdul Gani, Cempaka Putih, Ciputat Timur Tangerang Selatan. Mitra merupakan komunitas yang memiliki anggota pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usaha berupa produk makanan kue kue basah Berdasarkan analisa situasi tersebut diatas, permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu pertama, Minimnya pemahaman dan keterampilan mitra mengenai pembuatan kemasan produk. Kedua, minimnya pemahaman dan keterampilan mitra mengenai pembuatan label produk. Ketiga, belum adanya pengetahuan mitra untuk menghitung penetapan harga kemasan produk. Dengan demikian, solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra yaitu dilakukan sosialisasi & pelatihan pembuatan kemasan serta label produk. Adapun metode kegiatan diawali dengan tahap persiapan, kemudian tahap pelaksanaan dan terakhir tahap pelaporan yang telah selesai dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Hasil luaran yang dicapai meliputi pertama, mitra diharapkan dapat memahami pentingnya kemasan produk untuk menarik minat beli konsumen; diharapkan dapat membedakan jenis kemasan disesuaikan dengan jenis dan ukuran produk; diharapkan dapat memahami pentingnya label produk sebagai keterangan mengenai produk yang dijual serta diharapkan dapat mencantumkan informasi yang berkaitan dengan produk secara benar. Kedua, sosialisasi mengenai penetapan harga kemasan juga telah memenuhi luaran yang ditargetkan yaitu Mitra diharapkan dapat menetukan kisaran harga kemasan produk diluar harga produksi melalui mekanisme perhitungan yang tepat. Ketiga, Mitra dapat membuat kemasan produk meskipun masih bersifat sederhana dengan desain yang cukup menarik. Tentunya kemasan yang dibuat, disesuaikan dengan masing-masing jenis dan ukuran produk yang akan dipasarkan. Selain itu, juga Mitra dapat membuat dan mencantumkan label produk pada kemasan yang bersifat informatif meliputi merek, nama usaha, lokasi usaha dan bahan
Perluasan Pemasaran dan Penjualan Produk Paguyuban Warsamundung Melalui Digital Marketing dan Pengembangan Website Komunitas Mujib, Miftachul; Ratnawati, Shinta; Ikhwan, Khairul; Musthafa, Afif; Syakina, Nadia; Setianingsih, Yunita
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1600

Abstract

The Warsamundung Disability Association in Magelang Regency has many economically independent members who produce various handicrafts and processed foods. Despite their potential for economic growth, they face several operational challenges. The main challenges include a lack of knowledge about digital marketing, weak managerial skills, and limited access to a wider market. To address these challenges, a community service program was designed to enhance members' capacity by improving their understanding of digital marketing and developing marketing channels for their products. This program aims to improve human resource capacity, expand market access, increase sales turnover, and create more sustainable businesses. The community service method involves surveying partner needs, formulating programs, implementing programs with digital marketing techniques, and developing websites as a promotional and marketing medium. The expected outcome of this community service program is that members of the Warsamundung Disability Association can optimize their economic potential by expanding marketing and increasing product sales.
Sinergi Zakat dan SDGs: pelatihan Penyelarasan Program Lembaga Zakat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Wahyudi, Muhamad; Rokhaniyah, Siti; Afif, Naufal; Qurrota 'Aini, Saras Shinta
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1605

Abstract

Konsep pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu usaha untuk menciptakan masa depan yang lebih baik untuk kesejahteraan bersama dengan memfokuskan pada tiga pilar utama, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Mengacu pada konsep tersebut, zakat sebagai salah satu instrument dalam keuangan sosial islam dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan. Selaras dengan upaya penerapan pembangunan berkelanjutan  di Indonesia, maka pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola lembaga zakat dalam menyelaraskan program lembaga zakat dengan program Sustainable Development Goals (SDGs). Pelatihan ini ditujukan kepada pengelola lembaga zakat, amil, dan pemangku kepentingan terkait. Melalui pelatihan yang menggabungkan kegiatan paparan materi, diskusi kelompok, dan studi kasus baik dalam praktik program zakat produktif, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Peserta memperoleh keterampilan untuk memetakan program zakat terhadap indikator SDGs dan merumuskan strategi pengelolaan zakat sehingga distribusi zakat mampu memberikan dampak yang lebih luas dan memastikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi mustahik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan komitmen peserta dalam mengintegrasikan program zakat ke dalam kerangka SDGs. Selain itu, pelatihan ini mendorong terciptanya komitmen kolaborasi lintas sektor baik antara lembaga zakat, pemerintah daerah, dan mitra organisasi, sehingga zakat dapat menjadi instrumen efektif untuk mengatasi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi kesenjangan sosial. Kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu untuk direplikasi di berbagai daerah untuk memperkuat peran zakat dalam pencapaian SDGs.
Implementasi KKN Tematik Literasi Dalam Penguatan Literasi dan Taman Baca Masyarakat Di Kelurahan Kenanga Rahma, Syawalya; Elga Lauza Evelyna; Fanny Annisa Fazarrosy; Syifa Energi Maulana; Vivi Fadhilah Safitri; Citra Maharani; Maulana Haikal An Nur; Andrea Zulius Anarta; Rara indah Oktaviani; Dhea Olivia Putri; Renaldi Rizki Nugraha; Muhamad Reza; Prio Wibowo; Shandra Khaerunissa; Bachrudin Syaroni
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1668

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sumber, program ini bertujuan untuk memperkuat budaya literasi masyarakat melalui perbaikan Taman Baca Masyarakat (TBM) Asmanadia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), melibatkan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat khususnya anak-anak sekitar (TBM) Asmanadia dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Kegiatan yang dilakukan meliputi perbaikan sarana fisik TBM, penambahan koleksi buku bacaan, serta pelaksanaan aktivitas literasi seperti membaca nyaring, menulis cerita, diskusi buku, proyek berbasis bacaan, dan literasi digital. Hasil menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung TBM, bertambahnya koleksi buku bacaan yang layak dibaca, serta meningkatnya minat dan kebiasaan membaca anak-anak. Evaluasi melalui uji coba awal dan akhir mengindikasikan peningkatan frekuensi kunjungan serta perkembangan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir kritis peserta. Meski demikian, tantangan masih ada, seperti keterbatasan koleksi buku bacaan baru, partisipasi masyarakat yang tidak konsisten, dan minimnya tenaga pengelola. Program ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam memperkuat literasi masyarakat dan membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui kerja sama dengan pihak eksternal serta pengintegrasian literasi digital. Dengan demikian, Pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi di Kelurahaan Kenanga dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat dan keberlanjutan kegiatan literasi di TBM Asmanadia.
Sosialisasi Pencegahan Cyberbullying Bagi Anak di Bawah Umur di Kabupaten Bandung Barat Khumaeroh, Irda Nur; Oktavianto, Heri; Iqbal, Dzaka Imtiyaz; Bagaskoro, M. Rizal
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1679

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa dampak positif sekaligus risiko bagi anak, termasuk maraknya kasus bullying dan cyberbullying yang kini merambah usia sekolah dasar. Masa transisi dari Taman Kanak-Kanak ke Sekolah Dasar merupakan fase rentan, di mana anak mulai beradaptasi dengan lingkungan baru dan rentan menjadi korban maupun pelaku perundungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi bagi orang tua untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam mencegah bullying sejak dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Jambudipa, Kabupaten Bandung Barat, pada tanggal 18 Agustus hingga 12 September 2025 dengan metode sosialisasi partisipatif. Narasumber berasal dari Forum Komunikasi Dosen (FKD), dan peserta utama adalah orang tua calon siswa SD, dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah, komite, serta aparat desa. Hasil pengukuran melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta. Rata-rata skor meningkat dari 48% sebelum kegiatan menjadi 87% setelah kegiatan, atau terjadi peningkatan sebesar 39%. Peningkatan tertinggi terdapat pada aspek literasi digital (dari 40% menjadi 82% ), diikuti dengan pemahaman mengenai definisi dan dampak bullying (dari 45% menjadi 88% ), serta sikap dan komitmen orang tua (dari 55% menjadi 92%). Kegiatan PKM ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan komitmen orang tua dalam mencegah bullying dan cyberbullying . Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan, terintegrasi dengan program sekolah, serta didukung pemerintah desa dan masyarakat untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan bebas perundungan.
Strategi Pemasaran Online Produk Pertanian di Wilayah Gandrung Desa Jambudipa Riauwati, Juli; Nurachma, Evy; Maulana, Dede Yusuf; Supyan, Ita Suryanita
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1680

Abstract

Desa Jambudipa di Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian organik, namun keterbatasan strategi pemasaran membuat petani masih bergantung pada tengkulak dengan keuntungan yang rendah. Urgensi pengenalan pemasaran digital menjadi penting seiring pergeseran pola konsumsi masyarakat modern yang lebih memilih produk sehat dan praktis melalui transaksi daring. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada 18 Agustus–12 September 2025 dengan tujuan meningkatkan kapasitas petani sekaligus memberdayakan ibu rumah tangga sebagai pemasar digital (green marketer). Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, serta uji coba pemasaran melalui media sosial dan marketplace. Pendekatan partisipatif-kolaboratif ini menempatkan petani sebagai produsen dan ibu-ibu rumah tangga sebagai pemasar, sehingga tercipta ekosistem pertanian digital yang adaptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan manajemen pascapanen petani, termasuk pemilahan, pengemasan ramah lingkungan, dan branding produk lokal. Ibu-ibu rumah tangga yang semula pasif kini mampu mengelola akun jualan, memproduksi konten promosi, dan bertransaksi daring, menghasilkan tambahan penghasilan Rp150.000-Rp300.000 per bulan. Secara keseluruhan, pendapatan petani meningkat rata-rata 27 persen, dan terbentuk sinergi baru yang memperkuat solidaritas desa. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pemasaran digital mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus memberdayakan perempuan desa. Namun, tantangan literasi digital, akses internet, dan manajemen stok masih memerlukan perhatian. Oleh karena itu, keberlanjutan program melalui pendampingan intensif, pembentukan tim pemasaran digital desa, serta dukungan infrastruktur dari pemerintah dan mitra swasta sangat disarankan untuk memperkuat model ekonomi hijau berbasis teknologi di Jambudipa.