cover
Contact Name
Edisah Putra Nainggolan
Contact Email
lembagarisetilmiah@gmail.com
Phone
+6282165975455
Journal Mail Official
balancejurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Karya Jaya Komplek Taman Karya Jaya Indah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : 28292138     EISSN : 28292138     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen is a manuscript publication media that contains the results of Research in Accounting & Management that applies for peer review. Manuscripts published in Balance Jurnal Akuntansi dan Manajemen contain the results of scientific research, original articles, and new scientific reviews, Balance: Journal of Accounting and Management accepts manuscripts in research fields that include scientific fields: Financial Accounting, Government Accounting, Sharia Accounting, Audit, Accounting system, Tax Accounting, Sharia Banking, Human Resource Management, Financial Management, Marketing Management, Strategic Management, Electronic Marketing, Business, and Entrepreneurship.
Articles 397 Documents
Peran Influencer Marketing Tiktok Dan Lifestyle Dalam Mendorong Impulse Buying Produk Skintific : Studi Pada Generasi Z Di Karawang Rosalinda; Citra Savitri; Syifa Pramudita Faddila
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1426

Abstract

Perkembangan era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi sosial, khususnya di kalangan Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing dan gaya hidup (lifestyle) terhadap perilaku pembelian impulsif pada produk Skintific yang digunakan oleh Generasi Z. Selain itu, penelitian ini juga berfokus untuk mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku pembelian impulsif konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode verifikatif, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner digital (Google Form) menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa influencer marketing tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap impulse buying, meskipun konsumen sering terpapar promosi oleh influencer. Di sisi lain, lifestyle memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying produk Skintific. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah di bidang manajemen, khususnya dalam memahami perilaku pembelian impulsif di era digital. Penelitian ini juga menyarankan agar perusahaan menyesuaikan strategi pemasaran dengan gaya hidup Generasi Z serta mengevaluasi efektivitas penggunaan influencer untuk lebih sesuai dengan karakteristik konsumen. Implikasi teoretis dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pemahaman yang lebih dalam mengenai peran lifestyle sebagai pendorong perilaku impulsif, sementara influencer marketing mungkin perlu dikaji lebih lanjut untuk menyesuaikan pendekatan dengan dinamika pasar saat ini.   The digital era has brought significant changes to consumption patterns, particularly among Generation Z. This study aims to analyze the influence of influencer marketing and lifestyle on impulse buying behavior for Skintific products used by Generation Z. Additionally, this study seeks to identify the most influential variables on consumer impulse buying behavior. This research employs a quantitative approach with a verificative method, collecting data through digital questionnaires (Google Forms) using purposive sampling. The results of hypothesis testing indicate that influencer marketing does not have a significant impact on impulse buying, even though consumers are frequently exposed to promotions by influencers. On the other hand, lifestyle has a positive and significant effect on impulse buying of Skintific products. This study contributes to the body of knowledge in the field of management, particularly in understanding impulse buying behavior in the digital era. It also suggests that companies adjust their marketing strategies to align with Generation Z's lifestyle and reassess the effectiveness of influencer marketing to better suit consumer characteristics. The theoretical implications of this research emphasize the importance of a deeper understanding of the role of lifestyle in driving impulse behavior, while influencer marketing may require further exploration to better align with current market dynamics.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Perceived Value Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Bengkel Putri Motor di Kecamatan Kamang Baru Vianda Putri; Ilham Illahi
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1430

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan perceived value terhadap kepuasan pelanggan pada Bengkel Putri Motor di Kecamatan Kamang Baru. Penelitian dilatarbelakangi oleh fluktuasi jumlah kunjungan pelanggan serta adanya kendala operasional, seperti keterbatasan fasilitas dan jumlah mekanik yang berdampak pada lamanya waktu tunggu. Selain itu, kajian empiris yang mengintegrasikan kualitas pelayanan dan perceived value pada usaha bengkel lokal masih terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 97 pelanggan yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan perceived value secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan sebagian besar dipengaruhi oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan, perbaikan fasilitas, dan optimalisasi nilai yang dirasakan pelanggan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan secara berkelanjutan.   This study aims to analyze the effect of service quality and perceived value on customer satisfaction at Putri Motor Workshop in Kamang Baru District. The study was motivated by fluctuations in customer visits and operational constraints, such as limited facilities and an insufficient number of mechanics, which resulted in longer waiting times. In addition, empirical studies integrating service quality and perceived value in the context of local automotive workshops are still limited. This study employed a quantitative approach using a survey method involving 97 customers selected through the Slovin formula. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS version 31. The results show that service quality and perceived value partially and simultaneously have a positive and significant effect on customer satisfaction. The coefficient of determination indicates that customer satisfaction is largely influenced by these two variables. These findings confirm that improving service quality, upgrading facilities, and optimizing customers’ perceived value are important factors in enhancing customer satisfaction and loyalty sustainably.  
Analisis Dampak Program Rumah BUMN Sijunjung Dalam Mengembangkan UMKM (Studi Kasus UMKM Kab. Sijunjung) Fakri Dion Dwinata; Ilham Illahi
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Program Rumah BUMN Sijunjung terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sijunjung. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan fasilitator Rumah BUMN serta para pelaku UMKM yang menjadi peserta binaan. Pendekatan ini dipilih guna memperoleh pemahaman yang menyeluruh mengenai peran Rumah BUMN dalam proses pendampingan dan pengembangan UMKM, khususnya dalam menghadapi persaingan usaha serta dinamika perubahan lingkungan bisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Rumah BUMN Sijunjung memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap pertumbuhan UMKM binaan. Dampak tersebut tercermin dalam beberapa aspek utama, antara lain perluasan jangkauan pasar melalui pemanfaatan teknologi digital (Go Online), peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terutama dalam pengelolaan dan manajemen usaha, penguatan inovasi produk dan layanan agar lebih selaras dengan kebutuhan pasar, serta peningkatan pendapatan atau omzet usaha yang berkelanjutan. Program pelatihan dan pembinaan yang dilaksanakan secara terstruktur menjadi faktor kunci dalam mendorong pelaku UMKM agar lebih adaptif dan berdaya saing.   This study aims to examine the impact of the Sijunjung State-Owned Enterprises House Program on the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Sijunjung Regency. The method used was qualitative research with a descriptive approach, where data was collected through in-depth interviews with the House of BUMN facilitators and MSME participants. This approach was chosen to gain a comprehensive understanding of the House of BUMN's role in the mentoring and development of MSMEs, particularly in facing business competition and the dynamics of changes in the business environment. The results indicate that the Sijunjung House of BUMN has made a significant positive contribution to the growth of the MSMEs it supports. This impact is reflected in several key aspects, including expanding market reach through the use of digital technology (Go Online), improving the quality of human resources (HR), particularly in business management and administration, strengthening product and service innovation to better align with market needs, and increasing sustainable business revenue or turnover. Structured training and coaching programs are key factors in encouraging MSMEs to be more adaptive and competitive.
Analisis Motivasi Dan Kemampuan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan CV. Maju Makmur Sentosa Abadi Demak Arkan Nabiil Adhipramana; Febryantahanuji Febryantahanuji
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i2.1455

Abstract

Efektivitas organisasi sangat bergantung pada tingkat produktivitas sumber daya manusia yang dipengaruhi oleh aspek psikologis dan kompetensi teknis. Terdapat celah empiris mengenai bagaimana motivasi kerja mampu bertindak sebagai penopang ketika kemampuan kerja berada dalam titik jenuh, atau sebaliknya. Masih sedikit penelitian yang membedah secara spesifik interaksi kedua variabel ini pada konteks distributor lokal dengan jumlah tenaga kerja terbatas, di mana setiap individu memiliki peran ganda yang sangat menentukan alur produksi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Motivasi Kerja dan Kemampuan Kerja terhadap Produktivitas Kerja. Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif, data dihimpun dari 30 responden melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha > 0,90). Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, kedua variabel independen memberikan pengaruh signifikan terhadap produktivitas (F = 92,210; p < 0,05). Secara parsial, meskipun kedua variabel berpengaruh positif, Kemampuan Kerja ditemukan sebagai faktor yang paling dominan dalam menentukan capaian produktivitas (t = 7,686$). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,863 membuktikan bahwa model ini mampu menjelaskan 86,3% variansi produktivitas. Hasil ini menyiratkan pentingnya integrasi antara manajemen motivasi dan pengembangan kapasitas kerja untuk mencapai performa organisasi yang optimal.   Organizational excellence is inherently tied to human resource productivity, which emerges from a delicate interplay between psychological drive and technical mastery. However, an empirical gap remains concerning how work motivation serves as a buffer when technical proficiency reaches a plateau, particularly within the constrained environment of local distributors. In such settings, where limited staff must juggle multifaceted roles, individual performance becomes the linchpin of the entire production chain. This study empirically examines the influence of Work Motivation and Work Ability on Employee Productivity. Employing a quantitative design, data were gathered from 30 respondents using instruments with high internal consistency (Cronbach’s Alpha > 0.90). The relationships were analyzed through multiple linear regression. The findings demonstrate that Work Motivation and Work Ability simultaneously exert a significant impact on productivity ($F = 92.210; p < 0.05$). Partially, while both factors contribute positively, Work Ability emerged as the primary catalyst for productivity gains ($t = 7.686$). The Adjusted R Square of 0.863 confirms that the model accounts for 86.3% of the variance in productivity. These results suggest that technical competence remains the dominant driver of output in labor-limited contexts. Consequently, organizations must strategically integrate motivation management with rigorous capacity building to sustain peak performance.
Pengaruh Pelatihan Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada UPTD Puskesmas Bojonggambir Nurul Puadah; Sri Sudiarti
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1466

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan kinerja pegawai di puskesmas, seperti kualitas pelayanan yang belum optimal dan ketidakkonsistenan kehadiran. Penelitian sebelumnya lebih fokus pada pelatihan sebagai faktor eksternal, sementara motivasi berprestasi sebagai faktor internal kurang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan dan motivasi berprestasi terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Bojonggambir, Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan populasi 70 pegawai. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan dan motivasi berprestasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai R Square 0,745, yang berarti 74,5% variasi kinerja pegawai dijelaskan oleh kedua variabel ini. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai puskesmas memerlukan pelatihan yang berkelanjutan dan penguatan motivasi berprestasi, melalui penghargaan, pengembangan karier, dan budaya kerja yang mendukung.   This study examines employee performance issues at community health centers, such as suboptimal service quality and inconsistent attendance. Previous research has mainly focused on training as an external factor, while achievement motivation as an internal factor has received less attention. This study aims to analyze the impact of training and achievement motivation on employee performance at the Bojonggambir Community Health Center, Tasikmalaya. A quantitative approach with a survey method was used. Data were collected through a validated and reliable questionnaire, with a population of 70 employees. The results indicate that both training and achievement motivation significantly affect employee performance, with an R Square value of 0.745, meaning 74.5% of the variation in performance can be explained by these two variables. The implications of this study suggest that improving employee performance at community health centers requires continuous training and strengthening achievement motivation, through rewards, career development, and a supportive work culture.  
Flexible work dan work-life balance pada kinerja pegawai hybrid Wachyu Hari Haji
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1589

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh flexible work arrangement dan work-life balance terhadap employee performance melalui work engagement pada pegawai hybrid. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian model mediasi work engagement dalam menjelaskan hubungan antara pengaturan kerja fleksibel, keseimbangan hidup-kerja, dan kinerja pegawai pada sistem kerja hybrid di sektor jasa perusahaan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 261 pegawai hybrid di sektor jasa perusahaan teknologi wilayah Jawa dan Bali. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares melalui bootstrapping 5.000 subsamples. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexible work arrangement dan work-life balance berpengaruh signifikan terhadap work engagement. Work engagement juga berpengaruh signifikan terhadap employee performance. Namun, flexible work arrangement dan work-life balance tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap employee performance. Hasil mediasi menunjukkan bahwa work engagement memediasi pengaruh flexible work arrangement terhadap employee performance, tetapi tidak memediasi pengaruh work-life balance terhadap employee performance. Temuan ini menegaskan bahwa kinerja pegawai hybrid lebih banyak ditentukan oleh keterlibatan kerja daripada fleksibilitas atau keseimbangan hidup-kerja secara langsung. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya organisasi membangun kebijakan kerja hybrid yang mampu memperkuat keterlibatan pegawai.   This study aims to analyze the effect of flexible work arrangement and work-life balance on employee performance through work engagement among hybrid employees. The novelty of this study lies in examining work engagement as a mediating mechanism that explains the relationship between flexible work practices, work-life balance, and employee performance in hybrid work settings within technology service firms. This study employed a quantitative approach with an explanatory research design. Data were collected using questionnaires from 261 hybrid employees working in technology service firms across Java and Bali. The sampling technique used purposive sampling, while data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling with 5,000 bootstrap subsamples. The results show that flexible work arrangement and work-life balance have significant effects on work engagement. Work engagement also has a significant effect on employee performance. However, flexible work arrangement and work-life balance do not have significant direct effects on employee performance. The mediation results indicate that work engagement mediates the effect of flexible work arrangement on employee performance, but does not mediate the effect of work-life balance on employee performance. These findings suggest that hybrid employee performance is shaped more strongly by work engagement than by flexibility or work-life balance directly. The study implies that organizations need to design hybrid work policies that strengthen employee engagement.  
Evaluasi Kesesuaian Perlakuan Akuntansi Pajak Penghasilan Final Atas Jasa Konstruksi Masta Sembiring
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i2.1733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penerapan Pajak Penghasilan (PPh) Final Pasal 4 Ayat (2) atas pendapatan jasa konstruksi pada PT. Swakarsa Tunggal Mandiri berdasarkan ketentuan perpajakan dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui dokumentasi, wawancara semi-terstruktur, dan penelusuran regulasi, kemudian dianalisis dengan membandingkan praktik pemotongan, penyetoran, pelaporan, serta pencatatan akuntansi PPh Final yang diterapkan perusahaan dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2022, PMK Nomor 58/PMK.03/2022, PER-24/PJ/2021, dan PSAK 46. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemotongan, penyetoran, dan pelaporan PPh Final pada umumnya telah dilaksanakan cukup baik dari aspek administrasi perpajakan. Namun, masih ditemukan penggunaan tarif PPh Final sebesar 1,75% pada tiga transaksi sepanjang tahun 2024 yang tidak sesuai dengan klasifikasi usaha kualifikasi Menengah milik perusahaan. Selain itu, perlakuan akuntansi perpajakan masih mencatat PPh Final sebagai akun kewajiban (Utang Pajak Final) dan bukan sebagai beban langsung (Beban Pajak Final) pada saat pengakuan pendapatan, yang mengakibatkan laba tahun berjalan overstated sebesar Rp556.752.990. Perusahaan perlu melakukan penyesuaian terhadap penerapan tarif dan koreksi jurnal akuntansi pajak final agar menyajikan laporan keuangan yang andal dan andal.   This study aims to evaluate the compliance of the application of Final Income Tax (PPh Final) Article 4 Paragraph (2) on construction service income at PT. Swakarsa Tunggal Mandiri with the applicable tax regulations and accounting standards in Indonesia. The study employs a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were obtained through documentation, semi-structured interviews, and regulatory reviews, and were then analyzed by comparing the company’s practices in withholding, remitting, reporting, and accounting for Final Income Tax with the provisions of Government Regulation No. 9 of 2022, Minister of Finance Regulation No. 58/PMK.03/2022, PER-24/PJ/2021, and PSAK 46. The results show that the withholding, remittance, and reporting of Final Income Tax have generally been implemented adequately from the perspective of tax administration. However, the study identified the use of a 1.75% Final Income Tax rate in three transactions during 2024, which was inconsistent with the company’s medium-level business qualification. In addition, the company’s tax accounting treatment still records Final Income Tax as a liability account (Final Tax Payable) rather than as a direct expense (Final Tax Expense) when revenue is recognized, resulting in an overstatement of current-year profit amounting to Rp556,752,990. The company needs to adjust the application of the Final Income Tax rate and correct the accounting entries for Final Income Tax to ensure reliable financial reporting.
Pengaruh Pemahaman Zakat dan Sosialisasi BAZNAS Terhadap Minat Muzakki Membayar Zakat di BAZNAS Yanti Nurapni; Retno Dyah Pekerti
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i2.1873

Abstract

Potensi zakat di Kabupaten Tasikmalaya tergolong tinggi, namun penghimpunan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) belum optimal. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi zakat dan realisasi penghimpunan melalui lembaga resmi yang diduga dipengaruhi oleh tingkat pemahaman zakat dan efektivitas sosialisasi BAZNAS. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pengetahuan tentang zakat dan promosi BAZNAS terhadap minat muzakki dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS di Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang dipakai adalah kuantitatif dengan melibatkan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui IBM SPSS 25. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa pemahaman zakat memberikan dampak positif dan signifikan terhadap minat muzakki, dengan nilai signifikansi 0,000. Di sisi lain, sosialisasi BAZNAS juga memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,029. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap minat muzakki, untuk koefisien determinasinya sebesar 36,5%, sisanya dipengaruhi variabel lain. Kebaruan penelitian ini, terletak pada penyajian bukti empiris mengenai perilaku muzakki di Kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah berpotensi zakat tinggi namun penghimpunannya belum optimal. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya peningkatan edukasi, sosialisasi, serta transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat sesuai PSAK 109 untuk meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat membayar zakat melalui BAZNAS.   The potential for zakat in Tasikmalaya Regency is relatively high, but the collection of zakat through the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) is not optimal. This condition shows that there is a gap between the potential of zakat and the realization of collection through official institutions which is allegedly influenced by the level of understanding of zakat and the effectiveness of BAZNAS socialization. This study aims to assess the influence of knowledge about zakat and BAZNAS promotion on the interest of muzakki in paying zakat through BAZNAS in Tasikmalaya Regency. The method used was quantitative by involving 100 respondents who were selected through purposive sampling. The collected data were analyzed using multiple linear regression via IBM SPSS 25. The findings of this study show that the understanding of zakat has a positive and significant impact on the interest of muzakki, with a significance value of 0.000. On the other hand, the socialization of BAZNAS also has a positive and significant influence with a significance value of 0.029. This research makes a significant contribution to the interest of muzakki, for the determination coefficient is 36.5%, the rest is influenced by other variables. The novelty of this research lies in the presentation of empirical evidence regarding the behavior of muzakki in Tasikmalaya Regency as an area with high zakat potential, but the collection is not optimal. This finding implies the importance of increasing education, socialization, as well as transparency and accountability in the management of zakat in accordance with PSAK 109 to increase public trust and interest in paying zakat through BAZNAS.
Pengaruh Penggunaan QRIS dan Perilaku Konsumtif terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Pribadi Mahasiswa Akuntansi Elli Ayu Rutmayasari; Aris Eddy Sarwono; Sinta Putriana
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i2.1883

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan perilaku konsumtif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan pribadi (financial management accountability) mahasiswa akuntansi di Solo Raya. Kesenjangan penelitian terletak pada dominannya studi QRIS yang menelaah adopsi, kemudahan, manfaat, keamanan, efisiensi transaksi, atau perilaku konsumtif, sementara hubungan penggunaan QRIS dan perilaku konsumtif dengan konstruk akuntabilitas pengelolaan keuangan pribadi pada mahasiswa akuntansi masih terbatas. Kebaruan penelitian terletak pada pengujian akuntabilitas pengelolaan keuangan pribadi sebagai variabel dependen yang dipengaruhi oleh penggunaan QRIS dan perilaku konsumtif pada mahasiswa akuntansi, yang masih jarang diteliti. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terhadap 74 mahasiswa akuntansi pengguna QRIS yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan pribadi (B=0,753; SE=0,100; β=0,669; t=7,507; p<0,001), sedangkan perilaku konsumtif tidak berpengaruh signifikan (B=0,057; SE=0,075; β=0,068; t=0,762; p=0,448). Model menjelaskan 47,7% variasi financial management accountability (R²=0,477). Temuan ini menunjukkan bahwa QRIS dalam konteks sampel penelitian lebih konsisten dengan mekanisme keterlacakan riwayat transaksi daripada dugaan bahwa pembayaran nontunai secara otomatis menurunkan pengendalian pengeluaran.   This study aims to analyze the influence of Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) usage and consumptive behavior on the personal financial management accountability of accounting students in the Solo Raya region. The research gap lies in the fact that most QRIS studies focus on adoption, ease of use, benefits, security, transaction efficiency, or consumptive behavior, whereas research linking QRIS usage and consumptive behavior to the construct of personal financial management accountability among accounting students remains limited. The study’s novelty lies in examining personal financial management accountability as a dependent variable influenced by QRIS usage and consumptive behavior among accounting students—an area that has rarely been investigated. A quantitative approach using a survey method was employed. Data were collected via online questionnaires from 74 accounting students who use QRIS, selected through purposive sampling. Data analysis was conducted using multiple linear regression with SPSS. The results indicate that QRIS usage has a positive and significant effect on personal financial management accountability (B=0.753; SE=0.100; β=0.669; t=7.507; p<0.001), whereas consumptive behavior does not have a significant effect (B=0.057; SE=0.075; β=0.068; t=0.762; p=0.448). The model explains 47.7% of the variation in personal financial management accountability (R²=0.477). These findings suggest that, within the context of the study sample, QRIS aligns more closely with the mechanism of transaction history traceability than with the assumption that cashless payments automatically diminish expenditure control.  
Determinan Struktur Modal Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman Pascapandemi COVID-19 Josefina Aurelia Kurnia; Geraldine Eileen Alexandra; Shiva Fitri Aisyah; Mardiana Mardiana
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i2.1913

Abstract

Struktur modal merupakan salah satu aspek penting dalam pengambilan keputusan pendanaan perusahaan. Meskipun demikian, hasil penelitian mengenai pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap struktur modal masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten, khususnya pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman setelah periode pemulihan pascapandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap struktur modal pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2023–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan yang diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 13 perusahaan dengan jumlah observasi sebanyak 39 data. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Secara parsial, profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, sedangkan likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan serta ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi struktur modal pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman setelah periode pemulihan pascapandemi. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi manajemen dalam menentukan kebijakan pendanaan serta bagi investor dalam mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.   Capital structure is an important aspect of corporate financing decisions. However, previous studies on the effects of profitability, liquidity, and firm size on capital structure have produced inconsistent findings, particularly in the food and beverage sub-sector during the post-pandemic recovery period. This study aims to examine the effects of profitability, liquidity, and firm size on the capital structure of food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2023–2025 period. This research employed a quantitative approach using secondary data obtained from the companies' annual reports and financial statements available on the official Indonesia Stock Exchange website. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 13 companies with a total of 39 observations. The hypotheses were tested using panel data regression analysis with EViews 14 software. The results indicate that profitability, liquidity, and firm size simultaneously have a significant effect on capital structure. Partially, profitability has no significant effect on capital structure, whereas liquidity has a significant negative effect and firm size has a significant positive effect on capital structure. This study provides empirical evidence on the determinants of capital structure in food and beverage companies during the post-pandemic recovery period. The findings are expected to serve as a reference for corporate management in formulating financing policies and for investors in evaluating companies' financial conditions before making investment decisions