cover
Contact Name
Dadi Ahmadi
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+62 896-5745-3976
Journal Mail Official
jrpr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Public Relations
ISSN : 28083059     EISSN : 27986616     DOI : https://doi.org/10.29313/jrpr.v1i2
Jurnal Riset Public Relations Jurnal Riset Public Relations (JRPR) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian media, strategi PR, dll. JRPR ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6616 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini akan ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 110 Documents
Strategi Identitas Merek dalam Mengembangkan Potensi Produk Asli Daerah di Desa Campakamulya Firmansyah; Tarlani; Kurniasari, Nia; Rahman, Hadiyan Izzatur; Hasanatunnisa, Andini; Rahmah, Syifa Alia; Akbar, Gemilang Gema
Jurnal Riset Public Relations Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v5i2.7414

Abstract

Abstrak. Produk asli daerah adalah kemampuan suatu daerah dalam menghasilkan produk-produk khas bernilai ekonomi yang mencerminkan identitas, budaya, sumber daya alam, dan keterampilan masyarakat setempat. Banyak produk asli daerah yang berpotensi memiliki merek yang bisa dikembangkan sebagai ciri khas dari daerah tersebut sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini melakukan studi terhadap Desa Campakamulya yang merupakan salah satu desa dengan potensi daerah yang cukup besar, terutama pada sektor pariwisata. Pengembangan merek dari produk asli sebagai pendukung dari sektor pariwisata dirasa belum dikembangkan sesuai dengan karakteristik dari daerah tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan mix method dengan strategi explanatory sequential analysis. Explanatory sequential design merupakan pendekatan penelitian kuantitatif yang diikuti oleh penelitian kualitatif. Analisis dilakukan dengan cara menganalisis pemahaman perangkat desa kemudian mengobservasi perkembangan penggunaan merek yang dimiliki oleh produk unggulan daerah. Hasilnya, potensi produk asli daerah belum dikembangkan secara optimal. Hal tersebut dikarenakan masih kurangnya pemahaman perangkat desa dan BUMDes dalam mengembangkan merek yang sesuai dengan potensi daerah. Potensi pengembangan produk asli daerah melalui keunggulan kompetitif hanya bisa dilakukan jika lapisan masyarakat memiliki kesadaran pada identitas merek pada produk mereka. Abstract. Original regional products represent a region's capacity to generate unique, economically significant goods that embody the identity, culture, natural resources, and expertise of the local community. A multitude of local products possess the potential to be branded and cultivated as regional hallmarks, so enhancing the local economy. This research examines Campakamulya Village recognized for its considerable regional potential, particularly in tourism. The establishment of brand identification for local products to bolster the tourism sector is perceived as insufficiently developed in relation to the area's qualities. The research methodology employs a mixed methods approach with an explanatory sequential analysis strategy. An explanatory sequential design is a quantitative research methodology succeeded by qualitative research. The investigation involved assessing the comprehension of village officials and then monitoring the evolution of brand use for the region's premier products. The potential of local original items has not been fully realized. This is due to the persistent lack of comprehension among village leaders and BUMDes regarding the development of a brand that corresponds with the region's potential. The potential for developing local original products through competitive advantage can only be realised if the community is aware of the brand identity of their products.
Strategi Public Relations dalam Meningkatkan Citra Perusahaan di Era Digital Agung Bayu Fernando; Indrabudi, Bintang Ramasalsa; Yani Hendrayani
Jurnal Riset Public Relations Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v5i2.7487

Abstract

Abstrak. Public relations (PR) memainkan peran kunci dalam membangun dan mempertahankan citra perusahaan di era digital, dimana media sosial dan platform digital menjadi sarana utama untuk membina hubungan yang transparan dengan publik. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi PR yang diterapkan oleh Apple, dengan fokus pada penggunaan storytelling untuk membangun hubungan emosional dengan audiens dan memperkenalkan nilai-nilai perusahaan. Menggunakan pendekatan kajian literatur, penelitian ini menganalisis konsep storytelling dalam PR Apple melalui kampanye ikonik seperti “Think Different” dan “Shot on iPhone”, yang tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga menghubungkan konsumen dengan filosofi perusahaan. Penelitian ini juga membahas peran PR dalam mengelola krisis dan menjaga konsistensi pesan perusahaan di era digital, serta pentingnya transparansi dan responsivitas dalam membangun citra perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PR yang berbasis storytelling yang efektif dan relevan dapat memperkuat citra perusahaan, meningkatkan kepercayaan publik, dan membentuk loyalitas jangka panjang, terutama di tengah persaingan yang ketat. Penelitian ini menegaskan bahwa PR di era digital memerlukan pendekatan yang holistik dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika komunikasi global. Abstract. Public relations (PR) plays a key role in building and maintaining a company’s image in the digital era. Where social media and digiyal platforms are the primary tools for establishing transparent relationships with the public. This study aims to explore the PR strategies employed by Apple, with a focus on the use of storytelling to build emotional connections with the audience and introduce the company’s values. Using a literature review approach, this research analyzes the concept of storytelling in Apple’s PR through iconic campaigns like “Think Different” and “Shot on iPhone,” which not only promote products but also connect consumers with the company’s philosophy. The study also discusses the role of PR in managing crises and maintaining consistent messaging in the digital era, as well as the importance of transparency and responsiveness in building a company’s image. The findings indicate that effective and relevant storytelling-based PR strategies can strengthen a company’s image, increase public trust, and foster long-term loyalty, especially in the face of intense competition. This research underscores that PR in the digital era requires a holistic and adaptive approach to technological advancements and global communication dynamics.
Marketing Communication PT Kreasi Nostra Mandiri (Sayurbox) dalam Strategi Komunikasi Penjualan Produk Online Achmad Budiman Sudarsono; Sarasati, Fitri; Helen Olivia; Abdul Latief
Jurnal Riset Public Relations Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v5i2.7984

Abstract

Abstrak. Perkembangan ekosistem pemasaran digital mendorong perusahaan ritel pangan daring, seperti Sayurbox, untuk menerapkan strategi komunikasi yang adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen serta meningkatnya kebutuhan akan produk pertanian segar dan berkualitas. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara tingginya permintaan konsumen dengan keterbatasan pasokan produk yang dapat mengganggu kredibilitas komunikasi dan kepercayaan terhadap perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi digital Sayurbox dalam memperkenalkan produk, membangun kepercayaan konsumen, serta mengatasi hambatan operasional terkait ketidakstabilan rantai pasok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis melalui wawancara mendalam dengan tim Marketing Communication dan analisis konten pada media digital Sayurbox, meliputi Instagram, Facebook, YouTube, serta situs web resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital Sayurbox mengintegrasikan konten informatif, edukatif, dan persuasif dengan mengangkat narasi farm to table sebagai identitas merek untuk menegaskan transparansi proses distribusi produk. Selain itu, Sayurbox melakukan pendampingan dan edukasi kepada petani lokal guna meningkatkan kualitas serta konsistensi pasokan sebagai bagian dari komunikasi berbasis kepercayaan. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan integrasi perspektif Network Society dan Planned Production Model pada studi komunikasi digital agritech. Secara praktis, hasil penelitian menawarkan rujukan bagi penguatan strategi pemasaran digital yang berorientasi pada keberlanjutan rantai pasok dalam industri ritel pangan daring di Indonesia. Abstract. The development of the digital marketing ecosystem has encouraged online food retail companies, such as Sayurbox, to adopt communication strategies that are adaptive to changing consumer behavior and the growing demand for fresh and high-quality agricultural products. However, a gap remains between high consumer demand and limited product supply, which may disrupt communication credibility and consumer trust. This study aims to analyze Sayurbox’s digital communication strategies in introducing products, building consumer trust, and addressing operational challenges related to supply chain instability. The research employs a qualitative approach within a constructivist paradigm, using in-depth interviews with the Marketing Communication team and content analysis of Sayurbox’s digital platforms, including Instagram, Facebook, YouTube, and the official website. The findings indicate that Sayurbox integrates informative, educative, and persuasive content by emphasizing the farm-to-table narrative as a brand identity to reinforce transparency in the product distribution process. In addition, Sayurbox provides assistance and education to local farmers to improve product quality and supply consistency as part of trust-based communication. Theoretically, this study contributes to the integration of Network Society and Planned Production Model perspectives in digital agritech communication studies. Practically, the findings offer insights for strengthening sustainable digital marketing strategies in Indonesia’s online food retail industry.
Peran Humas dalam Membangun Brand Image SMK PGRI 2 Sidoarjo Mochammad Fani; Ainur Rochmaniah
Jurnal Riset Public Relations Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v5i2.8134

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui peran humas dalam membangun brand image SMK PGRI 2 Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk mengetahui peran humas dalam membangun brand image sekolah. Subyek pada penelitian ini terdapat lima informan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian data yang terhimpun dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Agar terjamin keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber dan metode.  Hasil penelitian menunjukan dalam upacaya menangani brand image sekolah yaitu citra Perusahaan,citra pemakai, dan citra produk, humas menjalankan peranya sebagai communicator, relationship, back up management, dan Corporate image. dalam citra sekolah menunjukan persepsi kurang baik di kalangan masyarakat, citra pemakai menunjukan bahwa sekolah tersebut bukan menjadi pilihan utama dalam memilih sekolah sebagai Lembaga pendidikan, citra produk menujukan bahwa siswa sekolah tersebut memiliki perilaku dan kedisiplinan kurang baik. dalam menangani brand image peran humas sebagai komunikator menyampaikan sejumlah informasinya pada saat rapat tahunan dengan semua warga sekolah. dalam menjalin hubungan baik juga diwujudkan dengan kegiatan ibadah bersama warga sekolah dan melakukan budaya sopan santun dengan masyarakat luar. Sebagai back up management, humas mendukung penuh perencanaan dan menjalankan strategis management sekolah. Sedangkan dalam perannya  sebagai  Corporate image, sekolah mempunyai kualitas pendidikan tinggi, dan nilai-nilai karakter siswa baik. Abstract. This research aims to find out the role of public relations in building the brandimage of SMK PGRI 2 Sidoarjo. This research method uses qualitative descriptive to determine the role of public relations in building the school's brandimage. The subjects in this study were five informants. Data collection techniques use interviews, observations, and documentation. Then the collected data is analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. To ensure the validity of the data, the researcher uses triangulation of sources and methods.  The results of the study show that in the effort to handle the school's brandimage, namely the company's image, user image, and product image, public relations performs its role as a communicator, relationship, back up management, and Corporateimage. In the image of the school shows a poor perception among the community, the image of the user shows that the school is not the main choice in choosing a school as an educational institution, the image of the product shows that the students of the school have poor behavior and discipline. In handling the brandimage, the role of public relations as a communicator conveys a number of information during the annual meeting with all school residents. In establishing good relationships, it is also manifested by worship activities with school residents and conducting a culture of manners with the outside community. As a back up management, public relations fully supports the planning and strategic implementation of school management. Meanwhile, in its role as a Corporateimage, schools have the quality of higher education, and the values of student character are good.
Pengelolaan Akun Instagram @infokomjakmania sebagai Media Informasi Suporter Persija Akbari, Atika Salsabilla; Emeilia, Rindana Intan; Siti Qona’ah
Jurnal Riset Public Relations Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v5i2.8265

Abstract

Abstrak. The Jakmania merupakan komunitas suporter Persija dengan anggota besar dan tersebar di Indonesia. Dalam skala tersebut, penyampaian informasi cepat dan akurat menjadi kebutuhan penting. Maraknya penyebaran hoax dan simpang siur terkait Persija dan The Jakmania di media sosial memperkuat pentingnya memiliki media resmi yang menyampaikan informasi terpercaya. Hal ini menjadi latar belakang dibentuknya Infokomjakmania. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan Instagram Infokomjakmania dengan empat aspek pengelolaan media sosial yang dikemukakan Chris Heuer: Context, Communication, Collaboration, dan Connection. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara semi terstruktur, observasi non-partisipatif, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan akun @infokomjakmania dikelola profesional dengan pembagian tugas jelas antar divisi. Konten yang disajikan beragam dan terstruktur, mencakup informasi pertandingan, himbauan, serta klarifikasi isu. Akun ini juga berperan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Kesimpulannya, akun @infokomjakmania berfungsi optimal sebagai sumber informasi utama bagi suporter Persija atau The Jakmania. Abstract. The Jakmania is a Persija supporters’ community with a large and widespread membership across Indonesia. At this scale, delivering fast and accurate information becomes essential. The spread of hoaxes and unclear news related to Persija and The Jakmania on social media strengthens the need for an official medium that provides reliable information. This background led to the establishment of Infokomjakmania. This study aims to analyze the management of Infokomjakmania’s Instagram account through Chris Heuer’s four aspects of social media management: Context, Communication, Collaboration, and Connection. The methodology used is descriptive qualitative with data collection through semi-structured interviews, non-participatory observation, documentation, and literature study. The findings show that @infokomjakmania is professionally managed with clear division of tasks among teams. The content is diverse and structured, covering match information, supporter appeals, and issue clarifications. The account also engages in collaboration with various parties. In conclusion, @infokomjakmania functions optimally as a primary information source for Persija supporters.
Peran Arkatipe Merek dalam Strategi Pemasaran Konten Untuk Pembentukan Citra Lembaga Fajar Rizki, Menati; Anugrah Imsa, Mentari; Abdul Kholik; Natania, Marsha Cesar; Firdhan, Muhammad Fachrizal
Jurnal Riset Public Relations Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v5i2.8452

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran arketipe merek dalam strategi pemasaran konten Youth Ranger Indonesia (YRI) serta kontribusinya terhadap pembentukan citra lembaga di ranah digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten induktif, penelitian ini mengkaji 30 unggahan Instagram YRI yang dipublikasikan pada Maret–Agustus 2025, dilengkapi dengan wawancara mendalam untuk memahami nilai dan praktik komunikasi internal. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga pola konten utama, yakni konten aksi, konten empatik-edukatif, dan konten kreatif-visual. Ketiga pola tersebut muncul secara konsisten dan menggambarkan cara YRI membangun kedekatan dengan audiens muda, menegaskan identitas lembaga, serta menyajikan pesan yang relevan dan mudah dikenali. Temuan ini juga memperlihatkan bahwa pola konten tersebut secara alami selaras dengan kecenderungan arketipe tertentu, meskipun YRI belum pernah merumuskannya secara formal. Integrasi pola konten dengan nilai internal lembaga berkontribusi pada pembentukan citra positif melalui aspek favorability, strength, dan uniqueness. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan bahwa arketipe merek dapat menjadi kerangka strategis dalam komunikasi digital organisasi non-profit. Penerapan arketipe yang konsisten mampu memperkuat citra lembaga dan meningkatkan efektivitas pemasaran konten, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan strategi komunikasi digital yang lebih terarah. Abstract. This study aims to examine the role of brand archetypes in the content marketing strategy of Youth Ranger Indonesia (YRI) and its contribution to shaping the organization’s image in the digital sphere. Employing a qualitative approach with inductive content analysis, the research analyzes 30 Instagram posts published between March and August 2025, complemented by in-depth interviews to capture internal values and communication practices. The findings reveal three dominant content patterns: action-oriented content, empathetic-educational content, and creative-visual content. These patterns consistently appear across YRI’s digital communication, illustrating how the organization builds closeness with young audiences, reinforces its identity, and delivers messages that are relevant and easily recognizable. The results also show that these content tendencies naturally align with certain brand archetypes, even though the organization has never formally applied the framework. The integration of these patterns with YRI’s internal practices contributes to a positive brand image, reflected through favorability, strength, and uniqueness. In conclusion, the study demonstrates that brand archetypes can serve as a strategic framework for digital communication in non-profit organizations. Consistent application of archetypal cues strengthens organizational image and enhances the effectiveness of content marketing, while offering opportunities for more directed and coherent digital communication strategies. 
Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram dengan Tingkat Kebahagiaan Remaja Fauzan Ridha Muhammad; Zulfebriges
Jurnal Riset Public Relations Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v5i2.8534

Abstract

Abstrak. Instagram sebagai salah satu platform digital yang paling populer di kalangan remaja, memberikan ruang bagi penggunanya untuk berbagi, berinteraksi, dan mengakses berbagai jenis konten, termasuk konten keluarga seperti yang disajikan oleh akun @fadiljaidi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 93 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (FIKOM UNISBA) yang merupakan pengguna aktif Instagram dan pengikut akun @fadiljaidi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah intensitas penggunaan Instagram yang diukur melalui empat indikator, yaitu: frekuensi, durasi, perhatian, dan penghayatan. Sementara itu, variabel terikat adalah tingkat kebahagiaan remaja yang mencakup dimensi emosi positif, keterlibatan, makna, hubungan positif, dan prestasi. Analisis data dilakukan melalui uji statistik deskriptif dan korelasi Rank Spearman dengan bantuan software SPSS versi 25 dan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan Instagram dan tingkat kebahagiaan remaja, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien korelasi 0,518 yang termasuk dalam kategori kuat. Setiap indikator intensitas penggunaan menunjukkan adanya hubungan dengan tingkat kebahagiaan remaja. Konten keluarga yang bersifat positif, hangat, dan menghibur seperti milik @fadiljaidi mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja dengan mendorong refleksi emosional, interaksi sosial yang sehat, dan perasaan terhubung secara emosional. Abstract. Provides space for its users to share, interact, and access various types of content, including family content as presented by @fadiljaidi account. This study uses a correlational quantitative approach with a sample of 93 students of the Faculty of Communication Sciences, Islamic University of Bandung (FIKOM UNISBA) who are active Instagram users and followers of the @fadiljaidi account. The independent variable in this study is the intensity of Instagram use measured through four indicators, namely: frequency, duration, attention, and appreciation. Meanwhile, the dependent variable is the level of adolescent happiness which includes the dimensions of positive emotions, involvement, meaning, positive relationships, and achievement. Data analysis was conducted through descriptive statistical tests and Rank Spearman correlation with the help of SPSS software version 25 and a significance level of 0.05. The results showed that there is a significant positive relationship between the intensity of Instagram use and the level of adolescent happiness, with a significance value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.518 which is included in the strong category. Each indicator of intensity of use (frequency, duration, attention, appreciation) shows a relationship with the level of adolescent happiness. Positive, warm and entertaining family content such as @fadiljaidi's can improve adolescents' psychological well-being by encouraging emotional reflection, healthy social interactions and feelings of emotional connectedness.
Pengalaman Self-Compassion untuk Mempertahankan Personal Branding di Media Sosial Elvira Wulandri Asad; Tresna Wiwitan
Jurnal Riset Public Relations Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v5i2.8994

Abstract

Abstrak. Fenomena maraknya penggunaan media sosial, khususnya Instagram, telah melahirkan generasi influencer muda yang rentan terhadap kritik dan tekanan sosial. Dalam konteks komunikasi digital yang cepat dan terbuka, para influencer menghadapi ekspektasi audiens yang tinggi, tuntutan untuk tampil sempurna, serta komentar negatif yang memengaruhi persepsi diri influencer. Penelitian ini mengkaji: (1) pengalaman influencer Gen Z mengelola kritik atau tekanan sosial; (2) makna personal branding bagi mereka; dan (3) peran self-compassion dalam proses mempertahankan branding tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga influencer Gen Z, didukung triangulasi sumber dari followers dan seorang pakar komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik yang diterima berkaitan dengan fisik, konten, dan citra ideal. Komunikasi intrapersonal menjadi ruang refleksi bagi influencer Gen Z dalam merespons tekanan, didukung oleh self-compassion yang terwujud melalui sikap menerima diri, mengelola emosi secara sadar, dan menyadari bahwa tekanan adalah bagian dari dinamika kehidupan digital. Citra diri atau personal branding dipahami sebagai proses strategis melalui visual, narasi, dan interaksi konsisten. Citra atau branding bukan sekadar tampilan, melainkan hasil negosiasi antara diri yang autentik dan citra yang ingin ditampilkan. Self-compassion menjadi fondasi penting untuk membangun komunikasi intrapersonal dan citra digital yang sehat dan bermakna. Abstract. The phenomenon of widespread use of social media, especially Instagram, has given rise to a generation of young influencers who are vulnerable to criticsm and social pressure. In the fast-paced digital era, influencers face high audience expectations, demands to look perfect, and negative comments that affect their self-perception. This study examines: (1) Gen Z influencers' experiences in managing social pressure; (2) their understanding of personal branding; and (3) the role of self-compassion in maintaining that branding. Using a qualitative approach with phenomenological methods, data were collected through in-depth interviews with three Gen Z influencers, plus triangulation from followers and a digital communication expert. The findings show that the criticism often targets physical appearance, content, and idealized image. Intrapersonal communication becomes a reflection space, while self-compassion expressed through self-acceptance, emotional awareness, and understanding pressure as part of the digital life. Personal branding is understood as a strategic process through visuals, narratives, and consistent interactions. Branding is not just an appearance, but the result of negotiation between the authentic self and the image that wants to be displayed. Self-compassion is an important foundation for building healthy and meaningful intrapersonal communication and digital images.
Strategi Humas PT KAI Bandung dalam Kampanye Keselamatan Herliana Widya Pratiwi; Dadi Ahmadi
Jurnal Riset Public Relations Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v5i2.8995

Abstract

Abstrak. Kampanye keselamatan merupakan salah satu upaya PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui strategi Humas PT KAI Bandung dalam menyampaikan kampanye keselamatan melalui media sosial Instagram. Dalam penulisan ini, menggunakan teori kampanye sosial yang  menekankan pada penyebaran pesan dengan tujuan mengedukasi dan membangun kesadaran terkait keselamatan perjalanan kereta api. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali informasi mendalam terkait kampanye keselamatan di Instagram. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Subjek penelitian ialah pihak humas PT KAI Bandung. Hasil menunjukkan bahwa strategi kampanye dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, produksi, dan evaluasi konten. Pemilihan isu terkini yang relevan, koordinasi antarunit, serta penggunaan visual menarik yang sesuai identitas perusahaan menjadi kekuatan utama dalam menyampaikan pesan. Evaluasi rutin memastikan kampanye berjalan optimal. Abstract. Safety campaigns are one of PT Kereta Api Indonesia (Persero)'s efforts to raise public awareness of railway safety. The purpose of this paper is to determine the strategies used by PT KAI Bandung's public relations department in communicating safety campaigns through Instagram. This paper uses social campaign theory, which emphasises the dissemination of messages with the aim of educating and building awareness of railway safety. This research employs a qualitative method with a case study approach to explore in-depth information related to safety campaigns on Instagram. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation, with validity tested through triangulation of sources and methods. The research subject is the public relations department of PT KAI Bandung. The results show that the campaign strategy is implemented systematically through the stages of planning, production, and evaluation of content. The selection of relevant current issues, coordination between units, and the use of visually appealing content aligned with the company's identity are key strengths in conveying the message. Regular evaluations ensure the campaign runs optimally.
Strategi Komunikasi Pengelolaan Konten Edukasi Lingkungan Melalui Microlearning Akun Instagram @satgascitarum Devarizandy Nandawan; Ani Yuningsih
Jurnal Riset Public Relations Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v5i2.9063

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi pengelolaan konten edukasi lingkungan melalui microlearning pada akun Instagram @satgascitarum. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini menelaah pemanfaatan video microlearning berbasis videografis dalam meningkatkan literasi lingkungan masyarakat, khususnya terkait isu Sungai Citarum. Fenomena dominasi video pendek di media sosial menunjukkan pergeseran preferensi konsumsi informasi, terutama pada generasi milenial dan Gen-Z yang cenderung menghindari konten berdurasi panjang. Berlandaskan teori Media Richness dan Environmental Communication, penelitian ini menganalisis bagaimana pesan edukasi lingkungan dikemas secara ringkas, visual, dan kreatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi konten Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan tema dilakukan secara kontekstual berdasarkan laporan masyarakat melalui aplikasi ISA dan IMA serta isu publik dengan pendekatan riding the wave. Konten disajikan dalam video berdurasi 1–1,5 menit dengan narasi visual yang mudah dipahami, diproduksi melalui kolaborasi tim humas, kreator konten, dan pengelola umum. Umpan balik audiens menunjukkan bahwa format microlearning efektif menyampaikan pesan lingkungan secara ringan namun bermakna sesuai pola konsumsi digital masyarakat saat ini. Abstract. This study examines environmental education content management strategies through microlearning on the Instagram account @satgascitarum. Using a qualitative method with a case study approach, the research explores the use of videographic-based microlearning to enhance public environmental literacy, particularly regarding the Citarum River issue. The growing dominance of short-form videos on social media reflects a shift in information consumption preferences, especially among Millennials and Generation Z, who tend to avoid long-form content. Grounded in Media Richness Theory and Environmental Communication, this study analyzes how environmental messages are delivered in concise, visual, and creative formats. Data were collected through in-depth interviews, observation, and content documentation. The findings reveal that content themes are mapped contextually based on public reports submitted through the ISA and IMA applications, as well as trending public issues using a “riding the wave” approach. The content is presented in 1–1.5 minute microlearning videos with easily digestible visual narratives, produced through collaboration among public relations teams, content creators, and general management. Audience feedback indicates that microlearning effectively conveys environmental messages in a light yet meaningful manner, aligning with contemporary digital consumption patterns.

Page 11 of 11 | Total Record : 110