cover
Contact Name
Siti Zuraida Muhsinin
Contact Email
zuraidamuhsinin@gmail.com
Phone
+6281904157261
Journal Mail Official
zuraidamuhsinin@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Univeristas Nahdlatul Wathan Jl. Merdeka Raya – Karang Pule - Mataram Tlpn. (0370) 6161208, Fax. (0370) 6161246
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
ISSN : 24425087     EISSN : 27768449     DOI : https://doi.org/10.51673/jikf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) dengan e ISSN : 2776-8449, p ISSN : 2442-5087 adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jurnal ini adalah Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk Ilmu Kesehatan dan Farmasi. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) menerima artikel dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dan diterbitkan 2 kali setahun : Maret dan September.
Articles 191 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur Nur Radiah; Nana Agustiana; Lale Syifaun Nufus
JIKF Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v11i1.1661

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu dari penyakit kardiovaskular tidak menular dan memerlukan pengobatan jangka panjang maka pengetahuan sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pengetahuan yang baik dapat meningkatkan peran aktif untuk ikut serta dalam pengelolaan dan pengendalian hipertensi. Kepatuhan pengobatan diperlukan untuk mencapai kestabilan tekanan darah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Suela tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 122 pasien hipertensi yang memenuhi kriteria umur >18 tahun di Puskesmas Suela. Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi pearson. Dengan alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan X dan kepatuhan minum obat Y. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai korelasi pearson antara pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat sebesar 0,095>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat di Puskesmas Suela.
Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Perawatan Organ Reproduksi Baiq Tuhu Abdiani; Firdaus Mubayyina
JIKF Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v11i1.1663

Abstract

Reproduksi Remaja yang sehat bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan, namun juga sehat secara mental. Diperlukan waktu yang tepat untuk memberikan pengetahuan mengenai Kesehatan Reproduksi. Kurangnya pengetahuan Kesehatan Reproduksi kepada remaja dapat membentuk perilaku yang tidak bertanggung jawab mengenai proses Reproduksi. Remaja sangat sedikit memperoleh informasi dari sumber yang berkompeten tentang hal-hal tersebut di atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Prilaku Perawatan Organ Reproduksi Wanita Jenis Penelitian ini bersifat Observational Analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan instrument yang beruoa kuesioner berisi 30 pertanyaan yang terdiri dari 15 pertanyaan tentang Pengetahuan dan 15 pertanyaan tentang perilaku perawatan organ Reproduksi yang diberikan terhadap 63 Responden, yang diambil secara Proportional Random Sampling pada Siswi Kelas XI SMA 1 Pringgabaya pada bulan Juni 2023. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan tabulasi secara komputerisasi dengan tingkat signifikansi 95% (0,05). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 63 responden, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang terhadap kesehatan reproduksi yaitu sebanyak 33 responden (52,4 %) serta sebagian besar memiliki perilaku cukup sebanyak 44 responden (69,8%). Hasil uji statistik Chi-square p=0,000 menunjukkan adanya hubungan yang Signifikan antara pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi dengan prilaku perawatan organ reproduksi wanita. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku perawatan organ reproduksi di SMA Negeri 1 Pringgabaya.
Analisis uji pemisahan Parasetamol dan Vitamin C pada sediaan tablet Farmasi menggunakan uji pemisahan Kromatografi Lapis Tipis Muhammad Eka Putra Ramandha; Lalu Busyairi Muhsin
JIKF Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v11i1.1664

Abstract

Saat ini, penggunaan obat dan vitamin semakin meningkat setiap tahunnya, beberapa diantaranya adalah Parasetamol dan vitamin C, Parasetamol atau acetaminophen adalah pereda nyeri dan antipiretik yang populer digunakan untuk meredakan sakit kepala dan nyeri ringan serta demam. Obat ini banyak digunakan sebagai obat resep untuk pengobatan nyeri dan masuk angin, sedangkan Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu vitamin yang terbuat dari turunan heksosa, yang larut dalam air dan mudah teroksidasi. Proses dipercepat oleh panas, cahaya, alkali, enzim , dan katalis tembaga dan besi. Selain itu, asam askorbat memiliki gugus kromofor yang peka terhadap rangsangan cahaya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas Parasetamol dan vitamin C dalam sediaan farmasi dengan uji pemisahan KLT, Berdasarkan percobaan yang dilakukan pada uji aktivitas pemisahan vitamin C dan Parasetamol dengan KLT pada sediaan tablet farmasi dapat disimpulkan bahwa kandungan Parasetamol dan vitamin C dalam sediaan tablet farmasi memiliki Rf sebesar 0,88 pada noda Parasetamol kemudian 0,9 pada noda vitamin C dan 0,86 pada noda campuran yaitu sediaan tablet farmasi.
Hubungan Lama Penyapihan Dengan Status Gizi Balita di Desa Babussalam Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Tahun 2023 Asri Daniyati; Shohipatul Mawaddah
JIKF Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v11i1.1665

Abstract

Secara keseluruhan, di NTB yang mengalami kasus gizi buruk sebesar 10,6% dari seluruh jumlah balita yang ada dan gizi kurang sebanyak 19,9%. Sedangkan untuk jumlah balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Gerung secara keseluruhan yaitu sebanyak 6990 jiwa. Dari hasil pendataan masalah yang telah dilakukan, masih terdapat kasus gizi buruk pada balita sebanyak 28 orang atau dengan persentase 0,40% dari seluruh jumlah balita di wilayah Puskesmas Gerung (Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, 2022), Desain penelitian ini bersifat analitik observasional dan dari segi waktu bersifat cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini di lakukan dengan cara Random Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah 769 balita dan memiliki urutan ketiga terbanyak untuk jumlah balita di desa Babussalam wilayah kerja Puskesmas Gerung kabupaten lombok barat pada bulan Maret-Juni 2023 dengan jumlah sampel 84 responden. Data yang diperoleh dari observasi langsung menggunakan alat bantu format pengumpulan data. Diperoleh hasil balita yang termasuk dalam lama penyapihan baik adalah ≥2 tahun sebanyak 69 balita (89%) memiliki lama penyapihan baik. Untuk balita dengan lama penyapihan tidak baik yaitu <2 tahun, diperoleh sebanyak 15 balita (18%). Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan teori yang ada yaitu bahwa penyapihan yang baik ≥ 2 tahun dan dari hasil penelitian yaitu sebagian besar balita dengan lama penyapihan baik. Penelitian yang telah dilakuakan di desa Babussalam Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Kabupaten Lombok Barat pada bulan Maret-Juni 2023 , didapatkan penggolongan status gizi balita yang menjadi sampel yaitu untuk status gizi baik sebanyak 64 balita (76,2%) dan tidak baik sebanyak 20 balita (23,8%).
Gambaran Obat Kadaluwarsa, Obat Rusak, dan Stock Mati di Puskesmas Narmada Periode 2021 M. Sidrotullah; Baiq Endang Suprihartini; Ramhar Diantini
JIKF Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v11i1.1666

Abstract

Pengelolaan sediaan farmasi merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian, yang dimulai dari perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan evaluasi. Penyimpanan merupakan tahap dari pengelolaan obat yang berperan untuk menjaga obat agar tidak terjadi kadaluwarsa, rusak dan stock mati. Pengelolaan obat di puskesmas merupakan kegiatan penting yang dilaksanakan agar tercapainya ketersediaan obat yang baik serta mampu menjamin mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan menganalisis terjadinya obat kadaluwarsa, obat rusak dan stock mati, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan untuk perbaikan pengelolaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental bersifat deskriptif evaluatif dengan metode kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu seluruh obat tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase obat kadaluwarsa di Puskesmas Narmada sebanyak 32,7%, obat rusak sebanyak 0% yang artinya tidak di temukan obat rusak, serta stock mati sebanyak 0,6%. Hal ini menyatakan bahwa persentase obat kadaluwarsa tidak sesuai dengan indikator yang ditetapkan yaitu <1%. Obat rusak dengan persentase 0% dan stock mati dengan persentase 0,6% yang artinya sesuai dengan indikator yang ditetapkan yaitu <1%.
Faktor Risiko Riwayat Abortus Terhadap Kejadian Abortus Spontan di Puskesmas Kota Mataram Erniawati Pujiningsih; Elma S.
JIKF Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v11i1.1667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar risiko riwayat abortus sebelumnya terhadap kejadian abortus spontan di Puskesmas Kota Mataram. Desain penelitian adalah kajian kasus kontrol (case control study) dengan unit observasi yang terdiri atas kelompok kasus dan kelompok kontrol. Sampel penelitian sebanyak 194 responden, yaitu kelompok kasus 97 responden dan kelompok kontrol 97 responden yang diambil secara purposif. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Odds Ratio, dan analisis multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel berisiko terhadap kejadian abortus spontan, yaitu riwayat abortus OR= 0,51 (95% CI: 0,290 – 0,909 p=0,031). Ibu dengan ada riwayat abortus memiliki risiko untuk mengalami abortus spontan 2,0 kali daripada ibu yang tidak ada riwayat abortus. Untuk menghindari adanya abortus ulang perlu direncanakan untuk menjarangkan kehamilan dan pembatasan jumlah anak dengan mengikuti program KB dengan metode jangka panjang.
Uji Sifat Fisik Sediaan Krim Body Scrub Dari Ekstrak Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Ade Irma Fitria Ningsih; Anggi Juita Sari; Andy Susbandiyah Ifada
JIKF Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v11i1.1668

Abstract

Bayam merah mengandung vitamin C dan flavonoid sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Sifat Fisik Sediaan Krim Body Scrub dari Ekstrak Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.). Penelitian ini merupakan penelitian pra- eksperimental. Ekstrak daun bayam merah diperoleh dari serbuk bayam merah yang digunakan sebanyak 100 gram dengan pelarut 1000 mL etanol 70% dan mendapatkan hasil ektrak kental sebanyak 45 gram. Dalam penelitian ini menggunakan daun bayam merah yang di buat dengan konsentrasi ( 0,75%, 1% dan 1,25%) dengan melakukan uji sifat fisik seperti uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar dan uji iritasi. Data yang di peroleh di analisis secara deskriftif. Hasil uji organoleptis sediaan krim body scrub ekstrak bayam merah pada formulasi 0,75%, 1%, 1,25% berturut-turut berwarna coklat muda dan coklat tua, tekstur ada partikel kasar scrub, dan untuk bau pada sediaan krim body scrub bayam merah berbau aroma khas bayam merah. Uji homogenitas sediaan krim body scrub ekstrak bayam merah pada formulasi 0,75%, 1%, dan 1,25% homogen atau komponen sediaan tercampur merata. Uji pH sediaan krim body scrub ekstrak bayam merah pada formulasi 0,75%, 1%, 1,25% dengan rerata berturut-turut 7,8, 7,7, dan 7,6 hal ini telah memenuhi standar penelitian yaitu berkisar 4,5-8,0. Uji daya lekat sediaan krim body scrub ekstrak bayam merah pada formulasi 0,75%, 1%, 1,25% berturut-turut dengan rerata 5,21, 6,66 dan 6,38 detik hal ini telah memenuhi standar karena diatas 4 detik. Uji daya sebar sediaan krim body scrub ekstrak bayam merah pada formulasi 0,75%, 1%, 1,25% berturut-turt dengan rerata 5,1 dan 5 cm hal ini telah memenuhi standar yaitu berkisar antara 5-7 cm. Uji iritasi sediaan krim body scrub ekstrak bayam merah pada formulasi 0,76%, 1%, dan 1,25% tidak terjadi iritasi dan gatal atau sesuai standar. Kesimpulan sediaan krim body scrub ekstrak daun bayam merah pada pengujian organoleptis, uji homogenitas, uji pH, daya sebar, uji iritasi dan uji daya lekat pada formulasi 0,75%, 1%, 1,25% telah memenuhi syarat sesuai standar penelitian.
Influence of Phyllanthus niruri Linn. Extract Therapy on Renal and Uterus in 2% NaCl -induced Fibrotic Scarring Rodents Khairil Pahmi; Lale Syifaun Nufus; Dahlia Andayani
JIKF Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v11i1.1747

Abstract

Background Phyllanthus niruri (english name : leafflower) extract is used in therapy of renal and uterus fibrotic scarring disease. Influence of alcohol extract of P. niruri on renal and uterus of 2% NaCl- induced fibrotic scarring rodents had been researched. Aim of Study Purpose of this research to study the influence of leafflower (Phyllanthus niruri Linn.) therapy on renal and uterus in 2% NaCl - induced fibrotic scarring rodents. Methods Wistar rodents were stimulated with 2% NaCl in drinking water to induce fibrotic scarring renal and uterus. Phyllanthus niruri extract (200 mg/kg) was given orally for 4 weeks. Matrix extracellular expression was determined by HE Staining and calculated by METAVIR fibrosis scarring score. The data of this study were analyzed by SPSS 16. Results niruri extract was able to decrease the matrix extracellular in 2% NaCl-induced rodent compared to control group (p<0.05). Conclusion P. niruri extract was able to decrease the matrix extracellular in the renal and uterus of the rodents.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Tanda Bahaya Persalinan Dengan Pemilihan Tempat Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Lendang Nangka-Lombok Timur Tahun 2020 Nurul Auliya Kamila; Ziadatul Munawarah; Aulia Rahmasari
JIKF Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v8i1.1015

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari rekapitulasi laporan di Puskesmas Lendang Nangka Lombok Timur, jumlah Ibu hamil pada bulan Januari – Oktober 2019 berjumlah 429 jiwa. Dimana desa yang termasuk wilayah kerja Puskesmas Lendang Nangka sebanyak 5 wilayah yaitu desa Lendang Nangka jumlah ibu hamil 98 jiwa, Desa Lendang Nangka Utara 83 jiwa, Desa Danger 123 jiwa, Desa Kumbang 57 jiwa, Desa Kesik 68 jiwa. Adapun kasus persalinan Nakes berjumlah 841 jiwa (92,5%). Gambaran pengetahuan ibu atau ibu hamil yang sudah memasuki trimester III mengenai tanda-tanda bahaya persalinan dan dalam pemilihan tempat persalinan pada tahun 2012 masih saja ada yang melahirkan di non fasillitas kesehatan, sehingga dalam kasus ini jumlah persalinan non Nakes di Puskesmas Lendang Nangka sebesar 13 jiwa ( 1,4% ) Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya persalinan dengan pemilihan tempat persalinan di wilayah kerja Puskesmas Lendang Nangka-Lombok Timur tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan dalam adalah metode observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang datang ke Puskesmas dan tinggal menetap di Wilayah Kerja Puskesmas Lendang Nangka Januari - Oktober 2019 sebanyak 1.071 ibu hamil. Sampel yang dianggap mewakili dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalah accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebagian besar responden berumur 20-35 tahun sebanyak 23 orang (76,7%) primigravida sebanyak 19 orang (63,3%) berpendidikan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 10 orang (33,3%) bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 21 orang (70,0%). Sebagian besar tingkat pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya persalinan dengan pemilihan tempat persalinan adalah baik sebanyak 23 responden (76,7%). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya persalinan dengan pemilihan tempat persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Lendang Nangka Tahun 2019 (p = 0,034). Diharapkan kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu dengan cara memberikan penyuluhan dan dianjurkan kepada ibu untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin di tempat pelayanan kesehatan.
Beberapa Karakteristik Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di Puskesmas Ampenan Nia Supiana; Sriama Muliani
JIKF Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v10i2.1404

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah perilaku pencarian punting payudara ibu sesaat setelah lahir. Hal ini sangat dibutuhkan, karena bayi setelah lahir langsung mendapat asupan gizi dari ASI. Pemberian ASI secara dini juga sangat bermanfaat bagi ibu,terutama untuk merangsangkelancaran ASI. Program IMD merupakan program pendukung dari pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Pentingnya pemberian IMD merupakan salah satu cara dalam menyukseskan Kesehatan bayi secara fisik dan psikis yang selama ini masih kurang diterapkan karena cenderung mengabaikan IMD dengan anggapan bahwa putting mengandung kuman dan kotor pada saat ibu bersalin (Fauziah Nasution, 2017). Metode penelitian yang digunakan Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar partograf dan kohort bayi, yang berisi tentang data responden dan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Inisiasi Menyusu Dini, mengenai penatalaksanaan IMD di puskesmas Ampenan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari 56 responden yang dijadikan sampel di Puskesmas Ampenan, sebagian besar berada pada kelompok mutipara ( 2-4) sebanyak 38 orang (67,86 %), pendidikan menengah sebanyak 25 orang (44,64 %), kesehatan ibu sebanyak 56 orang (100 %), kesehatan bayi 54 orang (96,43 %) dan keberhasilan inisiasi menyusu dini sebanyak 54 orang (96,43 %). Ibu bersalin yang berada di Puskesmas Ampenan sebagaian besar berhasil melakukan inisiasi menyusu dini sebanyak 54 orang ( %). Peran tenaga kesehatan atai Bidan dalam membimbing proses IMD sudah baik, dan responden yang masih belum melakukan IMD adalah ibu yang memiliki kondisi bayi yang perlu penanganan intensif saat bayi baru lahir. Selain itu walaupun hamper semua redponden melakukan IMD , Bidan harus tetap memberikan dukungan dan promkes terhadap manfaat melakukan IMD pada ibu bersalin.