cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023" : 10 Documents clear
Klinik Wisata Dan Kode Etik Rumah Sakit Made Indra Wijaya; Luh Gede Pradnyawati; I Made Aditya Mantara Putra
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sepanjang tahun 2022, COVID-19 dengan tingkat keparahan yang rendah masih dilaporkan terjadi di Bali. Walaupun demikian, wisatawan, baik nusantara maupun asing, telah mulai berdatangan ke Bali. Pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran yang memerlukan transportasi dan akomodasi, mulai berlangsung di Bali. Menjelang pertemuan G20, pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran semakin sering diselenggarakan di Bali. Ubud, yang menjadi tujuan wisata terkenal di Bali, juga mulai pulih. Dengan program pengabdian kepada masyarakat terhadap kelompok profesional pemberi asuhan dan karyawan yang terlibat dalam pemasaran rumah sakit, diharapkan akan memfasilitasi Rumah Sakit Payangan untuk merintis pelayanan klinik wisata. Kelompok karyawan non klinis adalah staf atau karyawan yang terlibat dalam pemasaran, sedangkan profesional pemberi asuhan terdiri dari apoteker/tenaga teknis kefarmasian, bidan, perawat, dan dokter umum. Untuk menggali informasi tentang pelayanan kesehatan bagi wisatawan, maka mula-mula dilakukan grand round. Dengan demikian, bimbingan teknis yang diberikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan karyawan. Dari grand round ditemukan bahwa: (1) praktik kedokteran pariwisata belum mengikuti panduan dari Perhimpunan Kedokteran Pariwisata Internasional atau Jaringan dan Pusat Kesehatan Pariwisata Nasional; dan (2) kelompok karyawan non klinis belum terpapar dengan kode etik pemasaran rumah sakit.
Pembinaan Kesehatan Guru SMAN 1 Negara dan Peningkatan Sarana Prasarana pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19 Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; A.A.Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Negeri 1 Negara merupakan salah satu SMA yang berada pada zona kuning. Sekolah ini merencanakan tatap muka terbatas pada semester ganjil yang akan datang. Mitra pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru di SMA Negeri 1 Negara. Selama ini pengetahuan mitra masih terbatas tentang pencegahan Covid-19 dan sarana prasarana yang mendukung untuk melaksanakan protokol kesehatan masih terbatas pada masa adaptasi kebiasaan baru. Keterbatasan tersebut berupa kurangnya poster-poster terkait perilaku hidup bersih dan sehat dan wastafel yang digunakan. Selain itu, murid kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan karena tidak diawasi dengan baik. Metode yang akan digunakan berupa interactive learning dan pembinaan kader. Adapun tujuan kegiatan adalah memberikan informasi dan pembinaan untuk melatih keterampilan kader kesehatan dalam memberikan edukasi kepada muridnya tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memberikan poster perilaku hidup bersih dan sehat dan wastafel portable yang dapat digunakan di sekolah. Kegiatan dilakukan bersama dengan monitoring dan evaluasi kepada mitra dengan pretest, postest, dan matriks kegiatan. Pemberian materi dilaksanakan secara daring melalui zoom sedangkan kegiatan penyerahan peralatan terkait PHBS dilaksanakan secara terpisah. Antusias guru terhadap pelaksanaan pembelajaran secara luring cukup baik dengan pengembangan sistem pembelajaran yang sesuai dengan pandemi Covid-19.
PKM Pemberdayaan Pedagang Perempuan dalam Pencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Umum Payangan Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Made Indra Wijaya; Komang Triyani Kartinawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain populasi kunci seperti pekerja seks, LGBT, penasun, para pedagang perempuan merupakan kelompok yang berisiko juga tertular IMS dan HIV/AIDS. Para pedagang perempuan, ibu rumah tangga merupakan kelompok berisiko rendah yang rentan tertular. Pasar merupakan tempat dengan mobilisasi dan interaksi masyarakatnya yang tinggi, sehingga tidak memungkiri terjadinya perilaku seksual yang berisiko. Selain itu Payangan merupakan kecamatan yang tinggi kunjungan treveler di Provinsi Bali, dimana daerahnya termasuk daerah agraris dan ekowisata sangat digalakkan. Berdasarkan wawancara dengan mitra didapatkan permasalahan bahwa kurangnya pengetahuan mitra tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS. Selain itu kurangnya pengetahuan pedagang perempuan tentang pemasaran dagangan online yang mana mereka cenderung berdagang hanya di tempat saja. Dari hasil kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi didapatkan hasil bertambahnya pengetahuan para kader tentang pencegahan IMS dan HIV AIDS sebesar 100%. Para kader pedagang juga sudah terlatih dalam hal pemasaran online hasil dagangan. Pedagang juga sudah bisa secara mandiri dalam bertransaksi melalui platform digital. Kontribusi mitra terhadap pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat ini sangat baik. Mitra sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemberdayaan pedagang perempuan dalam pencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Payangan.
Higiene Sanitasi Makanan dan Lingkungan Di Kantin Kampus X Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Putu Arya Suryanditha; I Komang Medy Wedhangga
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan individu dipengaruhi beberapa aspek kehidupan seperti aspek nutrisi, aspek gaya hidup dan lingkungan. yang sehat. Higiene sanitasi makanan dipengaruhi oleh aspek nutrisi dan kesehatan lingkungan yang dapat mencegah penyakit yang ditimbulkan akibat kontaminasi makanan oleh mikroorganisme. Kantin merupakan tempat memberikan pelayanan kepada mahasiswa dalam menjajakan makanan jajanan yang mendukung kegiatan pembelajaran di kampus. Makanan jajanan dapat terkontaminasi oleh patogen melalui penjamah makanan yang kurang memperhatikan hygiene sanitasi. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada penjamah makanan di kantin dalam mencegah penularan foodhandler diseases. Metode pengabdian ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan dan diskusi kepada penjual makanan oleh narasumber dari puskesmas dan pendampingan dalam penggunaan alat pelindung diri untuk mencegah kontaminasi dari penjamah makanan ke makanan yang di jual. Berdasarkan hasil dari pengabdian ini, pengetahuan penjamah makanan mengenai hygiene sanitasi di kantin mengalami peningkatan dari 10 pertanyaan yang diajukan pada pretest dan posttest serta seluruh penjamah makanan dapat menggunakan alat pelindung diri dalam melakukan penyajian makanan setelah dilakukan pendampingan.
Peningkatan Pengetahuan Keluarga Pasien dalam Perawatan Pasien Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Tjok Istri Putra Parwati; Dewa Ayu Kade Yadnyaningsih; Ni Made Rusmini; I Gede Ananta Widjaksana; Ida Bagus Giri Sena Putra
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain (LBP) merupakan penyakit yang umum terjadi akibat kerja dan dapat ditemukan pada berbagai populasi di dunia. Penyakit ini ditandai dengan nyeri pada area punggung bawah, dengan derajat nyeri yang bervariasi sehingga dapat mempengaruhi aktivitas dalam bekerja dan pada akhirnya dapat berdampak pada kesejahteraan. Pengetahuan yang rendah tentang penyakit ini baik itu dari pengenalan gejala, cara pencegahan dan cara pengobatnnya dapat menghambat penyembuhannya. Pelaksanaan program kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien dan mitra dengan cara memberikan penyuluhan atau KIE tentang penyakitnya dan memberikan bantuan alat yang mendukung kondisi pasien terutama saat beraktifitas untuk mencegah timbulnya gejala yang lebih berat. Program kemitraan masyarakat ini akan dilakukan secara bertahap mulai dari persiapan yang diisi dengan kegiatan sosialisasi, pembuatan materi dan media yang dibutuhkan. Kegiatan berikutnya adalah pelaksanaan pengabdian yang diisi dengan kegiatan penyuluhan, pelatihan, pemberian bantuan alat dan pendampingan. Pada akhir kegiatan akan dilakukan penilaian atau evaluasi mengenai pengetahuan pasien mitra tentang penyakit LBP, cara pencegahan dan cara memakai alat bantu kesehatan.
Edukasi Hipertensi dan Pelatihan Meditasi untuk Penderita Hipertensi pada Kelompok Prolanis Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler dengan prevalensi yang cukup tinggi baik di negara maju maupun negara berkembang khususnya penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Prevalensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan usia karena berkaitan dengan elastisitas dari pembuluh darah. Pada sebagian individu, hipertensi tidak menunjukkan gejala sehingga penderitanya tidak menyadari menderita hipertensi. Kepatuhan mengkonsumsi obat antihipertensi, gaya hidup, serta rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi menjadi faktor risiko penyakit ini. Berdasarkan wawancara dari kader lansia pada Klinik Batubulan Medical Centre, penderita hipertensi cenderung merasa bosan mengkonsumsi obat serta mengabaikan anjuran dari dokter meskipun rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Para penderita hipertensi lebih menyukai terapi non-farmakologis. Meditasi merupakan salah satu bentuk terapi non-farmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah dengan merelaksasikan tubuh dan mengatur pola pernapasan. Tujuan dari program kemitraan ini adalah untuk meningkatkan wawasan lansia mengenai hipertensi serta melatih mitra melakukan meditasi secara mandiri untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Dari permasalahan tersebut, maka dilaksanakan kegiatan pengabdian dengan memberikan edukasi mengenai hipertensi serta melatih mitra melakukan meditasi yang benar. Melalui program ini diharapkan dapat membantu masrayakat dalam mengendalikan hipertensi tanpa merasa bosan. Program ini dilaksanakan di aula Klinik BBMC dengan kehadiran peserta sebanyak 100%. Berdasarkan nilai pretest dan postest didapatkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai hipertensi (53,4%). Keterampilan mitra dalam melakukan meditasi juga semakin membaik yang dilihat dari pelatihan awal dan ketika dilaksanakan follow up. Kegiatan seperti ini sebaiknya dilakukan secara berkala dengan melibatkan mitra yang lebih luas untuk meningkatkan wawasan Masyarakat mengenai pengendalian hipertensi.
Pemberdayaan Kader PKK Desa Bukian untuk Mendukung ASI Eksklusif melalui Manajemen ASI Perah Ni Made Hegard Sukmawati (Scopus ID: 57189732715); Anny Eka Pratiwi; Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bukian merupakan salah satu desa sasaran program Community Oriented Medical Education (COME) 1000 Hari Awal Kehidupan (HAK) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa. Berdasarkan survey yang dilakukan pada program COME 1000 HAK tingkat keberhasilan asi eksklusif pada Ibu di wilayah ini hanya sebesar 25.47%, dan sebagian besar (54.39%) memberikan alasan karena bekerja. Dengan adanya pelatihan bagi kader PKK tentang manajemen ASI perah, maka pengetahuan mengenai manajemen ASI perah dapat ditingkatkan guna mendukung suksesnya asi eksklusif terutama pada ibu pekerja. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi pemaparan materi melalui presentasi, penayangan video, dan diskusi. Rancangan evaluasi kegiatan meliputi evaluasi kehadiran, partisipasi aktif kader, membandingkan pengetahuan dan kemampuan mitra terkait manajemen ASI perah melalui pre-test dan post-test. Hasil: Program Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Kader PKK Desa Bukian Untuk Mendukung Asi Ekslusif Pada Ibu Pekerja Melalui Manajemen Asi Perah di Desa Bukian berjalan dengan lancar dan peserta telah memiliki pengetahuan yang cukup baik terkait manajemen asi perah. Hasil evaluasi terhadap pengetahuan peserta terkait manajemen asi perah, menunjukkan kenaikan skor pengetahuan dari rerata 32 (pre-test) dan terjadi kenaikan skor rerata menjadi 80.0 (post-test). Area pengetahuan yang masih dapat ditingkatkan yakni terkait pengetahuan mengenai lama simpan asi perah berdasarkan jenis lemari pendingin/freezer yang digunakan. Evaluasi terhadap kepuasan peserta terhadap keberlangsungan program dilakukan secara kualitatif melalui dialog dan secara umum peserta menyatakan puas dengan kegiatan ini dan menyatakan telah memberikan pengetahuan baru bagi peserta.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dalam Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan Pertolongan Pertama di Puskesmas Ratna Juwita Dewa Ayu Putu; Luh Gede Pradnyawati; Anny Eka Pratiwi; Ni Made Hegard Sukmawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan bantuan hidup dasar adalah suatu tindakan darurat untuk membebaskan jalan napas, membantu pernapasan, dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu. Kondisi medis kegawatdaruratan ini merupakan kondisi yang memerlukan pertolongan medis yang cepat untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan lebih lanjut. Tenaga medis di Instalasi Gawat Darurat merupakan lini pertama penolong pasien dengan keadaan emergensi. Tenaga medis ini memiliki alur penerimaan pasien, triase, resusitasi, dan stabilisasi. Sebagai unit yang memberikan pelayanan emergensi, tenaga medis yang ditugaskan haruslah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dan cekatan untuk melakukan pertolongan pertama. Puskesmas III Denpasar Selatan merupakan Puskesmas yang terletak di Kota Denpasar yang juga melakukan pelayanan kegawatdaruratan di dalamnya. Pelatihan rutin kegawatdaruratan penting untuk dilakukan sebagai dasar ilmu penatalaksanaan pasien gawatdarurat di Puskesmas. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dengan sasaran tenaga medis di Puskesmas. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk workshop kegawatdaruratan. Kegiatan ini dilakukan diawali dengan pemberian materi kegawatdaruratan, elektrokardiogram dan pelatihan skill batuan hidup dasar (BHD). Kegiatan juga diawali dengan pre test dan diakhiri dengan post test. Pelatihan diikuti oleh 22 tenaga medis dengan rentang usia 20-40 tahun dan nilai pre tes awal 83% dan nilai akhir 96%. Dari hasil observasi juga didapatkan peningkatan keterampilan elektrokardiogram dan teknik basic life support. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan diharapkan untuk rutin diselenggarakan.
Pembinaan Ibu Balita dalam Pencegahan Stunting di Desa Kelusa, Payangan, Gianyar Komang Triyani Kartinawati; Luh Gede Pradnyawati; Ni Putu Diah Witari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Village of Kelusa is located in the district of Payangan, region of Gianyar, province of Bali. Geographically, the majority of Kelusa’s area is utilized for agriculture with irrigation as the water system. This agriculture is the source of local-based products for daily consumption of Kelusa’s population. Food security is one essential factor to prevent the nutritional disorder, such as in stunting. However, regarding the report from Public Health Office of Gianyar in the 2022, there was still 278 stunted toddlers (13,7%) and 173 stunted in below two years of age children (21,5%) in the area of Payangan. Through analysis and observation, there were some problems found in the village of Kelusa, including the lack of mother’s knowledge on stunting and its prevention, processing healthy weaning food, also preparing and serving weaning food to increase appetite when the child is sick. Regarding these problems, an empowerment was conducted to the community partners, which were the toddlers’ mothers, about stunting and its prevention, also the management of weaning food which is suited to the child’s age. The empowerment was integrated with the faculty students’ learning activites called Community Oriented Medical Education, in which every toddler’s family was accompanied by one faculty student continuously during the first 1000 days of life. After the health education was given, there was a 44% increase in post-test score compared to the pretest. Regarding this result, there was a significant rise of knowledge in toddlers’ mothers after the implementation of health education. Health promotion can give an impact in the mother’s knowledge about stunting, preventing stunting, and managing weaning food. These increase of knowledge and perspective would construct positive attitude and behavior in preventing stunting and managing healthy weaning food. The continuity of health education and workshop on the management of healthy weaning food to optimize the first 1000 days of life should be integrated to the community-based health effort (UKBM), such as in Posyandu and Poskesdes. Moreover, these programs can be implemented to the targeted population, such as pregnant mother and toddler’s mother, as well as the posyandu and village cadres to increase their competencies in preventing stunting on toddlers.
Sosialisasi Peraturan Bersama (SKB) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pendampingan UKS pada Guru PAUD di Denpasar Putu Austin Widyasari Wijaya; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arunavidya merupakan sekolah pendidikan anak usia dini yang tahun ini baru menyediakan jenjang pendidikan dasar yaitu Sekolah Dasar Arunavidya. Pada tingkat Sekolah Dasar (SD), Unit Kesehatan Sekolah atau UKS merupakan suatu unit yang wajib dimiliki dan diaktifkan oleh Sekolah Dasar berdasarkan Peraturan Bersama 4 Mentri (SKB) Unit Kesehatan Sekolah. Namun, PAUD Arunavidya belum memiliki unit UKS yang berperan dengan baik. karena kurangnya sarana dan prasarana, pelatihan pada SDM, dan serta monitoring dalam pelaksanaan UKS. Pada PAUD Arunavidya metode pembelajaran melibatkan baik kegiatan indoor dan outdoor. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari guru-guru di PAUD Arunavidya, kerap terjadi kecelakaan kecil pada anak-anak dan ditangani guru-guru menggunakan peralatan kotak P3K yang dimiliki sekolah, namun belum memadai. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu penyuluhan mengenai kewajiban UKS di Sekolah dan pendampingan dalam pembentukan serta pelaksanaan UKS sehingga dapat berperan secara optimal. PKM dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan mengenai Peraturan Bersama 4 Menteri mengenai UKS, penyuluhan mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), serta pendampingan dalam pembentukan unit UKS sekolah. Kegiatan penyuluhan diikuti oleh seluruh guru dan staff sekolah dan pendampingan diikuti oleh guru penanggung jawab UKS. Setelah penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai UKS dan P3K oleh guru dan staff serta terbentuknya unit UKS sekolah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10