Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat
The focus of the Edu Society: Journal of Education, Social Sciences, and Community Service is on various problems in the fields of Education, Social Sciences and Community Service, both as material objects and as formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners and observers in the field of Education and Social Sciences to publish their research results in our journals, articles of which are focused on, among others: 1. Development and Design of Learning in the Field of Education 2. Learning Strategies in the Field of Education 3. Evaluation of Learning in the Field of Education 4. Educational Management 5. Inclusive Education 6. Social-Based Research on Education 7. Teacher Professionalism in Education 8. Utilization of Information and Digital Technology in Education 9. Community Service in the Field of Education and Social Sciences
Articles
843 Documents
Metode Survey: Explanatory Survey dan Cross Sectional dalam Penelitian Kuantitatif
Sofya, Ayu;
Novita, Nusyahbani Chusnul;
Afgani, Muhammad Win;
Isnaini, Muhammad
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i3.556
Penelitian merupakan proses sistematis untuk mencari jawaban dan untuk memahami sebuah permasalahan atau pertanyaan. Penelitian sendiri meliputi pengumpulan data, pengamatan, menganalisis, menemukan solusi, dan pengujian hipotesis. salah satu metode penelitian yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah survey, yaitu explanatory survey dan cross sectional. Explanatory survey digunakan untuk mengidentifikasi dan memastikan hubungan sebab-akibat antar variabel, serta memprediksi perubahan atau variasi dalam hubungannya dengan variabel lain. Sedangkan cross sectional merupakan suatu penelitian yang mempelajari korelasi antara paparan atau faktor risiko (independen) dengan akibat atau efek (dependen) dengan perkumpulan data dilakukan bersamaan secara serentak dalam satu waktu antara faktor risiko dengan edeknya (point time approach). Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran untuk melaksanakan penelitian menggunakan explanatory survey dan cross sectional.
Strategi Komunikasi Efektif Guru Bimbingan Konseling dalam Menghadapi Tantangan Psikososial Siswa
Yuris, Evicenna;
Siregar, Indo Mora
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i3.560
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi efektif yang diterapkan oleh guru bimbingan konseling dalam menghadapi tantangan psikososial siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bimbingan konseling menggunakan tiga strategi utama. Pertama, strategi mendengarkan aktif menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung siswa untuk berbagi masalah secara terbuka. Kedua, komunikasi empatik memperkuat rasa saling percaya melalui validasi emosi siswa tanpa penilaian. Ketiga, teknik pertanyaan terbuka mendorong eksplorasi masalah secara mendalam dan membantu siswa menemukan solusi reflektif. Temuan ini menunjukkan dampak positif strategi komunikasi terhadap peningkatan kesejahteraan psikososial siswa, termasuk pengurangan stres, kecemasan, dan konflik interpersonal. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi dalam mendukung perkembangan siswa.
Dinamika Pendidikan Indonesia dan Turki: Studi Komparatif
Novita, Nursyahbani Chusnul;
Sofya, Ayu;
Annur, Saipul;
Afriantoni, Afriantoni
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i3.561
Penelitian ini membandingkan sistem pendidikan di Indonesia dan Turki dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta teknik studi komparatif. Sistem pendidikan Indonesia didasarkan pada nilai-nilai Pancasila yang mengintegrasikan aspek agama dan modernitas, sementara Turki berlandaskan prinsip Kemalisme dengan orientasi sekularisme. Perbedaan latar belakang sejarah dan ideologi mempengaruhi struktur, kurikulum, dan pendekatan pendidikan di kedua negara. Indonesia menghadapi tantangan berupa kesenjangan akses pendidikan di wilayah terpencil dan keulaitas tenaga pengajara yang beragam. Turki menitikberatkan pada modernisasi pendidikan dengan penekanan pada sains dan teknologi. Melalui perbandingan ini, kedua negara memiliki peluang untuk saling belajar dan berbagi praktik terbaik guna menciptakan kebijakan pendidikan yang inklusif, adaptif dan berkelanjutan. Pendidikan bisa menjadi katalis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era globalisasi.
Pendampingan Kegiatan “Dikee Moled” Bagi Remaja Gampong Meunasah Meucat Kecamatan Nisam
Samhudi, Samhudi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i3.562
Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. di Gampong Meunasah Meucat, Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara merupakan acara yang sarat makna religius dan sosial. Kegiatan ini bukan hanya untuk memperingati kelahiran Rasulullah saw., tetapi juga sebagai wadah mempererat hubungan sosial, memperdalam pemahaman agama, serta melestarikan budaya lokal melalui tradisi Dikee Moled. Program pendampingan Dikee Moled bagi remaja bertujuan untuk membina karakter religius, memperkuat identitas budaya, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong-royong di kalangan pemuda. Pendekatan edukatif dan relevan ini menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal pada generasi muda sekaligus melindungi para remaja dari pengaruh budaya modern yang kurang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Hasil program ini menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman remaja terhadap sejarah Islam khususnya sejarah Nabi Muhammad saw. melalui syair-syair dalam Dikee Moled. Selain itu juga meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw., serta komitmen untuk melestarikan budaya Aceh. Melalui pendampingan ini, tradisi keagamaan dan kebudayaan Aceh yang bernilai positif tetap terjaga dan dapat berkelanjutan di tengah tantangan globalisasi.
Pendidikan Seks Anak Usia Dini dalam Perspektif Islam
Raniyah, Qaulan;
Nasution, Nugraha
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i3.566
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa pendidikan seks pada anak usia dini dalam perspektif islam khususnya untuk anak sampai berusia 8 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, berdasarkan studi kepustakaan. Pendidikan seks pada anak usia dini merupakan langkah penting dalam membangun pemahaman yang benar mengenai tubuh, privasi, dan batasan interaksi sosial, guna melindungi anak dari berbagai risiko, termasuk kekerasan dan pelecehan seksual. Dalam Islam, pendidikan seks tidak hanya bertujuan memberikan informasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan etika sesuai ajaran agama. Penelitian ini mengacu pada literatur klasik dan kontemporer, termasuk Al-Qur'an, hadis, serta pandangan ulama, untuk menjelaskan prinsip-prinsip Islam terkait pendidikan seks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seks dalam Islam harus disampaikan secara bertahap sesuai usia anak, menggunakan pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif dan emosional mereka. Penekanan diberikan pada pentingnya peran orang tua dan lingkungan keluarga sebagai pendidik utama. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pendidikan seks yang berbasis nilai-nilai Islam, sekaligus menjawab tantangan era modern dalam menjaga fitrah dan integritas anak.
Kepemimpinan Spiritual Kepala Madrasah dalam Pengembangan Kinerja Guru di MTsN 1 dan MTsN 2 Aceh Tenggara
Beruh, Hadirin;
Iskandar, Iskandar;
Munawar, Munawar
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i3.569
Menelaah pentingnya peran serta tanggung jawab yang diemban oleh guru, maka perlu adanya dukungan serta kerjasama dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat, orangtua, guru, dan pimpinan sekolah yakni kepala sekolah dalam menciptakan komitmen dan kinerja guru yang sesuai dengan standar. Kepemimpinan spiritual merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang menitikberatkan pada bidang keagamaan. Penelitian ini dilakukan di dua madrasah, yaitu MTsN 1 Aceh Tenggara dan MTsN 2 Aceh Tenggara. Metode penelitian kualitatif dengan sistem observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual kepala sekolah di MTsN 1 dan 2 terlihat dalam praktik keagamaan, seperti melalui kegiatan "Shalat Dhuha Bersama" dan "Baca Quran 15 Menit", yang memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan sekolah. Di sisi lain, MTsN 2 menerapkan kepemimpinan spiritual dengan "Zikir Bersama" bulanan dan integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum. Pendekatan ini berhasil menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan spiritual dan kesejahteraan psikologis guru. Selain itu mampu berdampak pada kinerja guru yaitu peningkatan motivasi intrinsik, peningkatan dedikasi dan komitmen, inovasi dalam pengajaran, dan peningkatan kualitas interaksi guru dan siswa. Meskipun kepemimpinan spiritual di kedua sekolah memberikan dampak positif, beberapa tantangan dan keterbatasan tetap dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah keseimbangan antara tuntutan akademik dan spiritual.
Pengaruh Konseling Islam Terhadap Tingkat Kecemasan dan Depresi Mahasiswa di Ma’had Abu Ubaidah
Rahimah, Rahimah;
Selina, Nurul;
Sucita, Indah
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i3.573
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konseling Islam terhadap tingkat kecemasan dan depresi di kalangan mahasiswa di Ma'had Abu Ubaidah. Sebanyak 30 mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang terdiri dari 15 mahasiswa yang mengikuti program konseling Islam selama enam minggu, dan kelompok kontrol yang terdiri dari 15 mahasiswa yang tidak mengikuti program tersebut. Pengukuran tingkat kecemasan dan depresi dilakukan dengan menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI) dan Beck Depression Inventory (BDI). Hasil analisis data menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan nilai p > 0,05, yang mengindikasikan bahwa konseling Islam tidak mempengaruhi secara signifikan pengurangan kecemasan dan depresi mahasiswa. Salah satu temuan yang muncul dari penelitian ini adalah adanya hambatan psikologis yang dihadapi oleh mahasiswa, yaitu rasa takut untuk berbagi cerita atau perasaan dengan orang lain, termasuk konselor, yang lebih memilih untuk berbicara dengan teman dekat mereka. Hal ini menunjukkan bahwa faktor kepercayaan dan kenyamanan dalam berbagi masalah mempengaruhi efektivitas program konseling. Temuan ini memberikan wawasan bahwa meskipun konseling Islam diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental, variabel lain seperti faktor psikologis dan sosial perlu diperhitungkan dalam merancang program intervensi yang lebih efektif di masa depan.
Pengaruh Literasi Digital, Self-Regulated Learning, dan Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Mutu Pembelajaran di SMP Negeri Kecamatan Bambel
Ningrum, Karmila;
Aminah, Aminah;
Dewi, Silvi Listia
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i3.574
Proses pembelajaran yang dilakukan guru adalah aspek terpenting dalam pelaksanaan pendidikan, karena hasil yang dicapai akan menjadi acuan bagi keberhasilan pendidikan, melalui outcome yang dihasilkan. Salah satu upaya dalam menghadapi pembelajaran khususnya dalam peningkatkan mutu pembelajaran, yakni literasi digital, self regulated learning, dan kompetensi Pedagogik Guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh simultan dari ketiga faktor tersebut terhadap mutu pembelajaran, serta menentukan faktor mana yang memiliki pengaruh paling dominan. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kuantitatif dan diambil data primer dari 53 sampel. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri Kecamatan Bambel. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital berpengaruh signifikan terhadap mutu pembelajaran. Selain itu, kemampuan self regulated learning berpengaruh positif signifikan terhadap mutu pembelajaran. Selanjutnya, kompetensi pedagogik guru juga berperan signifikan positif terhadap mutu pembelajaran. Bahkan, secara bersama ketiga variabel ini berpengaruh positif signifikan terhadap mutu pembelajaran di SMPN se-Kecamatan Bambel.
Penelitian Kuantitatif: Uji Reliabilitas
Forester, Brayen Jodi;
Khater, Amna Idris Abdallah;
Afgani, Muhammad Win;
Isnaini, Muhammad
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i3.577
Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk upaya dalam mengetahui sesuatu yang belum pasti menjadi lebih pasti yang dilandaskan dari sebuah temuan dalam inti permasalahan. Teknik pengujian reliabilitas merupakan salah satu kesulitan yang umumnya dialami mahasiswa dan peneliti pemula. Kenyataan tersebut mendorong penulis untuk menguraikan secara mendetail tentang prosedur pengujian reliabilitas kuesioner penelitian kuantitatif. Fokus penulisan dalam bab ini ialah tentang konsep, prosedur analisis, dan teknik pelaporan hasil uji reliabilitas. Secara khusus, teknik pengujian reliabilitas dengan SPSS untuk menguji nilai koefisien alpha Cronbach. Secara khusus, konsep reliabilitas mengacu pada konsistensi hasil skor pada item-item yang terdapat pada kuesioner sehingga uji reliabilitas sesungguhnya menguji ketepatan skala-skala pengukuran instrumen penelitian. Dengan demikian, tujuan utama uji reliabilitas instrumen penelitian ialah untuk mengukur konsistensi alat ukur yang digunakan peneliti kuantitatif. Dalam konteks ini, peneliti hendak mengetahui apakah terdapat ketepatan hasil pengukuran pada sampel yang sama dalam waktu yang berbeda. Dengan kata lain, sebuah instrumen penelitian, misalnya kuesioner dinyatakan reliabel jika instrumen tersebut dapat menyediakan hasil skor yang konsisten pada setiap pengukuran. Dengan demikian, alat pengukuran tersebut (butir-butir pernyataan/pertanyaan) tetap menyediakan hasil pengukuran yang konsisten dalam waktu yang berbeda.
Model Pesantren Tanpa Perundungan dalam Pembentukan Santri Milenial
Muntolib, Muntolib;
Sidik, Sapiudin;
Zuhdi, Muhammad;
Arief, Armai
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i3.579
Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan khas Indonesia yang berperan penting dalam pembentukan karakter santri. Namun, masalah perundungan di pesantren menjadi tantangan serius bagi sistem pendidikan Islam. Data Pusdatin KPAI 2024 mencatat bahwa 35% dari 114 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan menunjukkan tingkat kekhawatiran tinggi, dengan 46 anak mengakhiri hidupnya. Sebanyak 48% kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan. Penelitian Adawiah dan Eleanora (2023) menyebutkan bahwa 45% santri pernah mengalami perundungan, baik fisik maupun non-fisik, yang berdampak negatif pada kesehatan mental, proses belajar, dan tujuan pendidikan. Fenomena ini bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan kasih sayang, penghormatan, dan perlakuan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur untuk mengeksplorasi peran prinsip-prinsip Islam dalam mencegah perundungan dan meningkatkan interaksi sosial antar santri. Ditekankan pentingnya pengintegrasian pendidikan karakter berbasis nilai Islam ke dalam kurikulum pesantren sebagai langkah strategis membangun budaya positif, mencegah perundungan, dan mendukung pengembangan karakter. Hal ini bertujuan menciptakan pesantren yang harmonis, sesuai dengan nilai-nilai Islam.