cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpbpp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No 5, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27973174     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan menerbitkan naskah terkait pendidikan mencakup pembelajaran anak usia dini, sekolah dasar, bimbingan dan konseling, teknologi pendidikan, manajemen, pendidikan luar sekolah, serta pendidikan anak berkebutuhan khusus
Articles 425 Documents
Pengembangan Instrumen Tes Setipe PISA untuk Melatih Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas V SD LAB UM Indrawati Indrawati; Yuniawatika Yuniawatika; Suminah Suminah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i72022p629-639

Abstract

Abstract: This study aims to produce valid PISA-type test instruments according to material experts, media experts, practical according to users, and to know the quality of test instruments. This study uses the Borg and Gall model. Based on the results of the study, the test instruments were very valid according to material experts (97.22 percent), media experts (95.83 percent), very practical according to the teacher (92.59 percent), and students (88.09 percent). The validity analysis of the questions obtained 16 valid questions and 14 invalid questions. Reliability is 0.52. Difficulty level analysis obtained 13 difficult questions, 13 moderate questions, and 4 easy questions. The analysis of differentiation was obtained 8 very good questions, 6 questions were quite good, and 16 questions were lacking. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen tes setipe PISA yang valid menurut ahli materi, ahli media, praktis menurut pengguna, serta mengetahui kualitas instrumen tes. Penelitian ini menggunakan model Borg and Gall. Berdasarkan hasil penelitian, instrumen tes sangat valid menurut ahli materi (97,22 persen), ahli media (95,83 persen), sangat praktis menurut guru (92,59 persen), serta siswa (88,09 persen). Analisis validitas butir soal diperoleh 16 soal valid dan 14 soal tidak valid. Reliabilitas sebesar 0,52. Analisis tingkat kesukaran diperoleh 13 soal sukar, 13 soal sedang, dan 4 soal mudah. Analisis daya pembeda diperoleh 8 soal sangat bagus, 6 soal cukup bagus, dan 16 soal kurang.
Pengembangan LKPD Berbasis Situation Based Learning Muatan Matematika Materi Bangun Ruang Kelas VI Shukma Dyah Ayu Kumala; Yuniawatika Yuniawatika; Esti Untari
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i72022p640-648

Abstract

Abstract: Research and development of Situation Based Learning LKPD is conducted to improve the quality of learning and meaningful learning for students in the material of building class VI. LKPD Based on Situation Based Learning is a sheet of activity that contains material and assignments for students with 4 stages including creating mathematical situations, posing mathematical problem, solving mathematical problems, and applying mathematics. In this study using the ADDIE research model with 5 stages, namely Analysis-Design-Develop-Implement Evaluate). Data collection in this study was in the form of a questionnaire (questionnaire) which was given to the validation of material experts, media experts, and class VI teachers as users in the form of quantitative and qualitative data. The results of the validation by material experts showed a percentage of 95 percent, 100 percent of media experts, 93.75 percent of users and 96.9 percent of student response questionnaires, so it can be said that Situation Based Learning LKPD is very valid, practical and usable. Abstrak: Penelitian dan pengembangan LKPD Berbasis Situation Based Learning dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembelajaran bermakna bagi siswa pada materi bangun ruang kelas VI. LKPD Berbasis Situation Based Learning adalah lembaran aktivitas yang berisi materi dan tugas untuk siswa dengan 4 tahapan meliputi creating mathematical situation, posing mathematical probel, solving mathematical problem, dan applying mathematics. Dalam penelitian ini menggunakan model penelitian ADDIE dengan 5 tahapan yaitu Analysis-Design-Develop-Implement Evaluate). Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket (kuesioner) yang diberikan kepada validasi ahli materi, ahli media, dan guru kelas VI sebagai pengguna berupa data kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan presentase sebesar 95 persen, ahli media sebesar 100 persen, pengguna sebesar 93,75 persen dan angket respon siswa sebesar 96,9 persen, sehingga dapat dikatakan bahwa LKPD Berbasis Situation Based Learning sangat valid, praktis dan dapat digunakan.
Keefektifan Layanan Informasi via Jejaring Sosial Instagram terhadap Aktualisasi Diri Peserta Didik Melenia Ayu Saputri; Lutfi Fauzan; Rizka Apriani
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i72022p649-660

Abstract

Abstract: The study was conducted to determine the effectiveness of information services via Instagram on the self-actualization of students and whether there are differences in the level of self-actualization between two groups with different treatments. The implementation at SMP Negeri 6 Malang used two samples, class VIII (B) as an experimental class and VIII (D) as a control class with 32 students each. Experimental classes, treatment through Instagram and control classes conventionally use power points. The implementation started on March 22 - April 19, 2022, with seven treatments and no sample withdrawals. Research method with true experimental with pretest-posttest control group design. Hypothesis test with independent sample test through SPSS 22 to find out the comparison of experimental and control class scores. The pretest output in the experimental class has a mean of 84.72 and a posttest of 99.59. The control class at the pretest has a mean of 88.19 and a post-test of 93.63. The results of the independent sample test on the pretest have a value of F (0.442) with a significance (2-tailed) of 0.137 greater than 0.05 which means that there is no noticeable difference, then at the time of post-test it shows a value of F (1.028) with a significance (2-tailed) of 0.003 less than 0.05, so there is a striking difference between the level of self-actualization of the experimental and control classes. Abstrak: Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas layanan informasi via instagram terhadap aktualisasi diri peserta didik dan ada tidaknya perbedaan tingkat aktualisasi diri antara dua kelompok dengan perlakukan yang berbeda. Pelaksanaan di SMP Negeri 6 Malang dengan memakai dua sampel, kelas VIII (B) sebagai kelas eksperimen dan VIII (D) sebagai kelas kontrol dengan masing-masing 32 peserta didik. Kelas eksperimen, treatment melalui instagram dan kelas kontrol secara konvensional menggunakan power point. Pelaksanaan mulai tanggal 22 Maret - 19 April 2022 dengan tujuh kali treatment dan tidak ada sampel yang gugur. Metode penelitian dengan true experimental dengan pretest-posttest control group design. Uji Hipotesis dengan independent sample test melalui SPSS 22 untuk mengetahui perbandingan skor kelas eksperimen dan kontrol. Output pretest pada kelas eksperimen memiliki mean 84.72 dan posttest 99.59. Kelas kontrol saat pretest memiliki mean 88.19 dan posttest 93.63. Hasil uji independent sample test pada pretest memiliki nilai F (0.442) dengan signifikansi (2-tailed) 0.137 lebih besar dari 0.05 yang berarti tidak adanya perbedaan yang mencolok, kemudian pada saat posttest menunjukkan nilai F (1.028) dengan signifikansi (2-tailed) 0.003 lebih kecil dari 0.05, sehingga ada perbedaan yang mencolok antara tingkat aktualisasi diri kelas eksperimen dan kontrol.
Pengembangan Panduan Konseling Realitas dengan Teknik Metafora untuk Menurunkan Perilaku Menyontek Siswa Sekolah Menengah Pertama Yasisatni Indah Wantaritati; Diniy Hidayatur Rahman; Nugraheni Warih Utami
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i72022p661-672

Abstract

Abstract: The results of the preliminary study show that the percentage of cheating behavior that occurs in SMPN 1 Poncokusumo is 70.3 percent and the school does not yet have a guide for intervening in students' cheating behavior. Based on this background, this study aims to produce a product in the form of a reality counseling guide with a metaphorical technique to reduce cheating behavior for junior high school students, which is analyzed to determine the guidelines' acceptance criteria which include aspects of accuracy, usefulness, attractiveness, and convenience. This guide consists of theoretical studies, implementation instructions, counseling procedures, RPL and Counseling Verbalization. This research and development was adapted using the Research and Development research design of Borg and Gall (1983). The guide test was tested by two materials experts, two media experts, and two potential users. The assessment instruments used to assess this guide are material validity test instruments, media validity tests and prospective users' validity tests. The data obtained from the expert test and the prospective user test are in the form of numerical data in the form of scales and numbers which are analyzed using inter-rater agreement (Gregory, 2011) and verbal data in the form of criticism and suggestions that are used as input to improve the product. The results of the analysis of the media expert test, material expert test and prospective user test showed the same results, namely 1.00. This value has a very high validity index, based on the validation index category the acquisition value of 0.76-1.00 falls into the very high validity category. According to the score, this product is very precise, very useful, very easy and very attractive so that this product is worth using. Based on these tests, it can be concluded that this development product has met the acceptance requirements. Abstrak: Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa persentase perilaku menyontek yang terjadi di sekolah SMPN 1 Poncokusumo sebesar 70,3 persen dan sekolah belum memiliki panduan untuk mengintervensi perilaku menyontek siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk berupa panduan konseling realitas dengan teknik metafora untuk menurunkan perilaku menyontek bagi siswa SMP, yang dianalisis untuk mengetahui kriteria keberterimaan panduan yang mencakup aspek ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan. Panduan ini terdiri dari kajian teori, petunjuk pelaksanaan, prosedur konseling, RPL dan Verbalisasi Konesling. Penelitian dan pengembangan ini diataptasi menggunakan desain penelitian Research and Development Borg dan Gall (1983). Pengujian panduan diuji oleh dua ahli materi, dua ahli media, dan dua calon pengguna. Instrumen penilaian yang digunakan untuk menilai panduan ini adalah instrumen uji validitas materi, uji validitas media dan uji validitas calon pengguna. Data yang diperoleh dari uji ahli dan uji calon pengguna berupa data numerik berbentuk skala dan angka yang dianalisis menggunakan perhitungan inter-rater agreement (Gregory, 2011) dan data verbal berupa kritik dan saran yang digunakan sebagai masukan untuk menyempurnakan produk. Hasil analisis dari uji ahli media, uji ahli materi serta uji calon pengguna menunjukan hasil yang sama yaitu 1,00. Nilai tersebut memiliki indeks validitas sangat tinggi, berdasarkan kategori indeks validasi perolehan nilai 0,76-1,00 masuk kedalam kategori validitas sangat tinggi. Menurut perolehan nilai tersebut, produk ini sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik sehingga produk ini layak untuk digunakan. Berdasarkan uji tersebut dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan ini telah memenuhi syarat keberterimaan.
Pengaruh Dukungan Keluarga dan Quality of School Life Terhadap Pengambilan Keputusan Karier Siswa Kelas XII di Sekolah Menengah Atas Aulia Mar’atina Ashudi; M. Ramli; Muslihati Muslihati
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i72022p673-685

Abstract

Abstract: Family and school are the two main environments that students need to recognize themselves and their abilities. The support that families provide and the quality of school life influence students in making career decisions. The purpose of the study was to determine the effect of family support and quality of school life on career decision making. The research method is correlational research with cluster random sampling technique. The subjects of the research were the class XII students at SMA Negeri 5 Malang with a total of 108 students. The research instrument adopted by Selesta Sarwandhini and Novera Sholikhati. The results of data analysis showed that the value of sig. on the F test of 0.000 less than 0.05. So that there is a simultaneous influence between family support and quality of school life on career decision making. Family support has no significant influence on career decision making with a contribution percentage of 2.0 percent. While the quality of school life has an influence on career decision making with a contribution percentage of 32.9 percent. Abstrak: Keluarga dan sekolah merupakan dua lingkungan utama yang siswa perlukan untuk mengenali diri sendiri serta kemampuannya. Dukungan yang keluarga berikan serta kualitas kehidupan sekolah mempengaruhi siswa dalam pengambilan keputusan karier. Tujuan dari penelitian ialah untuk mengetahui pengaruh dari dukungan keluarga dan quality of school life terhadap pengambilan keputusan karier. Metode penelitian ialah penelitian korelasional dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Subjek penelitian ialah siswa kelas XII di SMA Negeri 5 Malang sejumlah 108 siswa. Instrumen penelitian mengadopsi milik Selesta Sarwandhini dan Novera Sholikhati. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai sig. pada uji F sebesar 0,000 kurang dari 0,05. Sehingga ada pengaruh secara simultan antara dukungan keluarga dan quality of school life terhadap pengambilan keputusan karier. Dukungan keluarga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan karier dengan persentase sumbangan 2,0 persen. Sedangkan quality of school life memiliki pengaruh terhadap pengambilan keputusan karier dengan persentase sumbangan 32,9 persen.
Self-Injury pada Kalangan Remaja Sekolah Menengah Pertama dan Upaya Penanganan Dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Kiken Yosi Melasti; M. Ramli; Nugraheni Warih Utami
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i72022p686-695

Abstract

Abstract: This study aimed to determine the characteristics of self-injury actors, the form of behavior carried out by self-injury actors, the causes of self-injury behavior, and the handling efforts of Guidance and Counseling services for students who behave in self-injury. This research uses descriptive qualitative method with research subjects as many as 2 junior high school students and counselors, and 4 informants selected by purposive sampling method based on certain criteria. Data collection techniques used are interviews and observation. The results of this study indicate that the subject performs self-injury to divert the emotions they feel. The characteristics of self-injured subjects are sensitive to rejection, constantly angry with themselves, tend to suppress anger, continue to suffer from anxiety, and do not feel themselves capable of dealing with problems. The forms of self-injury carried out are slashing body parts, scratching, bruising body parts, pulling hair, and banging their heads against walls. The factors that cause the subject to self-injury are the lack of attention from parents, feeling that they have no other solution, and the loss of control in overcoming academic problems. Handling efforts in guidance and counseling services are providing individual counseling services, regular monitoring and referral actions. The counseling provided uses a psychoanalytic approach by applying techniques according to the needs and problems of students. The results of the treatment have not completely overcome the cell-injury, there is still a need for continuous strengthening and monitoring. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pelaku self-injury, bentuk perilaku yang dilakukan oleh pelaku self-injury, penyebab dari perilaku self-injury, dan upaya penanganan dari layanan Bimbingan dan Konseling bagi siswa yang berperilaku self-injury. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 2 siswa SMP beserta konselor, dan 4 informan yang dipilih dengan metode purposive sampling dengan berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek melakukan self-injury untuk mengalihkan emosi yang dirasakan. Karakteristik subjek pelaku self-injury adalah peka terhadap penolakan, selalu marah pada diri sendiri, menahan amarah, terus menderita kecemasan, dan cenderung merasa tidak mampu menghadapi masalah. Bentuk self-injury yang dilakukan adalah menyayat bagian tubuh, mencakar, melebamkan bagian tubuh, menjambak rambut, dan membenturkan kepala ke tembok. Faktor yang menyebabkan subjek melakukan self-injury adalah kurangnya perhatian dari orang tua, merasa tidak memiliki solusi lain, dan hilangnya kontrol dalam mengatasi permasalahan akademik. Upaya penanganan dalam layanan bimbingan dan konseling adalah memberikan layanan konseling individu, pemantauan secara berkala dan tindakan referal. Konseling yang diberikan menggunakan pendekatan psikoanalisis dengan mengaplikasikan teknik sesuai kebutuhan dan permasalahan siswa. Hasil penanganan belum sepenuhnya mengatasi sel-injury, masih perlu adanya penguatan dan pemantauan secara terus menerus.
Pengembangan Panduan Konseling Individu Pendekatan Behavioral dengan Teknik Kontrak Perilaku untuk Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Prista Azizah Rahmi; Nugraheni Warih Utami; Fitri Wahyuni
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i72022p696-704

Abstract

Abstract: Learning discipline has an impact on students' attitudes and behavior in the learning process. In learning activities, many students are found to be undisciplined in learning. This study aims to develop a behavioral approach to individual counseling guidelines with behavioral contracting techniques to improve student learning discipline at SMK Negeri 7 Malang who meet the acceptability criteria. The method used is research and development adapted from development model of Borg and Gall. The research and development procedure uses seven stages, namely research and information collecting, planning, development preliminary form of product, prelimimary field testing, main product revision, main field testing, operational product revision . The subjects of this research are one material experts, one media experts, and two counselors at SMK Negeri 7 Malang as potential users. Data analysis in this study used quantitative data analysis and qualitative data based on expert test questionnaires and prospective user questionnaires. The results showed that the developed product met the acceptability criteria which included accuracy, usefulness, clarity, and attractiveness so that it could be used as a counselor's reference in providing services to improve student learning discipline at SMK Negeri 7 Malang. Abstrak: Disiplin belajar berdampak pada sikap dan perilaku siswa dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran, banyak dijumpai siswa tidak disiplin belajar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan panduan konseling individu pendekatan behavioral dengan teknik kontrak perilaku untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMK Negeri 7 Malang yang memenuhi kriteria akseptabilitas. Metode yang digunakan yakni penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg dan Gall. Prosedur penelitian dan pengembangan menggunakan tujuh tahapan yaitu penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draf produk, uji coba lapangan awal, penyempurnaan hasil uji lapangan awal, uji coba lapangan, penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan. Subjek penelitian ini adalah satu ahli materi, satu ahli media, dan dua konselor SMK Negeri 7 Malang sebagai calon pengguna. Analisis data pada penelitian menggunakan analisis data kuantitatif dan data kualitatif berdasarkan angket uji ahli dan angket calon pengguna. Hasil penelitian menunjukkan produk yang dikembangkan memenuhi kriteria akseptabilitas yang meliputi ketepatan, kegunaan, kejelasan, serta kemenarikan sehingga dapat dijadikan sebagai acuan konselor dalam memberikan layanan untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMK Negeri 7 Malang.
Peningkatan Hasil Belajar Menguraikan Kosakata Berbagai Jenis Benda Melalui Model Scramble dengan Penguatan Karakter Rasa Ingin Tahu Pada Siswa Kelas I SDN Lilinggarwati Lilinggarwati; Sutansi Sutansi; Tri Murti
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to describe the increase in learning outcomes material describing vocabulary through the application of the scramble model by strengthening the character of curiosity in grade 1 students of SDN 1 Kedunglurah, Trenggalek Regency. This study uses a qualitative approach using the type of Classroom Action Research. The results of observations of the average value of student learning outcomes at the pre-action stage is 52.85 with a classical learning completeness of 40.74 percent. In the first cycle the average value of student learning outcomes increased to 66.85 with a mastery of classical learning by 55.55 percent and the value of the percentage of teacher activity and student activity by 85 percent. In cycle II the average value of student learning outcomes increased again to 78.96 with a classical learning completeness of 90.74 percent and the value of the percentage of teacher activity and student activity by 100 percent. Based on the results of the research cycle I and cycle II show that the scramble learning model with the strengthening of curiosity character can improve student learning outcomes material describing vocabulary. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar materi menguraikan kosakata melalui penerapan model scramble dengan penguatan karakter rasa ingin tahu pada siswa kelas 1 SDN 1 Kedunglurah Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Hasil observasi nilai rata-rata hasil belajar siswa pada tahap pratindakan yaitu 52,85 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 40,74 persen. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 66,85 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 55,55 persen dan nilai persentase aktivitas guru dan aktivitas siswa sebesar 85 persen. Pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat lagi menjadi 78,96 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 90,74 persen dan nilai persentase aktivitas guru dan aktivitas siswa sebesar 100 persen. Berdasarkan hasil penelitian siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa model pembelajaran scramble dengan penguatan karakter rasa ingin tahu dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi menguraikan kosakata.
Pengembangan Pembelajaran PHBS di Era Pandemi Covid19 Berbasis Blended Learning di SD se-Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Imam Nawawi; Harti Kartini; Arda Purnama Putra; Khusnul Khotimah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to find a pattern of developing PHBS learning based on blended learning in the era pandemic Covid-19 in elementary schools throughout the Tajinan District, Malang Regency. This research method uses a descriptive qualitative and quantitative approach. This study uses primary data, by providing questionnaires and interview guidelines to teachers in primary education. The data of this study were analyzed descriptively, both in the form of quantitative and qualitative data. The results of this study indicate that most teachers in basic education have not been able to design learning tools for the development of PHBS learning in the Covid-19 pandemic era based on blended learning. The conclusion of this research is that education and training are needed to design and apply in learning activities. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola pengembangan pembelajaran PHBS di era pandemic covid-19 berbasis blended learning di SD se-Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Metode ini penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data primer, dengan cara meberikan angket dan pedoman wawancara kepada para guru di pendidikan dasar. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif, baik berupa data kuantitatif maupun kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru di pendidikan dasar belum mampu merancang perangkat pembelajaran pengembangan pembelajaran PHBS di era pandemic covid-19 berbasis blended learning. Kesimpulan hasil penelitian ini diperlukan pendidikan dan pelatihan untuk merancang dan mengaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran.
Analisis Kesulitan Siswa Kelas 1 Dalam Membaca Permulaan di SDN Lailatun Nuraniyah; Muh Arafik; Titis Angga Rini
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to describe the difficulties experienced by grade 1 students in reading the beginning with the SAS method, which includes difficulties in pronouncing sound symbols into sentence forms, word forms, syllables and letter forms. Then, the students' difficulty in synthesizing letters into syllables, syllables into words and words into sentences. The approach used in this study is a qualitative approach with a descriptive type of research. There are 3 data collection techniques used, namely tests, interviews and documentation. Based on the results of the study, it showed that there were 5 students who were classified as having difficulty in reading the beginning. The characteristics of the initial reading difficulties experienced by students are that students are still spelling, stammering, doubting or not confident and mispronouncing a sentence form, word form and syllable form. Then, students have difficulty in distinguishing between one letter and another, so students still have difficulty in combining the arrangement of letters in a syllable, word or sentence. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami siswa kelas 1 dalam membaca permulaan dengan metode SAS, yang mencakup kesulitan dalam pelafalan simbol bunyi menjadi bentuk kalimat, bentuk kata, suku kata dan bentuk huruf. Kemudian, kesulitan siswa dalam mensintesakan huruf menjadi suku kata, suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Terdapat 3 teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 siswa yang tergolong kesulitan dalam membaca permulaan. Karakteristik kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa yaitu siswa masih mengeja, terbata-bata, ragu atau tidak percaya diri dan salah dalam melafalkan suatu bentuk kalimat, bentuk kata dan bentuk suku kata. Kemudian, siswa kesulitan dalam membedakan antar satu huruf dengan huruf lainnya, sehingga siswa masih kesulitan dalam menggabungkan susunan huruf dalam suatu suku kata, kata ataupun kalimat.