cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PEMBUATAN SEPTIK TANK DI BKB DAN PAUD TELADAN BANGSAKU KELURAHAN JATINEGARA KAUM JAKARTA TIMUR Dr. Santoso Sri Handoyo, M.T; Eka Murtinugraha, M.Pd
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract One of the readiness of early childhood children that needs to be trained is the child's skill to urinate (BAK) or defecate (BAB) independently and correctly. The process of training children to get used to using the toilet during urination and defecation is known as toilet training. Toilet training is said to be successful when the child is skilled at doing all the toileting activities independently. Toilet training activities require a place not only at home, but also at a place where children take part in Toddler Family Development (BKB) and PAUD (Early Childhood Education) activities. Activities for children to defecate or urinate require standard toilet facilities. Therefore, Jakarta State University (UNJ) community service activities (PkM) are focused on building septic tanks at the BKB and PAUD Teladan Bangsaku, Jatinegara Kaum Village, East Jakarta. UNJ PkM activities also target repairing drains from toilets, installing floor tiles, installing wall tiles, painting, painting walls and providing portable wash basins. The results of the opinion survey from students, teachers, and parents, gave a positive appreciation. They are happy with the repair of toilets at BKB and PAUD Teladan Bangsaku. Students, teachers and parents are comfortable when going to the toilet and defecating. ABSTRAK Salah satu kesiapan anak usia dini yang perlu dilatihkan adalah keterampilan anak untuk buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB) secara mandiri dan benar. Proses melatih anak agar terbiasa menggunakan toilet saat BAK dan BAB dikenal dengan toilet training. Toilet training dikatakan berhasil ketika anak telah terampil melakukan semua kegiatan buang air secara mandiri. Kegiatan toilet training membutuhan tempat bukan hanya di rumah, tetapi juga di tempat anak mengikuti kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Kegiatan anak BAB atau BAK memerlukan prasarana toilet yang standar. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) difokuskan pada pembuatan septik tank di BKB dan PAUD Teladan Bangsaku Kelurahan Jatinegara Kaum Jakarta Timur. Kegiatan PkM UNJ juga menyasar pada perbaikan saluran pembuangan air dari toilet, pemasangan keramik lantai, pemasangan keramik dinding, pengecatan, pengecatan dinding dan penyediaan washtafel fortable. Hasil survei pendapat dari para siswa, guru, dan orang tua, memberikan apresiasi yang positif. Mereka senang dengan telah diperbaikinya toilet di BKB dan PAUD Teladan Bangsaku. Siswa, guru dan orang tua nyaman apabila akan BAK dan BAB.
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT PANTAI MELALUI PELATIHAN PERAWATAN POMPA AIR Syaka, Darwin Rio Budi; Nugroho Gama Yoga; Hendi Wahyudin; Muhamad Rafa Putra Lubis; Supriyono
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Water is the main need for humans in their daily activities, however, the limited clean water network (PAM) means that many places still rely on groundwater sources, as well as the Wilayah Binaan Unggulan UNJ Faculty of Engineering in Pantai Sederhana Village, Muara Gembong District, Bekasi Regency, West Java. The problem for residents living in the coastal area is that this area has a source of salty groundwater which causes the water pump as a means of distributing water for household needs to be damaged more quickly. In general, this damage is caused by a lack of maintenance and the damage can be repaired by the water pump user himself if they know the cause. This training is important to equip people who are used to operating these water pumps, to increase the independence of village communities so they can maintain, diagnose, and carry out minor repairs to water pump engines independently. The training is carried out by providing material in the form of a basic theory of understanding and working of water pump components, maintenance, and methods for diagnosing and repairing water pumps. After completing the presentation of the material, the practice of diagnosing and repairing water pumps was continued. The results of the training which were measured qualitatively showed that the training participants gained additional knowledge about theory and also diagnosing water pump damage which could be used as additional knowledge in increasing the independence of village communities. Abstrak Air merupakan kebutuhan utama manusia dalam berkativitas sehari-hari namun, masih terbatasnya jaringan air bersih (PAM) membuat banyak tempat yang masih mengandalkan sumber air tanah seperti juga pada Wilayah Binaan Unggulan Fakultas Teknik UNJ di Desa Pantai Sederhana Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Permasalahan warga yang berada di kawasan pantai adalah daerah ini memiliki sumber air tanah yang asin yang hal ini menyebabkan mesin pompa air sebagai alat distribusi air untuk kebutuhan rumah tangga lebih cepat terjadi kerusakan. Pada umumnya kerusakan ini disebabkan oleh kurangnya perawatan dan kerusakan itu dapat diperbaiki oleh pengguna pompa air itu sendiri apabila mengetahui penyebabnya. Pelatihan ini penting untuk membekali masyarakat yang biasa mengoperasikan pompa air ini, untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa agar dapat merawat, mendiagnosa dan melakukan perbaikan ringan mesin pompa air secara mandiri. Pelatihan dilakukan dengan pemberian materi berupa teori dasar pengertian dan cara kerja komponen pompa air, perawatan dan cara diagnosa serta perbaikan pada pompa air. Setelah selesai pemberian materi maka dilanjutkan praktik diagnosa dan perbaikan pompa air. Hasil pelatihan yang diukur secara kualitatif menunjukkan bahwa peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan tambahan tentang teori dan juga diagnosa kerusakan pompa air yang dapat dijadikan tambahan pengetahuan dalam meningkatkan kemandirian masyarakat desa.
PPM-PKMF PELATIHAN SIMULASI JARINGAN KOMPUTER DI LINGKUNGAN SEKOLAH DI WILAYAH DESA MUARA GEMBONG KECAMATAN MUARA GEMBONG KABUPATEN BEKASI PROPINSI JAWA BARAT Muhammad Ficky Duskarnaen; Diat Nurhidayat
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In Community Service activities, hereinafter abbreviated as P2M, we analyzed the situation on the part of partner, in this case schools at the Madinatul Ilmi Foundation, which are experiencing challenges in terms of a lack of computer network devices. In this P2M we use the Service Learning method and in practice use the PARE method - Plan, Action, Reflection, Evaluation. In Planning, we record all problems with partners, plan. and design forms of activities with partners. In the Action stage, we carry out P2M activities at partner locations by providing computer network simulation material from Cisco Packet Tracer. After that, at the Reflection stage, partners are asked to assess the material that has been provided and carry out their own simulations under the guidance and direction of the implementing team. At the Evaluation stage, we evaluate the P2M activities that have been carried out. The results of this P2M activity show an increase in participants' understanding of the material provided, namely network concepts and protocols used and can simulate them on Cisco Packet Tracer. In general, this P2M activity found that computer network simulation training using Cisco Packet Tracer could be an effective solution for schools that face hardware limitations. This approach not only enhances students' understanding of networks, but also helps them develop the practical skills needed in the world of information technology. Abstrak Pada kegiatan P2M ini kami menganalisis situasi di pihak mitra dalam hal ini sekolah pada Yayasan Madinatul Ilmi yang mengalami tantangan dalam hal kurangnya perangkat jaringan komputer. Dalam P2M ini kami menggunakan metode Service Learning dan dengan pelaksanaannya menggunakan metode PARE – Plan, Action, Reflection, Evaluation. Dalam Perencanaan, kami mendata semua permasalahan pada mitra, merencanakan. dan mendesain bentuk kegiatan bersama mitra. Pada tahap Aksi, kami melakukan kegiatan P2M dilokasi mitra dengan memberikan materi simulasi jaringan komputer dari Cisco Packet Tracer. Setelah itu, pada tahap Refleksi, mitra diminta untuk menilai materi yang telah diberikan dan melakukan simulasi sendiri dibawah bimbingan dan arahan dari tim pelaksana. Pada tahap Evaluasi, kami melakukan evaluasi atas kegiatan P2M yang telah dilakukan. Hasil dari kegiatan P2M ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang materi yang diberikan yaitu konsep jaringan dan protokol yang digunakan dan dapat mensimulasikannya pada Cisco Packet Tracer. Secara umum, kegiatan P2M ini didapatkan bahwa pelatihan simulasi jaringan komputer menggunakan Cisco Packet Tracer dapat menjadi solusi yang efektif bagi sekolah yang menghadapi keterbatasan perangkat keras. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang jaringan, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan praktis yang diperlukan dalam dunia teknologi informasi.
PENYULUHAN PENGGUNAAN KRAN OTOMATIS TANPA SENTUH PADA INSTALASI AIR BERSIH UNTUK PENDUDUK DESA PANTAI SEDERHANA MUARA GEMBONG BEKASI JAWA BARAT Baso Maruddania; Moch. Sukardjo; Yusro, Muhammad; Rhey Miko Anugraha; Guntur Prasetyo; Lifia Anindita
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Covid-19 pandemic in Indonesia was officially declared over when the President of the Republic of Indonesia, Joko Widodo issued Presidential Decree of the Republic of Indonesia (Keppres) Number 17 of 2023 concerning Determining the End of the Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Pandemic Status in Indonesia. During the Covid-19 pandemic, many changes occurred in the social order in society, especially in relation to the use of technology and its implementation. Especially in terms of maintaining health and cleanliness. The use of touchless faucets is increasingly seen in malls and crowded places. The Community Service Team, Faculty of Engineering, Jakarta State University, in collaboration with Pantai Modest Village, Muara Gembong District, Bekasi, West Java, held counseling on the use of touchless automatic faucets in clean water installations with the aim that the public understands the form, workings and functions of a touchless automatic faucet for use in clean water installations in the existing Pantai Mediterania Village but still using ordinary water faucets. Counseling was carried out at the Simple Beach Village Office by inviting local residents. The results of the counseling show that many people initially did not know the importance of cleanliness when using clean water facilities that are used in general. There are also many people who don't or don't know about automatic faucets. After participating in the counseling, the results showed that the community became aware of the importance of maintaining cleanliness in public clean water installation facilities and the community became aware of the form, workings and functions of touchless automatic faucets. Abstrak Pandemi Covid-19 yang menyerang dunia, termasuk Indonesia, dinyatakan berakhir secara resmi ketika Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penetapan Berakhirnya Status Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia (Sekretariat Negara RI, 2023). Selama pandemic Covid-19, banyak perubahan yang terjadi dalam tatanan sosial di masyarakat, khususnya dalam kaitannya dengan penggunaan teknologi dan implemetasinya. Terlebih dalam hal menjaga kesehatan dan kebersihan. Penggunaan kran tanpa sentuh makin sering kita lihat penggunaannya di mall maupun di tempat keramaian. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta bekerjasama dengan Desa Pantai Sederhana Kecamatan Muara Gembong Bekasi Jawa Barat mengadakan penyuluhan penggunaan kran otomatis tanpa sentuh pada instalasi air bersih dengan tujuan agar masyarakat paham bentuk, cara kerja dan fungsi sebuah kran otomatis tanpa sentuh untuk dipakai di instalasi air bersih di Desa Pantai Sederhana yang sudah ada namun masih menggunakan kran air biasa. Penyuluhan dilaksanakan di Kantor Desa Pantai Sederhana dengan mengundang penduduk sekitar. Hasilnya dari penyuluhan diketahui bahwa banyak masyarakat yang awalnya tidak tahu pentingnya kebersihan pada penggunaan fasilitas air bersih yang digunakan secara umum. Banyak juga masyarakat yang belum atau tidak tahu adanya kran otomatis. Setelah mengikuti penyuluhan, hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat menjadi tahu pentingnya menjaga kebersihan pada fasilitas umum instalasi air bersih dan masyarakat menjadi paham bentuk, cara kerja dan fungsi dari kran otomatis tanpa sentuh.
MESIN ANTRIAN PASIEN BERBASIS WIRELESS COMMUNICATION UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PASIEN DI PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG Ira Kumalasari; Denis Eka Cahyani; Langlang Gumilar; Achmad Safi’i
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Community Health Center (Puskesmas) is the technical implementation unit of the district/city service which is responsible for carrying out health development in a work area. Kedungkandang Community Health Center is one of them. By carrying out the "SIIP" work culture, namely Smiling, Informative, Integrative, Professional and Excellent in service to patients at the Community Health Center. The Kedungkandang Community Health Center serves an average of 75 patients every day. In patient queue services, up to now, manual or conventional methods have been used, with patients taking the keplex/queue number and waiting to be called by the screening officer to ask about the patient's complaint and record it in the patient service book. The service takes a long time and increases theworkload of police officers because they have to call patients one by one without a loudspeaker. Apart from that, there are some patients who are older, usually their hearing is reduced, so when they are called they don't hear or know. This sometimes causes conflict between patients and staff. One of the innovations offered by the PKM (Community Service) team is the creation of a wireless communication-based patient queue machine. It is hoped that this service program will run well by achieving several benefits, namely: Increasing public knowledge regarding the use of wireless communication-based patient queuing machines; Improving excellent health services to the community; Making Kedungkandang Health Center the best health center in terms of health services and becoming a model health center in Malang City. The queuing machine created has specifications: there is running text and automatic voice calls as well as a remote queuing machine for officers based on wireless communication. The following are the methods for implementing community service activities, namely: survey of service locations, problem formulation, needs analysis, product creation and testing, product delivery (socialization and training), activity evaluation and reporting. Abstrak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah unit pelaksana teknis dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Puskesmas Kedungkandang adalah salah satunya. Dengan mengusung budaya kerja “SIIP” yaitu Senyum, Informatif, Integratif, Profesional dan Prima dalam pelayanan terhadap pasien di Puskesmas. Puskesmas Kedungkandang setiap harinya melayani pasien dengan jumlah rata-rata 75 pasien. Dalam pelayanan antrian pasien selama ini masih menggunakan cara manual atau konvensional dengan pasien mengambil nomor keplek/antrian dan menunggu dipanggil oleh petugas screening untuk menanyakan keluhan pasien dan mencatatnya dalam buku pelayanan pasien. pelayanan menjadi lama dan menambah beban kerja petugas poli karena harus memanggil pasien satu persatu tanpa pengeras suara. Selain itu ada beberapa pasien yang sudah berumur, biasanya pendengaran mereka berkurang, sehingga ketika dipanggil tidak mendengar atau mengetahui. Hal ini kadang menimbulkan konflik antara pasien dengan petugas. Salah satu inovasi yang ditawarkan oleh tim PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) adalah pembuatan mesin antrian pasien berbasis wirelees communicatioan. Program pengabdian ini diharapkan dapat berjalan dengan baik dengan tercapainya beberapa manfaat yaitu: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan mesin antrian pasien berbasis wireless communication; Meningkatkan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat; Menjadikan Puskesmas Kedungkandang sebagai Puskesmas terbaik dalam segi pelayanan kesehatan dan menjadi percontohan Puskesmas di Kota Malang. Mesin antrian yang dibuat memiliki spesifikasi: terdapat running text dan panggilan suara otomatis serta remote mesin antrian pada petugas berbasis wireless communication. Berikut metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu: survei lokasi pengabdian, rumusan masalah, analisa kebutuhan, pembuatan produk dan uji coba, penyerahan produk (sosialisasi dan pelatihan), evaluasi kegiatan dan pelaporan.
EDUKASI PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENJADI ECO-ENZYME PADA WARGA RW 03 KELURAHAN BAKALAN KRAJAN SUKUN Christina Wahyu Kartikowati; Mar’atul Fauziyah; Diah Agustina Puspitasari; Bambang Poerwadi; Supriyono; Evi Sulviani Nengseh
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Households become one of the sources of organic waste such as vegetable and fruit scraps. This organic waste can be processed into more useful materials before being disposed of in a landfill. Organic waste processing can be done by making eco-enzymes. One of the advantages of eco-enzymes is that they do not require extensive land for the fermentation process and are very easy to make, making them applicable at home. In addition, eco-enzymes have many benefits in daily life such as household cleaners, insecticides, antiseptics, personal care, fertilizers, etc. The creation of eco-enzymes not only helps reduce waste disposal to landfills but also provides an alternative to reduce the use of harmful synthetic chemicals to human health and the environment. The awareness of processing household waste into eco-enzymes is also a step towards achieving zero waste at the household level. Empowering the community in RW 03 Bakalan Krajan Sukun Village is very important to do. This aims to foster awareness of cleanliness and self-sufficiency in making eco-enzymes for everyday use. This activity begins with identifying problems in the community, especially related to household waste. Afterward, the community service team from the Department of Chemical Engineering formulates the problem and provides a solution in the form of education on processing household organic waste into eco-enzymes. The education process involves training on making eco-enzymes and explaining their utilization in daily life. By carrying out this activity, the community will be able to process household organic waste into eco-enzymes. Apart from that, the existence of eco-enzyme technology can help people reduce the use of synthetic chemicals in daily life as well as maintain environmental cleanliness by processing household organic waste independently.Abstrak Rumah tangga menjadi salah satu sumber limbah organik seperti sisa sayuran dan buah-buahan. Limbah organik ini dapat diolah menjadi bahan yang lebih berguna sebelum dibuang ke tempat pembungan sampah (TPA). Pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan cara pembuatan eco-enzyme. Salah satu kelebihan eco-enzyme adalah adalah tidak memerlukan lahan yang luas untuk proses fermentasi dan sangat mudah dalam pembuatannya sehingga dapat diterapkan diterapkan di rumah. Selain itu, eco-enzyme mempunyai banyak manfaat dalam kedidupan sehari-hari seperti untuk pembersih rumah tangga, insektisida, antiseptik, perawatan tubuh, pupuk, dll. Terciptanya eco enzyme tidak hanya membantu mengurangi pembuangan sampah ke TPA tetapi juga menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sintetik yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Kesadaran mengolah sampah rumah tangga menjadi eco-enzyme juga merupakan langkah dalam upaya mewujudkan zero waste di tingkat rumah tangga. Pemberdayaan masyartakat RW 03 Kelurahan Bakalan Krajan Sukun sanggat penting untuk dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran untuk kebersihan dan kemadirian dalam pembuatan eco-enzyme untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dimulai dengan identifikasi masalah di masyarakat terutama terkait limbah rumah tangga. Setelah itu dilakukan perumusan masalah oleh tim pengabdian kepada masyarakat Depertemen Teknik Kimia yang dilanjutkan dengan pemberian solusi berupa edukasi pengolahan limbah organic rumah tangga menjadi eco-enzyme. Proses edukasi dilakukan dengan pelatihan pembuatan eco-enzyme dan penjelasan pemenfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dilaksanakan kegiatan ini masyakarat menjadimampu untuk mengolah limbah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme. Selain itu, dengan adanya teknologi eco-enzyme dapat membantu masyarakat dalam mengurangi penggunaan bahan kimia sintesis dalam kehidupan sehari-hari disamping menjaga kebersihan lingkungan dengan pengolahan limbah oraganik rumah tangga secara mandiri.
PENGENALAN PROSES PEMISAHAN KOMPONEN MINYAK ATSIRI KE SMA BAHRUL MAGHFIROH, MALANG Aji Hendra Sarosa; Vivi Nurhadianty; Luthfi Kurnia Dewi; Wa Ode Cakra Nirwana; Safrina Hapsari; Ardian Indra Bayu; Rifa Rahma Andriana
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Bahrul Maghfiroh High School (SMA BM) as an educational institution wishes to develop knowledge in the exact field. The existence of the Merdeka curriculum encourages students to be able to develop their potential according to their talents and interests. The team has various experiences in isolating and separating essential oil components, including separating citronella oil components by evaporation or fractionation, isolating kaffir lime leaf oil components, and others. This service focuses on providing knowledge to SMA BM students in isolating and separating essential oil components. The purpose of this service is SMA BM students have experience in isolating and separating essential oil components and can support the achievements of SMA BM students by adding new knowledge. The implementation of this service includes providing the basics of separating essential oil components, training on laboratory-scale separation, visiting the Institut Atsiri mini plant in Ngijo to see the equipment for separating essential oil components (fractionation), and monitoring. The achievement of implementing this community service activity can be seen from student satisfaction with the results of the questionnaire, namely an average satisfaction of around 36% answered strongly agree, 48% answered agree and the satisfaction index value ranged from 78.75 (good). Therefore, service activities need to be carried out continuously and can be developed to provide good knowledge. Abstrak SMA Bahrul Maghfiroh sebagai institusi Pendidikan berkeinginan mengembangkan pengetahuan dalam bidang eksakta. Adanya kurikulum Merdeka, mendorong siswa untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai dengan bakat dan minatnya. Tim pengabdian memiliki berbagai pengalaman dalam mengisolasi dan memisahkan komponen minyak atsiri antara lain pemisahan komponen minyak sereh wangi dengan evaporasi atau fraksinasi, mengisolasi komponen minyak daun jeruk purut, dan lain-lain. Pengabdian ini berfokus dalam memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi SMA BM dalam mengisolasi dan memisahkan komponen minyak atsiri. Tujuan pengabdian ini agar siswa-siswa SMA BM dapat memiliki pengalaman dalam mengisolasi dan memisahkan komponen minyak atsiri, serta dapat menunjang prestasi siswa-siswi SMA BM dengan menambah pengetahuan baru di bidang eksakta. Pelaksanaan pengabdian meliputi pemberian materi dasar-dasar pemisahan komponen minyak, pelatihan pemisahan minyak atsiri skala laboratorium, kunjungan ke mini plant Institut Atsiri di Ngijo untuk melihat peralatan pemisahan komponen minyak atsiri (fraksinasi), dan monitoring. Ketercapaian pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilihat dari kepuasan mahasiswa terhadap hasil angket yaitu rata-rata kepuasan sekitar 36% menjawab sangat setuju, 48% menjawab setuju dan nilai indeks kepuasan berkisar 78,75 (baik). Oleh karena itu, kegiatan pengabdian perlu dilakukan secara kontinyu dan bisa dikembangkan untuk pemberian pengetahuan yang baik.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SD KEPULAUAN SERIBU MELALUI PENDALAMAN MATERI KETERBAGIAN Mahatma, Yudi; Ibnu Hadi; Muhammad Eka Suryana; Tiara Nabila; Sandrina Widya Andani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The concept of thematic learning requires teachers to be able to master all lessons well. The concept of divisibility is a basic mathematical material so it is important to be mastered by elementary school teachers. For this reason, it is necessary to conduct a deepening training in mathematics related to divisibility material for elementary school teachers. As the target of this community service activity, the Mathematics Study Program of UNJ in collaboration with the Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu held training for elementary school teachers. The training was held at SMKN 61 on Tidung Island. As feedback, questionnaires were distributed to participants before and after the training. From the results of the questionnaire, it can be seen that this activity can enrich the knowledge and insight of teachers in the field of mathematics. One of the outputs of this research is a video that has been uploaded to the official YouTube account of Matematika UNJ. Abstrak Konsep pembelajaran tematik menuntut para guru untuk dapat menguasai semua pelajaran dengan baik. Konsep keterbagian merupakan materi matematika yang mendasar sehingga penting untuk dikuasai oleh para guru SD. Untuk itu perlu dilakukan suatu pelatihan pendalaman materi matematika terkait materi keterbagian kepada para guru SD. Sebagai sasaran kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, Program Studi Matematika UNJ bekerja sama dengan Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menyelenggarakan pelatihan untuk guru-guru SD. Pelatihan dilaksanakan di SMKN 61 di Pulau Tidung. Sebagai umpan balik, disebarkan kuesioner kepada para peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Dari hasil kuesioner terlihat bahwa kegiatan ini dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan para guru dalam bidang matematika. Salah satu luaran penelitian ini adalah video yang sudah diunggah di akun YouTube resmi Matematika UNJ.
PENYULUHAN PENGGUNAAN NANO FILTER UNTUK PENYEDIAAN AIR BERSIH DI WILAYAH DESA PANTAI SEDERHANA KECAMATAN MUARA GEMBONG KABUPATEN BEKASI Vina Oktaviani; Rafiuddin Syam; Aodah Diamah; Rhey Miko Anugraha; Fahmi Muhamad Yusup
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This article reviews the challenges in providing clean water supplies in rural areas, especially in Pantai Bawah Village, Muara Gembong District, Bekasi Regency, which is located in the coastal zone. This research investigates the potential of nano filter technology as an innovative solution to overcome the problem of lack of clean water in this area. The main aim of the research is to evaluate the effectiveness of nano filter technology in dealing with water contamination and ensuring that the filtration results meet applicable drinking water quality standards. The research method includes taking water samples from various sources in the village, followed by a treatment process with nano filter technology. Post-filtration, an analysis of the physicochemical and bacteriological properties of the treated water is carried out. The research results show that nano filter technology has succeeded in reducing the content of contaminants such as suspended particles, heavy metals and dangerous microorganisms in water. The water produced through this filtration process meets safety and health standards for consumption. Apart from that, nano filter technology also has the potential to be integrated into existing infrastructure in villages with affordable operational costs. The impact of this research is to provide a promising solution to overcome the clean water access crisis in coastal rural areas. The findings from this research can be a valuable guide in policy development and technical implementation in efforts to provide clean water in similar areas. Abstrak Artikel ini mengulas tantangan dalam memenuhi pasokan air bersih di wilayah pedesaan, khususnya di Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, yang terletak di zona pesisir. Penelitian ini menginvestigasi potensi teknologi nano filter sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan kekurangan air bersih di daerah tersebut. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas teknologi nano filter dalam mengatasi kontaminasi air dan memastikan bahwa hasil filtrasi memenuhi standar kualitas air minum yang berlaku. Metode penelitian mencakup pengambilan sampel air dari beragam sumber di desa, diikuti oleh proses perlakuan dengan teknologi nano filter. Pasca-filtrasi, dilakukan analisis terhadap sifat fisikokimia dan bakteriologis air yang telah diolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi nano filter berhasil mengurangi kandungan kontaminan seperti partikel suspensi, logam berat, dan mikroorganisme berbahaya dalam air. Air yang dihasilkan melalui proses filtrasi ini memenuhi standar keamanan dan kesehatan untuk konsumsi. Selain itu, teknologi nano filter juga memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam infrastruktur yang sudah ada di desa dengan biaya operasional yang terjangkau. Dampak dari penelitian ini adalah memberikan solusi yang menjanjikan untuk mengatasi krisis akses air bersih di wilayah pedesaan pesisir. Temuan dari penelitian ini dapat menjadi panduan berharga dalam pengembangan kebijakan dan implementasi teknis dalam upaya penyediaan air bersih di wilayah-wilayah serupa.
PEMANFAATAN WEBSITE DAN BAHASA ISYARAT INDONESIA UNTUK WARGA KEPULAUAN SERIBU MENUJU KETAHANAN PARIWISATA ZE Ferdi Fauzan Putra; Vina Oktaviani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Tidung Island is an island in the Kepulauan Seribu, Jakarta, which is a destination for domestic and foreign tourists because of various activities such as snorkeling, diving, and cycling around the island. The main problem for this partners is the lack of knowledge and understanding of citizens about creating websites and Indonesian Sign Language (Bisindo) that can be used to reach a wide range of promotions. The purpose of the training is to supply and increase the understanding of residents in the Kepulauan Seribu, especially Tidung Island about making websites that are easy and free. As well as supplying and improving the mastery of Tidung island residents regarding Bisindo for tourism resilience. The methods used in this training are lectures, simulations, discussions, and presentations from participants. Based on the pre-test and post-test results for Website and Bisindo materials, each activity experienced an increase in participants' knowledge and understanding by 34.70% and 23%. So it can be said that this training has an impact in increasing the knowledge and understanding of residents for the resilience of Tidung Island tourism about creating websites for promotion and Bisindo. Abstrak Pulau Tidung adalah sebuah pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta, yang menjadi tujuan wisata bagi wisatawan domestik dan mancanegara karena berbagai aktivitas yang dapat dilakukan seperti snorkeling, diving, dan bersepeda di sekitar pulau. Permasalahan utama pada mitra pelatihan adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman warga tentang membuat website dan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang bisa digunakan untuk menjangkau promosi yang luas. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk membekali dan meningkatkan pemahaman warga di Kepulauan Seribu, khususnya Pulau Tidung mengenai pembuatan website yang mudah dan gratis. Serta membekali dan meningkatkan penguasaan warga pulau Tidung mengenai Bisindo untuk ketahanan pariwisata. Metode yang dipakai pada pelatihan ini adalah ceramah, simulasi, diskusi, dan presentasi dari peserta. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test untuk materi Website dan Bisindo, masing-masing mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta sebesar 34,70% dan 23%. Sehingga bisa dikatakan kegiatan pelatihan ini memberikan dampak dalam penambahan pengetahuan dan pemahaman warga untuk ketahanan pariwisata Pulau Tidung tentang pembuatan website promosi dan Bisindo.