cover
Contact Name
Vinsen B. Making
Contact Email
edu@ucb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu@ucb.ac.id
Editorial Address
Jln. Manafe No 17 Kelurahan Kayuputih Kec. Oebobo KUPANG- PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 28280407     DOI : -
Core Subject : Education,
Hinef : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Merupakan Jurnal Ilmiah dengan Topik mencakup seluruh rumpun Ilmu Pendidikan yakni Sub Rumpun Pendidikan Ilmu Sosial, Sub Rumpun Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra, Sub Rumpun Ilmu Pendidikan Olah Raga dan Kesehatan, Sub Rumpun Ilmu Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Sub Rumpun Ilmu Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Sub Rumpun Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Sub Rumpun Ilmu Pendidikan Kesenian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
ANALISIS PERAN IPAS MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SEBAGAI GAMBARAN IDEAL PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Benu, Asti Yunita; Mbuik, Heryon Bernad
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2024)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v3i1.1175

Abstract

Abstract. The aim of this research is to analyze and describe the role of IPAS in realizing the Pancasila Student Profile as an ideal description of character formation for elementary school students at GMIT Kuanino 1 Elementary School, Kupang City. This type of qualitative research uses descriptive analysis methods carried out by means of observation and interviews. The research results found that the main role of science and science subjects is as a means of introducing Pancasila values ​​to students. Through science learning, students are invited to understand the meaning and importance of the noble values ​​of Pancasila such as mutual cooperation, justice, democracy, unity and oneness. Students at GMIT Kuanino 1 Elementary School, Kupang City, consisting of various ethnicities and religions, are taught by teachers to uphold an awareness of mutual tolerance. This is a real implementation of the IPAS material. Apart from maintaining the living environment around the school, students are taught to maintain good social relations between each other in the school environment. Abstrak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mendeskripsikan Peran IPAS dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sebagai gambaran ideal Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar pada SD GMIT Kuanino 1 Kota Kupang. Jenis penelitian kualitatif dengan mengunakan metode deskripsi analisis yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ditemukan bahwa peran utama mata pelajaran IPAS adalah sebagai sarana untuk mengenalkan nilai-nilai Pancasila kepada para siswa. Melalui pembelajaran IPAS, siswa diajak untuk memahami makna dan pentingnya nilai-nilai luhur Pancasila seperti gotong royong, keadilan, demokrasi, persatuan, dan kesatuan. Siswa di SD GMIT Kuanino 1 Kota Kupang terdiri dari beragam suku dan agama diajarkan guru untuk menjunjung kesadaran toleransi Bersama. Hal ini merupakan implementasi nyata dari materi IPAS. Selain memelihara lingkungan hidup sekitar sekolah, siswa diajarkan memelihara perilaku hubungan sosial yang baik antara sesame di lingkungan sekolah.
PENERAPAN ALGORITMA PROMETHEE DALAM PENILAIAN KINERJA DOSEN Fallo, Diana Yani; Benufinit, Yonly; Sogen, Maria
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2024)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v3i1.1183

Abstract

Abstract: This research focuses on the implementation of performance assessment for lecturers at the Faculty of Education and Teacher Training (FKIP) of Citra Bangsa University. Lecturers are expected to demonstrate good performance because educational institutions play a role in producing quality human resources. Performance appraisals generally aim to provide feedback or feedback to employees in an effort to improve work performance, increase the productivity of an organization, and are specifically carried out in relation to various policies towards employees, such as for the purpose of promotion or giving awards. The Promethee method can make decisions based on calculations conducted on each criterion. There are seven (7) criteria used in this research. The results obtained are a net flow value of 0.238095 for lecturer E and the lowest value is found for lecturer A with a value of -0.09524. According to the calculations conducted, it is found that lecturers E, B, and D are recommended for having good performance. Abstrak Penelitian difokuskan pada implementasi penilaian kinerja dosen FKIP Universitas Citra Bangsa. Dosen dituntut untuk dapat menunjukkan kinerja yang baik hal ini karenakan lembaga pendidikan memiliki peran dalam menghasilkan sumber daya yang berkualitas. Penilaian kinerja secara umum bertujuan untuk memberikan feedback atau timbal balik kepada karyawan dalam upaya memperbaiki tampilan kerja, meningkatkan produktivitas suatu organisasi, dan secara khusus dilakukan berkaitan dengan berbagai kebijaksanaan terhadap karyawan, seperti untuk tujuan promosi jabatan atau memberikan penghargaan. Metode Promethee dapat menghasilkan keputusan berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada masing-masing kriteria. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini ada 7 kriteria. Hasil yang diperoleh dosen E yaitu nilai net flow sebesar 0,238095 dan dosen yang memiliki nilai rendah terdapat pada dosen A dengan nilai -0,09524. Dari hasil perhitungan yang dilakukan dapat ditemukan bahwa dosen E,B,D yang direkomendasikan dengan memiliki kinerja yang baik.
TOTAL QUALITY MANAGEMENT KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH DASAR Nitte, Yulsy Marselina; Kali Boka, Lusia
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2024)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v3i1.1188

Abstract

Abstract. This research aims to understand the role of the school principal as a top leader in implementing Total Quality Management (TQM) to shape students' character at SDK St. Yoseph 4 Kupang City. The approach used in this research is a qualitative descriptive approach. Data collection techniques are based on interviews and questionnaires. The data analysis technique for this research uses Miles and Huberman's data analysis, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research will show that a quality school is indicated by the strengthening of its students' character, involving all stakeholders, especially the school principal. The principal of SDK St. Yoseph 4 Kupang City, in character strengthening through TQM, obtained an overall percentage of 83.30%, indicating a very strong impact. This encompasses seven aspects: educator, manager, administrator, leader, innovator, motivator, and supervisor. There are seven efforts made by the principal of SDK St. Yoseph 4 Kupang City as the implementation of Total Quality Management (TQM) to built students' character. First, continuous improvement of students' character. Second, changing the school culture and creating a conducive school atmosphere. Third, maintaining good relationships with customers. Fourth, organizing integrated character education through three pathways: teaching, school management, and student coaching. Fifth, providing regular training to teachers and staff to ensure a deep understanding of TQM concepts and their application in the educational environment, exchanging ideas and best practices among teachers and staff to collectively improve teaching quality. Sixth, utilizing educational technology to enhance the efficiency and effectiveness of the learning process, reflecting TQM principles, and supporting the development of students' character. Seventh, collaboratively developing extracurricular programs that not only enrich students' knowledge but also support their character development, involving the improvement of interpersonal skills, leadership, and social responsibility. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kepala sekolah sebagai top leader dalam menerapkan total quality management untuk membentuk karakter siswa di Sekolah Dasar St. Yoseph 4 Kota Kupang. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan data berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data untuk penelitian ini menggunakan analisis data miles dan huber, yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan dari penelitian ini akan memperlihatkan bahwa sekolah yang bermutu salah satu indikatornya adalah penguatan karakter peserta didiknya yang melibatkan semua stakeholder terkhususnya kepala sekolah. Kepala sekolah di SDK ST. Yoseph 4 Kota Kupang dalam penguatan karakter peserta didik melalu TQM memperoleh presentase yang secara keseluruhan 83,30% atau sangat kuat. Hal ini meliputi tujuh aspek yaitu educator, manajer, administrator, leader, innovator, motivator, dan supervisor. Dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah, ada tujuh upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah SDK St. Yoseph 4 sebagai implementasi Total Quality Management (TQM) kepala sekolah yaitu pertama melakukan perbaikan karakter peserta didik secara terus menerus Kedua, dengan cara melakukan perubahan kultur dan menciptakan suasana sekolah yang kondusif Ketiga, mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan Keempat,  menyelengarakan pendidikan karakter secara terpadu melalui 3 jalur yaitu pembelajan, manajemen sekolah dan pembinaan kepesertadidikan. Kelima, memberikan pelatihan rutin kepada guru dan tendik untuk memastikan pemahaman mendalam tentang konsep TQM dan menerapkannya dalam lingkungan pendidikan, pertukaran ide dan praktik terbaik di antara guru dan tendik untuk meningkatkan kualitas pengajaran secara kolektif. Keenam, memanfaatkan teknologi pendidikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran yang mencerminkan prinsip-prinsip TQM dan mendukung pengembangan karakter siswa. Ketujuh, bersama sama menyusun program ekstrakurikuler yang tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa tetapi juga mendukung pengembangan karakter mereka. Ini melibatkan peningkatan keterampilan interpersonal, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial yang implikasinya.
DEFAMASI IRIANA WIDODO MELALUI MISOGINI DAN DEFEMISME PEREMPUAN (KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK) RAFAEL, AGNES MARIA DIANA; Pradhana, Ngurah Indra
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2024)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v3i1.1192

Abstract

Abstract. The rise of defamation cases in Indonesia provides an entry point for forensic linguistic (one of linguistics branches) to solve all the legal cases related to language. For instance, the case of insult and defamation that was allegedly directed to Iriana Widodo through the choice of ironic dictions which referred to her physical appearance, her dressing style, and her communication style. This study aims to analyze in depth several texts that have been posted by several accounts on social media which are suspected in containing defamation isues against her. This study uses forensic linguistic analysis through a qualitative descriptive approach. The data in this research are some texts taken from social media accounts. Those texts went viral because they allegedly contained elements of defamation against her. To dissect each aspect as a means of discourse in each text, this study uses Halliday's social semiotic analysis. The results found that both texts contained insults containing physical insults (body shaming) and attacks on Iriana Widodo's honor as First Lady of the Indonesian Republic. The data in C.1 also contains attitude shaming which contains elements of misogyny towards women (in this case towards female prostitutes - specifically for data C.1). Meanwhile the data C.2 shows that the text used ironic figures of speech to indirectly insinuate Iriana Widodo's physical apperances and clothing style which is associated with household assistants (housemaids). The author of the text also used the dysphemism of prostitutes to attack Iriana Widodo (data C.2). Finally, data C.2 shows that the text maker attacks her by choosing ironic figures of speech. Abstrak. Kasus defamasi atau pencemaran nama baik di Indonesia memberikan jalan masuk kepada salah satu cabang ilmu linguistik mutahir yaitu linguistik forensik untuk memecahkan kasus-kasus hukum yang berkaitan dengan bahasa. Kajian ini membahasa dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik yang diduga ditujukan kepada Iriana Widodo melalui pemilihan diksi-diksi ironi yang merujuk pada penampilan fisik  Iriana Widodo,  gaya berbusananya, dan gaya berkomunikasinya. Tujuan utama kajian untuk menganalisis secara mendalam beberapa teks-teks yang telah diposting oleh beberapa akun di media sosial yang diduga mengandung defamasi terhadap Iriana Widodo. Kajian ini menggunakan pisau analisis linguistik forensik melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah teks-teks yang di ambil di akun media sosial yang viral karena diduga mengandung unsur pencemaran nama baik kepada Iriana Widodo. Untuk membedah setiap aspek-aspek sebagai sarana wacana pada masing-masing teks, kajian ini menggunakan analisis semiotika sosial Halliday. Hasil penelitian menemukan kedua teks tersebut mengandung penghinaan yang bermuatan penghinaan fisik (body shaming) dan penyerangan terhadap kehormatan Iriana Widodo sebagai Ibu Negara RI. Data pada C.1  mengandung penghinaan perilaku (attitude shaming) yang bermuatan  unsur misogini terhadap perempuan (dalam hal ini terhadap pelacur perempuan- khusus untuk data C.1). Selain itu untuk data C.2 si aktor pembuat teks menggunakan majas ironi untuk menyindir secara tidak langsung fisik dan gaya berbusana (outfit) Iriana Widodo yang diasosiasikan dengan asisten rumah tangga (bibi atau pembantu rumah tangga). Si  pembuat teks juga mengunakan diksi disfemisme pelacur untuk menyerang Iriana Widodo (data C.2). Sedangkan data C.2 menunjukan pembuat teks menyerang dengan pemilihan majas ironi.
TURATS SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Fawaidil Wafa, Alfian; Kuswandi, Dedi
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2024)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v3i1.1194

Abstract

Abstract. This research. aims to analyze how turats can be used in learning strategies in Islamic education institutions. This research uses the literature review method, which is a structured, clear and reproducible approach to identifying, evaluating and synthesizing research works and ideas that have been created by researchers and practitioners. The Turats learning model is experiencing dynamic development. In terms of learning methods, this model follows technological advances, while in the policy aspect, the focus is given to increasing teacher capacity and competency. The findings from this research state that learning the book of turats focuses on the reading aspect with an emphasis on halaqoh. Islamic educational institutions need to implement several steps to achieve progress in learning, and these efforts are initiated by inclusive school supervisors as leaders in each Islamic school. Islamic educational institutions can adopt this halaqoh method which teachers or ustad can apply in learning, where the ustad is responsible for guiding students in reading texts or memorizing, while providing correction if there are errors in pronunciation. Islamic educational institutions need to implement several steps to achieve progress in learning, and these efforts are initiated by inclusive school supervisors as leaders in each Islamic school. Apart from that, there are also efforts made by heads of Islamic education institutions, which of course cannot be separated from collaboration with Islamic school executives within them and asatidz operating under their supervision. Abstrak. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menganalisis turats bisa digunakan di dalam strategi pembelajaran di lembaga-lembaga Pendidikan islam. Penelitian ini menggunanakan metode literaratur riview yang merupakan merupakan suatu pendekatan yang terstruktur, jelas, dan dapat direproduksi untuk menemukan, mengevaluasi, dan menyintesis hasil penelitian dan ide-ide dari peneliti dan pelaku. Model pembelajaran kitab turats mengalami perkembangan yang dinamis. Dalam hal metode pembelajaran, model ini mengikuti kemajuan teknologi, sementara dalam aspek kebijakan, fokus diberikan pada peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar. Temuan dari penelitian ini menyatakan bahwa pembelajaran kitab turats menitik beratkan pada aspek bacaan dengan penekanan pada halaqoh. Lembaga Pendidikan islam perlu mengimplementasikan beberapa langkah Untuk mencapai kemajuan dalam pembelajaran, dan pelaksanaan ini diprakarsai oleh pengawas sekolah inklusif sebagai pemimpin di setiap sekolah Islam. Lembaga Pendidikan islam bisa mengadopsi metode halaqoh ini dimana guru atau ustad bisa menerapkan di dalam pembelajaran, dimana ustad bertanggung jawab untuk membimbing siswa dalam membaca teks atau hafalan, sambil memberikan koreksi apabila ada kesalahan dalam pelafalan. Selain itu, ada juga usaha yang dilakukan oleh kepala lemabaga Pendidikan islam, yang tentunya tidak dapat dipisahkan dari kerjasama dengan eksekutif sekolah islam yang berada di dalamnya dan asatidz yang beroperasi di bawah supervisinya.
PENERAPAN MEDIA KUIS INTERAKTIF EASY TEST MAKER PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 KUPANG Benufinit, Yonly Adrianus; Enstein, Jhon; Patola, Fitry Hestriyani
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2024)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v3i1.1208

Abstract

Abstract. The lack of use of online-based learning media during learning activities is something that needs to be considered in today's technological developments. Teachers need to optimize various online learning media in order to facilitate and attract students' attention in learning in class and at home. The application of interactive quiz media is one of the steps in introducing students to online learning media. This research is intended to determine students' understanding in the application of interactive quiz media. The purpose of this study was to determine how the process of applying online-based interactive quiz media and to see students' responses to the results of using online-based quiz media in informatics subject learning activities in class XI SMA Negeri 7 Kupang. This research belongs to the type of ex-post facto research (Kerlinger, 1993). In this study, research instruments are needed which include the application of online-based interactive quiz media related to the level of satisfaction and the results of student questionnaires, then the data obtained are processed by inferential analysis. The data collection technique was carried out by means of a questionnaire. In this study, the independent variable (X) is the application of online-based interactive quiz media in learning informatics subjects. For the dependent variable (Y) in this study is student satisfaction when learning using online-based interactive quiz media. The results of the study obtained from the questionnaire calculation of the process of applying online-based interactive quiz media obtained 89% of students at the Sangat Setuju level. Then the results of the calculation of student questionnaires about the satisfaction of online learning on average learning outcomes of 92%. This means that all students are said to be satisfied and successful in using online-based interactive quiz media when learning informatics subjects.   Abstrak. Minimnya penggunaan media pembelajaran berbasis online saat kegiatan pembelajaran menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam perkembangan teknologi sekarang ini. Guru perlu mengoptimalkan berbagai media pembelajaran online agar dapat memudahkan dan menarik perhatian siswa dalam belajar di kelas maupun di rumah. Penerapan media kuis interaktif merupakan merupakan salah satu langkah dalam mengenalkan kepada siswa tentang media pembelajaran online. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pemahaman siswa dalam penerapan media kuis interaktif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses penerapan media kuis interaktif berbasis online dan melihat tanggapan siswa terhadap hasil penggunaan media kuis berbasis online pada kegiatan pembelajaran mata pelajaran informatika di kelas XI SMA Negeri 7 Kupang. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian ex-post facto (Kerlinger, 1993). Dalam penelitian ini diperlukan instrumen penelitian yang meliputi penerapan media kuis interaktif berbasis online berkaitan dengan tingkat kepuasan dan hasil angket siswa, kemudian data yang diperoleh diolah dengan analisis inferensial. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara kuesioner. Dalam penelitian ini variabel bebas (X) adalah penerapan media kuis interaktif berbasis online dalam pembelajaran mata Pelajaran informatika. Untuk variabel terikat (Y) dalam penelitian ini yaitu kepuasan siswa saat pembelajaran menggunakan media kuis interaktif berbasis online. Hasil penelitian didapatkan dari perhitungan angket proses penerapan media kuis interaktif berbasis online diperoleh 89% siswa pada tingkat Sangat Setuju. Kemudian hasil perhitungan angket siswa tentang kepuasan pembelajaran online rata-rata hasil belajar sebesar 92%. Berarti semua siswa dikatakan puas dan berhasil dalam penggunaan media kuis interaktif berbasis online saat pembelajaran mata pelajaran informatika.
CAMPUR KODE DALAM GRUP WHATSAPP KOORDINATOR KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 6 Ate, Christmas Prasetia
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2024)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v3i1.1217

Abstract

Abstract. The aim of this research is to identify types of code mixing in the Whatsapp group conversations of the 6th Batch Teaching Campus Coordinator. The research method uses descriptive qualitative by identifying research objects in the form of Whatsapp conversation data sent by group members. The data taken is a written document that has been documented in the group as part of written communication between university coordinator members throughout Indonesia. Data collection and analysis techniques in this research used three stages, namely identification, classification and interpretation. The research results show that in the Whatsapp group for the 6th Batch Teaching Campus coordinator, there is a code mixing used by group members. The types of code mixing include: 1) Intra Sentential Mixing, namely the use of code mixing at the phrase and clause level; 2) Intra Lexical Mixing, namely the use of code mixing at the word level. The words, phrases and clauses that are often used come from Javanese and English; while in type 3) Involving a Change of Pronunciation, in the form of sound (phonological elements) is not found in written communication in this Whatsapp group. Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis campur kode dalam percakapan grup Whatsapp koordinator Perguruan Tinggi Kampus Mengajar Angkatan 6. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi obyek penelitian berupa data percakapan Whatsapp yang dikirimkan oleh anggota grup. Data yang diambil merupakan dokumen tertulis yang telah terdokumentasi ke dalam grup sebagai bagian dari komunikasi secara tulisan antar sesama anggota koordinator perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Teknik pengumpulan dan analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga tahapan yaitu identifikasi, klasifikasi dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam grup Whatsapp koordinator perguruan tinggi Kampus Mengajar Angkatan 6 terdapat campur kode yang digunakan oleh anggota grup. Adapun jenis-jenis campur kode tersebut diantaranya: 1) Intra Sentential Mixing, yaitu pemakaian campur kode pada tataran frasa dan klausa; 2) Intra Lexical Mixing, yaitu penggunaan campur kode pada tataran kata. Adapun kata, frasa dan klausa yang sering digunakan berasal dari bahasa Jawa dan bahasa Inggris; sedangkan pada tipe 3) Involving a Change of Pronunciation dengan melibatkan unsur bunyi (fonologis) tidak ditemukan pada komunikasi tulisan dalam grup Whatsapp ini.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SDK HAREWE PADA MATERI OPERASI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL Luruk Bere, Mega; Da Lopes, Ana
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2024)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v3i1.1220

Abstract

Abstract. Education is the spearhead for changing a human being to be better in terms of character, knowledge so that humans are able to improve their quality to become more qualified. This is sometimes realized by the role of a teacher to improve every learning tool that is owned so that every learning achievement is not achieved well. In this research, I found an obstacle in the field where teachers are always monotonous in every lesson, as a result, they make students as pawns to follow what is there without changing their learning style patterns, always demanding to take notes and listen. Therefore, in this research I provide a little touch of the newest method at SDK Harawe with the discussion and coercion method. I carried out this activity with grade III elementary school students with a total of 20 students. In each cycle different actions were given. In my cycle I use the same method of discussion, namely group and coercion, the teacher does not guide but only gives direction from the teacher's place. The results obtained were only 50% of students who passed, with observation results showing that students were less able to understand each direction of the material. However, in cycle II I carried out an evaluation by changing the media using a stick and a water pipette to count. The teacher provides examples and directly guides each group to provide direction in calculating, the results obtained by students are better able to understand the material provided. From the results of the data, 80% of students completed grade III elementary school mathematics subjects and observations showed that all students understood the material provided. Abstrak. Pendidikan menjadi tombak untuk mengubah seseorang manusia untuk menjadi lebih baik segi krakter, pengetahuan agar manusia mampu meningkatkan kualitas dirinya menjadi lebih berkualitas. Hal ini kadang disadari oleh peran seorang guru untuk memperbaiki setiap perangkat pembelajaran yang dimiliki sehingga setiap capaian pembelajaran tidak tercapai dengan baik. Dalam penelitian ini saya menemukan sebuah kendala di lapangan yang mana bapa ibu guru selalu monoton dalam setiap pembelajaran akibatnya menjadikan siswa sebagai pion untuk mengikuti apa yang ada tanpa mengubah pola gaya belajar mereka, selalu dituntut mencatat dan mendengarkan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini saya memberikan sedikit sentuhan metode yang terbaru di SDK Harawe dengan metode diskusi dan demonstrasi. Kegiatan ini saya lakukan pada siswa kelas III SD dengan jumlah siswa 20. Dalam setiap siklus diberikan perlakukan yang berbeda. Pada siklus I mengunakan metode yang sama yaitu diskusi kelompok dan demonstrasi, guru tidak membimbing tapi hanya memberikan arahakan dari tempat guru. Hasil yang didapatkan Cuma 50% siswa yang lulus dengan hasil observasi menunjukan kurangnya mampu siswa memahami setiap arahan materi. Namun dalam siklus II saya melakukan evaluasi dengan mengubah media menggunakan lidi dan pipet akua untuk menghitung. Guru memberikan contoh dan langsung membimbing setiap kelompok untuk memberikan arahan dalam menghitung, hasil yang didapatkan siswa lebih mampu memahami dengan baik materi yang diberikan. Dari hasil data 80% siswa tuntas matapelajaran matematika kelas III SD dan observasi menunjukan semua siswa paham dengan materi yang diberikan.
IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 6 DALAM UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR Naitili, Cornelia Amanda
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2024)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v3i1.1223

Abstract

Abstract. This research aims to determine the form of implementation and impact of the Class 6 Kampus Mengajar Program at SDK Manumuti on the literacy and numeracy abilities of elementary school students. Literacy and numeracy have an important role in the development of education and society. However, facts on the field shows that the literacy and numeracy skills of elementary school students in Indonesia are still in the low category. This is a serious problem that should be soon overcome. Kampus Mengajar Program is a government initiative to improve students' literacy and numeracy skills through student’s active participation in supporting learning in elementary schools. This research uses a qualitative approach with descriptive methods involving students, teachers, school principals and also students from Kampus Mengajar Program with the Manumuti SDK assignment school as research subjects. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Based on the results of data analysis, the research results show that the form of implementation of the 6th grade Kampus Mengajar Program at SDK Manumuti is in the form of a Fortune Teller, Literacy and Numeracy Club, Reading House, and Class AKM Mentoring. This program has succeeded in having a positive impact on improving students' literacy and numeracy skills, although the changes have not yet reached 100%. Several obstacles in implementation include limited facilities and infrastructure, student knowledge and skills, and time management for program implementation. Recommendations for the improvement and development of this program include improving coordination with schools, improving facilities and infrastructure, also regular program evaluation. Even though, the Class 6 Teaching Campus Program at SDK Manumuti has had a positive impact and shown potential to improve the literacy and numeracy of elementary school students, in the hope to contributing to scientific literature and providing practical recommendations for the development of similar programs in the future. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk  implementasi dan dampak Program Kampus Mengajar Angkatan 6 di SDK Manumuti terhadap kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar. Literasi dan numerasi memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan dan masyarakat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi siswa SD di Indonesia masih dalam kategori rendah. Hal ini menjadi permasalahan serius yang harus segera ditangani. Program Kampus Mengajar merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui partisipasi aktif mahasiswa dalam mendukung pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang melibatkan Siswa, guru, kepala sekolah dan juga mahasiswa kampus mengajar dengan sekolah penugasan SDK Manumuti sebagai subyek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk implementasi program kampus mengajar angkatan 6 di SDK Manumuti berupa Si Peramal, Klub Literasi dan Numerasi, Rumah Baca, dan Pendampingan AKM Kelas. Program ini berhasil memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa, meskipun perubahan belum mencapai 100%. Beberapa hambatan dalam implementasi mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, bekal pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, serta manajemen waktu pelaksanaan program. Rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan program mencakup peningkatan koordinasi dengan sekolah, peningkatan fasilitas dan sarana prasarana, serta evaluasi program secara berkala. Meskipun demikian, Program Kampus Mengajar Angkatan 6 di SDK Manumuti telah memberikan dampak positif dan menunjukkan potensi untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar, dengan harapan dapat memberikan kontribusi pada literatur ilmiah dan memberikan rekomendasi praktis untuk pengembangan program serupa di masa mendatang.
KESALAHAN GOOGLE TRANSLATE DALAM MENERJEMAHKAN ENGLISH PHRASAL VERBS KE DALAM BAHASA INDONESIA Feka, Viktorius P.; Ndapa Lawa, Selfiana T. M.; Liunokas, Ofrisna
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2024)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v3i1.1224

Abstract

Abstract. This research aims to explore and analyze the errors that commonly occur when translating English phrasal verbs into Indonesian using Google Translate (GT). The research method employed is descriptive-qualitative, and data collection was conducted through a documentation study. The study utilizes descriptive analysis, analyzing all data to obtain results and conclusions. The technique involves several steps, including the identification of data that aligns with the research problem, grouping the data based on the type of phrasal verbs, then, discussing and drawing conclusions. The results of the research indicate the weaknesses of GT in translating English phrasal verbs into Indonesian accurately. GT faces difficulties with three types of phrasal verbs: separable, inseparable, and intransitive. In separable phrasal verbs, GT struggles to transfer the intended meaning accurately, often resulting in a literal translation that mismatches the context. For example, "bring (someone) down" is translated instead of considering the idiomatic aspect. In inseparable phrasal verbs, GT makes mistakes in selecting appropriate word equivalents based on context. For instance, "call on" should be translated as "mengunjungi" rather than "menelepon". Likewise, GT still finds idiomatic meanings difficult to interpret, such as translating "break into" as "masuk ke dalam" instead of "membobol or menerebos ke dalam". Regarding intransitive phrasal verbs, GT seems to be unable to identify idiomatic meanings and sentence context. For example, "get away" is translated as "menjauh" instead of the correct meaning "terlepas dari". GT also fails to understand the idiomatic meaning of "flip out," which should be translated as "terkejut atau marah sekali". Though GT provides convenience in translation, the quality of phrasal verb translations still requires improvement, and this research offers valuable insights for machine translation. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kesalahan yang sering muncul ketika menerjemahkan English phrasal verbs ke dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan Google Translate (GT). Metode penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data ditempuh melalui penelaahan dokumen. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yang mana semua data dianalisis untuk mendapatkan hasil dan kesimpulan. Teknik tersebut melibatkan beberapa langkah, yaitu peneliti mengidentifikasi data yang sesuai dengan pernyataan masalah, peneliti mengelompokkan data berdasarkan jenis phrasal verbs. Selanjutnya, data yang telah diklasifikasikan akan dibahas, kemudian peneliti menarik kesimpulan untuk pernyataan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat keterbatasan GT dalam menerjemahkan English phrasal verbs ke dalam bahasa Indonesia. GT kesulitan dalam menangani tiga jenis phrasal verbs, yaitu separable, inseparable, dan intransitive. Pada jenis separable phrasal verbs, GT kesulitan dalam mentransfer makna secara akurat, seperti dalam kasus "bring (someone) down" yang kurang memahami aspek idiomatis. GT cenderung menerjemahkan secara harfiah, mengakibatkan ketidakcocokan kontekstual. Pada jenis inseparable phrasal verbs, GT keliru dalam memilih padanan kata yang sesuai dengan konteks, seperti pada "call on" yang seharusnya diterjemahkan sebagai "mengunjungi", bukan "menelepon". GT juga menunjukkan kesulitan dalam mengartikan makna idiomatis, seperti pada "break into" yang seharusnya diterjemahkan sebagai "membobol atau menerebos ke dalam". Sementara, pada jenis intransitive phrasal verbs, GT terlihat kesulitan dalam mengidentifikasi makna idiomatis dan konteks kalimat. Contohnya, pada "get away", GT menerjemahkan secara harfiah sebagai "menjauh", padahal makna yang benar adalah "terlepas dari". GT juga belum mampu memahami makna idiomatis dari "flip out" yang seharusnya diterjemahkan sebagai "terkejut atau marah sekali". Walau GT memberikan kemudahan dalam menerjemahkan, kualitas terjemahan phrasal verbs masih perlu diperbaiki, dan penelitian ini memberikan wawasan tambahan bagi dunia penerjemahan mesin.