Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Seulanga adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkaitan dengan dunia pendidikan secara umum dan pendidikan anak usia dini. Seulanga terbit sejak tahun 2020 dan terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan bulan Desember. Seulanga diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini, IAIN Lhokseumawe. Focus dan scope adalah 1) Pendidikan anak dalam perspektif islam; 2) Media pembelajaran anak usia dini; 3) Inovasi pendidikan anak usia dini; 4) Pengembangan penilaian pendidikan anak usia dini; 5) Multiple intelegensi; 6) Psikologi perkembangan anak usia dini; 7) Pola asuh pendidikan anak usia dini.
Articles
71 Documents
Pendidikan Inklusi dalam Pembelajaran Beyond Centers And Circle Time (BCCT) di PAUD Terpadu Griya Ceria Banda Aceh
Dian Ayuningtyas;
Rahmad Syah Putra;
Della Defyanti
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2022): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.421 KB)
|
DOI: 10.47766/seulanga.v3i1.309
Kajian ini menyangkut tentang Pendidikan Inklusi dalam Pembelajaran Beyond Centers and Circle Time (BCCT) di PAUD Griya Ceria Banda Aceh. Tujuan penelitian ini diantaranya ialah untuk mengkaji: Pertama, Bagaimana pelaksanaan pendidikan inklusi dalam pembelajaran BCCT di PAUD Griya Ceria Banda Aceh; Kedua, Apakah hasil yang dicapai dari pelaksanaan Pendidikan Inklusi dalam pembelajaran BCCT di PAUD Griya Ceria banda Aceh; dan Ketiga, Apakah faktor pendukung dan penghambat/kendala dari pelaksanaan pendidikan inklusi dalam pembelajaran BCCT di PAUD Griya Ceria banda Aceh. Kegiatan penelitian dilakukan pada PAUD Terpadu Griya Ceria Banda Aceh yang berada. Pemilihan tempat sebagai lokasi penelitian berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain: keberagaman peserta didik yng merupakan filosofi PAUD Terpadu Griya Ceria, sehingga peserta didik memiliki kesempatan belajar yang sama. PAUD Terpadu Griya Ceria juga menerima anak berkebutuhan khusus yang beragam.Kemudian, kurikulum yang diterapkan PAUD Terpadu Griya Ceria juga menggunakan metode BCCT. Adapun Teknik pengumpulan data yang utama dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan pendidikan inklusi paad PAUD Terpadu Griya Ceria ialah mengalami kemajuan yang luar biasa; 2) Hasil yang dicapai pelaksanaan pendidikan inklusi dalam pembelajaran inklusi pada PAUD Terpadu Griya Ceria terdapat perubahan positif yang cukup signifikan; dan 3) Terdapat faktor pendukung dan kendala pendidikan inklusi pada PAUD Terpadu Griya Ceria. Faktor Pendukung diantaranya ialah: 1) Guru dan Kurikulum BCCT yang digunakan sangat sesuai dan menyentuh semua kebutuhan anak dan menggunakan Rancangan Program Individu untuk ABK. Sedangkan Kendalanya ialah: 1) sikap orang tua siswa yang kurang siap terhadap dianugerahi anak-anak inklusi; 2) Kemampuan guru dalam memahami BCCT atau pendekatan sentra, kemampuan menghadapi anak, dan memecahkan masalah di lapangan; dan 3) Sarana dan Prasarana masih kurang memadai
Pengenalan Konsep Matematika pada Anak Usia Dini
Nur Ainun Lubis;
Ali Umar
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2022): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (741.132 KB)
|
DOI: 10.47766/seulanga.v3i1.429
Pentingnya pengenalan konsep matematika bagi anak usia dini membuat guru dan orang tua mengambil peran dalam mengajarkannya. Dalam Penelitian ini membahas bagaimana konsep-konsep dalam matematika pada anak usia dini diperkenalkan. Metode penelitian ini yaitu Metode Kualitatif yang dilaksanakan di TK Kasih Ibu Gayo Lues. Konsep-konsep yang diajarkan pada matematika usia dini antara lain: 1) Mengembangkan konsep angka pada anak, 2) Mengembangkan pola konsep dan hubungan, 3) Mengembangkan konsep hubungan geometri, 4) Mengembangkan konsep pengukuran, 5) Mengembangkan konsep pengumpulan, pengaturan dan tampilan data. Pengenalan konsep matematika pada anak usia dini diharapkan membuat anak suka dan senang melakukannya sesuai dengan tujuan mereka yaitu belajar sambil bermain.
Meningkatkan Konsep Bilangan Melalui Media Flipchart Bergambar pada Anak Kelompok A di TK IT Humaira Kota Lhokseumawe
Indria Safitri;
Anisaturrahmi Anisaturrahmi;
Elfiadi Elfiadi
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2022): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.032 KB)
|
DOI: 10.47766/seulanga.v3i1.445
Peningkatan konsep bilangan anak belum berkembang secara optimal, (1) hal ini terlihat bahwa anak-anak kelompok A TK IT Humaira Kota Lhokseumawe ada beberapa anak yang masih belum memahami tentang bilangan, anak juga masih sukar dalam membandingkan sebuah benda atau kumpulan benda Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan melalui media flipchart kelompok A TK IT Humaira Kota Lhokseumawe. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flipchart dapat meningkatkan konsep bilangan anak kelompok A TK IT Humaira Kota Lhokseumawe. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan presentase peningkatan konsep bilangan anak dimana pada tahap pra penelitian dan siklus I masih sangat rendah yaitu terdapat 10 anak atau 67% belum berkembang (BB) dan 5 anak atau 33% mulai berkembang (MB) anak yang memiliki kemampuan berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) masih belum ada. Kemudian pada siklus II menunjukkan bahwa tidak ada lagi anak yang belum berkembang (BB) dan mulai berkembang (MB) 3 anak atau 20% berkembang sesuai harapan (BSH) dan 12 anak atau 80% berkembang sangat baik (BSB). (2) Proses pembelajaran yang dilakukan di TK IT Humakira Kota Lhokseumawe yaitu anak belajar tentang konsep bilangan, namun tidak semua anak yang dapat memahami konsep bilangan tersebut. Untuk menghadapi kendala tersebut maka dilakukanlah proses pembelajaran dengan media flipchart.
Partisipasi Orang Tua dalam Mengenalkan Alquran Melalui Huruf Hijaiyah pada Anak Usia 4 Sampai 6 Tahun
Noval Fuadi;
Lifiani Lifiani
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2022): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.631 KB)
|
DOI: 10.47766/seulanga.v3i1.488
Karya ilmiah ini membahas mengenai Partisipasi orang tua dalam mengenalkan huruf hijaiyah pada anak di Gampong Pusong Lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dari partisipasi orang tua dalam mengajarkan baca tulis huruf hijaiyah anaknya, bagaimana respon orang tua terhadap kemampuan baca tulis huruf hijaiyah anak, bagaimana respon orang tua terhadap kemampuan baca tulis huruf hijaiyah anak dan apa faktor pendukung dan penghambat orang tua dalam mengajarkan baca tulis huruf hijaiyah kepada anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan lapangan, dan pendekatan penelitiannya adalah kualitatif. Yang menjadi subjek penelitiaannya adalah orang tua yang memiliki anak umur 4-6 tahun. Teknik pengumpulan data yang saya gunakan adalah wawancara, teknik analisis datanya adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Partisipasi orang tua terhadap baca dan tulis huruf hijaiyah anak di Gampong Pusong Lama melalui wawancara dan menunjukkan hasil bahwa bentuk dari partisipasi orang tua adalah selalu menyediakan waktu untuk mengajarkan anaknya belajar, memilih TPA yang bagus untuk belajar. Faktor pendukung orang tua dalam keberhasilan belajar membaca dan menulis anaknya adalah pemberian motivasi, dorongan, serta dukungan kepada anak, juga menyediakan sarana yang memadai dan adapun faktor penghambat orang tua dalam keberhasilan anaknya belajar membaca dan menulis huruf hijaiyah adalah Orang tua itu sendiri, sebagaimana kita tahu sifat orang tua yang acuh tak acuh kepada anak dan kurangnya pemberian dorongan dan motivasi dapat menghambat proses belajar anak.
Analisis Kemampuan Empati Anak Usia 4-5 Tahun
Maria CH Nona Irma;
Diah Harmawati;
Hariani Fitrianti
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 2 (2022): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.321 KB)
|
DOI: 10.47766/seulanga.v3i2.730
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan empati anak usia 4-5 tahun. jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode studi literatur atau studi kepustakaan. Studi literatur merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan dan laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Sumber data yang digunakan adalah 8 jurnal yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran anak usia dini. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri (human Instrument). Subjek penelitian ini adalah anak taman kanak-kanak usia 4-5 tahun. prosedur dalam penelitian ini terdiri dari 4 tahapan yaitu organize, shyntesze, identify dan formulate. Analisis data dilakukan dalam 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan 8 jurnal menjelaskan bahwa kemampuan empati anak usia 4-5 tahun, empati anak perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan anak laki-laki. Namun dengan adanya interaksi sesama jenis kelamin, kemampuan empati anak laki-laki akan sama dengan kemampuan empati anak perempuan yang melakukan interaksi sesama jenis kelamin juga. Hal ini menunjukan bahwa Kemampuan empati anak dapat meningkat dengan diberikan berupa pembiasaan-pembiasaan yang positif dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disumpilkan bahwa kemampuan e mpati anak usia 4-5 tahun dapat dikembangkan melalui kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari dilingkungan keluarga maupun lingkungn sekitar.
Pembelajaran Daring di Era Covid-19 (Fenomenologi Pembelajaran di RA IT Insan Qur'Ani)
Rahayuni Rahayuni;
Jufri Jufri;
Yusra Yusra
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 2 (2022): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1297.854 KB)
|
DOI: 10.47766/seulanga.v3i2.765
Penelitian ini mengindentifikasi model pembelajaran dimasa pandemi Covid-19. Adanya Covid-19 yang mewajibkan peserta didik untuk belajar dirumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui Upaya guru dalam mengembangkan pembelajaran daring di era Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dukumentasi. Teknik analisis data menggunakan Pheomenologinal Analysis dari Creswell yaitu data Managing, Reading dan Memoing, Describing, Classifiying dan Interpreting kemudian Representing dan Visualizing. Hasil penelitian ditemukan upaya guru dalam mengembangkan pembelajaran daring di era Covid-19 ada dua indikator yaitu melalui komunitas belajar Home Visit dan apresiasi bintang Star Board. Implikasi penelitian ini adalah guru dapat menggunakan berbagai upaya untuk mengembangkan pembelajaran anak usia dini dimasa pandemi covid-19.
Kemampuan Menulis Anak Menggunakan Permainan Finger Painting pada Kelompok B PAUD Kasih Bunda Ateuk Lam Ura Aceh Besar
Cut Fazlil Hanum;
Nursinah Nursinah
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 2 (2022): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.526 KB)
|
DOI: 10.47766/seulanga.v3i2.790
Menulis adalah suatu keterampilan yang dapat dipelajari setelah aspek kemampuan lainnya dikuasai. kemampuan menulis dapat dilatih salah satunya dengan menggunakan permainan fingger painting. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana pelaksanaan permainan finger painting dalam meningkatkan kemampuan menulis dan kemampuan motorik halus anak kelompok B PAUD Kasih Bunda Aceh Besar, bagaimanakah peningkatan kemampuan menulis dan kemampuan motorik halus anak dengan menggunakan permainan finger painting pada kelompok B PAUD Kasih Bunda Aceh Besar. Tujuannya adalah untuk mengetahui cara pelaksanaan permainan finger painting dalam meningkatkan kemampuan menulis dan kemampuan motorik halus PAUD Kasih Bunda Aceh Besar, Mengetahui peningkatan kemampuan menulis dan kemampuan motorik halus anak dengan penggunaan permainan finger painting. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Istrumen yang digunakan adalah lembar observasi, jumlah sampel adalah 10 anak dan data dianalisis dengan menggunakan rumus presentase. Pada prasiklus kemampuan naturalis anak masih pada kategori belum berkembang 70% (7 anak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada gambaran aktivitas anak pada siklus I jumlah presentase dengan kategori belum muncul 60% (6 anak) kategori mulai muncul 20% (2 anak) kategori berkembang sesuai harapan 10% (1 anak) dan kategori berkembang sangat baik 10% (1 anak). Sedangkan pada siklus II tidak ada kategori belum muncul, mulai muncul, kategori berkembang sesuai harapan adalah 30% ( anak) kategori berkembang sangat baik adalah 70% (7 anak) Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan finger painting dapat meningkatkan kemampuan menulis anak
Penerapan Metode Bermain Peran untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara
Nuryati Nuryati;
Rangganis Rangganis
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 2 (2022): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1110.729 KB)
|
DOI: 10.47766/seulanga.v3i2.939
This study aims to find out the application of the role-playing method for speaking skills in children aged 5-6 years at PAUD BKB HI Kutilang, Petir District, Serang Regency, Banten. The type of research used in this research is Classroom Action Research (CAR). The subjects in the study were children aged 5-6 years at PAUD Kutilang, totaling 12 children. Data collection was taken from observation sheets, interviews, and documentation. This research method has been implemented in two cycles of activities. Based on the results of the research and discussion that has been carried out, it is concluded that the role playing method can improve the speaking ability of children aged 5-6 years in PAUD BKB HI Kutilang, experiencing a very significant increase from the beginning of the pre-cycle with low results and in the second cycle which experienced the increase from the first cycle which increased very significantly. The increase in speaking ability can be seen from the percentage of data obtained in pre-action, Cycle I and Cycle II. At the pre-action stage, most of the children were included in the criteria for not yet developed, which was 43.75%, in the first cycle the children's speaking ability increased in the criteria for starting to develop with the total percentage score of the first cycle of 56.95%. In the second cycle of action increased to 70.83%. Learning is said to be successful because children's writing skills have increased by more than 70% from the initial conditions before the action and are in accordance with predetermined success indicators.
Pendidikan Agama Bagi Anak Menurut Zainuddin Al-Malibari
Zulfikar Ali Buto Siregar;
Muhibuddin Muhibuddin;
Zainuddin Zainuddin
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 2 (2022): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.197 KB)
|
DOI: 10.47766/seulanga.v3i2.941
Orang tua merupakan pendidik yang pertama dan utama dalam memberikan pendidikan kepada anaknya sebelum menempuh pendidikan diluar dan pendidikan agama bagi anak sebagai dasar dalam memerintahnya untuk melaksanakan shalat, puasa, dan bertauhid merupakan salah satu hal yang sangat penting dan perlu diajarkan kepada anak-anak, Karena dengan pendidikan tersebut anak akan terarah kepada jalan yang diridhai dan selamat didunia sampai akhirat, Artikel ini mengkaji tentang Pendidikan Agama Bagi Anak Menurut Zainuddin Al-Malibari melalui analisis isi kitab Fath Al-Mu’in. Pertanyaan penelitiannya adalah bagaimana pendidikan agama bagi anak. Artikel ini melihat bagaimana pendidikan agama bagi anak menurut Zainuddin Al-Malibari. Penulis melakukan pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan deskriptif analisis isi. Hasil penelitia menunjukkan bahwa Pendidikan anak dalam kitab Fath Al-Mu’in memerintah atau membiasakan anak untuk shalat, puasa, dan bertauhid, orang tua wajib memberikan pendidikan tentang shalat, pendidikan tentang puasa, dan pendidikan tauhid. Hikmah memerintah atau membiasakan anak shalat adalah untuk melatih anak agar senantiasa dan terbiasa melakukan ibadah dan tidak meninggalkannya diwaktu taklif (dibebankan hukum). Poses Pendidikan bagi anak pada usia tersebut dilakukan dengan metode hafalan dan pembiasan.
Implementasi Prinsip-Prinsip Pembelajaran di Fatma Kenanga Kota Bengkulu Tahun 2022/2023
Septi Fitriana;
Ropi Ropi;
Novia Marliyastuti;
Elsa Miranti;
Rejabbilaisyah Rejabbilaisyah
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 2 (2022): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.27 KB)
|
DOI: 10.47766/seulanga.v3i2.996
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan upaya-upaya yang telah dilakukan guru dalam menciptakan pembelajaran efektif berdasarkan prinsip- prinsip pembelajaran di PAUD Fatma Kenanga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dari prinsip pembelajaran di PAUD Fatma Kenanga Kota Bengkulu telah menerapkan seluruh prinsip dalam pembelajaran. Sedangkan dari keti-12 prinsip pembelajaran di PAUD Fatma Kenanga, ada 6 prinsip yang sering dilakukan oleh guru, yaitu berorientasi pada kebutuhan anak, pembelajaran anak sesuai dengan perkembangan anak, belajar melalui bermain, interaksi sosial anak, stimulasi secara holistik dan merangsang keaktifan dan inovasi. Tetapi ada prinsip yang berada pada kategori cukup sering atau jarang diupayakan oleh guru untuk menciptakan pembelajaran efektif. Dari ke-12 prinsip tersebut, prinsip mengembangkan kecerdasan majemuk, prinsip tahapan anak usia dini, lingkungan yang kondusif, mengembangkan kecakapan hidup, memanfaatkan potensi lingkungan, pembelajaran sesuai dengan kondisi sosial budaya adalah prinsip yang paling jarang dilakukan oleh guru. Kesimpulannya, guru dan sekolah telah berupaya untuk menciptakan pembelajaran efektif berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran di PAUD Fatma Kenanga tetapi masih memerlukan peningkatan dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip pembelajaran.