cover
Contact Name
Avid Leonardo Sari
Contact Email
eic.jser@gmail.com
Phone
+6281221512892
Journal Mail Official
eic.jser@gmail.com
Editorial Address
Jl. Islamic Centre Makmur Tengah (ICM Tengah) No. B3 Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Social And Economics Research
Published by Ikatan Dosen Menulis
ISSN : 27156117     EISSN : 27156966     DOI : https://doi.org/10.54783/jser.v4i1
Journal of Social and Economics Research (JSER) is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of social and economic research. Investigated the dynamics of teaching and learning of social education, and social and economic problems in society at the primary, senior, and high education levels. Besides focusing on the development of studies on issues of basic education, JSER covered the critical view of, a comprehensive mind in economic and social research. Journal of Social and Economics Research (JSER) is published by Ikatan Dosen Menulis in collaboration with GoAcademica CRP. Publishing twice times a year, ie Issue 1 and Issue 2 in June and December, and already have a registration number p-ISSN: 2715-6117 and e-ISSN: 2715-6966 since 2019.
Articles 871 Documents
ANTENSEDEN PURCHASE INTETATION MAKANAN ORGANIK Medellien Lidia Kambu; Ayu Ekasari
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi Pembelian makanan organik. Oleh karena itu, penulis mengembangkan kerangka kerja yang menggambarkan hubungan antara sikap, norma subjective, kontorol perilaku, kepedulian lingkungan, Pengetahuan tentang produk ramah lingkungan, Kenyamanan, dan Kepercayaan. Sebuah survey online dilakukan dengan sampel 250 konsumen yang mengkonsumsi makanan organik. Data dianalisis menggunakan model persamaan structural kuadrat terkecil parsial. Hal ini mengindikasikan bahwa perilaku positif, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengetahuan mengenai produk organik adalah elemen utama yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Individu yang lebih menyadari dampak buruk dari zat kimia terhadap kesehatan serta lingkungan cenderung lebih setia dalam memilih produk organik. Oleh karena itu, penyuluhan dan kampanye yang fokus pada keuntungan produk organik untuk kesehatan dan keberlanjutan lingkungan sangat penting dalam meningkatkan minat dan pembelian produk organik secara berkesinambungan.
PENGARUH MANAJEMEN RANTAI PASOKAN HIJAU, BUDAYA ORGANISASI HIJAU DAN PEMASARAN HIJAU TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN Muhammad Iqbal Bahrin; Yuana Jatu Nilawati
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti empiris pengaruh faktor-faktor mencakup manajemen rantai pasokan hijau, budaya organisasi hijau dan pemasaran hijau terhadap kinerja perusahaan. Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu sektor konsumen non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2021 hingga 2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purpose sampling dan metode analisisnya menggunakan regresi linier, uji asumsi klasik dan uji hipotesis berganda dengan menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 22 program untuk menguji hipotesis pada penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen rantai pasokan hijau budaya organisasi hijau, dan pemasaran hijau berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.
KELAYAKAN PEMBANGUNAN USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DENGAN KRITERIA PENILAIAN INVESTASI Mahendra Adyatama; Edward Sahat Parulian Tampubolon; Annuridya Rosyidta Pratiwi Octasylva; Afina Putri Vindiana
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.785

Abstract

Penelitian ini menganalisis kelayakan usaha pembangunan peternakan sapi perah yang berlokasi di Kabupaten Batang menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (BCR), Payback Period (PP), dan Discounted Payback Period (DPP). Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ini layak dijalankan dengan NPV sebesar Rp223.543.478,97 (positif), IRR 51% (lebih tinggi dari tingkat diskonto 10,5%), BCR 1,02 (lebih tinggi dari angka 1), PP 2 tahun 3 bulan, dan DPP 3 tahun 8 bulan. Kabupaten Batang dipilih sebagai lokasi strategis karena kondisi iklim yang mendukung peternakan sapi perah, selain itu adanya investor yang memiliki lahan yang cukup di Kabupaten Batang untuk pembangunan peternakan sapi perah.
PENGARUH LAYANAN ADMINISTRASI, LAYANAN DOKTER DAN WAKTU TUNGGU TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS BATURUSA KABUPATEN BANGKA Yanto Hindrawan; Budi Haryono; Wani Devita Gunardi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.786

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat. Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator penting dalam menilai mutu layanan kesehatan. Terjadi penurunan jumlah kunjungan pasien rawat jalan serta meningkatnya keluhan terkait pelayanan dapat disebabkan oleh menurunnya kepuasan pasien. Faktor-faktor seperti waktu tunggu yang lama, Pelayanan administrasi, dan pelayanan dokter menjadi faktor yang mempengarui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh layanan administrasi, layanan dokter, dan waktu tunggu terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Baturusa Kabupaten Bangka. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan intsrumen berupa kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Pendekatan dilakukan dengan metode deskriptif dan verifikati dengan software SMART-PLS 4. Sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik random sampling sebanyak 108 responden yang merupakan pasien lama di puskesmas Baturusa Kabupaten Bangka. Hasil penelitian didapatkan layanan administrasi terhadap kepuasan pasien menunjukkan nilai t statistik 5,321 > 1,96 atau nilai p values 0,000 < 0,05, H1 diterima maka terdapat hubungan layanan administrasi berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Variabel layanan dokter terhadap kepuasan pasien memiliki t statistik 4,066 > 1,96 atau nilai p value 0,000 < 0,05 maka H2 diterima sehingga terdapat pengaruh Pelayanan Dokter terhadap Kepuasan Pasien. Variabel waktu tunggu terhadap kepuasan pasien medapat nilai t statistik 3,010 > 1,96 ataul nilai p value 0,001 < 0,05 maka H3 diterima sehingga terdapat hubungan antara waktu tunggu dan kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas baturusa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara Layanan administrasi, layanan dokter dan waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Baturusa Kabupaten Bangka.
DAMPAK PERUBAHAN HARGA SUSU TERHADAP INVESTASI PETERNAKAN SAPI PERAH: PERBANDINGAN DENGAN OBLIGASI Mahendra Adyatama; Edward Sahat Parulian Tampubolon; Annuridya Rosyidta Pratiwi Octasylva; Afina Putri Vindiana; Jawahir; Linda Theresia
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.787

Abstract

Indonesia masih bergantung pada impor susu untuk memenuhi kebutuhan domestik, untuk itu penelitian ini mengevaluasi kelayakan usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Batang dengan menganalisis dampak perubahan harga susu terhadap profitabilitas menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit-Cost Ratio (BCR) selama 5 tahun. Analisis dilakukan berdasarkan tiga asumsi harga susu pada tahun 2024, yaitu Rp7.000, Rp8.000, dan Rp9.000 per liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi harga susu, semakin besar profitabilitas usaha. Pada harga Rp7.000, NPV sebesar Rp223.543.478,97, IRR 51%, dan BCR 1,02 (diskonto 10,5%). Pada harga Rp8.000, NPV meningkat menjadi Rp1.266.965.138,13, IRR 57%, dan BCR 1,14. Sedangkan pada harga Rp9.000, NPV mencapai Rp2.310.386.797,28, IRR 62%, dan BCR 1,25. Selain itu, perbandingan dengan investasi bebas risiko melalui obligasi SR021T5 (bunga 6,45%) menunjukkan bahwa keuntungan obligasi selama lima tahun sebesar Rp1.244.863.021, sedangkan usaha peternakan sapi perah mencapai Rp1.729.308.218,75 pada tahun ke-5. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki risiko lebih tinggi, investasi di sektor peternakan sapi perah berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan investasi bebas risiko.
PENERAPAN HUKUM PIDANA DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI YANG DILAKUKAN OLEH KORPORASI Nelvitia Purba; Akiruddin Ahmad; Daniel
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.789

Abstract

Penelitian ini membahas sistem pertanggungjawaban pidana korporasi dan hambatan yang dihadapi jaksa dalam menangani tindak pidana korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pertanggungjawaban pidana korporasi terbagi menjadi tiga jenis, yaitu tanggung jawab mutlak (strict liability), tanggung jawab berdasarkan kesalahan, dan tanggung jawab berdasarkan kelalaian. Dalam hukum perseroan, konsekuensi yuridis dari tindakan korporasi sepenuhnya ditanggung oleh korporasi itu sendiri. Terdapat tiga model pertanggungjawaban korporasi dalam tindak pidana, yaitu pengurus sebagai pembuat dan bertanggung jawab, korporasi sebagai pembuat dan pengurus yang bertanggung jawab, serta korporasi sebagai pembuat sekaligus bertanggung jawab. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi hambatan yuridis dan non-yuridis yang dihadapi jaksa dalam menangani tindak pidana korupsi. Hambatan yuridis meliputi kesulitan dalam pembuktian di persidangan, pengembalian kerugian negara oleh terdakwa yang menghambat proses penuntutan, lamanya proses pengungkapan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kesulitan dalam pengumpulan bukti, serta penerapan asas oportunitas yang memungkinkan penghentian penyidikan melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Sementara itu, hambatan non-yuridis mencakup kedudukan kejaksaan dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) yang berpotensi mempengaruhi independensi penegakan hukum, serta adanya intervensi dari pihak ketiga yang menghambat proses pengungkapan kasus korupsi. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai tantangan dalam sistem pertanggungjawaban pidana korporasi serta kendala dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, diperlukan reformasi hukum dan peningkatan independensi kejaksaan dalam menangani kasus korupsi untuk memastikan efektivitas penegakan hukum.
TINJAUAN YURIDIS PENYELESAIAN SENGKETA MEREK MENURUT HUKUM PERDATA INDONESIA Muhlizar, Muhlizar; Akiruddin Ahmad; Mei Rinda Kumala Dewi Br. Tarigan
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.790

Abstract

Penelitian ini membahas mekanisme penyelesaian sengketa merek dalam sistem hukum Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa merek dapat diselesaikan melalui dua jalur, yaitu peradilan dan non-peradilan. Penyelesaian melalui jalur peradilan dilakukan di Pengadilan Niaga sebagai bagian dari peradilan umum. Sementara itu, penyelesaian non-peradilan dapat dilakukan melalui Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS), yang mencakup arbitrase, konsiliasi, mediasi, konsultasi, dan negosiasi. Lebih lanjut, penelitian ini menguraikan bahwa metode litigasi cenderung lebih lambat karena melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali. Sebaliknya, metode non-litigasi yang menggunakan mekanisme APS memungkinkan penyelesaian sengketa secara lebih fleksibel dengan bantuan pihak ketiga sebagai mediator. Oleh karena itu, pemilihan jalur penyelesaian sengketa perlu mempertimbangkan efektivitas, efisiensi, serta kepentingan para pihak yang bersengketa.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEREMPUAN KORBAN TINDAK PIDANA KEJAHATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DEEPFAKE BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2022 TENTANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL Memei Apriana; Fransisco; Any Nugroho
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.796

Abstract

Penelitian ini membahas perlindungan hukum bagi perempuan korban kejahatan Artificial Intelligence (AI) deepfake berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Kejahatan AI deepfake merupakan bentuk eksploitasi digital yang semakin berkembang, di mana wajah korban dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk menghasilkan konten yang bersifat merugikan, terutama dalam bentuk pornografi. Meskipun UU TPKS telah memberikan perlindungan bagi korban kekerasan seksual berbasis elektronik, regulasi yang mengatur secara spesifik mengenai AI deepfake masih belum tersedia. Kekosongan hukum ini menyulitkan penegakan hukum, terutama dalam menentukan pasal yang dapat menjerat pelaku serta mekanisme pemulihan bagi korban. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menganalisis perlindungan hukum yang diberikan oleh UU TPKS, UU ITE, dan UU Pornografi terhadap korban AI deepfake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah terdapat regulasi terkait kekerasan seksual digital, masih diperlukan pembaruan hukum yang lebih spesifik serta harmonisasi antar undang-undang untuk menangani kejahatan AI deepfake secara lebih efektif. Selain itu, diperlukan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dalam memahami teknologi ini guna menjamin perlindungan hukum yang optimal bagi korban.
LEGALITAS PERJANJIAN GANTI RUGI PEROLEHAN LAHAN PERKEBUNAN OLEH PERUSAHAAN BESAR SWASTA Yefri; Suriansyah Murhani; Novea Elysa Wardhani
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.797

Abstract

Perolehan lahan untuk perkebunan besar swasta di Indonesia dilindungi oleh berbagai peraturan, termasuk Undang-Undang No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. Undang-undang ini mengatur aspek perencanaan, penggunaan lahan, perbenihan, budi daya, pengolahan, pemasaran hasil perkebunan, serta penanaman modal. Mekanisme ganti rugi dalam pengadaan tanah untuk perkebunan sawit mengikuti prosedur pengadaan tanah untuk kepentingan umum dengan beberapa penyesuaian khusus. Regulasi ini bertujuan untuk memastikan kepastian hukum dan keadilan dalam perolehan lahan bagi perkebunan besar swasta.
PENERAPAN PENDEKATAN APPRECIATIVE INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN SEPENUH HATI PADA KARYAWAN GEREJA KATOLIK Benedikta Indah Putri Lestari; Fajrianthi; Seger Handoyo
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan Appreciative Inquiry (AI) dalam meningkatkan pelayanan sepenuh hati pada karyawan Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI mampu mendorong karyawan untuk lebih berfokus pada kekuatan dan potensi yang ada, sehingga meningkatkan komitmen dan kepuasan mereka dalam memberikan pelayanan. Dalam kesimpulannya, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga memperkuat hubungan antar karyawan dan jemaat, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengembangan komunitas gereja yang lebih harmonis.