JEUMPA
JUEMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dengan nomor (e-ISSN: 2964-6731), merupakan jurnal ilmiah hasil kegiatan pengabdian yang dialkukan dosen, mahasiswa dan masyarakat yang diterbitkan oleh Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes KemeLembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Aceh. Jurnal ini membahas beberapa permasalahan umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan ke masyarakat. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang dilakukan dosen yang telah dicapai dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini fokus pada masalah yang berhubungan dengan layanan masyarakat. terkait dengan Topik-Topik berikut: Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat, Pelatihan Kader Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bidang Kesehatan, KKN Mahasiswa, Kebencanaan dan Pengembangan Ilmu Pendidikan.
Articles
50 Documents
Pendampingan Pengolahan Nuget Ikan Udang Pada Kelompok Sasaran Stunting Diwilayah Desa Tedunan
Cahyanti, Luluk;
Alvi Ratna Yuliana;
Vera Fitriana;
Devi Setya Putri
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): EDISI I
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.344
ABSTRACT The characteristics of the participants in this community service activity are dominated by female participants. Based on the characteristics of the role, most of the participants who took part in counseling were pregnant women, toddlers, school-age children, adolescents, women of childbearing age (catin). From the results of the counseling evaluation, counseling regarding stunting counseling and balanced nutrition with the processing of shrimp fish nuggets in the Tedunan village received a very good response, marked by the enthusiasm of the participants through questions related to stunting. Regarding the fulfillment of balanced nutrition with the development of local food products, the processing of fish nuggets also received a fairly good response. Keywords: Stunting, Nuget processing assistence
Pelatihan Kader Kesehatan Gigi Dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Pada Masa Resiliensi Pasca Covid-19 Di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh 2022
Wirza;
Febriani, Henny
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.354
Pelatihan kader kesehatan gigi dalam meningkatkan kesiapsiagaan penularan Covid-19 pada Kader dapat menumbuhkan komitmen dari masyarakat dalam penerapan patient safety dan pengendalian infeksi yang mutlak tidak boleh diabaikan. Kader Kesehatan sebagai ujung tombak masyarakat perlu membekali diri dengan pengetahuan dan membantu upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Kader ini harus diberikan penyuluhan/pelatihan yang berkesinambungan dan terprogram. Selain sebagai pelaksanaan rutin, kader juga bertugas memberikan penyuluhan terkait kesehatan ibu dan anak. Oleh karena itu, Kader harus menguasai berbagai keterampilan dan pengetahuan teknis. Dalam kegiatan ini dilakukan pelatihan bagi para relawan dengan harapan para Kader dapat mentransfer ilmu yang diterima untuk disampaikan kembali kepada masyarakat khususnya pada kelompok yang berisiko tinggi terhadap penyakit gigi dan mulut. Kegiatan yang dilakukan lebih mengarah pada pelayanan promotif, preventif yang dilakukan dalam upaya kesehatan berbasis masyarakat, yaitu suatu bentuk kegiatan dimana peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan dikelola oleh kader dengan sasaran seluruh masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adanya peningkatan yang signifikan sesudah dilaksanakan pelatihan kader di kecamatan baiturrahman. Dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan terhadap materi kesehatan gigi dan mulut, ketrampilan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dan tehnik menyikat gigi yang baik dan benar.
Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam rangka Menurunkan Indeks Plak pada murid SDN 1 Ajun Jeumpet Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar
Reca, Reca;
Salfiyadi, Teuku;
Cut Aja Nuraskin;
Srirahayu, Eka;
Nurhaida
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.357
Dental plaque is the most potential factor for dental disease. This community service aimsto conduct dental health counseling in reducing plaque index in SDN 1 students adjunct jeumpet kec. Darul Imarah Aceh Besar Regency. This community service is descriptive method, with the target being Class I and I1 students at SDN Ajun Jeumpet Aceh Besar Regency totaling 30 people. Data analysis using univariate analysis. The intervention provided was in the form of counseling, plaque index examination, and toothbrush. The results showed a decrease in plaque index before and after intervention (counseling) namely before intervention (counseling) (100%) with bad category namely (2.1-3.0), to (70%) plaque index with good category ie (0-1) after intervention (counseling). It can be concluded that there was a decrease in plaque index after counseling. It is recommended to the school that there is regular counseling to students about the importance of maintaining oral and dental health.
Program Pengendalian Tekanan Darah Melalui Implementasi Senam Hipertensi
Reza Maulita, Firsilia;
Afkarina, Dina;
Rama Aji, Rizki;
Susanto, Tantut;
Kurdi, Fahruddin
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.371
Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang serius baik di Indonesia maupun di Dunia Hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia. Usia produktif merupakan kelompok risiko yang rawan terkena hipertensi. Metode pengukuran dari intervensi ini menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimen dengan one-group pretest-posttest design dimana mengukur perbandingan antara sebelum dan sesudah diberikan treatment berupa senam hipertensi. Berdasarkan hasil kegiatan terjadi penurunan tekanan darah setelah dilakukan senam hipertensi sebanyak empat kali masing-masing satu kali per minggu. Penurunan rata-rata tekanan sistolik dari yang tertinggi 160 mmHg menjadi 125 mmHg dan tekanan diastolik tertinggi 100 mmHg menjadi 80 mmHg. Kata kunci: senam hipertensi, pengendalian, tekanan darah
Penyuluhan Kesehatan Tentang Upaya Pencegahan Stroke Melalui Pengelolaan Hypertensi di Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh
Nurhayati;
Ainal Mardhiah;
Nurlaili Ramli;
T. Alamsyah;
Ratna Wilis
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.377
Hipertensi menempati urutan pertama dengan persentase tertinggi pada setiap klasifikasi umur terkait Lansia, dan penyakit stroke pada peringkat ke tiga dari sepuluh masalah kesehatan lanjut Usia. Kegiatan bertujuan agar lansia mampu melaksanakan upaya pencegahan stroke dengan pengelolaan hipertensi dengan jumlah responden 33 lansia yang terdiri dari 10 laki-laki dan 23 perempoan. Instrument berupa kuesioner terdiri dari 20 pernyataan dengan dichotomi Choice untuk pengetahuan dan Multiple Choice untuk Perilaku. hasil diketahu terdapat kestabilan nilai tekanan darah sebanyak 22 responden (64%), dan penurunan nilai tekanan darah sebanyak 11 responden (33%). Peningkatan pengetahuan lansia berada pada kategori baik meningkat saat postest sebanyak 91% dibanding saat pretes 67%. Demikian juga dengan perilaku Lansia saat pretes berada pada kategori baik sejumlah 55, dan meningka saat postest sebanyak 87%. Saran bagi Pengelola UPTD RSGS Ulee Kareng Banda Aceh untuk dapat mempertahankan kegiatan olah raga berupa senam lansia yang sudah dijalankan pada setiap hari kamis pagi dan dapat memotivasi warga lansia untuk selalu bersedia melakukan chek/pengukuran tekanan darah minimal 1 kali seminggu.
Peran Masyarakat Dalam Bidang Pendidikan Kesehatan Kesehatan Gigi Untuk Mendukung Transformasi Kesehatan
Salfiyadi, Teuku;
Andriani;
Elfi Zahara;
Intan Liana
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.464
Health education is important and the first step in increasing knowledge about health. The results of this service had a positive impact on cadres in increasing knowledge of dental health where the respondents' knowledge score before the intervention (pre-test) was in the sufficient category (62%), the largest distribution of respondents' knowledge immediately after the intervention (post test I) was in the good category (84%) and the largest distribution of respondents' knowledge one month after the intervention (post test II) was in the good category (100%). Shows that the largest distribution of respondents' practices before the intervention (pre-test) was in the sufficient category (64%). While the respondents' attitude scores after the intervention (post test I) were in the good category (92%), the largest distribution of respondents' practices one month after the intervention (post test II) was in the good category (96%). The conclusion is that the results of this service have succeeded in increasing cadres' knowledge of the importance of maintaining education from an early age. Apart from that, improving cadres' behavior will also increase the health of their families' teeth. With a regular and effective dental care routine, the risk of caries can be reduced.
Pelatihan Dental Health Education Tentang Kewaspadaan Penularan Covid-19 Pada Kader Meunasah Manyet
Reca, Reca;
Salfiyadi, Teuku;
Willis, Ratna;
Rimadeni, Yeni;
Liana, Intan;
Andriani, Andriani;
Feriana Putri, Citra
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): EDISI I
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/jeumpa.v3i1.115
Health cadres as the spearhead of society need to equip themselves with knowledge and help efforts to improve the optimal level of dental and oral health. Therefore, cadres must master various skills and knowledge techniques. In this activity, training is carried out with the hope that cadres can transfer the knowledge received to be conveyed back to the community, especially in high risk groups for dental and oral diseases. This community service aims to carry out dental health education training in increasing readiness and vigilance for the transmission of COVID-19 in Gampong Meunasah Manyet cadres, Aceh Besar District. This community service is carried out using a quantitative method with a descriptive approach, with a target of 40 posyandu cadres. The intervention provided was in the form of cadre training. The results of the evaluation of the attendance of participants, 100% attended the training well and were active. The results of community service in Gampong Meunasah Manyet, Aceh Besar District, obtained the results of cadre knowledge after being given training increased by 75%. It is recommended that puskesmas officers in the working area to provide training to Posyandu cadres at least once every 3 months and on an ongoing basis to further increase the activity of Posyandu cadres.
Edukasi Pentingnya Kebiasaan Makan Pagi dan Aktifitas Fisik di Masa New Normal Siswa Madrasah Tsanawiyah Durian Kawan Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan
Latifah Nur;
Rauzatul Jannah;
Sri Mulyani;
Cut Putri Diana;
Khuzaimah
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/jeumpa.v3i2.119
Pasien merupakan salah satu indikator utama dari keberhasilan pelayanan kesehatan yang digunakan sebagai alat ukur untuk menilai keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi terkait tingkat kep[uasan pasien yang berkunjung kep puskesmas tahun 2022. Sedangka yang menjadi sampel adalah pengunjung ke poli gigi sebanyak 50 orang. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada tahun 2022 di Puskesmas Peusangan Kabupaten Bireun.. Hasil penelitian pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan kepuasan pasien, dari 50 responden yang memberikan penilaian baik sebanyak 44 orang (95,7%) menyatakan puas atas pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diterima dan 2 orang (4,3%) menyatakan tidak puas atas pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diterima. Sedangkan dari 3 orang (50%) yang memberikan penilaian kurang baik, seluruhnya 3 orang (50%) menyatakan tidak puas atas pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diterima. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai ρ = 0,005 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya ada hubungan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan kepuasan pasien selama Covid-19 di Poli Gigi Puskesmas Peusangan Kabupaten Bireun. Pelayanan kesehatan di poli gigi yang baik tetap dipertahankan dan diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkualitas selama pandemi covid-19.
Rapid Tes Antibodi untuk Skrining Covid-19 dan Edukasi Protokol Kesehatan bagi Mahasiswa
Safridha Kemala Putri;
Syarifa Wahyuni;
Darmawati;
Zuriani
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/jeumpa.v3i2.141
Penyakit coronavirus 2019 memiliki banyak dampak pada semua bidang kehidupan. Salah satunya melarang proses belajar mengajar tatap muka di perguruan tinggi. Ini telah digantikan oleh metode pembelajaran jarak jauh. Termasuk pembatasan kegiatan terkait pencegahan dan pengendalian Covid-19. Oleh karena itu, untuk menciptakan kampus yang aman tanggap terhadap COVID-19, perlu dilakukan tes skrining primer COVID-19 bagi mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tatap muka. Mengingat penyebaran COVID-19 yang cepat, ada kebutuhan mendesak untuk tes cepat untuk skrining awal COVID-19. Hal ini memberdayakan tim pengabmas dengan skrining awal Covid-19, menjaga diri, dan pengetahuan tentang Covid-19 sesuai protokol kesehatan untuk membatasi penyebaran Covid-19 dan menghindari penularan virus ke orang lain. Upaya ini menggunakan metode pendidikan dan tes Rapid antibodi yang melibatkan total 110 sampel manusia. Mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan tatap muka setelah dinyatakan tidak reaktif dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
EDUKASI PEMBERIAN VAKSINASI COVID-19 PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAPAKTUAN
Rahmi, Cut;
Rasimah;
Fitrioni Amersha
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/jeumpa.v3i2.328
Pandemi corona virus COVID-19 telah memunculkan tantangan baru untuk diatasi oleh negara bangsa. Khususnya mengenai bagaimana negara merespon dan berupaya mencegah dan menghentikan penyebaran virus jauh lebih luas. Banyak negara melakukan kebijakan yang diterapkan di dalam wilayahnya, seperti sistem kebijakan lockdown, jaga jarak atau social distancing terhadap masyarakat. Beberapa negara menunjukkan keberhasilan, tetapi ada pula yang menunjukkan kegagalan dari kebijakan ini. Oleh karena itu, perlu segera dilakukan intervensi tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan namun juga intervensi lain yang efektif untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit, yaitu melalui upaya vaksinasi. Upaya ini telah dilakukan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang vaksinasi Covid-19 untuk memutus penyebarannya. Metode yang dilakukan berupa pemberian pretest, pemaparan materi dan post-test. Analisis nilai antara pretest dan post-test terdapat perbedaan hasil pengetahuan pada masyarakat . Kesimpulan kegiatan ini bahwa edukasi dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang vaksinasi Covid-19.