Bandung Conference Series: Psychology Science
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
490 Documents
Pengaruh Kebutuhan Psikologis Dasar terhadap Niat Berwirausaha pada Siswa SMKN 9 Bandung Jurusan Tata Busana
Santi Dwiyani;
Susandari
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12917
Abstract. Entrepreneurship is an important topic in the economic and global context. Various strategies are carried out to increase entrepreneurial intention. However, there are various differences results of previous studies with the facts in the field in providing entrepreneurship education on entrepreneurial intention. It shows that entrepreneurship not only about practical knowledge and skills, but is closely related to individual psychological factors, especially basic psychological needs (BPN). BPN consisting of aspects of autonomy, competence, and relatedness. The purpose of this study was to determine the effect of basic psychological needs on entrepreneurial intentions in students of SMKN 9 Bandung in the Fashion Design major. This study uses a causality quantitative with multiple linear regression analysis techniques. The measuring instrument used in this study is the BPNSFS developed by Chen and the EII measuring instrument developed by Liñán and Chen which has been adapted to Indonesian. The sample is 57 12th grade students of SMKN 9 Bandung in the Fashion Design major. The results showed a significant positive effect simultaneously on the variable BPN on entrepreneurial intentions by 52,4%. Every aspect shows if there is a significant positive influence on aspects of autonomy and competence and insignificant influence on aspects of relatedness. The largest contribution of influence on entrepreneurial intention is given by the autonomy aspect of 0,483, followed by the competence aspect of 0,294. This research can be used as a means of developing the entrepreneurship curriculum of SMKN 9 Bandung which focuses on meeting the needs of autonomy and competence. Abstrak. Kewirausahaan menjadi topik penting dalam konteks ekonomi dan global. Berbagai strategi dilakukan untuk meningkatkan niat berwirausaha. Namun terdapat ragam perbedaan dari hasil penelitian terdahulu dengan fakta di lapangan dalam pemberian pendidikan kewirausahaan terhadap niat berwirausaha. Menunjukan jika kewirausahaan bukan hanya mengenai pengetahuan praktis dan keterampilan saja, tetapi erat kaitannya dengan faktor psikologis individu khususnya dengan kebutuhan psikologis dasar. Kebutuhan psikologis dasar yang terdiri dari aspek autonomy, competence, dan relatedness. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kebutuhan psikologis dasar terhadap niat berwirausaha pada siswa SMKN 9 Kota Bandung pada Jurusan Tata Busana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausalitas dengan teknik analisis regresi linear berganda. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu Basic Psychological Needs Satisfaction and Frustration Scale (BPNSFS) yang dikembangkan oleh Chen dan alat ukur Entrepreneurial Intention Inventory (EII) yang dikembangkan oleh Liñán dan Chen yang telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Sampel pada penelitian ini sebanyak 57 siswa kelas 12 SMKN 9 Bandung pada jurusan Tata Busana. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh positif yang signifikan secara simultan pada variabel kebutuhan psikologis dasar terhadap niat berwirausaha sebesar 52,4%. Adapun pada masing-masing aspek menunjukan jika terdapat pengaruh positif yang signifikan pada aspek autonomy dan competence dan pengaruh yang tidak signifikan pada aspek relatedness. Besar sumbangan pengaruh terhadap niat berwirausaha yang paling besar diberikan oleh aspek autonomy sebesar 0,483, diikuti dengan aspek competence sebesar 0,294. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sarana pengembangan kurikulum kewirausahaan SMKN 9 Bandung yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan autonomy dan competence.
Hubungan Stres Akademik dan Kecanduan Media Sosial pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Maghfira Maulisa Adzani;
Dewi Rosiana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12918
Abstract. The phenomena of social media addiction and academic stress have become relevant issues in students' lives, with potential impacts on academic performance and future careers. Social media addiction occurs when an individual compulsively increases their usage time and struggles to control their social media use. Stress arises from pressures to demonstrate achievements and excellence amidst the growing academic competition, leading to increased burden from various pressures and demands. This study involved 169 respondents, using variables including social media addiction and academic stress. The sampling technique employed was Non-Probability, with the criteria being active students currently working on their theses and using TikTok in the past 6 months. The measurement tools used in this study were the Bergen Social Media Addiction Scale and the Perceived Sources of Academic Stress. Analysis was conducted using Spearman's Rho correlation test, yielding a correlation coefficient of 0.321. The results indicate a positive relationship between social media addiction and academic stress among students. Social media addiction can lead to a decrease in academic performance and lower grades, as well as disrupt real-life activities. The recommendation from this study is that students should be aware of their social media usage behavior and manage their time more effectively to reduce academic stress. The findings of this research can serve as a basis for developing interventions and guidance programs to help students manage their social media use more balancedly. Abstrak. Fenomena kecanduan media sosial dan stres akademik telah menjadi isu yang relevan dalam kehidupan mahasiswa, dengan potensi berdampak pada prestasi akademik dan masa depan profesional. Kecanduan media sosial merupakan ketika seseorang menambah waktu penggunaannya secara kompulsif, dan mereka kesulitan mengendalikan diri untuk tidak menggunakan media sosial. Stres yang muncul karena adanya tekanan-tekanan untuk menunjukkan prestasi dan keunggulan dalam kondisi persaingan akademik yang semakin meningkat, sehingga mereka semakin terbebani oleh berbagai tekanan dan tuntutan. Pada penelitian ini berjumlah 169 responden menggunakan variabel yang diteliti meliputi kecanduan media sosial dan stres akademik. Teknik sampling pada penelitian ini adalah Non-Probability dengan kriteria mahasiswa aktif yang sedang menyusun skripsi dan menggunakan TikTok 6 bulan terakhir. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bergen Social Media Addiction Scale dan Percevied Sources of Academic Stress analisa menggunakan uji korelasi spearman rho dengan hasil koefesien korelasi sebesar 0.321. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kecanduan media sosial dan stres akademik pada mahasiswa. Kecanduan media sosial dapat berdampak pada menurunnya kemampuan akademik dan penurunan prestasi perkuliahan, serta mengganggu kehidupan nyata. Saran dari penelitian ini adalah bahwa mahasiswa perlu aware dengan perilaku menggunakan media sosial dan mengelola waktu dengan lebih seimbang untuk mengurangi stres akademik. Hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi dan program bimbingan yang membantu mahasiswa mengelola penggunaan media sosial dengan lebih seimbang.
Pengaruh Regulasi Emosi terhadap Self-Injuries Behaviour pada Dewasa Awal di Kota Bandung
Andi Adyzha Sanika Firstania;
Eni Nuraeni Nugrahawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12919
Abstract. Self-injury is a behavior of harming oneself without any suicidal intent. This often occurs in early adulthood individuals with low emotional regulation due to their difficulty in controlling their emotional responses, making them more prone to emotional outbursts or impulsive behaviors that lead to the use of maladaptive coping strategies, namely self-injury. Therefore, it requires individuals to have the ability to control and regulate their emotions, as well as to know when to express or suppress emotions in certain situations, especially when faced with pressure from the surrounding environment or commonly referred to as emotional regulation. This research is a quantitative study using causal and accidental sampling methods. A total of 150 young adults in the city of Bandung aged 18-25 years old were the subjects of the study. Data analysis was conducted using multiple linear regression, while data collection utilized the Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) and the Emotion Regulation Questionnaire (EQS). The analysis results indicate a negative relationship between emotional regulation and self-injury at 26.9%. This implies that the lower the emotional regulation, the higher the level of self-injury behavior. Abstrak. Self-Injury merupakan perilaku menyakiti diri tanpa ada niatan bunuh diri. Hal ini sering terjadi pada dewasa awal yang memiliki regulasi emosi yang rendah dikarenakan individu cenderung sulit mengontrol respons emosional mereka, sehingga lebih rentan terhadap ledakan emosi atau perilaku impulsive yang menyebabkan individu tersebut menggunakan strategi koping maladaptive yaitu self-injury. Maka dari itu diperlukan kemampuan individu untuk mengendalikan dan mengatur emosi mereka, serta mengetahui kapan harus mengekspresikan atau menahan emosi dalam situasi tertentu, terutama saat dihadapkan pada tekanan dari lingkungan sekitar atau biasa disebut regulasi emosi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode kausalitas dan accidental sampling. Sebanyak 150 dewasa awal di Kota Bandung dengan rentang usia 18-25 tahun menjadi subjek penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda, sementara pengumpulan data memanfaatkan Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) dan Emotion Regulation Questionnaire (EQS). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif antara regulasi emosi dan self-injury sebesar 26.9%. Yang memiliki arti semakin rendah regulasi emosi makan semakin tinggi tingkat self-injuries behaviour.
Studi Deskriptif Teacher Efficacy Guru yang Mengajarkan Critical Thinking di Sekolah Dasar Sekolah Alam Bandung
Fatima Azzahra;
Dewi Rosiana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12927
Abstract. Teachers are required to have 21st century skills, one of which is critical thinking. Teachers who have high self-efficacy tend to be proactive in their approach to increasing knowledge through involvement in various activities, while teachers with low self-efficacy tend to be less involved in various activities because they feel that the efforts given and the need to develop themselves are not related. This study aims to analyze the teacher efficacy of teachers who teach critical thinking at Alam Bandung Elementary School. This study uses a quantitative approach with a descriptive method. The population of the study was teachers at Alam Bandung Elementary School using a total sampling technique of 30 teachers at Alam Bandung Elementary School. The statistical analysis used in this study was descriptive statistics. The results of the statistical analysis showed that the teacher efficacy of teaching critical thinking at Alam Bandung Elementary School was 96.76% in the high category, while 3.30% had a low level of teacher efficacy. Likewise, the three aspects of teacher efficacy, namely; Efficacy for Teaching, Efficacy for Classroom Management, and Efficacy for Student Engagement showed high statistical figures. Thus, the conclusion of this study is that teachers have high self-efficacy in teaching critical thinking to students at Alam Bandung Elementary School. This indicates that teachers at Alam Bandung Elementary School are able to use their self-efficacy in teaching activities in critical thinking. Abstrak. Guru dituntut harus memiliki keterampilan abad-21 salah satunya critical thinking. Guru yang mempunyai self efficacy yang tinggi cenderung proaktif dalam pendekatan mereka terhadap peningkatan pengetahuan melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan, sedangkan guru dengan self efficacy rendah cenderung kurang mempunyai keterlibatan dalam berbagai kegiatan karena merasa bahwa upaya yang diberikan dan kebutuhan dalam mengembangkan diri tidak terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teacher efficacy guru yang mengajarkan critical thinking di Sekolah Dasar Sekolah Alam Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah guru Sekolah Dasar Sekolah Alam Bandung dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 30 orang guru di Sekolah Dasar Sekolah Alam Bandung. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil analisis statistik menunjukkan teacher efficacy yang mengajarkan critical thinking di Sekolah Dasar Sekolah Alam Bandung sebanyak 96,76% berada pada kategori tinggi, sedangkan sebanyak 3,30% memiliki tingkat teacher efficacy rendah. Begitu juga dengan ketiga aspek pada teacher efficacy yakni; Efficacy for Teaching, Efficacy for Classroom Management, dan Efficacy for Student Engagement menunjukkan angka statistik yang tinggi. Dengan demikian simpulan dari penelitian ini adalah guru memiliki self efficacy yang tinggi dalam mengajarkan critical thinking pada siswa di SD Alam Bandung. Hal ini mengindikasikan bahwa guru di SD Alam Bandung mampu menggunakan self efficacy nya pada kegiatan mengajar dalam critical thinking.
Pengaruh Celebrity Worship terhadap Psychological Well-Being pada Penggemar K-Pop di Kota Bandung
Cherta Alifia El Diva;
Yanuvianti, Milda
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12928
Abstract. Bandung, as one of the cities in Indonesia, is an area that is fond of K-Pop music (1). However, liking K-Pop idols often triggers celebrity worship among fans which can lead to symptoms of depression, anxiety, dysfunction and overthinking which indicate poor psychological health (2). Psychological well-being can decrease or be low which can be caused by celebrity worship. This study aims to determine the effect of celebrity worship on psychological well-being in K-Pop fans in Bandung City. This study uses a quantitative approach with 392 respondents who are individuals who live in Bandung City, aged 20-30 years, and K-Pop fans. The measuring instrument used Celebrity Attitude Scale (CAS) has been adapted into Indonesian by Efathania (3) to measure celebrity worship and Ryff's Psychological Well-Being Scale (RPWB) has been adapted into Indonesian by Rachmayani and Ramdhani (4) to measure psychological well-being. From the results of data analysis, there is a significant influence of celebrity worship variables on psychological well-being in K-Pop fans in Bandung City of 4.4% with a significance value of .000 <.1. The effect of celebrity worship on psychological well-being in K-Pop fans in Bandung City is relatively small. Abstrak. Kota Bandung sebagai salah satu kota di Indonesia, menjadi daerah yang menggemari musik K-Pop (1). Namun, menyukai idol K-Pop kerap memicu celebrity worship di kalangan penggemar yang dapat memunculkan gejala depresi, kecemasan, disfungsi dan overthinking yang menunjukkan tidak baiknya kesehatan psikologis (2). Psychological well-being dapat menurun atau rendah yang dapat disebabkan oleh celebrity worship. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh celebrity worship terhadap psychological well-being pada penggemar K-Pop di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan responden berjumlah 392 orang yang merupakan individu yang berdomisili di Kota Bandung, berusia 20-30 tahun, dan penggemar K-Pop. Alat ukur yang digunakan Celebrity Attitude Scale (CAS) telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Efathania (3) untuk mengukur celebrity worship dan Ryff’s Psychological Well-Being Scale (RPWB) telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Rachmayani dan Ramdhani (4) untuk mengukur psychological well-being. Dari hasil analisis data, terdapat pengaruh variabel celebrity worship terhadap psychological well-being pada penggemar K-Pop di Kota Bandung yang signifikan sebesar 4.4% dengan nilai signifikasinya, yaitu .000<.1. Pengaruh celebrity worship terhadap psychological well-being pada penggemar K-Pop di Kota Bandung terbilang kecil.
Pengaruh Academic Self Efficacy terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung
Nabila Hanifa;
Sulisworo Kusdiyati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12937
Abstract. Academic procrastination among students is still often carried out as can be seen from the high level of academic procrastination among students. This can have a negative impact, namely having a negative impact on their achievements, disrupting their psychological well-being and stress levels, and preventing them from completing certain courses. Academic procrastination is caused by several factors, namely internal factors and external factors. One of the factors reviewed that can influence academic procrastination is academic self-efficacy, namely individual self-confidence in their ability to carry out academic tasks. This research aims to find out how much influence academic self-efficacy has on academic procrastination among Bandung Islamic University students. This research was conducted with a quantitative design using the causality method. The sample in this research was 400 students at Bandung Islamic University. The measuring instrument used in this research was the Academic Self Efficacy Scale (ASS) belonging to Zajacova et al. (2005) which has been adapted by Rauf (2015), as well as the Academic Procrastination Scale (APS) which was compiled by Mc Closkey and Scielzo (2015) and has been adapted by Fadhilah Bachmid (2019). The sampling technique uses cluster random sampling. The data analysis technique uses a simple linear regression analysis technique. The results of the research show that academic self-efficacy has an influence of 37.2% on academic procrastination among Bandung Islamic University students. Abstrak. Prokrastinasi akademik pada mahasiswa masih sering dilakukan yang terlihat dari tingginya tingkat prokrastinasi akademik di kalangan mahasiswa. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif yaitu memberikan dampak negatif pada prestasi yang akan diraih, mengganggu kesejahteraan psikologis dan tingkat stress, dan menghambat mereka untuk menyelesaikan suatu mata kuliah tertentu. Prokrastinasi akademik disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor yang ditinjau dapat mempengaruhi prokrastinasi akademik adalah academic self efficacy yaitu kepercayaan diri individu pada kemampuan mereka untuk melaksanakan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh academic self efficacy terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa Universitas Islam Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan desain kuantitatif dengan metode kausalitas. Sampel dalam penelitian ini adalah 400 mahasiswa Universitas Islam Bandung. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Academic Self Efficacy Scale (ASS) milik Zajacova et al. (2005) yang telah diadaptasi oleh Rauf (2015), serta Academic Procrastination Scale (APS) yang disusun oleh Mc Closkey dan Scielzo (2015) dan telah diadaptasi oleh Fadhilah Bachmid (2019). Teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa academic self efficacy memberikan pengaruh sebesar 37.2% terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa Universitas Islam Bandung.
Pengaruh Conformity terhadap Impulsive Buying pada Mahasiswa Pengguna Marketplace di Kota Bandung.
Renita Sofi Amelia;
Milda Yanuvianti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12938
Abstract. Impulsive buying is a spontaneous and unplanned purchasing behavior that is increasingly widespread among students, this has the potential to have a negative impact if it continues to be allowed. One of the factors that is considered to influence impulsive buying is conformity. Which is a social influence where an individual feels social pressure to follow existing social norms. This study aims to determine how much influence conformity has on impulsive buying on marketplace user college students in Bandung City. This research was conducted using the causality method involving 383 college students from various universities in Bandung City. The measuring instrument used in this study is The Conformity Scale by Rahmatika (2020) which is based on the theory of conformity from Baron & Bryne (2005). As well as using the Impulsive Buying Tendency Scale measuring instrument which has been adapted into Indonesian by Herabadi (2003). This study used a convenience sampling technique. Results of this study indicate that Conformity has a positive influence 14.1% on impulsive buying on marketplace user college students in Bandung City. These findings indicate that conformity plays a role in college students impulsive buying and highlight the importance of considering social factors in understanding purchasing behavior. Abstrak. Impulsive buying merupakan perilaku pembelian spontan dan tanpa perencanaan yang semakin marak dikalangan mahasiswa, hal tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila terus dibiarkan. Salah satu faktor yang ditinjau dapat mempengaruhi impulsive buying adalah konformitas. Yang merupakan suatu pengaruh sosial dimana seorang individu merasakan adanya tekanan sosial untuk mengikuti norma sosial yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh conformity terhadap impulsive buying pada mahasiswa pengguna marketplace di Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kausalitas yang melibatkan 383 mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Conformity Scale yang disusun oleh Rahmatika (2020) yang berlandaskan pada teori konformitas dari Baron & Bryne (2005). Menggunakan alat ukur Impulsive Buying Tendency Scale yang telah diadaptasi kedalam Bahasa Indonesia oleh Herabadi (2003). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu convenience sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Conformity memiliki pengaruh positif sebesar 14,1% terhadap impulsive buying pada mahasiswa pengguna marketplace di Kota Bandung. Hasil temuan ini mengindikasikan bahwa konformitas cukup memiliki peran dalam pembelian impulsif mahasiswa serta menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor sosial dalam memahami perilaku pembelian.
Studi Deskriptif Mengenai Kecemasan Menghadapi Masa Depan pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Mochammad Irgia Mukti;
Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12940
Abstract. Concerns about desires, expectations, and also thoughts of an unfavorable condition in the future are things that individuals do not want. This can happen because individuals do not know about what will happen in the future which is full of uncertainty. This uncertainty causes anxiety about the future which has a negative impact on individual mental health. Therefore, this study aims to determine the level of anxiety facing the future in final year students. Researchers used a descriptive study method using a quantitative approach. This study involved 210 final year students who used purposive sampling method. The data obtained shows that the high and low anxiety of facing the future is not influenced by the origin of the college in students. Of the 210 respondents, 131 people were at a high level, 40 people were at a very high level, and only 39 people were at a low level. This occurs due to the inability to solve their own problems, having negative thoughts, and worrying about failure. Abstrak. Kekhawatiran mengenai keinginan, harapan, dan juga pikiran terhadap suatu kondisi yang tidak menguntungkan di masa depan merupakan hal yang tidak diinginkan oleh individu. Hal ini bisa terjadi karena individu belum mengetahui mengenai apa yang akan terjadi di masa mendatang yang penuh ketidakpastian. Ketidakpastian ini menimbulkan kecemasan masa depan yang memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental indvidu. Maka dari itu dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan menghadapi masa depan pada mahasiswa tingkat akhir?. Peneliti menggunakan metode studi deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 210 mahasiswa tingkat akhir yang menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa tingginya tingkat kecemasan masa depan tidak dipengaruhi oleh asal perguruan tinggi pada mahasiswa. Dari 210 responden, 131 orang berada pada tingkat yang tinggi, 40 orang berada pada tingkat yang sangat tinggi, dan hanya 39 orang yang berada pada tingkat yang rendah. Hal tersebut terjadi karena ketidakmampuan memecahkan masalah sendiri, memiliki pemikiran yang negatif, serta kekhawatiran mengenai kegagalannya.
Gambaran Sikap Mencari Bantuan pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Bandung Raya
Aldela Silmi;
Nugraha, Suci
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12944
Abstract. The phenomenon of mental health problems among university students in Indonesia is increasing. This increasing problem is not matched by the search for and use of psychological professional help. This can have a significant impact on students' lives. This study aims to describe the help-seeking attitudes of final-year students who have had suicidal ideation in Greater Bandung. This study used a descriptive method with a quantitative approach. Data were collected using the Attitudes Toward Seeking Professional Psychological Help Short Form (ATSPPH-SF) measuring instrument adapted to Indonesian version by Nurdiyato et al. (2021). This study involved 113 active final-year university students who have had suicidal ideation in Greater Bandung, with 57 males and 56 females. The sample was taken using non-probability sampling method with snowball sampling technique. The results show that final-year students who have had suicidal ideation have a moderate help-seeking attitude. The type of problem that considered the most severe for students is academic problems and the most likely source of help sought is a psychiatrist. Abstrak. Fenomena masalah kesehatan mental pada mahasiswa di Indonesia semakin meningkat. Masalah yang meningkat ini tidak diimbangi dengan pencarian dan penggunaan bantuan profesional psikologis. Hal ini dapat berdampak secara signifikan pada kehidupan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sikap mencari bantuan pada mahasiswa tingkat akhir yang pernah memiliki ide bunuh diri di Bandung Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diambil menggunakan bantuan alat ukur Attitudes Toward Seeking Professional Psychological Help Short Form (ATSPPH-SF) yang diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Nurdiyato et al. (2021). Penelitian ini melibatkan 113 mahasiswa aktif tingkat akhir yang pernah memiliki ide bunuh diri di Bandung Raya, dengan jumlah 57 laki-laki dan 56 perempuan. Sampel diambil menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik snowball sampling. Hasil menunjukan bahwa mahasiswa tingkat akhir yang pernah memiliki ide bunuh diri memiliki sikap mencari bantuan pada kategori moderat. Jenis masalah yang dinilai paling berat bagi para mahasiswa adalah masalah akademik dan sumber bantuan yang paling mungkin dicari adalah ahli jiwa.
Studi Banding Gender terhadap Self-Presentation Pengguna Aplikasi Kencan di Kota Bandung
Byanda Wian Putri;
Mardiawan, Oki
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12949
Abstract. Dating apps have become increasingly popular for finding partners in the digital age. This study aims to gather empirical data on gender differences in self-presentation among dating app users in Bandung City. The study draws on Michikyan's (2014) theoretical framework on self-presentation to interpret the observed phenomena. A quantitative research approach was used, with data analyzed through chi-square tests. The data was collected via Google Forms questionnaires, with a total of 237 participants. The research utilized the Self-presentation on Facebook Questionnaire (SPFBQ) as a measurement tool. The results indicate that there are no significant gender differences in the way male and female dating app users present their real or false selves. Abstrak. Aplikasi kencan semakin populer sebagai media untuk mencari pasangan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data empiris tentang perbedaan gender dalam presentasi diri di kalangan pengguna aplikasi kencan di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan kerangka teori dari Michikyan (2014) mengenai presentasi diri untuk menginterpretasikan fenomena yang diamati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan analisis data dilakukan melalui uji chi-square. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diakses via Google Forms, dengan total 237 peserta. Penelitian ini menggunakan alat ukur Self-presentation on Facebook Questionnaire (SPFBQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengguna pria dan wanita dalam cara mereka menampilkan presentasi diri yang sebenarnya atau yang palsu.