cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
ds.nahdi@gmail.com
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
edukasiana.papanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cigasong-Cirebon Majalengka, Jawa Barat 45476
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan
Published by Papanda Publisher
ISSN : -     EISSN : 28096770     DOI : https://doi.org/10.56916/ejip
Core Subject : Education,
Edukasiana is a scientific journal published by Papanda. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of education. Edukasiana has been published online since 2022. This Journal was published in January, April, July, and October. Edukasiana published by Papanda Publisher mainly focuses on major issues in teaching, Teaching Assessment, learning media, development of subjects of education, and management of education. This Journal received all the topics about the results of studies and research by lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of elementary education. For the research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025)" : 24 Documents clear
Pengaruh Model Problem Based Learning berbantuan Media Pohon Kartu terhadap Kemampuan Merangkai Huruf Siswa Kelas I SDN 1 Sangkawana Rahmadhani, Zurlina; Istiningsih, Siti; Novitasari, Setiani; Zain, M Irawan
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i2.1111

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi dasar peserta didik khususnya dalam mengenal dan merangkai huruf menjadi dasar pelaksanaan penelitian ini. Banyak peserta didik kesulitan dalam mengenali huruf, membedakan bentuk huruf yang mirip, dan belum mampu merangkai huruf menjadi kata-kata sederhana. Hal ini disebabkan oleh kurangnya variasi penggunaan model pembelajaran dan terbatasnya media pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi yang mampu mendorong partisipasi aktif peserta didik dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan media pohon kartu terhadap kemampuan merangkai huruf peserta didik kelas I SDN 1 Sangkawana. Kebaharuan dalam penelitian ini berkaitan dengan penerapan model PBL yang selalunya pada materi yang kompleks dan jarang pada materi yang sederhana. Metode yang digunakan adalah kuantitatif tipe quasi experiment dengan desain nonequivalent group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 47 peserta didik, dan sampel berjumlah 36 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari kelas kontrol (1A) dan kelas eksperimen (1B). Masing-masing kelas berjumlah 18 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pretest dan posttest), dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai yang signifikan pada kelas eksperimen (dari 40,83 menjadi 79,44) dibandingkan dengan kelas kontrol (dari 38,61 menjadi 52,22) dilihat dari nilai pretest dan posttest. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti Hα diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL berbantuan media pohon kartu berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan merangkai huruf siswa kelas I SDN 1 Sangkawana.
Hubungan Antara Adversity Quotient Dengan Social Loafing Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di Surakarta Rustianingsih, Iin Latifah; Hardew, Ayatullah Kutub
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i2.1113

Abstract

Social loafing adalah fenomena di mana individu cenderung mengurangi usaha dan kontribusinya dalam tugas kelompok dibandingkan saat bekerja sendiri. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi social loafing adalah adversity quotient (AQ), yaitu ketangguhan individu dalam menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara AQ dan social loafing pada mahasiswa Ilmu Komunikasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan informasi melalui kuesioner yang mengukur AQ dan social loafing. Instrumen yang digunakan adalah skala AQ (17 item valid, α = 0,781) dan skala social loafing (23 item valid, α = 0,950). Subjek penelitian adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi, dan analisis dilakukan menggunakan uji normalitas, uji linieritas, serta analisis item minute untuk menguji korelasi kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif sedang sebesar 0,492, yang berarti semakin tinggi AQ, semakin besar kemungkinan terjadinya social loafing, meskipun hubungan ini tidak kuat. Hubungan ini bersifat deterministik, artinya nilai AQ yang lebih tinggi tidak selalu menyebabkan meningkatnya social loafing, namun ada kecenderungan saling terkait. Implikasi utama dari temuan ini yakni ketangguhan individu dalam menghadapi kesulitan tidak secara otomatis mengurangi kecenderungan untuk aktif dalam kelompok. Justru, mahasiswa dengan adversity quotient tinggi mungkin menghadapi tantagan psikologis atau social tertentu yang memicu perilaku social loafng.
Gamifikasi dalam Pembelajaran Sejarah: Analisis Literatur Terhadap Dampaknya pada Motivasi dan Keterlibatan Belajar Siswa Martdana, Rafid Ari; Atno, Atno
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i2.1148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan gamifikasi dalam pembelajaran sejarah serta pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap berbagai studi empiris yang relevan dengan topik gamifikasi dan pendidikan sejarah. Pencarian artikel dilakukan di tiga basis data: Directory of Open Access Journal (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), dan Google Scholar. Dari hasil seleksi, diperoleh 8 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan gamifikasi, melalui integrasi elemen-elemen  permainan seperti poin, level, tantangan, umpan balik instan, dan penghargaan, mampu meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, serta keterlibatan kognitif siswa dalam pembelajaran sejarah. Gamifikasi juga dinilai efektif dalam membangun pengalaman belajar yang lebih interaktif dan imersif, sehingga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan reflektif terhadap materi sejarah. Melalui pemetaan temuan dari berbagai studi, kajian ini memberikan gambaran komprehensif yang dapat digunakan sebagai referensi dalam merancang strategi pembelajaran sejarah yang lebih inovatif, menyenangkan, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa abad ke-21. Temuan ini diharapkan dapat membantu pendidik dalam mengembangkan model pembelajaran berbasis gamifikasi yang sesuai dengan karakteristik materi sejarah dan selaras dengan tujuan kurikulum.
Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Pesantren di MTs Nurul Wahid Al-Wahyuni Listrianti, Feriska; Nuzulah, Firdaus
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i2.1157

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka di lingkungan madrasah berbasis pesantren merupakan isu strategis yang relevan dalam upaya reformasi pendidikan nasional. Kurikulum ini menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel, interaktif, dan kontekstual, namun pelaksanaannya di pesantren masih menghadapi berbagai tantangan, baik secara teknis maupun filosofis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di MTs Nurul Wahid Al-Wahyuni serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dan strategi optimalisasi yang dapat dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah tersebut telah dimulai secara bertahap, terutama dalam bentuk pembelajaran berbasis proyek dan penguatan karakter keislaman. Namun, proses ini masih terhambat oleh rendahnya kapasitas guru, keterbatasan sarana teknologi, dan pola belajar siswa yang belum sepenuhnya mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka dapat diterapkan secara efektif di madrasah berbasis pesantren apabila didukung dengan pelatihan guru yang berkelanjutan, pengembangan modul ajar kontekstual, serta integrasi nilai-nilai pesantren dalam desain kurikulum. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model kurikulum yang adaptif dan relevan dengan karakteristik pendidikan Islam.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Permainan Ular Tangga Terhadap Kemampuan Numerasi Siswa Kelas III di SDN Embung Karung Ananda, Astrina Pricilla; Istiningsih, Siti; Handika, Ilham; Astria, Fitri Puji
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i2.1161

Abstract

Penelitian ini menghadirkan kebaruan dalam upaya peningkatan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) yang dipadukan dengan media permainan tradisional, yaitu ular tangga. Inovasi ini belum banyak dijumpai dalam konteks pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar, khususnya di kelas III. Permainan ular tangga yang dimodifikasi secara pedagogis menjadi media belajar numerasi diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar, interaksi sosial antarsiswa, dan penguatan konsep numerik secara konkret. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan permainan ular tangga terhadap kemampuan numerasi siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental. Desain yang digunakan adalah one group pretest-posttest design, di mana satu kelompok menjadi subjek penelitian dan diberikan perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran ular tangga. Penelitian ini dilakukan di SDN Embung Karung yaitu di Kelas III A sebagai kelas Kontrol dan Kelas III B menjadi kelas Eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, diperoleh temuan melalui independent sample t-test terhadap data akhir (posttest) kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberikan perlakuan, diperoleh nilai sig. (2-tailed)= 0,000< 0,05. Sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya, kemampuan numerasi siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah perlakuan berbeda secara signifikan. Dengan demikian, bisa ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan permainan ular tangga terhadap kemampuan numerasi siswa kelas III di SDN Embung Karung.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Flim 172 Days Karya Nadzira Shafa Sa’diyah, Halimatus; Farid, Edi Kurniawan; Maghfiroh, Ummi Lailia
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i2.1180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam flim 172 days karya nadzira shafa. Karena pendidikan akhlak memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan dan menjadi salah satu tujuan utama yang harus dicapai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis isi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi terhadap flim 172 days sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, artikel dan jurnal yang relevan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa flim ini mengandung berbagai pendidikan akhlak seperti, akhlak kepada Allah SWT, akhlak kepada rosulullah, akhlak kepada diri sendiri, akhlak kepada orang tua dan akhlak kepada sesama manusia. Nilai-nilai tersebut tergambar melalui dialog, alur cerita dan tokoh utama sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam flim 172 days ini dapat dijadikan  media alternatif dalam menjalani kehidupan, khususnya bagi remaja muslim.
Pendidikan Dalam Keluarga: Fondasi Keharmonisan dan Kedamaian Dalam Rumah Tangga Watopa, James Jonah; Kasingku, Juwinner Dedy
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i2.1185

Abstract

Kehidupan keluarga yang harmonis dan damai menjadi fondasi penting dalam pertumbuhan rohani, mental, emosional, dan sosial setiap anggota keluarga. Firman Allah menjadi pedoman utama, dan tulisan-tulisan dari Roh Nubuat memberikan panduan praktis dan mendalam dalam membangun keluarga yang berlandaskan kasih Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk mencari tahu peran tulisan Roh Nubuat dalam membentuk keluarga Kristen yang harmonis. Sumber-sumber literatur dari jurnal, buku, dan artikel dikaji secara mendalam untuk memperoleh pemahaman yang mendalam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keluarga yang harmonis ditandai oleh komunikasi terbuka, empati, pembagian tanggung jawab yang adil, dan waktu berkualitas bersama. Roh Nubuat membantu memperkuat nilai-nilai Kristiani dalam keluarga melalui prinsip kasih, pengorbanan, dan penghormatan terhadap orang tua. Selain itu, pendidikan dalam keluarga juga ditegaskan sebagai dasar utama dalam membentuk karakter anak. Kesimpulannya, tulisan Roh Nubuat berperan sebagai pendamping praktis dalam menerapkan prinsip-prinsip firman Allah, memperluas pemahaman rohani, serta membantu menciptakan keluarga yang damai dan bahagia secara menyeluruh.
Hubungan Penerimaan Diri terhadap Perbandingan Sosial dengan dimoderatori oleh kebersyukuran pada Mahasiswa Pengguna TikTok Hidayah, Nurul; Hardew, Ayatullah Kutub
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i2.1212

Abstract

Penggunaan TikTok pada mahasiswa dapat memberikan dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatifnya ialah kecenderungan perbandingan sosial terhadap kehidupan serta pencapaian ideal orang lain yang di tampilkan di TikTok. Sehingga dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan memunculkan dampak emosional negatif seperti munculnya rasa rendah diri dan iri. Kurang nya penerimaan diri menjadi salah satu faktor mahasiswa melakukan perbandingan sosial. Sehingga diperlukan variabel kebersyukuran untuk meningkatkan penerimaan diri dan menurunkan perbandingan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah kebersyukuran dapat memoderasi hubungan antara penerimaan diri dengan perbandingan sosial pada mahasiswa pengguna TikTok. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 282 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik criterion sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar alat ukur melalui google form, dengan tiga skala yang digunakan yaitu skala perbandingan sosial INCOM (16 item, α = 0.785), skala penerimaan diri (24 item, α = 0.833), dan skala kebersyukuran (16 item, α = 0.753). Analisis data yang digunakan adalah teknik moderated regression analysis (MRA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesisi diterima, dengan nilai sig sebesar 0.001 (< 0.05) dan nilai koefisien sebesar 0.004. Artinya, kebersyukuran dapat memoderasi hubungan antara penerimaan diri dengan perbandingan sosial secara positif. kebersyukuran yang dimiliki dapat membuat mahasiswa lebih menerima kelebihan serta kekurangan yang ada dalam dirinya, sehingga ketika mengakses TikTok tidak akan terpapar perbandingan sosial karena memiliki penerimaan diri yang baik.
Penerapan Model Contextual Teacing And Learning Dengan Metode Outdoor Learning Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di SD Negeri 02 Mijen Wahyuni, Ghinna Tri; Fakhriyah, Fina; Khamdun, Khamdun
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i2.1213

Abstract

Proses pembelajaran yang masih mengandalkan metode konvensional, seperti ceramah, dapat menyebabkan rendahnya minat siswa dalam belajar di sekolah. Hal ini terbukti dari kondisi yang terjadi di SDN 2 Mijen, Kaliwungu Kudus, di mana hasil belajar siswa masih rendah. Dari 24 siswa, hanya 9 siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKTP), sementara 15 siswa lainnya belum mencapainya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui apakah ada perbedaan signifikan antara minat belajar siswa yang menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan metode outdoor learning dan siswa yang tidak menggunakan model tersebut; dan 2) untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa sebelum dan setelah diterapkannya pembelajaran dengan model Contextual Teaching and Learning menggunakan metode outdoor learning, dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model konvensional. Model Contextual Teaching and Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan sehari-hari tersebut dapat menjadi sumber belajar yang kontekstual atau nyata bagi siswa. Metode outdoor learning, yang juga merupakan bagian dari model CTL, memberikan contoh konkret terkait materi pelajaran dan membiasakan siswa untuk lebih mengenal lingkungan sekitar mereka. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN 2 Mijen dengan 23 siswa sebagai kelas eksperimen, dan kelas V SDN 1 Kaliwungu dengan 23 siswa sebagai kelas kontrol. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji prasyarat, uji t independen, dan kriteria skor minat belajar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Contextual Teaching and Learning dengan metode outdoor learning pada pembelajaran IPAS dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas V di SDN 2 Mijen.
Evaluasi Countenance Stake Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Bahasa Inggris SMP Negeri se-Kecamatan Kersana Wasono, Suwondo; Hartinah, Sitti; Muljani, Sutji
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i2.1214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketercapaian implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran bahasa inggris di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) se-Kecamatan Kersana berdasarkan aspek perencanaan, pelaksanaan, dan hasil. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Model evaluasi yang digunakan yaitu Countenance Stake. Subjek penelitian adalah 111 peserta didik dan tiga guru bahasa inggris dari tiga SMPN se-Kecamatan Kersana. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket, studi dokumen, dan observasi dengan pengharkatan skala Likert. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Ketercapaian pelaksanaan pembelajaran bahasa inggris pada aspek perencanaan di SMPN se-Kecamatan Kersana secara umum memiliki kriteria sangat baik dilihat dari indikator karakteristik dokumen rencana pembelajaran, isi dokumen rencana pembelajaran, kegiatan pendahuluan dan strategi pembelajaran (2) Aspek pelaksanaan secara umum memiliki kriteria baik dilihat dari indikator pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, berpartisipasi aktif, dan penilaian proses pembelajaran (3) Aspek hasil secara umum memiliki kriteria baik dilihat dari indikator hasil nilai ulangan harian hasil nilai tengah semester, hasil nilai akhir semester, hasil nilai sikap, dan hasil nilai tugas. Secara umum, hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa belum semua indikator mencapai 100% sehingga perlu dilakukan peningkatkan agar lebih optimal. Rekomendasi yang diberikan antara lain: sekolah sebaiknya mengadakan pelatihan berkaitan dengan peningkatan keterampilan guru dalam penggunaan Teknologi Informasi, menerapkan strategi mengajar dan metode mengajar, mengembangkan tugas yang bervariasi dalam tingkat kesulitan yang berbeda-beda

Page 2 of 3 | Total Record : 24