cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 454 Documents
Peran Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Mengatasi Penggunaan Gadget Berlebihan pada Anak Muhammad Miqdad Al Faruqi; Nifa Mahfudotun Solehah; Nisrina Citra Da'iya; Sopia Yanasari Rizli; Lukmanul Hakim
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3114

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menyebabkan penggunaan gadget pada anak meningkat pesat, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak negatif bagi perkembangan sosial, emosional, dan akademik anak. Pemerintah kemudian meluncurkan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai upaya membentuk karakter dan pola hidup sehat anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab penggunaan gadget berlebihan pada anak, menganalisis strategi orang tua dalam menyeimbangkan penggunaan gadget dengan aktivitas positif anak, mendeskripsikan peran orang tua dalam mendukung penerapan tujuh kebiasaan tersebut, serta mengungkap kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian orang tua dari anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget berlebihan disebabkan oleh kurangnya pengawasan, minimnya aktivitas alternatif, dan pengaruh lingkungan sosial. Orang tua menerapkan strategi seperti pembatasan waktu penggunaan gadget dan penjadwalan kegiatan positif, serta berperan aktif dalam mendampingi penerapan tujuh kebiasaan tersebut. Meskipun demikian, penerapannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu orang tua dan kurangnya konsistensi dalam pendampingan anak sehari-hari.
Analisis Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia 4-5 Tahun di KB Bina Balita Nurul Hikmah di Kelurahan Kampung Melayu Timur Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang Wicka Yunita Dwi Utami; Elenita Drihestyawati; Arip Arijal Mustahidin
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3118

Abstract

Perkembangan fisik motorik sebagai salah satu kemampuan dasar yang sangat penting untuk dikembangkan secara optimal kepada anak usia dini. Perkembangan fisik motorik yang terdiri dari motorik kasar halus dijadikan sebagai salah satu tolak ukur terhadap perkembangan anak berkembang secara optimal atau tidak. Penelitian ini bertujuan memberikan hasil analisis perkembangan fisik motorik anak usia dini usia 4-5 tahun di KB Bina Balita Nurul Hikmah Kabupaten Tangerang yang dilakukan dari bulan April sampai Mei tahun 2026. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang peneliti lakukan. Pelaksanaan penelitian dilakukan berkolaborasi dengan guru. Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan fisik motorik anak dan kreativitas guru dalam memfasilitasi kegiatan yang menstimulasi perkembangan fisik motorik sehingga anak aktif dalam melaksanakan kegiatan yang telah disiapkan.
Analisis Kecanduan Game Online pada Perilaku Anak Usia 5-6 Tahun Nur Linda; Muhamad Safiuddin Saranani; Muamal Gadafi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecanduan game online pada perilaku anak usia 5-6 Tahun di TK Dharma Bonea Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian 1 orang anak TK Dharma Wanita Bonea informan penelitian guru kelas B dan orang tua anak. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Adapun teknik analisis data penelitian berdasarkan model analisis data interaktif Miles dan Huberman yaitu terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya perubahan perilaku akibat kecanduan game online pada perilaku anak usia 5-6 tahun perubahan anak mulai dari marah, menangis, malas dan mengejek orang teman. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa game online dapat mengakibatkan kecanduan pada perilaku anak usia 5-6 tahun di TK Dharma Wanita Bonea Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna.
Perbedaan Kesejahteraan Psikologis Berdasarkan Jenis Kelamin Siswa SMA/SMK/MA Senja Maulana; Muhammad Muhajirin; Agung Nugraha
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3124

Abstract

Kesejahteraan psikologis menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan peserta didik karena berkaitan dengan kemampuan individu dalam menjalani kehidupan secara positif, membangun relasi yang sehat, mengembangkan kapasitas diri, serta menghadapi berbagai tuntutan perkembangan. Kondisi kesejahteraan psikologis yang baik memungkinkan individu memiliki keberfungsian psikologis yang optimal dalam aspek penerimaan diri, hubungan interpersonal, kemandirian, pengelolaan lingkungan, arah kehidupan, dan pengembangan potensi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kesejahteraan psikologis berdasarkan jenis kelamin pada siswa kelas XI sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan madrasah aliyah di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 282 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala kesejahteraan psikologis dan dianalisis dengan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan berdasarkan jenis kelamin. Perbedaan hanya ditemukan pada dimensi hubungan positif dengan orang lain dan kemandirian, sedangkan dimensi penerimaan diri, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi menunjukkan kondisi yang relatif sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jenis kelamin bukan merupakan faktor utama yang membedakan kesejahteraan psikologis peserta didik. Temuan ini menjadi dasar bagi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan seluruh dimensi kesejahteraan psikologis peserta didik secara optimal.
Pengalaman Pemulihan Individu Dewasa Pasca Adiksi Napza: Studi Fenomenologis Muhammad Fayiz Rahmat; Dewang Sulistiana; Agung Nugraha
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3125

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA memberikan dampak terhadap aspek fisik, psikologis, dan sosial individu sehingga proses pemulihan menjadi pengalaman yang penting untuk dipahami. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman pemulihan individu dewasa pasca penggunaan NAPZA selama menjalani rehabilitasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan penelitian terdiri atas dua individu dewasa yang sedang menjalani rehabilitasi rawat jalan di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya dan dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan tahapan IPA. Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama, yaitu: (1) keterlibatan dalam penggunaan NAPZA dipengaruhi oleh tekanan situasional dan lingkungan sosial; (2) kesadaran sebagai titik balik menuju perubahan; (3) rehabilitasi sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan makna baru; dan (4) mempertahankan pemulihan melalui penguatan diri serta dukungan sosial. Temuan menunjukkan bahwa proses pemulihan berlangsung secara bertahap melalui refleksi diri, peningkatan kesadaran, pengalaman rehabilitasi, serta dukungan keluarga dan lingkungan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa layanan rehabilitasi dan bimbingan konseling perlu berorientasi pada penguatan motivasi intrinsik, strategi pencegahan kekambuhan, serta optimalisasi dukungan sosial untuk mendukung keberlanjutan pemulihan.
Model Pembelajaran IPAS Materi Gelombang Bunyi Berbasis Laboratorium Etnosains Sasak Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar M. Zaini Saparingga; Khairil Anwar; M. Aris Akbar
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3135

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan sekaligus menguji efektivitas model pembelajaran IPAS berbasis Laboratorium Etnosains Sasak pada materi gelombang bunyi untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Pembelajaran memanfaatkan fenomena budaya lokal Masyarakat sasak, seperti alat musik tradisional Gendang Beleq, Gong, dan Rincik sebagai laboratorium kontekstual untuk mengamati konsep gelombang bunyi. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas IV SD. Instrument penelitian berupa lembar validasi ahli, lembar observasi keterampilan proses sains, tes hasil belajar, angkey respon siswa, dan wawancara guru. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Peningkatan keterampilan proses sains siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan nilai N-Gain sebesar 0, 72. Selain meningkatkan keterampilan proses sains, model pemebelajaran juga meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir ilmiah, serta apresiasi siswa terhadap budaya local sasak. Dengan demikian, model pembelajaran IPAS berbasis Laboratorium Etnosains Sasak layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran kontekstual pada materi gelombang bunyi di sekolah dasar.
Hubungan antara Self-efficacy Dengan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Komunitas Pecinta Alam Surakarta yang Pernah Mendaki Gunung Tipllahi Qoirul Nissa At-taqwa; Sujoko; Muhamad Taufik Hermansyah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3140

Abstract

Mahasiswa komunitas pecinta alam merupakan individu yang aktif dalam kegiatan alam bebas, salah satunya pendakian gunung. Dalam kegiatan pendakian, mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan seperti medan yang sulit, cuaca ekstrem, keterbatasan fisik, tekanan psikologis, serta dinamika kelompok. Kondisi tersebut menuntut kemampuan penyesuaian diri yang baik agar individu mampu menghadapi tuntutan lingkungan secara efektif. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan penyesuaian diri pada mahasiswa komunitas pecinta alam Surakarta yang pernah mendaki gunung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 188 mahasiswa komunitas pecinta alam Surakarta. Sampel penelitian terdiri atas 47 mahasiswa untuk uji coba dan 141 mahasiswa untuk penelitian utama yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala penyesuaian diri dan skala self-efficacy. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,619 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-efficacy dengan penyesuaian diri pada mahasiswa komunitas pecinta alam Surakarta yang pernah mendaki gunung. Semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi pula kemampuan penyesuaian dirinya.
The Benefits of Implementing Task-Based Learning in Speaking Class Hilma Safitri Safitri
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3150

Abstract

This article aims to provide some information regarding how task-based learning is implemented in a classroom. Due to the luck of language knowledge and confidence, some students are unable to speak in class by using English. Moreover, the students need to have motivation in order to speak confidently. Hence, task-based learning is suitable in order for them to interact by using English. By using task-based learning they can have some tasks such as turn taking, information gap activity, simulation, role play and drama. It is hoped that they feel motivated when implementing various tasks. The methods applied is to use some theories regarding task-based learning from various sources in order to provide the information in several steps that are 1) the focus and scope of the study were determined, 2) relevant literature was selected, organized, and synthesized, 3) the findings from the literature review were used to develop the analysis and arguments. The findings indicate that task-based learning 1) boots the students’ motivation in speaking, 2) facilitates the student in speaking in which they feel comfortable and relax when leering speaking in class, and 3) enhances the students language skills in which they manage to learn in terms pf speaking, reading, listening and writing.
Psikoedukasi Pengasuhan Sehat pada Masa Golden Age Anak di Posyandu Beringin Novi Rachmawati; Nazwa Olivia Hadiansyah; Marsha Renata Maharani; Tiara Nurhasanah; Siti Nurkholipah; Widya Dwi Maharani; Allysa Mughni Aulia; Essi Asianitasari S; Hera Khoerunisa; Rifqi Farisan Akbar; Pratidina Ekanesia
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3152

Abstract

Masa golden age merupakan periode penting dalam tumbuh kembang anak yang membutuhkan pengasuhan dan stimulasi sesuai tahapan perkembangan. Hasil observasi di Posyandu Beringin menunjukkan masih terdapat permasalahan terkait perkembangan bahasa, regulasi emosi, penggunaan gawai, konsistensi pengasuhan, serta pemahaman orang tua mengenai tahapan perkembangan anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pengasuhan sehat pada masa golden age anak. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode psikoedukasi partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, berbagi pengalaman, tanya jawab, dan pembagian brosur edukasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi keterlibatan peserta, dan kuesioner kepuasan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memiliki pengetahuan awal yang baik, meskipun perbandingan nilai pre-test dan post-test belum menunjukkan peningkatan skor secara keseluruhan. Namun, kegiatan memperoleh respons positif, dengan peserta terlibat aktif selama diskusi dan menilai materi yang diberikan mudah dipahami serta bermanfaat. Kegiatan psikoedukasi partisipatif dapat menjadi salah satu upaya edukatif untuk memperkuat pemahaman dan kesadaran orang tua mengenai pengasuhan serta tumbuh kembang anak.
The Effectiveness of Career Development Interventions for Indonesian High School Students: An Integrative Review Muhammad Fikri Pratama; Fenti Hikmawati
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3222

Abstract

Pengembangan karier pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sangat penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi transisi menuju pendidikan tinggi dan dunia kerja. Meskipun berbagai intervensi pengembangan karier telah diterapkan di Indonesia, bukti mengenai karakteristik dan efektivitasnya masih tersebar. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis karakteristik serta mengevaluasi efektivitas intervensi pengembangan karier pada siswa SMA di Indonesia melalui pendekatan integrative review. Pencarian literatur dilakukan menggunakan basis data Google Scholar dan Garuda terhadap penelitian yang dipublikasikan pada periode 2021–2026. Sebanyak 22 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling karier dan pelatihan merupakan intervensi yang paling sering diterapkan, dengan fokus utama pada efikasi diri karier dan pengambilan keputusan karier. Sebagian besar penelitian melaporkan dampak positif terhadap efikasi diri karier, pengambilan keputusan, perencanaan karier, dan kematangan karier. Efektivitas intervensi didukung oleh peningkatan pemahaman diri, akses terhadap informasi karier yang relevan, serta keterlibatan aktif siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi pengembangan karier merupakan strategi yang bernilai dalam memperkuat kesiapan karier siswa dan mendukung layanan karier berbasis bukti di sekolah.