cover
Contact Name
Desrianti Sahida
Contact Email
dessabki14@gmail.com
Phone
+6281338860310
Journal Mail Official
dessabki14@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Depati Parbo. RT. 001/000. Desa Pendung Hiang. Kecamatan Tanah Kampung. Kota Sungai Penuh. Provinsi Jambi
Location
Kota sungai penuh,
Jambi
INDONESIA
Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27158861     DOI : https://doi.org/10.47827/jer
EDU RESEARCH : Jurnal Penelitian Pendidikan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies), dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan proses pembelajaran. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak tiga bulan sekali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Articles 515 Documents
HUBUNGAN KEMATIAN ORANG TUA TERHADAP KONDISI PSIKOLOGIS SISWA SMA NEGERI DI PANGKAL PINANG Anggi Triyani; Dinar Nur Sagita; Sindi Fitriana; Tiana Febriani; Alrefi
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.156

Abstract

Peristiwa kehilangan salah satu atau kedua orang tua tentu selalu membawa kedukaan bagi yang ditinggalkan, namun reaksi kedukaan ini tentu berbeda pada setiap orang, oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kehilangan orang tua mempengaruhi kondisi psikologis pada remaja siswa SMA Negeri di Pangkal Pinang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner untuk memperoleh data penelitian, Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 47 siswa dari seluruh SMA Negeri di Pangkal Pinang, dalam pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian ini Berdasarkan hasil analisis regresi pengaruh variabel X (kematian orang tua) terhadap variabel Y (Kondisi psikologis) yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 16 menunjukkan hasil penghitungan bahwa didapatkan nilai koefisien korelasi 0.773 dengan signifikansi 0,001 (a ≤ 0,05) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara variabel X (kematian orang tua) terhadap variabel Y (kondisi psikologis) siswa SMAN di Pangkal Pinang dengan derajat hubungan kuat dan arah hubungan pada variabel positif.
ANALISIS TINGKAT DAN FAKTOR PENYEBAB DEPRESI SE ASIA TENGGARA Hervina Nathasya; Putri Nuraini; Siti Zahara At Thohiroh; Tiara Salma; Fadhlina Rozzaqyah
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.157

Abstract

Depression is a serious global health problem, ranking as the 4th most common illness in the world. The high prevalence of depression in the world and Southeast Asia makes it urgent to conduct research related to depression rates and contributing factors in the region. This study used the Systematic Literature Review (SLR) method to analyze various national and international articles. The results of the analysis show that the highest rate of depression in Southeast Asia occurs in the adolescent group. This can be attributed to adolescence being a transition period from childhood to adulthood, where individuals experience various physical, emotional, and social changes.
PERAN, PROSEDUR, DAN IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA TINGKAT SMA/MA BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA Tesmeri, Linda
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.158

Abstract

Salah satu masalah penting yang sering dihadapi oleh guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan model pembelajaran yang tepat dalam rangka membantu peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam kurikulum atau silabus, materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk materi pokok tanpa mencantumkan model pembelajaran yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran, prosedur dan implementasi model pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka pada tingkat SMA/MA. Metode penelitian yang dipakai adalah studi literatur dimana serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat, serta mengolah data penelitian.
PENERAPAN SELECTED RESPONSE ASSESSMENT DI MADRASAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK Risna Artati
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.159

Abstract

Keberhasilan suatu kegiatan evaluasi akan dipengaruhi pula oleh keberhasilan evaluator dalam melaksanakan evaluasi. Banyak alat atau instrumen yang dapat digunakan dalam kegiatan evaluasi. Salah satunya adalah tes. Tes merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan dalam rangka melaksanakan kegiatan pengukuran, yang didalamnya terdapat berbagai pertanyaan, pernyataan, atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh peserta didik untuk mengukur aspek perilaku peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik dengan menerapkan salah satu bentuk tes yaitu selected response assessment. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen, dimana metode penelitian ini merupakan suatu cara untuk mencari hubungan sebab-akibat (kausal) antara dua faktor yang sengaja dimunculkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu. Hasil penelitian ini menunjukkan meningkatnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik setelah penerapan selected response assessment dalam pembelajaran.
SOFT SKILL DAN MULTIPLE INTELEGENT DALAM PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM MERDEKA Gusminalita, Yessy
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.160

Abstract

Pengembangan soft skill yang dimiliki oleh setiap orang tidak sama sehingga mengakibatkan tingkatan soft skill yang dimiliki oleh setiap orang juga tidak sama. Hal ini dikarenakan proses pengembangan soft skill berjalan linier dengan proses kehidupan seseorang. Kondisi ini mengakibatkan kita tidak bisa mendapatkan pelajaran soft skill dari sekolah formal. Soft skill dipelajari dalam kehidupan sosial melalui interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana soft skill dan multiple intelegent dalam pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan Studi literatur yaitu cara untuk menyelesaikan persoalan dengan menelusuri sumber-sumber tulisan yang pernah dibuat sebelumnya. Dengan kata lain, istilah studi literatur ini juga sangat familiar dengan sebutan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentingnya soft skill dan multiple intelegent dalam pembelajaran, data ini didapatkan berdasarkan hasil penelitian relevan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNALAR KRITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA DIGITAL Nunik Budiyanti; Ratna Diah Utami
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.161

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan bernalar kritis siswa.Hal yang mendasari dalam penelitian ini setelah dilakukan observasi bahwa SD Muhammadiyah 16 Surakarta rata-rata siswanya memiliki kemampuan bernalar kritis yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan bernalar kritis pada Pelajaran IPAS siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 16 Surakarta dengan menggunakan model Project Based Learning PjBL berbantuan Media Digital. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas melalui 2 siklus dengan instrumen yang digunakan adalah rubrik penalaran kritis.Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 16 Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus 1 jumlah skor soal penilaian bernalarkritis pada pembelajaran IPA materi Rangkaian Listrik siswa sebesar 343 poin dengan rata-rata skor 68,6 atau 69%. Selanjutnya pada siklus 2 jumlah skor siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 16 Surakarta meningkat menjadi 401 poin dengan rata-rata skor 80,2 atau 80%. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran Project Based Learning PjBL berbantuan media Digital berhasil meningkatkan kemampuan bernalar kritis dalam mata pelajaran IPAS pada siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 16 Surakarta.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PEER LESSON MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV SDN 217/III TALANG KEMUNING Andam Yulianti; Silvia Meirisa; Ariska Srinikasari; Febriady Huta Uruk; Satya Anggi Permana
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.162

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi bahwa selama proses pembelajaran di SD Negeri 217/III Talang KemuningKecamatan Bukit Kerman Kabupaten Kerinci kelas IV aktivitas belajar peserta didik di kelas tinggi hal ini bertolak belakang dengan perubahan tingkah laku peserta didik, kegiatan belajar peserta didik merupakan proses perubahan perilaku peserta didik dan interaksinya dengan lingkungan sekitar. Menurut pengamatan pada peserta didik kelas IV SD Negeri 217/III Talang Kemuning, peserta didik kurang memperhatikan guru saat menjelaskan materi selama proses pembelajaran, peserta didik terlalu malas berpikir untuk mencari jawaban, guru memberi arahan tentang percobaan namun peserta didik tidak serius saat melakukan percobaan dan belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Disetiap siklus tersebut meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Yang mana tujuan penelitian ini untuk meningkatkan minat dan hasil IPA peserta didikdengan menggunakan model peer lesson. Pelaksanaan dilakukan dikelas IV SDN217/III Talang Kemuning fokus penelitian ini adalah membahas tentang Peningkatkan minat dan hasil IPA dengan menggunakan model peer lesson. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV dengan jumlah peserta didik 12 orang. Hasil pengamatan (RPP) menunjukan peningkatan disiklus I rerata 72,5 persentase (58,33%) dengan kualifikasi Baik meningkat menjadi 81,67 persentase (83,33%) disiklus II. Dengan ini Model peer lessondapat Meningkatkan minat dan hasil IPApeserta didik kelas IV SDNegeri217/III Talang Kemuning.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA KELAS XI MAN KEMANTAN Gusnidar; Sonya Heswari
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.163

Abstract

Kemampuan penalaran matematika siswa sangat berpengaruh terhadap penentuan hasil belajar matematika siswa. Disamping itu, rendahnya hasil belajar matematika siswa disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti suasana belajar yang tidak menyenangkan yang mengakibatkan peserta didik tidak mau bertanya dan tidak mau mengungkapkan gagasannya. Solusinya adalah harus ada pembaharuan dalam model pembelajaran salah satunya adalah dengan menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Team Games Tournament (TGT) .Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan penalaran matematika siswa sebelum dan sesudah penggunaan Model Cooperative Learning Tipe TGT, serta apakah terdapat efektivitas Model Cooperative Learning Tipe TGT terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematika. Sedangkan tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan penalaran matematika siswa sebelum dan sesuadah menggunakan Model Cooperative Learning Tipe TGT, dan untuk mengetahui apakah terdapat efektivitas penggunaan Model Cooperative Learning Tipe TGT terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa pada kelas XI IPA di MAN Tahun Ajaran 2023/2024.Penelitian ini bertempat di MAN Kemantan, dilakukan pada kelas XI IPA semester II (genap) tahun pelajaran 2023/2024 dengan jumlah siswa 19 orang. Pada Madrasah Aliyah Negeri Kemantan, untuk sampel penelitian hanya 1 kelas dari 2 kelas dalam populasi, maka sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik Random Sampling, setelah melakukan uji normalitas, homogenitas, dan kesamaan rata-rata sampel terlebih dahulu. Metode penelitian yang digunakan ialah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan tes esay.Temuan dalam penelitian ini adalah pada pre test diperoleh rata-rata 67,11, namun pada post test rata-rata siswa naik menjadi 73,74. Dalam uji t hasilnya adalah H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat efektivitas Model Cooperative Learning Tipe TGT terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa di kelas XI IPA1 di MAN Kemantan Tahun Ajaran 2023/2024. Hal ini ditunjukkan dengan angka thitung>ttabel. Dimana thitung = 9,763 dan ttabel = 1,73 pada taraf signifikan 5 % dengan derajat kebebasan (dk) n-1 = 2-1 = 1.Akhirnya penulis sarankan agar semua pihak baik siswa, guru dan calon guru mata pelajaran Matematika maupun pihak sekolah agar dapat lebih meningkatkan kondisi yang telah ada sekarang menjadi lebih baik untuk masa yang akan datang dengan menciptakan suasana pembelajaran yang bervariasi.
PENGUATAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PADA PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL AKSARA INCUNG Nandia Pitri; Ogi Sandria
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.164

Abstract

Incung script is an ancient script native to the Kerinci community that contains a long historical meaning. This script is the local wisdom of the Kerinci people which contains tembo and karang mindu as well as mantras. This script is also used to write literature, and customary laws written on bark, buffalo horns, bamboo and palm leaves. The values contained in the Incung script serve as a basis for character building. The values contained can also be a reinforcement of attitudes in learning at school, contributing to building better student character. Therefore, character building is very important to be carried out through learning, especially through strengthening character values sourced from local wisdom carried out in the process of learning history at school. This is very relevant because history learning has an important role in the character building process that seeks to educate students to have more reflective thinking and meaningful learning. The method used in this research is descriptive-qualitative with a literature study approach and methodological review between local content learning related to character building strategies and value education. This article consists of three steps, as follows: 1) Conducting a literature study and methodological review, 2) Analyzing the literature data and proposing new ideas, 3) reporting the results of the analysis. This article describes an innovative form of local content learning that is integrated with strengthening the local wisdom values of the Sungai Penuh community so that it can contribute to student character building. The strengthened local wisdom values integrated are religion, responsibility, courage, independence, honor, care, intellectual, tolerance, movement, and solidarity. In summary, this paper formulates another strategy in value education through local content learning that is relevant to the goal of building better student character.
ANALISIS PERAN GURU DALAM IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA KURIKULUM MERDEKA Diana Prasti Artati; Nurdinah Hanifah; Diah Gusrayani
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.165

Abstract

Implementasi P5 di Indonesia yang masih tergolong baru pada kurikulum merdeka, menyebabkan adanya hambatan dalam implementasi proyek penguatan profil pelajar Pancasila dari sisi guru atau tenaga pendidik. Adanya keluhan guru mengenai kurang memahami dalam menjalankan tugas implementasi projek pelajar Pancasila dan ada miskonsepsi guru terhadap projek pelajar Pancasila di sekolah dasar. Berdasarkan dua temuan awal permasalahan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk menyajikan suatu gambaran tentang keterlaksanaan peran guru dalam implementasi proyek pelajar Pancasila dan memberikan gambaran optimalisasi peran guru dalam implementasi mengenai proyek penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah dasar di wilayah Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini melibatkan 40 responden yang terdiri dari 20 guru kelas 1 dan 20 guru kelas 4. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa pedoman observasi keterlaksanaan peran guru dalam implementasi P5, angket peran guru dalam implementasi P5, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan peran guru dalam implementasi P5 telah optimal dan baik. Berdasarkan hasil keusioner angket peran guru, rata-rata guru telah melaksanakan rata-rata sebesar 84% sedangkan berdasarkan hasil observasi disekolah di memperoleh nilai rata-rata sebesar 85,9. Keduanya telah mencapai kategori baik dalam keterlaksanaan dan optimalisasi peran guru dalam implementasi P5 pada kurikulum merdeka. Guru mampu menjadi perencana proyek, menjadi fasilitator, pendamping, supervisor dan konsultan, dan menjalankan berpura-pura sebagai moderator dalam implementasi proyek penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah dasar. Dengan optimalisasi peran guru yang baik, tujuan dari proyek pelajar Pancasila mudah tercapai dengan baik.