cover
Contact Name
Desrianti Sahida
Contact Email
dessabki14@gmail.com
Phone
+6281338860310
Journal Mail Official
dessabki14@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Depati Parbo. RT. 001/000. Desa Pendung Hiang. Kecamatan Tanah Kampung. Kota Sungai Penuh. Provinsi Jambi
Location
Kota sungai penuh,
Jambi
INDONESIA
Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27158861     DOI : https://doi.org/10.47827/jer
EDU RESEARCH : Jurnal Penelitian Pendidikan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies), dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan proses pembelajaran. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak tiga bulan sekali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Articles 515 Documents
KESIAPAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Agun Sutrianto; Rahmi; Wulan Gontina; Rayandra Asyhar; Muhammad Rusdi
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.182

Abstract

This study aims to determine the readiness of teachers who teach in schools that are not driving schools in implementing the independent curriculum in the 2024/2025 school year. The population in this study were elementary, junior high, and high school / vocational school teachers in Jambi city, Padang city and Banyuasin Regency. The technique used in this study is a non-probality sampling technique, namely Quota sampling. Data collection through a questionnaire with the help of google form which contains 10 closed statements with a choice of 5 scales and 1 open statement. The data collected was analysed with the help of excel and then converted into qualitative data. Based on the analysis, it can be concluded that teachers in Jambi City, Padang City and Banyuasin Regency are ready to implement the independent curriculum in the 2024/2025 school year.
TRANSFORMASI KURIKULUM DAN INOVASI PEMBELAJARAN UNTUK MEMPERSIAPKAN MAHASISWA MENGHADAPI ABAD 21 Ali Ramatni; Pahmi; Dony Kristian; A. Darussalam; Singgih Prastawa; Muhammad Rifai
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.183

Abstract

This article discusses the importance of curriculum transformation and learning innovation in higher education to prepare students to face the challenges of the 21st century. In the era of globalisation and rapid technological development, students need to be equipped with 21st century skills such as critical thinking, creativity, collaboration, and effective communication. Curriculum transformation includes interdisciplinary integration, strengthening project-based learning, and developing soft competencies. Meanwhile, learning innovation can be done through the use of digital technology, problem-oriented learning, and the application of student-centred learning approaches. This article emphasises that a paradigm shift in higher education is needed so that graduates can adapt and contribute optimally in the 21st century era. Effective implementation of curriculum transformation and learning innovation will prepare students to become graduates who are superior, innovative, and able to compete at the global level.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI PENGUKURAN WAKTU, JARAK DAN KECEPATAN Sonya Fiskha Dwi Patri; Indah Purniyanti
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.184

Abstract

Pendidikan ditingkat dasar merupakan hal yang paling utama dan penting guna mengembangkan kemampuan dasar yang dibutuhkan oleh semua siswa untuk pendidikan tingkat lanjut. Oleh karena itu setiap siswa harus mampu menyerap materi yang disampaikan oleh guru dengan baik. Namun, masih banyak siswa sekolah dasar yang belum mampu menyerap seluruh materi yang disampaikan oleh guru. Salah satu nya siswa sekolah dasar di MI Yakti Kebonagung yang berdasarkan hasil observasi diperoleh informasi bahwa hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran matematika masih rendah dengan perolehan hasil tes belajar hanya 30,77% siswa yang tuntas. Oleh karena itu perlu diupayakan peningkatan hasil belajar siswa yaitu dengan model problem based learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian yang dilakukan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan 2 siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, serta refleksi. Subjek penelitian ini melibatkan siswa kelas V yang berjumlah 7 laki-laki dan 6 perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes hasil belajar. Hasil tes belajar pada tahap siklus 1 sebesar 69,23% siswa tuntas belajar dan pada siklus 2 terdapat peningkatan sebesar 92,31% siswa tuntas belajar dengan rata-rata nilai 81. Sehingga dengan penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
ANALISIS KEBERHASILAN IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DALAM PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN, DAN REKREASI (PJKR) DI PERGURUAN TINGGI Tri Alim Saputra Hidayat; Rahmat Syaifudin; Didik Cahyono; M. Torero Rigel Centeury; Muhammad Rifai; Ahmad Junaidi
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.185

Abstract

This study aims to analyse the successful implementation of Project Based Learning (PjBL) model in Physical Education, Health and Recreation (PJKR) study programmes in higher education. The PjBL model is considered suitable for achieving comprehensive learning objectives in the field of PJKR, but its success needs to be studied more deeply. This literature review includes a review of the concepts and characteristics of the PjBL model, as well as its potential in the context of CHDR in higher education. Various supporting factors and challenges that influence the implementation of PjBL in CHDR learning are identified through literature analysis. The results of the study indicate that the implementation of the PjBL model in CHDR can increase students' active involvement, develop holistic competencies, and encourage meaningful and contextualised learning. However, careful planning, infrastructure support, and the role of competent lecturers are needed to achieve successful implementation. In addition, challenges such as time allocation, project management, and appropriate assessment must be overcome for the PjBL model to be implemented effectively. This study concludes that the implementation of the PjBL model in CHDR in higher education has great potential, but requires comprehensive preparation and strategies to ensure its success. Recommendations for future research include empirical studies on the impact of PjBL implementation on the learning outcomes of PJKR students.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS INKUIRI TERBIMBING MATERI HUKUM NEWTON Zahra, Zahra; Syarifah Rita Zahara; Halimatus Sakdiah; Deassy Siska; Tulus Setiawan
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.188

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan: 1) untuk mengetahui kelayakan LKPD fisika berbasis Inkuiri Terbimbing pada materi Hukum Newton; 2) untuk mengetahui meningkatnya hasil belajar peserta didik setelah menggunakan LKPD berbasis Inkuiri Terbimbing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau research and development (R & D) dengan model ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA 1 yang berjumlah 27 orang, yang berlokasi disalah satu sekolah yang ada di Aceh Utara. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis masing-masing data adalah nilai kualitatif dan kuantitatif dari hasil validasi LKPD dan respons peserta didik. Hasil penelitian yang didapat adalah: 1) persentase kelayakan pengembangan LKPD yang didapat dari validator ahli materi sebesar 84,59% dengan kriteria sangat layak, dan persentase yang didapat dari validator ahli media sebesar 83,33% dengan kriteria sangat layak, serta persentase yang didapat dari validator ahli guru sebesar 91,17% dengan kriteria sangat layak; 2) hasil respons siswa pada uji coba pemakaian didapatkan persentase sebesar 83,75% dengan kriteria sangat menarik; 3) LKPD fisika berbasis Inkuiri Terbimbing dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan nilai N-Gain sebesar 0.64 dengan kriteria “sedang”. Maka dapat disimpulan LKPD fisika berbasis Inkuiri terbimbing dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN KETRAMPILAN ABAD 21 DALAM MENGHADAPI KURIKULUM MERDEKA DI PERGURUAN TINGGI Muhamad Saiin; Rosaniya E. Rehiara; Fahrur Rozi; Hamdiana; Muhammad Rifai; Meike Negawati Kesek
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.191

Abstract

The Merdeka Curriculum introduced by the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia is an effort to prepare university graduates who are ready to face the challenges of the 21st century. 21st century skills such as critical thinking, creativity, collaboration, and communication are the keys to success in this increasingly complex era. Universities need to develop learning strategies and innovations that can encourage the development of students' 21st century skills. This paper aims to examine how universities can develop students' 21st century skills in the context of the Merdeka Curriculum. The method used is a literature study by analysing various sources related to the Merdeka Curriculum and 21st century skills. The results show that universities need to change the learning paradigm, design a competency-based curriculum, adopt an active learning model, and create a learning environment that supports the development of 21st century skills. In addition, collaboration between universities, industry, and the community is also needed to ensure the suitability of graduate competencies with needs.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN VIRTUAL LAB PHET PADA PEMBELAJARAN FISIKA GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA Friska Br Bangun; Halimatus Sakdiah; Widya; Safriana; Desy Sary Ayunda
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa dengan menerapkan model Problem Based Learning berbantuan Virtual Lab PhET di MAS Ulumuddin Lhokseumawe, Penelitian ini menerapkan metode Quasi Eksperimen dengan desain non equivalent control group. Teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling, terdiri dari 50 siswa, di mana 25 siswa di kelas XI-D sebagai kelas eksperimen serta 25 siswa pada kelas XI-C sebagai kelas kontrol di MAS Ulumuddin Lhokseumawe. Metode pengumpulan data terdiri dari tes pilihan ganda serta non-tes berupa angket. Untuk analisis data, dilakukan uji prasyarat seperti normalitas dan homogenitas, serta uji hipotesis dan NGain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata Posttest eksperimen 80,52 dan Posttest kelas kontrol yaitu 67,52. Sesuai hasil uji hipotesis dengan uji parametrik yaitu independent t-Test, H0 ditolak dan Ha diterima, karena hasil sig 2-tailed sebesar 0,001 lebih kecil dari signifikan 0,05 atau terdapat pengaruh model Problem Based Learning berbantuan Virtual Lab PhET terhadap peningkatan pemahaman konsep. Sedangkan hasil rata-rata N-Gain score untuk kelas eksperimen yaitu 0,7, termasuk kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep pada kelas eksperimen yang menerapkan model Problem Based Learning berbantuan Virtual lab PhET.
KOMPARASI KONSEP ADAB DAN ETIKA AKADEMIK ANTARA MAHASISWA DI FAKULTAS KEAGAMAAN DAN FAKULTAS UMUM UIN SUMATERA UTARA Puspita, Tri Dela; Irwansyah; Windra, Najla Fazila; Naysilla, Aura
EDU RESEARCH Vol 5 No 3 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i3.193

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan konsep adab dan etika akademik pada mahasiswa fakultas keagamaan dan umum. Studi deskriptif kualitatif pada mahasiswa Fakultas Agama dan Fakultas Umum. Pengumpulan data melalui observasi, survei online, dan pencatatan. Untuk mengevaluasi reduksi, penyajian, dan kesimpulan data. Wawancara semi-terstruktur digunakan untuk mengumpulkan sudut pandang, pengalaman, dan kesan responden tentang topik penelitian. Penelitian ini mewawancarai 40 mahasiswa - 20 dari Fakultas Agama dan 20 dari fakultas umum. Mayoritas responden berusia di bawah 20 tahun (67,5%) dan sebagian besar adalah perempuan (77,5%). Responden terbagi rata dari kedua fakultas (masing-masing 50%) dan mayoritas memulai studi setelah tahun 2020 (97,5%), menunjukkan adanya perubahan dalam budaya akademik dan teknologi. Mahasiswa fakultas keagamaan mengartikan adab sebagai etika, tata krama, dan perilaku baik berdasarkan ajaran agama. Sebaliknya, mahasiswa fakultas umum memandang adab sebagai nilai dan perilaku yang menciptakan suasana belajar sopan dan bermartabat. Etika akademik bagi mahasiswa fakultas keagamaan mencakup prinsip-prinsip moral dan nilai-nilai luhur seperti kejujuran dan integritas. Bagi mahasiswa fakultas umum, etika akademik adalah seperangkat prinsip moral yang mengatur perilaku profesional dan keputusan moral dalam kegiatan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa fakultas keagamaan lebih menekankan pentingnya adab dan etika akademik (50%) dibandingkan mahasiswa fakultas umum (47,5%). Untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan adab serta etika akademik di kampus, direkomendasikan penyelenggaraan seminar, workshop, diskusi terbuka, penegakan aturan konsisten, dan pengembangan program pengawasan. Mahasiswa fakultas keagamaan menyoroti pentingnya sosialisasi dan kampanye kesadaran, sedangkan mahasiswa fakultas umum menekankan pendidikan dan pelatihan rutin serta penciptaan budaya akademik yang menghargai kejujuran dan integritas. Perbedaan utama antara adab dan etika akademik menurut mahasiswa fakultas keagamaan adalah bahwa adab berfokus pada norma perilaku sosial, sedangkan etika akademik menekankan prinsip-prinsip moral dan nilai intelektual. Mahasiswa fakultas umum melihat adab sebagai norma perilaku sehari-hari, sementara etika akademik berfokus pada prinsip moral dan nilai-nilai dalam kegiatan akademik
KEMAJUAN TEKNOLOGI 5G MEMPERCEPAT ADOPSI DAN INOVASI IOT TERHADAP PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI Unan Yusmaniar Oktiawati; Ernawita; Syamsul Anwar; Ali Ramatni; Jacobus Wiwin Kuswinardi; Joni Wilson Sitopu
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.194

Abstract

This article presents a literature review on the impact of 5G technology advancements in accelerating Internet of Things (IoT) adoption and innovation in educational environments, particularly in higher education. 5G technology has brought significant changes in the digital ecosystem, offering faster, more reliable, and efficient connectivity. This literature review explores how 5G technology has driven the acceleration of IoT adoption and innovation in higher education in various aspects, such as teaching and learning, campus management, student services, and research and development. The review identifies several key benefits of 5G-enabled IoT integration in higher education, including improved operational efficiency, personalised services, increased student engagement, optimised use of resources, and improved research and development quality. However, this review also reveals the challenges that must be faced in implementing 5G-based IoT solutions, such as security issues, data privacy, and infrastructure readiness and human resource competencies. The conclusion of this literature review highlights that advances in 5G technology have accelerated IoT adoption and innovation in higher education, opening up significant digital transformation opportunities in the higher education ecosystem. However, strategic and comprehensive planning is required to optimise the potential of 5G-based IoT and overcome the challenges that come with it
INTEGRASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI : STUDI KASUS PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI Imam Prawiranegara Gani; Unan Yusmaniar Oktiawati; Hayati; Abraham Manuhutu; Riri Wulandari; Ade Taufan
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.195

Abstract

Technological infrastructure issues include hardware shortages, lack of skills and competencies in integrating digital technology into learning processes, lack of motivation and motivation for students to use digital technology in economic learning, insufficient integration of digital content, and unclear guidelines and policies from school authorities regarding digital integration in learning processes. This study aims to analyse the integration of digital technology in teaching economics to students of Gorontalo State University. The research method used is a case study with a qualitative approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results showed that the integration of digital technology in teaching economics at Gorontalo State University has been carried out in several forms, such as the use of e-learning platforms, the utilisation of digital economic applications, and the development of digital content. The obstacles faced include infrastructure readiness, lecturer competence, and student interest in learning. Strategies to overcome these obstacles are improving digital facilities, training lecturers, and strengthening student learning motivation. This research implies that the integration of digital technology in teaching economics can improve the quality of learning and student competence, and support digital transformation in educational institutions.