cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Surakarta Gedung H Kampus 2 - UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
ISSN : 24599727     EISSN : 25808834     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Seminar Nasional Teknik Sipil UMS merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 324 Documents
Evaluasi Kinerja Supply Chain pada Konstruksi Gedung Sekolah dengan Menggunakan Pendekatan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: Supply Chain Tiang Pancang Pembangunan SDN Mojo Kota Surakarta) Herawaty, Shinta Putri; Nugroho, Munajat Tri; Qomarun, Q
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supply chain berperan penting dalam proyek konstruksi, kinerja supply chain yang optimal dapat meningkatkan efisiensi proyek, menghemat biaya, serta mempersiapkan perusahaan dalam menghadapi perssaingan antar rekanan. Penelitian ini dibatasi untuk mengevaluasi kinerja supply chain pada tiang pancang dan bertujuan untuk mengidentifikasi bobot pengaruh setiap kriteria SCOR terhadap pengukuran kinerja supply chain tiang pancang menggunakan metode AHP, pengukuran kinerja supply chain dilakukan menggunakan metode SCOR versi 11, hasil dari pengukuran kemudian dilakukan identifikasi dan memberikan saran perbaikan terhadap kinerja supply chain yang rendah. Hasil penelitian kinerja SCOR yang diperlukan dalam pengukuran kinerja supply chain tiang pancang pada proyek pembangunan SDN Mojo Kota Surakarta adalah Perfect Order Fulfillment (POF), Order Fulfillment Cycle Time (OFCT), Upside Supply Chain Flexibility (USCF), dan Overall Value at Risk (OVR). Bobot pengaruh Perfect Order Fulfillment (POF) SCOR terhadap pengukuran kinerja supply chain adalah 25%. Bobot pengaruh Order Fulfillment Cycle Time (OFCT) SCOR terhadap pengukuran kinerja supply chain adalah 29%. Bobot pengaruh Upside Supply Chain Flexibility (USCF) SCOR terhadap pengukuran kinerja supply chain adalah 23%. Bobot pengaruh Overall Value at Risk (OVR) SCOR terhadap pengukuran kinerja supply chain adalah 23%. Kinerja supply chain pada proyek Pembangunan SDN Mojo Kota Surakarta dengan menggunakan metode SCOR versi 11 adalah 9,479.
Analisis Implementasi BIM terhadap Nilai Limbah Pekerjaan Struktur dan Evaluasi Pengelolaannya menggunakan Waste Management Performance Evaluation Tool (WMPET) (Studi Kasus: Proyek Pembangunan SMP N 6 Surakarta) Alviana, Indri; Amar, Tsulis Iqbal Khairul; Priyanto, Budi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi berperan besar menghasilkan limbah konstruksi yang signifikan. Pengelolaan limbah konstruksi yang efisien berperan penting dalam mendukung praktik konstruksi yang berkelanjutan. BIM dapat menjadi salah satu solusi pada tahapan perencanaan untuk mengurangi terciptanya limbah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis selisih nilai limbah konstruksi pada pekerjaan struktur dengan implementasi Building Information Modelling (BIM) dan mengevaluasi efektivitas pengelolaan limbah konstruksi berdasarkan sistem penilaian Waste Management Performance Evaluation Tool (WMPET). Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan SMP N 6 Surakarta. Penelitian ini membandingkan nilai limbah konstruksi pekerjaan struktur pada tahapan perencanaan antara metode konvensional dengan BIM, dan mengukur tingkat efektivitas pengelolaan limbah berdasarkan penilaian WMPET. Dari tujuan pertama, di dapatkan selisih nilai limbah konstruksi sebesar Rp44.187.356,13 melalui implementasi BIM yang menunjukkan adanya penghematan biaya. Temuan pada tujuan kedua mengindikasikan bahwa pengelolaan limbah yang dinilai tidak efektif berdasarkan sistem penilaian WMPET.
Literature Review: Perawatan Jembatan Kereta Api Aprisandi, Dasa; Kristia, Elisabet Merida; Anggraini, Endah
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan jembatan kereta api merupakan tantangan signifikan yang dihadapi oleh banyak negara. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penelitian sebelumnya yang relevan dengan perawatan jembatan kereta api dan mengidentifikasi celah penelitian yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic literature review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA. Proses SLR dimulai dengan perencanaan yang melibatkan perumusan kriteria pencarian, yang menghasilkan 500 artikel potensial. Tahap identifikasi, pencarian literatur awal berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan menghasilkan 240 artikel. Selanjutnya, pada tahap penyaringan, artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang lebih spesifik, menghasilkan 186 artikel pada fase pertama dan 23 artikel pada fase kedua, yang hanya mencakup publikasi jurnal. Tahap kelayakan melibatkan penilaian mendalam terhadap artikel yang tersisa, di mana hanya artikel dengan topik utama "Maintenance of Railway Bridges" yang dipilih, menghasilkan 5 artikel. Akhirnya, pada tahap inklusi, dilakukan pembacaan lengkap dan analisis kritis terhadap 5 artikel terpilih untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam mengenai celah penelitian yang ada dalam bidang perawatan jembatan kereta api. Hasil dari proses ini ditampilkan dalam diagram PRISMA, yang menunjukkan tahapan seleksi literatur dalam SLR. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan strategi perawatan jembatan kereta api yang lebih efektif dan efisien.
Evaluasi Kinerja Waktu dan Biaya menggunakan Metode Time Cost Trade Off pada Proyek Peningkatan Jalan Ngadirojo-Giriwoyo Tahun Anggaran 2024 Aziza, Wafi Adwiya; Amar, Tsulis Iqbal Khairul; Sahid, Muh. Nur; Priyanto, Budi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan dalam proyek konstruksi dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan risiko denda. Penelitian ini dilakukan pada Proyek Peningkatan Jalan Ngadirojo-Giriwoyo yang mengalami keterlambatan 9% pada minggu ke-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi biaya dan waktu akhir proyek serta mencari alternatif percepatan paling efisien. Metode yang digunakan adalah Earned Value Analysis (EVA) untuk menilai kinerja proyek dan Time Cost Trade Off (TCTO) untuk menentukan alternatif percepatan dengan biaya minimum. Berdasarkan Earned Value Analysis, estimasi biaya akhir proyek sebesar Rp 12.304.820.282,75 dengan estimasi waktu akhir adalah 30 minggu. Nilai Indeks Kinerja Biaya (CPI) < 1 dan Indeks Kinerja Waktu (SPI) < 1 menunjukkan bahwa proyek berjalan tidak efisien baik dari segi biaya dan waktu, sehingga diperlukan alternatif percepatan. Hasil dari analisis Time Cost Trade Off (TCTO) menunjukkan bahwa penambahan 3 jam kerja per hari menghasilkan durasi percepatan sebesar 44,5 hari dengan total biaya sebesar Rp 5.543.036.583,73, yang merupakan alternatif paling efisien dibandingkan penambahan 2 dan 4 jam kerja.
Analysis The Potential of Building Information Modeling (BIM) and Lean Construction in Reducing Construction Waste through Modeling: A Case Study of SMP Negeri 6 Surakarta Batee, Arvin Rabbani; Amar, Tsulis Iqbal Khairul; Priyanto, Budi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The construction industry has a significant contribution to the generation of construction waste which has the potential to increase costs and cause environment impacts if not managed optimally. This study aims to analyze the effect of the application of Building Information Modeling (BIM) and Lean Construction principles in reducing construction waste in the construction project of SMP Negeri 6 Surakarta. The methods used in this research include the utilization of BIM for waste estimation and calculation and the Delphi method to identify the main factors causing waste generation. The results showed that BIM-based planning using Autodesk Revit contributed positively to the reduction of construction waste, with a decrease in the percentage of reinforcement steel waste by 4.83% and concrete waste by 8.55%. The main factors contributing to waste generation include initial design that does not consider aspects of material efficiency, material waste due to overuse, inefficiency in the implementation process, repetition of work, and lack of control over ready mix concrete and site mix. In addition, material damage at the procurement stage is also one of the significant causes of construction waste generation. These findings indicate that the application of BIM and Lean Construction can be an effective strategy for reducing construction waste and improving resource efficiency in development projects.
Proporsi Waste Level pada Proyek Pembangunan Kantor PT. X di Surabaya Nalindri, Intan Rizqi; Beatrix, Michella
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara berkembang, Indonesia menghadapi tantangan dalam sektor pembangunan, terutama di bidang perumahan, perhotelan, dan infrastruktur jalan. Pertumbuhan proyek-proyek ini berpotensi menghasilkan limbah konstruksi yang signifikan, sehingga pengelolaan lingkungan menjadi perhatian utama. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini adalah lean construction, yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan dalam proses konstruksi. Penelitian ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Kantor PT. X di Surabaya, dengan fokus mengidentifikasi jenis material yang berpotensi menimbulkan limbah dari struktur lantai 1 dan lantai 2 serta menganalisis waste level dari material tersebut. Metode pendekatan lean construction dan analisa pareto digunakan untuk menentukan material dengan volume terbesar yang berpotensi menjadi limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis material yang menimbulkan limbah dalam proyek ini adalah ready mix dan besi ulir D10, D13 dan D16 dengan proporsi waste level masing-masing sebesar 0,23%, 2,08%, 1,45%, dan 2,06%.
Analisis Waste Material pada Proyek Pembangunan Gedung Dishub Kabupaten Karanganyar Munawar, Agil Husein Ali; Amar, Tsulis Iqbal Khairul; Rizana, Rama; Maghfuri, Syakir
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste material konstruksi adalah bahan-bahan yang tidak terpakai atau dibuang selama proses konstruksi bangunan atau infrastruktur. Pada proyek pembangunan gedung DISHUB Kabupaten Karanganyar luas bangunannya tidaklah luas tetapi mempunyai banyak ruangan atau sekat. Banyaknya sekat pada proyek tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan potongan material sehingga menghasilkan waste material. Tujuannya studi guna melihat material yang mempunyai potensi jadi waste level, melihat waste cost serta waste index yang dihasilkannya material sisa serta mengidentifikasinya penyebab faktor-faktor waste material. Dari hasil analisa Pareto maka material memiliki waste level terbesar yaitu Besi dengan waste level sebesar 4.905%, sedangkan nilai waste cost terbesar yakni bekisting dengan waste cost sebesar Rp. 10,406,481.894, serta nilai waste index yaitu sebesar 0.169 m3/m2. Faktor waste material yang berpengaruh besar terhadap proyek DISHUB Kabupaten Karanganyar adalah kategori residual dengan variable sisa pemotongan material tidak bisa dipergunakan lagi, kesalahannya dalam memotong material, serta sisa material karena proses pemakaian. Partisipan sepakat ketiga variabel tersebut memiliki perhitungan bobot skor yang sama yaitu 100%.
Analisis Biaya dan Produktivitas Alat Berat pada Pekerjaan Pemadatan Tanah Proyek Taman Wisata Religi Salatiga terhadap Waktu Tahun Anggaran 2024 Budiyanto, Rezal Nur; Sahid, Muhammad Nur; Amar, Tsulis Iqbal Khairul; Magfirona, Alfia
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam proyek konstruksi, efisiensi waktu dan biaya sangat dipengaruhi oleh produktivitas alat berat. Penggunaan alat berat yang tepat dan efektif dapat mempercepat proses konstruksi dan mengurangi waktu serta biaya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis besar nilai produktivitas alat berat dan menganalisis perbandingan produktivitas alat berat terhadap waktu perencanaan dan waktu pelaksanaan pada pekerjaan pemadatan tanah proyek lanjutan taman wisata religi Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang melibatkan pendekatan matematis untuk mengumpulkan dan menganalisis data sehingga penelitian ini dapat direncanakan dan disusun secara terstruktur untuk mencapai hasil yang diinginkan. Hasil analisis dari penelitian ini yaitu didapat produktivitas rencana Excavator Kobelco SK 200 sebesar 153,450 m3/jam sedangkan untuk produktivitas realisasi sebesar 35,436 m3/jam, produktivitas rencana Dump Truck Mitsubishi HD125PS sebesar 9,051 m3/jam sedangkan untuk produktivitas realisasi sebesar 11,324 m3/jam, produktivitas rencana Bulldozer Komatsu D31E sebesar 73,694 m3/jam sedangkan untuk produktivitas realisasi sebesar 47,209 m3/jam, produktivitas rencana Vibro Roller Dynapac CA250D sebesar 252,557 m3/jam sedangkan untuk produktivitas realisasi sebesar 272,031 m3/jam. Berdasarkan hasil analisis didapat bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan pemindahan dan pemadatan tanah memerlukan waktu lebih lama 6 hari dibandingkan dengan waktu rencana. Biaya yang dikeluarkan saat pelaksanaan sebesar Rp. 1.569.041.086,62,- sedangkan pada saat perencanaan sebesar Rp. 1.557.136.116,06,- dengan selisih biaya sebesar Rp. 11.904.970,56,- dimana biaya pada pelaksanaan lebih mahal dibandingkan dengan biaya perencanaan. Suatu proyek dianggap sukses jika kontraktor memperoleh keuntungan yang optimal, pemilik menerima hasil yang memuaskan, dan proyek diselesaikan tepat waktu. Produktivitas alat berat adalah faktor yang menentukan kesuksesan suatu proyek yang melibatkan alat berat di dalam pelaksanaannya.
Perbandingan Produktivitas Pelaksanaan Pemasangan Box Culvert antara Metode Konvensional dengan Precast di Proyek Tol Solo-Yogyakarta terhadap Biaya dan Waktu Tahun Anggaran 2024 Alghifari, Fauzan Farrel; Sahid, Muhammad Nur; Amar, Tsulis Iqbal Khairul; Magfirona, Alfia
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pemasangan box culvert dalam proyek Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta merupakan bagian dari infrastruktur yang mendukung sistem drainase. Pekerjaan ini memiliki tantangan yaitu, bagaimana memaksimalkan produktivitas sumber daya yang digunakan, tanpa mengorbankan kualitas, biaya, dan waktu yang direncanakan. Penelitian ini membandingkan produktivitas, biaya dan waktu pemasangan box culvert konvensional di STA 40+263 dan box culvert precast secara kuantitatif dengan Microsoft Excel serta mengetahui metode pelaksanaan pemasangannya melalui observasi dan studi literatur. Pada metode konvensional membutuhkan biaya yang lebih sedikit, yaitu Rp. 1.009.214.819,72 karena biaya pelaksanaan dan material lebih murah, namun waktu pelaksanaan metode ini lebih lama (67 hari) karena pelaksanaannya terdapat proses pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran beton ready mix, pelepasan bekisting dan proses curing beton. Sebaliknya, metode precast membutuhkan biaya yang lebih besar, yaitu Rp. 1.062.848.881,09 dikarenakan pelaksanaannya yang menggunakan mobile crane dan material produksi yang lebih mahal, namun waktu pelaksanaan metode ini lebih cepat (40 hari) dikarenakan pada badan box culvert hanya terdapat proses instalasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi kedua metode untuk memberikan rekomendasi manajemen proyek yang optimal. Hasil menunjukkan metode konvensional dipilih oleh proyek Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta karena biaya lebih rendah dan ketersediaan beton siap pakai dari PT Adhi Persada Beton.
Analisis Faktor Risiko Tahap Pembebasan Lahan pada Pengembangan Perumahan di Kabupaten Boyolali Nugraha, Aditya; Priyanto, Budi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan rumah tinggal mengalami peningkatan seiring meningkatnya jumlah penduduk, peningkatan kebutuhan perumahan tentu dimanfaatkan oleh pengembang dan pelaku konstruksi lainnya untuk membangun perumahan, Dengan adanya peningkatan akan kebutuhan perumahan maka memerlukan lahan yang cukup untuk membangun perumahan. Langkah-langkah yang dapat diambil yaitu dengan pembebasan lahan, dalam membebaskan lahan tentu terdapat kendala yang akan dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkategorikan risiko tahap pembebasan lahan pada pengembangan perumahan di Kabupaten Boyolali. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Uji instrumen penelitian menggunakan SPSS. Analisa data menggunakan ISO 31000 untuk menentukan kategori risiko. Berdasarkan hasil analisis tersebut mendapatkan 17 faktor risiko tahap pembebasan lahan dan 15 antaranya masuk dalam kategori risiko tinggi, 3 di antaranya adalah tingginya biaya balik nama mendapatkan nilai R paling tinggi sebesar 10,65, terhambat birokrasi pengurusan perizinan dengan nilai R 10,24, Inkonsisten dalam membuat kebijakan (perubahan kebijakan/aturan dari pemerintah) dengan nilai R sebesar 10,13.