cover
Contact Name
Andi Anshari Bausad
Contact Email
abausad@gmail.com
Phone
+6282339932942
Journal Mail Official
abausad@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pemuda No 59A Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Gelora: Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram
ISSN : 23554355     EISSN : 28072227     DOI : 10.33394/gjpok
Journal of Sports and Health Education IKIP Mataram published by the Sports and Health Education Study Program and managed by the Faculty of Sports and Public Health (FIKKM) Mandalika University of Education (UNDIKMA), contains scientific articles in the form of research results and literature studies in Indonesian and English . Published twice a year in March and September, covering the study of science and teaching in the field of sports and health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
Analisis Kesehatan Mental Pesilat Perisai Diri Lombok Utara Sastriawan, Deddy; Oemar, Fitry Nachamory
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20582

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab masalah utama mengenai tingkat kesehatan mental pesilat Perguruan Perisai Diri Kabupaten Lombok Utara. Premis utama penelitian berangkat dari kebutuhan pembinaan pencak silat yang tidak hanya menekankan penguasaan teknik, kondisi fisik, dan prestasi kompetitif, tetapi juga kesiapan psikologis, pengendalian emosi, kepercayaan diri, serta kemampuan mengelola tekanan latihan dan pertandingan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah seluruh pesilat aktif Perguruan Perisai Diri Kabupaten Lombok Utara sebanyak 18 orang, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa kuesioner kesehatan mental berbasis skala Likert empat pilihan yang mengukur dua dimensi utama, yaitu psychological distress dan psychological well-being. Setelah uji coba instrumen, 31 butir dinyatakan valid dengan koefisien korelasi item lebih besar dari r-tabel 0,468, sedangkan reliabilitas instrumen menunjukkan Cronbach alpha sebesar 0,940 dengan kategori sangat tinggi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kesehatan mental pesilat sebesar 85, berada pada kategori baik dan mendekati batas kategori sangat baik. Secara distribusional, 9 pesilat (50%) berada pada kategori sangat baik, 7 pesilat (39%) berada pada kategori baik, dan 2 pesilat (11%) berada pada kategori sedang; tidak terdapat pesilat pada kategori kurang maupun sangat kurang. Temuan ini menegaskan bahwa mayoritas pesilat memiliki kondisi mental adaptif, ditandai oleh kesejahteraan psikologis yang memadai, dukungan sosial, dan kemampuan mengelola tekanan. Kesimpulannya, kesehatan mental pesilat Perguruan Perisai Diri Kabupaten Lombok Utara berada pada kategori baik-sangat baik, namun pembinaan mental tetap perlu diprogramkan secara sistematis untuk menjaga konsistensi performa. Kata Kunci: Kesehatan mental; pencak silat; psychological distress; psychological well-being.
Peran Pelatih Dalam Pengembangan Teknik Shooting Pemain Sepak Bola Saputra, Emen; Akhmad, Noor
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20583

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pelatih dalam mengembangkan teknik shooting yang efektif pada pemain sepak bola di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana pelatih merencanakan latihan, memberikan demonstrasi teknik, melakukan koreksi gerak, serta mengevaluasi ketepatan shooting pemain. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek seluruh pemain sepak bola yang aktif mengikuti pembinaan di Kecamatan Lambu sebanyak 15 orang. Data dikumpulkan melalui tes ketepatan shooting ke sasaran, observasi pelaksanaan latihan, dokumentasi kegiatan, dan telaah terhadap kualifikasi pelatih berupa Lisensi Kepelatihan D PSSI. Instrumen utama berupa tes shooting dari jarak 16,5-meter dengan dua kali percobaan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, rerata, dan interpretasi kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 pemain (46,67%) berada pada kategori baik, 5 pemain (33,33%) berada pada kategori cukup, dan 3 pemain (20,00%) berada pada kategori kurang, sedangkan tidak ada pemain yang mencapai kategori baik sekali atau kurang sekali. Temuan ini menunjukkan bahwa peran pelatih telah berkontribusi positif terhadap penguasaan teknik shooting, terutama melalui latihan yang terstruktur, demonstrasi teknik kaki bagian dalam dan punggung kaki, serta evaluasi langsung di lapangan. Namun, belum tercapainya kategori baik sekali menandakan perlunya peningkatan variasi latihan, intensitas, dan evaluasi individual. Kebaruan artikel ini terletak pada pemetaan empiris peran pelatih daerah berlisensi dalam pembinaan shooting berbasis tes sasaran sederhana. Hasil penelitian dapat menjadi dasar penguatan program latihan shooting di tingkat kecamatan. Kata Kunci: Peran pelatih; teknik shooting; sepak bola; ketepatan shooting; pembinaan daerah.
Pengaruh Running with The Ball dan Z-Pattern terhadap Kemampuan Dribbling Sepak Bola Asparegi, Henzidan; L. E, Balkis Ratu Nurul; Bausad, Andi Anshari
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20585

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh latihan running with the ball dan z-pattern terhadap kemampuan dribbling pemain sepak bola Raya FC Kecamatan Pringgarata. Masalah penelitian berangkat dari temuan lapangan bahwa pemain masih sering menggiring bola terlalu jauh dari jangkauan kaki, kehilangan penguasaan bola, dan kurang efektif melewati lawan saat pertandingan. Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif eksperimen dengan model two-group pre-test and post-test yang dalam pelaporan penelitian ini dianalisis sebagai perubahan berpasangan karena seluruh subjek menerima program latihan teknik dribbling selama enam minggu. Sampel berjumlah 18 pemain yang dipilih secara purposive dari populasi pemain Raya FC. Instrumen penelitian adalah tes menggiring bola berbasis waktu, dengan tiga kesempatan pengukuran dan skor terbaik dicatat sebagai hasil tes. Program latihan dilaksanakan 18 kali pertemuan, tiga kali per minggu, melalui kombinasi running with the ball untuk melatih dorongan bola pada ruang terbuka dan z-pattern untuk melatih kontrol arah, perubahan lintasan, serta koordinasi kaki-bola saat melewati cone. Hasil menunjukkan penurunan waktu dribbling dari pre-test (M = 20.32 detik; SD = 0.20) menjadi post-test (M = 19.34 detik; SD = 0.41). Selisih rata-rata peningkatan adalah 0.98 detik atau sekitar 4.80%, dengan uji t berpasangan menghasilkan t (17) = 8.666, p < 0,001, dan effect size dz = 0.912. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi latihan linear cepat dengan bola dan latihan pola zig-zag efektif meningkatkan efisiensi dribbling pemain. Program dapat digunakan pelatih sebagai bentuk latihan teknik yang sederhana, progresif, dan mudah diterapkan pada konteks klub lokal. Kata Kunci: Running with the ball; z-pattern; dribbling; sepak bola; latihan teknik.
Efektivitas Latihan Rondos Dan Passing Games Terhadap Keterampilan Passing-Stopping Pemain Usia Dini Pranata, M. Indra; Primayanti, Intan; Jamaludin, Jamaludin
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20586

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas variasi latihan rondos 4 on 2 plus 2 zona play dan passing games 4 on 4 plus 2 terhadap keterampilan passing dan stopping pemain U-10 SSB Taliwang Maras. Masalah penelitian berangkat dari rendahnya kualitas passing-stopping pemain usia dini yang terlihat dari penggunaan latihan yang masih monoton, kurang berbasis situasi permainan, dan belum memberi tekanan pengambilan keputusan yang cukup. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 pemain U-10 yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 10 pemain kelompok rondos dan 10 pemain kelompok passing games. Instrumen yang digunakan adalah tes sepak tahan bola selama 30 detik. Perlakuan diberikan selama enam minggu melalui 18 pertemuan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa kelompok rondos meningkat dari rerata 5,60 menjadi 7,60, dengan selisih 2,00 poin, t (9) = 9,487, p<0,001, dan effect size dz=3,00. Kelompok passing games meningkat dari rerata 5,60 menjadi 7,50, dengan selisih 1,90 poin, t (9) = 10,585, p<0,001, dan effect size dz=3,35. Perbandingan peningkatan menunjukkan rondos sedikit lebih unggul secara praktis karena menghasilkan rerata post-test dan kenaikan absolut yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa latihan berbasis permainan, terutama rondos dengan superioritas numerik dan perpindahan zona, efektif untuk memperbaiki akurasi operan, kontrol bola pertama, dukungan ruang, orientasi tubuh, dan keputusan sederhana pada pemain usia dini. Kata Kunci: Rondos; Passing Games; Passing; Stopping; Sepak Bola Usia Dini.
Pengaruh Latihan Dead Leg Step Up dan Single Leg Bent Knee Calf Raise Terhadap Hasil Lari 100 Meter Hidayat, Muhammad; Syah, Herman; Satrianingsih, Baiq
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20587

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan dead leg step up dan single leg bent knee calf raise berpengaruh terhadap hasil lari 100-meter siswa putra SMAN 1 Seteluk KSB. Masalah penelitian berangkat dari rendahnya hasil kecepatan lari 100-meter yang teramati dalam pembelajaran dan pembinaan atletik, terutama pada aspek dorongan tungkai, koordinasi langkah, serta kemampuan mempertahankan kecepatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen semu dengan desain pre-test and post-test. Perlakuan dilakukan melalui latihan dead leg step up dan single leg bent knee calf raise selama kurang lebih enam minggu. Instrumen utama adalah tes lari sprint 100-meter dengan pencatatan waktu terbaik. Data dianalisis menggunakan uji-t terhadap selisih hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok dead leg step up mengalami penurunan rerata waktu dari 11,63 detik menjadi 11,46 detik, sedangkan kelompok single leg bent knee calf raise menurun dari 11,60 detik menjadi 11,36 detik. Nilai t-hitung masing-masing sebesar 9,990 dan 10,540, lebih besar daripada t-tabel 2,447 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, kedua bentuk latihan dinyatakan efektif meningkatkan hasil lari 100-meter. Temuan ini menegaskan bahwa latihan penguatan tungkai satu kaki dan penguatan otot betis dapat menjadi alternatif praktis dalam pembelajaran atletik sekolah karena sesuai dengan kebutuhan akselerasi, dorongan, stabilitas, dan ritme langkah sprint. Novelty penelitian terletak pada penerapan dua latihan sederhana berbasis berat badan dan alat minimal dalam konteks siswa SMA daerah, sehingga dapat direplikasi oleh guru PJOK dan pelatih sekolah. Kata Kunci: Dead Leg Step Up; Single Leg Bent Knee Calf Raise; Lari 100 Meter; Sprint; Atletik Sekolah.
Pengaruh Latihan Slalom Feint Untuk Meningkatkan Kemampuan Shooting Pemain Sepak Bola Faroni, Muhammad Indra Feri; Muhaimin, Ali; Zainuddin, Fadli
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan shooting on goal with opening on slalome course (feint) terhadap kemampuan shooting sepak bola pada pemain Kuripan Timur. Permasalahan utama penelitian berangkat dari rendahnya akurasi shooting pemain, yang ditandai dengan banyaknya tendangan melenceng ke sisi kiri dan kanan gawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seluruh pemain Kuripan Timur sebanyak 18 orang, sehingga penelitian ini termasuk studi populasi. Instrumen yang digunakan adalah tes Shooting Bobby Charlton dengan pembagian wilayah skor pada gawang. Perlakuan diberikan melalui latihan shooting on goal with opening on slalome course (feint) selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Data dianalisis menggunakan uji-t untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor total pre-test sebesar 1220 meningkat menjadi 1410 pada post-test. Rata-rata skor shooting meningkat dari 67,78 menjadi 78,33, dengan kenaikan 10,56 poin atau sekitar 15,57%. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t-hitung sebesar 7,566 lebih besar daripada t-tabel 1,740 pada taraf signifikansi 5%. Temuan ini menjawab hipotesis bahwa latihan shooting on goal with opening on slalome course (feint) berpengaruh signifikan terhadap kemampuan shooting pemain. Latihan ini efektif karena memadukan dribbling, gerak tipu, perubahan arah, dan penyelesaian akhir ke gawang, sehingga lebih menyerupai situasi permainan. Kata Kunci: Latihan Shooting; Slalom Feint; Akurasi Shooting; Sepak Bola; Pretest-Posttest.
Pengaruh Latihan Dumbbell Press dan Medicine Ball Wall Throw Terhadap Kecepatan Pukulan Gyaku Tsuki Karateka Sukma, Adek Satia; Wahyudi, Johan
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i2.20605

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan dumbbell press dan medicine ball wall throw berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan pukulan gyaku tsuki karateka Dojo Sidekarye Prestasi (SDKP). Latar belakang penelitian didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa beberapa karateka masih memiliki pukulan gyaku tsuki yang lambat, kurang eksplosif, dan mudah diantisipasi lawan dalam situasi kumite. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain pre-test post-test two treatment design. Sampel penelitian berjumlah 20 karateka yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu 10 atlet kelompok dumbbell press dan 10 atlet kelompok medicine ball wall throw. Instrumen penelitian berupa tes kecepatan pukulan gyaku tsuki selama 30 detik dengan tiga kesempatan, dan skor terbaik digunakan sebagai data analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok dumbbell press meningkat dari rerata 51,10 menjadi 73,40 pukulan per 30 detik, dengan peningkatan rerata 22,30 dan nilai t-hitung 13,515 > t-tabel 1,833. Kelompok medicine ball wall throw meningkat dari rerata 48,70 menjadi 67,50 pukulan per 30 detik, dengan peningkatan rerata 18,80 dan nilai t-hitung 11,359 > t-tabel 1,833. Dengan demikian, kedua hipotesis diterima. Temuan ini menegaskan bahwa latihan kekuatan berbasis beban bebas dan latihan pliometrik berbasis medicine ball sama-sama efektif meningkatkan kecepatan pukulan gyaku tsuki, meskipun peningkatan lebih besar tampak pada kelompok dumbbell press. Kata Kunci: Dumbbell Press; Medicine Ball Wall Throw; Gyaku Tsuki; Karate; Kecepatan Pukulan.
Pengaruh Latihan Sprint terhadap Teknik Tendangan Sabit pada Ekstrakurikuler Pencak Silat Alfaridzi, Ahmad; Muhaimin, Ali; Zainuddin, Fadli
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i2.20606

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan sprint berpengaruh signifikan terhadap peningkatan teknik tendangan sabit pada siswa peserta ekstrakurikuler pencak silat SMAN 2 Praya. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan pencak silat sebagai olahraga prestasi yang menuntut penguasaan teknik serangan cepat, kuat, dan tepat, terutama tendangan sabit yang bernilai strategis dalam pertandingan. Masalah utama yang ditemukan ialah sebagian siswa belum menunjukkan teknik tendangan sabit yang optimal, khususnya pada kecepatan lecutan tungkai, keseimbangan saat menendang, ketepatan lintasan, dan kualitas sikap akhir. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe non-equivalent control group design. Sampel berjumlah 24 siswa ekstrakurikuler pencak silat, terdiri atas 12 siswa kelompok eksperimen yang memperoleh latihan sprint dan 12 siswa kelompok kontrol yang mengikuti latihan rutin. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan teknik tendangan sabit dengan indikator sikap awal, lintasan tendangan, keseimbangan, ketepatan sasaran, kecepatan, kekuatan, dan sikap akhir. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kelompok eksperimen meningkat dari 68 pada pretest menjadi 89 pada posttest, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 63 menjadi 82. Uji normalitas dan homogenitas memenuhi prasyarat analisis parametrik. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan t-hitung 5,049 > t-tabel 2,074, sehingga hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, latihan sprint terbukti efektif meningkatkan teknik tendangan sabit karena memperkuat komponen kecepatan, daya ledak otot tungkai, koordinasi, dan efisiensi gerak serangan. Kata Kunci: Latihan Sprint; Tendangan Sabit; Pencak Silat; Ekstrakurikuler; Keterampilan Teknik.
Pengaruh Latihan Interval terhadap Peningkatan Daya Tahan Aerobik Atlet Kijang Rinjani Lombok Timur Al-Ghozy, Ahmad Muslim; Supriyatnak, Kokom
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i2.20609

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh latihan interval terhadap peningkatan daya tahan aerobik atlet Kijang Rinjani Lombok Timur. Permasalahan penelitian berangkat dari kebutuhan atlet nomor lari untuk mempertahankan intensitas kerja dalam durasi panjang, sementara hasil observasi menunjukkan sebagian atlet masih cepat mengalami kelelahan saat latihan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan one group pre-test post-test design. Sampel terdiri atas 12 atlet Kijang Rinjani Lombok Timur yang mengikuti program latihan interval selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Instrumen pengukuran adalah Multistage Fitness Test (bleep test) untuk mengestimasi VO2max. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test/paired comparison berdasarkan karakter data pre-test dan post-test. Hasil analisis ulang berdasarkan tabel pre-test dan post-test menunjukkan rata-rata VO2max meningkat dari 74,83 menjadi 77,46 ml/kg/menit, dengan rerata peningkatan 2,63 ml/kg/menit. Semua atlet menunjukkan peningkatan individual, dengan rentang kenaikan 1,00 sampai 4,50 ml/kg/menit. Uji Shapiro-Wilk pada data VO2max menunjukkan distribusi normal, sedangkan uji Wilcoxon terhadap pasangan nilai pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik (p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa latihan interval yang disusun secara progresif, teratur, dan berbasis prinsip kerja-istirahat dapat meningkatkan daya tahan aerobik atlet. Implikasinya, latihan interval dapat digunakan sebagai strategi pembinaan kondisi fisik, terutama bagi atlet lari jarak menengah dan jauh yang membutuhkan kapasitas aerobik serta kemampuan pemulihan yang baik. Kata Kunci: Latihan Interval, Daya Tahan Aerobik, VO2max, Bleep Test, Atlet Kijang Rinjani.
Pengaruh Circuit Training Terhadap Peningkatkan Under Basket Shoot Pebasket Usia Remaja Pebrina, Annisa Isnaini; Kesuma, Dadang Warta Chandra Wira; Syobri, Nazalus
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i2.20610

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan circuit training berpengaruh terhadap kemampuan under basket shoot pemain bola basket U-20 Club Mopra Pringgasela. Premis utama penelitian adalah bahwa under basket shoot tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknik menembak jarak dekat, tetapi juga oleh kekuatan tungkai, daya ledak, stabilitas inti, koordinasi, dan daya tahan otot yang mendukung pemain mempertahankan akurasi dalam kondisi gerak cepat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 15 pemain U-20 yang dipilih secara purposive. Perlakuan berupa circuit training dilaksanakan dalam 16 pertemuan melalui enam stasiun latihan, yaitu squat jump, lunges, bounding, jumping jacks, lompat tanpa awalan, dan plank to squat jump. Instrumen penelitian menggunakan tes under basket shoot selama satu menit, dengan skor berupa jumlah tembakan yang berhasil masuk. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rerata dari 14,33 pada pre-test menjadi 22,87 pada post-test, dengan selisih 8,54 tembakan. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga hipotesis diuji menggunakan paired sample t-test. Hasil uji-t menunjukkan nilai t hitung -26,526 dengan signifikansi p < 0,001, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menegaskan bahwa circuit training efektif meningkatkan kemampuan under basket shoot karena memberi stimulus simultan pada komponen fisik dan koordinatif yang relevan dengan tembakan jarak dekat. Program ini direkomendasikan sebagai metode latihan aplikatif bagi pelatih bola basket usia muda. Kata Kunci: Bola Basket, Circuit Training, Under Basket Shoot, Pemain U-20, Latihan Teknik.