cover
Contact Name
Andi Anshari Bausad
Contact Email
abausad@gmail.com
Phone
+6282339932942
Journal Mail Official
abausad@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pemuda No 59A Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Gelora: Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram
ISSN : 23554355     EISSN : 28072227     DOI : 10.33394/gjpok
Journal of Sports and Health Education IKIP Mataram published by the Sports and Health Education Study Program and managed by the Faculty of Sports and Public Health (FIKKM) Mandalika University of Education (UNDIKMA), contains scientific articles in the form of research results and literature studies in Indonesian and English . Published twice a year in March and September, covering the study of science and teaching in the field of sports and health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
Pengaruh Latihan Give and Go Terhadap Akurasi Passing dan Kecepatan Dribbling Pemain Sepak Bola Hartadi, Juan; Yundarwati, Susi; Muhsan, Muhsan
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20521

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan give and go berpengaruh terhadap peningkatan akurasi passing dan kecepatan dribbling pemain sepak bola Narmada Football Academy. Latar belakang penelitian berangkat dari temuan awal bahwa pemain KU 14-15 tahun masih sering melakukan passing yang tidak tepat sasaran, terlalu kuat atau terlalu lemah, serta dribbling yang kurang cepat dan kurang terkontrol ketika menghadapi tekanan permainan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain pretest-posttest pada 16 pemain yang dipilih melalui studi populasi. Perlakuan berupa latihan give and go dilaksanakan selama enam minggu dengan 18 kali pertemuan. Akurasi passing diukur melalui tes mengoper bola rendah ke gawang kecil, sedangkan kecepatan dribbling diukur melalui tes menggiring bola melewati rintangan dengan pencatatan waktu tercepat. Analisis data menggunakan uji-t sampel berpasangan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor passing meningkat dari 5,50 menjadi 7,06, sedangkan waktu dribbling menurun dari 21,13 detik menjadi 19,84 detik. Nilai t-hitung akurasi passing sebesar 8,571 dan t-hitung kecepatan dribbling sebesar 6,787, keduanya lebih besar daripada t-tabel 1,753. Temuan ini menegaskan bahwa latihan give and go efektif sebagai bentuk latihan teknik-taktis yang mengintegrasikan operan, pergerakan tanpa bola, umpan balik satu sentuhan, kontrol arah, dan kecepatan membawa bola. Novelty penelitian ini terletak pada penempatan give and go sebagai model latihan sederhana, kontekstual, dan aplikatif bagi akademi sepak bola usia remaja untuk meningkatkan dua keterampilan inti secara simultan. Kata Kunci: Akurasi passing, give and go, kecepatan dribbling, latihan sepak bola, pemain muda
Efektivitas Latihan Pointing Dengan Penghalang Pada Atlet Petanque Pemula Rojali, Ali; Jamaludin, Jamaludin
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20524

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan pointing menggunakan penghalang dan latihan pointing tanpa penghalang pada jarak 8-meter terhadap peningkatan kemampuan pointing atlet petanque pemula SMKN 1 Masbagik, serta membandingkan kecenderungan efektivitas kedua bentuk latihan tersebut. Penelitian menggunakan desain eksperimen semu two-group pretest-posttest dengan durasi intervensi enam minggu. Subjek penelitian berjumlah 10 atlet pemula yang dibagi ke dalam dua kelompok secara ordinal pairing berdasarkan skor awal. Kelompok pertama menjalani latihan pointing menggunakan penghalang setinggi 1 meter yang ditempatkan 1-meter sebelum target, sedangkan kelompok kedua menjalani latihan pointing tanpa penghalang. Instrumen pengukuran menggunakan tes pointing 15 lemparan pada jarak 8-meter dengan skor maksimum 75 poin. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, uji t berpasangan untuk perubahan dalam kelompok, dan uji t independen pada skor gain untuk membandingkan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model latihan sama-sama meningkatkan kemampuan pointing secara signifikan. Pada kelompok penghalang, rerata skor meningkat dari 12,20 menjadi 18,80 (t = 7,12; p = 0,002; dz = 3,18). Pada kelompok tanpa penghalang, rerata skor meningkat dari 8,80 menjadi 15,00 (t = 7,21; p = 0,002; dz = 3,22). Secara deskriptif, peningkatan rerata kelompok penghalang (6,60 poin) sedikit lebih tinggi dibanding kelompok tanpa penghalang (6,20 poin), tetapi perbedaan skor gain antarkelompok tidak signifikan (t = 0,32; p = 0,760). Temuan ini menunjukkan bahwa manipulasi penghalang berpotensi memberi keuntungan praktis dalam membentuk lintasan lemparan dan kontrol titik landing, namun belum menghasilkan keunggulan statistik yang kuat pada sampel kecil. Penelitian ini menegaskan bahwa latihan pointing yang terstruktur, berulang, dan spesifik terhadap tugas merupakan strategi efektif untuk meningkatkan akurasi atlet petanque pemula. Kata Kunci: petanque; pointing; latihan dengan penghalang; akurasi; atlet pemula.
Pengaruh Latihan E-Movement terhadap Peningkatan Kelincahan Pemain Sepak Bola Panser FC Taliwang Maulana, Hizir; Yusuf, Rusdiana
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20525

Abstract

Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan E-Movement berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan pemain sepak bola Panser FC Taliwang. Premis utama penelitian didasarkan pada kebutuhan pemain sepak bola untuk melakukan akselerasi, deselerasi, perubahan arah, dan reposisi tubuh secara cepat dalam ruang permainan yang terbatas. Kelincahan menjadi komponen penting karena pemain tidak hanya dituntut berlari cepat, tetapi juga mampu mengubah arah gerak secara efisien ketika melakukan pressing, transisi bertahan-menyerang, membuka ruang, dan mengantisipasi pergerakan lawan. Penelitian menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest dengan sampel 20 pemain Panser FC Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Perlakuan diberikan melalui program latihan E-Movement cone drill selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Instrumen pengukuran kelincahan menggunakan shuttle run, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu shuttle run menurun dari 14,70 detik pada pretest menjadi 14,35 detik pada posttest. Penurunan waktu sebesar 0,35 detik menunjukkan peningkatan performa kelincahan karena skor waktu yang lebih rendah menandakan gerak bolak-balik yang lebih cepat. Hasil uji t menunjukkan t hitung sebesar 2,948 lebih besar daripada t tabel 1,729 pada taraf signifikansi 5%, sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan E-Movement dapat digunakan sebagai variasi latihan kelincahan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan perubahan arah pemain sepak bola amatir. Implikasi praktisnya, pelatih dapat memasukkan E-Movement dalam program latihan fisik mingguan, terutama pada fase pengembangan kelincahan, koordinasi kaki, kontrol tubuh, dan kemampuan transisi gerak. Kata Kunci: E-Movement; kelincahan; sepak bola; shuttle run; latihan cone drill.
Pengaruh Latihan Chase Down dan Sudden Death Untuk Meningkatkan Keterampilan Dribbling Sepak Bola Fahlepi, Hazril; Kusuma, Lalu Sapta Wijaya; Marzuki, Ismail
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20526

Abstract

Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan chase down dan sudden death berpengaruh terhadap peningkatan hasil dribbling pemain sepak bola Sebubuk Football Club Taliwang. Masalah utama penelitian berangkat dari masih rendahnya kemampuan pemain mempertahankan penguasaan bola ketika menggiring, khususnya saat menghadapi tekanan lawan dan perubahan ruang bermain. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan rancangan pretest-posttest pada dua kelompok perlakuan. Sebanyak 22 pemain aktif dibagi menjadi kelompok chase down (n = 11) dan kelompok sudden death (n = 11). Instrumen penelitian berupa tes menggiring bola dengan catatan waktu, sedangkan perlakuan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa kelompok chase down mengalami penurunan rata-rata waktu dari 11,1064 detik menjadi 11,0773 detik, dengan nilai t = 4,891 dan p = 0,001. Kelompok sudden death juga mengalami penurunan rata-rata waktu dari 10,7373 detik menjadi 10,7018 detik, dengan nilai t = 3,180 dan p = 0,010. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua model latihan efektif meningkatkan hasil dribbling, namun pola peningkatan sudden death sedikit lebih besar pada selisih rata-rata, sedangkan chase down menunjukkan konsistensi perubahan yang kuat. Secara praktis, chase down sesuai untuk mengembangkan dribbling terbuka dengan kecepatan, sedangkan sudden death relevan untuk mengembangkan kontrol bola, orientasi visual, dan pengambilan keputusan pada ruang terbatas. Novelty penelitian terletak pada perbandingan dua permainan latihan sederhana sebagai variasi pelatihan dribbling kontekstual pada klub sepak bola lokal. Kata Kunci: chase down, sudden death, dribbling, sepak bola, latihan teknik.
Evaluasi Program Latihan Atlet E-Sport PELATDA NTB Menuju PON XXI: Pendekatan CIPP Abdullah, Baharuddin Lopa; Kesumah, Dadang Warta Chandra Wira; Muliyani, Sri Erny
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20527

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program latihan atlet E-Sport Pelatda NTB menuju PON XXI Sumut-Aceh 2024 dengan model CIPP (context, input, process, product). Masalah utama penelitian berangkat dari kebutuhan pembinaan e-sport daerah yang lebih sistematis, terukur, dan sesuai karakter kompetisi digital yang menuntut koordinasi tim, keterampilan teknis, pengambilan keputusan cepat, manajemen stres, kualitas perangkat, serta pemulihan fisik dan psikologis. Penelitian menggunakan desain evaluatif deskriptif kuantitatif dengan dukungan observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas dua pelatih dan enam atlet E-Sport Pelatda NTB. Instrumen berupa kuesioner skala empat pilihan yang disusun berdasarkan dimensi CIPP dan divalidasi oleh ahli. Data dianalisis menggunakan persentase capaian, kategori konversi, rerata, dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian pelatih terhadap komponen context, input, process, dan product masing-masing mencapai 96,8%, 90,6%, 92,9%, dan 96,8%, seluruhnya berada pada kategori sangat baik. Penilaian atlet masing-masing mencapai 79,1%, 65,4%, 76,4%, dan 79,1%, yang berada pada kategori baik, dengan komponen input sebagai capaian relatif terendah. Temuan ini menjawab hipotesis bahwa program latihan yang disiapkan pelatih berkontribusi positif terhadap proses latihan dan kesiapan performa atlet, tetapi masih terdapat kesenjangan persepsi antara pelatih dan atlet terutama pada pemanfaatan sarana, variasi latihan, latihan motorik-refleks, dan pemerataan pengalaman latihan. Novelty penelitian ini terletak pada adaptasi model CIPP untuk mengevaluasi program latihan e-sport daerah menuju multievent nasional, sehingga menghasilkan rekomendasi praktis berbasis data untuk penguatan input, monitoring proses, dan evaluasi performa berkelanjutan. Kata Kunci: CIPP; e-sport; evaluasi program; latihan atlet; PON XXI.
Pengaruh Latihan Body Weight terhadap Power Otot Lengan dan Prestasi Tolak Peluru Atlet PPLP NTB Aryanti, I Dewe Ayu Ita; Wibawa S, Elya; Aminullah, Aminullah
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20528

Abstract

Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan body weight berpengaruh terhadap peningkatan power otot lengan dan prestasi tolak peluru atlet PPLP NTB. Premis utama penelitian adalah bahwa tolakan dalam nomor tolak peluru membutuhkan kemampuan menghasilkan gaya besar dalam waktu singkat melalui koordinasi tungkai, batang tubuh, bahu, lengan, dan pergelangan tangan. Rendahnya power otot lengan berpotensi membatasi kecepatan pelepasan peluru sehingga jarak tolakan menjadi kurang optimal. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seluruh atlet tolak peluru PPLP NTB berjumlah empat orang, sehingga teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Perlakuan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu melalui latihan drop and catch push-up dan reactive floor push-up. Power otot lengan diukur menggunakan two hand medicine ball put, sedangkan prestasi tolak peluru diukur melalui jarak tolakan terbaik dari tiga kesempatan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rerata power otot lengan dari 4,39 m menjadi 4,80 m atau meningkat 9,40%. Prestasi tolak peluru meningkat dari rerata 10,06 m menjadi 10,12 m atau meningkat 0,60%. Berdasarkan analisis, nilai t-hitung power otot lengan sebesar 37,844 dan prestasi tolak peluru sebesar 5,505, keduanya lebih besar daripada t-tabel 2,353 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, hipotesis alternatif diterima. Latihan body weight berbasis push-up eksplosif dapat menjadi alternatif latihan praktis untuk meningkatkan power lengan dan mendukung prestasi tolak peluru, meskipun peningkatan jarak tolakan perlu dioptimalkan melalui penguatan teknik, koordinasi rantai kinetik, dan program latihan yang lebih komprehensif. Kata Kunci: Power otot lengan; tolak peluru; push-up eksplosif; PPLP NTB.
COMPARATIVE EFFECTS OF STANDING AND CROUCHING POINTING ON PETANQUE ATHLETES’ 7-METER SKILLS Dian Hamsari Hale; Susi Yundarwati; Edi Kurniawan
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 13 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v13i1.20204

Abstract

This study aimed to examine the effects of standing pointing and crouching pointing training on 7-meter pointing skills in Petanque athletes of Pelatda Mataram City in 2026. Petanque is a precision sport in which pointing accuracy plays a decisive role in scoring and tactical performance, so identifying effective training techniques is important for athlete development. The study employed a quantitative quasi-experimental approach with a within-subject repeated-measures design. Twelve active athletes were selected using total sampling and were tested under two training conditions, namely standing pointing and crouching pointing. Data were collected through a standardized 7-meter pointing skill test using a scoring-zone system, then analyzed descriptively and inferentially through the Shapiro–Wilk normality test, Levene’s homogeneity test, and paired sample t-test, supported by effect size analysis using Cohen’s d. The findings showed that both training techniques significantly improved pointing performance. In the standing pointing condition, the mean score increased from 16.50 to 21.50, with t(11) = -9.319, p < 0.001, and Cohen’s d = -2.690. In the crouching pointing condition, the mean score increased from 15.67 to 22.42, with t(11) = -7.745, p < 0.001, and Cohen’s d = -2.236. Although crouching pointing produced a greater mean increase, standing pointing demonstrated a stronger practical effect. In conclusion, both techniques were effective in improving 7-meter pointing skills, but standing pointing showed a more dominant overall effect and can be prioritized in technical training programs for Petanque athletes.
Anthropometric and Physical Mapping of Elementary School Athletes: Implications for Swimming Talent Maulidin Maulidin
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 13 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v13i1.20403

Abstract

Talent identification is a critical component of long-term athlete development, particularly in swimming, where performance is strongly influenced by anthropometric and biomotor characteristics. Nevertheless, talent selection at the elementary school level often relies on subjective observation, limiting objectivity and predictive accuracy. This study aimed to map the anthropometric and biomotor profiles of elementary school–aged athletes participating in the UAFC 2025 Championship and to identify dominant physical characteristics associated with competitive performance. A quantitative descriptive design was applied involving 15 young athletes. Anthropometric variables and biomotor capacities, including speed, agility, explosive power, and aerobic endurance, were assessed using standardized measurement instruments. Data were analyzed using descriptive statistics, k-means cluster analysis, and correlational analysis. The results revealed two distinct physical profiles: Type A (Competitive Ideal), characterized by favorable anthropometric dimensions and balanced biomotor capacities, and Type B (Endurance-Dominant), characterized by moderate body dimensions and superior cardiorespiratory endurance. Athletes classified as Type A achieved a higher proportion of medals, while aerobic endurance showed a strong and significant association with competitive ranking. These findings highlight the multidimensional nature of performance in young swimmers. In conclusion, integrating anthropometric and biomotor profiling provides an evidence-based framework for early talent identification and supports more objective selection and individualized training pathways in youth swimming.
Comparative Effects of Shuttle Run and Zigzag Run Training on Physical Performance among School-Level Soccer Players Vasco Tein Aramana; Syarif Hidayat; Luh Putu Tuti Ariani
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 13 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v13i1.20417

Abstract

Soccer requires players to perform repeated high-intensity actions, rapid changes of direction, and sustained physical effort throughout a match. This study examined the comparative effects of shuttle run and zigzag run training on two specific components of physical performance, namely agility and endurance, among school-level soccer players. The research used a two-group pretest–posttest experimental design. A total of 100 students from SMPN 2 Larantuka were divided into two training groups: 50 students performed shuttle run training and 50 students performed zigzag run training on a sand surface. Agility was assessed using a time-based agility running test, in which shorter completion time indicated better performance, while endurance was measured using the multistage beep test and expressed as level achievement. The results showed that both training methods significantly improved agility and endurance after the intervention. The shuttle run group improved agility from 19.63 to 17.24 seconds and endurance from 4.86 to 7.54 levels, whereas the zigzag run group improved agility from 19.59 to 16.85 seconds and endurance from 4.79 to 7.05 levels. The comparison of gain scores indicated that zigzag run training produced greater improvement in agility, with a mean gain of 2.74 seconds compared with 2.39 seconds in the shuttle run group, because it emphasized multidirectional movement, body control, and repeated change-of-direction actions. In contrast, shuttle run training produced greater improvement in endurance, with a mean gain of 2.68 levels compared with 2.26 levels in the zigzag run group, because it required repeated high-intensity running, acceleration, deceleration, and short recovery cycles that stimulated cardiorespiratory adaptation. These findings indicate that both exercises are effective but have different dominant training effects. Therefore, zigzag run training is more suitable for agility development, whereas shuttle run training is more appropriate for endurance improvement in school-level soccer conditioning programs.   Keywords: shuttle run; zigzag run; agility; endurance; soccer training; sand training; physical performance
Pengaruh Latihan CrossFit terhadap Teknik Passing Menggunakan Waktu pada Tim Futsal Putra Ekstrakurikuler SMA Negeri 9 Mataram Hidayat, Adinur; Wahyudi, Johan
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i2.20548

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan CrossFit berpengaruh positif terhadap peningkatan teknik passing menggunakan waktu pada tim futsal putra ekstrakurikuler SMA Negeri 9 Mataram. Premis utama penelitian berangkat dari kebutuhan permainan futsal yang menuntut passing cepat, akurat, berulang, dan stabil dalam tekanan ruang sempit. Masalah awal menunjukkan bahwa siswa ekstrakurikuler masih sering melakukan passing terlalu lemah, terlalu keras, tidak tepat sasaran, serta kurang konsisten ketika permainan berlangsung cepat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 16 siswa putra anggota ekstrakurikuler futsal yang dipilih menggunakan studi populasi. Perlakuan berupa latihan CrossFit selama enam minggu dengan 12 pertemuan, meliputi burpee, squat, jump rope, dan agility ladder drill yang disusun secara progresif berdasarkan set, repetisi, dan waktu pemulihan. Instrumen yang digunakan adalah tes passing ke dinding selama 30 detik dengan jarak 4 meter. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rerata skor dari 56,25 pada pretest menjadi 71,88 pada posttest, dengan peningkatan rata-rata 15,63 poin atau 27,78%. Uji-t menunjukkan nilai t hitung 15,504 dengan signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menegaskan bahwa latihan CrossFit efektif meningkatkan performa passing berbasis waktu karena memperkuat koordinasi, daya tahan, kelincahan, kekuatan tungkai, dan stabilitas gerak yang relevan dengan karakteristik futsal sekolah. Kata Kunci: CrossFit; futsal; passing; ekstrakurikuler; latihan fungsional.