cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285755359670
Journal Mail Official
jpmb@bhinnekapublishing.com
Editorial Address
Jalan Mergan Lori No. 60 RT 11 RW 06 Tanjungrejo Sukun Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka
Published by Bhinneka Publishing
ISSN : -     EISSN : 29633753     DOI : 10.58266
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka (JPMB) published 4 (Four) times a year (February, July, September, November), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Bhinneka Publishing. ISSN Online 2963-3753
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 665 Documents
Penguatan Penataan Sistem Administrasi Kegiatan dan Arsip Keuangan Kelurahan Berbasis Digital di Kantor Lurah Olak Kemang Sam, Iskandar; Kusumastuti, Ratih; Gowon, Muhammad; Sumarni, Sumarni; Heriyani, Heriyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.850

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memperkuat tata kelola administrasi kegiatan dan arsip keuangan di Kantor Lurah Olak Kemang melalui penerapan sistem berbasis digital. Selama ini pencatatan administrasi dan pengarsipan keuangan masih dilakukan secara manual, sehingga rawan terjadi duplikasi data, keterlambatan akses informasi, dan potensi kehilangan dokumen penting. Melalui program ini, tim pengabdian memberikan pendampingan berupa pelatihan penggunaan aplikasi sederhana berbasis digital untuk pencatatan kegiatan, pengelolaan arsip keuangan, serta tata cara penyimpanan dokumen secara sistematis. Dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya digitalisasi dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi kerja aparatur kelurahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan perangkat kelurahan dalam menggunakan sistem digital, serta terbentuknya komitmen untuk menerapkan pencatatan dan pengarsipan keuangan secara terstruktur. Dengan adanya penguatan ini, diharapkan tata kelola administrasi di Kantor Lurah Olak Kemang menjadi lebih tertib, modern, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung pelayanan publik yang lebih efektif dan akuntabel.
Pelatihan Manajemen Keuangan Rumah Tangga bagi Ibu-Ibu PKK di Kelurahan Olak Kemang sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Keluarga Kusumastuti, Ratih; Sumarni, Sumarni; Hasanah, Nur; Masriani, Ida; Sam, Iskandar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.853

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan manajemen keuangan rumah tangga bagi ibu-ibu PKK di Kelurahan Olak Kemang sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Permasalahan yang dihadapi sebagian besar rumah tangga adalah rendahnya pencatatan arus kas, kurangnya perencanaan anggaran, serta lemahnya pengelolaan hutang dan tabungan sehingga berdampak pada kestabilan ekonomi keluarga. Melalui metode pelatihan interaktif, peserta diberikan materi tentang konsep dasar manajemen keuangan, penyusunan anggaran rumah tangga, strategi menabung, serta pengendalian pengeluaran sesuai prioritas kebutuhan. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung pencatatan sederhana menggunakan format buku kas rumah tangga agar lebih mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu-ibu PKK terkait pengelolaan keuangan secara bijak, munculnya kesadaran pentingnya disiplin dalam mencatat pengeluaran, serta kemampuan menyusun rencana keuangan keluarga secara lebih terarah. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi keluarga, mengurangi kerentanan terhadap masalah finansial, serta membentuk pondasi ketahanan ekonomi keluarga yang lebih tangguh di tengah dinamika sosial ekonomi masyarakat.
Pemberdayaan Petani Kelompok Tani Fajar Baru dalam Menerapkan Manajemen Green Economy Sebagai Peningkatan Efisiensi Biaya Usaha Tani dan Pertanian Berkelanjutan Saragih, Chaula Lutfia; Sembiring, Menanti; Azhimah, Fauzul; Ginting, Sareyanti Br; Tamsar, Pedtrix Rolamdo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.855

Abstract

Kelompok Tani Fajar Baru menghadapi tantangan berupa tingginya biaya usaha tani akibat ketergantungan pada input kimia eksternal dan gejala degradasi lahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tersebut melalui penerapan prinsip-prinsip Manajemen Green Economy guna meningkatkan efisiensi ekonomi dan keberlanjutan pertanian. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang meliputi asesmen partisipatif kondisi baseline, serangkaian pelatihan dan pendampingan teknis partisipatif (demonstration plot) tentang pembuatan pupuk organik cair dan konservasi sumber daya, serta pemantauan dan evaluasi dampak. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan yang signifikan pada aspek ekonomi, yakni penurunan biaya tunai untuk pembelian pupuk anorganik sebesar 35-40% dalam satu siklus tanam melalui substitusi dengan input mandiri. Dampak ini menunjukkan peningkatan efisiensi alokatif sumber daya internal kelompok. Dari aspek kelembagaan, terbentuknya petani pionir dan unit produksi input mandiri dalam kelompok Tani Fajar baru menjadi modal sosial dan ekonomi kunci untuk keberlanjutan program pasca-intervensi. Secara ekologis, praktik yang diterapkan telah memulai proses perbaikan kesuburan tanah dan pengurangan polusi residu kimia. Disimpulkan bahwa model pemberdayaan partisipatif berbasis Manajemen Green Economy efektif sebagai solusi konkret untuk mengatasi enfisiensi biaya dan mendorong transisi menuju sistem usaha tani yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Keberlanjutan program dijamin melalui internalisasi pengetahuan, penguatan kelembagaan lokal, dan potensi penciptaan nilai ekonomi tambahan dari unit produksi mandiri.
Optimalisasi Kompetensi Pedagogik di Era Transformasi Pendidikan Styawan, Hardika Prayudi; Widodo, Agus Purbo; Setiawan, Ady; Soedarsono, Heri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.858

Abstract

Perubahan ekosistem pendidikan di era digital menuntut pendidik memiliki kompetensi pedagogik yang adaptif, kreatif, serta mampu bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan karakteristik peserta didik abad ke-21. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan penguatan kompetensi pedagogik melalui penyelenggaraan webinar bertema “Optimalisasi Kompetensi Pedagogik: Menjadi Pendidik Adaptif di Era Transformasi Pendidikan.” Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara daring melalui sesi pemaparan ahli, diskusi interaktif, serta refleksi peserta. Materi yang disampaikan meliputi desain pembelajaran inovatif dan berpusat pada peserta didik serta refleksi dan evaluasi diri sebagai instrumen penguatan kompetensi pedagogik. Peserta berasal dari berbagai latar institusi pendidikan dan menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa webinar dapat meningkatkan wawasan peserta mengenai strategi pedagogik mutakhir, kemampuan merancang pembelajaran adaptif, serta kesadaran pentingnya refleksi diri bagi pendidik. Evaluasi peserta menunjukkan tingkat kepuasan tinggi dan kebutuhan akan kegiatan lanjutan yang lebih aplikatif. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif mendukung penguatan kapasitas pendidik dalam menghadapi tuntutan transformasi pendidikan.
Penerapan Baby Massage untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita Stunting di Desa Mopusi Kec. Lolayan Mallorong, Alhidayah R; Kartowijoyo, Grace Revalin; Paputungan, Fika Sari; Putri Makkah, Febriana Eka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.860

Abstract

Stunting pada balita merupakan permasalahan gizi kronis yang berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu intervensi non-farmakologis yang menjanjikan adalah baby massage (terapi pijat bayi), yang dapat menstimulasi sistem pencernaan dan meningkatkan nafsu makan. Artikel ini mengkaji penerapan baby massage sebagai strategi intervensi pada balita stunting melalui tinjauan literatur dan contoh-berita/penelitian terkini. Berdasarkan studi kasus dan penelitian kuasi-eksperimental, pijat seperti Tui Na atau acupressure menunjukkan efektivitas meningkatkan frekuensi makan, porsi makan, serta aliran darah ke organ pencernaan. Artikel ini juga menganalisis tantangan implementasi, seperti pemahaman orang tua dan pelatihan terapis, serta rekomendasi program intervensi berbasis komunitas. Kesimpulan menunjukkan bahwa baby massage adalah intervensi yang layak serta efektif sebagai bagian dari upaya integratif pencegahan dan penanganan stunting di balita, terutama bila dikombinasikan dengan edukasi orang tua.
Revitalisasi Perpustakaan Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Literasi di SMPN 1 Labang, Bangkalan Sholikhin, Mohammad; Musta’ana, Siti; Aini, Vita Dwinda Nurul; Afdatina, Hurin Infi; Rohmah, Naelur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.863

Abstract

Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis sebagai pusat sumber belajar dalam mendukung peningkatan literasi peserta didik. Namun, kondisi perpustakaan SMPN 1 Labang, Kabupaten Bangkalan, belum berfungsi secara optimal karena kurang terawat, tidak tertata dengan baik, serta minim daya tarik bagi siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merevitalisasi perpustakaan sekolah sebagai upaya meningkatkan minat baca dan literasi siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode partisipatif, di mana tim Asistensi Mengajar terlibat langsung bersama pihak sekolah dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi revitalisasi. Kegiatan dilakukan melalui observasi kondisi awal, penataan ulang ruang dan koleksi buku, pelabelan rak, penambahan elemen visual edukatif, serta perbaikan kebersihan dan tampilan perpustakaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa revitalisasi perpustakaan mampu menciptakan lingkungan baca yang lebih bersih, rapi, nyaman, dan menarik, sehingga mendorong meningkatnya minat kunjung dan pemanfaatan perpustakaan oleh siswa. Dengan demikian, revitalisasi perpustakaan sekolah terbukti berkontribusi positif dalam mendukung penguatan budaya literasi di SMPN 1 Labang.
Pelatihan Teknologi Pengolahan Kripik Kelapa Kelompok Ibu- Ibu PKK Kelurahan Bengkol Kota Manado Koapaha, Teltje; Langi, Tineke; Pinatik, Herry; Saroinsong, Denny; Ibrahim, Nur Syamsi; Dharma, Agung Rai Kusuma; Ekawati, Ekklesia Yona; Soputan, Miracle
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.868

Abstract

Tujuan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat  Dikelurahan Bengkol Kecamatan Mapanget Kota Manado Melalui Diversifikasi Komoditi Kelapa bekerjasama dengan mitra Kelompok Ibu-ibu PKK Kelurahan Bengkol Kecamatan Mapanget adalah meningkatkan pendapatan mitra dengan cara memproduksi dan memasarkan produk dari diversifikasi komoditi kelapa (Kripik Kelapa). Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu tidak mengetahui diversifikasi komoditi kelapa,  tidak mengetahui cara pemasaran produk dan memiliki sikap yang pasrah terhadap keadaan, kurangnya jenis kegiatan produktif dan tidak mengetahui cara pemasaran produk. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah: (1) memberikan informasi hasil penelitian terkait produk unggulan daerah (kelapa), (2) pelatihan dan pendampingan softskill yakni mengenai motivasi kerja dan creative thinking, (3) pelatihan dan pendampingan pembuatan kripik kelapa dan (4) pelatihan dan pendampingan pemasaran. Hasil dari kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan mitra, terciptanya produk kripik kelapa, dan pengetahuan tentang pengemasan/labeling
Optimalisasi Rancangan dan Rencana Pembiayaan Bangunan Fasilitas Taman Kanak-Kanak Desa Sidatapa, Buleleng, Bali Prabandari , Nyoman Ratih; Wiguna, Made Mas Surya; Premaswari, Ni Putu Artenya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.871

Abstract

Desa Sidetapa belum memiliki fasilitas Taman Kanak-Kanak yang memadai akibat keterbatasan perencanaan desain dan penyusunan pembiayaan yang kontekstual dan berkelanjutan, sehingga anak-anak usia dini mengalami kesenjangan akses pendidikan dan terhambat memperoleh layanan PAUD yang layak di desanya sendiri. Tujuan dari penulisan ini adalah Merumuskan dan mengembangkan perencanaan desain serta strategi pembiayaan pembangunan fasilitas Taman Kanak-Kanak (TK) yang kontekstual, layak, dan berkelanjutan di Desa Sidetapa. Menggunakan pendekatan pendampingan berbasis komunitas dengan metode deskriptif kualitatif, melalui tahapan persiapan, pengumpulan data fisik dan non-fisik (survei tapak dan FGD), penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta evaluasi dan finalisasi bersama pemangku kepentingan desa. Perencanaan partisipatif berhasil menghasilkan desain teknis (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) TK Bintang Hati yang kontekstual, sesuai standar, efisien secara pembiayaan (metode BOW), diterima sangat baik oleh para pemangku kepentingan (nilai evaluasi 4,5–5), serta siap digunakan sebagai acuan pembangunan fasilitas pendidikan berkelanjutan di Desa Sidetapa, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek keterlibatan calon pengguna, kejelasan detail teknis, dan penyesuaian regulasi–anggaran.
Pelatihan Pengolahan Minuman Fungsional Berbasis Bunga Telang Pada Kelompok Wanita Kaum Ibu GMIM Galilea Teling Langi, TM; Teltje Koapaha; Lalujan, L
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.874

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman yang mudah dijumpai dan memiliki banyak manfaat kesehatan, terutama sebagai sumber antioksidan. Selain digunakan sebagai teh, bunga telang juga dapat menjadi pewarna alami pada makanan dan minuman, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional bernilai jual. Di Kota Manado, pemanfaatan dan pengetahuan tentang bunga telang masih rendah, karena sebagian masyarakat menganggapnya sebagai tanaman liar tanpa manfaat. Kegiatan pelatihan ini bertujuan memberdayakan Wanita Kaum Ibu GMIM Galilea Teling dalam mengolah bunga telang menjadi minuman fungsional bernilai ekonomi. Melalui metode diskusi, tanya jawab, pemaparan, dan demonstrasi, pelatihan ini memberikan pemahaman mengenai manfaat bunga telang serta teknik pengolahannya menjadi produk seperti teh dan minuman sehat. Pendidikan dan pengembangan keterampilan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan bunga telang sebagai produk olahan skala rumah tangga, sehingga mampu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga serta membuka peluang wirausaha. Inovasi produk olahan bunga telang tidak hanya menambah keterampilan ibu-ibu dalam pengolahan pangan, tetapi juga mendukung diversifikasi pangan dan peningkatan gizi. Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam mengembangkan bunga telang sebagai produk fungsional bernilai tambah.
Gerakan Santri Putri Sehat: Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia di Pondok Pesantren Al Firdaus Buntet Pesantren Cirebon Haryati, Eni; Lesmana, Nevi Kuspiana; Susfolyanto, Anto; Amaliah, Siti Lia; Hartini, Wahyu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.879

Abstract

Remaja putri lebih rentan mengalami anemia yang disebabkan oleh berbagai faktor. Konsumsi makanan yang kurang bervariasi seperti pemenuhan  protein hewani yang minim, jenis sayuran terbatas sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan asupan zat besi yang  mengakibatkan ketidakcukupan energi serta zat gizi makro merupakan faktor penyebab anemia. Kegiatan pengabdian masyarakat Gerakan Santri Putri Sehat dengan melakukan skrining hemoglobin dan edukasi merupakan upaya yang sangat penting dilakukan untuk membantu meningkatkan pemahaman remaja santri putri pondok pesantren Al Firdaus Buntet Pesantren Cirebon. Skrining hemoglobin dilakukan dengan menggunakan easy touch dengan metode tusuk jari  dan edukasi tentang anemia menggunakan media video animasi. Hasil skrining pada 56 remaja putri santri ditemukan 35 (62,5%) remaja mengalami anemia dan 21 (37,5%) tidak anemia. Hasil analisa pre test pengetahuan sebelum diberikan edukasi  mengenai anemia menunjukan 6 orang (11%) kategori pengetahuan baik,  12 orang (21%) kategori pengetahuan cukup, dan 38 orang (68%) kategori pengetahuan kurang. Sedangkan hasil post test setelah  mengikuti edukasi  menunjukkan 33 orang (58,9%)  kategori pengetahuan baik, 17 orang (30,4%) kategori pengetahuan cukup, dan 6 orang (10,7%)  kategori pengetahuan kurang. Edukasi dengan pemanfaatan video cukup efektif meningkatkan pengetahuan para remaja putri mengenai anemia. Kegiatan selanjutnya disarankan berupa pemantauan hemoglobin secara rutin dan peningkatan kerjasama dengan puskesmas setempat melalui pelatihan kader kesehatan santri sehingga edukasi dan pencegahan anemia dapat dilaksanakan mandiri di lingkungan pondok pesantren.