cover
Contact Name
Praditya Firmansyah
Contact Email
p3gipasuruanok@gmail.com
Phone
+6285231484696
Journal Mail Official
p3gipasuruanok@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia Jl.Pahlawan Nomor 25 Pasuruan 67126, Indonesia
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Sugar Research Journal
ISSN : 27752100     EISSN : 27985415     DOI : https://doi.org/10.54256/isrj.v1i1.2
Indonesian Sugar Research Journal contains original articles of research results, findings, and ideas from various fields of science, especially fields related to sugar plantations and its processes, from researchers, lecturers, students, and related parties. The scope of the Indonesian Sugar Research Journal are: agronomics, agribusiness, plantation management of sugar and sweetener-producing crops, processing of sugar products and materials, post-harvest technology and basic research related to sugar and sweeteners.
Articles 50 Documents
Pengaruh Pemupukan Anorganik Pada Budidaya Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas PSKA 942 di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia Atmojo, Hadi Wiryo; Machmudi, Machmudi; Nursandi, Fatimah; Puspitasari, Arinta Rury
Indonesian Sugar Research Journal Vol 4, No 1 (2024): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v4i1.120

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman penghasil gula utama dan salah satu bahan pangan penting kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Karena tanaman tebu mempunyai kebutuhan unsur hara yang tinggi, maka persediaan unsur hara dalam tanah cepat berkurang. Oleh karena itu, perlakuan berbagai pupuk yang efektif merupakan persyaratan penting untuk mencapai hasil yang optimal. Tujuan penelitian mengetahui respon tanaman tebu pada perlakuan dosis pupuk anorganik terhadap fase pertumbuhan hingga fase pemanenan (produksi). Rancangan yang digunakan adalah RAK Non Faktorial, data yang diperoleh di uji dengan analisis ragam ANOVA taraf 5%, apabila berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut BNJ taraf 5%. Variabel pengamatan meliputi jumlah batang, tinggi batang, diameter batang, jumlah ruas, brix, bobot per batang dan produktivitas tebu. Pada hasil penelitian perlakuan dosis pupuk yang menunjukkan produktivitas dan nilai brix tebu terbaik diperoleh pada perlakuan B (dosis ZA Plus 700 kg/ha + NPK 15-10-15 300 kg/ha).Kata Kunci: tebu, pemupukan, unsur hara, hasil
Prediksi Kualitas Gula dan Tetes Menggunakan Near Infrared Spectroscopy Kuswurjanto, Risvan; Yuliatun, Simping; Wening, Opal Priya; Widowati, Retno; Nyani, Nyani; Pembayun, Gilar S
Indonesian Sugar Research Journal Vol 4, No 1 (2024): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v4i1.123

Abstract

Near Infrared Spectroscopy merupakan metode sekunder untuk menggantikan metode konvensional. Pada penelitian ini NIR digunakan untuk menganalisa kualitas gula dan tetes. Sampel penelitian diperoleh dari Laboratorium Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia. Peralatan yang digunakan adalah NIR FOSS DS2500. Sebelum digunakan NIR dikalibrasi menggunakan software WINSI IV. Kalibrasi menggunakan metode partia least square selanjutnya model kalibrasi digunakan untuk validasi sampel independent.  Evaluasi kalibrasi dan validasi berdasarkan nilai koefisien korelasi (R2). Standar error calibration (SEC), standar error cross validation (SECV) dan ratio of prediction to deviation (RPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk sampel gula, parameter pol, warna, berat jenis butir dan kadar sulfit memiliki nilai R2 0,9. Sementara itu nntuk sampel tetes, parameter brix, pol, sukrosa dan optical density memiliki nilai R2 0,9. Hasil ini menunjukkan bahwa NIR memungkinkan digunakan sebagai substitusi metode konvensional untuk analisa kualitas gula dan tetes.
Sintesis dan Karaktersisasi Surfaktan Sukrosa Ester Asam Lemak sebagai Surfaktan Yuliatun, Simping; Mustofa, Ghufron Bisri; Janah, Reza Rodhatul
Indonesian Sugar Research Journal Vol 4, No 1 (2024): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v4i1.124

Abstract

Surfaktan sukrosa ester asam lemak bersifat biodegradable dan banyak digunakan dalam bidang makanan, kosmetik dan produk pembersih karena dapat bertindak sebagai pengemulsi, pembusa dan agen dispersan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik produk sukrosa ester asam lemak dengan menggunakan jenis katalis yaitu K2CO3 dan Na2CO3 serta pengelmulsi kalium palmitat dan kalium stearat. Proses sintesa surfaktan ini diawali dengan pembuatan metil ester asam lemak (MEAL) dari minyak sawit, selanjutnya dilakukan reaksi trans esterifikasi antara MEAL dengan perlakuan jenis pengemulsi berupa kalium palmitat dan kalium stearat, serta perlakuan jenis katalis berupa K2CO3 dan Na2CO3. Tiap perlakuan dilakukan dengan 3 kali ulangan. Sukrosa ester asam lemak dikarakterisasi untuk parameter tegangan antar muka, konsentrasi kritis misel, kesetimbangan hidrofilik lipofilik, bilangan asam dan bilangan penyabunan. Hasil penelitian menunjukkan sukrosa ester asam lemak diperoleh 14,73% dengan derajat esterifikasi sebesar 12,74±0,51% pada penggunaan katalis kalium karbonat dan pengemulsi kalium stearat Karakter surfaktan sukrosa ester pada kombinasi penggunaan katalis kalium karbonat dan pengelmulsi kalium stearat sebagai berikut tegangan muka 10,68±0,51%, konsentrasi kritis misel 15,0±0,2 ppm, nilai kesetimbangan hidrofilik-lipofilik sebesar 17,58.
Optimasi Proses Bleaching Selulosa Ampas Tebu dengan Menggunakan Metode Respon Permukaan Yuliatun, Simping; Attaya, Zalma; Febrianto, Kiki
Indonesian Sugar Research Journal Vol 4, No 1 (2024): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v4i1.125

Abstract

Ampas tebu dapat dijadikan sebagai bahan baku produksi α-selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaOCl dan waktu pemanasan terhadap kandungan lignin pada sampel dengan parameter nilai bilangan kappa yang terkecil.. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan Central Composite Design (CCD) dengan 2 faktor yaitu konsentrasi NaOCl dan waktu pemanasan menggunakan fitur assistant pada aplikasi minitab 19 sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data dianalisis dengan menggunakan Response Surface Method (RSM) untuk menentukan perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bleaching optimum diperoleh dengan variasi konsentrasi NaOCl 5% dan waktu pemanasan selama 123,03 menit dengan nilai bilangan kappa 15,11 dan kadar lignin 3,50%. Kadar a-selulosa yang diperoleh 87,94%. Hasil FTIR menunjukkan bahwa α-selulosa belum murni, masih terdapat lignin.
Kombinasi Asal Benih dan Dosis Pemupukan terhadap Pertumbuhan dan Kesehatan Benih Tebu Puspitasari, Arinta Rury; Ariyani, Diana; Lindawati, Sylvia; Afrianto, Imam Kukuh
Indonesian Sugar Research Journal Vol 4, No 1 (2024): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v4i1.119

Abstract

Perbanyakan benih tebu dapat dilakukan menggunakan teknik kultur jaringan maupun konvensional. Kecukupan nutrisi pada benih menjadi modal dasar bagi pertumbuhan tanaman berikutnya. Penelitian bertujuan mengetahui pertumbuhan dan kesehatan benih asal kultur jaringan dan benih konvensional dengan variasi dosis pemupukan. Penelitian dilakukan pada November 2022 – Mei 2023 di kebun Bakalan, P3GI Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan 3 ulangan. Petak utama adalah benih kultur jaringan dan benih konvensional, sedangkan anak petak adalah 5 variasi dosis pemupukan. Parameter pengamatan adalah jumlah batang dan rumpun, tinggi dan diameter batang, serta serangan hama dan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih kultur jaringan dengan dosis pemupukan 50-100% dari rekomendasi pemupukan (350-700 kg/ha ZA dan 25-50 kg/ha KCl) memiliki keunggulan dalam jumlah batang dan rumpun serta serangan penyakit lebih rendah dibandingkan benih konvensional pada semua dosis pemupukan. Benih konvensional pada dosis 50-100% (350-700 kg ZA dan 25-50 kg KCl) memberikan tinggi batang yang tidak berbeda dengan benih kultur jaringan pada dosis yang sama. Diameter batang pada benih kultur jaringan pada semua dosis pemupukan lebih rendah dibandingkan dengan benih konvensional. Serangan hama penggerek pucuk dan batang tidak berbeda nyata pada semua perlakuan, sedangkan serangan penyakit pokkahbung sebagian besar terjadi pada benih konvensional pada semua dosis pemupukan.
Kinerja Industri dan Dinamika Kebijakan Komoditas Gula Kristal Putih Nasional Sinuraya, Julia F.; Suryana, Esty Asriyana; Shaffitri, Lidya Rahma; Suharyono, Sri Rahma; Hermawan, Hari Rahma
Indonesian Sugar Research Journal Vol 4, No 2 (2024): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v4i2.129

Abstract

Peranan penting gula dalam perekonomian Indonesia dan merupakan salah satu barang pangan pokok diatur dalam Perpres Nomor 71 Tahun 2015 jo.59 Tahun 2020. Kebutuhan konsumsi gula semakin meningkat, sementara produksi gula dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan gula nasional menyebabkan impor gula tidak dapat dihindari. Permasalahan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan gula nasional di tingkat on-farm, off-farm, maupun kelembagaan pendukung. Kajian bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kinerja industri gula nasional, (2) mengidentifikasi kebijakan dan pada komoditas gula nasional. Data dan informasi dianalisis menggunakan pendekatakan deskriptif. Data menunjukkan bahwa selama periode 2010-2022, luas lahan dan produksi tebu di perkebunan rakyat dan perkebunan besar swasta mengalami penurunan, sementara luas lahan perkebunan besar negara meningkat. Produksi gula di Indonesia selama kurun waktu tersebut menunjukkan tren fluktuatif namun dengan pertumbuhan rata-rata yang positif. Rendemen gula pada perusahaan swasta umumnya lebih tinggi daripada perusahaan BUMN, baik yang berlokasi di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa. Impor gula mentah mengalami peningkatan dari tahun 2012 hingga 2022, sedangkan nilai ekspor gula mentah pada tahun 2022 juga meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Harga gula internasional, yang tercermin dari harga gula putih, terus meningkat dari tahun 2018 hingga 2022, sejalan dengan kenaikan harga gula di pasar domestik dalam periode yang sama. Kebijakan untuk mendukung pengembangan industri gula nasional tetap diperlukan, termasuk penyediaan lahan untuk pertanian tebu, pengendalian harga tebu dan gula, investasi dalam industri gula dan ketersediaan bahan baku, serta kebijakan perdagangan gula.
Produksi Bioetanol dari Hidrolisat Ampas Tebu Sistem Selulase B. Subtilis dengan Variasi Waktu dan Jenis Inokulum Utami, Cahyaning Rini; Palupi, Hapsari Titi; Ernawati, Ernawati
Indonesian Sugar Research Journal Vol 4, No 2 (2024): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v4i2.130

Abstract

Produksi bioetanol menggunakan hidrolisat ampas tebu dengan sistem selulase Bacillus subtilis memiliki keuntungan karena ampas tebu merupakan bahan baku yang melimpah dan murah, serta proses hidrolisis yang efisien dapat mengonversi lignoselulosa menjadi glukosa yang siap difermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produksi bioetanol dari hidrolisat ampas tebu dengan menggunakan sistem selulase Bacillus subtilis dan variasi waktu fermentasi serta jenis inokulum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor: waktu fermentasi (24, 48, 72 jam) dan jenis inokulum (Saccharomyces cerevisiae 5% dan ragi tape 5%), masing-masing pengulangan triplo. Karakteristik bioetanol yang dihasilkan dianalisa rendemen, efisiensi fermentasi dan kadar alkohol. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA dua arah, dilanjutkan dengan uji Tukey (α=0,05%) untuk menentukan perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan Saccharomyces cerevisiae 5% pada waktu fermentasi 48 jam memberikan hasil terbaik, dengan rendemen bioetanol 122,16 mL/kg dan kadar alkohol 76,8%. Implikasi dari hasil ini menunjukkan bahwa pemilihan inokulum dan waktu fermentasi yang tepat sangat penting untuk memaksimalkan produksi bioetanol dari ampas tebu
Efisiensi Teknis Usahatani Tebu Rakyat (TR) Kategori Tanaman Plant Cane (PC) Pada Lahan Tegal di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur Permadhi, Danang; Riyadi, Sahrul Dwi; Hanani, Nuhfil; Fahriyah, Fahriyah
Indonesian Sugar Research Journal Vol 4, No 2 (2024): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v4i2.132

Abstract

The objectives of this study were: (1) Analyse the technical efficiency (TE) of smallholder sugarcane farming (TR); (2) Analyse the factors that affect TE; and (3) Analyse the profitability of farming using the Sistem Bagi Hasil (SBH) and Sistem Pembelian Tebu (SPT) partnership schemes. This study was conducted in the PG-PG Malang working area with 31 smallholder sugarcane farmers surveyed in the 2022-2023 planting season. The method of measuring technical efficiency uses DEA (Data Envelopment Analysis), tobit regression, and analysis of sugarcane farming in each partnership scheme (SBH and SPT). The results of the analysis showed that the average TE value of TR farming on land was 97% and still had the potential to be increased by 3%. Factors that influence the level of TE are educational variables, family dependents and the role of financial institutions. If the average productivity of TR is 1,308 tonnes/ha, yield 5.11%, sugar price Rp.13,200/kg and sugarcane price Rp.72,000/kg. Then the actual and target average income and RC ratio values obtained in the SBH partnership are respectively Rp.18.17 million/ha (1.26) and Rp.20.41 million/ha (1.30), while in the SPT partnership respectively Rp.18.27 million/ha (1.23) and Rp.20.50 million/ha (1.26). Based on the RC ratio value, the recommended partnership scheme is SBH. However, fluctuations in sugarcane prices need to be considered, for example at the end of the milling season the price can reach Rp.95,000-Rp.100,000 per quintal and it is ensured that the income earned in the SBH scheme is higher than the RC ratio.
Pengaruh Perbedaan Jenis Varietas dan Waktu Tunda Giling Terhadap Komponen Fisikokimia dan Karakteristik Sensori dari Produk Gula Merah Tebu Wening, Opal Priya; Kuswurjanto, Risvan; Atmaja, Perwira Budi; Mufadhol, Roihan Syafiq
Indonesian Sugar Research Journal Vol 4, No 2 (2024): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v4i2.131

Abstract

Kualitas tebu berpengaruh terhadap kualitas gula merah tebu. Penelitian ini mempelajari pengaruh jenis varietas dan waktu tunda giling terhadap kualitas gula merah tebu yang dihasilkan. Tebu berasal dari Kebun Percobaan P3GI Pasuruan, dengan 4 jenis varietas (PS094, PS881, BL, PS862; umur 12 bulan) dan perlakuan waktu tunda giling selama 7 hari. Penelitian dianalisis dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial dan 2 kali ulangan. Parameter uji yang digunakan yaitu fisikokimia (brix, pol, sukrosa, warna) dan sensori (rasa, aroma, warna, tekstur, keseluruhan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunda giling berdampak siginifikan terhadap nilai kadar brix, pol, dan sukrosa menurun; sedangkan warna menjadi meningkat. Penurunan tertinggi pada parameter brix  PS094 (3,93 %); pol dan sukrosa = BL (23,80 % dan 10,88 %); sedangkan kenaikan tertinggi pada parameter warna = BL (26,00 %). Produk dengan keterimaan sensori tertinggi pada tebu segar varietas PS862 dengan nilai 4,13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunda giling mempengaruhi kualitas gula merah tebu.
Framework Pengembangan Konsep Corporate Farming untuk Meningkatkan Produktivitas Panen di Wilayah Kabupaten Madiun Kusuma, Yudha Adi
Indonesian Sugar Research Journal Vol 4, No 2 (2024): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v4i2.128

Abstract

Pengembangan corporate farming dapat mendorong kemajuan dalam sektor agroindustri. Salah satu sektor yang berpengaruh adalah agroindustri berbasis gula. Peningkatan produktivitas tanaman tebu dibutuhkan agroindustri berbasis gula agar tetap sustainable. Kabupaten Madiun sebagai salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki potensi untuk meningkatkan hasil panen tebu. Namun, kondisi saat ini produktivitas tanaman tebu mengalami hambatan seperti lahan terbatas, modal dan akses teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk membangun framework dalam menyusun corporate farming pada komoditas tanaman tebu melalui penentuan strategi yang tepat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis SWOT dan QSPM. Hasil strategi yang dipilih dalam pengembangan corporate farming berdasarkan atas pertimbangan pihak yang berkepentingan adalah ASI, AS8 dan AS3.