cover
Contact Name
Dyah Palupiningtyas
Contact Email
jurnal@jurnal-stiepari.ac.id
Phone
+6281392202747
Journal Mail Official
jurnal@jurnal-stiepari.ac.id
Editorial Address
Kampus STIEPARI SEMARANG Jl Lamongan Tengah no. 2 Bendan Ngisor, Gajahmungkur Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
ISSN : 28289536     EISSN : 28289110     DOI : 10.56910
Core Subject : Economy,
Journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam studi Ilmu Ekonomi Manajemen yaitu manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasional, manajemen strategik bahkan manajemen yang terkait dibidang Pariwisata dan Perhotelan
Articles 110 Documents
Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Penanganan Pandemi Covid-19 Di Provinsi Bali Rizki Nurul Nugraha; Arnold Yudi Nahlony
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): April : Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/nawasena.v2i1.406

Abstract

Salah satu tempat wisata paling populer di Indonesia yang sudah dikenal hingga seluruh dunia adalah Pulau Bali. Menurut data dari BPS mengenai wisatawan yang berwisata ke Bali berjumlah 5.697.739 pengunjung pada tahun 2017 dan pada tahun 2018, terdapat 6.070.473 pengunjung sehingga mengalami kenaikan sejumlah 6,54%. Pada tahun 2020, populasi wisatawan Bali mengalami penurunan tajam. Ini akibat wabah flu yang fatal yang melumpuhkan ekonomi global. Virus corona adalah nama wabah yang pertama kali muncul secara lokal di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Desember 2019. Menurut pemerintah Bali, di wilayah tersebut terdapat 337 kasus terkonfirmasi Covid-19. 19. Angka ini menempati urutan ke-10 di antara provinsi lainnya. Divisi UMKM korporasi mempekerjakan setidaknya 1,1 juta orang. Salah satu industri yang paling terkena dampak pandemi adalah pariwisata. Menerapkan infrastruktur pariwisata, konsep, pengembangan destinasi, dan taktik untuk menarik wisatawan. Akan ada sejumlah teknik yang digunakan untuk menarik pengunjung kembali. Ada tujuh taktik yang perlu diterapkan, agar pengunjung ke Bali merasa aman dan betah di tengah pandemi. Sanitasi Standar Tinggi, Keamanan Standar Tinggi, Pariwisata Niche, Tur Perjalanan Tunggal, Tur Kesehatan, dan Pariwisata Virtual adalah beberapa dari inisiatif ini. Pariwisata pantai yang menjadi destinasi paling diminati juga terkena imbas dari pandemi.
Perencanaan Daya Saing Destinasi Wisata Berdasarkan Tipologi Psikografik Wisatawan (Kasus Pada Kabupaten Tapanuli Utara) April Sabdi Marbun; Emrizal Emrizal; Rahmat Darmawan
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): April : Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/nawasena.v1i1.512

Abstract

Kabupaten Tapanuli Utara ini sebagai salah satu destinasi Pariwisata penting di Sumatera Utara dan juga merupakan salah satu kabupaten di Kawasan Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, Kabupaten Tapanuli Utara merupakan salah satu pintu masuk penting bagi wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba dan memiliki 19 daya tarik wisata andalan. Akan tetapi Kabupaten Tapanuli Utara hanya memberikan kontribusi 1,23% dari total kunjungan wisatawan nusantara yang berkunjung ke Sumatera Utara periode 2015 - 2020. Daya saing sebuah destinasi bukan hanya tentang bagaimana ia bersaing dengan destinasi lain, tetapi juga bagaimana ia menarik kategori pengunjung (segmen) tertentu. Indikator mendalam tentang posisi destinasi dalam kaitannya dengan lingkungan persaingannya dapat ditemukan dalam jenis psikografis wisatawan dan susunan wisatawan tersebut. Studi ini menggunakan tipologi psikografis wisata Plog untuk menyelidiki status psikologis (daya saing) Tapanuli Utara sebagai tempat liburan. Metode kualitatif dan kuantitatif digunakan di sini. Selama periode dua bulan yang dimulai pada Juni 2022 dan berakhir pada Juli 2022, dilakukan survei terhadap 386 wisatawan domestik. Berdasarkan hasil penelitian ini, kawasan Tapanuli Utara lebih diminati oleh kelompok wisata mid-centric sebesar 61,1% dibandingkan segmen psycho-centric sebesar 22,2% atau segmen allo-centric sebesar 16,7%. Kami menjelaskan bagaimana hasil ini memiliki aplikasi praktis untuk tujuan perencanaan dan pengembangan wisata Kabupaten Tapanuli Utara.
PENGELOLAAN OBJEK WISATA DERMAGA TEPIAN MAHLIGAI DI DESA PULAU GADANG KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR, KABUPATEN KAMPAR Mita Aulia Putri; Mayarni Mayarni
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): April : Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/nawasena.v2i1.517

Abstract

Pengelolaan merupakan suatu proses yang sistematis dalam menjalankan suatu tujuan yang didalamnya terdapat perencanaan yang baik, pengarahan, pengontrolan, pemanfaatan sumberdaya yang ada sebaik mungkin agar segala tujuan yang direncanakan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Objek wisata Dermaga Tepian Mahligai merupakan salah satu Objek Wisata yang ada di Kabupaten Kampar. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Pengelolaan Objek Wisata Dermaga Tepian Mahligai Di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar kabupaten Kampar tepatnya dikawasan Danau PLTA Koto Panjang. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi yang di analisis oleh peneliti untuk mendapatkan data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah George R.Terry berpendapat bahwa manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari : Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan objek wisata dermaga tepian mahligai cukup baik, namun Pemerintah daerah harus lebih memperhatikan dan memberikan pemahaman terkait pengembangan wisata untuk pengelolaan terhadap objek wisata Dermaga Tepian Mahligai ini. Serta meningkatkan promosi dan pemasaran pariwisata yang lebih intensif dengan memanfaatkan teknologi, informasi, dan komunikasi agar meningkatkan kunjungan wisata. Adapun faktor penghambatnya yaitu sumber daya manusia, dan fasilitas atau sarana dan prasarana yang ada di objek wisata tersebut. Secara keseluruhan pengelola bisa dikatakan sudah cukup baik dalam mengembangkan Objek Wisata Dermaga Tepian Mahligai.
Pengelolaan Objek Wisata Danau Timbang Bunga Pengantin Oleh Bumdes Aur Kuning Di Kabupaten Kuantan Singingi Sonia Anggraini; Mimin Sundari Nasution
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): April : Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/nawasena.v2i1.519

Abstract

Pengelolaan objek wisata merupakan bentuk dalam memanfaatkan potensi alam yang ada di suatu daerah yang menjadi sumber pendapatan daerah. Pengelolaan adalah proses yang membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan. Kata management sendiri sudah diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi kata manajemen yang berarti sama dengan “pengelolaan”, yakni sebagai suatu proses mengoordinasi dan mengintergrasi kegiatan kegiatan kerja agar dapat diselesaikan secara efisien dan efektif. Objek wisata danau timbang bunga pengantin merupakan objek wisata yang terletak di Kabupaten Kuantan Singingi. Tujuan pengelolaan ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan objek wisata danau timbang bunga pengantin oleh BUMDes Aur Kuning di Kabupaten Kuantan Singingi. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisa peneliti dalam mendapatkan data. Penelitian ini menggunakan teori dari George R.Terry tentang fungsi pengelolaan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,dan pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan objek wisata danau timbang bunga pengantin oleh BUMDes Aur Kuning masih belum optimal, dikarenakan masih terdapat beberapa perencanaan pengelolaan yang yang belum terealisasi dan perlu adanya perbaikan dalam pengelolaan objek wisata danau timbang bunga pengantin.
POTENTIAL NATURAL TOURISM AREA IN SUPPORTING THE ASAHAN GO WISATA PROGRAM (Case of Asahan River Rafting Tour, Asahan Regency) Rahmad Kurnia Abdik Nasution; Emrizal Emrizal; Marciella Elyanta
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): April : Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/nawasena.v2i1.520

Abstract

The objectives of this study are: To analyze the ecotourism potential in the Asahan River Rapids area based on the ECOS (Ecotourism Opportunity Spectrum). This qualitative descriptive study uses four data collection techniques: observation, interviews, questionnaires, and documentation. The sampling technique in this study uses non-probability precisely, namely Purposive Sampling and Incidental Sampling. Then the data obtained were analyzed using the ECOS approach. Research shows that the potential for ecotourism in the Asahan River Rapids area based on the ECOS approach is to have an Eco Specialist indicator. Where these indicators are assessed using seven components in ECOS, namely the access component with the Eco Specialist indicator, other related resource components with the intermediate indicator, the attraction component with the Eco Specialist indicator, the infrastructure component with the Eco Specialist indicator, and the social interaction component with the Eco indicator. Specialist, component level of ability and knowledge with indicator Intermediate, and the component of visitor impact with indicator Intermediate.
Natural Tourist Attraction Development Model Based On Tourism Area Cycle Of Evolution (Case Of Ponot Waterfall Attraction Asahan Regency) Sitti Nurlaeli; Emrizal Emrizal; Femmy Indriany Dalimunthe
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): April : Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/nawasena.v2i1.526

Abstract

The development of tourism in an area will bring many benefits to the community, namely economically, socially, and culturally. However, if the development is not prepared and managed properly, it will cause various problems that make it difficult or even detrimental to the community. The research that will be conducted aims to formulate directions for the development of the Ponot Waterfall Natural Tourist Attraction in Asahan Regency based on the Tourism Area Cycle of Evolution (TACE) model and then provide several recommendations for the development of natural tourist attractions based on the typology. This qualitative descriptive study uses four data collection techniques: observation, documentation study, focus group discussion, and literature study. This study uses research variables used to identify the natural attractions of Ponot Waterfall. The variables in the tourism components are Attraction, Accommodation, Facilities, Transportation, Infrastructure, Institutional, Promotion, Tour Packages, Ancillary Services. Then the data obtained are analyzed using the Tourism Area Cycle of Evolution (TACE), Carrying Capacity and Ansoff Matrix. Research shows that Ponot Waterfall is nature tourism that has fulfilled all the indicators in the characteristics of natural tourism areas that have not been fulfilled, namely the variable something to buy, where the natural tourism area does not yet have a distinctive product to be traded to tourists, tourism promotion and supporting facilities that have not adequate and as a tourist area, this waterfall is still managed by the community so there are still minimal facilities and development. Ponot Waterfall is in the involvement stage and its position on the Ansoff Matrix diagram is in Quadrant 1 Market Penetration: Existing Product and Existing Market. After the first and second targets have been achieved, more appropriate directions for the development of natural tourist attractions are generated based on the evolution cycle of tourist attractions
Fasilitas, Lokasi Dan Daya Tarik Wisata Pada Minat Berkunjung Kembali Ke Objek Wisata Pantai Carocok Painan Ria Murdani; Lidya Martha
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): April : Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/nawasena.v2i1.616

Abstract

This study aims to examine the facilities, locations, and tourist attractions on the intention to return to the tourist object of Carocok Painan Beach. This research is a quantitative study, the sampling method uses incidental sampling techniques with a total of 100 respondents. The data analysis technique used is validity test, reliability test, normality test, multicollinearity test, heteroskeasticity, multiple regression analysis and t test. The results showed that facilities had a negative and not significant effect on intention to return, location had a positive and significant effect on intention to return, and tourist attraction had a positive and significant effect on intention to return.
Strategi Pengembangan Edutourism Kebun Kopi Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Sembalun Sajang (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Bumi Lestari) Afwan Abrory; I Made Murdana
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): April : Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/nawasena.v2i1.672

Abstract

Sembalun coffee plantations used to be very extensive coffee plantations, in which the livelihoods of the Sembalun people were coffee grown during the Dutch Colonialization era as the main producer of coffee in Lombok. The general research objective is to analyze edutourism management strategies for coffee plantations for the welfare of the people of Sembalun Sajang. The method used is descriptive qualitative method by means of interviews and field observations. Based on the results of the research, it shows that in the conservation aspect, the Bumi Lestari Farmers Group has carried out several missions for the development of the Edutourism area in Sembalun Sajang Village, such as preserving nature. On the economic aspect, it has provided economic benefits for area managers, tour organizers and the local community.In the aspect of the active role of the community, the result is that the surrounding community has contributed to the development of science by collaborating with government and private parties so that everything can run well in accordance with prevailing trends . And in the tourism aspect, special attention is needed from the local office to improve facilities and provide clear access to information for potential tourists so they want to come for a tour of this educational area.
Analisis Minat Berkunjung Kembali Generasi Z ke Objek Wisata Mifan Waterpark Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Muhammad Difa Naufal Abiyyu; Syevira Putri Gusti Amanda; Yusnateti Yusnateti; Dwi Pratiwi Wulandari
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): April : Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/nawasena.v2i1.677

Abstract

This study aims to analyze Gen Z's intention to return to the Mifan Waterpark tourist attraction during the adaptation period to new habits. Gen Z is an important group in the tourism industry, and understanding their interest in visiting tourist attractions during the period of adapting to new habits is crucial for developing an effective marketing strategy. The survey method was used to collect data from Gen Z respondents who had visited Mifan Waterpark before. Data were analyzed using descriptive statistical techniques. The results showed that Gen Z had a high interest in visiting Mifan Waterpark again during the adaptation period to new habits, with an average respondent achievement rate of 79.41%. These findings indicate that efforts to manage and adjust Mifan Waterpark in dealing with adaptation to new habits have succeeded in attracting the interest of Gen Z. The practical implications of this research are the need to focus on increasing visitor satisfaction, adapting new habits continuously, using technology and social media, and developing experiences. unique to sustaining Gen Z interest in revisiting. This research provides valuable insights for the tourism industry in understanding the preferences and behavior of Gen Z consumers and determining appropriate strategies to attract and maintain their interest in the adaptation period to new habits.
Guest Satisfaction to Stay in The Four-Star Rating Hotel in Padang: The Influence Of Hospitableness and Guest Engagement Arifandi Ilham; Wanda Melisa Nurlita; Wira Tri Annisa; Feri Ferdian
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus : Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/nawasena.v2i2.703

Abstract

The purpose of this research is to find out how the hospitableness and guest engagement that exists between employees and guests have an impact on guest satisfaction. This type of research is a quantitative descriptive research with a causal associative method. The population in this study were all guests who had stayed at a four-star hotel in the city of Padang. The sampling technique is non-probability sampling using purposive sampling. The number of samples in this study amounted to 97 responses. Data collection techniques were carried out using a questionnaire with a Likert scale that had been tested for validity and reliability. The data analysis used in this research is descriptive analysis with the help of SPSS version 20.00. From the results of the research that has been done, the Friendliness and Guest Involvement variables have a positive and significant effect on guest satisfaction at four-star hotels in the city of Padang. It can be said that based on this research, guest satisfaction can occur if the hotel can provide hospitableness and guest engagement good relations with guests during their stay, then guests will feel satisfied.

Page 3 of 11 | Total Record : 110