cover
Contact Name
Vit Ardhyantama
Contact Email
vit.10276@gmail.com
Phone
+6285932141099
Journal Mail Official
redaksijse@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien No.4-A, Kebon, Ploso, Kec. Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur 63515
Location
Kab. pacitan,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Social Empowerment
ISSN : 25035371     EISSN : 28096894     DOI : DOI: 10.21137/jse
Journal of Social Empowerment (JSE) sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang berkaitan tentang pengabdian pada masyarakat. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalan satu tahun pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 182 Documents
Penanaman Dasa Dharma Pramuka di SMK Negeri 2 Pacitan Anung Probo Ismoko; Danang Endarto Putro
Journal of Social Empowerment Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.224 KB)

Abstract

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti jiwa muda yang suka berkarya.Pramuka sangat penting untuk membentuk karakter pemuda bangsa. Pramuka memberikan pendidikan yang membentuk karakter, seperti kedisiplinan, Kesopanan, patuh pada aturan, kreatifitas, dan kecakapan berpikir. Pramuka mengajarkan kecakapan dalam berpikir dan menggunakan cara-cara kreatif dalam mengatasi permasalahan. Dalam pramuka juga diajarkan cara bertahan hidup dalam keadaan darurat, misalnya jika tersesat di hutan, pramuka mengajarkan cara menggunakan kompas dan peta, memahami tanda-tanda alam, dan cara membuat bivak. Dalam hal kreatifitas, pramuka mengajarkan cara-cara menggunakan benda-benda yang ada disekitar kita, seperti tali, tongkat, dan benda-benda lain. Kegiatan dalam pramuka lebih sering dilakukan di luar ruangan, yang berarti kegiatan dalam pramuka lebih banyak praktiknya. Selain memberikan keterampilan pribadi, pramuka juga mengajarkan tentang kebersamaan. Pramuka mengajarkan untuk bekerja sama dengan orang lain. Selain itu, pramuka juga mengajarkan cara berorganisasi dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Dalam organisasi kepramukaan, setiap anggota dituntut untuk bertanggungjawab dan aktif dalam kegiatan organisasi tersebut. Hal itu tentunya memberikan pengalaman yang sangat berguna, terutama dalam dunia kerja. Selain kemampuan akademik, kemampuan organisasi juga sangat diperhitungkan dalam seleksi masuk pekerjaan. Jiwa pramuka yang disiplin, cakap dalam berpikir, sopan, dan bertanggungjawab sangat dibutuhkan dalam kehidupan dewasa. Begitu banyak ilmu dan pengalaman yang bisa didapat dari kegiatan pramuka. Oleh karena itu, pramuka sangat penting untuk membentuk karakter pemuda bangsa. Luaran dari kegiatan ini adalah publikasi di jurnal ilmiah.
Bank Sampah (Desa Sirnoboyo) Agoes Hendriyanto; Afid Burhanuddin
Journal of Social Empowerment Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.808 KB)

Abstract

Model pengelolaan bank Sampah atau bisa juga dengan konsep tempat pengelolaan sampah / reuce, reduse, recycle (TPS/3R), adalah suatu konsep pengelolaan sampah secara efektif. Sampah dipilah-pilah terlebih dahulu menjadi sampah organik dan anorganik dengan menyediakan kantong plastik sampah tiap Rumah Tangga. Kemudian sampah diangkut dan dikumpulkan oleh petugas Bank Sampah untuk dikelola agar mendapatkan nilai ekonomi tinggi. Namun untuk menyadarkan masyarakat untuk memilah-milah sampah organik dan anorganik membutuhkan waktu yang sangat lama. Sampah jika dikelola memiliki nilai ekonomi tinggi, dengan cara dikumpulkan, ditimbang, dan dipilah untuk kemudian dijual. Hal ini juga harus dilakukan secara terus menerus, selain untuk mengurangi volume sampah, juga dapat menjadi peluang usaha menjanjikan. Kegiatan Bank Sampah telahdimulai pada bulan september samppai oktober 2017. Setelah terjadi musibah banjir tanggal 28 Nopember 2017 peralatan Bank Sampah Berseri banyak yang hanyut terbawa arus banjir. Modal yang dialokasikan di APBDesa Sirnoboyo 9.000.000,- tidak ada artinya sama sekali setelah musibah tersebut. Oleh sebab itu perlu adanya stimulus untuk tahun 2018 agar kegiatan Bank Sampah Berseri bangkit kembali.
Optimalisasi Program “Mentimun (Mencuci Tangan Menggunakan Sabun)” sebagai Solusi Pola Hidup Bersih dan Sehat Bagi Anak Usia Sekolah Winda Andriyati; Mukodi Mukodi
Journal of Social Empowerment Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.047 KB)

Abstract

Siswa dituntut untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dan baru dapat menjadi kunci keberhasilan dalam pembelajaran. Metode pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan minat dan perhatian siswa terhadap materi yang akan dipelajari. Metode pembelajaran aktif yang digunakan disini mengenai ketrampilan mencuci tangan ,menggunakan sabun (mentimun). Pembelajaran aktif adalah suatu proses pembelajaran dengan maksud untuk memberdayakan peserta didik agar belajar dengan menggunakan berbagai cara secara aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola hidup bersih dan sehat serta ketrampilan mencuci tangan anak di dusun Ketro. Penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan metode observasi, dan wawancara. Hasil yang dicapai siswa lebih mudah menyerap materi, lebih mandiri, dan disiplin.
Meningkatkan Kreatifitas Anak Usia Sekolah Dasar melalui Pemanfaatan Barang Bekas dengan Hiasan Kain Flanel Lilis Fitrianingsih; Tatik Sutarti Suryo
Journal of Social Empowerment Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.788 KB)

Abstract

Pelatihan peningkatan kreatifitas dengan memanfaatkan barang bekas yang dihias dengan kain flanel sangat bermanfaat untuk diadakan bagi anak usia sekolah, karena hal tersebut berpotensi meningkatkan jiwa enterpreunership sejak dini. Anak usia sekolah merupakan masa berkarya, berlatih dan masa emas. Tujuan dari program ini adalah untuk mengetahui cara memanfatkan barang bekas dengan hiasan kain flanel bagi anak usia sekolah, dan mampu membuatnya dengan menyalurkan daya kreatifitas sendiri. Selain itu, mereka juga dapat memanfaatkan barang bekas dengan hiasan kain flanel menjadi barang yang terlihat lebih indah dan berguna. Program ini dilaksanakan dengan metode pendampingan yang sistematis yang terdiri dari beberpa langkah yaitu: (1) Observasi lapangan, (2) merancang kegiatan pelatihan, (3) mendata peserta, (4) menyiapkan bahan peralatan, dan perlengkapan yang dibutuhkan, (5) kegiatan pelatihan, (6) evaluasi program. Kesimpulan dari program ini adalah: Terdapat beberapa tahap menghias barang bekas yaitu, membersihkan barang bekas, mempersiapkan alat dan bahan, mengukur semua sisi, memotong kain flanel sesuai dengan ukuran barang bekas sebagai background, menghias barang bekas sesuai selera, dan membuat barang tersebut terlihat lebih menarik dan berguna.
Pencegahan Kekerasan di SMK Negeri Ngadirojo melalui Optimalisasi KPK (Komisi Pemberantasan Kekerasan) Agoes Hendriyanto; Sugiyono Sugiyono; Dwi Susilo Rini
Journal of Social Empowerment Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.93 KB)

Abstract

Kekerasan fisik merupakan perilaku kontak fisik seseorang kepada korban, dengantujuan melakukan ancaman, cidera, bahkan cacat fisik. Korbannya dari berbagai usia,takmemandang usia muda maupun tua. SMK dengan usia di bawah 17 tahun masih mendapatkanperlindungan dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Trend kekerasan pada anakmeningkat setiap tahun yang menjadi motivasi bagi SMKN Ngadirojo untuk mencegahkekerasan kepada siswa SMK terjadi. Menghadapi konteks tersebut, SMK Negeri Ngadirojomembentuk tim khusus yang diberi nama KPK (Komisi Pemberantasan Kekerasan). Tim inibertugas mencegah dan menanggulangi segala tindak kekerasan di sekolah. Programpencegahan dan penanggulangan kekerasan dilakukan dengan metode pendidikan danpendampingan yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu: (1) pembentukan tim pelaksana; (2)sosialisasi; (3) keteladanan; (4) pembiasaan; dan (5) pemberian sanksi. Pelaksanaan programini mampu memberikan pemahaman yang baik tentang kekerasan yang meliputi penyebabkekerasan, jenis-jenis kekerasan, dan sanksi terhadap pelaku tindak kekerasan. Sehingga semuawarga sekolah termotivasi dan memiliki kesadaran yang tinggi untuk tidak melakukan tindakkekerasan. Hal ini berdampak terhadap meningkatnya siswa memiliki sikap sopan santun danrasa tenggang rasa terhadap orang lain serta terwujudnya penyelenggaraan pembelajaranyang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Tanam pada Musim Kemarau di Dusun Jerukwangi Desa Sambiharjo Kecamatan Paranggupito Anung Probo Ismoko; ansyari widyantara; Agus Sertiawan; Fristi Nur Aini
Journal of Social Empowerment Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.103 KB)

Abstract

Dusun Jerukwangi memiliki letak geografis yang kebanyakan merupakan daerahbebatuan. Meski demikian, sebagian besar masyarakat di dusun tersebut bekerja sebagai petani.Ketika musim kemarau tiba, mereka yang berprofesi sebagai petani sangat kesulitan akan irigasilahan mereka dikarenakan tidak adanya sumber air. Mereka bahkan harus membeli air untukmemenuhi kebutuhan sehari-harinya pada saat musim kemarau tiba. Dewasa ini, pemanfaatan limbah rumah tangga seperti sampah botol plastik mineral masih belum begitu baik. Sampah-sampah tersebut hanya dibiarkan begitu saja, padahal semua itu dapat membantu mengatasi permasalahan yang telah dijelaskan di atas. Secara umum, pelaksanaan teknis pengelolaansampah terpadu 3R (reuse, reduce, recycle) yaitu menggunakan kembali sampah secaralangsung, mengurangi segala sesuatu yang menyababkan timbulnya sampah, dan memanfaatkankembali sampah setelah mengalami proses pengolahan.Hidroponik sumbu (wicks) merupakansalah satu metode hidroponik yang sederhana dengan menggunakan sumbu sebagai penghubungantara nutrisi dan bagian perakaran pada media tanam. Pemanfaatan hidroponik sistem sumbumemiliki kelebihan secara khusus, yakni larutan nutrisi dapat tersirkulasi serta volume larutanhara yang dibutuhkan lebih sedikit.
Konsep “baper” Untukedukasi Seks Bebas pada Kejari Desa Dadapan Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan Afid Burhanuddin; Langgeng Laksono; Nadhilah Ummu N; Arlisma N A; Tri Gunawan
Journal of Social Empowerment Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.727 KB)

Abstract

Dampak negatif perilaku seks bebas yang seringnya mengakibatkan hamil diluarnikah telah menjadi hal yang biasa di kalangan remaja saat ini. Hal tersebut disebabkan olehmudahnya para remaja dalam mengakses informasi yang berbau pornografi. Fenomena ini tidakhanya terjadi di kota besar namun juga sudah menjalar ke pelosok desa. Salah satunya adalahDesa Dadapan Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Banyak dari remaja DesaDadapan yang hamil di luar nikah hingga meresahkan warga. Untuk itu diperlukan edukasibahaya seks bebas pada KEJARI (Kelas Edukasi Remaja Putri) Desa Dadapan untuk menambahpengetahuan tentang bahaya perilaku seks bebas dengan penerapan konsep BAPER (BermainPeran).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konsep BAPER (Bermain Peran)dapat diperankan oleh KEJARI Desa Dadapan Kecamtan Pringkuku danmemotivasi KEJARIDesa Dadapan Kecamtan Pringkuku untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perilaku seksbebas. Langkah- langkah pelaksanaan yang digunakan kegiatan ini ada 3 tahap yang pertamaadalah Perencanaan Program, Pelaksanaan Program, dan Evaluasi Program.
Kegiatan Field Trip pada Anak-Anak Dusun Mengger Desa Bumiharjo Yhony Agus Setya Mahendra; Wit Esthi Rahayu; Widad afifah; Wahyu Deni setiawan
Journal of Social Empowerment Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.806 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon anak-anak desa mengger dalammengikuti kegiatan Field Trip. Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan pembelajaranbelajar bahasa inggris atau bahasa asing dengan kreatif dan menyenangkan anak-anak melaluikegiatan Field Trip di dusun mengger, desa bumiharjo. Penelitian ini bersifat kualitatif,menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada metode observasi ini,dimulai dengan melakukan pengamatan terhadap situasi dan kondisi pada bimbingan belajaryang telah di laksanakan oleh mahasiswa KKN STKIP PGRI Pacitn yang berada di dusun mengger, desa Bumiharjo. Pelaksanaan kegiatan field adalah untuk menambah motivasi anak-anak dalam belajar bahasa asing khususnya bahasa inggris dengan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Hasil yang diperoleh dari penelitian, anak- anak dusun mengger, desaBumiharjo sangat antusias dalam kegiatan Field Trip, dari kedisiplinan waktu serta kehadirandalam berpartisipasi mengikuti kegiatan Field Trip.
Festival Religi sebagai Alternatif Penanaman Jiwa Religius pada Anak Dusun Jati Desa Sawahan Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek Bakti Sutopo; Deni Eko Laksono; Dewi Rusmini; Bambang Setiawan
Journal of Social Empowerment Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.939 KB)

Abstract

Festival religi adalah suatu bentuk usaha untuk meningkatkan kualitas SDM (SumberDaya Manusia) dalam bidang keagamaan. Kegiatan seperti ini dapat dilakukan dimana saja,baik di lingkup sekolah, lingkungan, maupun yang lainnya. Hal ini selain bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan keagamaan juga dapat dijadikan sebagai ajang untuk mengasahkepercayaan diri pada anak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif denganpendekatan kualitatif. Adapun teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian inimenggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Teknik observasi ini dilakukan denganmengamati subjek penelitian, lingkungan hidup masyarakat, dan sebagainya. Sedangkan teknikdokumentasi, dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang menunjang penelitian.Penanaman jiwa religius adalah pembelajaran yang menekankan pada nilai-nilai religiusterhadap kepribadian seorang anak. Sehingga, dalam diri anak terdapat jiwa yang memilikikepercayaan atau keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini dapat dilihat dari kuantitasanak dusun Jati, desa Sawahan, kecamatan Panggul, kabupaten Trenggalek pada saat mengikutikegiatan perlombaan atau festival religi.
Pelatihan Pembuatan Jenang Tape Telo sebagai Upaya Pemanfaatan Potensi Lokal Dusun Dawung Desa Gudangharjo Arif Mustofa; Marwanto Marwanto; Tria Bayu Rahmawati; Untung Triyanto
Journal of Social Empowerment Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.066 KB)

Abstract

Kabupaten wonogiri memiliki kekayaan hayati berupa hasil pertanian singkong yangmelimpah. Singkong sebagai komoditas utama desa Gudangharjo saat ini belum mampudimanfaatkan secara optimal oleh para petani. Perlu adanya sebuah inovasi baru dalammenciptakan aneka olahan yang bernilai ekonomis dari hasil pertanian berupa singkong. Makadiperlukan sebuah kreasi yang inovatif dalam mengolah tanaman singkong menjadi olahanpangan yang lezat dan bergizi. Salah satu bentuk realiasi dari permasalahan yang ada tersebutyaitu pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga dengan diberikan pelatihan berupa pembuatan jenangtape yang berbahan dasar singkong. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu agar masyarakat desaGudangharjo dapat memanfaatkan singkong menjadi olahan yang inovatif dan kreatif sertauntuk meningkatkan kreatifitas dan ekonomi mereka. Metode yang digunakan terdiri dari 2(dua) tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan meliputi observasi,identifikasi masalah, dan sosialisasi program kerja. Tahap pelaksanaan teridiri dari persiapanalat dan bahan, pelatihan pembuatan jenang tape telo, dan pelabelan. Hasil dari pelatihan iniberupa produk jenag tape telo yang sudah dikemas dan tinggal dipasarkan.

Page 10 of 19 | Total Record : 182