cover
Contact Name
Anisa Sri Utami
Contact Email
anisautami95@gmail.com
Phone
+6282275004633
Journal Mail Official
redaksisalingkaabdimas@gmail.com
Editorial Address
Jl by Pass No 9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Salingka Abdimas
ISSN : 28089928     EISSN : 28074564     DOI : 10.31869/jsam
Core Subject : Health,
Jurnal Salingka Abdimas hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil pegabdian kepada Masyaraakat yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit)
Articles 120 Documents
PELATIHAN PERSONAL HYGIENE UNTUK PRAMU WERDHA DI PANTI REHABILITASI SOSIAL LANJUT USIA (PRSLU) KARAWANG Sartika, Aprilina; Elizabeth, Beatrix; Wahyuni, Aria
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.4771

Abstract

Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Kurang perawatan diri adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya. Personal hygiene perlu di lakukan semua orang khususnya pada lansia untuk mencegah adanya infeksi. Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PRSLU) di karawang memiliki pramu werdha yang memiliki fungsi membantu para lansia yang ada di PRSLU. Observasi yang dilakukan di PRSLU tersebut ditemukan masih banyaknya lansia yang personal hygiene masih kurang. Fenomena tersebut diselesaikan dengan cara melakukan pengabdian seperti pelatihan pada pramu werdha. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya personal hygiene dan cara melakukan perawatan personal hygiene. Metode pengabdian dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Pramu werdha yang mengikuti pengabdian ini berjumlah tujuh orang. Evaluasi kegiatan ini mengunakan kuesioner pengetahuan dan chek list pengetahuan pre-posttest. Hasil pelatihan diperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan perawatan personal hygiene dengan peningkatan skor pengetahuan antara sebelum dan setelah pelatihan sebesar 1,88. Setelah pengabdian ini dilakukan diharapkan pramu werdha ini memperhatikan dan melakukan personal hygiene yang rutin kepada lansia. Kata Kunci: Personal Hygiene, Pramu Werdha, Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia 
JAVANESE CULTURE THERAPY PADA IBU PASCA SALIN Heryani, Sri; Rohmah, Siti; Lestari, Ririn
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.4772

Abstract

Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas perawatan berbasis budaya dalam mencegah atau mengurangi gangguan psikologis pada masa nifas. Pengabdian masyakarat ini dilaksanakan melalui penyuluhan ataupun sharing knowledge culture therapy pada ibu dalam masa nifas dengan melibatkan kader, bidan desa dan aparat desa setempat. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa tahap, tahap pertama dilaksanakan survey lapangan untuk menggali informasi yang terkait pengabdian yang akan dilaksanakan, tahap kedua melakukan sharing dengan para kader dan bidan desa  tahap ketiga pemberian materi dan role play culture therapy, tahap keempat evaluasi.Hasil dari kegiatan ini diketahui bahwa ibu nifas belum mengetahui budaya sunda yang dapat digunakan dalam masa nifas dan ibu nifas merasa tenang setelah mengikuti penyuluhan terkait budaya sunda dalam perawatan masa nifas. Kata Kunci: Budaya, Pasca Salin
APLIKASI HASIL PENELITIAN: PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER DI KELURAHAN PLALANGAN KEC. GUNUNG PATI Mardiyono, Mardiyono; Sulistyowati, Dina Indrati Dyah; widiyanto, Budi
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4792

Abstract

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) sejalan dengan program asuhan keperawatan keluarga dalam penyakit tidak menular, stop merokok dan kepesertaan BPJS. Masalah Indeks Keluarga Sehat kelurahan Plalangan 0,147 termasuk kategori rendah, jauh dari IKS kota Semarang 0,308. Masyarakat Plalangan banyak mengalami risiko tinggi dan menderita penyakit tidak menular termasuk penyakit jantung, diabetes, asthma, dan kanker payu dara, Rahim serta status Kesehatan gigi dan mulud masih rendah. Pendekatan keluarga mencakup upaya promotif dan preventif serta kuratif sederhana dilakukan dirumah dan program posbindu dan prolanis oleh petugas. Upaya kuratif paripurna dilakukan di Puskesmas dan program PANDU terpadu dan prolanis oleh tenaga medis bagi penderita pnyakit tidak menular. Pengendalaian penyakit tidak menular ke buku peserta posbindu holistik, sehingga data pasien penyakit  tidak menular dapat dimasukkan dalam SIMPUS.Metode:  The study is participatory action research kepada petugas puskesmas dan kader posbindu. Pospulasi kelurahan Plalangan 836 KK terbagi 3 RW 17 RT dengan kategori keluarga tidak sehat, pra sehat, sehat dan menderita penyakit hipertensi, penyakit hantung diabetes, astma dan kanker. Pemberi asuhan dibagi 3 tim RW 1, 2, dan 3.Hasil deteksi dini hiperkolesterolemia 13 pasien (11,3%), asam urat tinggi 5 pasien (4,3%), diabetes melitus 9 pasien (7,8%), hipertensi 25 pasien (21,7%). Pengendalian penyakit DM peserta posbindu holistic dengan case management minum obat, minum herbal, olah raga dan  diet DM. Pengendalian penyakit tidak menular dengan peserta posbindu holistic dengan case management minum obat, minum herbal, dan olah raga. 
PENERAPAN SPIRITUAL CARE GUNA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Giyaningtyas, Ika Juita; Elizabeth, Beatrix
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.4890

Abstract

Pasien dengan penyakit kronik diantaranya Diabetes Melitus selain mengalami gangguan fisik dan psikis, juga dapat mengalami masalah spiritual diantaranya spiritual distress. Spiritual distress ini bisa terjadi terhadap pasien yang tidak mampu memahami arti hidup, nilai hidup serta tujuan dari hidupnya ketika pasien menderita gangguan fisik dan masalah fisiologis akibat dari penyakit yang dirasakan. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan spiritual distress adalah dengan cara pemenuhan kebutuhan spiritual atau spiritual care. Ketika terpenuhi kebutuhan spiritualnya, penderita diabetes secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas hidupnya, karena kesejahteraan spiritual berbanding lurus dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Kualitas hidup yang rendah menyulitkan pasien diabetes mellitus untuk beradaptasi, melakukan aktivitas, mengelola penyakit, dan memiliki strategi koping yang salah mengakibatkan kesehatannya menurun. Sejauh ini belum ada upaya untuk meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes mellitus di wilayah Puskesmas Tambun. Berdasarkan hal tersebut, pelaksana pengabdian menawarkan solusi dengan pemberian spiritual care. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini menunjukkan adanya pengaruh penerapan spiritual care terhadap nilai kualitas hidup pasien diabetes mellitus di wilayah Puskesmas Tambun. Disarankan agar para profesional kesehatan mengintegrasikan spiritual care dengan perawatan biasa dalam manajemen diabetes mellitus. Kata kunci: Kesejahteraan spiritual, penyakit kronis, Kesehatan mental, kualitas hidup
Peningkatan Kompetensi Dan Pemberdayaan Siswa dan Guru SMK Dalam Mencegah Kekerasan Seksual Handayani, Tri Lestari; Harini, Ririn; Syaifullah, Yunan
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4704

Abstract

Pada tahun 2021 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mencatat sebanyak 8.800 kasus kekerasan seksual terjadi dari Januari sampai November 2021 (1). Kekerasan seksual di lingkungan sekolah akhir- akhir ini juga banyak terkuak. Pihak sekolah dan siswa sering kali tidak mempunyai kesiapan untuk menghadapi masalah kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan pemberdayaan siswa dan guru SMK dalam mencegah kekerasan Seksual, mitra yang di libatkan dalam program pengabdian ini adalah Sekolah SMK PK Muhammadiyah I Pandaan merupakan sekolah unggulan dengan akreditasi A ingin melakukan tindakan antisipasi dan pencegahan masalah kekerasan seksual agar proses belajar mengajar berjalan baik. Metode yang di gunakan yaitu melakukan FGD dengan guru untuk mengidentifikasi masalah dan bersama-sama membuat rencana solusi masalah. Tim PKM juga melakukan pelatihan untuk siswa sekolah untuk meningkatkan kompetensi yang meliputi; pengetahuan, sikap positif dan keterampilan dalam mencegah dan mengatasi masalah kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Hasil dari kegiatan pelatihan terhadap siswa terbukti ada peningkatan aspek pengetahuan tentang cara pencegahan kekerasan seksual pencegahan sebanyak 24 point (rata-rata pre-test 60, rata-rata post-test 74). terdapat perubahan sikap siswa terhadap masalah pencegahan kekerasan seksual yang dapat di lihat dari hasil diskusi dan tanya jawab yang antusias dari para siswa, siswa juga mulai terampil dengan mendemonstrasikan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual, terjadi peningkatan keperdulian dari guru - guru juga terhadap masalah kekerasan seksual yang di buktikan dengan keaktifan guru dalam mengidentifikasi dan memberikan solusi masalah kekerasan seksual pada forum FGD. Semangat melakukan pencegahan terhadap kekerasan seksual jika dilakukan secara terus menerus akan sangat efektif untuk menurunkan resiko terjadinya kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
PEMBENTUKAN KELOMPOK EDUKASI REMAJA ANTI STUNTING (RANTING) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA TASIKMALAYA Irianti, Bayu; Patimah, Siti; Anjani D, Dyane; Aeni S, Hilya
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4791

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan stunting tertinggi di dunia. Stunting di Indonesia tercatat sebesar 24,4%, dengan Jawa Barat sebanyak 218.286 anak dari 3.095.299 anak (survei sarjana gizi, 2022). Angka stunting di Tasikmalaya tercatat sebanyak 7.751 (17,58%), Kecamatan Kawalu menyumbang angka stunting tertinggi yaitu sebanyak 1.396 (18,05%). Perjuangan mengatasi masalah stunting bisa dimulai sebelum anak lahir (1000 HPK) atau sejak usia remaja. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk memberdayakan remaja putri di kota tasikmalaya agar mengetahui dan memahami pentingnya upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi penelusuran literasi, survei lokasi, Survei Kesadaran Diri (SMD), Diskusi Warga (MMD), persiapan anggota tim dan pembagian peran, pretest, tot, dan post test pada pendampingan remaja Posyandu Remaja dan duta ranting, hb pengukuran dan distribusi suplemen zat besi ,”JUFE” Jumat Fe . Kesimpulannya adalah modul sebagai sarana promosi kebutuhan remaja yang memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran remaja untuk mengkonsumsi suplemen zat besi. Rekomendasi bekerjasama dengan PIK-R BKKBN kota Tasikmalaya untuk menyesuaikan materi modul sesuai dengan kebutuhan remaja agar dapat digunakan di semua SMP yang ada di kota Tasikmalaya.
PEMANFAATAN BUAH STROBERI SEBAGAI SERAT ALAMI DAN BERSIFAT SELF CLEANSING DALAM UPAYA PENGENDALIAN BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTAN UNTUK MENGURANGI TERBENTUKNYA PLAK GIGI PADA SDN DI KANAGARIAN AMPANG GADANG KABUPATEN AGAM Arnetty, Arnetty; Fitri, Ika
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.5053

Abstract

Berbagai program upaya kesehatan telah dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya adalah program pelayanan kesehatan gigi. Plak merupakan deposit lunak yang melekat erat pada permukaan gigi, terdiri atas mikroorganisme yang berkembang biak dalam suatu matrik intraseluler  . Salah satu jenis buah-buah yang digunakan sebagai pengobatan adalah buah stroberi Stroberi merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat untuk menghilangkan bau mulut, memutihkan gigi, mencegah karies dan sebagai antibakteri Katekin dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans melalui dua cara yaitu sebagai bakterisida dan menghambat proses glikosilasi bakteri Stroberi merupakan makanan yang bersifat tidak merangsang pemukaan plak melainkan sebagai pengendali debris alami atau sebagai pembersih alami pada permukaan gigi. Pembersih alami membantu menyingkirkan partikel-partikel makanan dan gula selama proses pengunyahan. Mengunyah buah stroberi mempunyai banyak keuntungan salah satunya secara mekanis, pada saat mengunyah buah stroberi terjadi gesekan antara permukaan gigi dengan serat yang terdapat dalam buah stroberi sehingga dapat menghilangkan debris pada permukaan gigi, kemudian aktivitas gigi dalam mengunyah buah stroberi akan merangsang sekresi saliva sehingga dapat membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan secara alami. Dengan mengadakan pengabdian kepada mitra pengabdian  yaitu murid SDN 15 Ampang Gadang Kecamatan Ampek Angkek kabupaten Agam dengan tujuan menambah pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut, serta penggunaan buah stroberi untuk mencegah terjadinya karies gigi. Metode yang digunakan yaitu ceramah, tanya jawab, demostrasi cara menyikat gigi yang baik dan benar serta pelaksanaan mengunyah stroberi. Adapun hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan mitramengenai menjaga kesehatan gigi dan mulut, manfaat stroberi untuk mencegah terjadinya karies gigi. Kata kunci : Plak Gigi, Stroberi, Mengunyah
PENINGKATAN KETERAMPILAN KADER DAN IBU DALAM DETEKSI DINI SERTA MANAJEMEN AWAL KEGAWATDARURATAN IBU HAMIL KABUPATEN KAMPAR Febrianita, Yulia; Wulandini S, Putri; Marlita, Lora; Febriani, Ade; Utama, Vonny Kurnia
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.5225

Abstract

Latar belakang :Jumlah kematian ibu pada tahun 2020 mencapai 129 orang, dimana jumlah ini mengalami penigkatan dibandingkan dengan jumlah kasus kematian tahun 2019 yaitu 125 orang. Adapun penyebab tingginya kasus kematian Ibu Hamil adalah keterlambatan dalam mendeteksi dini, terlambat memutuskan, terlambat sampai di pelayanan kesehatan dan terlambat dalam penanganan kegawatdaruratan ibu hamil. Sebagai tindakan pencegahan, tenaga kesehatan harus peka secara mental terhadap penyakit serius selain memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Kesadaran dan kemauan dari ibu hamil untuk dirujuk ke jenjang pelayanan yang lebih tinggi masih rendah, masih rendahnya pengetahuan dan dukungan keluarga kepada ibu hamil untuk mencapai dan memanfaatkan pelayanan Kesehatan. Tujuan kegiatan adalah Adapun tujuan dari kegiatan pelaksanaan ini adalah untuk memberikan Peningkatan Keterampilan Kader dan Ibu dalam Deteksi Dini Dan Manajemen Awal Kegawatdaruratan Ibu Hamil di Kelurahan Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupatem Kampar.Manfaat Kegiatanadalah Menurunkan Angka Kematian Ibu,Mambantu Ibu hamil dalam mencegah kejadian – kejadian yang patologis Adapun sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yakni seluruh kader dan ibu di di Kelurahan Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupatem Kampar. Langkahlangkah dalam pengabdian kali ini yaitu langkah Awal merupakan bagaimana pemateri menciptakan hubungan dan kedekatan dengan kader dan ibu. Pemateri diminta mampu membangun hubungan yang hangat dengan kader dan ibu agar nantinya ibu dan kader dapat memberikan rasa kepercayaan seutuhnya. Hasil : Setelah mendapatkan pendidikan Kesehatan para kader dapat memberikan penjelasan singkat jika ditemukan tanda kegawatdaruratan pada ibu hamil Kata Kunci : Deteksi Dini,Manajemen Awal, Kegawatdaruratan Ibu Hamil
PENINGKATAN PELAYANAN PERAWATAN PRA-RUMAH SAKIT UNTUK PASIEN PATAH TULANG MELALUI RELAWAN SIBULAN Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Utoyo, Bambang; Waladani, Barkah; Marsito, Marsito; Nurohman, Aldi; Mujahidin, Yusuf; Setiani, Stefani Asti
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4860

Abstract

Desa Bejiruyung adalah salah satu desa binaan Universitas Muhammadiyah Gombong yang memiliki layanan ambulan untuk keperluan kesehatan masyarakat. Namun, terdapat kendala dalam penanganan pasien patah tulang, terutama dalam prosedur balut bidai, yang memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang baik. Dalam beberapa kejadian, pasien tiba di rumah sakit dalam kondisi yang memprihatinkan. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan SIBULAN dalam balut bidai, dengan harapan bahwa ini akan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat Desa Bejiruyung. Kegiatan PkM dilakukan dengan pendekatan berjenjang, termasuk persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan melibatkan koordinasi dengan peserta dan perangkat desa, serta penyediaan materi dan peralatan yang dibutuhkan untuk pelatihan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 23 peserta dari relawan SIBULAN yang aktif mengikuti edukasi dan simulasi balut bidai. Mereka diberikan materi tentang teknik balut bidai, indikasi, kontraindikasi, dan penggunaan peralatan yang tepat. Setelah edukasi, peserta berpartisipasi dalam sesi simulasi praktik dengan penggunaan papan panjang, kain segitiga, dan kain penutup luka. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi keterampilan peserta.  Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 45,65 sebelum pelatihan menjadi 73,04 setelah pelatihan. Demikian pula, keterampilan peserta meningkat secara signifikan dari rata-rata 25,21 menjadi 75,21. Kegiatan PkM ini telah membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan SIBULAN dalam penanganan pasien patah tulang. Ini adalah langkah positif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Desa Bejiruyung, serta merupakan contoh bagaimana pendekatan edukasi dapat berdampak positif dalam situasi darurat.
KELURAHAN SEHAT BEBAS STUNTING BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA KELUARGA BERESIKO DI KOTA PAYAKUMBUH Evareny, Lisma; Bachtar, Fitrina; Khadijah, Siti; Gusnedi, Gusnedi
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.5368

Abstract

Kunci pencegahan dan penanganan stunting di 1000 hari pertama kelahiran (HPK), sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita dibawah 2 tahun dapat lebih terfokus, dimana hal ini baik melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif perlu terus diupayakan melalui kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan.  Sanitasi yang baik, air bersih, penyediaan pangan aman dan bergizi, dan yang paling utama pemahaman secara baik serta kepedulian masing masing individu, masyarakat untuk mengoptimalkan perannya dalam upaya penanggulangan stunting. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai stunting, penerapan gizi seimbang, dan pentingnya ASI Eksklusif di Kelurahan Tigo Koto Diate Kecamatan Payakumbuh Utara. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah kelurahan Tigo Koto Diate kecamatan Payakumbuh Utara. Metode pengabdian ini dengan memberikan edukasi tentang upaya pencegahan stunting dimasyarakat kelurahan kepada 43 orang peserta terdiri dari unsur perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh adat (ninik mamak, bundo kanduang), kader dan remaja karang taruna. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan dari sebelum diberikan edukasi dan sesudah edukasi yaitu 32 point. Setelah kegiatan pengabdian ini diharapkan ada penguatan peran dari seluruh tokoh mayarakat dan tokoh adat melalui dukungan dari semua unsur pemerintah terkait dan masyarakat dalam upaya penurunan kejadian stunting

Page 6 of 12 | Total Record : 120