cover
Contact Name
Bidang 4 LPPM
Contact Email
bidang4lppm@unusa.ac.id
Phone
+6281946755359
Journal Mail Official
snpm@unusa.ac.id
Editorial Address
UNUSA Kampus B, Jl. Jemursari No. 51-57 Surabaya 60237, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29649137     EISSN : 29649145     DOI : https://doi.org/10.33086/snpm
Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bentuk upaya untuk mengumpulkan para pelaksana dalam satu forum dalam mendeseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat ke publik agar masyarakat berdaya. Seminar nasional ini juga peserta berkesempatan mempresentasikan dan mendiskusikan hasil pengabdian kepada masyarakat yang berisi tentang inovasi, isu terbaru dalam berbagai bidang. Tujuan utama dari seminar nasional ini adalah Deseminasi hasil pengabdian agar masyarakat menjadi berdaya, Membuka jaringan ilmiah yang berkaitan dengan proses kolaborasi pengabdian kepada masyarakat, penulisan artikel, penerjemahan sampai review artikel untuk siap dipublikasikan dan membantu cara mempublikasikan artikel para dosen ke jurnal nasional atau prosiding nasional.
Articles 348 Documents
Meningkatkan Mutu Pendidikan Santri dengan Adanya Bimbingan Belajar di Masa Pandemi di Pondok Pesantren Mahir Arriyadl Ringinagung Keling Kepung Kediri Sutantri Sutantri; Ellyda Retpitasari; Muhammad Ahsanun Ni’am
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.574 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.882

Abstract

With the uncontrolled increase in Covid-19 cases, the Government has decided to take the policy of Enforcement of Community Activity Restrictions (PPKM) in the entire Java-Bali region from the village to the provincial level in dealing with the Corona virus or Covid-19 pandemic in the country. The policy was taken after the government assessed this disease as a disease with high risk factors. The current war against Covid19 requires people to be active at home, keep their distance from other people and avoid crowds. Conditions like this force a solution caused by the impact of Covid-19 which has an impact on several existing aspects, one of which is in the field of education. Which can affect the decline in the quality of existing education, by using the PAR (Participatory Action Research) research approach which is one of the research models that is looking for something to link the research process into the process of social change, solutions can be offered to improve the quality of education. with the holding of tutoring. So that in tackling the decline in the quality of education that exists during the current pandemic, it is considered very appropriate and correct.
Pelatihan Otomasi Media Cuci Tangan untuk Mencegah Penularan Virus SARS-CoV-2 Pada Siswa SMA dan MA di Kab. Gresik Imam Sapuan; Franky Chandra; Akif Rahmatillah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.035 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.883

Abstract

Kebutuhan sistem otomatis untuk media cuci tangan sangat tinggi karena cuci tangan dengan sabun mempunyai efektifitas yang baik demi pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2. Selain itu media cuci tangan otomatis juga dapat menghindarkan penyebaran virus ini secara tidak langsung melalui sentuhan tangan dengan permukaan benda seperti kran air. Rangkaian elektronika berupa sensor cahaya (LDR), rangkaian komparator, rangkaian transistor sebagai saklar elektronik dan logika relay dapat digunakan sebagai sistem otomasi bagi media cuci tangan. Konsep sistem ini berbasis pengetahuan dasar Fisika terutama pada bidang listrik dan magnet sehingga dengan mempelajari dan menerapkan sistem otomasi berbasis rangkain elektronika ini dapat pula menjadi terapan dari teori–teori Fisika yang dipelajari di Sekolah Menengah Atas maupun sederajat. Melalui program pelatihan otomasi media pencuci tangan berbasis rangkaian elektronika pada siswa SMA dan MA ini maka para siswa dapat menerapkan secara riil teori Fisika listrik dan magnet untuk memecahkan permasalahan dalam masyarakat secara langsung yaitu pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2 sehingga dapat meningkatkan motivasi dalam mempelajari Fisika.
Training for Trainer: Meningkatkan Kesiapan dan Pemahaman Edukator di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya Terhadap COVID-19 Mulyadi Mulyadi; Nur Sophia Matin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.615 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.884

Abstract

Sejak diketahui adanya kasus pneumonia jenis baru pada Desember 2019 akibat infeksi varian lain dari corona virus, WHO pada Februari 2020 secara resmi menyebut Covid-19 yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2). Covid-19 menjadi penyebab pandemi dan telah merubah tatanan budaya serta kebiasaan hidup saat ini. Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 25 juta manusia diseluruh dunia dan terus berlanjut. Secara demografi WHO membagi akibat pandemi Covid-19 dalam 6 regional dengan manifestasi dan problem yang beragam: Amerika, Eropa, Timur Tengah, AsiaTenggara, Western Pacific, dan Afrika. Pada 13 April 2020 pemerintah Indonesia menyimpulkan pandemi Covid-19 merupakan suatu non-natural disaster. Akibat pandemi COVID-19 yang merupakan jenis virus baru membutuhkan adaptasi dan penyesuaian di setiap aspek kehidupan, khususnya dalam implementasi protokol kesehatan diberbagai kegiatan sosial, termasuk pendidikan, dan salah satunya pesantren. Pendidikan di pesantren memiliki tantangan tersendiri, karena sistim pendidikan yang penuh sepanjang hari, salah satu pesantren yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka adalah Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah yang berlokasi di kota Surabaya. Terkait hal diatas, diperlukan beberapa langkah dalam peningkatan pemahaman agar para santri dan pengurus pondok pesantren tidak terinfeksi danmenularkan virus COVID-19, salah satunya melalui training of trainer. Tema yang diangkat adalah “Menghadapi Pandemi COVID-19 dan kekinian”, membahas terkait SARS-CoV-2 yang senantiasa berkembang, hingga manifestasi klinis dan penatalaksanaannya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pretest sebelum materi dan posttest setelah materi menggunakan Google form. Dari hasil yang didapat, dilakukan uji paired sample T test, secara statistik diperoleh hasil terdapat perbedaan yang signifikan. Dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan training yang diberikan memberi pengaruh yang bermakna. Kegiatan training for trainer ini telah sejalan dengan konsep Health Belief Model, ditujukan khusus untuk pendidik yang merupakan asatidz/asatidzah dari pondok pesantren. Merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa pendidik mendapatkan pelatihan dan pemahaman tentang prinsip kesehatan terutama yang bekerja di bidang pendidikan dalam kelompok tertentu seperti pesantren atau yang berasrama. Training of trainer ini dapat menjadi salah satu solusi dari masalah terkait urgensi persiapan dan pelatihan untuk pendidik kesehatan di pondok pesantren, untuk itu perlu dilakukan pengabdian dan pendampingan lebih lanjut kepada para asatidz/asatidzah selaku edukator, khususnya terkait kesiapan dan pemahaman mengenai COVID-19, serta problem kesehatan lainnya terutama yang terkait denganaktivitas sosial.
Peningkatan Ketrampilan dalam Pengecoran Aluminium Bagi Perajin Emas dan Perak di Lumajang Eko Budi Santoso; Aladin Eko Purkuncoro; Rita Alfin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.77 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.885

Abstract

Kabupaten Lumajang merupakan salah satu daerah yang berada di wilayah bagian selatan Propinsi Jawa Timur. Kabupaten Lumajang terdiri dari 21 Kecamatan dengan batas-batas wilayah yaitu sebelah utara Kabupaten Probolinggo, sebelah timur Kabupaten Jember, sebelah selatan Samudera Indonesia, dan sebelah barat Kabupaten Malang. Disamping pertanian dan pertambangan di Lumajang juga terdapat sentra perajin emas dan perak. Pangsa pasar terbesar adalah dikirim ke Bali. Tetapi seiring terjadinya Bom Bali dan masa pandemi covid-19 maka penjualan menurun drastis. Maka dari itu sangat sangat diperlukan usaha untuk membuka sumber pendapatan baru selain kerajinan emas dan perak. Kegiatan yang dipilih dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pengecoran limbah aluminium bagi perajin emas dan perak dalam rangka mencari sumber pendapatan baru pada saat penjualan kerajinan emas dan perak mengalami kelesuan pasar. Aluminium merupakan salah satu logam berat yang tidak bisa terurai dalam waktu yang singkat sehingga bisa mengakibatkan berkurangnya kesuburan tanah. Limbah aluminium banyak di dapatkan dari bekas kaleng minuman ringan , sampah dari bengkel motor/mobil, komponen elektronik, perabot rumah tangga dan bungkus makanan yang menggunakan aluminium foil. Tahapan yang dilakukan antara lain sosialisasi kepada mitra mengenai kegiatan yang akan dilakukan, pemberian pengetahuan dasar tentang logam aluminium, pelaksanaan pendampingan praktik dan praktik mandiri. Aluminium dengan titik lebur yang relatif rendah yaitu pada 725˚C menjadikannya lebih mudah untuk dilakukan daur ulang dengan cara pengecoran menggunakan alat yang sederhana. Proses pengecoran yang di pilih adalah menggunakan cetak pasir dan styrofoam bekas. Styrofoam dipilih karena merupakan limbah yang sulit untuk di urai oleh mikroorganisme. Hasil pengecoran dalam kegiatan ini berupa souvenir berupa gantungan kunci bertuliskan kota Lumajang.
Penerapan Hidroterapi Untuk Mengurangi Keluhan Nyeri Kaki Pada Lansia Yanis Kartini; Iis Noventi; Imamatul Faizah; Meidyta Sinantryana W
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.675 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.886

Abstract

Masalah yang sering timbul pada lansia adalah nyeri sendi saat beraktifitas, kesemutan, bengkak serta kekakuan pada sendi. Hal tersebut sangat mempengaruhi aktifitas sehari –hari yang berdampak pada penurunan kualitas hidupnya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan hydroterapi air dingin dicampur dengan ramuan herbal pada lansia yang mengalami nyeri sendi di RT 06 RW 01 Karang Rejo Dua Kelurahan Wonokromo Surabaya. Model Hydroterapi adalah tindakan yang mudah dilakukan dirumah dengan bahan yang mudah di dapatkan. Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan lansia yang diadakan seminggu satu kali. Lansia diajarkan merawat kaki dengan hidroterapi dan mengikut sertakan juga keluarga, agar keluarga mampu untuk melanjutkan pada saat di rumah. Lansia juga diberikan leaflet yang berisi tentang manfaat hydroterapi dan langkah – langkah tindakannya. Pendampingan pada lansia dan keluarga dilakukan dalam jangka waktu 1 bulan (Agustus - September 2021). Sebelum dilakukan tindakan, lansia dikaji lebih dulu tingkat nyeri, dan dievaluasi setelah dilakukan terapi selama 4 minggu, dengan menggunakn visual analog scale (VAS). Dari kegiatan ini didapatkan penurunan tingkat nyeri sendi sebelum (rata-rata=5,21, SD= 1,416)dan sesudah (rata-rata=3,09, SD= 1,187) dilakukan hidroterapi. Hasil uji Wilcoxon α=0.020 < 0.05. Penerapan hidroterapi dapat mengurangi keluhan nyeri, sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup lansia. Diharapkan lansia melanjutkan perawatan hidroterapi secara mandiri dalam mengatasi nyeri kaka, agar kualitas hidupnya menjadi lebih baik.
Program Kegiatan “Nglawuhi Mbagei” di Kampung Sosrokusuman Eka Rachmawati; Titik Sulistyani; Lina Mufidah; Christiana Mayang Anggraeni
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.036 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.887

Abstract

Upaya mendukung program pemerintah dalam memberikan makanan sehat dan bergizi diadakan suatu program pendukung yaitu dalam bahasa jawa disebut dengan “Nglawuhi Mbagei”. Dalam hal ini nglawuhi mbagei membagikan makanan lengkap empat sehat lima sempurna yang disiapkan dengan higienis, sehat dan lengkap. Kegiatan Nglawuhi Mbagei dilaksanakan setiap hari Jum’at . Relawan dalam kegiatan ini berjumlah 10 orang. Metodepelaksanaan awal adalah demonstrasi dengan berbagai jenis menu makanan sehat baik lauk pauk, sayuran, kue dan kudapan basah. Nglawuhi berasal dari kata “lawuh” yang artinya laukpauk. Nglawuhi seolah-olah banyak laukpauk yang menambah nafsu makan. Mbagei sendiri artinya membagi sesuatu bersama. Dalam hal ini nglawuhi mbagei membagikan makanan lengkap empat sehat lima sempurna yang disiapkan dengan higienis, sehat dan lengkap. Relawan dalam program kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK RW 05 sebanyak 10 orang. Pelaksanaan pengabdian setiap hari Jum'at pada pukul 10.00 - 13.00 WIB. Dana dalam program kegiatan ini sepenuhnya berasal dari RW 05 yang dikembalikan kembali kepada warga dalambentuk makanan bergizi baik pada sasaran balita, lansia maupun warga biasa. Makanan dibuat lengkap dari lauk, pauk, kudapan basah, snack dan aneka minuman sehat. Menjaga pola makan sehat bergizi dan seimbang adalah bagian penting untuk mendukung sistem daya tahan tubuh. Penularan corona dapat diantisipasi dengan mengkonsumsi makanan sehat dan pola hidup yang seimbang agar meningkatkan sistem imun. Program kegiatan “Nglawuhi Mbagei” dapat menambah kekebalan tubuh pada era pandemic khususnya warga di kampung Sosrokusuman dengan memberikan makanan empat sehat lima sempurna setiap minggunya.
Pemberdayaan Kemampuan Keluarga Sebagai Upaya Penanganan Hipertermi Pada Anak Dengan Metode Nonpharmakologi (Tepid Sponge) Wesiana Heris Santy; Firdaus Firdaus; Rahmadaniar AP
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.951 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.888

Abstract

Deman jika tidak diatasi dengan tepat dapat berdampak buruk bagi anak yaitu mengakibatkan dehidrasi dan kejang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada keluargakhususnya ibu meningkatkan pemahaman dan ketrampilan upaya pencegahan hipertermi pada anak dengan metode nonpharmakologi (tepid Sponge). Ibu yang diberi penyuluhan di tiga wilayah berbeda berjumlah 23. Penyuluhan dilakukan dengan mengunjungi keluagga yang mmepunyai anak balita dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Penyuluhan dilakukan dnegan menggunakan media video dan leatflet tentang cara menurunkan hipertemni/demam pada anak dengan metode tepid sponge. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 minggu yaitu mulai tanggal 5 – 12 Pebruari 2021. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pre dan post tes menggunakan kuesioner. Dari 23 ibu didapatkan 10 (43%) pengetahuan masih kurang dan setelah diberi penyuluhan tingal 1(0,04%) yang masih kurang dan 22 (95%) ibu mempunyai pengetahuan baik dan sangat baik tentang pemahaman dan ketrampilan upaya pencegahan hipertermi pada anak dengan metode nonpharmakologi (tepid Sponge). Diharapkan pada kegiatan selanjutnya ibu mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara mandiri saat anakanya mengalami deman dirumah sehingga tidak sampai terjadi komplikasi yang tidak diharapkan.
Sosialisasi Pencegahan Virus SARS-COV-2 Bagi Mahasiswa Prodi Teknologi Laboratorium Medis (D3) Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi Arina Novilla; Iis Herawati; Lilis P. Friliansari; Fini A.Q. Wasdili; N Ratnaningrum; Diki Hilmi; Novie E. Mauliku
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.306 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.889

Abstract

Latar Belakang. Pemerintah selalu mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, dikarenakan salah satu usaha untuk memutus mata rantai penyebaran virus SARS-COV-2 ini adalah menerapkan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Kegiatan sosialisasi pencegahan virus covid-19 melalui mahasiswa merupakan satu upaya untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Metode. Kegiatan ini dilaksanakan 11 September 2020 secara daring. Mahasiswa diberikan kuisioner melalui Google Form untuk tracing penyebaran virus SARS-COV-2. Sebelum dilakukan sosialisasi, diberikan pretes. Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pencegahan virus SARS-COV-2 oleh 2 narasumber yang diikuti 75 mahasiswa. Materi pertama membahas tentang Pemeriksaan Virus SARS-COV-2, sedangkan materi kedua tentang pengenalan virus SARS-COV-2 dan pencegahannya Kegiatan diakhiri dengan postes. Hasil dan pembahasan. Mahasiswa diberikan kuisioner yang berkaitan dengan tracing pencegahan virus SARS-COV-2. Dari responden 75 mahasiswa, 1 orang (1,3%) pernah demam di atas suhu 37oC, namun mahasiswa tersebut demam bukan karena virus SARS-COV-2. Sebanyak 13% mempunyai riwayat perjalanan keluar kota, dikarenakan beberapa mahasiswa berasal dari luar kota Cimahi. Transportasi yang digunakan adalah motor pribadi (86%), dengan demikian penyebaran virus dapat diminimalisir. Sebanyak 8% ketika sakit mengunjungi tempat pelayanan kesehatan (Puskesmas/RS/klinik). Sebanyak 10% mahasiswa dalam sehari selalu berada di tempat ramai. Ketika di keramaian mahasiswa memakai masker yaitu masker bedah (31%) dan masker kain (69%). Lamanya pemakaian masker 4-6 jam dalam sehari (90%), frekuensi pencucian masker kain setiap hari (79%). Selama beraktivitas menggunakan faceshield (8%). Sedangkan, hasil pretes didapatkan nilai rata-rata 45,6 dan hasil postes didapatkan nilai rata-rata naik menjadi 74,2. Kesimpulan. Adanya sosialisasi tersebut dapat meningkatkan wawasan keilmuan bagi mahasiswa tentang bahaya virus SARS-COV-2, bagaimana cara pencegahannya agar terhindar dari infeksi virus tersebut serta bagaimana cara meningkatkan imunitas tubuh supaya tidak terkena infeksi SARS-COV-2.
Peningkatan Pengetahuan Dan Self Care Pada Penyandang Diabetes Melalui Virtual Support Group Selama Masa Pandemi Umdatus Soleha; Iis Noventi; Nyoto Nyoto; Singgih Singgih; Ira Trio
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.625 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.890

Abstract

Penyebab DM selain factor keturunan, yang terutama adalah faktor gaya hidup yang tidak sehat, yaitu kegemukan dan kurang gerak. Sebagian peningkatan jumlah penderita DM juga disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan DM. selama masa pandemi ini penyuluhan hanya dilakukan lewat whattshap grub yang aktif hanya dari beberapa saja, tidak adanya tatap muka yang bisa berinteraksi secara langsug dan pemaparan yang dilakukan hanya sebatas konsultasi bila ada yang melakukan konsultasi, sehingga penyuluhan yang di berikan oleh educator tidak di terima secara utuh dan berkala. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan komplikasi diabetes mellitus di Komunitas Persadia RS Bhayangkara H.S Samsoeri Mertojoso Surabaya. untuk mencegah komplikasi pada penderita Diabetes dengan peningkatan pengetahuan dan self care pada penyandang diabetes melalui Virtual Support Group selama masa pandemi di RS BhayangkaraH.S Samsoeri Mertojoso Surabaya. Virtual Support Group adalah penyandang diabetes dapat berperan aktif dalam diskusi kelompok, saling mengsupport dan aktif mengikuti materi yang telah diajarkan dalam kelas edukasi dengan video animasi yang menarik dan mudah dipahami. Apabila para peserta tersebut diberikan materi edukasi dan ketrampilan mengenai cara mendeteksi diabetes mellitus sejak dini dan secara berkala, perawatan kaki, exercise untuk penderita diabetes maka diharapkan dapat meningkatkankepatuhan dalam hal pengobatan, diit dan perbaikan pola hidup sehingga komplikasi bisa di cegah lebih dini. Kegiatan ini dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan (Juni - Agustus 2021). Dari kegiatan ini didapatkan perbandingan tingkat pengetahuan sebelum dilakukan Virtual Support Group dan setelahnya. Terjadi kenaikan signifikan peningkatan pengetahuan tentang manajemen diabetes hasil pre test peserta berpengetahuan baik sebesar 24(28%) dan setelah diberikan penyuluhan dan demonstrasi responden berpengetahuan baik menjadi 78(93%). Metode Virtual Support Group untuk meningkatkan kepatuhan dalam hal pengobatan, diit dan perbaikan pola hidup sehingga komplikasi bisa di cegah lebih dini.
Struktur dan Aspek Kebahasaan Teks Deskripsi sebagai Bahan Ajar Kontekstual Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Jenjang SMP/MTs Suhartono Suhartono; Haris Supratno; Setya Yuwana; Udjang Pairin; Ahmad Munir
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.794 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.891

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertema “Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Kontekstual Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP/MTs di Kabupaten Nganjuk” dilatarbelakangi fakta bahwa selama ini teks pembelajaran yang diajarkan pada mata pelajaran bahasa Indonesia jenjang SMP/MTs di Nganjuk tidak kontekstual. Pada saat mengajarkan teks deskripsi, misalnya, gurumenggunakan teks yang ada di dalam buku siswa, yaitu teks tentang Pantai Senggigi dan Pantai Parangtritis. Sejalan dengan fakta bahwa orang-orang yang pada akhirnya berdomisili di luar kabupaten asalnya tidak lebih dari 10%, fenomena bahan ajar yang tidak kontekstual menyebabkan siswa tidak mengenal dengan baik potensi daerahnya sehingga menemukan banyak kendala ketika akan meningkatkan kesejahteraan dan membangun daerah. Karena itu, kontekstualisasi bahan ajar dipandang penting. Sejalan dengan hal tersebut pada makalah ini dipaparkan teks deskripsi sebagai bahan ajar kontekstual yang dikaji dari segi struktur dan aspek kebahasaan. Data berupa teks deskripsi dikumpulkan dari sebelas guru yang dilatih untuk mengembangkan bahan ajar kontekstual pada 2 sampai dengan 11 Oktober 2021 melalui teknik penugasan individual. Data dianalisis dengan teknik deskriptif-eksplanatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa teks deskripsi yang digunakan sebagai bahan ajar kontekstual berstruktur lengkap, yaitu terdiri atas bagian identifikasi, deskripsi bagian, dan penutup dengan deskripsi bagian sebagai unsur dominan. Sebagian teks deskripsi yang tidak lengkap digunakan sebagai bahan bandingan dan sarana identifikasi bagian yang dihilangkan. Dalam hal aspek kebahasaan digunakan unsur linguistis berupa penjelasan terperinci, kata-kata beremosi kuat, dan bahasa penggambaran persuasif. Teks kontekstual dengan struktur dan aspek kebahasaan tersebut sejalan dengan tuntutan standar isi pada Kurikulum 2013 yang diberlakukan saat ini.

Page 10 of 35 | Total Record : 348