cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 781 Documents
Identifikasi Potensi Wellness Tourism di Desa Wisata Jagalan Kabupaten Bantul Prastiwi Damaryanti; Amin Kiswantoro
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8628

Abstract

Desa Wisata Jagalan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki potensi sebagai destinasi wisata heritage yang kaya akan peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Islam. Sedangkan, potensi wellness tourism yang secara alami terdapat di desa ini masih bersifat implisit dan belum dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wellness tourism di Desa Wisata Jagalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pemandu wisata, pengelola desa wisata, dan wisatawan; observasi lapangan; dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Jagalan memiliki potensi wellness tourism berdasarkan enam dimensi wellness Hettler (1980). Penelitian ini menyimpulkan bahwa desa wisata ini memiliki modal alami yang kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wellness tourism. Penelitian ini merekomendasikan untuk menambah aktivitas interaktif dan narasi wellness oleh pemandu wisata agar mengoptimalkan potensi wellness tourism di Desa Wisata Jagalan.
Makna Pendidikan Dalam Pembentukan Nilai Sosial Anak Jalanan di Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo Jumaati; Babul Bahrudin; Mahfudz Sulaiman
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8631

Abstract

Fenomena anak jalanan masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Keberadaan anak jalanan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan, tetapi juga berhubungan dengan proses pembentukan nilai sosial dalam kehidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pendidikan dalam perspektif anak jalanan, mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang terbentuk melalui pengalaman pendidikan, serta menganalisis peran pendidikan dalam pembentukan nilai sosial anak jalanan di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap anak jalanan yang menjadi informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan memaknai pendidikan sebagai sarana untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, meningkatkan pengetahuan, serta membuka peluang untuk mencapai masa depan yang lebih sejahtera. Nilai-nilai sosial yang terbentuk melalui pengalaman pendidikan meliputi tanggung jawab, solidaritas, kerja sama, dan kepedulian sosial. Selain itu, pendidikan berperan penting dalam membentuk karakter, sikap, dan perilaku sosial anak jalanan melalui pendidikan formal, pendidikan nonformal, maupun pengalaman sosial yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan nilai sosial anak jalanan tidak hanya dipengaruhi oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pengalaman sosial yang diperoleh dalam kehidupan jalanan. Oleh karena itu, pendidikan perlu dipahami sebagai proses yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan nilai sosial dan karakter anak jalanan.
Pengaruh Struktur Modal, Beban Pajak Tangguhan dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Nilai Perusahaan Vida Assahara; Purwatiningsih
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh struktur modal, beban pajak tangguhan dan pertumbuhan penjualan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Consumer Non-Cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 31 perusahaan dengan total data observasi adalah sebanyak 155 sampel selama 5 tahun. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik deskriptif dan analisis regresi data panel dengan menggunakan software eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan struktur modal, beban pajak tangguhan dan pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap nilai perusaahaan. Secara parsial struktur modal tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, beban pajak tangguhan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap nilai perusahaan
Pengaruh Perilaku, Kompetensi Pegawai dan Waktu Layanan Terhadap Kepuasan Masyarakat di Puskesmas Keritang Hulu Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir Rizal Surahman; Risky Arya Putri
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku pegawai terhadap kepuasan masyarakat, pengaruh kompetensi pegawai terhadap kepuasan masyarakat, serta pengaruh waktu layanan terhadap kepuasan masyarakat di Puskesmas Keritang Hulu. Fokus penelitian ini adalah mengkaji sejauh mana ketiga variabel tersebut mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket yang disebarkan kepada 94 responden sebagai pengguna layanan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi variabel, uji prasyarat berupa uji normalitas dan linearitas, serta analisis regresi linear sederhana dan regresi linear berganda untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai R Square sebesar 0,126 (12,6%). Kompetensi pegawai juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai R Square sebesar 0,124 (12,4%). Sementara itu, waktu layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai R Square sebesar 0,410 (41,0%) serta menjadi variabel yang paling dominan. Secara simultan, perilaku pegawai, kompetensi pegawai, dan waktu layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai R Square sebesar 0,434 (43,4%).. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi perilaku pegawai, kompetensi pegawai, dan waktu layanan mampu menciptakan pelayanan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pengaruh Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Perawat yang Dimoderasi Motivasi Kerja Sukri Pirdaus; Jumiati Sasmita; Yusni Maulida
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8643

Abstract

Kinerja perawat merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, sehingga perlu didukung oleh disiplin kerja, lingkungan kerja, dan motivasi kerja yang optimal Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja perawat dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada RSUD Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat, dengan jumlah sampel sebanyak 58 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS 4.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat. Disiplin kerja dan lingkungan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Selanjutnya, motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa motivasi kerja mampu memediasi secara positif dan signifikan pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja perawat. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja perawat dapat dicapai melalui penguatan disiplin kerja dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, baik secara langsung maupun melalui peningkatan motivasi kerja.
Analisis Mediasi Sikap Kewirausahaan pada Hubungan Pendidikan Kewirausahaan dan Entrepreneurial Mindset Fatimah Nurhera Putri; Leny Noviani
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap pola pikir kewirausahaan mahasiswa melalui sikap kewirausahaan sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat pengangguran usia muda di Indonesia serta masih rendahnya persentase lulusan perguruan tinggi yang memilih berwirausaha sebagai pilihan karier. Meskipun perguruan tinggi telah menerapkan pendidikan kewirausahaan melalui integrasi kurikulum dan berbagai program pendukung kewirausahaan, pembentukan pola pikir kewirausahaan mahasiswa masih dinilai belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Sebelas Maret yang telah menempuh mata kuliah kewirausahaan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner berupa skala likert yang terdiri dari lima tingkat jawaban. Uji validitas instrument menggunakan program SmartPLS terdiri dari Convergent Validity, Discriminant Validity, dan Collinearity statistics (VIF). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pendidikan kewirausahaan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap pola pikir kewirausahaan pada mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta berdasarkan nilai p-values 0,000 < p-values 0,05 (2) tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan sikap kewirausahaan terhadap Entrepreneur Mindset pada mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan dengan p-values 0,000 < 0,331 (3) terdapat pengaruh positif signifikan pendidikan kewirausahaan terhadap Entrepreneur Mindset pada mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan P-values 0,000 < 0,05 (4) terdapat pengaruh mediasi sikap kewirausahaan terhadap pendidikan kewirausahaan dan entrepreneurial mindset pada mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan nilai t-statistics sebesar 3,378 dan p-values 0,001 < 0,05.
The Ius Constituendum of Regulating Trading in Influence in the Anti Corruption Law Kevin Daffa Arbi; Muhammad Arief Gunawan Putra Khoifu; Fathia Rahmadini Passa; Aliyah Salsabila Assanti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8651

Abstract

Trading in influence is a corruption offense involving the misuse of real or perceived influence to gain undue advantages. It typically includes three actors: the influence seeker, the intermediary (influence peddler), and the decision-maker. Although Article 18 of UNCAC addresses this as a non-mandatory offense, its regulation is essential for strengthening anti-corruption efforts. Indonesia, despite ratifying UNCAC through Law No. 7 of 2006, has yet to explicitly regulate this practice. This legal research employs statutory, conceptual, and case approaches to examine the gap. In practice, such cases are often prosecuted under alternative provisions that do not fully capture the offense’s essence. Regulatory efforts through the Draft Penal Code and Draft Anti-Corruption Law face obstacles, including evidentiary challenges and fears of overcriminalizing lobbying. Effective regulation must clearly define key elements: the concept of influence, undue advantage, and the parties involved.
Hubungan Self-Efficacy dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan pada Dewasa Muda Anisah Maritza Putri; Cindy Muliawati Saputra; Dian Anugrah Dewi; Felicia Evelyn; Jocelyn Chowandi; Sandy Kartasasmita
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8653

Abstract

Dewasa muda dituntut untuk mampu menentukan arah kehidupan pribadi, sosial, dan karirnya. Namun, keyakinan individu terhadap kemampuannya (self-efficacy) berpengaruh pada pengambilan keputusan individu. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self-efficacy dengan lima gaya pengambilan keputusan yaitu rational, intuitive, dependent, avoidant, dan spontaneous pada dewasa muda. Penelitian ini melibatkan 385 partisipan dewasa muda berusia 17-25 tahun menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah General Self-Efficacy Scale (GSE) dan General Decision Making Style (GDMS). Hasil menunjukan self-efficacy berkorelasi positif dan signifikan dengan decision making (ρ = 0,373, p < 0,001) dengan kekuatan hubungan lemah hingga sedang, juga self-efficacy dan pengambilan keputusan partisipan laki-laki cenderung lebih tinggi (ρ = 0,461) dibandingkan perempuan (ρ = 0,292). Ketika dianalisis per dimensi, self-efficacy berkorelasi signifikan dengan gaya pengambilan keputusan rational (ρ = 0,535, p < 0,001) yang mengindikasikan bahwa individu dengan tingkat self-efficacy yang lebih tinggi cenderung mengambil keputusan yang berbasis analisis. Korelasi positif yang signifikan juga ditemukan pada dimensi intuitive (ρ = 0,377, p < 0,001) dan dependent (ρ = 0,293, p < 0,001). Gaya pengambilan keputusan spontaneous berkorelasi secara signifikan namun dengan kekuatan yang sangat lemah (ρ = 0,123, p = 0,016). Sebaliknya, tidak ditemukan korelasi antara self-efficacy dan gaya pengambilan keputusan avoidant (ρ = −0,040, p = 0,429) yang mengindikasikan bahwa self-efficacy tidak memprediksi kecenderungan individu untuk menghindari pengambilan keputusan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan self-efficacy dapat menjadi strategi yang relevan dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan pada dewasa muda.
Strategi Implementasi Kebijakan Kesiapan Logistik Pemeliharaan Pesawat Terbang Puspenerbad Untuk Mendukung Operasi Satgas BKO Penerbad di Papua Gunawan; Yulianto Hadi; Sungkunen Munthe
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8654

Abstract

Kondisi geografis wilayah Papua yang kompleks, keterbatasan infrastruktur, serta intensitas operasi yang tinggi menuntut kesiapan pesawat terbang yang optimal dalam mendukung Operasi Satgas Bantuan Kendali Operasi (BKO) Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad). Dalam konteks tersebut, implementasi kebijakan kesiapan logistik pemeliharaan pesawat terbang Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad) menjadi faktor strategis yang berpengaruh langsung terhadap efektivitas operasional satuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran implementasi kebijakan kesiapan logistik pemeliharaan, mengidentifikasi kendala teknis dan operasional yang dihadapi, serta merumuskan strategi konseptual yang tepat dalam mendukung kelangsungan operasi Satgas BKO Penerbad di Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis menggunakan diagram Fishbone untuk mengidentifikasi akar permasalahan, serta analisis SWOT melalui penyusunan matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS) guna menentukan posisi dan arah strategi organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kesiapan logistik pemeliharaan berperan signifikan dalam menjaga tingkat kesiapan terbang pesawat dan mendukung efektivitas operasional Satgas BKO Penerbad. Analisis IFAS menghasilkan nilai sebesar 2,61, sedangkan analisis EFAS menunjukkan nilai sebesar 2,79. Posisi ini menempatkan Puspenerbad pada Kuadran I (strategi agresif), yang mengindikasikan bahwa kekuatan internal organisasi relatif mampu dimanfaatkan secara optimal untuk merespons peluang eksternal. Strategi yang direkomendasikan adalah strategi Strength–Opportunity (SO), yang menekankan pada penguatan kompetensi sumber daya manusia pemeliharaan, optimalisasi sistem dan metode pemeliharaan, peningkatan manajemen logistik dan suku cadang, serta penguatan dukungan kebijakan dan koordinasi lintas satuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan kesiapan logistik pemeliharaan tidak hanya berfungsi sebagai dukungan teknis, tetapi merupakan instrumen strategis dalam menjamin kesinambungan dan efektivitas operasi penerbangan Angkatan Darat di wilayah operasi dengan karakteristik khusus seperti Papua.
Hubungan Social Comparison dan Envy dengan Career Anxiety pada Fresh Graduate Pengguna LinkedIn Clearesta Averillia; Jeniffer Davina; Vallerina Suwandy; Cindy Angelia; Rahmah Hastuti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara social comparison dan envy dengan career anxiety pada fresh graduate pengguna LinkedIn, serta menguji peran envy sebagai mediator dalam hubungan antara social comparison dan career anxiety. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya penggunaan LinkedIn di kalangan fresh graduate Indonesia di tengah tingginya tingkat pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dari 232 fresh graduate pengguna LinkedIn di Indonesia. Instrumen penelitian meliputi skala social comparison, skala envy, dan skala career anxiety. Karena data terdistribusi tidak normal, analisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara social comparison dan career anxiety (rs = .315, p < .01), antara envy dan career anxiety (rs = .561, p < .01), serta antara social comparison dan envy (rs = .423, p < .01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi kecenderungan fresh graduate melakukan perbandingan sosial di LinkedIn, semakin tinggi pula rasa envy dan kecemasan karier yang dialami.