cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 891 Documents
Validasi Sosial dan Lemahnya Kontrol Moral sebagai Faktor Utama Tindak Pidana Balap Liar oleh Anak Mutia Nur Annisa; Diah Gustiniati; Nikmah Rosidah; Firganefi; Budi Rizki Husin
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9021

Abstract

Balap liar yang melibatkan anak telah berkembang menjadi permasalahan sosial dengan dimensi kriminologis kompleks yang membutuhkan penanganan komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk secara spesifik mengkaji faktor-faktor penyebab yang memengaruhi keterlibatan anak dalam kegiatan kejahatan balap liar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini memadukan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan dengan teknik wawancara langsung, yang kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa fenomena balap liar anak dipicu oleh interaksi enam faktor kriminogenik utama, yaitu: kepribadian anak yang impulsif dalam mencari identitas dan pengakuan sosial, lemahnya fungsi pengawasan dan bimbingan moral di dalam keluarga, serta kuatnya tekanan maupun proses normalisasi dari kelompok pergaulan sebaya. Perilaku ini juga sangat dipengaruhi oleh faktor sosial budaya berupa efek peniruan dan validasi melalui media sosial, kurangnya penyaluran minat bakat dari institusi pendidikan, hingga terbukanya kesempatan fisik dan situasional melalui ketersediaan jalan sepi serta fasilitas kendaraan dari orang tua. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan represif semata belum cukup efektif untuk mengendalikan perilaku remaja. Penegakan hukum terhadap anak pelaku balap liar harus memprioritaskan sistem keadilan restoratif dengan mengedepankan asas ultimum remedium. Penanganan terpadu menuntut adanya sinergi lintas sektor meliputi keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk memperkuat jaring kontrol sosial sekaligus menerapkan strategi pencegahan kejahatan situasional di ruang publik secara berkelanjutan.
Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia di Desa Gongsol Tahun 2026 Delfriana Ayu Astuty; Aqila Najwa; Azzahra Sabrina Nasution; Salsabilla Aishya Khaiyath; Sandra Dwi Aldini; Firza Audina Sirait; Chalisa Naila Ridana; Yogi Rishandi Siagian
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9025

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah masalah kesehatanmasyarakat yang meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin. Karena tingkat pendidikan berpengaruh pada kemampuanuntuk menerima dan memahami informasi kesehatan, tingkatpendidikan adalah salah satu komponen yang didugamemengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang anemia. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara tingkatpendidikan dan pengetahuan ibu hamil tentang anemia di Desa Gongsol pada tahun 2026. Studi ini menggunakan desainkuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 32 ibu hamil yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dan uji Chi-Square digunakanuntuk menganalisisnya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwasebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SD (34,4%) dan pengetahuan yang baik tentang anemia (65,6%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antaratingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil tentang anemia (p = 0,009). Ibu hamil dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggicenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang penyakittersebut. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah anemia selama kehamilan, edukasi kesehatan yang lebih baik harus terus diberikan kepada ibu hamil yang kurang pendidikan.
Occupational Heat Exposure and Kidney Stone Risk in High-Risk Workers: A Systematic Review Ivan Dwi Saputro
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9031

Abstract

Background: Kidney stone disease (KSD) or Nephrolithiasis is an escalating occupational health challenge in high-heat environments, including military, mining, agricultural, and construction sites. Existing evidence remains fragmented regarding how occupational heat stress interacts with lifestyle determinants and metabolic conditions in high-risk workers. Objective: This systematic review evaluated the combined effects of occupational heat exposure, dehydration, dietary patterns, physical activity, and obesity on KSD incidence and recurrence. Methods: Guided by PRISMA 2020 protocols, comprehensive searches were conducted across Scopus, PubMed, Web of Science, and Embase for studies published from 2021 to 2026. Original peer-reviewed studies examining urolithiasis among adult workers ( years) across high-risk sectors (military, mining, agriculture, and construction) met inclusion criteria. After removing duplicates and completing independent screening, data were systematically extracted and thematic analysis was applied to evaluate the combined impact of workplace heat stress, hydration behaviors, and off-shift lifestyle factors. Results: Synthesis of 12 included studies identified occupational heat exposure and repeated dehydration as the primary, consistent drivers of KSD. Prolonged heat stress induces excessive sweating, leading to oliguria and elevated urinary supersaturation. Lifestyle risk factors including low fluid intake, obesity, high sodium consumption, and sedentary off-shift behavior substantially amplified lithogenic risk. Conclusion: Occupational heat stress and chronic dehydration are major determinants of KSD among high-risk workers, exacerbated by unhealthy lifestyle and metabolic factors. Prospective cohort studies employing standardized objective measures for real-time hydration (e.g., urinary osmolality) and thermal load (WBGT index) are recommended. Workplace intervention trials assessing structured hydration schedules, cooling shelters, and nutritional counseling are needed to mitigate long-term renal risks.
Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Judi Online Spaceman Berdasarkan Putusan Nomor 1542/Pid.B/2024/PN.SBY Abdul Ra’uf Alfansuri Tariefma; Sri Astutik; Subekti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9043

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah bentuk perjudian konvensional menjadi perjudian berbasis internet (online gambling), salah satunya permainan Spaceman yang semakin mudah diakses melalui perangkat elektronik dan sistem pembayaran digital. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi aparat penegak hukum karena tindak pidana dilakukan secara daring, melibatkan transaksi elektronik, dan sering kali menggunakan server di luar wilayah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penegakan hukum terhadap pelaku judi online Spaceman berdasarkan Putusan Nomor 1542/Pid.B/2024/PN.SBY, serta menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum telah dilakukan melalui penerapan ketentuan hukum pidana dengan memanfaatkan alat bukti elektronik yang sah. Pertimbangan hakim didasarkan pada terpenuhinya unsur tindak pidana, alat bukti yang diajukan, serta keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi yang berlaku telah memberikan dasar hukum dalam penanggulangan perjudian online, namun efektivitas penegakan hukum masih memerlukan penguatan kemampuan digital forensik, koordinasi antarlembaga, dan pengawasan terhadap transaksi elektronik.
Pengaruh Aspek Service Quality Terhadap Customer Satisfaction Maskapai NAM Air pada Rute Jakarta-Sampit Raghdahul Hanif Turidisyah; Dody Wahyu Widodo; Paulo Immanuel Simanjuntak
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh service quality terhadap customer satisfaction penumpang Maskapai NAM Air pada rute Jakarta-Sampit (CGK-SMQ). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif explanatory research dengan teknik analisis Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS. Data dikumpulkan dari 103 responden penumpang rute CGK-SMQ melalui kuesioner daring. Service quality diukur menggunakan lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima dimensi secara simultan mampu menjelaskan 48,2% variasi customer satisfaction. Secara parsial, dimensi reliability ( ) dan assurance ( ) berpengaruh positif dan signifikan. Sementara itu, responsiveness, empathy, dan tangibles tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini memberikan dasar empiris bagi NAM Air untuk memprioritaskan peningkatan keandalan dan jaminan layanan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat pada rute CGK-SMQ.
Analisis Efektivitas Penerapan Program Central Flight Dispatch Pilot E-Briefing di Lion Air Muhammad Rafif Raditya Daniswara; Lilis Kurnianingsih; Gema Firdaus Aviantara
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan program central flight dispatch pilot e-briefing di Lion Air berdasarkan persepsi pilot sebagai pengguna sistem. Pilot e-briefing merupakan bentuk digitalisasi proses briefing sebelum penerbangan yang digunakan untuk menyampaikan informasi operasional secara lebih cepat, terintegrasi, dan paperless antara Flight Operation Officer/flight dispatcher dan pilot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif evaluatif. Variabel dalam penelitian ini adalah efektivitas penerapan pilot e-briefing yang diukur melalui tiga indikator, yaitu efisiensi waktu, kelengkapan dan ketepatan informasi, serta kualitas dan kecepatan pengambilan keputusan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada 208 pilot Lion Air yang aktif menggunakan layanan pilot e-briefing. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji normalitas, dan One Sample T-Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item kuesioner valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,899. Secara deskriptif, efektivitas pilot e-briefing memperoleh nilai rata-rata 4,16 dan termasuk kategori efektif. Hasil One Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi <0,001, sehingga penerapan pilot e-briefing dinyatakan efektif secara statistik. Dengan demikian, program ini mampu mendukung efisiensi briefing, kelengkapan informasi, dan pengambilan keputusan sebelum penerbangan.
Pengembangan Model Bisnis Menggunakan Business Model Canvas dan SWOT Untuk Meningkatkan Daya Saing Bisnis PT Jayawijaya Dirgantara Muhammad Daffa Putra Ferlanda; Lilis Kurnianingsih; Gema Firdaus Aviantara
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9052

Abstract

Jayawijaya Dirgantara merupakan salah satu maskapai kargo yang berperan penting dalam mendukung distribusi logistik ke wilayah Papua, khususnya rute Sentani-Wamena. Data operasional periode 2019–2025 menunjukkan fluktuasi volume kargo yang signifikan, termasuk penurunan drastis sebesar 72% pada tahun 2025 yang dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas armada akibat status scrapped salah satu pesawat Boeing 737-200 (PK-JRW). Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap model bisnis perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran model bisnis PT. Jayawijaya Dirgantara menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) serta merumuskan strategi bisnis yang paling efektif berdasarkan analisis SWOT. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis perusahaan terkonsentrasi secara vertikal, dengan segmen pelanggan yang bertumpu pada satu institusi utama yaitu Perum BULOG, proposisi nilai berbasis keandalan on-time performance, serta arus pendapatan tunggal dari jasa angkutan kargo. Analisis SWOT mengidentifikasi lima kekuatan, empat kelemahan, empat peluang, dan empat ancaman, dengan skor IFE sebesar 2,42 dan EFE sebesar 2,32 yang memosisikan perusahaan pada sel V Matriks Internal-Eksternal dengan arah strategi hold and maintain. Perumusan matriks SWOT menghasilkan prioritas strategi berupa pemulihan kapasitas armada melalui skema dry lease atau wet lease (WO-1) dan negosiasi klausul penyesuaian tarif berbasis fluktuasi harga bahan bakar (ST-1). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen perusahaan dalam mengembangkan model bisnis yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pengaruh Psychological Barrier Terhadap Performa Flight Management Siswa Penerbang PPI Curug Dimas Aryo Saputro; Ichyu Machmiyana; Muhammad Faridh Shahab
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9053

Abstract

Keselamatan penerbangan di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug sangat bergantung pada performa penerbang, di mana temuan awal menunjukkan masih ditemuinya nilai Below Average pada evaluasi harian siswa penerbang akibat hambatan psikologis seperti kecemasan dan kurangnya rasa percaya diri. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis secara mendalam sejauh mana hambatan psikologis mempengaruhi kompetensi flight management. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan membuktikan pengaruh psychological barrier terhadap performa flight management siswa penerbang PPI Curug di berbagai tahapan pelatihan (Pre Solo, PPL, CPL, dan FIC). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional/asosiatif. Pemilihan metode ini bertujuan untuk mengukur hubungan kausalitas dan kontribusi besaran pengaruh antarvariabel secara presisi melalui uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological barrier berpengaruh negatif dan signifikan terhadap performa flight management ( , , ) dengan nilai koefisien determinasi ( ) sebesar . Kesimpulannya, sebesar variasi performa flight management ditentukan oleh tingkat hambatan psikologis, di mana siswa fase Pre Solo mengalami tingkat hambatan tertinggi dan performa terendah. Rekomendasi penelitian lanjutan adalah melakukan studi longitudinal serta menguji variabel moderasi seperti intervensi coping stress dan peran strategi interaksi Flight Instructor dalam mengurangi tekanan mental siswa.
Analisis Peran Integrated Operation Control Center (IOCC) Terhadap Efektivitas Kinerja Flight Operation Officer (FOO) pada Maskapai Wings Air Erdy Razak Nurhasan; Lilis Kurnianingsih; Gema Firdaus Aviantara
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9054

Abstract

Operasional penerbangan membutuhkan koordinasi, ketepatan informasi, dan pengendalian yang terintegrasi karena perubahan pada satu aspek operasional dapat memengaruhi pelaksanaan tugas unit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Integrated Operation Control Center (IOCC) dalam mendukung pelaksanaan tugas Flight Operation Officer (FOO) serta menganalisis pengaruhnya terhadap efektivitas kinerja FOO pada Maskapai Wings Air. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Populasi penelitian terdiri atas 44 FOO Wings Air. Kuesioner disebarkan kepada seluruh anggota populasi menggunakan teknik sampling total dan diperoleh 37 kuesioner yang terisi lengkap serta dapat diolah. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert, sedangkan data sekunder diperoleh dari SOP, handbook, dan data flight assignment. Variabel peran IOCC diukur melalui kualitas sistem, kualitas informasi, penggunaan sistem kerja, kualitas layanan, dan manfaat sistem bagi pekerjaan FOO. Efektivitas kinerja FOO diukur melalui pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS 25 melalui uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran IOCC memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,65 dan efektivitas kinerja FOO sebesar 4,58, yang keduanya termasuk kategori sangat tinggi. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 24,208 + 0,638X. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 4,409 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,030 dengan nilai p < 0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,357 menunjukkan bahwa peran IOCC menjelaskan 35,7% variasi efektivitas kinerja FOO, sedangkan 64,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peran IOCC berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kinerja FOO pada Maskapai Wings Air.
Analisis Kebutuhan Akses dalam Penanganan Keadaan Darurat di Area Selatan Bandar Udara Internasional Yogyakarta Zidan Maulana Akbar; Suse Lamtiar Simbolon; Rahmawati Sukra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9059

Abstract

Keterbatasan akses operasional kendaraan Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) di area selatan Bandar Udara Internasional Yogyakarta terjadi akibat belum tersedianya jalan penghubung yang melintasi saluran sungai atau parit serta emergency access gate pada pagar parimeter sisi selatan, sehingga kendaraan ARFF harus menempuh rute memutar melalui jalan parimeter maupun jalan provinsi di sisi utara. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara standar keselamatan penerbangan dengan implementasi akses darurat di lapangan sehingga perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi akses operasional kendaraan ARFF beserta kendala yang dihadapi serta mengidentifikasi kebutuhan akses guna mendukung penanganan keadaan darurat di area selatan bandar udara tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, dipilih karena mampu menghasilkan pemahaman mendalam terhadap kondisi akses operasional berdasarkan fakta di lapangan tanpa bermaksud menguji hipotesis. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap empat Operation Chief unit ARFF yang dipilih secara purposive sampling, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan jalan penghubung dan emergency access gate menyebabkan kendaraan ARFF dari Fire Station 1 menuju jalan umum sisi selatan harus menempuh jarak 9,36 km (±4 menit 50 detik), jauh lebih panjang dibandingkan estimasi 0,78 km (±24 detik) apabila akses langsung tersedia. Berdasarkan temuan tersebut, penyediaan jalan penghubung yang terintegrasi dengan emergency access gate menjadi kebutuhan akses operasional utama untuk meningkatkan konektivitas serta efektivitas penanganan keadaan darurat di area selatan Bandar Udara Internasional Yogyakarta, dan disarankan menjadi bahan evaluasi pengelola bandar udara serta rujukan bagi penelitian lanjutan mengenai perencanaan teknis infrastruktur akses darurat.