cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 781 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran E-Modul pada Materi Nail Art Siswa Gelora Jaya Nusantara Medan Dilvani Agnesta Br Ginting; Astrid Sitompul
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk e-modul pada materi Nail Art Cat Eye serta mengetahui kelayakannya sebagai media pembelajaran bagi siswa kelas XI Tata Kecantikan SMK Swasta Gelora Jaya Nusantara Medan. Penelitian dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemahaman siswa terhadap teknik dasar pembuatan nail art, kesulitan mengingat urutan pengerjaan, serta kurang tepatnya pemilihan warna dan penggunaan alat. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket, sedangkan validasi melibatkan tiga ahli materi dan tiga ahli media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh persentase 93,89% dan ahli media 90%, keduanya berkategori sangat layak. Uji coba kelompok kecil, sedang, dan besar memperoleh persentase berturut-turut 90,93%, 91,56%, dan 91,97% dengan kategori sangat layak. Dengan demikian, e-modul Nail Art Cat Eye dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran.
Pengembangan Media Pembelajaran Podcast Dalam Pembelajaran Kearifan Lokal di Sekolah Dasar Danella Saloem Naufal; Ratna Sari Dewi; Lili Fajrudin
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan, keefektifan, dan respon peserta didik terhadap media pembelajaran podcast kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Develpoment (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate) untuk menghasilkan media pembelajaran podcast kearifan lokal untuk pembelajaran IPAS muatan Sosial mengenai kearifan lokal daerah di kelas IV SDN Tangerang 6. Materi podcast berfokus pada kearifan lokal Banten yaitu kesenian debus banten dan nilai-nilai kearifan lokalnya. Teknik keabsahan data menggunakan Uji kelayakan oleh validasi ahli bahasa, materi, dan media, uji coba produk untuk mendapatkan respon peserta didik, dan uji N-gain untuk mengetahui peningkatan pemahaman bacaan peserta didik melalui soal pretest dan posttest. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu uji kelayakan memperoleh rata-rata sebesar 89,9% dengan kategori “Sangat Layak”.
Strategi Kesdam IV/Diponegoro Dalam Rangka Peningkatan Kesehatan Prajurit Guna Mendukung Pelaksanaan Tugas Operasi Disen Fajar; Suradi AS; Sugiri
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8838

Abstract

Kesehatan prajurit merupakan faktor strategis yang menentukan kesiapan personel dan keberhasilan pelaksanaan tugas operasi militer. Secara normatif, sistem kesehatan militer harus mampu menyelenggarakan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara terpadu guna menjamin kesiapan fisik dan mental prajurit. Namun, kondisi aktual menunjukkan masih meningkatnya penyakit tidak menular pada prajurit usia produktif, tingginya tekanan fisik dan mental selama operasi, keterbatasan fasilitas kesehatan di beberapa wilayah, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi kesehatan dan sistem monitoring kesehatan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Kesdam IV/Diponegoro dalam mewujudkan sistem kesehatan militer yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kesehatan prajurit, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi strategi kesehatan, serta merumuskan Pendekatan Model TRISAKTI MIL MED (Military Medical Strategic Synergy) dalam meningkatkan kesehatan prajurit di Kesdam IV/Diponegoro. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan Teori Strategi Michael E. Porter (1996), Teori Strategi Clausewitz (1976), Teori Manajemen Krisis Kesehatan, Perry dan Lindell (2020), Evidence-Based Military Health Strategy oleh Adam et al. (2020), dan Preventive Military Medicine oleh Smith dan Roberts (2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kesehatan prajurit telah dilaksanakan melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara terpadu dengan dukungan komando, organisasi kesehatan, tenaga kesehatan, serta perkembangan teknologi kesehatan. Adapun kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas kesehatan, meningkatnya penyakit tidak menular, belum optimalnya digitalisasi layanan kesehatan, serta tekanan fisik dan mental selama operasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendekatan Model TRISAKTI MIL MED mampu memperkuat sistem kesehatan militer melalui penguatan kesehatan preventif, dukungan kesehatan operasional, serta pembangunan ketahanan fisik dan mental prajurit secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan modernisasi sistem kesehatan militer, optimalisasi teknologi kesehatan, penguatan layanan preventif dan kesehatan mental, serta peningkatan kolaborasi kesehatan sipil dan militer untuk mendukung kesiapan operasi secara berkelanjutan.
Penanaman Nilai-Nilai Karakter Berbasis Al-Qur'an pada Siswa MIS Rumah Qur’ani Imam Bukhari Ternate Nurdiana Sangaji; Muhammad Zein; Muhdi Alhadar
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8843

Abstract

Fenomena kemerosotan moral dan intimidasi antarsiswa tingkat dasar menjadi persoalan krusial di MIS Rumah Qur’ani Imam Bukhari Ternate. Kajian ini didasari oleh urgensi menghadirkan sistem pembinaan akhlak yang persuasif sekaligus preventif, alih-alih bersandar pada regulasi yang memaksa. Tujuan riset adalah membedah perencanaan dan eksekusi internalisasi nilai karakter bersumber Al-Qur'an. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan agar mampu memotret dan mengurai realitas interaksi edukatif secara alamiah di madrasah, dengan pisau analisis interaktif model Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan keberhasilan penstrukturan karakter lewat "Kurikulum Merdeka berbasis cinta" yang mewajibkan Metode Ummi sebagai muatan lokal, sehingga Al-Qur'an menjadi jiwa lingkungan sekolah (the living Qur'an). Internalisasi ini diakselerasi oleh keteladanan guru sebagai murabbi, rutinitas ibadah ('addah), dan kolaborasi dengan orang tua. Disimpulkan bahwa pembiasaan kasih sayang (rahmah) efektif mereduksi agresivitas anak tanpa sanksi kaku, sehingga penanaman nilai-nilai karakter berbasis Al-Qur'an di MIS Rumah Qur’ani Imam Bukhari Ternate terbukti secara efektif mampu membentuk akhlak karimah pada siswa madrasah. Riset masa depan direkomendasikan melakukan studi banding pada sekolah umum yang heterogen serta uji longitudinal guna meninjau ketahanan karakter lulusan..
Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Keberadaan Lalat Sebagai Vektor Penyakit di Pasar Tradisional Peringgan Kota Medan Meutia Nanda; Rezky Khabiza Syahdu; Rifa Dwi Ramadhani; Shella Pritty Pinasty Ritonga
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8844

Abstract

Sanitasi yang kurang baik di pasar tradisional dapat menyebabkan meningkatnya jumlah lalat yang berperan sebagai pembawa penyakit. Kondisi seperti pengelolaan sampah yang buruk, saluran pembuangan yang tidak terurus, serta rendahnya kebersihan lingkungan dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sanitasi lingkungan terhadap banyaknya lalat sebagai penyebar penyakit di Pasar Tradisional Peringgan, Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan teknik pengambilan sampel secara purposif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 278 pedagang, dengan 40 orang responden sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan daftar cek serta pengamatan terhadap jumlah lalat, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi sanitasi lingkungan dinyatakan kurang baik, yaitu sebanyak 20 responden (50,0%). Hasil pengamatan menemukan bahwa lalat paling banyak terdapat di daerah tempat sampah dengan rata-rata 12,8 ekor per menit, diikuti oleh area pedagang ayam dengan 11,8 ekor per menit, dan saluran pembuangan dengan 10,8 ekor per menit. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi r = -0,948 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat serta arah hubungan negatif antara sanitasi lingkungan dan jumlah lalat sebagai penyebar penyakit. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik sanitasi lingkungan, semakin sedikit jumlah lalat yang terdapat di pasar tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memperbaiki sanitasi lingkungan melalui pengelolaan sampah, perawatan saluran pembuangan, serta menjaga kebersihan pasar secara terus-menerus.
Analisis Disharmoni Keluarga dan Pendekatan Pengasuhan Terhadap Perkembangan Karakter Moral Anak di Kecamatan Panggungrejo Zahra Nur Alisa; Yuniar Mujiwati; Innayatul Laili
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8845

Abstract

Di lokasi penelitian, masih ditemukan adanya ketidakharmonisan keluarga, seperti perbedaan pendapat antarorang tua, komunikasi yang buruk, serta pola asuh yang tidak konsisten. Permasalahan ini berdampak pada anak-anak, yang tampak melalui perubahan emosi dan perilaku, serta penurunan kedisiplinan dan perkembangan karakter moral. Penelitian ini dilakukan mengingat pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan utama dalam pembentukan karakter anak, oleh karena itu, kajian mendalam sangat diperlukan untuk memahami hakikat dari dampak yang ditimbulkannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi keluarga dan pola asuh orang tua dapat mempengaruhi karakter moral pada anak. Penelitian ini meggunakan metode digunakan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melaui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kondisi disharmonisasi dan pola asuh orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya konflik yang terjadi di lingkungan rumah dan cara pengasuhan yang berbeda setiap keluarga dapat memberikan dampak terhadap anak seperti aspek emosional, sosial, perilaku, moral.
Aspek Hukum Perlindungan Data Konsumen Lintas Negara dalam Transaksi E-Commerce Internasional Marsuli
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8846

Abstract

Perkembangan transaksi e-commerce internasional telah meningkatkan arus pertukaran data pribadi konsumen lintas negara yang menghadirkan berbagai tantangan hukum, khususnya terkait perlindungan data pribadi, kepastian hukum, dan penegakan hak-hak konsumen. Perbedaan sistem hukum, yurisdiksi, serta standar perlindungan data antarnegara menyebabkan konsumen berada pada posisi yang rentan terhadap penyalahgunaan, kebocoran, maupun pemrosesan data tanpa persetujuan yang sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek hukum perlindungan data konsumen dalam transaksi e-commerce internasional, mengidentifikasi hambatan implementasi perlindungan data lintas negara, serta merumuskan upaya penguatan regulasi di Indonesia. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan komparatif (comparative approach). Bahan hukum yang digunakan meliputi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta instrumen internasional seperti General Data Protection Regulation (GDPR), United Nations Guidelines for Consumer Protection (UNGCP), dan UNCITRAL Model Law on Electronic Commerce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum Indonesia telah memberikan dasar perlindungan terhadap data pribadi konsumen, namun masih menghadapi kendala dalam penegakan hukum terhadap pelaku usaha asing, penyelesaian sengketa lintas yurisdiksi, mekanisme transfer data lintas negara, serta harmonisasi dengan standar perlindungan data internasional. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kerja sama internasional, harmonisasi regulasi, serta mekanisme pengawasan yang efektif guna menjamin perlindungan data konsumen dalam transaksi e-commerce internasional secara optimal.
Digital Branding Pencak Silat Melalui Media Sosial di Era Modern Ayu Oktavia; Fitriati; Novia Rozalini
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8847

Abstract

Kuatnya arus globalisasi dan masuknya budaya populer melalui platform digital yang membuat generasi muda cenderung lebih tertarik pada budaya modern dibandingkan budaya lokal seperti pencak silat. Penelitian ini dilakukan karena adanya kebutuhan mendesak untuk merumuskan strategi digital yang efektif guna mempertahankan, memperkenalkan, sekaligus membangun citra positif pencak silat sebagai warisan budaya bangsa di era informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran media sosial dalam meningkatkan branding pencak silat di tingkat nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode ini dipilih untuk mengeksplorasi dan memahami fenomena secara mendalam dan holistik berdasarkan apa yang dialami subjek penelitian dalam konteks kehidupan nyata. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari satu atlet nasional, satu pelatih nasional, dan satu pengelola akun media sosial, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (23 butir pertanyaan), observasi akun media sosial, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook berperan sangat penting dalam meningkatkan branding melalui penyebaran informasi yang cepat, luas, dan interaktif. Media sosial terbukti efektif sebagai sarana promosi, edukasi, dan pelestarian budaya yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat serta memperkuat identitas pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Disarankan untuk penelitian lanjutan untuk menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) atau kuantitatif dengan jumlah responden yang lebih besar dan melibatkan berbagai daerah di Indonesia untuk mengkaji efektivitas spesifik tiap platform secara lebih mendalam.
Pengaruh Penggunaan Media Sempoa Terhadap Kemampuan Kognitif Matematika pada Materi Perkalian Siswa Kelas III SD Negeri 1 Rupe Ramdani Laili; Mariamah; Suciyati; Nanang Diana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8848

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kognitif matematika siswa kelas III SD Negeri 1 Rupe pada materi perkalian. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengandalkan hafalan hasil perkalian tanpa memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang. Selain itu, siswa mengalami kesulitan dalam menentukan nilai tempat, menyelesaikan operasi perkalian bersusun, serta menerapkan konsep perkalian pada berbagai bentuk permasalahan. Kondisi tersebut diperparah oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan minimnya penggunaan media pembelajaran konkret, sehingga keterlibatan siswa dalam proses belajar belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sempoa terhadap kemampuan kognitif matematika siswa kelas III SD Negeri 1 Rupe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui rancangan One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan kognitif matematika yang mencakup aspek mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), dan menganalisis (C4). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 65,63 meningkat menjadi 82,75 pada posttest dengan selisih peningkatan sebesar 17,12 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -3,923 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,001, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan penggunaan media sempoa terhadap kemampuan kognitif matematika siswa. Dengan demikian, media sempoa terbukti efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif matematika siswa sekolah dasar melalui pembelajaran yang lebih konkret, aktif, interaktif, dan bermakna sehingga mampu membantu siswa memahami konsep perkalian secara lebih mendalam.
Implementasi Strategi Smart Power Dalam Operasi Wilayah Konflik di Papua Hermandus Cahyo Nugroho; Suradi AS; Sugiri
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8849

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas konflik di Papua yang bersifat multidimensional, mencakup aspek keamanan, sosial, budaya, sejarah, dan psikologis masyarakat. Kondisi tersebut menuntut pendekatan yang tidak hanya mengandalkan hard power, tetapi juga memadukannya dengan soft power melalui komunikasi sosial, pembinaan teritorial, pelayanan masyarakat, dan pembangunan kepercayaan Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi Smart Power dalam operasi wilayah konflik di Papua, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta merumuskan strategi penguatan yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dari unsur TNI, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat, serta didukung oleh studi dokumentasi dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Smart Power telah dilaksanakan melalui kombinasi operasi pengamanan, pembinaan teritorial, komunikasi sosial, dan pendekatan humanis kepada masyarakat. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat keterbatasan sumber daya dan infrastruktur, belum meratanya pemahaman personel terhadap konteks sosial budaya Papua, resistensi dan ketidakpercayaan masyarakat, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta fragmentasi struktur birokrasi. Penguatan implementasi diarahkan pada integrasi perencanaan hard power dan soft power, peningkatan kapasitas personel, penguatan koordinasi antara satuan operasi dan satuan kewilayahan, penyusunan mekanisme kerja bersama, serta kesinambungan program nonmiliter. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi Smart Power relevan diterapkan dalam operasi wilayah konflik di Papua, tetapi efektivitasnya bergantung pada konsistensi pelaksanaan, ketepatan pemilihan instrumen, koordinasi antar pemangku kepentingan, dan dukungan sumber daya yang memadai.