cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 781 Documents
Hubungan Pengetahuan Anatomi dan Fisiologi Kulit Terhadap Proses Praktik Perawatan Wajah pada Siswa Tata Kecantikan SMK Pariwisata Imelda Medan Alfi Susanti; Astrid Sitompul
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8804

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya praktik perawatan wajah siswa Tata Kecantikan SMK Pariwisata Imelda Medan, yang ditunjukkan dengan 60% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh rendahnya pengetahuan anatomi dan fisiologi kulit sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan anatomi dan fisiologi kulit, proses praktik perawatan wajah, serta hubungan keduanya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional karena bertujuan menganalisis hubungan antarvariabel tanpa memberikan perlakuan. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas X Tata Kecantikan Industri. Data dikumpulkan melalui tes dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan sebesar 23,93 dan rata-rata praktik sebesar 27,33. Koefisien korelasi sebesar 0,6625 pada taraf signifikansi 5% menunjukkan hubungan positif, kuat, dan signifikan. Disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan anatomi dan fisiologi kulit, semakin baik proses praktik perawatan wajah siswa. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji faktor lain yang memengaruhi keterampilan praktik perawatan wajah.
Mengeksplorasi Komplain Fasilitas Bandara Internasional: Pendekatan Mixed-Method pada Penanganan Komplain di Bandara I Gusti Ngurah Rai Lina Dwiyanti; Gallis Nawang Ginusti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8810

Abstract

Peningkatan jumlah penumpang di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai berdampak pada meningkatnya tuntutan terhadap kualitas fasilitas dan pelayanan terminal internasional. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan komplain apabila fasilitas yang tersedia tidak berfungsi secara optimal. Ruang digital merupakan salah satu media yang banyak dimanfaatkan untuk mengekspresikan komplain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis komplain fasilitas terminal internasional, mengetahui persepsi penumpang dan respon petugas Customer Service bandara terkait proses penanganannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method. Peneliti menjaring 70 data komplain fasilitas terminal internasional melalui ulasan pengguna di platform digital selama periode Desember 2025 hingga Maret 2026 untuk memperoleh gambaran jenis komplain secara statistik melalui transformasi data (data transformation design). Kuesioner terbuka disebarkan kepada 35 penumpang yang pernah melayangkan komplain tersebut dan 3 petugas teknik purposive sampling. Analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, data, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas AC merupakan fasilitas yang paling banyak dikeluhkan (22,86%), diikuti ruang tunggu (17,14%) dan toilet (15,71%). Persepsi penumpang terhadap penanganan komplain oleh Customer Service cenderung positif, terutama pada aspek responsivitas, empati, keadilan pelayanan, dan kemudahan akses layanan. Mekanisme penanganan komplain telah berjalan secara sistematis melalui tahapan penerimaan laporan, identifikasi masalah, pencatatan, koordinasi, monitoring, dan evaluasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan komplain oleh Customer Service telah berjalan cukup efektif, namun peningkatan kualitas fasilitas dan percepatan koordinasi antar unit masih diperlukan untuk meningkatkan kepuasan pengguna jasa.
The The Effect of Applying Scaffolding Guidance on Students' Observing Skills in Deep Learning of Stoichiometry : - Nissa Sahanoya; Muhammad Haris Effendi Hsb; Firdiawan Ekaputra; Asrial Asrial; Isra Miharti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8811

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan bimbingan scaffolding terhadap keterampilan observasi siswa dalam pembelajaran mendalam stoikiometri. Observasi merupakan keterampilan proses sains (SPS) yang paling mendasar dan berfungsi sebagai fondasi bagi semua aspek SPS lainnya dalam membangun pemahaman mendalam tentang konsep kimia. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain triangulasi konkuren yang dikombinasikan dengan desain deret waktu kuasi eksperimental tanpa kelompok pembanding. Sampel terdiri dari 29 siswa kelas X E8 di SMA Negeri 13 Kota Jambi, yang mengikuti empat pertemuan di mana teknik bimbingan scaffolding diterapkan secara bertahap: menjelaskan (M1), memberi petunjuk (M2), memberi genetik (M3), dan bertanya (M4). Instrumen penelitian terdiri dari instrumen observasi SPS dan esai pretest-posttest. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk, uji Friedman, dan uji peringkat bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengamatan tertinggi yang dicapai siswa pada pertemuan kedua (M2) menggunakan teknik pemberian petunjuk, yaitu 2,92 (mahir), diikuti oleh M1 sebesar 2,48 (mahir), M3 sebesar 2,29 (mahir), dan M4 sebesar 1,00 (tidak mahir). Uji Friedman menunjukkan pengaruh yang signifikan dari keempat teknik pendukung terhadap aspek pengamatan (Asymp. Sig. < 0,05). Uji peringkat bertanda Wilcoxon pada hasil esai juga menunjukkan perbedaan signifikan antara pertemuan sebagian besar pasangan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa keterampilan pengamatan sangat bergantung pada ketersediaan panduan pengamatan terstruktur, dan teknik pemberian petunjuk yang disampaikan melalui lembar kerja (LKPD) terbukti paling efektif dalam membantu siswa secara sistematis mengidentifikasi ciri-ciri fisik objek, dibandingkan dengan tiga teknik pendukung lainnya.
Peran Manajemen Strategi dan Teknologi dalam Meningkatkan Kinerja UMKM Kota Medan Endra Hertanto; M Chaerul Rizky; Dewi Nurmasari Pane; Sofi Annisa; Juliyanti; Yohanna Sinurat
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8815

Abstract

Di tengah pesatnya penetrasi era digital, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memegang peranan krusial sebagai pilar stabilitas ekonomi Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Kendati potensinya besar, pelaku UMKM masih dihadapkan pada persoalan klasik berupa keterbatasan kapasitas manajemen sumber daya manusia serta rendahnya adaptasi teknologi digital. Oleh karena itu, penerapan manajemen strategis yang tepat dan efisien menjadi urgensi nyata demi memacu pertumbuhan pendapatan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi manajemen strategi dan teknologi informasi dalam mengoptimalkan performa UMKM di Kota Medan dengan menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis. Melalui analisis komprehensif terhadap berbagai studi relevan dari rentang tahun 2020–2025, kajian ini membedah dinamika transformasi digital, fleksibilitas strategi, inovasi model bisnis, kompetensi SDM, hingga tata kelola keuangan berbasis teknologi. Hasil sintesis literatur menegaskan bahwa kombinasi antara adopsi teknologi informasi, eksekusi pemasaran digital, dan pembenahan kapabilitas SDM secara signifikan mendongkrak kinerja bisnis. Lebih lanjut, kelincahan strategis yang disokong oleh instrumen digital terbukti ampuh memperkokoh daya saing UMKM di pasar modern. Studi ini menyimpulkan bahwa sinkronisasi antara strategi bisnis yang adaptif dan pemanfaatan teknologi yang optimal merupakan formula utama bagi UMKM di Kota Medan untuk bertahan sekaligus berkembang di kancah kompetisi global. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi akademisi, praktisi bisnis, serta pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengembangan UMKM berbasis digital.
Analisis Hukum Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Berdasarkan Putusan PN Makassar Nomor 1547/PID.B/2022/PN MKS Efraim Paruntung; Yotham Th Timbonga; Sudarno
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8816

Abstract

Pencemaran nama baik adalah perbuatan yang dilakukan secara sengaja, baik secara lisan maupun tertulis, yang bertujuan untuk menyerang kehormatan atau reputasi seseorang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Berdasarkan Putusan PN Makassar Nomor: 1547/Pid.B/2022/PN.Mks dan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum Hakim dalam Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Berdasarkan Putusan PN Makassar Nomor: 1547/Pid.B/2022/PN.Mks. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif melalui pendekatan studi kasus hukum, yang diuraikan secara deskriptif sehingga diperoleh hasil data yang tepat dan relevan untuk menjawab permasalahan. Hasil penelitian adalah dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Berdasarkan Putusan PN Makassar Nomor: 1547/Pid.B/2022/PN.Mks sudah dilakukan secara baik dan benar dalam penegakan hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yakni memberikan dakwaan dalam bentuk alternatif, yakni dakwaan alternatif kesatu, perbuatan Terdakwa diatur dan diancam dengan pidana dalam Pasal 317 ayat (1) KUHP dan dakwaan kedua, perbuatan Terdakwa diatur dan diancam dalam Pasal 310 ayat (2) KUHP. Pertimbangan hukum Hakim dalam Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Berdasarkan Putusan PN Makassar Nomor: 1547/Pid.B/2022/PN.Mks sudah dilakukan dengan baik dan benar dalam rangka penegakan hukum berdasarkan fakta-fakta persidangan yang akhirnya disimpulkan bahwa Terdakwa benar telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan kedua, yakni pencemaran nama baik.
Korelasi Tingkat Pengetahuan Pedagang Dengan Kepadatan Lalat di Pasar Tradisional Pancur Batu Kota Medan Meutia Nanda; Zahra Kayla Mazril; Salsabilla Aishya Khaiyath; Syifa Amalia; Kusnur Kholijah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8817

Abstract

Sanitasi lingkungan pasar tradisional merupakan faktor penting dalam mencegah berkembangnya vektor penyakit seperti lalat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan pedagang mengenai sanitasi lingkungan serta mengukur kepadatan lalat di Pasar Tradisional Pancur Batu. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 50 pedagang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan pedagang dan observasi langsung menggunakan metode fly grill pada tiga lokasi pengamatan, yaitu Tempat Pembuangan Sementara (TPS), area pedagang ikan, dan kamar mandi/WC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang memiliki tingkat pengetahuan kategori sangat baik (22%), baik (48%), cukup baik (20%), kurang baik (8%), sangat tidak baik (2%). Pengukuran kepadatan lalat menunjukkan rata-rata kepadatan tertinggi ditemukan pada area TPS sebesar 5,0 ekor per menit, diikuti area pedagang ikan sebesar 3,0 ekor per menit, dan terendah pada kamar mandi/WC sebesar 1,0 ekor per menit. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan pedagang mengenai sanitasi lingkungan tergolong baik, kepadatan lalat masih ditemukan terutama pada area yang memiliki akumulasi sampah organik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan sampah yang lebih optimal serta pemeliharaan sanitasi lingkungan secara berkelanjutan untuk mengendalikan populasi lalat dan menciptakan lingkungan pasar yang lebih sehat.
Analisis Sanitasi Lingkungan Rumah terhadap Keberadaan Tikus sebagai Vektor Penyakit di Lingkungan XX Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan Meutia Nanda; Alysa Rahmadani Hasibuan; Lifira Naila Salsabila; Novita Rahma Yanti Harahap; Aulia Zahra Ritonga
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8818

Abstract

Kondisi sanitasi lingkungan rumah di permukiman padat penduduk yang kurang baik dapat meningkatkan risiko keberadaan tikus sebagai vektor penyakit. Pengelolaan sampah yang tidak optimal, kondisi rumah yang kurang sehat, serta kepadatan penduduk menjadi faktor yang mendukung berkembangnya tikus di lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sanitasi lingkungan rumah dan keberadaan tikus sebagai vektor penyakit di permukiman padat penduduk Kelurahan Terjun Lingkungan X, Kecamatan Medan Marelan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi untuk menilai pengetahuan, sikap, tindakan, kondisi sanitasi rumah, serta keberadaan tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (98,0%), namun mayoritas memiliki sikap rendah (90,2%) dan tindakan rendah (96,1%). Hasil observasi juga menunjukkan bahwa kondisi sanitasi rumah sebagian besar berada pada kategori tidak baik (94,1%), terutama pada aspek pengelolaan sampah dan kesehatan lingkungan rumah. Adanya, keberadaan tikus ditemukan pada 76,5% rumah responden. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rendahnya kualitas sanitasi lingkungan rumah serta belum optimalnya perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih berkontribusi terhadap tingginya keberadaan tikus sebagai vektor penyakit, sehingga diperlukan upaya perbaikan sanitasi dan pengendalian vektor secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat.
Pengaruh Teknik Scaffolding Cueing Terhadap Keterampilan Murid Dalam Mengukur pada Praktikum Asam Basa Nessa Satriani; Muhammad Haris Effendi Hsb; Kriswantoro; Yusnidar; Zurweni
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8833

Abstract

Kemampuan mengukur merupakan landasan krusial bagi murid untuk mentransformasikan fakta empiris hasil pengamatan menjadi data kuantitatif yang valid sebagai dasar penarikan kesimpulan ilmiah. Namun, pembelajaran kimia di sekolah kerap menghadapi tantangan dalam melatih murid menyelaraskan hasil pengukuran praktikum dengan landasan teori ilmiah yang bersifat abstrak. Penelitian kuantitatif eksperimen semu menggunakan Posttest-Only Control Group Design ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan teknik scaffolding berbantuan Artificial Intelligence (ChatGPT) dalam model Inkuiri Terbimbing terhadap kemampuan mengukur murid pada praktikum asam basa di SMAN Titian Teras. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, yang terdiri dari kelas XI F-5 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan scaffolding cueing berbantuan AI dan kelas XI F-6 sebagai kelas control yang diberikan perlakuan scaffolding bimbingan langsung berbantuan AI. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes uraian (posttest) untuk mengetahui tingkat keterampilan murid dalam mengukur. Pengujian hipotesis menggunakan statistik non-parametrik melalui uji Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 0,05, karena data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney U, diperoleh nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar < 0,001 (p < 0,05), hal ini yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara kuantitatif antara kedua kelompok. Oleh karena itu, pemberian petunjuk tidak langsung (cueing) secara bertahap dengan berbantuan AI (ChatGPT) terbukti efektif meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) murid dalam mengukur pada praktikum asam basa.
Analisis Lunturnya Prinsip Nilai Budaya Siri’ Na Pesse pada Masyarakat Transmigran Suku Bugis di Parit 2 Desa Sungai Lokan Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi Daernawati; Priazki Hajri; Nurmalia Dewi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8834

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pelunturan nilai budaya Siri’ Na Pesse pada masyarakat transmigran suku Bugis di Parit 2 Desa Sungai Lokan. Nilai Siri’ yang mencerminkan rasa malu dan harga diri serta Pesse sebagai empati dan solidaritas sosial seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, dalam kenyataannya terjadi penurunan penerapan nilai tersebut yang ditandai dengan berkurangnya rasa saling menghormati dan kepedulian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelunturan nilai, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi muda. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Siri’ Na Pesse mengalami pelunturan yang ditandai dengan melemahnya hubungan sosial, menurunnya tanggung jawab individu, serta berkurangnya solidaritas. Faktor penyebab terdiri dari faktor internal seperti rendahnya kesadaran dan pemahaman nilai budaya, serta faktor eksternal seperti pengaruh lingkungan heterogen dan lemahnya peran keluarga. Dampak pelunturan ini tidak hanya mempengaruhi hubungan sosial, tetapi juga mengancam kelestarian budaya Bugis. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk menanamkan kembali nilai Siri’ Na Pesse dalam kehidupan masyarakat.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipotensi Intraoperatif pada Pasien Dengan Spinal Anestesi di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Maulina Afifah; Roly Marwan Marthuridy; Solikin; Wahyudi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8835

Abstract

Hipotensi intraoperatif merupakan komplikasi yang sering terjadi setelah spinal anestesi dan berisiko menyebabkan gangguan perfusi organ. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lokasi penusukan, jenis obat spinal anestesi, posisi pasien setelah spinal anestesi, usia, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian hipotensi intraoperatif pada pasien yang menjalani spinal anestesi di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 101 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi rekam medis lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lokasi penusukan (p=0,037), jenis obat spinal anestesi (p=0,003), posisi pasien setelah spinal anestesi (p=0,009), usia pasien (p=0,004), dan IMT pasien (p=0,003) dengan kejadian hipotensi intraoperatif. Hipotensi lebih banyak terjadi pada pasien dengan lokasi penusukan selain L3–L4, penggunaan anestesi lokal hiperbarik, posisi supine, usia 56–65 tahun, dan IMT 25–29,9 kg/m². Faktor teknik spinal anestesi dan karakteristik pasien berhubungan dengan kejadian hipotensi intraoperatif. Identifikasi faktor risiko sebelum tindakan anestesi diperlukan untuk mendukung pemantauan hemodinamik dan pencegahan hipotensi untuk meningkatkan keselamatan pasien.