cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 781 Documents
Bias Gender Dalam Pembagian Peran Domestik Anak pada Keluarga Etnis Jawa di Jalan Bakti Luhur Kelurahan Dwikora Kota Medan Thara Shafa Salsabila; Sulian Ekomila
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi orang tua dan anak terhadap praktik pembagian peran domestik berdasarkan gender pada keluarga etnis Jawa di Jalan Bakti Luhur Kelurahan Dwikora Kota Medan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan catatan lapangan. Informan penelitian terdiri atas orang tua dan anak dalam keluarga etnis Jawa yang memiliki anak laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memandang pembagian peran domestik sebagai sesuatu yang wajar berdasarkan jenis kelamin, usia, dan kemampuan anak. Anak perempuan lebih banyak dilibatkan dalam pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mencuci, memasak, dan membersihkan rumah, sedangkan anak laki-laki hanya membantu dalam kondisi tertentu. Sebagian anak menerima pembagian tersebut sebagai hal yang normal karena sudah terbiasa sejak kecil, namun sebagian lainnya mulai menyadari adanya ketimpangan dalam pembagian tugas rumah tangga. Penelitian ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang generasi muda terhadap kesetaraan gender dalam keluarga etnis Jawa.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Kahoot Terintegrasi Video Pembelajaran Berbasis PBL pada Materi Asam Basa Berorientasi Kemampuan Literasi Sains Digital Nurlela Nofrida; Zurweni; Asmiyunda; Muhammad Haris Effendi Hsb; Firdiawan Ekaputra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8864

Abstract

Perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan menuntut pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Pada pembelajaran kimia, khususnya materi asam basa, masih banyak murid mengalami kesulitan memahami konsep yang bersifat abstrak, sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep sekaligus mendukung pengembangan kemampuan literasi sains digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan media pembelajaran interaktif Kahoot terintegrasi video pembelajaran berbasis Problem Based Learning, serta mengetahui tingkat kelayakan media, penilaian guru, dan respons murid terhadap media yang dikembangkan. Metode yang diterapkan yaitu (R&D) dengan menggunakan model pengembangan Lee & Owens yang meliputi lima tahapan, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Instrument pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, angket analisis kebutuhan, lembar validasi ahli materi maupun media, angket penilaian guru, dan angket respons murid, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak dengan persentase validasi ahli materi sebesar 93,3%, validasi ahli media sebesar 97,3%, penilaian guru sebesar 96,67%, uji coba satu-satu sebesar 86,6%, dan uji kelompok kecil sebesar 91,5% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, hasil tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif Kahoot yang terintegrasi dengan video pembelajaran berbasis Problem Based Learning memenuhi kriteria sangat layak, memperoleh penilaian dan respons yang sangat baik, serta berpotensi mendukung pemahaman konsep asam basa dan pengembangan kemampuan literasi sains digital murid.
Evaluasi Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dalam Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kecamatan Taktakan Kota Serang Nur Amaliyah; Maulana Yusuf
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8865

Abstract

Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Taktakan Kota Serang belum menunjukkan keberlanjutan yang optimal, ditandai dengan hanya 2 dari 11 Kelompok Wanita Tani (KWT) penerima manfaat yang masih aktif sehingga manfaat program terhadap ketahanan pangan rumah tangga belum tercapai secara berkelanjutan. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan dan keberlanjutan Program P2L sebagai dasar perbaikan kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga di Kecamatan Taktakan Kota Serang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pelaksanaan program berdasarkan kondisi nyata di lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan teori evaluasi kebijakan Agustino (2022) yang meliputi dimensi sumber daya aparatur, kelembagaan, sarana dan prasarana, finansial, serta regulasi, dan didukung teori pemberdayaan masyarakat Maryani dan Nainggolan (2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program P2L telah didukung oleh kompetensi aparatur, koordinasi kelembagaan, penyediaan sarana dan prasarana, pendanaan, serta regulasi yang memadai. Namun, keberlanjutan program belum optimal karena tingginya beban kerja penyuluh, menurunnya pendampingan setelah bantuan berakhir, rendahnya partisipasi anggota, belum mandirinya pembiayaan kelompok, serta hanya dua KWT yang masih aktif menjalankan kegiatan budidaya. Dengan demikian, Program P2L telah berkontribusi terhadap ketahanan pangan rumah tangga, tetapi manfaatnya belum merata dan berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan kajian komparatif pada beberapa wilayah atau menggunakan pendekatan mixed methods agar faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan program dan ketahanan pangan rumah tangga dapat dianalisis secara lebih komprehensif.
Penggunaan Media Kantong Doraemon pada Peserta Didik dalam Memahami Budaya Nusantara Niswatul Magfiroh; Ayu Maya Damayanti; Daryono
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8866

Abstract

Penelitian ini berangkat dari era keterbukaan informasi dan globalisasi saat ini, arus budaya global berkembang dengan cepat. Arus budaya ini dapat memengaruhi cara generasi muda melihat budaya lokal dan nasional mereka. Mobilitas sosial yang tinggi, media digital, dan teknologi komunikasi telah mengubah hubungan budaya lokal menjadi global. Pembelajaran seringkali bersifat informatif dan menekankan pemahaman konsep. Namun, kurangnya kesempatan bagi peserta didik untuk mengalami, mendiskusikan, dan mereleksikan interaksi budaya yang sebenarnya. Oleh karena itu, untuk pendidikan kebudayaan di sekolah, alat pembelajaran inovatif harus dikembangkan dan digunakan. Urgensi penggunaan media Kantong Doraemon terletak pada kemampuannya menggabungkan elemen visual, interaktif, dan karakter Doraemon sehingga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media Kantong Doraemon terhadap pembelajaran Interaksi Budaya Nusantara pada peserta didik kelas XI SMKN 1 Nguling. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karena memungkinkan peneliti untuk menelitii fenomena dalam lingkungan alami, mempelajari dinamika sosial, dan menemukan pola yang tidak dapat ditemukan dengan metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa penggunaan Media Kantong Doraemon dapat membantu peserta didik kelas XI di SMKN 1 Nguling dalam pembelajaran interaksi budaya nusantara dengan suasana belajar yang seru, bermakna serta materi yang di ajarkan dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Berdasakan hasil penelitian ini, peneliti berharap penggunaan media ajar yang inovatif dan bermakna dapat diterapkan pada pembelajaran, sehingga peserta didik dapat aktif dan memaknai pembelajaran dengan baik, sehingga mereka dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Guru Pendidikan Pancasila Menanamkan Nilai Toleransi di SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Solo Yohanes Rahadi Nugroho; Raharjo; Yudi Ariana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8888

Abstract

Interaksi peserta didik yang heterogen dari segi agama, suku, dan latar belakang sosial-ekonomi di SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Solo berpotensi memunculkan kelompok pertemanan eksklusif dan ungkapan stereotip apabila tidak diimbangi penanaman nilai toleransi yang sistematis, sementara kajian terdahulu masih membahas pendidikan toleransi secara umum dan belum menyoroti secara spesifik peran guru Pendidikan Pancasila sebagai aktor utamanya. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Pancasila sebagai pendidik nilai teladan dan fasilitator, serta proses penanaman nilai-nilai toleransi di sekolah tersebut. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk metodologi penelitian, data digali dari 2 guru pengajar materi Pendidikan Pancasila, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dan peserta didik kelas 7 dan 8 melalui wawancara, observasi partisipatif pasif, angket terbuka, dan dokumentasi. Data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik untuk mendapatkan keabsahan data tersebut, kemudian dianalisis mengikuti model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila menjalankan peran sebagai pendidik nilai teladan secara konsisten dan kolektif melalui sikap adil dan tidak diskriminatif, serta sebagai fasilitator melalui metode pembelajaran yang variatif dan pembentukan kelompok lintas latar belakang; proses penanaman nilai toleransi berlangsung sistematis melalui tahap perencanaan berbasis Modul Ajar, pelaksanaan di dalam dan luar kelas, serta evaluasi berlapis yang melibatkan refleksi mingguan dan orang tua. Simpulan penelitian ini adalah keteladanan kolektif guru dan perencanaan kelembagaan yang matang berkontribusi signifikan terhadap terciptanya iklim sekolah inklusif; penelitian lanjutan disarankan memperluas cakupan pada sekolah dengan karakteristik berbeda untuk memperkaya generalisasi temuan.
Optimalisasi Kurikulum Kemampuan Bertempur Taruna Akademi Militer Dalam Rangka Mendukung Pengamanan Daerah Rawan Papua Wahyu Hendra Saputra; Martinus DAW; Slamet Sarjianto
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8889

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas ancaman keamanan di wilayah Papua yang menuntut kesiapan personel TNI AD, khususnya perwira muda lulusan Akademi Militer (Akmil), dalam menghadapi kondisi geografis, sosial, dan taktis yang sangat dinamis. Dalam konteks ini, optimalisasi kemampuan bertempur taruna Akmil menjadi kebutuhan strategis guna memastikan efektivitas pengamanan di daerah rawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pendidikan dan pelatihan di Akmil, menilai tingkat kemampuan tempur taruna, serta merumuskan strategi optimalisasi yang relevan dengan tuntutan operasi di Papua. Rumusan masalah difokuskan pada tiga aspek utama: (a) bagaimana sistem pendidikan dan pelatihan taruna Akmil diterapkan, (b) bagaimana kemampuan tempur taruna saat ini, dan (c) bagaimana langkah optimalisasi dilakukan untuk mendukung kesiapan pengamanan di daerah rawan Papua. Penelitian ini menggunakan metode mixed-method dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, kuesioner, dokumentasi, dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan pendekatan IFAS, EFAS, serta analisis SWOT dan POAC untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan strategi pengembangan sistem pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan Akmil memiliki struktur kurikulum komprehensif berbasis knowledge–skill–attitude, namun relevansi materi terhadap karakteristik operasi Papua masih perlu diperkuat. Kemampuan tempur taruna tergolong baik dalam aspek teknis dan fisik, tetapi masih memerlukan peningkatan pada aspek mental, adaptasi taktis, dan situational awareness. Optimalisasi disarankan melalui pembentukan Papua Readiness Module, penerapan teknologi simulasi modern, serta sinergi umpan balik antara Akmil dan satuan operasional di Papua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pendidikan militer menuju sistem adaptif, kontekstual, dan berbasis teknologi merupakan kunci dalam menyiapkan perwira muda yang tangguh dan siap menghadapi dinamika pertahanan nasional.
Pengaruh Small Sided Games terhadap Keterampilan Passing Siswa SMP Negeri 1 Sukra Mohammad Saeful Anwar; Astri Ayu Irawan; Rizki Aminudin
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Small Sided Games terhadap keterampilan passing siswa kelas VIII pada pembelajaran sepak bola di SMP Negeri 1 Sukra. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan passing siswa yang ditunjukkan melalui kurangnya ketepatan operan serta rendahnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, yang diduga disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain one-group pretest-posttest design, karena desain ini dinilai sesuai untuk mengukur perubahan keterampilan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan pada satu kelompok sampel. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukra. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan passing sepak bola, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Paired Sample t-Test dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan passing siswa meningkat dari 31,03 pada pretest menjadi 43,91 pada posttest, dengan peningkatan rata-rata sebesar 12,88 poin. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Small Sided Games berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan keterampilan passing siswa kelas VIII pada pembelajaran sepak bola di SMP Negeri 1 Sukra. Metode ini direkomendasikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang inovatif, efektif, dan menyenangkan dalam meningkatkan keterampilan dasar sepak bola pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), sementara penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas sampel dan periode perlakuan.
Exploring Character Education Values in Dayak Kanayatn Folktales and Their Potential as Social Studies Learning Resources Saiful Bahri; Haris Firmansyah; Emi Tipuk Lestari; Sandra Fitria Wardani
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8891

Abstract

This study explores character education values embedded in Dayak Kanayatn folktales and analyzes their potential as Social Studies learning resources. This qualitative study employed content analysis of five folktales: Ria Sinir and Dara Itam, Pantak Kayu Mamo, Ne' Unte', Ne' Baruakng, and Desa Samuah Labur. The data were analyzed by identifying narrative units, coding values, constructing thematic categories, and mapping their relevance to Social Studies learning. The findings reveal five value domains: moral-personal, social-communal, spiritual, ecological, and civic-cultural values. Dayak Kanayatn folktales preserve local ways of understanding relationships with family, community, ancestors, nature, customary norms, and social responsibility. In Social Studies, these folktales can support critical reading, value discussion, social inquiry, cultural documentation projects, and reflective character learning.
Peran SWOT dan Manajemen Strategi Untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan Hoirul Nisah; M Chaerul Rizky; Dewi Nurmasari Pane; Jansen Lubis; Andrew Daryl
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran analisis SWOT dan manajemen strategi dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review sistematis dengan menelaah 25 jurnal ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2019-2024 yang bersumber dari Google Scholar, Scopus, dan basis data ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis SWOT sebagai alat perencanaan strategi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan ketika diintegrasikan dengan manajemen strategi. Integrasi analisis SWOT dan manajemen strategi memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja, merumuskan strategi yang lebih efektif, serta menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Penelitian ini juga menemukan bahwa perusahaan yang menerapkan pendekatan SWOT secara sistematis menunjukkan peningkatan kinerja rata-rata sebesar 23% dibandingkan perusahaan yang tidak menerapkan perencanaan strategi terstruktur. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi bagi praktisi dan akademisi dalam memahami pentingnya integrasi analisis SWOT dalam manajemen strategi untuk mencapai kinerja perusahaan yang optimal.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X di SMKN 8 Pandeglang Yusup Izza Mahendra; Agus Rustamana; Arif Permana Putra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas x pada mata pelajaran sejarah di SMKN 8 Pandeglang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di kelas X DKV 1 berjumlah 36 siswa sebagai kelas kontrol, dan kelas X AKL 2 berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen. Adapun hasil penelitian sebagai berikut; (1) terdapat pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, pengujian hipotesis melalui uji-t dua pihak menggunakan rumus polled varian dengan taraf signifikasi α= 0,05 diperoleh nilai ????ℎ???????????????????? sebesar 2,89 > dari ???????????????????????? sebesar 1,667 dengan jumlah nilai sebesar 1,223, maka Ha diterima dan H0 ditolak, (2) kemampuan berpikir kritis pada peserta didik yang menggunakan model problem based learning lebih tinggi dari pada peserta didik yang menggunakan model discovery learning. Perolehan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 68,33, dan kelas kontrol sebesar 64,72. Dapat di simpulkan kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata yang lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol. Model problem based learning dapat menjadi model alternatif yang digunakan dari banyaknya model yang ada untuk pembelajaran sejarah di SMKN 8 Pandeglang.