cover
Contact Name
Hadi Riyadi
Contact Email
jurnalgizidietetik@apps.ipb.ac.id
Phone
+628984223735
Journal Mail Official
jurnalgizidietetik@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor Jl. Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Indonesia, 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik
ISSN : -     EISSN : 28300890     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik (Journal of Nutritional Science and Dietetics) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan berbagai artikel penelitian tentang ilmu gizi dan dietetik, yang berhubungan dengan aspek biokimia gizi, gizi klinik, gizi masyarakat, gizi olahraga, dietetik, komponen pangan untuk kesehatan, suplementasi dan fortifikasi gizi, ketahanan pangan dan gizi, pendidikan dan konseling gizi, serta aspek sosioekonomi dan budaya gizi, termasuk regulasi dan informasi gizi dan dietetik.
Articles 140 Documents
Pengaruh Pengeluaran Pangan Keluarga dan Pengetahuan Gizi Ibu terhadap Status Gizi Usia Remaja di Desa Babakan: The Influence of Family Food Expenditure and Mother’s Nutritional Knowledge on the Nutritional Status of Adolescents in Babakan Village Hakim, Fayza Adira; Sharannie; Heryatno, Yayat
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.2.134-139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pangan keluarga dan pengetahuan gizi ibu terhadap status gizi remaja di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan melibatkan 63 subjek remaja di Desa Babakan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 15-22 Agustus 2023. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder. Data ini dikumpulkan dengan metode wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar keluarga mempunyai pengeluaran pangan rendah (80,9%) dengan pengetahuan ibu sebagian besar berada pada kategori baik (61,9%). Sebagian besar remaja di Desa Babakan mempunyai status gizi normal. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengeluaran makanan keluarga (p=0,750) dan pengetahuan gizi ibu (p=0,365) terhadap status gizi remaja.
Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi Anak Usia Sekolah Berdasarkan Indeks Berat Badan menurut Tinggi Badan di Desa Babakan Kecamatan Dramaga : The Correlation between Family Income and Nutritional Status of School-Aged Children based on Weight-for-Height Z-score (WHZ) in Babakan Village Dramaga Subdistrict Putri, Sharikha Herlinanda Arya; Sukandar, Dadang; Makbul, Rivaini Fatimah
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.2.85-90

Abstract

Wasting merupakan salah satu bentuk gizi buruk yang ditandai dengan penurunan berat badan yang signifikan dan cepat pada anak, sehingga berat badannya menjadi sangat rendah dibandingkan dengan tinggi badannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi berdasarkan indeks z-score berat badan (BB) menurut tinggi badan (TB) pada anak usia sekolah di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga. Penelitian ini melibatkan 33 anak usia sekolah dengan rentang usia 6-12 tahun. Data dikumpulkan melalui survei terstruktur dan pengukuran antropometri, dan dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai status gizi normal, meskipun terdapat variasi tingkat pendapatan keluarga. Analisis statistik menggunakan uji korelasi pearson yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga dengan status gizi berdasarkan indeks BB/TB anak usia sekolah (p>0,05). Hal tersebut mengindikasikan bahwa terdapat faktor lain yang lebih dominan dalam menentukan status gizi anak usia sekolah, seperti pola makan, asupan gizi, aktivitas fisik, dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan status gizi anak usia sekolah tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan keluarga, tetapi juga perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih holistik.
Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dan Tingkat Pendapatan Keluarga dengan Tingkat Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah di Desa Babakan: The relationship between maternal nutritional knowledge and family income with the level of vegetable and fruit consumption in school-aged children in Babakan Village Ningrum, Mustika; Dina, Resa Ana; Fajriah, Elsa
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.2.114-119

Abstract

Konsumsi sayur dan buah merupakan salah satu syarat penting dalam pemenuhan gizi seimbang pada anak usia sekolah. Orang tua berperan sebagai edukator dan inisiator untuk membiasakan anak-anak mengonsumsi sayur dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi ibu dan tingkat pendapatan keluarga dengan tingkat konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah di Desa Babakan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan subjek berjumlah 37 orang yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dan FFQ. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-November 2023 di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Berdasarkan analisis data, mayoritas ibu (59%) memiliki tingkat pengetahuan gizi yang baik. Sebagian besar keluarga (49%) memiliki pendapatan yang tergolong sangat tinggi. Adapun tingkat konsumsi sayur dan buah anak usia sekolah sebagian besar (89%) dominan pada kategori kurang. Hasil uji Rank Spearman Correlation menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dengan konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah usia sekolah (p<0,05) dengan koefisien korelasi (r) positif cukup kuat (0,40<(r)≤0,70). Sedangkan, tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendapatan keluarga dengan konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah (p>0,05).
The Hubungan Asupan Protein, Asupan Kalsium dan Riwayat Penyakit Tuberkulosis dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Pulau Bayur Kuantan Singingi : The Relationship of Protein Intake, Calcium Intake and History of Tubercolosis with Incidence of Stunting in Children Aged 24-59 Months in Pulau Bayur Village, Kuantan Singingi District Sa’adah, Nidaus; Afrinis, Nur; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 3 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.3.216-222

Abstract

One factor that influences the incidence of stunting in children aged 24-59 months is food intake, because good quality food is the main part of the growth of children under five, which certainly contains complete sources of macronutrients and micronutrients, affecting child growth. The purpose of this study was to analyze the relations of protein, calcium intake and history of Tuberculosis with the incidence of stunting in children aged 24-59 months in Pulau Bayur Village, Cerenti Health Center working area, Kuantan Singingi District. This research is a quantitative analytical study that used a cross-sectional research design. This research was conducted in Pulau Bayur village in 2-12 March 2023 with a total subject of 50 mothers of children aged 24-59 months selected using total sampling technique. Nutritional intake data were obtained through 2x24-hour food recall interviews, Tuberculosis history data were obtained through interviews, and nutritional status data were obtained through height and weight measurements. The analysis used was univariate and bivariate with Chi Square test and Fisher's Exact Test. The univariate analysis results showed that 17 children (34%) were stunted, 15 children (30%) had low protein intake, 42 children (84%) had low calcium intake, and 5 children (10%) had a history of Tuberculosis disease. Bivariate analysis results showed the protein intake (p=0.000), calcium intake (p=0.039) and history of Tuberculosis disease (p=0.003) had association with the incidence of stunting. Parents are advised to provide foods high in calcium and high in protein and maintain the children’s health so that they have normal nutritional status.
Kontribusi Zat Besi, Seng, dan Vitamin B9 dari Konsumsi Terigu berdasarkan Data Survei Konsumsi Makanan Indonesia (SKMI) 2014: The Contribution of Wheat Flour to Fe, Zn, and Vitamin B9 based on Indonesian Food Consumption Survey (SKMI) Data 2014 Martianto, Drajat; Atmarita, Atmarita; Sardjunani, Nina; Kartika, Roza; Machfud, Elmira Fairuz Khilda
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.2.91-99

Abstract

Fortifikasi terigu menjadi salah satu program fortifikasi wajib yang diterapkan di Indonesia sebagai bagian dari upaya menanggulangi anemia gizi besi (AGB). Hingga saat ini evaluasi efektivitas program fortifikasi tepung terigu masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi konsumsi tepung terigu dan pangan olahannya terhadap asupan Fe, Zn, dan vitamin B9 (asam folat) menggunakan data Survei Konsumsi Makanan Indonesia (SKMI) 2014. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian cross sectional. Jumlah subjek yang digunakan adalah 145.360 subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi tepung terigu penduduk Indonesia sebesar 43,17±72,78 g/kap/hari, jauh di bawah rata-rata konsumsi yang dapat memberikan dampak positif dari program fortifikasi pangan yaitu sebesar 75 g/kap/hari. Hanya 10–30% penduduk Indonesia yang mengonsumsi tepung terigu di atas 75 g/kap/hari. Konsumsi tepung terigu di atas 75 g/kap/hari berkontribusi terhadap asupan Fe sebesar 20,35±11,96% AKG, asupan Zn sebesar 57,52±32,73% AKG dan asupan asam folat sebesar 12,01±6,45% AKG. Monitoring konsumsi tepung terigu secara rutin diperlukan untuk mengevaluasi dampak fortifikasi terigu dalam penurunan defisiensi gizi mikro di Indonesia. Survey Konsumsi Makanan Indonesia (SKMI) perlu dilakukan saat ini untuk memenuhi gap sembilan tahun dari SKMI 2014 dan dilakukan secara reguler di masa mendatang agar perkembangan konsumsi terigu dan kontribusinya terhadap penanggulangan masalah AGB dapat terus dipantau dan menjadi dasar ilmiah penyempurnaan kebijakan penanggulangan masalah AGB di Indonesia melalui fortifikasi pangan.
Gambaran Asupan Zat Gizi Makro dan Kebugaran Kardiorespiratori pada Atlet di Pemusatan LatihanTaekwondo: Macronutrient Intake and Cardiorespiratory Fitness of Athletes in Taekwondo Center Training Listianasari, Yanita; Kiftiani, Novia
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.2.128-133

Abstract

Olahraga merupakan aktifitas fisik yang bermanfaat dalam meningkatkan kebugaran. Kebugaran merupakan kemampuan seseorang melakukan aktifitas olahraga tanpa merasakan kelelahan yang berat dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan aktifitas yang lain. Kebugaran kardiorespiratori dipengaruhi oleh asupan zat gizi makro. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi makro dan kebugaran kardiorespiratori pada atlet Taekwondo. Jenis penelitian observasional dengan analisis deskriptif. Subjek adalah atlet taekwondo yang sedang mengikuti latihan seleksi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2023 di pemusatan latihan taekwondo Kota Tasikmalaya sebanyak 22 orang. Pengumpulan data asupan zat gizi makro menggunakan metode wawancara dengan mengisi form recall selama 2x24 jam. Data kebugaran kardiorespiratori ditentukan dengan pengukuran VO2Maks (tes balke). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar atlet taekwondo memiliki asupan zat gizi makro yang kurang. Asupan protein, lemak, karbohidrat masing-masing sebesar 100%, 82% dan 100%. Kebugaran kardiorespiratori, sebanyak 27% kategori baik, 41% kategori sedang, 14% kategori kurang dan 18% kategori kurang sekali. Diperlukan intervensi dan edukasi gizi untuk meningkatkan kebugaran kardiorespiratori dan performa atlet.
Kontribusi Konsumsi Minyak Goreng Sawit Kemasan terhadap Asupan Vitamin A: Contribution of Packaged Palm Cooking Oil Consumption toward Vitamin A Adequacy Martianto, Drajat; Atmarita, Atmarita; Sardjunani, Nina; Machfud, Elmira Fairuz Khilda; Kartika, Roza
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 3 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.3.183-190

Abstract

Kekurangan asupan vitamin A dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius mulai dari gangguan penglihatan hingga kebutaan serta gangguan pertumbuhan dan sistem imun. Disamping suplementasi Vitamin A dosis tinggi, upaya fortifikasi vitamin A dalam minyak goreng sawit telah dicanangkan pemerintah sebagai program fortifikasi wajib sejak pemberlakuan SNI Minyak Goreng Sawit tahun 2012 untuk minyak sawit yang dikemas. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi konsumsi minyak goreng kemasan terfortifikasi terhadap pemenuhan asupan vitamin A penduduk Indonesia. Hasil perhitungan menggunakan Estimated Average Requirement (EAR) dari data Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) 2014 menunjukkan proporsi ketidakcukupan vitamin A penduduk Indonesia sebesar 59% dengan proporsi paling besar terjadi pada kelompok ibu hamil yang hampir mencapai 70%. Hasil analisis data menunjukkan konsumsi minyak goreng sawit kemasan rata-rata hanya 14,99% sisanya 85% konsumsi minyak goreng sawit curah yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat berpendapatan rendah yang sangat potensial kekurangan Vitamin A akibat rendahnya kualitas diet mereka. Fortifikasi minyak untuk mengatasi kurang vitamin A tanpa menyertakan minyak curah menjadi kurang efektif karena tidak menyasar tepat pada kelompok berpendapatan rendah yang paling rentan. Oleh karena itu regulasi untuk mewajibkan fortifikasi seluruh minyak goreng sawit melalui kewajiban pengemasan minyak goreng sawit dan mengikuti ketentuan SNI sangat diperlukan.
Hubungan Enabling dan Predisposing Pola Konsumsi Fast Food pada Remaja Usia 16-18 Tahun di SMAN 6 Kabupaten Tangerang : The Relationship of Enabling and Predisposing Fast Food Consumption Patterns in Adolescents Aged 16-18 years at SMAN 6, Tangerang District Suci, Sari Embun; Putri, Imawati Eka; Fazriah, Hidayani
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.2.140-146

Abstract

Kecenderungan perubahan pola konsumsi makan dari makanan tradisional ke makanan impor atau modern seperti makanan cepat saji atau fast food yang terlihat pada masyarakat perkotaan saat ini. Untuk itu, permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah tentang faktor-faktor pola konsumsi remaja. Dalam penelitian ini, metodologi yang digunakan adalah crossectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling secara purposive dan jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 108 orang, serta teknik analisis data secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel dan inferensial menggunakan SPSS version 25 for Windows, dan pada penelitian ini, uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian diperoleh sebanyak 77,8% sebagian responden menggunakan media sosial dengan frekuensi tinggi, 54,6% responden memiliki uang saku besar (>Rp. 20,000), 65,7% responden memiliki gaya hidup hedonis, 57,4% responden memiliki pengetahuan gizi baik, 52,8% responden memiliki pola konsumsi fast food sering. Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan media sosial, besaran uang saku, dan gaya hidup hedonis dengan pola konsumsi fast food pada remaja usia 16-18 tahun di SMAN 6 Kabupaten Tangerang (p-value<0,05). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu adanya hubungan antara penggunaan media sosial, besaran uang saku, dan gaya hidup hedonis dengan pola konsumsi fast food pada remaja usia 16-18 tahun di SMAN 6 Kabupaten Tangerang.
Body Image, Kualitas Diet dan Hubungannya pada Status Gizi Remaja Putri di SMAN 10 Padang Tahun 2023: Body Image, Dietary Quality and It’s Correlation to The Nutritional Status of Adolescent Girls at SMAN 10 Padang in 2023 Dewi, Risti Kurnia; Hamaliyah, Siti
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.2.107-113

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa yang termasuk ke dalam kelompok rentan mengalami masalah gizi, terutama status gizi kurang maupun lebih. Faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pada remaja adalah body image dan kualitas diet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dan kualitas diet terhadap status gizi remaja putri di SMAN 10 Padang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan teknik pengambilan subjek dengan metode proportional random sampling. Subjek penelitian ini adalah remaja putri kelas X dan XI di SMAN 10 Padang yang berusia 16-18 tahun dengan jumlah 118 orang. Data penelitian dikumpulkan dengan cara pengukuran antropometri, wawancara, dan pengisian kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square dan fisher’s exact test. Hasil penelitian menunjukkan 76,3% subjek memiliki body image negatif, 86,4% subjek memiliki kualitas diet tidak baik, dan 78,8% subjek memiliki status gizi normal. Terdapat hubungan yang signifikan antara body image (p-value=0,037) dengan status gizi remaja putri dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas diet (p-value=0,517) dengan status gizi remaja putri. Body image memiliki hubungan yang signifikan terhadap status gizi remaja putri. Kualitas diet tidak memiliki hubungan yang siginifikan terhadap status gizi remaja putri.
Hubungan antara Body Shaming, Eating Disorder, Frekuensi Konsumsi Sumber Karbohidrat dengan Overnutrition pada Remaja Putri SMPIT Al-Mughni di Jakarta Selatan: Relationship between Body Shaming, Eating Disorder, Carbohydrate Consumption Frequency with Overnutrition in Adolescent Girls at SMPIT Al-Mughni in South Jakarta Fadhilah, Devina Alifia; Permatasari, Tria Astika Endah
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.2.100-106

Abstract

Obesity or overweight (overnutrition) is a global epidemiological problem that poses a quite serious threat to world public health. Early adolescence, namely 10-15 years of age, is a vulnerable period for weight gain, characterized by critical changes in body composition, eating behavior, daily activities, and psychological adjustments. All changes in body shaming, eating disorders, and frequency of consumption of carbohydrate sources can be risk factors for overnutrition in young women. The aim of this research is to determine the description and relationship between body shaming, eating disorders, and the frequency of consumption of carbohydrate sources on overnutrition in young women at SMPIT Al-Mughni. This research uses quantitative methods with a cross sectional approach. The total sample was 44 respondents. The research results show that young women at SMPIT Al-Mughni have a BMI/U in the range of more than 36.4%. Adolescent girls who experience overnutrition in the high category of body shaming variable are 50% (p-value=0.039). Furthermore, the eating disorder variable in the binge risk category was 64.3% (p-value=0.009). The final variable, namely the frequency of consumption of carbohydrate sources in the >1 x/day category, was 37.8% (p-value=0.640). From the results of this study, it was concluded that overnutrition had a significant relationship with the variables body shaming and eating disorders, while it did not have a significant relationship with the frequency of consumption of carbohydrate sources.

Page 9 of 14 | Total Record : 140