cover
Contact Name
Hari Susanto
Contact Email
p3m.banten@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@poltekpel-banten.ac.id
Editorial Address
JL. Raya No.1, Karang Serang, Kec. Sukadiri, Tangerang, Banten 15330
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Marine Inside
ISSN : 27162656     EISSN : 29859638     DOI : 10.62391/ejmi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Marine Inside adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Politeknik Pelayaran Banten. Jurnal ini merupakan media sarana publikasi berbagai macam penelitian dan pengembangannya di bidang Nautika, Permesinan Kapal, dan Manajemen Transportasi laut.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025)" : 30 Documents clear
Dinamika kinerja reach stacker pada container yard Terminal Petikemas Surabaya Tahun 2024 Kusuma, Seftian Dwi; Priyono, Budi; Prawirosastro, Carlos Lazaro
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.143

Abstract

Kinerja alat bongkar muat di terminal petikemas berperan penting dalam menjaga kelancaran arus logistik dan keandalan operasional pelabuhan. Salah satu peralatan utama pada area container yard adalah reach stacker, yang berfungsi dalam pemindahan dan penataan peti kemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dinamika kinerja reach stacker berdasarkan kondisi operasional lapangan di Terminal Petikemas Surabaya selama tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data operasional enam unit reach stacker (S71–S76), yang mencakup volume penanganan peti kemas periode Januari–Desember 2024, serta data hasil observasi dan wawancara dengan operator dan supervisor lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kinerja yang cukup signifikan antar unit, baik dari sisi beban kerja maupun stabilitas kinerja bulanan. Beberapa unit menunjukkan performa yang relatif konsisten pada area dengan tingkat kepadatan tinggi, sementara unit lainnya mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh faktor teknis, rotasi shift kerja, kondisi cuaca, serta koordinasi operasional di lapangan. Selain itu, ketidakseimbangan distribusi beban kerja antar unit berpotensi memengaruhi keandalan armada reach stacker dalam jangka panjang. Temuan ini menegaskan bahwa kinerja reach stacker tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi alat, tetapi juga oleh sistem kerja dan peran sumber daya manusia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi operasional bagi pengelola terminal dalam meningkatkan keberlanjutan kinerja peralatan bongkar muat. Handling equipment performance plays a crucial role in ensuring smooth logistics flows and operational reliability at container terminals. One of the key pieces of equipment in the container yard is the reach stacker, which is responsible for container handling and stacking activities. This study aims to evaluate the operational performance dynamics of reach stackers based on field conditions at the Surabaya Container Terminal during 2024. A descriptive qualitative approach was applied by utilizing operational data from six reach stacker units (S71–S76), covering container handling volumes from January to December 2024, supported by field observations and interviews with operators and supervisors. The findings reveal notable performance differences among the units in terms of workload distribution and monthly performance stability. Certain units demonstrated relatively consistent performance in high-density operational areas, while others experienced fluctuations influenced by technical conditions, shift rotations, weather disturbances, and coordination within yard operations. Furthermore, imbalanced workload allocation among units may affect the long-term reliability of the reach stacker fleet. These results indicate that reach stacker performance is shaped not only by equipment conditions but also by operational systems and human factors. This study provides operational insights that may support terminal management in evaluating and improving the sustainability of container handling performance.
Analisis Penyebab Terjadinya Kandas MV Selili Baru Di Alur Sungai Siak satya, Hammam; Malik, Djamaludin; Febriana, Elva
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.144

Abstract

Insiden kapal kandas masih menjadi permasalahan serius dalam keselamatan pelayaran, khususnya pada alur sungai yang memiliki karakteristik sempit, berarus kuat, dan dipengaruhi pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya kandas kapal MV Selili Baru di Alur Sungai Siak serta mengidentifikasi tindakan penanganan dan upaya pencegahan untuk meningkatkan keselamatan navigasi pelayaran sungai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan awak kapal, serta analisis dokumen kapal berupa logbook dan berita acara kejadian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden kandas disebabkan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Faktor internal didominasi oleh human error, terutama ketidaktepatan perhitungan pasang surut, lemahnya komunikasi di anjungan, serta tidak dilaksanakannya safety meeting sebelum memasuki alur sempit. Faktor eksternal meliputi arus sungai yang kuat, perubahan kedalaman akibat pasang surut, serta karakteristik alur Sungai Siak yang sempit dan berbelok tajam. Tindakan awak kapal setelah kejadian kandas telah sesuai dengan prosedur keselamatan, meliputi plotting posisi kapal, sounding kedalaman dan tangki, serta pemeriksaan potensi kebocoran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan keselamatan navigasi di alur sungai berisiko tinggi memerlukan perencanaan pelayaran yang lebih akurat, penerapan Bridge Resource Management, serta peningkatan kedisiplinan dan kesiapsiagaan awak kapal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan pelayaran, kru kapal, dan institusi pendidikan maritim dalam mencegah insiden kandas pada pelayaran sungai. Grounding incidents remain a critical issue in maritime safety, particularly in river channels characterized by narrow waterways, strong currents, and tidal influences. This study aims to analyze the factors causing the grounding of MV Selili Baru in the Siak River channel and to identify the response actions and preventive measures to enhance inland waterway navigational safety. A descriptive qualitative method with a case study approach was employed. Data were collected through direct observation, semi-structured interviews with the ship’s crew, and analysis of ship documents, including logbooks and official incident reports. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the grounding incident was caused by a combination of internal and external factors. Internal factors were dominated by human error, particularly inaccurate tidal calculations, ineffective bridge communication, and the absence of a safety meeting prior to entering the confined channel. External factors included strong river currents, tidal-induced depth variations, and the narrow and sharply curved characteristics of the Siak River channel. The crew’s actions following the grounding complied with established safety procedures, including position plotting, depth and tank sounding, and leak inspections. This study concludes that improving navigational safety in high-risk river channels requires more accurate voyage planning, effective implementation of Bridge Resource Management, and enhanced crew discipline and preparedness. The findings are expected to serve as a reference for shipping companies, ship crews, and maritime education institutions in preventing grounding incidents in inland waterways.
Analisis pengaruh angin dan arus terhadap olah gerak kapal pada saat melakukan sandar di pelabuhan Dewi, Astri Kustina; Bintari, Pramudyasari Nur; Hakim, Zikril
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.145

Abstract

Manuver sandar kapal merupakan salah satu fase paling kritis dalam operasi pelayaran karena dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, khususnya angin dan arus. Kondisi lingkungan yang tidak terkendali dapat memengaruhi olah gerak kapal dan meningkatkan risiko kecelakaan di pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh angin dan arus terhadap olah gerak kapal saat melakukan manuver sandar di pelabuhan dengan studi kasus pada MV Sinar Bintan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung selama operasi sandar, wawancara dengan perwira kapal, serta studi dokumentasi. Data dianalisis dengan mengaitkan kondisi angin dan arus terhadap respons manuver kapal selama proses sandar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angin dan arus memiliki pengaruh signifikan terhadap stabilitas dan arah gerak kapal, terutama pada kecepatan rendah saat mendekati dermaga. Angin samping dan arus menyilang terbukti meningkatkan kesulitan pengendalian kapal dan membutuhkan koordinasi yang lebih baik antara nahkoda, perwira jaga, serta penggunaan bantuan tugboat. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam meningkatkan pemahaman tentang mitigasi risiko manuver sandar kapal di pelabuhan, khususnya dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Berthing maneuver is one of the most critical phases in ship operations, as it is strongly influenced by external environmental factors, particularly wind and current. Uncontrolled environmental conditions can affect ship maneuverability and increase the risk of accidents in port areas. This study aims to analyze the effects of wind and current on ship maneuverability during berthing operations, using MV Sinar Bintan as a case study. This research adopts a qualitative descriptive approach through a case study method. Data were collected through direct observation during berthing operations, interviews with ship officers, and documentation review. The analysis focuses on examining the relationship between wind and current conditions and the ship’s maneuvering response during the berthing process. The results indicate that wind and current significantly influence ship stability and directional control, particularly at low speeds when approaching the berth. Crosswinds and transverse currents were found to increase maneuvering difficulty and require enhanced coordination between the master, deck officers, and tugboat assistance. This study provides practical insights for improving risk mitigation strategies during ship berthing operations under challenging environmental conditions.
Evaluasi prosedur pengikatan muatan kendaraan terhadap keselamatan operasional kapal ro-ro (Studi kasus KM. Mila Utama) Siahaan, Renta Novaliana; Purnomo, Sandy Wahyu; Fahrisani, Antaris; Shulhany, Ahmad; Maulidina, Rizky
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.146

Abstract

Kapal Ro-Ro memiliki tingkat risiko keselamatan operasional yang relatif tinggi, khususnya terkait dengan pengikatan muatan kendaraan selama pelayaran. Pengikatan muatan yang tidak sesuai prosedur berpotensi menyebabkan pergeseran muatan, gangguan stabilitas kapal, hingga kecelakaan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi prosedur pengikatan muatan kendaraan terhadap keselamatan operasional kapal Ro-Ro pada KM. Mila Utama. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan Mualim I dan Kelasi, serta studi dokumentasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan praktik pengikatan muatan di lapangan dengan standar keselamatan yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) dan ketentuan International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum prosedur pengikatan muatan kendaraan telah diterapkan, namun masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, antara lain jarak penempatan kendaraan yang terlalu rapat, kondisi peralatan lashing yang aus, serta sudut dan ketegangan tali pengikat yang belum memenuhi ketentuan standar. Ketidaksesuaian tersebut berpotensi meningkatkan risiko pergeseran muatan dan menurunkan tingkat keselamatan operasional kapal, terutama pada kondisi cuaca buruk. Penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi berkala terhadap prosedur pengikatan muatan, peningkatan kompetensi awak kapal, serta pemeliharaan peralatan lashing guna mendukung keselamatan pelayaran kapal Ro-Ro secara berkelanjutan. Ro-Ro ships are associated with relatively high operational safety risks, particularly related to vehicle cargo securing during voyages. Improper cargo securing procedures may lead to cargo shifting, reduced ship stability, and serious maritime accidents. This study aims to evaluate vehicle cargo securing procedures in relation to operational safety on board the Ro-Ro vessel KM. Mila Utama. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing direct onboard observations, interviews with the First Officer and deck crew, and documentation analysis. The evaluation was conducted by comparing actual cargo securing practices with safety standards established by the International Maritime Organization (IMO) and the International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS). The results indicate that although cargo securing procedures have generally been implemented, several non-compliances remain, including insufficient spacing between vehicles, worn lashing equipment, and improper lashing angles and tension that do not fully meet prescribed standards. These deficiencies may increase the risk of cargo movement and compromise operational safety, particularly under adverse weather conditions. The study highlights the necessity of regular evaluation of cargo securing procedures, continuous crew training, and proper maintenance of lashing equipment to enhance the operational safety of Ro-Ro vessels.
Evaluasi peran awak kapal dan sistem perawatan sekoci terhadap efektivitas latihan keadaan darurat (drill) di KMP Portlink III Dewi, Astri Kustina; Bintari, Pramudyasari Nur; Rinaldy, Zaki
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.147

Abstract

Keselamatan pelayaran menuntut kesiapan awak kapal serta keandalan peralatan keselamatan, khususnya sekoci sebagai sarana evakuasi utama dalam keadaan darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran awak kapal dan sistem perawatan sekoci terhadap efektivitas pelaksanaan latihan keadaan darurat (drill) di atas kapal KMP Portlink III. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara tidak terstruktur dengan awak kapal, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas drill belum optimal, yang ditandai oleh keterlambatan respons awak kapal terhadap alarm darurat, pemahaman tugas yang belum merata, serta lemahnya koordinasi saat proses evakuasi. Selain itu, sistem perawatan sekoci belum dilaksanakan secara konsisten sesuai dengan standar keselamatan pelayaran, terlihat dari kondisi teknis sekoci dan peralatannya yang tidak sepenuhnya siap dioperasikan. Kondisi tersebut berdampak pada kegagalan pelaksanaan launching sekoci saat latihan. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas drill sangat dipengaruhi oleh kompetensi awak kapal dan penerapan sistem perawatan yang terencana dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan disiplin latihan, pembagian tugas yang jelas, serta penguatan sistem perawatan sekoci untuk mendukung kesiapsiagaan darurat di atas kapal. Maritime safety requires not only reliable safety equipment but also competent and well-prepared crew members, particularly regarding lifeboats as primary means of evacuation in emergency situations. This study aims to evaluate the role of crew members and the lifeboat maintenance system on the effectiveness of emergency drills conducted on board KMP Portlink III. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through direct observation, unstructured interviews with ship personnel, and documentation review. The findings indicate that the effectiveness of emergency drills has not been fully achieved, as reflected in delayed crew responses to emergency alarms, uneven understanding of assigned duties, and limited coordination during evacuation procedures. In addition, the lifeboat maintenance system has not been consistently implemented in accordance with maritime safety standards, as evidenced by technical deficiencies in lifeboat components and supporting equipment. These conditions contributed to the failure of lifeboat launching during drills. The study highlights that effective emergency drills are strongly influenced by crew competence and the implementation of a systematic and continuous maintenance system. Therefore, strengthening routine training, clarifying task allocation, and improving lifeboat maintenance practices are essential to enhance emergency preparedness on board.
Optimalisasi Sistem Informasi Venus dalam manajemen pergantian awak kapal pada divisi pengawakan PT Pertamina International Shipping Purnomo, Budi; Octavitri, Yollanda; Ramadhani, Ingga Cantika
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan Sistem Informasi Venus dalam mendukung manajemen pergantian awak kapal (crew change) pada Divisi Pengawakan PT Pertamina International Shipping. Proses pergantian awak kapal merupakan aktivitas krusial dalam operasional pelayaran yang menuntut ketepatan data, koordinasi yang efektif, serta pengendalian administrasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan personel terkait, studi dokumentasi, serta kuesioner sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Venus berperan penting dalam meningkatkan efektivitas manajemen pengawakan, khususnya dalam pengelolaan data awak kapal, penjadwalan sign on dan sign off, serta pemantauan masa berlaku sertifikat. Namun demikian, optimalisasi sistem belum sepenuhnya tercapai akibat kendala teknis, keterbatasan jaringan komunikasi di kapal, serta rendahnya pemahaman sebagian awak kapal terhadap penggunaan sistem. Oleh karena itu, optimalisasi Sistem Informasi Venus perlu didukung melalui peningkatan kompetensi pengguna, penguatan koordinasi antara kru kapal dan pihak kantor, serta pemanfaatan fitur sistem secara konsisten. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan pelayaran dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi manajemen pergantian awak kapal berbasis sistem informasi. This study aims to analyze and optimize the implementation of the Venus Information System in supporting crew change management within the Crewing Division of PT Pertamina International Shipping. The crew change process is a critical component of maritime operations that requires accurate data management, effective coordination, and continuous administrative control. This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques including direct observation, in-depth interviews with relevant personnel, documentation studies, and supporting questionnaires. The findings indicate that the Venus Information System plays a significant role in enhancing the effectiveness of crew management, particularly in managing seafarer data, scheduling sign on and sign off activities, and monitoring certificate validity. However, the system has not been fully optimized due to technical constraints, limited communication networks onboard vessels, and insufficient user understanding among some crew members. Therefore, optimizing the Venus Information System requires improved user training, strengthened coordination between onboard crew and office staff, and consistent utilization of system features. This study is expected to contribute practical insights for shipping companies in improving efficiency and accuracy in information system–based crew change management.
Peran Balai Kekarantinaan Kesehatan dalam penerbitan Port Health Quarantine Clearance (PHQC) sebagai persyaratan surat persetujuan berlayar di PT. Wistara Shipping Agency Marbun, Patrisius; Ulpa, Maria; Satria
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.151

Abstract

Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) memiliki peran strategis dalam menjamin kesehatan kapal, awak kapal, dan lingkungan pelabuhan melalui penerbitan Port Health Quarantine Clearance (PHQC) sebagai salah satu persyaratan utama penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Agen pelayaran berperan sebagai penghubung antara kapal dan instansi terkait dalam pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis tersebut. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala yang dapat mempengaruhi kelancaran proses penerbitan PHQC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Balai Kekarantinaan Kesehatan dalam proses penerbitan PHQC sebagai persyaratan SPB di PT. Wistara Shipping Agency serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerbitan PHQC oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Sumatera Selatan telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku, dimulai dari pengajuan permohonan oleh agen pelayaran, pemeriksaan fisik kapal dan kelengkapan dokumen kesehatan, hingga penerbitan PHQC. Meskipun demikian, masih terdapat hambatan berupa keterlambatan pembaruan dokumen kesehatan kapal serta kendala teknis jaringan dalam pengajuan melalui sistem SINKARKES. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi instansi terkait dalam meningkatkan efektivitas pelayanan karantina kesehatan guna mendukung keselamatan dan kelancaran operasional pelayaran. The Health Quarantine Office plays a strategic role in ensuring the health of ships, crews, and port environments through the issuance of the Port Health Quarantine Clearance (PHQC) as one of the main requirements for obtaining a Sailing Approval Letter (SPB). Shipping agencies act as intermediaries between vessels and relevant authorities in fulfilling both administrative and technical requirements. However, in practice, several obstacles may affect the effectiveness of the PHQC issuance process. This study aims to analyze the role of the Health Quarantine Office in issuing PHQC as a requirement for SPB at PT. Wistara Shipping Agency and to identify the constraints encountered during its implementation. This research employs a qualitative descriptive method, with data collected through interviews, observations, literature reviews, and documentation. The results indicate that the PHQC issuance process conducted by the Class I Health Quarantine Office of South Sumatra has been implemented in accordance with established procedures, starting from the submission of applications by shipping agents, followed by physical inspections and verification of ship health documents, to the issuance of PHQC. Nevertheless, obstacles remain, including delays in updating ship health documents and technical issues related to internet connectivity during submissions through the SINKARKES system. The findings of this study are expected to serve as an evaluation reference for relevant stakeholders in improving the effectiveness of health quarantine services to support maritime safety and operational efficiency.
Optimalisasi perawatan mesin jangkar berbasis praktik operasional untuk meningkatkan keandalan proses berlabuh pada Kapal MV. Trifosa Dewi, Astri Kustina; Bintari, Pramudyasari Nur; Fahreza, Ryan Rezki
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.152

Abstract

Mesin jangkar (anchor windlass) merupakan peralatan vital dalam mendukung keselamatan dan kelancaran proses berlabuh kapal. Kegagalan fungsi mesin jangkar dapat menimbulkan keterlambatan operasional dan meningkatkan risiko kecelakaan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan perawatan mesin jangkar serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keandalan operasional mesin jangkar pada kapal MV. Trifosa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan awak kapal, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan mesin jangkar belum dilaksanakan secara optimal, yang ditandai dengan kurangnya pelumasan berkala, keterbatasan suku cadang dan pelumas khusus, serta belum terstrukturnya sistem perawatan terencana. Selain itu, perbedaan tingkat kompetensi teknis awak kapal turut memengaruhi kualitas perawatan yang dilakukan. Kondisi tersebut menyebabkan perawatan bersifat reaktif dan berpotensi menurunkan keandalan mesin jangkar saat digunakan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan Planned Maintenance System (PMS) secara konsisten, peningkatan kompetensi awak kapal melalui pelatihan teknis berkelanjutan, serta penguatan koordinasi antara departemen dek dan mesin. Optimalisasi perawatan ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan mesin jangkar, meminimalkan gangguan operasional, dan mendukung keselamatan pelayaran. The anchor windlass is a critical piece of ship machinery that plays a vital role in ensuring safe and efficient anchoring operations. Failure of this equipment may lead to operational delays and increased maritime safety risks. This study aims to evaluate the implementation of anchor windlass maintenance and to identify factors affecting its operational reliability on board MV. Trifosa. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through direct onboard observation, crew interviews, and documentation review. The findings indicate that anchor windlass maintenance has not been optimally implemented, as evidenced by insufficient routine lubrication, limited availability of spare parts and specialized lubricants, and the absence of a structured planned maintenance system. Variations in crew technical competence also contribute to inconsistent maintenance practices. These conditions result in reactive maintenance, which may reduce equipment reliability during anchoring operations. This study recommends the consistent implementation of a Planned Maintenance System (PMS), continuous technical training for crew members, and improved coordination between deck and engine departments. Such maintenance optimization is expected to enhance anchor windlass reliability, minimize operational disruptions, and improve overall maritime safety.
Analisis kepatuhan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada kapal longline berdasarkan regulasi nasional dan SOLAS 1974 Ikhsan, Suci Asrina; Pratama, Dimas Indi; Kelana, Perdana Putra; Haris, Rangga Bayu Kusuma; Widagdo, Aris; Rahmad, Yasmin Humaira
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.153

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek fundamental dalam operasional kapal perikanan karena tingginya risiko kecelakaan kerja di lingkungan laut. Tingkat kepatuhan terhadap penyediaan dan penggunaan alat keselamatan kerja menjadi faktor penentu dalam pencegahan kecelakaan bagi awak kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan penerapan K3 pada kapal longline berdasarkan regulasi nasional dan standar keselamatan internasional. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional melalui pemeriksaan langsung terhadap ketersediaan alat pelindung diri, fasilitas kesehatan kerja, serta peralatan keselamatan kapal. Acuan penilaian meliputi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2010, serta ketentuan SOLAS 1974. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar alat keselamatan kerja telah tersedia dan digunakan, namun masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian terhadap standar yang berlaku, terutama pada aspek perlindungan kepala, kelengkapan kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), serta ketersediaan rakit penolong. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan, pemenuhan standar keselamatan, dan penguatan budaya K3 guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja di kapal perikanan. Occupational Health and Safety (OHS) is a critical aspect of fishing vessel operations due to the high risk of workplace accidents in the maritime environment. Compliance with the provision and use of safety equipment plays a key role in preventing accidents among crew members. This study aims to evaluate OHS compliance on longline fishing vessels based on national regulations and international safety standards. A descriptive research method with an observational approach was applied through direct inspection of personal protective equipment, occupational health facilities, and onboard safety equipment. The assessment criteria were based on Law Number 1 of 1970 on Occupational Safety, Law Number 36 of 2009 on Health, Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration Number 8 of 2010, and the Safety of Life at Sea (SOLAS) Convention 1974. The results indicate that most safety equipment is available and implemented; however, several non-compliances with established standards were identified, particularly regarding head protection, first aid kit completeness, and the availability of liferafts. These findings highlight the need for improved supervision, full compliance with safety standards, and the strengthening of OHS culture to reduce occupational accident risks on fishing vessels.
The Impact of Cargo Volume and Ship Type on Maritime Service Efficiency: A Case Study of Indonesia Bashori, Achmad; Pricilia, Ni Kadek Selvi; Anggraini, Laila Puspitasari; Herningsih, Siwi Woro; Munawir, Ahmad; Shulhany, Ahmad
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.154

Abstract

Port service efficiency plays a crucial role in supporting maritime logistics and national trade performance. One key indicator of port service efficiency is ship turnaround time, which is influenced by various operational factors, including ship type and cargo volume. This study examines the effect of ship type and cargo volume on ship turnaround time at Tanjung Priok Port, Indonesia, using a case study of PT Buana Lintas Lautan Tbk. Quantitative analysis was conducted using monthly operational data collected over a twelve-month period (August 2022–August 2023). Multiple linear regression was applied after fulfilling classical assumption tests, including normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation. The results indicate that ship type and cargo volume simultaneously have a significant effect on turnaround time. However, partial analysis reveals that only cargo volume has a significant positive impact on turnaround time, while ship type does not show a statistically significant effect. These findings suggest that operational delays are primarily driven by cargo handling intensity rather than vessel characteristics. This study provides practical insights for ship agency companies and port operators in estimating service time, optimizing operational planning, and improving port service efficiency through better cargo management strategies. Efisiensi pelayanan pelabuhan merupakan faktor penting dalam mendukung kelancaran logistik maritim dan kinerja perdagangan nasional. Salah satu indikator utama efisiensi pelayanan pelabuhan adalah ship turnaround time, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor operasional, termasuk jenis kapal dan volume muatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kapal dan volume muatan terhadap ship turnaround time di Pelabuhan Tanjung Priok, Indonesia, dengan studi kasus pada PT Buana Lintas Lautan Tbk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data operasional bulanan selama periode Agustus 2022 hingga Agustus 2023. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda yang didahului dengan pengujian asumsi klasik, meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kapal dan volume muatan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ship turnaround time. Namun, secara parsial hanya volume muatan yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap ship turnaround time, sedangkan jenis kapal tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa lamanya waktu pelayanan kapal lebih dipengaruhi oleh intensitas penanganan muatan dibandingkan karakteristik jenis kapal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan keagenan kapal dan pengelola pelabuhan dalam memperkirakan waktu pelayanan kapal, meningkatkan perencanaan operasional, serta mengoptimalkan efisiensi pelayanan pelabuhan.

Page 2 of 3 | Total Record : 30